sedikit nambah dari apa yang udah mas/mbak makan mayat sampaikan sebelumnya .
Saya faham dengan apa yang .. ( manggilnya ibu aja nih ? ) ibu maksud.
Jauh sebelum kami melakukan tabling2 , kita memiliki pemikiran yang sama seperti ibu vikirkan .
Langkah presentasi sudah dan selalu akan kami jalankan hingga saat ini , yup tentunya menggunakan bahasa dan cara yang berbeda disesuaikan dengan pihak yang kita ajak ber ' curhat ' ria ... saya sendiri memang agak2 pake cara MLM itu dan begitu juga sepertinya dengan pren2 yang lain
Mengenai selebaran ... yup juga ... pada awal kita mau mengadakan presentasi , saya ( kami ) menyebarkan selebaran yang simpel bgt dengan harapan menggugah orang2 yang membaca , sama seperti apa yang ibu pikirkan :) . Baru kemudian kami menjelaskan lebih lanjut mengenai FNB kepada pren2 baru yang tertarik dengan FNB ini .
Mengenai FNB dalam bentuk buku good idea .. hmm setau saya pren2 saya sedang dalam pembuatannya .. tul ??
Maksud saya, bagaiamana membuat leaflet ato selebaran yg lebih sederhana dari itu untuk tahap awal pengenalan apa itu FNB. kalo dalam tahap awal orang sudah paham baru ditambah penjelasan detilnya. karena menurut saya, jangan sampai kegiatan fnb ini hanya dipahami oleh orang2 dng high literate yg tinggi saja,kalo perlu justru dipahami olek masyarakat yg sangat teramat awam:tauke2,engkoh2 glodok,bahkan ibu2 penggemar telenovela ato cek n ricek seperti saya sekalipun. dimana orang2 tersebut tentu hampir dipastikan akan berkomentar : apaan sih ini? jadi ibarat petugas penyuluhan keluarga berencana yg harus menjelaskan perbedaan penggunaan IUD, kondom, suntik ataupun pil kepada ibu2 petani di desa itu lho. bagaiaman menjelaskan ke mereka dng bahasa mereka. disamping itu bisa juga setiap ada kegiatan FNB alangkah baiknya ada presentasi dng memaki tool Flip chart dng konsep yg sederhana juga seperti yg dilakukan ibu2 mempromosikan tupperware,amway atau MLM di arisan2 it! u ( ini bisa sangat menghemat biaya, jika audience dng mudah memahami FNB). oh ya mungkin sebagai contoh yg saya maksud menyampaikan dng sederhana itu kalo buku spt buku2 terbitan mizan yg soal bagaimana pengenalan postmodern yg berupa komik2 itu . sangat perlu diingat negara kita yg sudah miskin banyak orang yg bodoh pula ini TINGKAT KESUKAAN MEMBACANYA masih sangat begitu rendah.
nah .. nah .. ini dia menu yang kita pake waktu 2 kali tabling kemarin .
Mudah2 an bisa jadi pertimbangan atopun bisa ngebantu pren2 , untuk ngebayangin persiapan apa aja yang kira2 harus disiapin.
Semua yang kita pakai udah kita sesuaikan ama keadaan dan kondisi kita , jadi kalo misalnya ada yang beda ma tabling yang pren2 bakal adain , ya bisa aja.
ps. ini saya ambil dari catatan yang selama ini kita buat , tapi kalo ada yang salah ato tambahan , pang lengkapin okeh.
take care ,
- shakun
Tabling ( 1 ) di UNINUS
Menu : Mie ala Remded
Bahan – bahan :
-22 bungkus mie telor (status = sumbangan )
-Bawang merah (status = sumbangan )
-Bawang putih (status = sumbangan )
-Daun bawang (status = sumbangan )
-Sosin 3 ikat besar ( status = sumbangan )
-Kol 2 buah besar ( status = sumbangan )
-Minyak Goreng˝ kg ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB )
-Garam 1 bungkus ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB )
-Merica 1 bungkus ( status = sumbangan )
-Kecap 1 plastik ?? ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB )
Logistik :
-Aqua Galon 1 – 2 Buah ( status = pinjaman )
- Air ( status = sumbangan )
- Gelas plastik ( status = sumbangan )
-Piring kertas ( status = sumbangan ) ( Kalau bisa jangan dicontoh karena tidak dapat digunakan ulang)
-Kertas bungkus coklat yang 1 lembarnya dibagi dua ( status = sumbangan ) ( Kalau bisa jangan dicontoh karena tidak dapat digunakan ulang)
-Dus untuk sampah ( status = sumbangan )
-Baskom untuk tempat saji mie ( status = pinjeman )
-Sendok / Garpu plastik ( status = sumbangan )
-Sabun cuci ??
Don’t Forget :
-Flyers!!!
-Kotak donasi
- Banner FNB ( status = pinjaman FNBJkt )
Tabling ( 2 ) diULTIMUS
Menu : Bubur menado ala Remded
Bahan – bahan :
-Beras 5 kg ( status = sumbangan )
-Jagung( status =sumbangan )
-Sosin ( status = sumbangan )
-Bawang merah ( status = sumbangan )
-Bawang putih ( status = sumbangan )
-Garam ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB )
-Merica ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB)
-Kecap ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB)
- Minyak tanah 5 ltr ( status = beli dari hasil penjualan merchandise FNB)
+ Bahan – bahan ( sayuran dan bumbu – bumbu ) yang digunakan , sebagian besar menggunakan bahan yang masih tersisa pada waktu tabling di UNINUS
Logistik :
-Aqua Galon 1-2 buah ( status = pinjaman )
- Air ( status = sumbangan )
-Pompa air ( status = pinjaman )
-Gelas plastik ( status =sumbangan )
-Piring plastik ( status = pinjaman )
-Dus untuk sampah (status = sumbangan )
-Panci gede untuk wadah bubur ( status = pinjaman )
-Baskom untuk wadah saji bubur ( status = pinjaman )
-Centong untuk bubur ( status = pinjaman )
-Sendok / Garpu plastik ( status = sumbangan )
-Sabun cuci ( status = pake yang ada ditempat dimana kita tabling hehe )
-Kantong sampah ( status = sumbangan )
Don’t Forget :
-Flyers!!!
-Kotak donasi
- Banner FNB ( status = pinjaman FNBJkt )
Berhubung pada pelaksanaan tabling 1 dan tabling 2 yang FNBBdg adakan , mendapat link yang bisa membantu untuk mengolah bahan – bahan makanan yang kami peroleh , maka kami belum mendapat masalah mengenai cara penyajian makanan secara langsung ( memasaknya ) dan juga tempat dimana kami harus mengolah makanan tersebut . Begitu juga dengan perlengkapan logistik seperti meja , selama ini meja selalu disediakan untuk kami , oleh yang punya tempat dimana kami menggelar FNB.
Maksud saya, bagaiamana membuat leaflet ato selebaran yg lebih sederhana dari itu untuk tahap awal pengenalan apa itu FNB. kalo dalam tahap awal orang sudah paham baru ditambah penjelasan detilnya. karena menurut saya, jangan sampai kegiatan fnb ini hanya dipahami oleh orang2 dng high literate yg tinggi saja,kalo perlu justru dipahami olek masyarakat yg sangat teramat awam:tauke2,engkoh2 glodok,bahkan ibu2 penggemar telenovela ato cek n ricek seperti saya sekalipun. dimana orang2 tersebut tentu hampir dipastikan akan berkomentar : apaan sih ini? jadi ibarat petugas penyuluhan keluarga berencana yg harus menjelaskan perbedaan penggunaan IUD, kondom, suntik ataupun pil kepada ibu2 petani di desa itu lho. bagaiaman menjelaskan ke mereka dng bahasa mereka. disamping itu bisa juga setiap ada kegiatan FNB alangkah baiknya ada presentasi dng memaki tool Flip chart dng konsep yg sederhana juga seperti yg dilakukan ibu2 mempromosikan tupperware,amway atau MLM di arisan2 itu ( ini
bisa sangat menghemat biaya, jika audience dng mudah memahami FNB). oh ya mungkin sebagai contoh yg saya maksud menyampaikan dng sederhana itu kalo buku spt buku2 terbitan mizan yg soal bagaimana pengenalan postmodern yg berupa komik2 itu . sangat perlu diingat negara kita yg sudah miskin banyak orang yg bodoh pula ini TINGKAT KESUKAAN MEMBACANYA masih sangat begitu rendah.
Ketika Bumi cukup kaya untuk menghidupi seluruh makhluk yang
hidup diatasnya, kita sering mendengar argumen bahwa kekurangan
pangan dan sulitnya akses untuk makanan dan kebutuhan mendasar hidup
bagi sebagian besar manusia adalah akibat over-populasi. Benarkah
demikian? adakah kemungkinan lain yang justru nyata didepan mata
namun tak kita hiraukan. Contohnya seperti akses-akses bahan makanan
yang dimonopoli, semua hak tanah produksi diklaim dan diprivatisasi,
semua tumbuhan diklaim menjadi hak milik, dan sebaliknya ongkos-
ongkos kehidupan dibebani pada mereka-mereka yang tak bertanggung
jawab atas semua 'pembangunan' yang dilakukan oleh negara, hak-hak
kita atas kebutuhan mendasar justru diserahkan pada 'hukum pasar',
pendidikan diprivatisasi/dikomersialisasi, dibebani hutang yang habis
dipakai untuk ongkos hidup para birokrat, untuk membeli senjata bagi
perang yang tak kita sepakati, bahkan untuk megaproyek-megaproyek
yang tak kita butuhkan. Dan hukum? hanya berpihak pada mereka yang
memiliki uang, termasuk akses thd makanan, yang sebenarnya merupakan
hak yang paling mendasar bagi manusia.
