Search the web
Sign In
New User? Sign Up
ekonomi-nasional
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 14106 - 14135 of 14135   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#14135 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Wed Feb 10, 2010 6:11 am
Subject: Bls: Freeport Bayar Pajak 1,4 M Dolar AS
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Lagi pula kalau ANTAM yang mengelola, selain pajak yang US$ 1,4 M yang dibayar,
ANTAM akan memberikan 97% emas, tembaga, perak yang diambil mereka. Saat ini
Indonesia cuma dapat 3% sementara Freeport 97%. Makanya mayoritas rakyat
Indonesia miskin.


http://syiarislam.wordpress.com/2010/02/10/yahudi-kuasai-ekonomi-indonesia/
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


>
>Dari: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@...>
>Kepada: ppiindia@yahoogroups.com
>Terkirim: Rab, 10 Februari, 2010 12:39:28
>Judul: Re: [ppiindia] Freeport Bayar Pajak 1,4 M Dolar AS
>
> >
>
>
>
>
>  >
>>
>
>Itu baru pajak RESMI  untuk tembaga. Yang emas ...?? Plus biaya kerusakan
lingkungan?.
>
>>--- On Wed, 2/10/10, sunny <ambon@tele2. se> wrote:
>
>>From: sunny <ambon@tele2. se>
>>Subject: [ppiindia] Freeport Bayar Pajak 1,4 M Dolar AS
>>To: Undisclosed- Recipient@ yahoo.com
>>Date: Wednesday, February 10, 2010, 2:40 AM
>
>>
>
>>Refleksi : Ini baru pajak, bagaimana dan berapa besar deviden yang dibayar?
Kantong Jakarta tambah gemuk.
>
>http://www.cenderaw asihpos.com/ detail.php? ses=&id=2066
>
>>09 Pebruari 2010 06:53:06
>
>>Freeport Bayar Pajak 1,4 M Dolar AS
>
>>------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
>
>>Kepada Pemerintah Indonesia di Tahun 2009
>>Jakarta - PT Freeport Indonesia (Freeport Indonesia) selama bulan Januari
sampai Desember 2009, telah melakukan kewajiban pembayaran kepada Pemerintah
Indonesia sebesar 1,4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 13 triliun dengan kurs
saat ini. Hal ini sebagaimana disampaikan juru bicara PTFI Mindo Pangaribuan
dalam press release yang dikirim ke redaksi Cenderawasih Pos, semalam.
>
>>Dikatakan, pemberiaan manfaat langsung itu terdiri dari Pajak Penghasilan
Badan, Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Daerah serta pajak-pajak lainnya
sebesar 1 miliar dolar AS, royalti 128 juta dolar AS serta dividen sebesar 213
juta dolar AS. " Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan pembayaran untuk
periode bulan Januari sampai Desember 2008 yang mencapai 1,2 miliar dolar AS.
Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga komoditas dan tingkat produksi,"
ujarnya.
>
>>Dengan demikian, total kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan yang mengacu
pada Kontrak Karya tahun 1991 yang telah dibayarkan Freeport Indonesia kepada
Pemerintah Indonesia sejak tahun 1992 sampai 2009 adalah sebesar 9,5 miliar
dolar AS.
>>Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran Pajak Penghasilan Badan, Pajak
Penghasilan Karyawan, Pajak Daerah, serta pajak-pajak lainnya sebesar 7,6 miliar
dolar AS, royalti 1 miliar AS dan dividen sebesar 900 juta dolar AS. (luc)
>>(scorpions)
>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


       Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

#14134 From: encep_72@...
Date: Wed Feb 10, 2010 4:20 am
Subject: Re: Bls: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
encep_72
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Bisa juga begitu, pak.

Tp, menurt sy, kita butuh org 'gila' utk mengubah keadaan. Ketika Indonesia
merdeka, Bung Karno malah beli peralatan perang dari Uni sovyet. Dampaknya? NKRI
bisa bersatu.

Setelah itu, Bung Karno memerintahkan Burhanuddin Harahap utk memperbaiki
perekonomian dalam tempo satu tahun. Kalau gagal dihukum gantung. Dan,
sebenarnya Indonesia ckp berhasil mjd negara yg disegani di dunia.

tp, orde baru mengubah kebijakannya n bertahan lbh dr 30 thn. Hasilnya,
perekonomian sangat rapuh. Sy ingat ketika Pak Hartato (menteri?) bilang pondasi
ekonomi kita kuat di gedung jasindo sktr thn 1998 (?). Tp, pernyataanya dibalas
oleh rupiah dgn terjungkal hingga diatas Rp10 ribu.

Sktr thn 2000, prof mubyarto bilang, seharusnya masa transisi ckp 8 thn. Tp,
ekonomi kita mmg msh rapuh. Alhasil, hrpn ini ga kesampaian.

Kenapa rapuh?

Mengaca pada Iran, yg sukses membawa negaranya mnjd ngr adidaya melalui revolusi
islam. Umara (pemerintah) dan ulama memiliki visi jelas dan tegas. Jg, mrk tidak
serakah dan hidup sederhana.

Bagaimana dg Indonesia? Banyak (sy blg banyak, berarti tdk semua) Umara dan
ulama serakah dan cinta dunia. Ga peka dgn suara org miskin. Ga tahu skala
prioritas. Kalo utk beli mobil, pagar istana, selalu dikatakan anggarannya sdh
direncanakan thn silam. Tp kalau anggaran utk org miskin, slalu berkelit
anggarannya terbatas.

Dan, budaya masyarakat jg yg msih menghormati kaum pekerja dibandingkan kaum
pengusaha.

Akibatnya, indonesia msh spt skrg. Dan, jujur, sy kawatir indonesia menjelang
bubar. Alasannya, skrg aja, sudah ada kepala daerah yg dipanggil presiden/wakil
presiden ga mau datang.

Bg sy, pak Nizami dan pak Sigit punya kans sama utk bs mjd menkeu. Ga perlu
punya background keuangan yg kuat. Yg penting, punya jiwa nyeleneh n peduli pada
kesejahteraan rakyat.


Sent from my BlackBerry smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Sigit Yulianto <sigityulianto@...>
Date: Wed, 10 Feb 2010 10:07:44
To: <ekonomi-nasional@yahoogroups.com>
Subject: Re: [ekonomi-nasional] Bls: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM
	 TERBAIK?

Mudah Mudahan bisa terwujud ya... Insya Allah.

Saya pernah diberi tahu orang bijak, bahwa untuk merubah arus air bah,
sebaiknya jangan berusaha membendung air bah tsb, karena kita pasti tidak
akan kuat.. yang perlu dilakukan adalah pelan pelan membelokkan arah air bah
tsb menuju jalur yang benar. Masalahnya, untuk merubah jalur itu ke arah
yang benar, akan membutuhkan waktu dan bisa jadi menabrak beberapa
kepentingan lain yang mungkin sudah duduk manis sebelumnya.

Saya melihat kondisi negara kita ini, "tampaknya" dalam kondisi seperti air
bah tsb. Korupsi, tidak bisa dikatakan hanya terjadi di satu instansi,
tetapi sudah masuk bukan hanya di lapisan bawah, tetapi bahkan sampai ke
lapisan terendah masyarakat kita.

Penguasaan modal asing, bukan hanya beberapa hal seperti yang anda sebutkan,
tetapi menurut saya urat uratnya menancap begitu dalam di sendi sendi
perekonomian kita yang bisa jadi, ketika dicabut secara radikal justru akan
menjadi bumerang.

Bahkan dukungan dari masyarakat kita sendiri juga sangat lemah, setiap usaha
perbaikan yang akan dilakukan oleh pemerintah ( kalau memang itu dilakukan
), selalu akan dihadang apabila usaha perbaikan itu, mengganggu kepentingan
mereka ( saya tidak percaya pansus yang saat ini sedang ngetrend murni untuk
kepentingan negara, apalagi kepentingan rakyat, tetapi saya lebih percaya,
bahwa ada kepentingan segelintir orang yang punya kekuatan atau kepentingan
golongan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan rakyat
kelas bawah )

Jadi menurut saya, memang pemerintah kita perlu dingatkan mengenai
kebijaksanaan kebijaksanaan kerakyatan setiap saat setiap waktu, dengan
berimbang tentunya. Dengan tetap bijaksana mendukung setiap perubahan yang
mereka lakukan demi kebaikan bersama.

Mudah mudahan pandangan saya yang bersumber dari minimnya informasi ini, ada
manfaatnya.

2010/2/10 A Nizami <nizaminz@...>

>
>
> Kalau memang ditunjuk, siapa takut...? :)
> Yang jelas penjaminan nasabah per rekening tidak boleh lebih dari Rp 2
> milyar, sehingga karena kelalaian Bank dan Nasabah yang ingin bunga tinggi,
> rakyat tidak menanggung rugi terlalu besar.
>
> Jika itu diterapkan di tahun 1998 saja paling bail out pemerintah cuma Rp
> 300 trilyun. Sementara 300 trilyun lain bisa dipakai untuk mengembangkan
> industri otomotif, pertanian, kelautan, dsb. Begitu juga saat Bank Century
> kemarin. Toh jumlah nasabah yang punya rekening lebih dari Rp 2 milyar cuma
> segelintir.
>
> Bangsa Indonesia sebetulnya sudah bisa membuat Panser, Mobil, dsb. Cuma
> pemerintah harus memodali mereka. Pemerintah jangan cuma bisa mensubsidi
> kalangan bankir.
>
> http://infoindonesia.wordpress.com/category/kemandirian-nasional
>
> Pejabat juga harus hidup sederhana. Jika dengan mobil rp 300 juta sudah
> cukup, kenapa harus yang rp 1,3 milyar?
> Kalau PM Singapura dengan Pesawat Komersial sudah cukup, kenapa kita harus
> beli pesawat kepresidenan yang Rp 700 milyar?
>
> Dana trilyunan yang ada sebetulnya bisa digunakan untuk memodali sehingga
> Pertamina, Elnusa, dan BUMN lain dapat menguasai seluruh migas di Indonesia,
> sedang Antam, dsb bisa menguasai pertambangan yang saat ini dimiliki
> Freeport, Newmont, BHP, dsb. Itu adalah industri yang sangat profitable.
>
> Kalau sekedar gali lubang tutup lubang dengan membuat hutang/obligasi baru,
> anak SMA juga bisa....:)
>
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
> >
> >Dari: Sigit Yulianto <sigityulianto@... <sigityulianto%40gmail.com>
> >
> >Kepada: ekonomi-nasional@yahoogroups.com<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>
> >Terkirim: Sel, 9 Februari, 2010 16:58:16
> >Judul: Re: [ekonomi-nasional] BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM
> TERBAIK?
> >
> > >
> >
> >
> >
> >
> > >
> >>
> >
> >Mungkin perlu anda yang menggantikan mereka Bung!
> >
> >>2010/2/9 A Nizami <nizaminz@yahoo. com>
> >
> >>>
> >>>
> >>> IMF,
> >>> World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
> >>> adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
> >>> baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
> >>> alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.
> >>>
> >>> Bagaimana menurut anda?
> >>>
> >>>
> >>> http://infoindonesi a.wordpress. co...m/2008/ 03/17/dari-
> sabang-sampai- merauke-rakyat- indonesia- mati-kelaparan
> >>>
> >>>
> >>> http://infoindonesi a.wordpress. .com/2008/ 03/17/foto- foto-anak-
> korban-busung- lapar-di- indonesia
> >>>
> >>>
> >>> http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 06/30/selama- kekayaan-
> alam-dirampas- asing-indonesia- akan-terus- miskin
> >>> ===
> >>> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> >>> http://media- islam.or. id
> >>>
> >>> Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
> cepat
> >>> yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
> Dapatkan
> >>> IE8 di sini!
> >>> http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
> >>>
> >>>
> >>>
> >
> >>--
> >>============ ========= ========
> >>Sigit Yulianto
> >>Email: sigityulianto@ Gmail.com
> >
> >>[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
> tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
> http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>



--
=============================
Sigit Yulianto
Email: sigityulianto@...


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke ekonomi-nasional-subscribe@yahoogroups.com
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links

#14133 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Wed Feb 10, 2010 3:54 am
Subject: Bls: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Saat Indonesia merdeka tahun 1945, kita bisa melakukan perubahan drastis.
Saat Iran melakukan Revolusi Islam di tahun 1979, mereka berhasil mengusir AS
beserta perusahaan2nya bahkan saat ini mereka jauh lebih makmur daripada
Indonesia.
Hugo Chavez di tahun 1999 juga bisa membawa Venezuela jadi negara mandiri dengan
menasionalisasi perusahaan2 AS. Bahkan Chavez bisa memberi warga AS BBM dengan
harga sangat murah. Di Venezuela sendiri bensin cuma dijual sekitar Rp 450 per
liter.

Dari bukti di atas, kita bisa melakukan perubahan drastis ketimbang terus krisis
listrik, BBM, gas, miskin, dsb...

  ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


>
>Dari: Sigit Yulianto <sigityulianto@...>
>Kepada: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
>Terkirim: Rab, 10 Februari, 2010 10:07:44
>Judul: Re: [ekonomi-nasional] Bls: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM 
TERBAIK?
>
> >
>
>
>
>
>  >
>>
>
>Mudah Mudahan bisa terwujud ya... Insya Allah.
>
>>Saya pernah diberi tahu orang bijak, bahwa untuk merubah arus air bah,
>>sebaiknya jangan berusaha membendung air bah tsb, karena kita pasti tidak
>>akan kuat.. yang perlu dilakukan adalah pelan pelan membelokkan arah air bah
>>tsb menuju jalur yang benar. Masalahnya, untuk merubah jalur itu ke arah
>>yang benar, akan membutuhkan waktu dan bisa jadi menabrak beberapa
>>kepentingan lain yang mungkin sudah duduk manis sebelumnya.
>
>>Saya melihat kondisi negara kita ini, "tampaknya" dalam kondisi seperti air
>>bah tsb. Korupsi, tidak bisa dikatakan hanya terjadi di satu instansi,
>>tetapi sudah masuk bukan hanya di lapisan bawah, tetapi bahkan sampai ke
>>lapisan terendah masyarakat kita.
>
>>Penguasaan modal asing, bukan hanya beberapa hal seperti yang anda sebutkan,
>>tetapi menurut saya urat uratnya menancap begitu dalam di sendi sendi
>>perekonomian kita yang bisa jadi, ketika dicabut secara radikal justru akan
>>menjadi bumerang.
>
>>Bahkan dukungan dari masyarakat kita sendiri juga sangat lemah, setiap usaha
>>perbaikan yang akan dilakukan oleh pemerintah ( kalau memang itu dilakukan
>>), selalu akan dihadang apabila usaha perbaikan itu, mengganggu kepentingan
>>mereka ( saya tidak percaya pansus yang saat ini sedang ngetrend murni untuk
>>kepentingan negara, apalagi kepentingan rakyat, tetapi saya lebih percaya,
>>bahwa ada kepentingan segelintir orang yang punya kekuatan atau kepentingan
>>golongan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan rakyat
>>kelas bawah )
>
>>Jadi menurut saya, memang pemerintah kita perlu dingatkan mengenai
>>kebijaksanaan kebijaksanaan kerakyatan setiap saat setiap waktu, dengan
>>berimbang tentunya. Dengan tetap bijaksana mendukung setiap perubahan yang
>>mereka lakukan demi kebaikan bersama.
>
>>Mudah mudahan pandangan saya yang bersumber dari minimnya informasi ini, ada
>>manfaatnya.
>
>>2010/2/10 A Nizami <nizaminz@yahoo. com>
>
>>>
>>>
>>> Kalau memang ditunjuk, siapa takut....? :)
>>> Yang jelas penjaminan nasabah per rekening tidak boleh lebih dari Rp 2
>>> milyar, sehingga karena kelalaian Bank dan Nasabah yang ingin bunga tinggi,
>>> rakyat tidak menanggung rugi terlalu besar.
>>>
>>> Jika itu diterapkan di tahun 1998 saja paling bail out pemerintah cuma Rp
>>> 300 trilyun. Sementara 300 trilyun lain bisa dipakai untuk mengembangkan
>>> industri otomotif, pertanian, kelautan, dsb. Begitu juga saat Bank Century
>>> kemarin. Toh jumlah nasabah yang punya rekening lebih dari Rp 2 milyar cuma
>>> segelintir.
>>>
>>> Bangsa Indonesia sebetulnya sudah bisa membuat Panser, Mobil, dsb. Cuma
>>> pemerintah harus memodali mereka. Pemerintah jangan cuma bisa mensubsidi
>>> kalangan bankir.
>>>
>>> http://infoindonesi a.wordpress. com/category/ kemandirian- nasional
>>>
>>> Pejabat juga harus hidup sederhana. Jika dengan mobil rp 300 juta sudah
>>> cukup, kenapa harus yang rp 1,3 milyar?
>>> Kalau PM Singapura dengan Pesawat Komersial sudah cukup, kenapa kita harus
>>> beli pesawat kepresidenan yang Rp 700 milyar?
>>>
>>> Dana trilyunan yang ada sebetulnya bisa digunakan untuk memodali sehingga
>>> Pertamina, Elnusa, dan BUMN lain dapat menguasai seluruh migas di Indonesia,
>>> sedang Antam, dsb bisa menguasai pertambangan yang saat ini dimiliki
>>> Freeport, Newmont, BHP, dsb. Itu adalah industri yang sangat profitable.
>>>
>>> Kalau sekedar gali lubang tutup lubang dengan membuat hutang/obligasi baru,
>>> anak SMA juga bisa....:)
>>>
>>> ===
>>> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>>> http://media- islam.or. id
>>>
>>> >
>>> >Dari: Sigit Yulianto <sigityulianto@ gmail.com <sigityulianto% 40gmail.com>
>>> >
>>> >Kepada: ekonomi-nasional@ yahoogroups. com<ekonomi-nasional% 40yahoogroups.
com>
>>> >Terkirim: Sel, 9 Februari, 2010 16:58:16
>>> >Judul: Re: [ekonomi-nasional] BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM
>>> TERBAIK?
>>> >
>>> > >
>>> >
>>> >
>>> >
>>> >
>>> > >
>>> >>
>>> >
>>> >Mungkin perlu anda yang menggantikan mereka Bung!
>>> >
>>> >>2010/2/9 A Nizami <nizaminz@yahoo. com>
>>> >
>>> >>>
>>> >>>
>>> >>> IMF,
>>> >>> World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
>>> >>> adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
>>> >>> baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
>>> >>> alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.
>>> >>>
>>> >>> Bagaimana menurut anda?
>>> >>>
>>> >>>
>>> >>> http://infoindonesi a.wordpress. co...m/2008/ 03/17/dari-
>>> sabang-sampai- merauke-rakyat- indonesia- mati-kelaparan
>>> >>>
>>> >>>
>>> >>> http://infoindonesi a.wordpress. .com/2008/ 03/17/foto- foto-anak-
>>> korban-busung- lapar-di- indonesia
>>> >>>
>>> >>>
>>> >>> http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 06/30/selama- kekayaan-
>>> alam-dirampas- asing-indonesia- akan-terus- miskin
>>> >>> ===
>>> >>> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>>> >>> http://media- islam.or. id
>>> >>>
>>> >>> Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
>>> cepat
>>> >>> yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
>>> Dapatkan
>>> >>> IE8 di sini!
>>> >>> http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
>>> >>>
>>> >>>
>>> >>>
>>> >
>>> >>--
>>> >>========== == ========= ========
>>> >>Sigit Yulianto
>>> >>Email: sigityulianto@ Gmail.com
>>> >
>>> >>[Non-text portions of this message have been removed]
>>> >
>>> >
>>> >
>>>
>>> Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
>>> tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
>>> http://id.messenger .yahoo.com/ pingbox/
>>>
>>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>>
>>>
>>>
>
>>--
>>============ ========= ========
>>Sigit Yulianto
>>Email: sigityulianto@ Gmail.com
>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

#14132 From: Sigit Yulianto <sigityulianto@...>
Date: Wed Feb 10, 2010 3:07 am
Subject: Re: Bls: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
sigityulianto@...
Send Email Send Email
 
Mudah Mudahan bisa terwujud ya... Insya Allah.

Saya pernah diberi tahu orang bijak, bahwa untuk merubah arus air bah,
sebaiknya jangan berusaha membendung air bah tsb, karena kita pasti tidak
akan kuat.. yang perlu dilakukan adalah pelan pelan membelokkan arah air bah
tsb menuju jalur yang benar. Masalahnya, untuk merubah jalur itu ke arah
yang benar, akan membutuhkan waktu dan bisa jadi menabrak beberapa
kepentingan lain yang mungkin sudah duduk manis sebelumnya.

Saya melihat kondisi negara kita ini, "tampaknya" dalam kondisi seperti air
bah tsb. Korupsi, tidak bisa dikatakan hanya terjadi di satu instansi,
tetapi sudah masuk bukan hanya di lapisan bawah, tetapi bahkan sampai ke
lapisan terendah masyarakat kita.

Penguasaan modal asing, bukan hanya beberapa hal seperti yang anda sebutkan,
tetapi menurut saya urat uratnya menancap begitu dalam di sendi sendi
perekonomian kita yang bisa jadi, ketika dicabut secara radikal justru akan
menjadi bumerang.

Bahkan dukungan dari masyarakat kita sendiri juga sangat lemah, setiap usaha
perbaikan yang akan dilakukan oleh pemerintah ( kalau memang itu dilakukan
), selalu akan dihadang apabila usaha perbaikan itu, mengganggu kepentingan
mereka ( saya tidak percaya pansus yang saat ini sedang ngetrend murni untuk
kepentingan negara, apalagi kepentingan rakyat, tetapi saya lebih percaya,
bahwa ada kepentingan segelintir orang yang punya kekuatan atau kepentingan
golongan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan rakyat
kelas bawah )

Jadi menurut saya, memang pemerintah kita perlu dingatkan mengenai
kebijaksanaan kebijaksanaan kerakyatan setiap saat setiap waktu, dengan
berimbang tentunya. Dengan tetap bijaksana mendukung setiap perubahan yang
mereka lakukan demi kebaikan bersama.

Mudah mudahan pandangan saya yang bersumber dari minimnya informasi ini, ada
manfaatnya.

2010/2/10 A Nizami <nizaminz@...>

>
>
> Kalau memang ditunjuk, siapa takut...? :)
> Yang jelas penjaminan nasabah per rekening tidak boleh lebih dari Rp 2
> milyar, sehingga karena kelalaian Bank dan Nasabah yang ingin bunga tinggi,
> rakyat tidak menanggung rugi terlalu besar.
>
> Jika itu diterapkan di tahun 1998 saja paling bail out pemerintah cuma Rp
> 300 trilyun. Sementara 300 trilyun lain bisa dipakai untuk mengembangkan
> industri otomotif, pertanian, kelautan, dsb. Begitu juga saat Bank Century
> kemarin. Toh jumlah nasabah yang punya rekening lebih dari Rp 2 milyar cuma
> segelintir.
>
> Bangsa Indonesia sebetulnya sudah bisa membuat Panser, Mobil, dsb. Cuma
> pemerintah harus memodali mereka. Pemerintah jangan cuma bisa mensubsidi
> kalangan bankir.
>
> http://infoindonesia.wordpress.com/category/kemandirian-nasional
>
> Pejabat juga harus hidup sederhana. Jika dengan mobil rp 300 juta sudah
> cukup, kenapa harus yang rp 1,3 milyar?
> Kalau PM Singapura dengan Pesawat Komersial sudah cukup, kenapa kita harus
> beli pesawat kepresidenan yang Rp 700 milyar?
>
> Dana trilyunan yang ada sebetulnya bisa digunakan untuk memodali sehingga
> Pertamina, Elnusa, dan BUMN lain dapat menguasai seluruh migas di Indonesia,
> sedang Antam, dsb bisa menguasai pertambangan yang saat ini dimiliki
> Freeport, Newmont, BHP, dsb. Itu adalah industri yang sangat profitable.
>
> Kalau sekedar gali lubang tutup lubang dengan membuat hutang/obligasi baru,
> anak SMA juga bisa....:)
>
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
> >
> >Dari: Sigit Yulianto <sigityulianto@... <sigityulianto%40gmail.com>
> >
> >Kepada: ekonomi-nasional@yahoogroups.com<ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>
> >Terkirim: Sel, 9 Februari, 2010 16:58:16
> >Judul: Re: [ekonomi-nasional] BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM
> TERBAIK?
> >
> > >
> >
> >
> >
> >
> > >
> >>
> >
> >Mungkin perlu anda yang menggantikan mereka Bung!
> >
> >>2010/2/9 A Nizami <nizaminz@yahoo. com>
> >
> >>>
> >>>
> >>> IMF,
> >>> World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
> >>> adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
> >>> baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
> >>> alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.
> >>>
> >>> Bagaimana menurut anda?
> >>>
> >>>
> >>> http://infoindonesi a.wordpress. co...m/2008/ 03/17/dari-
> sabang-sampai- merauke-rakyat- indonesia- mati-kelaparan
> >>>
> >>>
> >>> http://infoindonesi a.wordpress. .com/2008/ 03/17/foto- foto-anak-
> korban-busung- lapar-di- indonesia
> >>>
> >>>
> >>> http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 06/30/selama- kekayaan-
> alam-dirampas- asing-indonesia- akan-terus- miskin
> >>> ===
> >>> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> >>> http://media- islam.or. id
> >>>
> >>> Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
> cepat
> >>> yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
> Dapatkan
> >>> IE8 di sini!
> >>> http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
> >>>
> >>>
> >>>
> >
> >>--
> >>============ ========= ========
> >>Sigit Yulianto
> >>Email: sigityulianto@ Gmail.com
> >
> >>[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
>
> Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
> tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
> http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>



--
=============================
Sigit Yulianto
Email: sigityulianto@...


[Non-text portions of this message have been removed]

#14131 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Wed Feb 10, 2010 2:17 am
Subject: Bls: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Kalau memang ditunjuk, siapa takut...? :)
Yang jelas penjaminan nasabah per rekening tidak boleh lebih dari Rp 2 milyar,
sehingga karena kelalaian Bank dan Nasabah yang ingin bunga tinggi, rakyat tidak
menanggung rugi terlalu besar.

Jika itu diterapkan di tahun 1998 saja paling bail out pemerintah cuma Rp 300
trilyun. Sementara 300 trilyun lain bisa dipakai untuk mengembangkan industri
otomotif, pertanian, kelautan, dsb. Begitu juga saat Bank Century kemarin. Toh
jumlah nasabah yang punya rekening lebih dari Rp 2 milyar cuma segelintir.

Bangsa Indonesia sebetulnya sudah bisa membuat Panser, Mobil, dsb. Cuma
pemerintah harus memodali mereka. Pemerintah jangan cuma bisa mensubsidi
kalangan bankir.

http://infoindonesia.wordpress.com/category/kemandirian-nasional

Pejabat juga harus hidup sederhana. Jika dengan mobil rp 300 juta sudah cukup,
kenapa harus yang rp 1,3 milyar?
Kalau PM Singapura dengan Pesawat Komersial sudah cukup, kenapa kita harus beli
pesawat kepresidenan yang Rp 700 milyar?

Dana trilyunan yang ada sebetulnya bisa digunakan untuk memodali sehingga
Pertamina, Elnusa, dan BUMN lain dapat menguasai seluruh migas di Indonesia,
sedang Antam, dsb bisa menguasai pertambangan yang saat ini dimiliki Freeport,
Newmont, BHP, dsb. Itu adalah industri yang sangat profitable.

Kalau sekedar gali lubang tutup lubang dengan membuat hutang/obligasi baru, anak
SMA juga bisa....:)


  ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


>
>Dari: Sigit Yulianto <sigityulianto@...>
>Kepada: ekonomi-nasional@yahoogroups.com
>Terkirim: Sel, 9 Februari, 2010 16:58:16
>Judul: Re: [ekonomi-nasional] BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM 
TERBAIK?
>
> >
>
>
>
>
>  >
>>
>
>Mungkin perlu anda yang menggantikan mereka Bung!
>
>>2010/2/9 A Nizami <nizaminz@yahoo. com>
>
>>>
>>>
>>> IMF,
>>> World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
>>> adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
>>> baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
>>> alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.
>>>
>>> Bagaimana menurut anda?
>>>
>>>
>>> http://infoindonesi a.wordpress. co...m/2008/ 03/17/dari- sabang-sampai-
merauke-rakyat- indonesia- mati-kelaparan
>>>
>>>
>>> http://infoindonesi a.wordpress. .com/2008/ 03/17/foto- foto-anak-
korban-busung- lapar-di- indonesia
>>>
>>>
>>> http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 06/30/selama- kekayaan-
alam-dirampas- asing-indonesia- akan-terus- miskin
>>> ===
>>> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>>> http://media- islam.or. id
>>>
>>> Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat
>>> yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan
>>> IE8 di sini!
>>> http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer/
>>>
>>>
>>>
>
>>--
>>============ ========= ========
>>Sigit Yulianto
>>Email: sigityulianto@ Gmail.com
>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


       Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]

#14130 From: rifky pradana <rifkyprdn@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 10:00 am
Subject: Profesor juga Manusia
rifkyprdn
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Profesor adalah gelar akademis tertinggi di perguruan tinggi yang
menandakan bahwa yang bersangkutan adalah maha guru atau guru besar di
perguruan tinggi.

