|
/SM/ - Kamis, 09 Juni 2005 CILACAP
Ditemukan 372 Balita Bergizi Buruk
*CILACAP* - Sampai bulan Juni ini ditemukan 372 kasus anak di bawah lima
tahun (balita) bergizi buruk di Cilacap. Dampak langsung kekurangan gizi
itu adalah ketidakseimbangan berat badan dan umur mereka. Selain itu,
dalam beberapa kasus mereka juga mengidap infeksi saluran pencernaan
yang menyebabkan diare.
''Jumlah itu diperoleh setelah petugas kesehatan terjun ke lapangan,''
kata Kepala Dinas Kesehatan dokter Sugeng Budi S, kemarin.
Sugeng menyatakan penemuan kasus gizi buruk sebanyak itu membuat tahun
ini terjadi peningkatan dari tahun lalu. Tahun lalu balita bergizi buruk
tak sampai 350 kasus.
''Sampai sekarang kami masih mencari tahu penyebab kenaikan itu,'' katanya.
*Disukai Anak*
* *Secara teoretis, ujar dia, balita bergizi buruk karena dua penyebab
utama. Pertama, ketidakmampuan masyarakat membeli bahan makanan. Kedua,
pola hidup tidak sehat.
Ketidakmampuan membeli bahan pangan dapat dipecahkan dengan meningkatkan
pendapatan. Adapun pembentukan pola hidup sehat ditempuh melalui
sosialisasi terus-menerus.
''Banyak kasus menunjukkan, balita bergizi buruk karena orang tua salah
memberikan asupan makanan. Mereka cenderung memberikan makanan yang
disukai anak, meski tak bergizi.''
Dia menyatakan akan segera memberikan makanan tambahan berupa susu atau
makanan bergizi ke balita penderita gizi buruk.
"Permohonan dana pemberian makanan tambahan sudah kami ajukan ke DPRD.
Mudah-mudahan dapat dimasukkan perubahan anggaran 2005.''
Untuk menjalankan program itu, Dinas Kesehatan membutuhkan dana Rp 108
juta. Dana itu untuk membeli susu yang akan diberikan ke 372 balita
bergizi buruk. Setiap anak kelak mendapat 90 gr susu selama 90 hari.
''Total susu yang harus kami beli 3.013.200 gram yang merupakan hasil
perkalian 372 (anak) x 90 gr x 90 hari,'' kata Sugeng. (G21-53)
|