MENGAPA DAN APA ITU FOOD NOT BOMBS?
Diadopsi dari gerakan egalitarian yang tercetus sekitar tahun
80-an pada aksi gerakan sipil di Amerika yang memprotes perang dan
pembuatan nuklir besar-besaran disana, mendasarkan diri pada
pemikiran bahwa yang dibutuhkan manusia adalah 'kehidupan'
(FOOD=makanan) bukan kematian (BOMBS=bom/senjata). Nama 'Food Not
Bombs' tak membutuhkan analisa yang kompleks untuk memahaminya, nama
itu sudah menjelaskan semuanya bahwa yang perlu dipromosikan oleh
tatanan masyarakat hari ini bukan kompetisi bantai-membantai atas
nama profit dan kebanggaan patriotik usang yang hanya pada akhirnya
mempomosikan kekerasan ketamakan dan dominasi. Pesan FNB sebenarnya
sangatlah sederhana: bahwa tak seorangpun harus terpuruk kelaparan
diatas bumi yang kaya sumber daya alam dan sinar matahari, dan
seharusnya sumber daya diatas muka bumi ini tidak dialokasikan pada
perang-perang dan ketamakan segelintir orang. Tak satupun perhitungan
uang, tak ada permintaan atas profit yang harus berdiri menjegal
diantara busung yang melapar, anak-anak kekurangan gizi, atau
siapapun yang membutuhkan makan. FNB lebih merupakan sebuah fenomena
dibanding sebagai sebuah lembaga atau institusi. Oleh karenanya sejak
gerakan itu populer dan menyebar ke seluruh pelosok, berbagai
komunitas-komunitas diseluruh dunia membentuk FNB dan mengumpulkan
makanan sehat, memasaknya dan menyajikannya diruang-ruang publik dan
aktivitas-aktivitas komunitas mereka bagi semua orang.
BAGAIMANA FOOD NOT BOMBS BEKERJA?
Setiap hari banyak bahan makanan mentah ataupun jadi yang
layak makan yang terbuang percuma. Bahan makanan tersebut hanya
memerlukan sedikit sentuhan dan pekerjaan agar dapat disajikan dan
terdistribusikan kembali kepada masyarakat. FNB pada dasarnya
melakukan 3 unsur penting yang harus dikombinasikan;
* mengumpulkan bahan makanan mentah / setengah jadi / jadi
* mengolahnya agar menjadi makanan siap saji
* mendistribusikannya kepada siapapun yang memerlukannya
PRINSIP NON-HIRARKI, DESENTRALIS, DEMOKRASI LANGSUNG DAN KONSENSUS
Pada praktek kesehariannya FNB bekerja menurut prinsip dasar
yaitu non-hirarki dan konsensus. Oleh karenanya FNB tidak tersentral
(desentralis), organik, egaliter dan semua keputusan diambil
berdasarkan prinsip demokrasi langsung (konsensus).
Tak tersentral disini berarti tak ada dan tak akan pernah ada
grup pusat, head office, markas besar atau sejenisnya. Siapapun bisa
berpartisipsi aktif dalam grup-grup yang ada atau bahkan membentuk
grupnya sendiri dan bisa saling bekerja sama dengan grup lainnya.
Dengan demikian setiap grup bisa membuat nilai-nilai dan politiknya
masing-masing. Non-hirarki berarti tidak ada kepemimpinan. Semua
sukarelawan memilih tugasnya berdasarkan kemampuannya masing-masing,
bukan berdasarkan perintah. Dan semua keputusan diambil berdasarkan
konsensus bukan voting. Karena voting berdasarkan kuantitas sementara
konsensus berdasarkan kualitas.
Dalam konsensus, setiap individu memiliki hak dan suara dalam
mengambil keputusan, dan setiap keputusan yang diambil berdasarkan
kesepakatan bersama-sama, bukan karena suara terbanyak. Konsensus
juga menciptakan suasana nyaman dimana setiap individu yang memiliki
opini yang berbeda-beda bisa mengekspresikan opininya masing-masing
tanpa rasa takut, dimana konflik sebesar apapun bisa diselesaikan
dengan cara saling menghargai. Jadi tidak ada kompetisi dalam
pengambilan suara. Konsensus juga memberi kesempatan kepada setiap
ide untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Setiap individu
yang ada tidak harus sepakat dalam satu hal. Itulah yang
membedakannya dengan voting. Setiap individu yang saling tidak
sepakatpun masih bisa mencari jalan dengan cara konsensus.
PRINSIP NON-VIOLENCE
Kekerasan, militerisme dan imperialisme sangat mempengaruhi kehidupan
sehari-hari masyarakat sekarang. Nampaknya kamipun tak harus lagi
memberikan contoh sebagai bagian dari introduksi ini, karena kami
yakin kalian sudah cukup kenyang dengan melihat dan merasakan apa
yang kami maksud. Kami hanya meyakini bahwa dunia baru dapat dibangun
bukan lewat kekerasan, militer dan kompetisi atas nama keuntungan dan
tentunya pasar bebas.
VEGGIE POWER!
FNB tidak curiga pada daging, namun berdasarkan prinsip pendaur-
ulangan yang dipakai, akan sangat sulit menjamin daging yang layak
makan dan sehat dapat diambil dari sumber pendaurulangan. Sejak FNB
percaya bahwa vegetarianisme adalah cara makan yang ramah terhadap
lingkungan, menggunakan lebih sedikit sumber daya alam dan lebih
sehat. Maka FNB selalu medistribusikan makanan kepada masyarakat
dalam menu-menu vegetarian. Mengkonsumsi produk hewani adalah sebuah
pemborosan sumber daya alam. Akan lebih banyak mulut yang bisa diberi
makan dengan menu vegetarian dibandingkan dengan menu daging. Proses
pengolahan daging juga adalah sebuah contoh kecil kekerasan dalam
kehidupan sehari-hari yang seringkali kita abaikan. Banyak juga
alasan lain mengapa FNB lebih memilih untuk menyajikan makanan-
makanan vegetarian seperti alasan-alasan ekonomis, kesehatan dan
efisiensi dalam pengolahan bahan mentah.
MEMBANGUN KOMUNITAS
Di jaman modern ini, setiap manusia saling teralienasi karena tatanan
masyarakat yang ada sekarang mengkondisikannya seperti itu. FNB
menawarkan sebuah alternatif lain dari bentuk masyarakat yang
mendominasi kehidupan hari ini. Bahwa setiap orang dari latar
belakang dan kondisi yang berbedapun bisa saling bekerja sama untuk
membangun sebuah komunitas yang harmonis. FNB membangun sebuah
jaringan persahabatan dengan sel-sel atau komunitas-komunitas otonom
lainnya. FNB sekaligus merupakan dukungan langsung pada setiap
aktivitas-aktivitas yang berorientasi membangun komunitas. FNB bisa
digelar kapanpun dan dimanapun anggota komunitas-komunitas tersebut
merasa perlu dan membutuhkannya. Pada acara musik, workshop,
pertemuan-pertemuan komunitas, unjuk-rasa/demonstrasi, atau sore/pagi
hari di taman kota, di setiap event apapunatau di jalanan pinggir
trotoar. Kapanpun FNB mendapatkan bahan makanan segar, maka FNB akan
secepatnya mengolah dan mendistribusikannya kepada siapapun.
APA YANG BISA SAYA LAKUKAN ?
Pertama sekali adalah mencari tahu keberadaan FNB lokal dikota kalian
untuk kemudian kalian dapat memutuskan apa yang dapat dilakukan
selanjutnya seperti misalnya:
1. Sumbangkan waktumu. Bergabung dengan FNB lokal dalam berbagai
aktifitasnya.
2. Donasikan barang-barang yang sudah tidak kamu gunakan lagi.
Untuk kemudian disalurkan pada yang membutuhkan atau dijual untuk
operasional harian FNB.
3. Sumbangkan keahlianmu. It's da 'skill' to pay the bill.
Mungkin kamu bisa memasak, ngelobi, marketing, jago komunikasi atau
yang lain? Tak pernah ada yang tahu keahlianmu ternyata sangat
berguna dalam aktivitas lokal kecuali kalian terlibat.
4. Sumbangkan bahan makanan.
5. Donasikan uang.
6. Sumbangkan apapun yang kamu ingin sumbangkan.
Dan jika kalian tidak menemukan FNB dikota atau didaerah/komunitas
kalian maka bentuklah grup FNB kalian sendiri. Kalian tak perlu izin,
surat-surat legalitas atau sejenisnya. Yang kalian butuhkan hanyalah
komunikasi dan niat untuk ber-kooperasi dengan grup / komunitas
lainnya. Jangan menunggu, perubahan tak akan pernah turun dari langit
atau lahir dari kotak-kotak suara.
• Info lebih lanjut lagi mengenai FNB, download handbook "Food
Not Bombs: Feed The Hungry and Build Community" di
www.foodnotbombs.net, atau kontak Food Not Bombs lokal.