Disamping itu, juga ada profesor honoris causa. Biasanya gelar ini
diberikan untuk menghormati seseorang atas jasa dan kontribusinya di bidang
tertentu.

Konon, persyaratan untuk mendapatkan gelar profesor yang bukan profesor
honoris causa itu tak mudah. Tak cukup banyak orang yang mampu meraih gelar
tersebut.

Persyaratannya itu antara lain adalah dosen yang telah menyelesaikan
pendidikan doktor atau yang telah mencapai jenjang jabatan akademik Lektor,
mempunyai sejumlah karya ilmiah yang yang dipublikasikan di jurnal ilmiah
yang terakreditasi, serta menunjukkan kemampuan akademik dalam membimbing calon
doktor.

Biasanya masyarakat sangat hormat dan respek terhadap seseorang yang
bergelar profesor. Hal itu disebabkan masyarakat sangat kagum dan hormat atas
kecerdasan dan kejeniusan serta kepandaian dari seseorang yang bergelar profesor
tersebut.

Contoh dari seseorang yang bergelar profesor honoris causa itu adalah
profesor Haji Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mantan Presiden Republik
Indonesia.

Sedangkan salah satu contoh seseorang yang bergelar profesor itu adalah
profesor Boediono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik
Indonesia.

Namun, yang namanya profesor itu tetaplah seorang manusia biasa. Dalam
arti, bukanlah seorang Nabi yang Maksum.

Seorang profesor bukanlah seseorang yang Maksum, yang terbebas dari
melakukan sesuatu kesalahan baik itu disengaja atau tidak disengaja.

Bukanlah juga seseorang yang seperti Mursyid Sufi atau Resi Begawan
yang terbebas sepenuhnya dari pamrih dan ambisi serta kepentingan syahwat diri
ataupun kepentingan syahwat kelompoknya.

Perkataan dan fatwanya juga bukanlah berarti seperti sabda seorang
Nabi. Ilmu dan teorinya juga bukanlah berarti seperti ayat-ayat suci dari kalam
Illahi yang kebenarannya adalah haq dan mutlak.

Jadi, yang namanya profesor tetap saja mempunyai kemungkinan berbuat
kesalahan.

Perbuatan salah yang bisa jadi suatu kekhilafan tak disengaja, namun
bisa jadi juga diniatkan atau disengaja untuk berbuat kesalahan itu.
Motivasi yang mendorongnya melakukan perbuatannya itu terbuka juga
kemungkinan dilandasi adanya pamrih dan ambisi terhadap sesuatu yang ingin
diraihnya, demi memenuhi hasrat dan syahwat kepentingan dirinya sendiri.

Dan, juga ada kemungkinan lain, yaitu karena dilandasi motivasi yang
untuk memenuhi hasrat dan syahwat kepentingan kelompoknya.
Baru-baru ini ada seorang yang bergelar profesor dari sebuah perguruan
tinggi di Bandung Jawa Barat, yang telah membuat kerepotan harian umum The
Jakarta Post. Kerepotan yang ditimbulkan oleh artikel berjudul ‘RI as A New
Middle Power ?’.

Profesor itu, lantaran perbuatannya yang merilis artikel tersebut,
telah menuai kecaman dan penghakiman telah berbuat kesalahan. Perbuatan yang
bagi kalangan akademisi dikategorikan sebagai perbuatan buruk dan tercela.

Banyak kalangan yang merasa heran bahwa profesor ternyata bisa juga
sampai melakukan kesalahan. Bahkan, beberapa kalangan tetap tak bisa
mempercayai dan tetap berpendapat bahwa profesor itu tak mungkin bisa melakukan
kesalahan.

Mungkin, seharusnya tak perlu heran, cukup dimaklumi saja. Sebab,
profesor juga manusia, manusia biasa.

Wallahulambishshawab.

*
Catatan Kaki :
Artikel lain yang berjudul ‘Upsss…Salah….!’
dapat dibaca dengan mengklik  di sini , dan yang
berjudul ‘KPK, Apa yang Kau Tunggu ?’
dapat dibaca dengan mengklik di sini , serta yang
berjudul ‘Al-Qur’an Bicara, Believe It or
Not’ dapat dibaca dengan mengklik di sini .

*
Profesor juga
Manusia
http://hiburan.kompasiana.com/2010/02/09/profesor-juga-manusia/
*




[Non-text portions of this message have been removed]

#14129 From: Sigit Yulianto <sigityulianto@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 9:58 am
Subject: Re: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
sigityulianto@...
Send Email Send Email
 
Mungkin perlu anda yang menggantikan mereka Bung!

2010/2/9 A Nizami <nizaminz@...>

>
>
> IMF,
> World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
> adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
> baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
> alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.
>
> Bagaimana menurut anda?
>
>
>
http://infoindonesia.wordpress.co...m/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-raky\
at-indonesia-mati-kelaparan
>
>
>
http://infoindonesia.wordpress..com/2008/03/17/foto-foto-anak-korban-busung-lapa\
r-di-indonesia
>
>
>
http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asin\
g-indonesia-akan-terus-miskin
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
> Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat
> yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan
> IE8 di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
>
>
>



--
=============================
Sigit Yulianto
Email: sigityulianto@...


[Non-text portions of this message have been removed]

#14128 From: Alpha Bagus Sunggono <bagusalfa@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 10:02 am
Subject: Re: Re: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
bagusalfax
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Ini semua karena mereka lebih mementingkan "rakyat" daripada rakyat.
Mustinya ada redefinisi term RAKYAT agar tidak disalah gunakan,
sehingga semua punya persepsi masing-masing masalah rakyat tersebut.

Pada 9 Februari 2010 16:06, andryansyah <andryansyah@...> menulis:
>
>
>
> Sama pandangan saya dengan pak Nizami.
>
> Kalau saya perhatikan di pemerintahan, pejabat kita ini modelnya seperti
mereka berdua, dipandang baik oleh atasannya dan kolega antar instansinya,
tetapi kalau saya perhatikan ternyata mereka saling berbuat untuk kenyamanan
diri mereka sendiri. Nyatanya, yang dia pimpin atau urusin, kebanyakan malah
ngomongin yang negatif soal para pemimpinnya. Dan kalau dilihat hasil
nyatanya....kok bukti menunjukkan para pemimpin kita itu kebanyakan kalau tidak
boleh dibilang semuanya tidak membawa kehidupan orang2 yang dipimpinnya menjadi
lebih baik karena kepemimpinannya, seolah jalan tanpa pemimpin, dan yang jelas
para pemimpin ini seolah malah menjadi raja2 baru karena kemewahan
hidupnya....:((
>
>

#14127 From: "andryansyah" <andryansyah@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 9:06 am
Subject: Re: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
andryansyah
Online Now Online Now
Send Email Send Email
 
Sama pandangan saya dengan pak Nizami.

Kalau saya perhatikan di pemerintahan, pejabat kita ini modelnya seperti mereka
berdua, dipandang baik oleh atasannya dan kolega antar instansinya, tetapi kalau
saya perhatikan ternyata mereka saling berbuat untuk kenyamanan diri mereka
sendiri. Nyatanya, yang dia pimpin atau urusin, kebanyakan malah ngomongin yang
negatif soal para pemimpinnya. Dan kalau dilihat hasil nyatanya....kok bukti
menunjukkan para pemimpin kita itu kebanyakan kalau tidak boleh dibilang
semuanya tidak membawa kehidupan orang2 yang dipimpinnya menjadi lebih baik
karena kepemimpinannya, seolah jalan tanpa pemimpin, dan yang jelas para
pemimpin ini seolah malah menjadi raja2 baru karena kemewahan hidupnya....:((

--- In ekonomi-nasional@yahoogroups.com, A Nizami <nizaminz@...> wrote:
>
> IMF,
> World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
> adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
> baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
> alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.
>
> Bagaimana menurut anda?
>
>
http://infoindonesia.wordpress.co...m/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-raky\
at-indonesia-mati-kelaparan
>
>
http://infoindonesia.wordpress..com/2008/03/17/foto-foto-anak-korban-busung-lapa\
r-di-indonesia
>
>
http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asin\
g-indonesia-akan-terus-miskin
>  ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
>
>
>       Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
>

#14126 From: mundo <mundo@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 8:53 am
Subject: Kerbau untuk SBY
redmundo99
Offline Offline
Send Email Send Email
 
*Buletin Elektronik*  *www.Prakarsa-Rakyat.org*

*SADAR *

*Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi*
* Edisi: 272 Tahun VI - 2010
Sumber: www.prakarsa-rakyat.org*

------------------------------------------------------------------------

*KERBAU UNTUK SBY*



*Oleh Joko Sumantri **


Dalam sebuah percakapan di sebuah film, seorang anak mendapat nasehat
dari ayahnya, kira-kira begini: "Ingatlah anakku, ketika kau nanti
menjadi seorang ayah jangan sekali-kali menangis menghadapi masalah
sebesar apapun." Si anak pun bertanya, "Kenapa?" Dan sang ayah menjawab,
"Sebab dia adalah tempat berlindung bagi keluarganya. Ketika kesedihan
melanda, di saat anak-anak dan istri menangis tersedu, seorang kepala
keluarga menjadi tempat bersandar bagi mereka."

Selengkapnya:
http://www.prakarsa-rakyat.org/download/Buletin%20SADAR/SADAR%20272%20tahun%20VI\
%202010.html




*webmaster@... <http://www.prakarsa-rakyat.org>   *



[Non-text portions of this message have been removed]

#14125 From: Renggo Putro Widyarto <renggoputro@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 6:48 am
Subject: Lelucon Para Politisi (2): SBY ITU LUCU DAN PERLU
renggoputro...
Offline Offline
Send Email Send Email
 
(dari tulisan kawan...)


Lelucon Para Politisi (2): SBY ITU LUCU DAN
PERLU



Tuan dan Puan, seperti yang hamba janjikan, kembali hamba
menurunkan serial koleksi lelucon saya. Lelucon-lelucon ini, nantinya
akan hamba himpun dalam buku yang tengah hamba siapkan: "SBY LEBIH LUCU
DARI GUS DUR". Apakah paduka, wahai Tuan dan Puan, juga punya lelucon
yang mungkin berguna bagi nusa dan bangsa? hehehe.



Baiklah, Tuan dan Puan, ini sebagian lelucon yang hamba tulis:







GUS DUR & SBY: SIAPA PRESIDEN YANG PALING BERHASIL?



SBY mengundang Gus Dur untuk makan malam di Puri Cikeas. Sambil
bersantap, SBY menceritakan program-program yang telah dilakukan dan
dilaksanakannya, dengan maksud agar Gus Dur mau mengakui keberhasilannya
  sebagai presiden. “Intinya, Gus,” kata SBY, “kenapa banyak yang tidak
menghargai dan mengakui kalau saya lebih berhasil dibanding presiden
lainnya...”

Bosan mendengar keluhan SBY, Gus Dur langsung memotong, “Gini lho. Kalau
  ngukur keberhasilan presiden itu gampang kok.”

“Apa ukurannya?” kata SBY penasaran.

“Kalau berhasil membuat lalu-lintas di Jakarta nggak macet. Nah,
satu-satunya presiden yang mampu membuat Jakarta nggak macet ya saya...”


“Lho, apa buktinya, Gus?”

“Buktinya, dulu, sebelum saya jadi presiden, saya selalu kena macet.
Tapi begitu saya jadi presiden, kemana-mana saya lancar-lancar saja..
Tinggal duduk di mobil, tidur...dan tahu-tahu udah cepet nyampe... Nah,
tapi begitu saya nggak jadi presiden lagi, ya langsung kena macet. Itu
kan bukti, kalau presiden setelah saya nggak berhasil mengatasi
kemacetan. Tadi, waktu jalan ke Cikeas sini ajah kena macet berjam-jam
kok....”

SBY cuman nyengir.







SLOGAN KAMPANYE TERBAIK BUAT SBY



Kisah ini terjadi saat Tim Sukses SBY hendak memilih slogan kampanye
Pilpres bagi pasangan SBY-Boediono. Mereka pingin punya slogan yang
keren.

“Bagaimana kalau slogannya SBY Berboedi?” ujar Choel Mallarangeng,
“Maksudnya, SBY Bersama Boediono...”

“Jangan,” kata kader Partai Demokrat dari Palembang. “Di Palembang,
‘berboedi’ itu artinya menipu atau berbohong...”

Para Tim Sukses itu pun bingung, berhari-hari mikir tak kunjung
menemukan ide yang baik juga. Karena tak kunjung ketemu, maka Choel
Mallarangeng pun segera menyampaikan persoalan slogan itu pada kakaknya,
  Andi M. Mallarangeng. “Coba, kalau saja Pak SBY berpasangan dengan
Hatta Rajasa, pasti saya lebih mudah bikin slogannya: SBY Berjasa.” Ujar
  Choel.

“Kalau gitu,” kata Andi M. Mallarangeng, ”Nanti saya akan coba usul,
agar Pak SBY sebaiknya berpasangan dengan Rani.... “

“Rani yang terlibat kasus Antasari?”

“Iya. Jadi, nanti slogannya SBY Berani!”









KURA-KURA PALING LAMBAN DI DUNIA



Kisah ini terjadi saat SBY menghadiri KTT ke-7 Asia Europe Meeting
(ASEM) di Beijing. Saat itu, disela-sela kesibukan pertemuan, PM China
Wen Jiabo, mengajak para kepala negara yang hadir untuk melihat
kura-kura langka yang masih hidup di China. Kura-kura itu bernama Master
  Oogway, sangat besar dan sudah ratusan tahun usianya. “Inilah kura-kura
  paling lamban di dunia,” kata PM Wen Jiabo bangga. Kura-kura itu memang
  berjalan sangat lambat: jarak 5cm saja ditempuh lebih dari dua jam!

“Luar biasa! Benar-benar lamban luar biasa! ” Seluruh kepala negara yang
  menyaksikan berdecak kagum. Hanya SBY yang terlihat biasa-biasa saja.

“Kenapa Anda tak kagum?” tanya Wen Jiabo.

“Saya jauh lebih lamban dari kura-kura itu...”









PELAJARAN SEJARAH



Ini kisah Guru Sejarah yang dikenal galak. Bila ada murid yang menjawab
salah pertanyaannya, ia pasti akan menghukum seluruh kelas dengan
cambukan penggaris. Saat itu ia bertanya pada seorang murid, “Apa yang
paling banyak di zaman Pak Harto?”