• Info di jejaring maya: milis dapat diikuti dengan mengirim e-
mail kosong bertajuk subscribe ke : fnbbdg-subscribe@yahoogroups.com
atau buka di http://groups.yahoo.com/group/fnbbdg/
====================================================
download laporan dan dokumentasi dari meja FNB bandung tanggal 29
februari kemarin di : http://affl.sphosting.com/fnb290204.zip
kita sendiri di bandung udah bikin, hanya saja belum dicetak. masih
bentuk fotokopian, 1/2 A4. setelah dua kali kemarin kita jalan, dua
kali pula kita fotokopi, masing2 160 lembar. yah memang jadi sangat
boros karena biaya fotokopi lebih mahal dibandingkan cetak. cuman itu
karena waktu mepet, dan kita tabling gak mungkin kalo ga ada leaflet.
dalam meja FNB kemarin, selain makanan gratis, tentu saja harus ada
leaflet karena itulah yang paling penting buat kita disini. selain
juga ada kotak donasi.
oh ya, ini ada sedikit laporan dan beberapa foto FNB kemarin tanggal
29. bisa di download di : http://affl.sphosting.com/fnb290204.zip
thx,
--- In fnbbdg@yahoogroups.com, Voiceless Sound <banyubening2000@y...>
wrote:
> Mas & mbak
>
> bagaimana kalo bikin leaflet or brosur ato apalah ttg FNB tapi
dalam format yg sangat teramat sederhana saja ( itu lho seperti
brosur2 penyuluhan keluarga berencana ato 4 sehat 5 sempurna di
puskesmas2) atau format komik atau info bergambar ( disini termasuk
mekanisme or apa dan bagaimana FNB itu). Saya tahu sih mungkin brosur
or leaflet itu tidak trendy or funkee sama sekali tetapi menurut saya
itu sangat efektif sekali. mengapa?????? karena berdasarkan riset
kecil2an ttg info fnb yg telah saya sebarkan ternyata hampir 80
persen orang yg saya kirimi info dari mbak Ika itu masih bertanya
kepada saya apa itu FNB. Boro2 baca situs ato penjelasan mas sayap
imaji yg sangat bagus dan runtut itu. hal ini menyadarkan kita bahwa
suka atau tidak tingkat kesukaan membaca informasi masih begitu
rendah. jadi ide bikin komik atau brosur sederhana adalah sebagai
tool kit saja karena saya pikir alangkah baiknya FNB itu untuk
kegiatan yg bersifat massal.itung2 spt bapak dan ibu dari dinas
kesehatan
> harus memberi penyuluhan ttg demam berdarah atau bagaimana memakai
kondom yg baik dan benar itu lho..karena sangat disayangkan kalo ide
yg bagus tidak dipikirkan sustainable jangka panjangnya dng energi yg
tentu saja harus disiapkan untuk jangka panjang pula.
>
> terima kasih
>
> saya
>
> ps:
> maaf ya mbak ika saya gak bisa dtg lagi jumat ini
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Search - Find what you're looking for faster.
bagaimana kalo bikin leaflet or brosur ato apalah ttg FNB tapi dalam format yg sangat teramat sederhana saja ( itu lho seperti brosur2 penyuluhan keluarga berencana ato 4 sehat 5 sempurna di puskesmas2) atau format komik atau info bergambar ( disini termasuk mekanisme or apa dan bagaimana FNB itu). Saya tahu sih mungkin brosur or leaflet itu tidak trendy or funkee sama sekali tetapi menurut saya itu sangat efektif sekali. mengapa?????? karena berdasarkan riset kecil2an ttg info fnb yg telah saya sebarkan ternyata hampir 80 persen orang yg saya kirimi info dari mbak Ika itu masih bertanya kepada saya apa itu FNB. Boro2 baca situs ato penjelasan mas sayap imaji yg sangat bagus dan runtut itu. hal ini menyadarkan kita bahwa suka atau tidak tingkat kesukaan membaca informasi masih begitu rendah. jadi ide bikin komik atau brosur sederhana adalah sebagai tool kit saja karena saya pikir alangkah baiknya FNB itu untuk kegiatan yg bersifat massal.itung2 spt bapak dan ibu dari dinas
kesehatan harus memberi penyuluhan ttg demam berdarah atau bagaimana memakai kondom yg baik dan benar itu lho..karena sangat disayangkan kalo ide yg bagus tidak dipikirkan sustainable jangka panjangnya dng energi yg tentu saja harus disiapkan untuk jangka panjang pula.
The following was written by long-time Missing Link customer Jan and digs right into Indonesia's punk underbelly. We thank him for spreading the good scene news around.
In January this year, three months after the Bali tragedy, I packed my bags and left Melbourne for Jakarta. I went there mainly for job/career-related reasons, but I ended up spending most of my spare time investigating Indonesia's underground music scene. In the process I saw some of the wildest most kick-ass live shows I have ever seen. When I talk to people back here about this, often their only reactions are amazement that something like an "Indonesian underground music scene" even exists. Well it does, and a lot more people should know about it. So I'm stoked that Scotti and Missing Link have given me the chance to write a little bit about what's happening musically in one of Australia's closest neighbours.
I know that at this stage some of you will be rolling your eyes and thinking "Sheesh! Why would I want to know ANYTHING about the music scene in a Muslim country... don't they hate Westerners over there anyway?" Well, here are a couple of reasons why you should:
I remember that even at the start of the 90s, most "underground"-type cats around town would just laugh at the thought of Japanese underground music. These days most of us know that in fact Japan had an amazing scene even back in the early 70s stoner days of The Flower Travellin' Band and Speed, Glue and Shinki, and now Japanese bands are probably more popular than ever in worldwide independent music circles. Now, I'm not saying that Indonesia is the "new Japan". But if you really want to be, as Julian Cope charmingly puts it, a "forward-thinking motherfucker", you should open your mind to the idea of rock'n'roll from non-European cultures.
We live in pretty screwy times, where nuts like Osama bin Laden, George W. Bush (the guy, not that band with the ex-Mindsnare drummer in it) and John Howard conspire to keep people divided on the basis of their religion, race and culture. Therfore the fact that people in two very different cultures can share a common love of ripping punk rock and a common hatered of shitty corporate pop is a very, very good thing.
A lot of Indonesian bands just flat out rock anyway.
If those reasons sound good enough for ya, read on and I promise I'll try my best not to make this sound too much like a scene report in Maximum Rock'n'Roll circa 1992.
Okay. So what's the scoop on the history of underground music in Indonesia? By all accounts things didn't really kick off until the early to mid 90s impact of Green Day, Rancid, etc. through MTV. Just like in the west, a lot of kids worked their way towards more underground punk rock from there, especially after the Internet got big in Indonesia from about 97 onwards. However there were punk bands in Indonesia even before the 90s corporate punk explosion. Most people agree one of the first was a band called Puppen from the city of Bandung. They started in 1989 when the members were about 14 years old, inspired by music they read about in Thrasher magazine. They ended up lasting for over a decade, progressing from an early 80s hardcore sound to a more metalcore sound on the last of their 3 casette releases. Singer Arian 13 also ran a casette label called Parau, which licensed releases by Spazz and Los Crudos. Unfortunately the Puppen releases are now out of print, but Arian 13 has
a new band called Seringai who combine bludgeoning metallic thrash with more of a stoner groove. Pretty righeous stuff and a great live act. They might have a demo out soon.
Bandung is a big student town, and a lot of bands like Jeruji and Turtles Jr sprung up in the wake of Puppen. Some of them were compiled on a 1997 vinyl release called Injak Balik! by French label Tien an Men 89 records (run by the legendary Luk Haas of MRR fame). This record is also long out of print.
One of the first things you'll notice at gigs in Indonesia is that there are a hell of a lot of skinheads around. I mean real skinheads in braces, Perrys, DMs, bombers and Harringtons. For some reason Oi!/streetpunk is one of the most popular musical styles among Indonesian kids. The Business seem to be one of the most popular foreign bands in this part of the world (they actually toured in Malaysia recently), and a lot of local bands play in this style too. The first Indonesian Oi! band was probably The End, who are still going and whose singer Utay runs a skinhead emporium known as Warriors Shop. One of the best Indonesian Oi! releases is a casette called Indonesian Proud by a band called Antisquad. It's a rockin' mixture of Oi with a little bit of pop punk, and should be rereleased later this year by French Oi! label Bords de Seine. I will always have a soft spot for Antisquad because the singer took me to my first real Indonesian punk show. The gig was way out in the
suburbs of Jakarta, on the campus of an Islamic university. There must have been 500+ kids there, most of them decked out in early 80s skinhead or punk style but also girls wearing headscarfs. I felt like I'd walked into a surreally tweaked scene from Suburbia or Decline of Western Civilisation. There were 20+ bands on the bill, alcohol flowing, fist fights breaking out, wicked circle skanks... the whole thing was just so punk. I was the only Westerner there and the object of a lot of (largely friendly) curiosity.
Anyway, enough blurry-eyed reminiscing and on with the bands.Jakarta also has an amazing all-female feminist Oi! band called Keep On who just released an album called Princess of Oi!. I was lucky enough to go on tour with them to central Java, and watch them play a show up in the hills in a small town of 200,000 people that's totally off the Western tourist trail but surrounded by some of the most beautiful scenery I've ever seen. And even here there were kids walking around in Fred Perrys and Ramones t-shirts! While we're on the topic of Oi! I also have to mention the band Combat and their great Merah Putih dan Oi! release.
Apart from Oi! another popular style is Dis-core. Some of the best bands in this field are Garputala and the superbly named Dickhead (picture this written in Discharge-style writing).
The rising trend seems to be fastcore/power violence/thrash type shit. There's an awful lot of bandanas and Suicidals-style baseball caps being sported at shows, and the bootleg Indonesian casette version of the officially licensed Singaporean edition of Youth Attack! seems to have been terribly influential. Probably the best known fastcore band is Domestik Doktrin from Bandung. Their great Manufacturing Karma e.p. was released by Arian 13's Parau records, and by the time you read this should have been re-released on 625 records (kudos to 625 for being great supporters of the Asian scene). A band often compared to Charles Bronson, both for their music and snotty attitude, is Anjing Tanah from Bandung. Proletar play awesome Scandinavian-influenced crust/power violence amd have a very active record label called Badai Records. A local split release of Anjing Tanah and Proletar may possibly happen later this year, courtesy of my buddy Ipul at Badai. Finally, I have to give a
shout out to the political spazzed-out fastcore thrash of the band Relationshit!. They have the distinction of playing one of the most manic hardcore shows I have ever seen, rivaling the mayhem of 1991 Nukey Pikes gigs in Tokyo. They have a fairly limited demo, a spanking new website and their first "real" release should be pretty smokin'.
By now you're probably wondering whether there's any music in Indonesia apart from Oi!, Dis-core and thrash. As the scene is still relatively young, more experimental bands are just beginning to develop. Most of them have roots in the hardcore scene. In Jakarta a like-minded group of more adventurous bands congregate around the venue BB's in Menteng. Probably the most popular are The Upstairs, who are an absolutely amazing live experience. I shit you not, the singer is like a young Indonesian Iggy Pop – Mick Jagger hybrid. Musically they are a blend of early Devo, Gary Numan, Joy Division... fitting in well with the international trend of early 80s revivalism but doing it with conviction. If all goes well their upcoming ep may also have a limited release on our shores, so keep ya eyes peeled suckers.
If you're wondering about how to hear any of the other bands, first of all understand that almost all Indonesian indie releases are casette only. Many people can't afford cds. But if you want to hear the tapes, try the contacts below... the bands would be happy to hear from you and most of them speak English much better than you can speak Indonesian. And keep in mind there are literally hundreds more punk bands all over Indonesia, most of whom have tapes out. Have fun exploring!
(All these 'zines are in Indonesian, but they would love to get scene reports in English about Australia; so, if you think you know what's going down in your town, get writing!)
--- In anti-globalisasi@yahoogroups.com, mukhlis haris
<mukhlisharis@y...> wrote:
Anggota Komnas HAM Mansour Fakih Berpulang
Reporter : Ananda Ismail
detikcom - Jakarta,
Setelah koma dalam 10 hari terakhir, anggota Komisi Nasional Hak
Asasi Manusia (Komnas HAM), Mansour Fakih, meninggal dunia di
Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, pukul 00.00 WIB, Senin
(16/2/2004).
Hingga berita ini ditulis, jenazah sudah berada di rumah duka di desa
Banjarsari, Besi, Ngaglik, Slemah, Yogyakarta. Menurut rencana,
setelah disalatkan Dzuhur nanti, jenazah akan dimakamkan di
pemakaman umum Banjarsari pukul 14.00 WIB.
Menurut putra pertama almarhum, Farabi Fakih, sejak masuk rumah
sakit pada Jumat (6/2/2004) lalu, Mansour sudah tidak sadarkan
diri. "Begitu masuk rumah sakit Bapak sudah koma karena stroke.
Makanya kami secara bergantian menunggui beliau di rumah sakit,"
katanya saat dihubungi detikcom per telepon, Senin (16/2/2004) pukul
07.00 WIB.
Dijelaskan Farabi, lima tahun lalu ayahnya memang pernah mengalami
stroke. Namun karena kesibukannya, beliau agak kurang
memperhatikan kesehatannya. "Tapi sebelum masuk rumah sakit,
Bapak tidak punya keluhan apa-apa. Makanya kita juga kaget karena
tiba-tiba fisik Bapak drop," jelasnya.
Mahasiswa jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada angkatan 1999
tersebut mengungkapkan, almarhum tidak berpesan apa-apa sebelum
meninggal dunia. Farabi juga mengaku tidak mempunyai firasat
apapun. "Keluarga, termasuk ibu, ikhlas melepas kepergian beliau,"
imbuh dia.
Mansour Fakih yang menikahi Nena Lamanah dikaruniai dua orang
putra yakni Farabi Fakih dan Faris Fakih, yang kini masih kuliah di
jurusan Sastra Inggris Universitas Sanatadharma angkatan 2001.
Jabatan terakhir Mansour adalah Ketua Subkomisi Penyuluhan Komnas
HAM. Sejak tahun 2001, sarjana Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta ini
menjadi direktur Institute for Social Transformation (INSIST) Yogyakarta.
Mansour memperoleh gelar master dan doktor dari University of
Massachusetts, Amherst, Amerika Serikat. Sejak lama, ia sudah
terlibat aktif sebagai fasilitator dan pendidik HAM, antara lain dengan
menjadi Gender Training Specialist and Management Consultant, CIDA-
Women Support Project pada 1997-2001.
Pada 1993-1997, Mansour Fakih menjabat Country Representative of
OXFAM, United Kingdom and Ireland, untuk kantor Indonesia yang
bertugas membantu berbagai LSM Indonesia untuk mengembangkan
program pengembangan masyarakat dengan perspektif gender dan hak
asasi manusia.
Ia telah menulis banyak buku mengenai pendidikan hak asasi manusia
dan permasalahan LSM di Indonesia. Selamat jalan, Pak Mansour
Fakih!
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online
--- End forwarded message ---
Do you Yahoo!?
Get better spam protection with Yahoo! Mail
Malaysiakini.com
Police use water cannon to disperse ‘police abuse’ demo, 17 arrested
Yap Mun Ching
11:02:53 AM Feb 28, 2004
Police arrested 17 activists for illegal assembly after using
chemical-laced water cannon to disperse a crowd, which was gathered
there to protest against alleged police abuse of power and brutality.
Key Keadilan leaders Tian Chua, R Sivarasa, Dr Xavier Jayakumar and
Latheefa Koya are among those arrested. Also taken in are human rights
activists Elizabeth Wong and Eric Paulsen.
In all, 17 people - 13 males and four females - were taken by the
police to the city police headquarters in Jalan Hang Tuah.
They were all released by 6pm after recording their statements with the
police.
Artist-activist Fahmi Reza, 27, was the last one out as police had
found him to be in possession of a paper cutter.
Lawyers representing the group, N Surendran, M Manogar and Ramdas
Tikamdas said they were denied access to the group until their release
this evening.
About 60 people had gathered since this morning at the Bukit Aman
police headquarters to protest against "numerous incidents" resulting
from abuse of police powers.
They had put up posters and banners highlighting several examples of
police abuse.
'Proves our point'
Eye witnesses say an equal number of police, if not more, were present
as well.
"The police exposed the brutality the demonstration was about and they
took the whole gathering very personally," one participant told
malaysiakini.
Sivarasa, just after his arrest, said: "Feel the chemical on your
skin... this is police brutality. This proves what we have been
saying."
According to human rights organisation Suaram, Fahmi - who was the
first to be arrested - was beaten and trampled on.
"The police tried to take away his glasses and belongings, but Fahmi
resisted. He is bruised and his shirt was torn," said Suaram's Mary
Agnes James.
James added that both human rights activist Wong and Keadilan
vice-president Tian Chua "were also manhandled by the police and
sustained bruises and injuries".
All three had lodged a police report against the assault.
The gathering was organised by the Coalition Against Police Misconduct,
an initiative set up under human rights organisation Suaram.
The coalition, which is backed by 46 NGOs and political parties, is
calling for inquiries into numerous complaints of abuse of power
including the high incidences of police shootings.
Effective way
When met, Kuala Lumpur police chief Mustafa Abdullah defended the use
of the water cannon, saying that was most effective way for a quick
dispersal of the crowd.
He also said that he was only expecting a memorandum handover from the
organisers.
"This is what they told us and we were ready to accept a memorandum
from three representatives of the group. However, they wanted to bring
in at least seven people," he said.
"Things got out of control when the crowd sat down to protest and
refused to move even after we told them to disperse".
Three Human Rights Commission (Suhakam) officers were also present to
witness the peaceful demonstration.
In an early reaction, legal adviser to the Police Watch and Human
Rights Committee P Uthayakumar called for the royal police commission
to investigate the incident this morning.
"We urge the police commission to set up a special inquiry panel
within 48 hours to investigate this police abuse," he said in a
statement.
Uthayakumar, who is the chairperson of the pro tem Parti Reformasi
Insan Malaysia, also called for Dang Wangi police chief Hadi Ho
Abdullah who oversaw the operation to be suspended pending
investigations.
peringatan: ini bukan laporan tau... ini cuma kisah benar jer... :). hehe
hi. saya dhani salah seorang protestor yang ada ditempat kejadian. sememangnya kejadian tengah hari tadi menunjukkan betapa "baik" dan "mesra rakyat-nya" para polis sang penjaga ke-amanan.
kejadian tengah hari tadi telah memperkukuhkan lagi dakwaan bahawasanya polis telah menggunakan salah guna kuasa yang ada pada mereka. walaupun perhimpunan yang berlangsung adalah PERHIMPUNAN AMAN, pihak polis telah mengeluarkan arahan yang berbunyi lebih kurang begini : "INI ADALAH PERHIMPUNAN HARAM. SILA BERSURAI SEKARANG. JIKA TIDAK KAMI AKAN MENGGUNAKAN KEKERASAN/KEGANASAN". tidak sampai seminit arahan tersebut dikeluarkan, mereka terus menyembur protestor yang hadir dengan air asid kepada orang ramai. pada masa ini ramai mangsa yang telah ditangkap. sebelum kejadian ini berlaku, terdapat juga beberapa orang protestor yang telah ditangkap kerana dituduh memiliki pisau.. dan keadaan manjadi tidak terkawal setelah semburan air asid tersebut dilepaskan. aksi kejar mengejar diantara polis dan protestor berlaku.
dipendekkan cerita.. :)... kesemua 17 tahanan tersebut telah di tahan di balai polis Pudu. (old pudu jail). kami beramai-ramai berkampung di hadapan pintu penjara menunggu rakan-rakan dibebaskan. setelah sekian lama menunggu, akhirnya kesemua 17 tahanan dibebaskan.
apa pun, ribuan terima kasih diucapkan kepada semua penunjuk perasaan yang hadir. sehingga berjumpa lagi di SAMBUTAN HARI BURUH SEDUNIA.
bukan laporan yang ditulis oleh;
[dhani ahmad]
p/s:- laporan penuh aktiviti hari ini akan disisipkan kemudia....