Murid itu menjawab, “Pada jaman Soeharto penuh dengan KKN. Kolusi,
Korupsi, Nepotisme.”

“Betul!” kata guru itu, membuat seluruh kelas bernafas lega. “Lalu
bagaimana dengan jaman SBY?” tanya guru sejarah itu pada murid lainnya.

Murid itu dengan gugup menjawab, ”Di Jaman SBY penuh dengan KKM. Kerabat
  Keluarga Mallarangeng.”

Langsung seluruh kelas terdiam takut. Seisi kelas langsung tegang
membayangkan hukuman cambuk yang bakal mereka terima karena jawaban
ngawur itu. Tapi tiba-tiba Guru Sejarah itu berkata,
“Betuuuuuuullllll!!!!”









SBY KOMUNIKATOR SEPAKBOLA TERBAIK



Presiden SBY menerima penghargaan Gold Standard yang diberikan oleh
Public Affairs Asia, di Gedung Press Foreign Correspondence Club,
Hongkong. Karena bangga dan ingin seluruh rakyat Indonesia tahu, maka
Edhie Baskoro, putra SBY yang mewakili menerima penghargaan itu,
sesampai di tanah air segera mengadakan konferensi pers. “Penghargaan
ini diberikan kepada Pak SBY, karena Pak SBY dinilai sebagai
komunikator terbaik....” kata Edhie.

Seorang pendukung Persebaya Surabaya, atau bonek, yang kebetulan
menonton siaran konsferensi pers di televisi itu langsung berkata, “Wah,
  rupanya SBY mau nyaingin Gus Gur ya, jadi komunikator sepakbola...”

“Huss, ngawur!! Bukan komunikator sepakbola,” kata bonek yang lain
mengoreksi. “Tapi kalkulator sepakbola.”

“Ooo sudah ganti, ya?” ujar bonek itu manggut-manggut.









HARMOKO TENTANG SBY



Harmoko, mantan Menteri Penerangan paling kondang di zaman rezim
Soeharto, ingin kembali ke gelanggang politik. Ia pun langsung
diwawancarai wartawan. "Apa pendapat Pak Harmoko tentang SBY?"

"Saya terus terang kasihan," jawab Harmnoko, "Karna apaa… karna  dari
pada saya melihat SBY selalu nampak bingung dan tak tahu harus berbuat
apa..."

"Menurut Pak Harmoko kenapa?"...

"Ya, karna daripada SBY itu tidak bisa minta petunjuk daripada Bapak
Presiden... "

"Lho, tapi SBY itu kan presiden?!" cecar wartawan.

"Oo ya tidak... Presidennya itu ya tetap Pak Harto... SBY kan cuman
melanjutkan gayanya..."









ABS



Di zaman Pak Harto, para menteri, pejabat dan bawahannya selalu bersikap
  ABS: Asal Bapak Senang. Ternyata, di jaman SBY, para bawahan, para
pejabat, para menteri sampai staff ahlinya pun selalu bersikap ABS: Asal
  Bambang Senang…







Sekian dulu...

Hormat Hamba,





Agus Noor, penggemar pemimpin dan politisi lucu


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

#14124 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 6:42 am
Subject: BENARKAH SRI MULYANI DAN BOEDIONO EKONOM TERBAIK?
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
IMF,
World Bank, Washington mungkin memandang Sri Mulyani dan Boediono
adalah ekonom yang baik. Tapi menurut saya mereka bukan ekonom yang
baik mengingat mayoritas rakyat Indonesia saat ini miskin dan kekayaan
alam serta perekonomian Indonesia dikuasai oleh asing.

Bagaimana menurut anda?

http://infoindonesia.wordpress.co...m/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-raky\
at-indonesia-mati-kelaparan

http://infoindonesia.wordpress..com/2008/03/17/foto-foto-anak-korban-busung-lapa\
r-di-indonesia

http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asin\
g-indonesia-akan-terus-miskin
  ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id



       Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

#14123 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 6:05 am
Subject: Jaringan Rostchild di Indonesia
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
FYI,

Jaringan Rostchild di Indonesia:
http://kabarislam.wordpress.com/2010/02/05/yahudi-as-dominasi-ekonomi-indonesia


http://www.financeasia.com/News/160840,rothschild-hires-sam-critchlow.aspx?refre\
sh=on

Rothschild hires Sam Critchlow
By Sameera Anand | 19 November 2009
Keywords: rothschild | sam critchlow | indonesia | affinity | kwik | finance |
asia | hires
Subscriber Content Preview.
Subscribe now for full access or call us now on +852 2122 5222.
Sam Critchlow joins Rothschild in Jakarta from J.P. Morgan Cazenove.
Rothschild has hired Sam Critchlow from J.P. Morgan Cazenove to build up its
mergers and acquisitions coverage for Indonesia.

Critchlow
joins Rothschild in the area of natural resources coverage, as a
vice-president. He will also work on executing deals across Southeast
Asia, with a particular focus on mining. Critchlow will be based in
Rothschild's Jakarta office and will work closely with the head of
Rothschild in Indonesia, Larry Sutikno, as well as with the Rothschild
Singapore team and the Rothschild global mining team, led in
Asia-Pacific by Marshall Baillieu in Sydney. ...

==
http://www.eubankers.net/articles/2009/November/Rothschild.names.JP.Morgan.banke\
r.to.Asian.M&A.post/index.cmc?&SID=1
Rothschild names JP Morgan banker to Asian M&A post
November 19, 2009
Rothschild has hired Sam Critchlow from J.P. Morgan Cazenove to build up its
mergers and acquisitions coverage for Indonesia.

Critchlow joins Rothschild in the area of natural resources coverage,
as a vice-president. He will also work on executing deals across
Southeast Asia, with a particular focus on mining. Critchlow will be
based in Rothschild's Jakarta office and will work closely with the
head of Rothschild in Indonesia, Larry Sutikno, as well as with the
Rothschild Singapore team and the Rothschild global mining team, led in
Asia-Pacific by Marshall Baillieu in Sydney.

Critchlow last worked in the UK corporate finance team at J.P.
Morgan Cazenove in London, covering a range of mining and industrial
companies, and providing M&A and equity capital markets advice. He
has also worked at Schroder Investment Management in London and New
York.

==
http://www.ifrasia.com/naturally-critchlow-for-rothschild/90856.article

Naturally Critchlow for Rothschild
IFR Asia 626 - November 21, 2009
Sam Critchlow has joined Rothschild’s M&A
advisory team in Asia as vice president to boost its natural resources
expertise. Critchlow was previously based in London with JP Morgan
Cazenove where he provided M&A and ECM advisory services in
corporate finance covering mining and industrial companies. He will be
based in Jakarta and will work on natural resources coverage and
transaction execution in South-East Asian markets. He will work closely
with Larry Sutikno, head of Rothschild Indon

  ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id



       Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

#14122 From: rifky pradana <rifkyprdn@...>
Date: Tue Feb 9, 2010 3:24 am
Subject: Serba Serbi ttg Sri Mulyani
rifkyprdn
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Jika bicara masalah IPTN, saya teringat bahwa, yang paling getol
mengeritik kebijakan pak Habibi waktu itu adalah ibu Sri Mulyani

Dan, jika kita
menyimak siaran TV nasional mewancarai ibu Sri Mulyani yang dipandu oleh Rossi
semalam terkuak bahwa ada kesan di th 2008, ibundanya Sri Mulyani dipanggil
oleh yang Maha Kuasa, dan pada waktu itu katanya negara dalam krisis, sehingga
ibu Sri Mulyani lebih mementingkan menyelesaikan masalah - masalah kenegaraan
dari pada bersedih - sedih terus, tetapi apa yang terlihat sekarang ini, dimana
Ibu Sri Mulyanai  di
hujat oleh sebagian besar rakyat atas kebijakan yang menyangkut bank century,
rasanya tidak adil yaaa…,

Begitulah yang saya tangkap pesannya
semalam

Oleh karenanya saya berpikir, apakah masalah ini tidak mirip dengan masalahnya
pak Habibi dan pak Harto yang telah membangun Industri kapal
terbang demi kejayaan bangsa di masa depan, dihancurkan oleh IMF, dan yang
paling menyedihkan ada bantuan dari oknum - oknum yang sering dianggap orang
pintar di negeri ini, semoga rakyat menyadari hal ini.

penulis selalu berdoa agar bangsa
Indonesia jangan sampai memiliki mental kepitingnya orang - orang asia, karena
menurut penelitian bangsa bemental kepiting itu adalah bangsa asia…,

sebagai
contoh jika kepiting dimasukkan
kedalam baskom, maka
yang terjadi adalah setiap kepiting yang akan keluar dari baskom tsb, tidak
akan sukses karena kepiting yang lain menariknya masuk kembali, jadi apa yang
kita lihat saat ini dimana para petinggi negara ,orang - orang yang dianggap
orang pintar di negeri ini, saling berargumentasi untuk saling menjatuhkan, mau
sampai kemana bangsa dan negara Indonesia, jika hal ini tidak di cegah sedini
mungkin …., dan

bagi oknum - oknum yang
dianggap orang pintar ini segeralah menyadari bahwa Allah tidak tidur, dan
azabnya sangat pedih, bertaubatlah, jangan bohongi rakyat indonesia,

apakah kepemimpinan yang baik dan
efektif sudah sirna di negeri ini ?, apakah kita sebagai bangsa sedang
menantikannya ?, ataukah kita sendiri sebagai masing - masing individu perlu
mengikhtiarkan kedatangannya ?,

semoga ada manfaatnya, salam…

*
Sri Mulyani, IPTN, & Mental
Kepiting Orang Asia
http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/08/sri-mulyani-iptn-mental-kepiting-orang-\
asia/
*

Menonton layar televisi, dimana Wimar Witoelar bersanding kembali di sisi Sri
Mulyani, seakan kembali membangkitkan nostalgia yang telah berlalu sepuluh
tahunan yang telah silam.

Saat itu, kasus Bank Bali lagi panas-panasnya diperdebatkan di tayangan layar
televisi, hampir setiap hari.

Dua ‘pendekar’, Sri Mulyani dan Wimar Witoelar, yang seringkali ditemani
oleh Prajoto, pun tak luput, hampir setiap hari rajin menghiasi layar televisi.
Mereka dengan vulgar dan lugas tanpa tedeng aling-aling, mengupas tuntas segala
teori dan prasangka serta kemungkinan yang terkait dengan kasus Bank Bali ini.

Pendekar-pendekar itu sangat lantang menyuarakan aspirasi rakyat agar pemerintah
membongkar tuntas kasus Bank Bali, yang saat itu diprasangkai oleh berbagai
pihak, telah dimanfaatkan oleh rezim Presiden BJ Habibie untuk memenuhi
kebutuhan dana kampanye politik dirinya.

Tak luput pula Golkar turut dihujat, karena juga ikut diprasangkai oleh beberapa
pihak, telah keclepretan rezeki uang dari kasus Bank Bali.

Hasilnya, kita ketahui, reputasi Presiden BJ Habibie tercoreng moreng karena
kasus Bank Bali ini.

Tak luput pula, Golkar beserta ketua umumnya, Akbar Tanjung, yang juga mantan
ketua umum HMI, telah berhasil sukses diseret sebagai pesakitan ke depan
pengadilan.

Sepuluh tahunan kemudian, pasca kasus Bank Bali. pendekar-pendekar itu, Wimar
Witoelar dan Sri Mulyani serta Prajoto, bersanding kembali, dalam posisi yang
berbeda.

Adakah kasus Bank Century ini, pada hakikatnya hanyalah perulangan kembali kasus
Bank Bali, dengan pelakon sejarah yang berkebalikannya ?.

Wallahulambishshawab.

*
Bali berlanjut ke Century
http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/20/bali-berlanjut-ke-century/
*

Presiden SBY pada tanggal 13 Nopember 2008 yang telah lalu, menerbitkan Keppres
nomor 28 Tahun 2008.

Keppres yang menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pelaksana harian
tugas-tugas Presiden.

Keppres tersebut diterbitkan, sehubungan dengan kunjungan kerja Presiden ke luar
negeri, selama kurang lebih delapan hari, terhitung mulai tanggal 13 Nopember
2008 sampai dengan 26 Nopember 2008.

Wakil Presiden, saat itu dijabat oleh Jusuf Kalla, ditugaskan untuk melaksanakan
tugas sehari-hari Presiden.

Penugasan dengan lingkup tugas yang sebagaimana dimaksudkan oleh Keppres nomor 8
Tahun 2000tentang penugasan Wakil Presiden melaksanakan tugas Presiden dalam hal
Presiden sedang berada di luar negeri.

Di dalam Keppres tersebut, dijelaskan bahwa tugas Wakil Presiden sebagai
pelaksana tugas Presiden itu antara lain meliputi memimpin sidang kabinet,
memberi pengarahan pelaksanaan kebijakan kepada para menteri, melakukan
koordinasi dengan pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, melantik Duta Besar
berkuasa penuh Republik Indonesia, menerima tamu negara dan menerima surat
kepercayaan dari Duta Besar pemerintah negara asing, dan tugas pemerintahan
sehari-hari lainnya..


Lalu, pada tanggal 20 Nopember 2008, di kantor Wakil Presiden di gelar rapat
kabinet terbatas yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sesuai dengan yang diamanatkan didalam Keppres tersebut, maka status dan posisi
Wakil Presiden pada saat rapat itu digelar adalah sebagai pelaksana tugas
Presiden.

Rapat tersebut dihadiri antara lain oleh Gubernur BI Boediono, Menkeu Sri
Mulyani, Menperin Fahmi Idris, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Kepala BKF Anggito
Abimanyu, Staf Khusus Presiden urusan Timteng Alwi Shihab.


Pada rapat yang dipimpin oleh pelaksana tugas Presiden tersebut, antara lain
dibahas juga mengenai situasi dan keadaan ekonomi nasional.

Selama rapat tersebut berlangsung, Boediono selaku Gubernur BI dan Sri Mulyani
selaku Menteri Keuangan merangkap Menteri Koordinator Perokonomian sekaligus
sebagai Ketua KSSK, tidak menyampaikan bahwa keadaan ekonomi nasional Republik
Indonesia lagi genting dan gawat serta mencekam akibat bahaya sistemik yang
teramat sangat membahayakan bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Dimana
tingkat kegentingannya itu dapat membuat eksistensi negara Republik Indonesia
terancam terpuruk sebagaimana pernah dialami di masa tahun 1998-an yang telah
lalu.

Juga tidak disampaikan oleh Boediono maupun Sri Mulyani bahwa keadaan ekonomi
negara yang luar biasa gawat tersebut diakibatkan oleh sebuah bank yang bernama
Bank Century.