Note: forwarded message attached.
Do you Yahoo!?
Get better spam protection with Yahoo! Mail
SUARA RAKYAT MALAYSIA
Address:383, 1st Floor, Jalan 5/59, 46000 Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.
14 men and 3 women were arrested this morning at about 10.45am in front of the Police Headquarters, Bukit Aman Kuala Lumpur. They were Eric Paulsen, Latheefa Koya, Elizabeth Wong, Sivarasa Rasiah, Rahmi Reza, Tian Chua, Fahmi Fadzil, Beth Yap, Manickavasagam, Sanusi Abdullah, Mohd Salleh, Yusof Mohamad, Lee Siew Hwa, Ronnie Liu, Xavier Jayakumar, Azwan Din Hamzah and Manimaran. Those arrested are members of Parti Keadilan Rakyat, DAP, NGOs and civilians.
At about 10.00 am this morning, at least a hundred people gathered outside the Bukit Aman Police Station to hand in a memorandum on the Misuse of Police Powers to the Inspector General of Police. The Coalition Against Police Misconduct had an assembly to protest the numerous incidents involving the misuse of police powers especially involving the deaths of suspects while in police custody and by police shooting, abuse of remand procedure, dispersal of peaceful assemblies and prevention of distribution of leaflets.
After Eric Paulsen from SUARAM read out the memorandum, lawyer P. Uthayakumar was invited to give an account of the increasing number of deaths in custody.The police then confiscated the hailer and told the crowd to disperse.2 water cannon trucks were used to disperse the peaceful assembly. Tian Chua and Fahmi Reza were manhandled upon arrest.They sustained bruises.
They are currently being taken to the Pudu Police Station at Jalan Hang Tuah.
We urge you to write or call the Jalan Hang Tuah police station demanding the release of the 17 people who were unlawfully arrested.
Tel: + 60 3 2146 0522
Fax:+ 60 3 20726786
For further updates, please call 012-3792189, 019-2537791, 012-3350076
The police arrested several activists at about 10.30am today for illegal gathering in front of the federal police headquarters at Bukit Aman, Kuala Lumpur.
The police also used a truck mounted with water cannon to disperse the crowd.
Keadilan leaders Tian Chua, R Sivarasa, Dr Xavier Jayakumar and Latheefa Koya are among those arrested. Also taken in are human rights activists Elizabeth Wong and Eric Paulsen.
In all about 16 people - twelve males and four females - are confirmed to have been taken by the police to the city police headquarters in Jalan Hang Tuah.
About 60 people had gathered since this morning to protest against "numerous incidents" resulting from abuse of police powers. They had put up posters and banners highlighting several examples of police abuse.
Eye witnesses say an equal number of police, if not more, were present as well.
"The police exposed the brutality the demonstration was abo
ut and they took the whole gathering very personally," one participant told malaysiakini.
Sivarasa, just after his arrest, said: "Feel the chemical on your skin...this is police brutality. This proves what we have been saying."
The gathering was organised by the Coalition Against Police Misconduct, an initiative set up under human rights organisation Suaram.
Effective way
When met later, Kuala Lumpur police chief Mustafa Abdullah defended the use of the water cannon, saying that was most effective way for a quick dispersal of the crowd.
He also said that he was only expecting a memorandum handover from the organisers.
"This is what they told us and we were ready to accept a memorandum from three representatives of the group. However they wanted to bring in at least seven people," he said.
"Things got out of control when the crowd sat down to protest and refused to move even after we told them to disperse".
Three Malaysian Human Rights Commission (Suhakam) officers were also present to witness the peaceful demontration.
/DIV>
____________________________________________________________ Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages.
yup yup. tabling pertama FNB sel kite-kite yg suka meeting di tobucil
tiap selasa kemarin lumayan jalan. dibantu sel balkot juga. kemarin
tabling di acara "1000 pertama buat R.A.M.B.O. " kita bawa kira-kira
160 lembar leaflet dan kayaknya habis (sisa beberapa lembar yang
dibawa si gunmo) cuman ada banyak hal yang kurang persiapan seperti
piring, air minum dan beberapa masalah teknis lainnya.
kita dapet donasi berupa mie telor (sekitar 17 bungkusan, saya lupa
tepatnya brapa) + bawang daun,b.merah, b.putih, sosin 1 karung, kol,
merica, garem dan minyak goreng. (link dari shakun dan gunmo)
volunteer masak di cafe bahana yang kebetulan koki akhirnya meracik
bahan2 tadi jadi mie goreng yang anjis enak banget. karena gak ada
kecap, akhirnya kita ngeluarin dana yang kekumpul sebelumnya buat
beli kecap 2 botol. 1 botol besar dan 1 botol kecil. sang koki gak
biasa masak banyakan, jadi dia yang ngerjain sendiri dan kita tinggal
ngambil mie nya.
mie goreng + capcay (capcay ini bonus dari si koki! hehe thx remi! )
sampe ke tempat acara naik mubil si shakun jam 8an. kita juga belum
punya banner, jadi dapet pinjeman dari fnb jakarta. tapi kita masih
bawa 2 galon kosong .. karena selama perjalanan ga nemu tempat isi
ulang air minum. sampai di tempat acara ternyata salah satu anak dari
sel balkot yang kebetulan rumahnya deket situ di rumahnya ada alat
pengisian air. jadi 2 galon tersebut dibawa kesana. balik-nalik malah
jadi 3 galon air.. and it was totally free. semenjak itu kita dapet
link untuk suplier air minum yaitu sansan, salah satu anak sel
balkot. ok satu link terbuka.. tinggal link makanan ..
makanan diampar dan leaflet dikasi ke semua orang yang dateng..
ternyata yang dateng diatas 100 orang. dan mi goreng masih bersisa.
untung pada nambah jadi abis..tapi bukan itu intinya.. fnb kemarin di
diadain buat nyari volunteer baru dan promosiin FNB ke orang-orang
yang dateng, nawarin ide ttg FNB itu sendiri.
apalagi ya ?...
oh ya, lumayan lah beberapa orang tertarik, dan semoga mereka bawa
berita ini ke kotanya masing2. kita dapet beberapa volunteer baru dan
yang pasti link air minum gratis. not bad huh ?
hi dua anak manusia dari bandung .. hehe ..
hari ini Minggu , 22 februari 04 jam 8 FNB bakal tabling . Dateng aja
ke UNINUS di soekarno hatta auditorium Lt.3 yach , kalian bisa ketemu
dan curhat2 tentang FNB bareng disana.
... ato kalo ga bisa dateng hari ini , kita bisa ketemuan disatu
tempat dan satu waktu untuk saling curhat oks or kalian bisa kontak
ke 081320779727/08562134458
seneng bisa kenal ma kalian
keep in touch
tetep .. hidup dan lope2an ajah ;)
take care ,
- va
--- In fnbbdg@yahoogroups.com, Sayap Imaji <sayap_imaji@y...> wrote:
> oi...
>
> dibawah ini ada anak bandung yg ngirim email ke gue, kayaknya sih
feedback dari info soal gigs-nya si Fajar Teri Little Fish Nyengir
yang gue sebar di milis-milis musik. mungkin kamerad-kamerad (haha:)
di Bandung bisa bantu soal ini.
>
> fuck philantrophism, viva la Food Not Bombs!
>
>
>
> ps: udah keren belon?:)
>
>
>
> "Be alive... be in love, dear!"
> ^{SI}^
>
>
>
> YM id: sayap_imaji
> Email: sayap_imaji@y...
> Blogsite: http://sayap-imaji.tk/
> http://sayap-imaji.da.ru
> http://sayap-imaji.blogspot.com
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail SpamGuard - Read only the mail you want.
> ok akhirnya kami dapat masuk juga ke dalam kalian.OK...kami adalah
> dua org anak smk di bandung yang mencoba membuat suatu kolektif sok
> keren yang dikasih nama militiazfront ini.ga ada maksud atau
> pemaknaan atas nama ini.OK kami membaca tentang FNB.Kami setuju dan
> kami menyatakan:SOLIDER untuk semua..namun kami tidak dapat
> memberikan donasi berupa materi karena kami pun ternyata masih
> memerlukan hal itu..tenaga dan pikiran serta waktu mungkin kami
> masih dapat memberikannya.Oh iya kami pernah mencoba untuk
> merepresebtasikan FNB kepada kawan yang lain...entah bagaimana
belum
> ada respon...dan satu lagi...kami dengar kalian akan segera
> menggelar satu event pada tanggal 7 maret ........d mana sih ???
kami
> sangat tertarik untuk ikut berpartisispasi...OK sekian dulu nanti
> kami kabari lagi.....Tetap kontak dan berontak>>>>>>>>>>>>>>>>
dibawah ini ada anak bandung yg ngirim email ke gue, kayaknya sih feedback dari info soal gigs-nya si Fajar Teri Little Fish Nyengir yang gue sebar di milis-milis musik. mungkin kamerad-kamerad (haha:) di Bandung bisa bantu soal ini.
ok akhirnya kami dapat masuk juga ke dalam kalian.OK...kami adalah
dua org anak smk di bandung yang mencoba membuat suatu kolektif sok
keren yang dikasih nama militiazfront ini.ga ada maksud atau
pemaknaan atas nama ini.OK kami membaca tentang FNB.Kami setuju dan
kami menyatakan:SOLIDER untuk semua..namun kami tidak dapat
memberikan donasi berupa materi karena kami pun ternyata masih
memerlukan hal itu..tenaga dan pikiran serta waktu mungkin kami
masih dapat memberikannya.Oh iya kami pernah mencoba untuk
merepresebtasikan FNB kepada kawan yang lain...entah bagaimana belum
ada respon...dan satu lagi...kami dengar kalian akan segera
menggelar satu event pada tanggal 7 maret ........d mana sih ???kami
sangat tertarik untuk ikut berpartisispasi...OK sekian dulu nanti
kami kabari lagi.....Tetap kontak dan berontak>>>>>>>>>>>>>>>>
Hi semuanya...
Jum'at 20 Februari yang lalu, saya kembali berkumpul seperti biasa di
Peniti Pink. Selain mengikuti kelas bahasa Inggris "Mata Kucing",
tentunya saya juga mengikuti meeting FNB. Dalam meeting tersebut,
untuk saat ini, kami kembali melakukan presentasi ulang, yang diikuti
dengan penyusunan materi proposal. Proposal tersebut, rencananya akan
dikirim ke sebuah restoran di kawasan Cipinang, yang berdasarkan info
dari si Inal (All Nations Death) restoran tersebut bersedia membantu
menyediakan makanan jadi dalam jumlah yang lumayan banyak. Proposal
tersebut juga akan dikirimkan ke beberapa tempat lain, bilamana
diperlukan. Sampai message ini di posting, kami belum mendapatkan
suplier/calon suplier bahan makanan mentah.
Bilamana ada teman-teman dari Jakarta dan sekitarnya yang bersedia
membantu dalam hal pencarian suplier, donatur dan sebagainya, kami
akan sangat berterima kasih. Atau, jika ada teman-teman yang mau ikut
berpartisipasi secara langsung, datang aja ke Peniti Pink (021-
7266438/0811-825545) setiap Jum'at malam jam 7 s/d selesai.
Datanglah, dan kita akan bersenang-senang!
:': Agen Rahasia-Shax Kirby, melaporkan langsung dari Jakarta :':
Hardcore/punk adalah mengenai jaringan persahabatan internasional. acara benefit ini diadakan untuk mencari dana tambahan yang akan dipakai untuk mengorganisir sebuah show untuk R.A.M.B.O., band hc/punk DIY dari philadelphia, USA yang akan datang pada bulan april ke indonesia. Hardcore/punk adalah mengenai kemandirian, itulah mengapa sponsorship di dalam sebuah acara hardcore/punk adalah hal yang sangat kontradiktif dan lucu. Support hardcore/punk DIY
tapi saya baru inget juga, kalo fnbbdg juga kayaknya masih perlu ada, berhubung milis fnbbdg udah dipublikasiin kemana-mana. lewat katalog katarsis dll dll..
eh kalo saya unsubscribe dulu yg ini dan ganti alamat email dulu bisa gak sih ?
Lord Sith Dartheist <makanmayat@...> wrote:
kalo kata saya sih, masalah milis kayak gini sebenernya ide awal nya bukan untuk nyatuin. tapi ya itu, bisa sharing antar kota.. masalahnya apa aja.. siapa tau suatu hari di bandung dapet masalah yang pernah dihadepin sama temen2 di jogja (misalnya).. atau bisa diobrolin bareng2 di milis ini. jadi emang ga ada tujuan "nyatuin" FNB
dan kalo isu-isu lokal, buat saya sih bisa aja selalu dibawa ke forum ini.. yang bandung ya hayuk ngobrolinn.. sekalian juga bisa dibaca sama temen2 lain. yang jakarta silakan obrolinn.. lagian kalau dalam jangka waktu pendek sekarang, mungkin emang asiknya gini. ya kalo temen2 di luar kota juga mau bikin milisnya sendiri, bisa aja. cuman misalnya harus ikutan 3-4 milis FNB dalam satu alamat email, itu terlalu ribet dan mungkin beberapa dari kita juga gak punya waktu yang cukup di warnet. lagipula, kalo masih memungkinkan untuk ketemu muka, itu lebih asik. beda dengan yang di luar kota sana, kita gak akan bisa sering ketemu. makanya ada forum ini. dimana kita bisa sharing tanpa ngirimin-email-secara-sengaja-ke-mereka-untuk-ngasih-kabar. jadi sembari kita posting, diskusi, otomatis kita udah ngasih kabar terakhir apa aja yang terjadi di kota kita ke temen2 di luar sana. dan sebaliknya
tapi semua itu (masalah efektif gaknya milis disatuin, bakal fokus apa gaknya dll ) juga gak bisa kita duga-duga dari sekarang. mungkin enaknya sih kita jalanin aja dulu. siapa yang tau kalo ternyata bisa jalan ? atau emang gak bisa fokus ke masalah lokal masing2 .. kita gak pernah tau kan ?
jadi buat saya pribadi sih, ini bukan milis sentral, cuman mungkin milis awal dimana kita bisa start bareng. berhubung emang bisa dibilang kita semua start bareng(jkt-jogja-bdg). lagipula FNB kan masalah membangun komunitas, jaringan. kenapa juga harus ngandelin milis untuk fnb yang masih satu kota? dalam satu kota kita masih bisa ketemu, masih bisa saling ngunjungin cell. itu mungkin bakal lebih nyenengin dan gak perlu ke warnet untuk ketemu temen-temen yang masih mungkin kita datengin.
yah, itu sih pendapat saya. gimana yang lain ?
oh ya, tgl 22 februari bakal ada acara diy hc/punk yang judul acaranya "seribu pertama buat R.A.M.B.O.". acara ini diadain buat nyari dana tambahan buat show RAMBO (band hc/punk dari philadelphia, USA) yang bakal dateng ke indonesia awal april nanti. acara benefit ini diadain di uninus (sukarno hatta deket samsat bandung).
nah kita yang di bandung rencananya bakal mulai ngegelar table FNB di acara tersebut, dalam rangka promosiin dulu FNB ke orang-orang. siapapun yang masih mau ngebantu (dalam hal apapun -tenaga, dana, keahlian dllll) , silakan kontak kita. atau kontak ke nomer 081320779727 atau 08122169707. jangan lupa kalo kalian dateng, kalo ada makanan yang bisa kalian bawa, bawa aja.. kue-kue kek, snack kek, nasi kek.. apa aja.! jehehee.. juga jangan lupa bawa literatur2 yang ingin kalian bagikan gratis.
masalah yang kita hadepin di bandung sampai saat ini masih di seputar sulitnya nyari suply makanan. dan suplier tetapnya. barusan kita sih udah coba bikin proposal dan bakal kita masuk-masukin ke beberapa tempat yang kita pikir cocok.
proposal saat ini kita bikin dua. yang satu untuk nyari suply tetap, dana dan volunteer, yang kedua untuk dana dan volunteer. tergantung mau kemana kita masukin. ada yang punya link2 distributor sayuran ? atau ada rekomendasi ? kalo saya sendiri sih punya usulan utk masukin proposal kedua (dana dan volunteer) ke : harder (ya know!), ultimus (toko buku), riotik (fashion boutique), icw (ieu cell na si regi apa namanya saya lupa ?), profauna indonesia, dlll.... ada rekomendasi lagi?
oh ya, kebetulan kita juga punya kopian buku food not bombs yang bisa kita pake buat referensi. yang mau ngopi bisa kasi tau.
oi oi buat temen-temen di bandung, gimana dengan perkembangan cell masing2 ? saya penasaran sama aji dago.. kemana dia ?
muah
eh va, katanya udah diganti alamat email saya jadi gerindawajah ?
shakun_rior <shakunrior@...> wrote:
hiii
hhmm...ok jadi gini , ini milis tetep dibuat untuk fnbbdg . fnbbdg ini ga akan diilangin . Fasilitas saling sharing buat orang2 yang ada dibdg , tapi ... fnbind tetep ada untuk fasilitas sharing antar fnb- kota masing2 . rencananya difnbind itu bakal ada link2 ke fnb2 lokal yang ada diind , tujuannya biar ngebantu orang2 yg pengen tau dan memudahkan mencari , jadi linknya fnbind...
untuk hal yang pertama .. ya setuju , emang tiap daerah bakal nemuin hal2 yang berbeda2 , nah va pikir kalo misalnya mereka mentok / pengen cari saran dari fnb lain , bisa ngontak fnbind ini. fnbind ini fasilitas untuk kontak antar fnb lokal dan va pikir hal ini perlu :)
untuk hal yang kedua .. so para fnb lokal lain kumaha ? ide yang bagus.va tiba2 lupa ama hal ini euy .. hehee
untuk hal
yang ketiga ... jelasin lebih detail lagi dong , va teu ngarti tah
tentang ganti alamat imel cok , kalo ga salah mesti dari profile kamu sendiri ngegantinya , tapi mungkin pren2 ada yang tau caranya??
oh iya va punya usul , gmn kalo semua orang jadi moderator dimilis ini ?
ok trims & take care,
-va
--- In fnbbdg@yahoogroups.com, Herry Ucok <zahrasutresna@y...> wrote: > NGGA SEPAKAT !!!!!!! > > pertama: > emangnya parlemen bisa disatuin gitu aja? isu lokal bakal kedodoran kalo disatuin kayak gini....., kapan bisa ngediskusiin,sharing isu lokal...., katanya desentralis, lha kenapa ngga dengan milisnya sekalian biar efektif. > > kedua: > untuk efesiensi dan empowerment kawan-kawan dikota lain, kenapa ngga nyaranin mereka bikin sendiri FNB mereka sendiri untuk kota mereka sendiri, dan baru kalo ada isu sharing bisa saling kirim lintas Yahoogroups.