Sebagaimana diketahui pula, pada rapat yang dipimpin oleh pelaksana tugas
Presiden tersebut, baik itu Boediono maupun Sri Mulyani juga tidak menyampaikan
bahwa kegawatan yang luar biasa hebatnya tersebut akan mampu diatasi hanya
dengan memberikan obat mujarab bernama bailout, yaitu dengan memberikan kepada
Bank Century berupa dana segar berujud uang tunai sebesar Rp. 6,7 Trilyun.

Hal-hal yang demikian itu oleh Boediono selaku Gubernur BI, maupun oleh Sri
Mulyani selaku Menkeu merangkap Menko Perekonomian sekaligus Ketua KSSK, pada
saat rapat itu tidak disampaikan kepada peserta rapat ataupun tidak dilaporkan
kepada pelaksana tugas Presiden.


Selanjutnya, masih di hari yang sama, belum berganti hari, masih di tanggal yang
sama, hanya berselang beberapa jam saja dari usainya rapat yang digelar di
kantor Wapres sebagaimana tersebut diatas, yaitu masih sama-sama di tanggal 20
Nopember 2009, Boediono selaku Gubernur BI, maupun oleh Sri Mulyani selaku
Menkeu merangkap Menko Perekonomian sekaligus Ketua KSSK, menggelar rapat
tersendiri.

Rapat KSSK yang membahas keadaan ekonomi negara Republik Indonesia yang lagi
genting dan gawat serta mencekam akibat bahaya sistemik yang teramat sangat
membahayakan bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.

Dimana sebuah bank yang bernama Bank Century telah membuat tingkat kegentingan
yang dapat membuat eksistensi negara Republik Indonesia terancam terpuruk
sebagaimana pernah dialami di masa tahun 1998-an yang telah lalu.

Oleh sebab itu, maka menurut Boediono dan Sri Mulyani, untuk mengatasi negara
yang dalam keadaan genting itu dibutuhkan adanya gelontoran dana sebesar Rp. 6,7
Trilyun kepada Bank Century.

Gelontoran dana sebesar Rp. 6,7 Trilyun kepada Bank Century tersebut, menurut
Boediono dan Sri Mulyani, akan membuat Republik Indonesia menjadi tetap aman
sejahtera dan terhindar dari mara bahaya yang luar biasa gawat sebagaimana
disebutkan diatas tersebut.


Sungguh luar biasa, hanya dalam selang beberapa jam saja, apa yang disampaikan
oleh Boediono dan Sri Mulyani di rapat siang harinya itu, langsung berubah
hampir seratus delapan puluh derajat.

Ada perbedaan signifikan pada pemaparan keadaan negara antara yang disampaikan
pada rapat di kantor Wakil Presiden dengan yang disampaikannya pada rapat KSSK
yang tidak dihadiri oleh Wakil Presiden.

Ada apa dengan perubahan yang hanya berselang beberapa jam itu ?. Apakah keadaan
Bank Century yang membahayakan negara itu baru saja terjadi setelah rapat di
kantor Wapres tersebut usai ?.

Ada apa ini ?. Apakah keadaan negara yang gawat akibat Bank Century itu tidak
boleh disampaikan atau tidak boleh diketahui oleh Wakil Presiden sebagai
pelaksana tugas Presiden berdasarkan mandat dari Keppres nomor 28 Tahun 2008
tersebut ?.

Ataukah, Boediono dan Sri Mulyani memang sengaja merancang agar rencana bailout
Bank Century ini tidak diketahui oleh Wakil Presiden yang saat itu dijabat oleh
Jusuf Kalla ?. Mengapa Boediono dan Sri Mulyani sengaja membuat agar Jusuf Kalla
tidak mengetahui rencana bailout Bank Century ini ?.

Ada misteri apa yang disembunyikan oleh pihak Boediono dan Sri Mulyani dari
penglihatannya pihak Jusuf Kalla ?. Agenda apa yang sedang direncanakan oleh
pihak Boediono dan Sri Mulyani yang berkaitan dengan pihak Jusuf Kalla ?.


Sebagaimana diketahui, kemudian oleh Boediono dan Sri Mulyani, kepada Bank
Century ini dikucurilah dana sebesar Rp. 6,7 Trilyun.

Perkembangan selanjutnya, pada pasca Bailout Century ini, saat menjelang Pilpres
2009, Jusuf Kalla (Golkar) pun lalu ditampik dan diceraikan sebagai Cawapres
oleh Presiden SBY, dan Hidayat Nur Wahid (PKS) juga tidak lagi diminati oleh
Presiden SBY sebagai Cawapresnya, serta Hatta Rajasa (PAN) juga dibatalkan
nominasinya oleh Presiden SBY sebagai Cawapres hanya beberapa jam sebelum
Deklarasi Sabuga.

Ujung-ujungnya, Boediono lalu dinobatkan sebagai Cawapres mendampingi Presiden
SBY.

Adakah hubungan benang merah antara bailout Century yang digagas oleh Boediono
dan Sri Mulyani ini dengan rangkaian peristiwa yang akhir ujungnya membawa
Boediono sebagai Cawapresnya Presiden SBY ?.

Adakah bailout Century ini causa prima dari tergesernya Jusuf Kalla, dan Hidayat
Nur Wahid, serta Hatta Rajasa sebagai nominator Cawapresnya Presiden SBY ?.

Apakah boleh dikatakan bahwa bailout Century ini adalah tiketnya Boediono menuju
ke nominasi Cawapresnya Presiden SBY ?.

Ataukah, Boediono memakai bailout Century ini sebagai alat pemaksa kepada
Presiden SBY agar dirinya dijadikan Cawapresnya ?.

Dalam kata lain, Presiden SBY disandera dan dipaksa oleh Boediono dengan bailout
Century ini, sehingga mau tidak mau atau suka tidak suka Presiden SBY harus
menuruti keinginan Boediono agar dijadikan Cawapresnya ?.


Jika dan andai semua itu benar, maka sungguh luar biasa, Boediono dan Sri
Mulyani ternyata bukan hanya pakar di bidang dunia ilmu ekonomi saja, namun juga
pakar di bidang dunia ilmu politik..

Dimana Profesor Boediono berkolaborasi dengan Doktor Sri Mulyani melalui bailout
Century ini ternyata telah mampu membuat tersandera Presiden SBY.

Boediono seorang guru Besar ilmu ekonomi, berkerjasama dengan Sri Mulyani pakar
ekonomi jebolan IMF, yang melalui sebuah langkah manis nan cerdik berupa bailout
Century, ternyata telah mampu membuat tak berkutik Presiden SBY yang pada
dasawarsa ini merupakan sosok digdaya sakti mandraguna tanpa tanding di dunia
politik Indonesia.


Terlepas dari entah benar ataupun tak benar ada kaitan benang merah antara
bailout Century dengan penominasian Boediono sebagai Cawapres oleh Presiden SBY.

Namun yang jelas Boediono yang semula adalah Menko perkonomian lalu bergeser ke
Gubernur BI ini telah sukses menggeser Jusuf Kalla dan Hidayat Nurwahid serta
Hatta Rajasa dari nominasi Cawapresnya Presiden SBY di Pilpres 2009 lalu.

Selanjutnya saat ini, Boediono berhasil menjadi Wakil Presiden untuk periode
masa jabatan 2009-2014.


Di sisi lain, pasca bailout Century, Darmin Nasution yang semula Sekretaris KSSK
kemudian menjadi Deputi Senior Gubernur BI. Selanjutnya, menjadi Gubernur BI
menggantikan Boediono yang dilantik sebagai Wakil Presiden.

Hanya tinggal Sri Mulyani saja, pasca bailout Century ini yang masih belum
beranjak mendapatkan promosi kenaikan jabatan dari jabatannya yang semula.

Sri Mulyani masih tetap berada di pos Menteri Keuangan. Bahkan boleh dibilang
ada sedikit penurunan, posisi Menko Perekonomian yang semula sempat
dirangkapnya, saat ini digeser dan dijabat oleh Hatta Rajasa.

Apakah Sri Mulyani tidak pantas jika ditempatkan sebagai Menko perekonomian ?.

Apakah itu berarti menandakan bahwa Sri Mulyani asalkan tidak reshuffle sudah
cukup puas dengan jabatannya yang sekarang ini ?.

Ataukah, sesungguhnya Sri Mulyani secara diam-diam sesungguhnya justru sedang
meretas jalan dengan mempersiapkan berbagai agenda agar dapat dinominasikan
menjadi Cawapres di Pilpres tahun 2014 mendatang ?.


Sebagaimana diketahui, Profesor Boediono dikenal sebagai ahli ekonomi, demikian
pula dengan Doktor Sri Mulyani.

Sebagaimana diketahui pula, professor Boediono pasca kebijakan bailout Century
yang lalu, pada saat ini berhasil menjadi Wakil Presiden 2009-2014.

Maka, sungguh menarik mengamati dan menanti perkembangan karier dan jabatan
negara bagi Sri Mulyani di masa mendatang, termasuk posisinya di konstelasi
politik pada pilpres tahun 2014 yang akan datang.

Bukan tak mungkin, di pilpres tahun 2014 mendatang itu banyak para tokoh politik
akan tertarik dan ingin menggandeng Sri Mulyani sebagai pasangannya.

Tak tertutup kemungkinan duet yang menggabungkan Hatta Rajasa sebagai Capres
dengan Sri Mulyani sebagai Cawapresnya. Atau, bahkan bisa jadi justru terwujud
duet sipil-militer dengan Sri Mulyani sebagai Capresnya dan Safrie Syamsuddin
sebagai Cawapresnya.


Akhirulkalam, sekiranya demikian, maka melalui agenda kebijakan apa yang akan
dipakai untuk membawa Doktor Sri Mulyani meretas jalannya menuju ke kursi Wakil
Presiden 2014-2019 nantinya ?.


Wallahulambishshawab.


*
Catatan kaki :
Artikel lainnya yang berjudul : “SBY Penanggungjawab Skandal Century ?”
dapat dibaca dengan mengklik disini , “Marsilam ‘Robert’ Simanjuntak”
dapat dibaca dengan mengklik di sini , “Bali berlanjut ke Century” dapat
dibaca dengan mengklik di sini , “Sri Mulyani Algojo bagi Golkar” dapat
dibaca dengan mengklik di sini, “Rekayasa Data Century ?” dapat dibaca
dengan mengklik di sini , “LPS : Lembaga Pembailout Bank atau Penjamin
Simpanan Nasabah Bank ?” dapat dibaca dengan mengklik di sini , “Skema
Aliran Dana (andai) Century tidak Dibailout” dapat dibaca dengan mengklik di
sini , “Bank Century, Seberapa Sistemik ?” dapat dibaca dengan mengklik di
sini , “Sisi Lain Century Yang Tak Kukenal” dapat dibaca dengan mengklik di
sini, “Biarkan Maling Beraksi, Upsss…Salah… ‘Biarkan Maling Beraksi
!’…” dapat dibaca dengan mengklik di sini , “Aira Yudhoyono dan Skandal
Bank Century” dapat dibaca dengan mengklik
  di sini .
*

Sri Mulyani, Wapres 2014-2019
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/25/sri-mulyani-wapres-2014-2019/
*


Susno Duaji, perwira tinggi bintang tiga yang mantan Kepala Bareskim (Badan
Reserse Kriminal) Mabes Polri, kembali menghentak.

Beberapa saat yang lalu, dimana pihak Polri lagi getol-getolnya membidik para
petinggi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Susno mengeluarkan istilah yang
kontroversial, Cicak versus Buaya.

Celetukan istilah yang menjengkelkan publik itu, suka tidak suka harus diakui
telah mendatangkan berkah, berupa sebab awal dan wasilah dari gagalnya upaya
kriminalisasi terhadap dua petinggi KPK, Bibit dan Chandra.

Celetukan Susno yang menghebohkan itulah awal pemicu membesarnya kontroversi.
Selanjutnya, kontroversi itu membuat kesadaran publik menjadi terbangkitkan

Kesadaran yang mengakibatkan liputan jurnalis media massa dan pengawasan publik
menjadi lekat tak terpalingkan atas jalannya proses kriminalisasi yang dilakukan
terhadap kedua petinggi KPK itu.

Waskat (Pengawasan Melekat) dari jurnalis media massa dan publik itu, membuat
ruang gerak Polri menjadi terbatas. Dan, gerak gerik serta langkah Polri pun
menjadi serba salah. Sehingga menguak beragam ketidak beresan dan kejanggalan
yang terjadi dalam kasus ini.

Lalu, setelah melalui proses tarik ulur yang memakan waktu cukup panjang dengan
melibatkan gerakan tekanan opini masyarakat, akhirnya kedua petinggi KPK itu
dibebaskan dari tuduhan melakukan pemerasan dan menerima uang suap.


Usai redanya kehebohan kasus Skandal Kriminalisasi terhadap para petinggi KPK
itu, Susno kembali menghentak.

Ia hadir sebagai saksi yang meringankan bagi Antasari Azhar. Mantan Ketua KPK
ini dituduh menjadi otak dan dalang pembunuhan terencana atas diri Nasarudin
Zulkarnaen.

Kesaksiannya membeberkan adanya ketidaklaziman hirarki saat Mabes Polri sedang
dalam proses pencarian motif yang dapat dituduhkan kepada Antasari Azhar.

Sebenarnya, jika ditilik dari subtansi isi kesaksiannya itu, bisa jadi
sebenarnya Susno memberikan sinyal tersamar yang memberikan gambaran indikasi
adanya ketidak beresan dalam penanganan kasus Antasari azhar. Semacam ketidak
beresan serupa yang pernah terjadi di kasus Bibit dan Chandra.

Namun, hentakan dari Susno kali ini tidak membuat publik menjadi heboh.

Ketidak hebohan publik itu, bisa jadi dikarenakan publik lelah. Energi publik
telah terkuras setelah sekian lama mengarungi pertarungan panjang selama
berlangsungnya kasus upaya kriminalisasi terhadap Bibit Chandra.

Energi yang terkuras itu, membuat publik kehilangan selera dan tak berminat
terhadap umpan yang telah digulirkan oleh Susno tersebut.
Atau, bisa jadi juga karena publik mempunyai persepsi dan cara pandang yang
berbeda dalam melihat antara kasus Bibit dan Chandra dengan kasus Antasari
Azhar.

Perbedaan yang bisa jadi lantaran kasus Antasari merupakan kasus pembunuhan yang
diwarnai dengan adanya drama selingkuh esek-esek yang melibatkan Rani Juliani,
caddy golf sekaligus istri kedua korban pembunuhan.