gitu lho..... > > ketiga: > UNITY sucks, HARMONY rules.... > > thanks, yang keberatan silakan debat. tap pleasebisa ngga gua ganti e-mail buat milis ini, soalnya mailbox alamat personal gua jadi kepenuhan. > > dah gitu aja, > Sabate Siti Jenar > > > > > > shakun_rior <shakunrior@b...> wrote: > haiii.... > pren milis fnb ini kita pindah ya , berhubung nama milis fnbbdgnya > pun kita ubah dengan fnbind. > > untuk yang udah jadi member sebelumnya udah dipindahin langsung , > coba deh cek .. tapi kalo ga ada , maaf ya pasti ada kesalahan teknis > pada manusianya ;p > > untuk yang baru buka milis ini kita pindah ke fnbind > > http://groups.yahoo.com/group/fnbind > > > trims ya , > > take
care > - shakun > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/fnbbdg/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > fnbbdg-unsubscribe@yahoogroups.com > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online
kalo kata saya sih, masalah milis kayak gini sebenernya ide awal nya bukan untuk nyatuin. tapi ya itu, bisa sharing antar kota.. masalahnya apa aja.. siapa tau suatu hari di bandung dapet masalah yang pernah dihadepin sama temen2 di jogja (misalnya).. atau bisa diobrolin bareng2 di milis ini. jadi emang ga ada tujuan "nyatuin" FNB
dan kalo isu-isu lokal, buat saya sih bisa aja selalu dibawa ke forum ini.. yang bandung ya hayuk ngobrolinn.. sekalian juga bisa dibaca sama temen2 lain. yang jakarta silakan obrolinn.. lagian kalau dalam jangka waktu pendek sekarang, mungkin emang asiknya gini. ya kalo temen2 di luar kota juga mau bikin milisnya sendiri, bisa aja. cuman misalnya harus ikutan 3-4 milis FNB dalam satu alamat email, itu terlalu ribet dan mungkin beberapa dari kita juga gak punya waktu yang cukup di warnet. lagipula, kalo masih memungkinkan untuk ketemu muka, itu lebih asik. beda dengan yang di luar kota sana, kita gak akan bisa sering ketemu. makanya ada forum ini. dimana kita bisa sharing tanpa ngirimin-email-secara-sengaja-ke-mereka-untuk-ngasih-kabar. jadi sembari kita posting, diskusi, otomatis kita udah ngasih kabar terakhir apa aja yang terjadi di kota kita ke temen2 di luar sana. dan sebaliknya
tapi semua itu (masalah efektif gaknya milis disatuin, bakal fokus apa gaknya dll ) juga gak bisa kita duga-duga dari sekarang. mungkin enaknya sih kita jalanin aja dulu. siapa yang tau kalo ternyata bisa jalan ? atau emang gak bisa fokus ke masalah lokal masing2 .. kita gak pernah tau kan ?
jadi buat saya pribadi sih, ini bukan milis sentral, cuman mungkin milis awal dimana kita bisa start bareng. berhubung emang bisa dibilang kita semua start bareng(jkt-jogja-bdg). lagipula FNB kan masalah membangun komunitas, jaringan. kenapa juga harus ngandelin milis untuk fnb yang masih satu kota? dalam satu kota kita masih bisa ketemu, masih bisa saling ngunjungin cell. itu mungkin bakal lebih nyenengin dan gak perlu ke warnet untuk ketemu temen-temen yang masih mungkin kita datengin.
yah, itu sih pendapat saya. gimana yang lain ?
oh ya, tgl 22 februari bakal ada acara diy hc/punk yang judul acaranya "seribu pertama buat R.A.M.B.O.". acara ini diadain buat nyari dana tambahan buat show RAMBO (band hc/punk dari philadelphia, USA) yang bakal dateng ke indonesia awal april nanti. acara benefit ini diadain di uninus (sukarno hatta deket samsat bandung).
nah kita yang di bandung rencananya bakal mulai ngegelar table FNB di acara tersebut, dalam rangka promosiin dulu FNB ke orang-orang. siapapun yang masih mau ngebantu (dalam hal apapun -tenaga, dana, keahlian dllll) , silakan kontak kita. atau kontak ke nomer 081320779727 atau 08122169707. jangan lupa kalo kalian dateng, kalo ada makanan yang bisa kalian bawa, bawa aja.. kue-kue kek, snack kek, nasi kek.. apa aja.! jehehee.. juga jangan lupa bawa literatur2 yang ingin kalian bagikan gratis.
masalah yang kita hadepin di bandung sampai saat ini masih di seputar sulitnya nyari suply makanan. dan suplier tetapnya. barusan kita sih udah coba bikin proposal dan bakal kita masuk-masukin ke beberapa tempat yang kita pikir cocok.
proposal saat ini kita bikin dua. yang satu untuk nyari suply tetap, dana dan volunteer, yang kedua untuk dana dan volunteer. tergantung mau kemana kita masukin. ada yang punya link2 distributor sayuran ? atau ada rekomendasi ? kalo saya sendiri sih punya usulan utk masukin proposal kedua (dana dan volunteer) ke : harder (ya know!), ultimus (toko buku), riotik (fashion boutique), icw (ieu cell na si regi apa namanya saya lupa ?), profauna indonesia, dlll.... ada rekomendasi lagi?
oh ya, kebetulan kita juga punya kopian buku food not bombs yang bisa kita pake buat referensi. yang mau ngopi bisa kasi tau.
oi oi buat temen-temen di bandung, gimana dengan perkembangan cell masing2 ? saya penasaran sama aji dago.. kemana dia ?
muah
eh va, katanya udah diganti alamat email saya jadi gerindawajah ?
shakun_rior <shakunrior@...> wrote:
hiii
hhmm...ok jadi gini , ini milis tetep dibuat untuk fnbbdg . fnbbdg ini ga akan diilangin . Fasilitas saling sharing buat orang2 yang ada dibdg , tapi ... fnbind tetep ada untuk fasilitas sharing antar fnb- kota masing2 . rencananya difnbind itu bakal ada link2 ke fnb2 lokal yang ada diind , tujuannya biar ngebantu orang2 yg pengen tau dan memudahkan mencari , jadi linknya fnbind...
untuk hal yang pertama .. ya setuju , emang tiap daerah bakal nemuin hal2 yang berbeda2 , nah va pikir kalo misalnya mereka mentok / pengen cari saran dari fnb lain , bisa ngontak fnbind ini. fnbind ini fasilitas untuk kontak antar fnb lokal dan va pikir hal ini perlu :)
untuk hal yang kedua .. so para fnb lokal lain kumaha ? ide yang bagus.va tiba2 lupa ama hal ini euy .. hehee
untuk hal
yang ketiga ... jelasin lebih detail lagi dong , va teu ngarti tah
tentang ganti alamat imel cok , kalo ga salah mesti dari profile kamu sendiri ngegantinya , tapi mungkin pren2 ada yang tau caranya??
oh iya va punya usul , gmn kalo semua orang jadi moderator dimilis ini ?
ok trims & take care,
-va
--- In fnbbdg@yahoogroups.com, Herry Ucok <zahrasutresna@y...> wrote: > NGGA SEPAKAT !!!!!!! > > pertama: > emangnya parlemen bisa disatuin gitu aja? isu lokal bakal kedodoran kalo disatuin kayak gini....., kapan bisa ngediskusiin,sharing isu lokal...., katanya desentralis, lha kenapa ngga dengan milisnya sekalian biar efektif. > > kedua: > untuk efesiensi dan empowerment kawan-kawan dikota lain, kenapa ngga nyaranin mereka bikin sendiri FNB mereka sendiri untuk kota mereka sendiri, dan baru kalo ada isu sharing bisa saling kirim lintas Yahoogroups.
gitu lho..... > > ketiga: > UNITY sucks, HARMONY rules.... > > thanks, yang keberatan silakan debat. tap pleasebisa ngga gua ganti e-mail buat milis ini, soalnya mailbox alamat personal gua jadi kepenuhan. > > dah gitu aja, > Sabate Siti Jenar > > > > > > shakun_rior <shakunrior@b...> wrote: > haiii.... > pren milis fnb ini kita pindah ya , berhubung nama milis fnbbdgnya > pun kita ubah dengan fnbind. > > untuk yang udah jadi member sebelumnya udah dipindahin langsung , > coba deh cek .. tapi kalo ga ada , maaf ya pasti ada kesalahan teknis > pada manusianya ;p > > untuk yang baru buka milis ini kita pindah ke fnbind > > http://groups.yahoo.com/group/fnbind > > > trims ya , > > take
care > - shakun > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/fnbbdg/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > fnbbdg-unsubscribe@yahoogroups.com > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online
hiii
hhmm...ok jadi gini , ini milis tetep dibuat untuk fnbbdg . fnbbdg
ini ga akan diilangin . Fasilitas saling sharing buat orang2 yang ada
dibdg , tapi ... fnbind tetep ada untuk fasilitas sharing antar fnb-
kota masing2 . rencananya difnbind itu bakal ada link2 ke fnb2 lokal
yang ada diind , tujuannya biar ngebantu orang2 yg pengen tau dan
memudahkan mencari , jadi linknya fnbind...
untuk hal yang pertama .. ya setuju , emang tiap daerah bakal nemuin
hal2 yang berbeda2 , nah va pikir kalo misalnya mereka mentok /
pengen cari saran dari fnb lain , bisa ngontak fnbind ini. fnbind ini
fasilitas untuk kontak antar fnb lokal dan va pikir hal ini
perlu :)
untuk hal yang kedua .. so para fnb lokal lain kumaha ? ide yang
bagus.va tiba2 lupa ama hal ini euy .. hehee
untuk hal yang ketiga ... jelasin lebih detail lagi dong , va teu
ngarti tah
tentang ganti alamat imel cok , kalo ga salah mesti dari profile kamu
sendiri ngegantinya , tapi mungkin pren2 ada yang tau caranya??
oh iya va punya usul , gmn kalo semua orang jadi moderator dimilis
ini ?
ok trims & take care,
-va
--- In fnbbdg@yahoogroups.com, Herry Ucok <zahrasutresna@y...> wrote:
> NGGA SEPAKAT !!!!!!!
>
> pertama:
> emangnya parlemen bisa disatuin gitu aja? isu lokal bakal kedodoran
kalo disatuin kayak gini....., kapan bisa ngediskusiin,sharing isu
lokal...., katanya desentralis, lha kenapa ngga dengan milisnya
sekalian biar efektif.
>
> kedua:
> untuk efesiensi dan empowerment kawan-kawan dikota lain, kenapa
ngga nyaranin mereka bikin sendiri FNB mereka sendiri untuk kota
mereka sendiri, dan baru kalo ada isu sharing bisa saling kirim
lintas Yahoogroups. gitu lho.....
>
> ketiga:
> UNITY sucks, HARMONY rules....
>
> thanks, yang keberatan silakan debat. tap pleasebisa ngga gua ganti
e-mail buat milis ini, soalnya mailbox alamat personal gua jadi
kepenuhan.
>
> dah gitu aja,
> Sabate Siti Jenar
>
>
>
>
>
> shakun_rior <shakunrior@b...> wrote:
> haiii....
> pren milis fnb ini kita pindah ya , berhubung nama milis fnbbdgnya
> pun kita ubah dengan fnbind.
>
> untuk yang udah jadi member sebelumnya udah dipindahin langsung ,
> coba deh cek .. tapi kalo ga ada , maaf ya pasti ada kesalahan
teknis
> pada manusianya ;p
>
> untuk yang baru buka milis ini kita pindah ke fnbind
>
> http://groups.yahoo.com/group/fnbind
>
>
> trims ya ,
>
> take care
> - shakun
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/fnbbdg/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> fnbbdg-unsubscribe@yahoogroups.com
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online
oh. tentang vcd dari malaysia itu, saya akan hantarkan kepada UCOK
atau pun SAYAP IMAJI. kepada esa? gua akan hantar surat cinta dan
sebuah buku/newsletter ringkas tentang fnbkl. ok. :). dan yang
lainnya, sila copy dari mereka yang disebut di atas. maaf yah. gue
tidak punya banyak wang untuk membayar kos pos yang agak mahal.:(
tentang perpindahan mailing list fnbbandung ke fnbindonesia. saya
sarankan kepada tuan moderator, SILA DELETE salah satu mailing list
yang tidak mahu digunakan agar kita lebih dapat memberi perhatian
kepada mailing list yang satu. bisa? :). ini cuma saranan dong....
hehe.
jika mahu mengikuti perkembangan fnb di malaysia, sila masuk ke
free_foods@yahoogroups.com untuk mengetahui tentang PAPAKERMA DISTRO
[distro gue dan rakan-rakan nih.. :) hehe] sila klik di
www.papakerma.cjb.net dan untuk melihat situs Malaysia d.i.y
direktori yang gue udah lama tidak update, sila klik di
www.punkpages.cjb.net
eh, perutku sudah meminta makanan. keluar makan dulu yah... daaaaa....
[faisal]
p/s: - pada 28.2.04 ini fnbkl akan turut serta dalam satu demonstrasi
LAWAN POLIS BRUTAL [against polist brutality]. acara demonstrasi ini
dilakukan di hadapan balai polis di ibu negara malaysia. didepan
balai polis dong. gue agak takut nih... :P. hehehehehe
emangnya parlemen bisa disatuin gitu aja? isu lokal bakal kedodoran kalo disatuin kayak gini....., kapan bisa ngediskusiin,sharing isu lokal...., katanya desentralis, lha kenapa ngga dengan milisnya sekalian biar efektif.
kedua:
untuk efesiensi dan empowerment kawan-kawan dikota lain, kenapa ngga nyaranin mereka bikin sendiri FNB mereka sendiri untuk kota mereka sendiri, dan baru kalo ada isu sharing bisa saling kirim lintas Yahoogroups. gitu lho.....
ketiga:
UNITY sucks, HARMONY rules....
thanks, yang keberatan silakan debat. tap pleasebisa ngga gua ganti e-mail buat milis ini, soalnya mailbox alamat personal gua jadi kepenuhan.
dah gitu aja,
Sabate Siti Jenar
shakun_rior <shakunrior@...> wrote:
haiii.... pren milis fnb ini kita pindah ya , berhubung nama milis fnbbdgnya pun kita ubah dengan fnbind.
untuk yang udah jadi member sebelumnya udah dipindahin langsung , coba deh cek .. tapi kalo ga ada , maaf ya pasti ada kesalahan teknis pada manusianya ;p
untuk yang baru buka milis ini kita pindah ke fnbind
haiii....
pren milis fnb ini kita pindah ya , berhubung nama milis fnbbdgnya
pun kita ubah dengan fnbind.
untuk yang udah jadi member sebelumnya udah dipindahin langsung ,
coba deh cek .. tapi kalo ga ada , maaf ya pasti ada kesalahan teknis
pada manusianya ;p
untuk yang baru buka milis ini kita pindah ke fnbind
http://groups.yahoo.com/group/fnbind
trims ya ,
take care
- shakun
Hi...
Saya sebelumnya udah tau sedikit tentang fnb-malaysia, hanya saja
belum mendapatkan kontak dengan fnb-malaysia. Senang juga bisa kenal
temen-temen dari sana.
Hey Dhani(apa Dani?), ditunggu ya VCDnya.
holle..eh hello..
aku esa dari lampung.pengen tahu tentang milis ini,dapet info dari si
sayap.ternyata pas dapet
milisnya,eh,ada temen aku juga disana.hai faisal,apa kabar kamu?ok,dilampung
belum ada
FNB,boro-boro ada,masih banyak persoalan deh disini dan belum condong ke arah
sosial.tapi tetap
keren milis ini,kali aja aku bisa nitip-nitip jual barang atau nyari info atau
sekedar say hello
ama temen-temen yang kadang lewat email aja ngga dibales-bales!aku mau dong VCD
FNB kuala
lumpurnya.kopiin dong.tapi aku ogah ah kalo beli.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance: Get your refund fast by filing online.
http://taxes.yahoo.com/filing.html
"hai. saya dhani a.k.a Dhani :) " <----- salah ayat ni. sebetulnya : HAI, SAYA FAISAL a.k.a DHANI. :P. hehe.
yah, tentang vcd fnb itu, saya hantarkan kepada rakan saya di bandung yang bernama [rahsia...:). hehe] . nanti, mintakan salinan vcd food not bombs pulau pinang dan vcd food not bombs kuala lumpur dari nya nanti oke.
sampai jumpa lagi.!
[faisal]
p/s:- ucok, HOMISIDE memang best! :)
Lord Sith Dartheist <makanmayat@...> wrote:
whoa.. thx utk informasinya! selamat bergabung dengan mailing list kami. semoga kita bisa saling share informasi. hai, kenalkan nama saya dani juga.. without ahmad
Dhani Ahmad <merahdanhitam@...> wrote:
hai. saya dhani a.k.a Dhani :) menunlis dari malaysia. semoga kita dapat terus berkongsi sebarang informasi tentang fnb ditempat masing-masing. keep da struggle dude!
[dhani]
p/s:- saya ada dua koleksi vcd fnb di malaysia. saya akan cuba hantarkan kepada rakan-rakan disana nanti yah. tapi tunggu gue ada uwang dulu yah! :). hehe.
whoa.. thx utk informasinya! selamat bergabung dengan mailing list kami. semoga kita bisa saling share informasi. hai, kenalkan nama saya dani juga.. without ahmad
Dhani Ahmad <merahdanhitam@...> wrote:
hai. saya dhani a.k.a Dhani :) menunlis dari malaysia. semoga kita dapat terus berkongsi sebarang informasi tentang fnb ditempat masing-masing. keep da struggle dude!
[dhani]
p/s:- saya ada dua koleksi vcd fnb di malaysia. saya akan cuba hantarkan kepada rakan-rakan disana nanti yah. tapi tunggu gue ada uwang dulu yah! :). hehe.
hai. saya dhani a.k.a Dhani :) menunlis dari malaysia. semoga kita dapat terus berkongsi sebarang informasi tentang fnb ditempat masing-masing. keep da struggle dude!
[dhani]
p/s:- saya ada dua koleksi vcd fnb di malaysia. saya akan cuba hantarkan kepada rakan-rakan disana nanti yah. tapi tunggu gue ada uwang dulu yah! :). hehe.
FOOD NOT BOMBS
Sadarkah diri kita jika kebutuhan dasar ini sudah mulai terlupakan
oleh banyak orang , bahkan diri kita sendiri. Kebutuhan ini tentu
selalu kita penuhi cukup hingga titik-titik tertentu . Bagaimana
kemudian dengan masyarakat sekitar kita?
Kekerasan yang banyak menghiasi dunia kini mulai menutup mata
masyarakat akan kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh setiap
manusia yang hidup.
Bagaimana cara untuk mengembalikan kembali fungsi dasar makanan?
Bagaimana cara untuk mengolah kembali makanan dan mendistribusikannya
kembali pada masyarakat kemudian ?
Introduction of Food Not Bombs
Get involved in then !
Kamis , 5 Februari 2004 pukul 10.00
Rektorat UNPAR
Hub. Ilva - 08562134458