Namun, ketidak hebohan itu tidak berlangsung lama. Lantaran selepas kehadirannya
sebagai saksi itu muncul peristiwa dimana Mabes Polri mengerahkan sepasukan
anggota dentasemen elit anti terorisme, Densus 88, untuk menarik
fasilitas-fasilitas yang pernah diberikan kepadanya.

Publik dan media massa kembali terhebohkan, lantaran Susno melakukan perlawanan
terhadap Mabes Polri yang mempersalahkan kehadirannya sebagai saksi di sidang
antasari itu, tanpa meminta persetujuan dan izin dari Kapolri.

Kontroversi berlanjut dengan munculnya beberapa kiriman via SMS ke telepon
selulernya yang berisikan ancaman pembunuhan terhadapnya maupun juga terhadap
isteri dan anak serta cucunya.

Namun kehebohan publik terhenti lagi, lantaran Susno malahan tiarap. Beberapa
lama Susno menghindar dari sorotan media, dan menghilang dari liputan berita.


Susno muncul lagi saat memberikan kesaksian dan testimoninya di hadapan sidang
Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang kasus Skandal Bailout Bank Century.

Kehadirannya itu memang sudah ditunggu-tunggu. Lantaran pada pasca LPS
mengucurkan dananya ke Bank Century, saat itu Susno masih menjabat sebagai
Kabareskrim, pernah menerbitkan surat berkait dengan pencairan uang deposito
milik Boedi Sampoerno sebesar kurang lebih USD 18.000.000 yang ada di Bank
Century.


Kali ini Susno memang kembali menghentak. Didalam kesaksiannya, Susno mengungkap
bahwa penangkapan Robert Tantular itu atas perintah langsung dari Kapolri.

Dimana pada waktu sebelumnya, Kapolri diperintahkan oleh Jusuf Kalla yang waktu
itu masih menjabat sebagai Wakil Presiden.
Anehnya, pada saat yang sama, pihak BI (Bank Indonesia) justru berpandangan
bahwa perintah penangkapan itu belum cukup bukti.

“Menurut pandangan BI belum cukup bukti, hampir semua peserta rapat bilang
begitu. Saya katakan, kalau bukti tidak cukup akan dilepaskan. Saya meminta, tim
BI datang malam itu, tapi tidak datang”, kata Susno Duaji.


Disamping itu, ia juga memberikan kesaksian bahwa penarikan uang sebesar Rp.
35.000.000.000 di kantor cabang Century Makasar atas izin kepala cabangnya,
padahal dana itu sudah diblokir. Juga ada seorang sopir taksi di bilangan
Ciputat Jakarta yang mempunyai dana sampai sebesar Rp. 200.000.000.000.

Dijelaskannya bahwa kasus di Makasar itu pada saat ia masih menjabat, baru dalam
tahap awal pemeriksaan. Sementara nasabah di Ciputat baru diketahuinya
belakangan ini.

“Nasabah Bank Century di Ciputat baru belakangan terungkap. Rekening yang
dibekukan banyak sekali. Yang di Ciputat sopir taksi, saya tidak bisa memberi
penjelasan di sini, bukan menghindar, tapi betul-betul tidak tahu”, kata Susno
Duadji.

“Tapi kalau dua fenomena ini, merupakan orang yang tidak berhak menerima dana
sebesar itu, tapi diterima ini jelas modus tapi perlu diperdalam, perlu
pembuktian lagi”, tambah Susno Duadji.


Susno juga memberikan kesaksian bahwa ada surat dari Rafat Ali Rifi dan Hisyam
Al Waraq, mantan pemilik Bank century, yang isinya menyatakan keinginan kedua
pemilik itu untuk mengganti kerugian Bank Century dan uang negara yang digunakan
untuk menyelamatkan bank tersebut. .

Kemudian pada tanggal 3 Juni 2009, surat itu diserahkannya kepada Sri Mulyani
selaku Ketua KSSK..

Posisi dana LPS ke Bank Century pada tanggal 3 Juni 2009 sudah mencapai Rp 6.1
trilyun.

Anehnya, surat yang hakikat isinya akan membebaskan negara dari kehilangan uang
akibat melakukan blanket guarantee terhadap bank century itu oleh Sri Mulyani
justru sama sekali tidak direspon dan ditanggapi sebagaimana mestinya.

“Yang namanya kesaksian, itu bisa saja dikonfrontir. Tidak masalah, karena
saya memang menyerahkan dua kali kepada Bu Sri Mulyani soal surat itu. Bu Sri
Mulyani, pasti mengakui itu”, kata Susno Duaji menegaskan tentang kesaksiannya
itu.


Disamping itu, Susno juga membagi-bagikan draft bakal buku yang akan
diterbitkannya. Draft tulisannya itu diberinya judul ‘Bhayangkara Sejati,
Setia dan Loyal’.

Di dalam dokumen draftnya itu antara lain berisikan tentang skema aliran dana
Robert Tantular dan kawan-kawannya, dokumen data dana di dalam maupun di luar
negeri yang dibekukan, salinan surat Hisyam Al Faraq dan Rafat Ali tentang
kesediaan untuk mengembalikan dana Bank Century, serta dokumen-dokumen lainnya.

Bahkan ada menyinggung sedikit tentang kasus upaya kriminalisasi terhadap Bibit
dan Chadra. Juga tentang kasus Antasari Azhar.


Menariknya, ada juga yang menyebutkan bahwa Bareskrim tidak memprioritaskan
kasus Skandal Bailout Bank Century yang diduga melibatkan mantan Gubernur Bank
Indonesia Boediono.

Bahkan, kasus ini pernah dihentikan sementara waktu karena Boediono tengah
mengikuti pemilu presiden dan wakil presiden.

‘Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil
Presiden, kemudian menang, sehingga menunggu pelantikan Wakil Presiden, yang
tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan. Walaupun sebenarnya
untuk membuktikan adanya korupsi dalam penyertaan PMS dari LPS senilai Rp 6,762
triliun ke Bank Century tidak terlalu sulit’, begitu yang tertulis didalam
dokumennya itu.


Demikianlah hentakan hentakan yang terbaru dari Susno Duadji.


Umpan telah diberikan, lalu, akankah menjadi sebab awal dan wasilah bagi semakin
terkuaknya dan terbongkarnya ketidak beresan diseputar kasus Skandal Bailout
Bank Century, sebagaimana dulu pernah terjadi di kasus Skandal Kriminalisasi
terhadap petinggi KPK ?.

Atau, bola umpan itu akan tersia-siakan lagi, sehingga, Susno Duadji pun akan
kembali terpaksa tiarap lagi ?.


Wallahualambishshawab.

*
Artikel lainnya :
	 * ‘Susno Duadji, The Dangerous Man‘ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘Susno Duadji sedang Main kartu Truf ?‘ dapat dibaca dengan mengklik di
sini
	 * ‘Dwifungsi Polri‘ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘Rekayasa Data Century ?‘ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘Siapa saja Penerima dana Century ?‘ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘Marsilam ‘Robert’ Simanjuntak ‘ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘Sri Mulyani, Wapres 2014-2019‘ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘Andai Wapres Diganti’ dapat dibaca dengan mengklik di sini
	 * ‘SBY Penanggungjawab Skandal Century’ dapat dibaca dengan mengklik di
sini

*
Bola Umpan dari Susno Duaji
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/27/bola-umpan-dari-susno-duaji/
*

Ada yang masih ingat dengan pesawat udara tipe N-250, lansirannya IPTN ?.

Konon, pesawat bermesin turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 28.00 M dan
panjang badan 26.30 M serta tinggi 8.37 M ini mempunyai kapasitas 50-68
penumpang. Kecepatan jelajah maksimalnya 610 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah
normalnya sejauh 1.480 km, dan jika ditambahi tangki cadangan dapat mencapai
sekitar 2.040 Km.


Mungkin juga ada diantara rakyat Indonesia yang masih ingat, bagaimana saat
penerbangan perdana prototipenya yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan
di tahun 1994 yang lalu.

  “Saya bilang, bahwa sembilan puluh persen penciptaan pesawat ini didasarkan
atas Al-Quran”, kata Bj Habibie saat mempromosikan hasil karya dan kerja
anak-anak bangsa Indonesia itu.


Dr. Ing. Haji Bacharuddin Jusuf Habibie ini di dunia industri pesawat terbang,
terkenal dengan sebutan Mister Crack, lantaran penemuan rumusnya tentang
kelelahan dan retakan serta rekahan sampai ke atom-atomnya di titik-titik rawan
kelelahan.

Rumusan yang biasa disebut dengan nama Faktor dan Metode Habibie. Suatu rumus
yang membuat dunia industri pesawat terbang menjadi efisien di biaya
pembuatannya. Serta dapat diciptakan pesawat dengan bobot yang jauh berkurang,
sementara kinerja pesawat bisa ditingkatkan lantaran daya angkut pesawat
meningkat dan daya jelajahnya makin jauh.

Sebelum adanya rumus Habibie ini, para perancang pesawat terbang biasanya
meninggikan faktor keselamatannya (SF) dengan meningkatkan kekuatan bahan
konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya, untuk  mengantispasi
kemungkinan muncul keretakan konstruksi.

Sehingga bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar (operating empty
weight) dapat disusutkan hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan setelah
Habibie menyusupkan material komposit ke rangka tubuh pesawat, angka penurunan
bisa mencapai 25% dari bobot sebelumnya.


Kembali ke soal N-250, bersamaan dengan penerbangan perdana prototipenya itu,
juga ditetapkan adanya Hari Kebangkitan Teknologi. Seraya dicanangkan dimulainya
proyek pesawat tipe N-2130, pesawat jet berpenumpang 100 orang.

Saat itu, muncul harapan yang membuncah bahwa Indonesia akan mulai dapat sedikit
demi sedikit memenuhi sendiri dari sebagian kebutuhannya akan pesawat udara
sebagai jembatan udara dari wilayahnya yang terdiri atas ribuan pulau.

Pesawat karya anak bangsa itu diharapakan akan dapat mengisi kebutuhan akan
pesawat penumpang dengan rute-rute domestik yang relatif pendek. Maupun
kebutuhan angkutan militer bagi TNI AU, termasuk juga pesawat patroli maritim
bagi TNI AL.


Harapan yang tidak berlebihan, mengingat di dasawarsa sebelumnya, IPTN
berkoalisi dengan Casa Spanyol sudah sukses merancang dan memproduksi pesawat
CN-235 bermesin turboprop.
Produksi pertama CN-235 sudah dimulai semenjak Desember 1986. Sebelumnya, IPTN
bekerjasama dengan Casa juga telah cukup lama merancang dan memproduksi CN-212.

Konon, CN-235 bermesin turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 25.81 M dan
panjang badan 21.40 M serta tinggi 8.18 M ini mempunyai kapasitas 30-45
penumpang. Kecepatan jelajah maksimalnya 509 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah
normalnya sejauh 796 Km.

Pesawat CN-235 lansiran IPTN ini telah berkali-kali mengikuti berbagai pameran
di event tingkat internasional. Termasuk di ikut tampil di Singapore Air Show
tahun 2008, walau lokasi stand nyempil di pojok saja.


Konon menurut kabar, ada beberapa gelintir negara diluar Indonesia dan Spanyol
yang mempergunakan CN-235 ini.

Diantaranya adalah Tentara Udara Diraja Malaysia, Angkatan Udara Kerajaan
Thailand, Tentara Udara Diraja Brunei Darussalam, Angkatan Udara dan Angkatan
Laut Turki, Angkatan Udara Pakistan, Angkatan UdaraAfrika Selatan, Penjaga
Pantai Amerika Serikat.


Sesungguhnya di lingkungan TNI AL, pesawat CN-235 varian MPA yang dilengkapi
dengan seach radar, tactical navigation, day light TV, data handling/ recording,
video dan data link, digital communication system, anti jamming VHF/ UHF, serta
sarana lain pendukung pelaksanaan tugas patroli maritim, dapat diproyeksikan
sebagai pengganti peran pesawat Nomad P-837 yang buatan Australia.

Sampai dengan saat ini, TNI AL mempunyai sebanyak 42 buah pesawat jenis Nomad
P-837, termasuk yang untuk keperluan intai maritim.


Kini, IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) sudah beralih nama menjadi PTDI
(PT. DirgantaraIndonesia) atau Indonesia Aerospace

Pesawat yang diberi nama Gatotkaca ini, menjadi mangkrak akibat kekurangan dana
pengembangan.


Perjalanan PTDI sendiri juga kembang kempis, layaknya hidup segan tak mati pun
tak mau. Dari IPTN yang semula mempunyai sekitar 1.300 sarjana lulusan luar
negeri (dari program beasiswa) kini hanya tinggal 80-an yang masih bertahan
hingga kini.


Sungguh ironis, negara dinyatakan tak mampu menyediakan anggaran untuk
mengembangkan program swadaya di bidang teknologi dirgantara.

Namun kebalikannya, ternyata negara selalu mampu menomboki dan memblanket
guarantee bank-bank yang merugi dan terancam kolaps, seperti yangn terjadi di
kasus BLBI dan kasus Century.

Sementara itu, ekor dan buntut dari kebijakan penombokan dan blanket guarantee
itu setiap tahunnya terus menerus membebani keuangan negara, yang entah sampai
kapan lunasnya.


Ini, sesungguhnya soal ketidak-mampuan ?. Atau, soal ketidak-mauan dan
keberpihakan serta kecenderungan hati saja ?.


Walalahualambishshwab.

*
Referensi bacaan terkait :
	 * ‘Opo Ora Hebat ?’, klik di sini .
	 * ‘Surat dari Kanada’, klik di sini .
	 * ‘Suramadu ide BJ Habibie’, klik di sini .
	 * ‘Habibie dan Land Reform’, klik di sini .
	 * ‘Prof BJ Habibie dan Century’, klik di sini .
	 * ‘Balada Habibie-Amien-JK-Hatta’, klik di sini .
	 * ‘Habibie dan SBY Presiden Legendaris ?’, klik di sini .
	 * ‘Sri Mulyani algojo bagi Golkar ?’, klik di sini .
	 * ‘Bali berlanjut ke Century’, klik di sini .
	 * ‘Sri Mulyani Wapres 2014-2019’, klik di sini .
	 * ‘Menggagas Safrie & Sri Mulyani’, klik di sini .
*
Gatotkaca Indonesia, Hopo kurang Hebat ?
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/08/gatotkaca-indonesia-hopo-kurang-hebat/
*


Detterent effect, terjemahan istilah ini secara bebasnya dapat disebut sebagai
efek pencegah karena menimbulkan rasa gentar.

Efektifitas sistem pertahanan Negara banyak dipengaruhi oleh detterent effect
sebagai salah satu keunggulan yang dapat ditunjukkan oleh alutisista
berteknologi modern dengan jumlah yang memadai.

Saat ini, kapal selam TNI AL sudah relatif tua umurnya. Jika dapat dianggarkan
uang sekitar Rp. 6,7 Trilyun untuk angkatan perang, maka angkatan perang negara
kita sudah dapat mempunyai 2 buah kapal selam canggih kelas Kilo yang punya
detterent effect.

Begitulah salah satu contoh penggunaan istilah detterent effect didalam dunia
militer.

Saat pengadilan memvonis koruptor yang telah mengkorupsi uang Negara sebanyak
Rp. 6,7 Trilyun, dengan pidana penjara selama 20 tahun, maka itu akan
menimbulkan detterent effect bagi pejabat yang lainnya.

Demikian salah satu contoh istilah detterent effect jika digunakan didalam dunia
ilmu hukum.

Lainnya lagi, mungkin istilah ini juga dapat dipakai dalam kaitannya dengan UU
ITE, dimana pengkasusan atas Prita itu mempunyai detterent effect, sehingga
masyarakat menjadi jeri untuk berbuat macam-macamseperti yang dilakukan oleh
Prita.

Masih berkait dengan soal detterent effect ini, melihat gambar kartun tersebut
diatas, apakah Sukribo dan kawan-kawan juga telah terkena detterent effect,
sehingga mereka membiarkan saja maling beraksi ?.

Wallahualambishshawab.


*
Catatan kaki :
Gambar kartun diatas difoto dari lembaran koran Kompas, edisi hari Minggu,
tanggal 17 Januari 2010, halaman 33, di rubrik TTS & Kartun.
Artikel lain yang berjudul “Dwi Fungsi Polri” dapat dibaca dengan mengklik
di sini.

*
Biarkan Maling Bersaksi, upsss…salah…’Biarkan Maling Beraksi !’…
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/18/biarkan-maling-bersaksi-upsss…salah\
biarkan-maling-beraksi-…/
*




[Non-text portions of this message have been removed]

#14121 From: Harlizon MBAu <harlizon@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 6:32 pm
Subject: Re: deklarasi asosiasi ekonomi-politik indonesia
harlizon
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Melihat banyaknya para ahli kitab (ahli text book) sebagai penggagas,
barangkali lebih tepat jika namanya:
ASOSIASI AHLI KITAB EKONOMI POLITIK INDONESIA (AAKEPI)
Kecuali jika dalam visi/misinya sudah berketapan hati untuk turun gunung
(dari menara gading) jadi pelaksana (aktor) beneran di lapangan...
Jika memang demikian, namanya bisa:
ASOSIASI AHLI & AKTOR EKONOMI POLITIK INDONESIA (AAAEPI)
Namun, kok arahnya masih belum kelihatan ya?
Aktor dan Ahli Kitab Ekonomi NeoKolonial bisa membuat Asosiasi dengan nama
serupa juga...

Jika maksudnya untuk mendorong atau mendukung terlaksananya sistem ekonomi
yang mensejahterakan seluruh rakyatnya,
barangkali namanya bisa...
ASOSIASI AHLI DAN AKTOR EKONOMI & POLITIK untuk KESEJAHTERAAN SELURUH
RAKYAT..., atau
ASOSIASI APLIKATOR EKONOMI & POLITIK untuk KESEJAHTERAAN SELURUH RAKYAT...

Anyway,

Setidaknya kita bisa berharap bahwa para "ahli" ekonomi tersebut
pertama-tama bisa kembali merenungkan dan menyepakati:
"Apa sebenarnya TUJUAN EKONOMI..."
Lalu dapat mencari tahu dengan logika yang lurus, "bagaimana caranya
mencapai TUJUAN EKONOMI" tersebut..."
Tentunya bukan sekedar dengan membolak-balik angka-angka rupiah saja...
karena angka-angka rupiah itu sebenarnya cuma hasil dari KERJA RIL
pelaku-pelaku EKONOMI RIL dan EKONOMI FIKTIF...
Masalah sebenarnya ada pada pemain EKONOMI RIL dan EKONOMI FIKTIF tersebut,
serta ATURAN MAIN yang menyertainya...

Jika itupun sulit tercapai...
Setidaknya, kita bisa berharap Asosiasi ini akan mengeluarkan hasil kajian
tentang:
"Hubungan antara EKONOMI dan POLITIK serta DAMPAKnya bagi KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT BANYAK kini dan nanti"

Para AHLI seharusnya dapat menyajikan masalah yang terlihat rumit dengan
cara dan bahasa yang sederhana,
sehingga dapat dimengerti orang lain dengan mudah...
Karena itulah mereka disebut AHLI...
Para LIAR yang biasanya membuat masalah sederhana menjadi rumit...

Karena saya tidak bisa hadir, saya berharap ada diantara saudara-saudara
disini yang berkenan menyampaikan komentar ini ketika acara berlangsung.
Sila katakan, ini inputan dari pelajar EKONOMI ALAM.
Jika nanti ada yang perlu dibantu, sila mengemail atau meng-sms saya...
(mudah-mudahan beberapa dari aktifisnya masih ingat saya).

Terima kasih...!

Salam Z

A real EXPERT makes SIMPLER complicated things...
While others make a simple thing MORE COMPLICATED...

2010/2/6 <igandul@...>

>  Mungkin maksudnya Asosiasi Pengkaji, Ahli atau Peneliti, atau lainnya
> yang mencerminkan perkumpulan manusia. Salam, syahganda
> Sent from my BlackBerry smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: andre andreas <mataharikusatu@... <mataharikusatu%40yahoo.com>>
>
> Date: Sat, 6 Feb 2010 01:38:07
> To: <ekonomi-nasional@yahoogroups.com <ekonomi-nasional%40yahoogroups.com>>;
> <lingkungan@yahoogroups.com <lingkungan%40yahoogroups.com>>; <
> fkkm@yahoogroups.com <fkkm%40yahoogroups.com>>
> Subject: [ekonomi-nasional] deklarasi asosiasi ekonomi-politik indonesia
>
> Nomor            : 03/KPAEPI/II/2010
> Lamp              : -
> Hal                  : Undangan peserta
>
> Kepada Yth,
> Bapak/Ibu/Saudara
> Di Tempat
>
> Dengan hormat,
> KOMITE PEMBENTUKAN ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA (AEPI) mengharap
> dengan hormat kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri acara DEKLARASI
> ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA yang akan diselenggarakan pada:
>
> Hari/Tanggal : Selasa, 09 Februari 2010
> Waktu             : Pukul 12.00 WIB  16.00 (dimulai dengan makan siang)
> Tempat           : Gedung Auditorium Perpustakaan Nasional
>                           Jl. Salemba Raya No. 28A Jakarta Pusat
>
> Atas kesediannya, kami ucapkan terima kasih.
> Jakarta, 1 Februari 2010
>
>
>
>
>
>
> Drs. Revrisond Baswir, MBA                                 Syamsul Hadi,
> PhD
> Ketua Steering Committee                                        Ketua
> Organizing Committee
>
> Konfirmasi kehadiran:
> Telp. (021) 7991890, 0812 967 1744 (Dani)
> Email: danisetia@... <danisetia%40gmail.com>
>
> SUSUNAN ACARA
> DEKLARASI ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA (AEPI)
>
>
>
>
> 12.00  13.00  : Makan Siang
>
> 13.00  13.10  : Pembukaan
>   Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
>
> 13.10  13.20  : Sambutan Selamat Datang
>                           Revrisond Baswir, Ketua Steering Committee
>
> 13.20  14.20  : Sambutan wakil-wakil deklarator
>                         1. Syamsul Hadi, PhD (Universitas Indonesia)
>                         2. Hendri Saparini, PhD (ECONIT)
>                         3. Prof. Dr. Muhammad Yunus (Universitas
> Hasanuddin)
>                         4. Drs. Deliarnov, MSc (Universitas Riau)
>                         5. Drs. M. Ridwan Rangkuty, MA (Universitas
> Sumatera Utara)
>                         6. Henry Saragih (Serikat Petani Indonesia)
>                         7. Dr. Ignatius Wibowo (Universitas Indonesia)
>                         8. Ichsanuddin Noorsy (Pustek UGM)
>                         9. Dr. Fahmy Radhi, MBA (Universitas Gajah Mada)
>
> 14.20  14.30  : Pembacaan Deklarasi Pembentukan Asosiasi Ekonomi Politik
>  Indonesia (AEPI)
>
>  14.30  15.30 : Penanggap
>                         1. Kwik Kian Gie
>                         2. Prof. Dr. Sri Edi Swasono
>                         3. Prof. Dr. Mochtar Masoed
>                         4. Prof. Dr. Muhamad Mustafa
>                         5. Prof. Dr. Sediono MP Tjondronegoro
>                         5. Dr. Siti Fadilah Supari
>
> 15.30  15.45  : Musik
>
> 15.45  16.00  : Pembacaan Doa
>
> 16.00               : Penutup
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

#14120 From: Harlizon MBAu <harlizon@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 9:27 am
Subject: 'Climategate' Professor Phil Jones mau bunuh diri...
harlizon
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Skandal dusta-dusta informasi ternyata tidak hanya monopoli para politisi &
pemimpin korup...
  Dari dulu sepertinya juga sudah menjangkiti banyak ahli-ahli kitab
(ahli-buku) yang korup...Pantesan banyak peringatan Quran tentang tipu-tipu
itu...

http://www.telegraph.co.uk/earth/environment/climatechange/7180154/Climategate-P\
rofessor-Phil-Jones-considered-suicide-over-email-scandal.html
'Climategate'
Professor Phil Jones 'considered suicide over email scandal' Professor Phil
Jones, the scientist at the centre of the "Climategate" leaked email
scandal, has told how he considered suicide over the affair.

By Aislinn Laing
Published: 8:45AM GMT 07 Feb 2010

[image: Phil Jones]

Phil Jones, the the academic at the centre of the climate change data row

Prof Jones, the head of the Climatic Research Unit (CRU) at the University
of East Anglia, said his "David Kelly moment"  a reference to the
Government scientist who killed himself over WMD claims in the lead up to
the Iraq war  came as death threats poured in from around the world.

Since the scandal broke on the eve of the Copenhagen Climate Change Summit
in December, he has lost a stone in weight and is on beta-blockers and
sleeping pills.
Related Articles          'Climategate' university hid
data<http://www.telegraph.co.uk/earth/environment/climatechange/7088055/Universi\
ty-scientists-in-climategate-row-hid-data.html>
          Climategate university asked to explain email leaks to
MPs<http://www.telegraph.co.uk/earth/environment/climatechange/6758136/Climatega\
te-university-asked-to-explain-email-leaks-to-MPs.html>
         Met Office to publish global warming
data<http://www.telegraph.co.uk/earth/environment/globalwarming/6734770/Met-Offi\
ce-to-publish-global-warming-data.html>
         'Climategate' professor awarded 13 million research
grants<http://www.telegraph.co.uk/earth/copenhagen-climate-change-confe/6735846/\
Climategate-professor-Phil-Jones-awarded-13-million-in-research-grants.html>
         New errors in IPCC climate change
report<http://www.telegraph.co.uk/earth/environment/climatechange/7177230/New-er\
rors-in-IPCC-climate-change-report.html>

However, the 57-year-old told *The Sunday Times *that suicide is now out of
his mind.

There were death threats, he said. People said I should go and kill
myself. They said they knew where I lived. I did think about it, yes. About
suicide. I thought about it several times, but I think Ive got past that
stage now.

He said that his five-year-old granddaughter was instrumental in helping him
through.

I wanted to see her grow up," he said.

Prof Jones has stood aside as head of the CRU while a Norfolk police inquiry
investigates thousands of emails and other documents stolen from the
university's computer server and published on the internet.

Climate change sceptics point to an email written by one scientist in
November 1999 as evidence of manipulation of the figures to mask falling
global temperatures.

"I've just completed Mike's Nature [the science journal] trick of adding in
the real temps to each series for the last 20 years (ie, from 1981 onwards)
and from 1961 for Keith's to hide the decline," the email said.

In another email, the death of a leading climate change sceptic is described
as "cheering news".

They have also been used by climate change sceptics to allege that attempts
were made to manipulate data to "prove" the existence of man-made climate
change.

Prof Jones said he was knocked sideways by the worldwide outrage that
followed the leaking of the emails.

I am just a scientist. I have no training in PR or dealing with crises," he
said.

Although he has received some high-profile support for his work, he is still
receiving death threats, with two more arriving last week after the deputy
information commissioner delivered his verdict.

He ruled that UEA was in breach of the Freedom of Information Act by
refusing to disclose information, but added that it was unable to prosecute
the people involved because the complaint was made too late.

Prof Jones now accepts that he did not treat the FOI requests as seriously
as he should have done.

I regret that I did not deal with them in the right way, he told *The
Sunday Times*. In a way, I misjudged the situation.

But he remains convinced that the unit was maliciously targeted by a deluge
of requests  many from abroad and for information which he claims was often
already online  specifically designed to disrupt its work.

He said that last year, in July alone, it received 60 FOI requests and, with
a staff of just 13 to deal with them, could not deal with them fast enough.

I think they just wanted to waste our time, they wanted to slow us down,"
he said.

He admitted that emails he sent which appeared to suggest to colleagues that
they delete data so it could not be made public were ill-advised but said
they were written out of pure "frustration" at the flood of requests.

I thought the requests were just distractions. It was taking us away from
our day jobs. It was written in anger, he said.

I am obviously going to be much more careful about my emails in future. I
will write every email as if it is for publication. But I stand 100 per cent
behind the science. I did not manipulate or fabricate any data, and I look
forward to proving that to the Sir Muir Russell inquiry [the UEAs
independent review into allegations against the unit].

He intends to continue with his career but said he intends to remain out of
the spotlight in future. I wish people would read my scientific papers
rather than my emails," he said.

* It has also emerged that the research institute run by the head of the
UN's Intergovernmental Panel on Climate Change, Dr Rajendra Pachauri, has
given a series of awards to companies that have provided it with financial
support.

The Energy and Resources Institute (Teri) has given awards for environmental
excellence, corporate social responsibility and handling of Aids to Honda,
Oil and Natural Gas Corporation, and PepsiCo India, all of which are either
major sponsors or have provided funding for environmental projects.

Dr Pachauri has previously denied any conflict of interest between his work
for Teri and his role as IPCC chairman, but the funding links will raise
further questions at a time when the UN organisation is already under
pressure over alleged errrors in its reports.

Al Baqarah 2:9-12

*Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman*, pada hal *mereka
hanya menipu dirinya sendiri* sedang *mereka tidak sadar.*

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu *ditambah Allah penyakitnya*; dan *bagi
mereka siksa yang pedih*, *disebabkan mereka berdusta*.

Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka
bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan
perbaikan."

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar.



Al Ankabuut 29:3-4

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya *Dia
mengetahui orang-orang yang dusta*.

atau kah *orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka
akan luput dari (azab) Kami?* Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.



Qaaf 50:5

Sebenarnya, *mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang
* kepada mereka, maka *mereka berada dalam keadaan kacau balau*.



Al Haaqqah 69:49

Dan *sesungguhnya kami benar-benar mengetahui* bahwa di antara kamu *ada
orang yang mendustakan*.



Al Qamar 54:26

*Kelak mereka akan mengetahui* siapakah yang sebenarnya amat *pendusta* lagi
*sombong*.



Al Qalam 68:5-6

Maka *kelak kamu akan melihat* dan *mereka pun akan melihat*,

siapa di antara kamu yang *gila*.



Ash Shaaffaat 37:175

Dan *lihatlah mereka*, maka *kelak mereka akan melihat* (azab itu).



Ash Shaaffaat 37:179

Dan *lihatlah*, maka *kelak mereka juga akan melihat*.



Ali Imran 3:54

*Orang-orang kafir itu membuat tipu daya*, dan *Allah membalas tipu daya
mereka itu*. Dan *Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.*


[Non-text portions of this message have been removed]

#14119 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 8:33 am
Subject: Re: Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Inilah "Prestasi" para Ekonom Neolib yang diantaranya diberi penghargaan sebagai
"Menkeu Terbaik".

Buat para pemilik uang mungkin sangat bermanfaat karena di Indonesia dengan
menaruh uang di SBI, mereka bisa dapat bunga cukup tinggi: 7%. Sementara
Obligasi lebih tinggi lagi.

Kekayaan alam dan perekonominan diserahkan pada investor asing. Hasilnya
mayoritas rakyat Indonesia miskin meski alamnya kaya dan memberi kekayaan luar
biasa bagi perusahaan asing yang mengeruknya.

Cuma bagi rakyat banyak, yang ada adalah berbagai kenaikan harga yang tidak
diikuti dengan kenaikan penghasilan.. Yang ada adalah kemiskinan. Sampai kapan
hal ini berlanjut?

  ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


>
>Dari: Harlizon MBAu <harlizon@...>
>Kepada: ekonomi-nasional@yahoogroups.com; indonesia@...
>Terkirim: Sen, 8 Februari, 2010 15:12:21
>Judul: [ekonomi-nasional] Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak
>
> >
>
>
>
>
>  >
>>
>
>http://www.tribun- timur.com/ read/artikel/ 76452
>
>>*Sekarang, Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak*
>
>>Laporan: Kompas.com
>
>>abgorganik.files. wordpress. com
>
>>Minggu, 7 Februari 2010 | 23:45 WITA
>
>>PASURUHAN, TRIBUN -- Harga beras kualitas terendah yang melonjak hingga
>>mencapai Rp 6.500 per kg menjadikan pola makan sebagian warga di kawasan
>>Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, berubah dari beras ke jagung.
>
>>Suhariyono (45), warga Puspo yang ditemui di Pasar Pasrepan, Minggu,
>>menyebutkan, harga beras kualitas terendah telah mencapai Rp 6.500 per kg.
>
>>Dengan demikian, Suhariyono mengaku sudah sekitar dua bulan ini terpaksa
>>mengubah pola makannya dari beras ke jagung.
>
>>Suhariyono yang mengaku mempunyai enam anggota keluarga merasa berat jika
>>harus mengonsumsi beras yang harganya melonjak tajam. Ia terpaksa mengubah
>>pola makan dari beras ke jagung yang dicampur beras dengan jumlah lebih
>>sedikit.
>
>>Ia memberikan gambaran, untuk memberikan konsumsi keluarganya, biasanya
>>setiap harinya menghabiskan beras 2 kg. Namun, untuk konsumsi jagung setiap
>>harinya cukup menggunakan 20 tongkol jagung, dicampur beras sekitar 0,25 kg.
>
>>Disebutkan, harga beras kualitas terendah di Puspo mencapai Rp 6.500.
>>Sedangkan jagung Rp 9.000 per pocong, berisi 20 tongkol.
>
>>Jika anggota yang mengonsumsi berjumlah 6 jiwa, dibutuhkan sedikitnya 3 kg
>>beras. Sedangkan jika mengonsumsi jagung cukup sepocong (20 tongkol) jagung
>>yang jika telah menjadi berasan bobotnya sekitar 3 kg, plus beras 0,25 kg
>>per hari.
>
>>Jaenah (35), seorang penjual jagung kering di Pasar Pasrepan, menyebutkan,
>>sudah sekitar dua bulan belakangan ini pembeli jagung meningkat. Jaenah
>>menyebutkan, jagung jualannya sebanyak 200 pocong ludes hanya dua hari,
>>padahal sebelumnya baru habis sekitar sepekan.
>
>>Disebutkan, para pembeli jagung untuk konsumsi ini terbanyak warga dari
>>desa-desa di kawasan Gunung Bromo yang meliputi wilayah Pasrepan, Puspo, dan
>>Tosari.(*)
>
>>Tribun Timur, Selalu yang Pertama <http://www.tribun- timur.com/>
>
>>Ada peristiwa menarik?
>>SMS www.tribun-timur. com di 081.625.2233
>>email: tribuntimurcom@ yahoo.com
>
>>Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
>>Timur, Makassar <http://www.tribun- timur.com/> (edisi cetak) : 081.625.2266.
>>Telepon: 0411 (8115555)
>
>>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

#14118 From: Harlizon MBAu <harlizon@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 8:12 am
Subject: Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak
harlizon
Offline Offline
Send Email Send Email
 
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/76452


*Sekarang, Masyarakat yang Tak Bisa Makan Nasi Makin Banyak*

Laporan: Kompas.com

abgorganik.files.wordpress.com



Minggu, 7 Februari 2010 | 23:45 WITA

PASURUHAN, TRIBUN -- Harga beras kualitas terendah yang melonjak hingga
mencapai Rp 6.500 per kg menjadikan pola makan sebagian warga di kawasan
Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, berubah dari beras ke jagung.

Suhariyono (45), warga Puspo yang ditemui di Pasar Pasrepan, Minggu,
menyebutkan, harga beras kualitas terendah telah mencapai Rp 6.500 per kg.

Dengan demikian, Suhariyono mengaku sudah sekitar dua bulan ini terpaksa
mengubah pola makannya dari beras ke jagung.

Suhariyono yang mengaku mempunyai enam anggota keluarga merasa berat jika
harus mengonsumsi beras yang harganya melonjak tajam. Ia terpaksa mengubah
pola makan dari beras ke jagung yang dicampur beras dengan jumlah lebih
sedikit.

Ia memberikan gambaran, untuk memberikan konsumsi keluarganya, biasanya
setiap harinya menghabiskan beras 2 kg. Namun, untuk konsumsi jagung setiap
harinya cukup menggunakan 20 tongkol jagung, dicampur beras sekitar 0,25 kg.

Disebutkan, harga beras kualitas terendah di Puspo mencapai Rp 6.500.
Sedangkan jagung Rp 9.000 per pocong, berisi 20 tongkol.

Jika anggota yang mengonsumsi berjumlah 6 jiwa, dibutuhkan sedikitnya 3 kg
beras. Sedangkan jika mengonsumsi jagung cukup sepocong (20 tongkol) jagung
yang jika telah menjadi berasan bobotnya sekitar 3 kg, plus beras 0,25 kg
per hari.

Jaenah (35), seorang penjual jagung kering di Pasar Pasrepan, menyebutkan,
sudah sekitar dua bulan belakangan ini pembeli jagung meningkat. Jaenah
menyebutkan, jagung jualannya sebanyak 200 pocong ludes hanya dua hari,
padahal sebelumnya baru habis sekitar sepekan.

Disebutkan, para pembeli jagung untuk konsumsi ini terbanyak warga dari
desa-desa di kawasan Gunung Bromo yang meliputi wilayah Pasrepan, Puspo, dan
Tosari.(*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama <http://www.tribun-timur.com/>

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@...

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar <http://www.tribun-timur.com/> (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)


[Non-text portions of this message have been removed]

#14117 From: rifky pradana <rifkyprdn@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 2:20 am
Subject: Gatotkaca Indonesia, Hopo kurang Hebat ?
rifkyprdn
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Adayang masih ingat dengan pesawat udara tipe N-250,
lansirannya IPTN ?.

Konon, pesawat bermesin
turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 28.00 M dan panjang badan 26.30 M
serta tinggi 8.37 M ini mempunyai kapasitas 50-68 penumpang. Kecepatan jelajah
maksimalnya 610 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah normalnya sejauh 1.480 km, dan
jika ditambahi tangki cadangan dapat mencapai sekitar 2.040 Km.


Mungkin juga ada diantara
rakyat Indonesiayang masih ingat, bagaimana saat penerbangan perdana
prototipenya yang
bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di tahun 1994 yang lalu.

  “Saya
bilang, bahwa sembilan puluh persen penciptaan pesawat ini didasarkan atas
Al-Quran”,
kata Bj Habibie saat mempromosikan hasil karya dan kerja anak-anak bangsa
Indonesiaitu.


Dr. Ing. Haji Bacharuddin
Jusuf Habibieini di dunia industri
pesawat terbang, terkenal dengan sebutan Mister Crack, lantaran penemuan
rumusnya tentang kelelahan dan retakan serta rekahan sampai ke atom-atomnya di
titik-titik rawan kelelahan.

Rumusan yang biasa disebut
dengan nama Faktor dan Metode Habibie. Suatu rumus yang membuat dunia industri
pesawat terbang menjadi efisien di biaya pembuatannya. Serta dapat diciptakan
pesawat dengan bobot yang jauh berkurang, sementara
kinerja pesawat bisa ditingkatkan lantaran
daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh.

Sebelum adanya
rumus Habibie ini, para perancang pesawat terbang biasanya meninggikan faktor
keselamatannya (SF) dengan meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas
angka kebutuhan teoritisnya, untuk  mengantispasi
kemungkinan muncul keretakan konstruksi.

Sehingga bobot
pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar (operating empty weight) dapat
disusutkan hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan setelah Habibie menyusupkan
material komposit ke rangka tubuh pesawat, angka penurunan bisa mencapai 25%
dari
bobot sebelumnya.


Kembali ke
soal N-250, bersamaan dengan penerbangan
perdana prototipenya itu, juga ditetapkan adanya Hari
Kebangkitan Teknologi. Seraya dicanangkan dimulainya proyek pesawat tipe N-2130,
pesawat jet berpenumpang 100 orang.

Saat itu, muncul harapan
yang membuncah bahwa Indonesiaakan mulai dapat sedikit demi sedikit memenuhi
sendiri dari sebagian kebutuhannya
akan pesawat udara sebagai jembatan udara dari wilayahnya yang terdiri atas
ribuan pulau.

Pesawat karya anak bangsa
itu diharapakan akan dapat mengisi kebutuhan akan pesawat penumpang dengan
rute-rute domestik yang relatif pendek. Maupun kebutuhan angkutan militer bagi
TNI AU, termasuk juga pesawat patroli maritim bagi TNI AL.


Harapan yang tidak
berlebihan, mengingat di dasawarsa sebelumnya, IPTN berkoalisi dengan Casa
Spanyol sudah sukses merancang dan memproduksi pesawat CN-235 bermesin
turboprop.

Produksi pertama CN-235
sudah dimulai semenjak Desember 1986. Sebelumnya, IPTN
bekerjasama dengan Casa juga telah cukup lama merancang dan memproduksi CN-212.

Konon, CN-235 bermesin
turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 25.81 M dan panjang badan 21.40 M
serta tinggi 8.18 M ini mempunyai kapasitas 30-45 penumpang. Kecepatan jelajah
maksimalnya 509 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah normalnya sejauh 796 Km.

Pesawat CN-235 lansiran
IPTN ini telah berkali-kali mengikuti berbagai pameran di event tingkat
internasional.
Termasuk di ikut tampil di Singapore Air Show tahun 2008, walau lokasi stand
nyempil di pojok saja.


Konon menurut
kabar, ada beberapa gelintir negara diluar Indonesiadan Spanyol yang
mempergunakan CN-235 ini.

Diantaranya
adalah Tentara Udara Diraja Malaysia, Angkatan Udara Kerajaan Thailand, Tentara
Udara Diraja Brunei Darussalam, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Turki, Angkatan
Udara Pakistan, Angkatan Udara Afrika Selatan, Penjaga Pantai Amerika Serikat.


Sesungguhnya di
lingkungan TNI AL, pesawat CN-235 varian MPA yang dilengkapi dengan seach radar,
tactical navigation, day light TV,
data handling/ recording, video dan data link, digital communication system,
anti jamming VHF/ UHF, serta sarana lain pendukung
pelaksanaan tugas patroli maritim, dapat diproyeksikan sebagai pengganti peran
pesawat
Nomad P-837 yang buatan Australia.

Sampai dengan
saat ini, TNI AL mempunyai sebanyak 42 buah pesawat jenis Nomad P-837, termasuk
yang untuk keperluan intai maritim.


Kini, IPTN (Industri
Pesawat Terbang Nusantara) sudah beralih nama menjadi PTDI (PT. Dirgantara
Indonesia)
atau Indonesia Aerospace

Pesawat yang diberi nama
Gatotkaca ini, menjadi mangkrak akibat kekurangan dana pengembangan.


Perjalanan PTDI sendiri
juga kembang kempis, layaknya hidup segan tak mati pun tak mau. Dari IPTN yang
semula mempunyai sekitar 1.300 sarjana
lulusan luar negeri (dari program beasiswa) kini hanya tinggal 80-an yang masih
bertahan hingga kini.


Sungguh
ironis, negara dinyatakan tak mampu menyediakan anggaran untuk mengembangkan
program swadaya di bidang teknologi dirgantara.

Namun
kebalikannya, ternyata negara selalu mampu menomboki dan memblanket guarantee
bank-bank yang merugi dan terancam kolaps, seperti yangn terjadi di kasus BLBI
dan kasus Century.

Sementara itu,
ekor dan buntut dari kebijakan penombokan dan blanket guarantee itu setiap
tahunnya terus menerus membebani keuangan negara, yang entah sampai kapan
lunasnya.


Ini, sesungguhnya soal ketidak-mampuan ?. Atau,soal ketidak-mauan dan
keberpihakan serta kecenderungan
hati saja?.


Walalahualambishshwab.

*
Referensi
bacaan terkait :
	 * ‘Opo Ora Hebat ?’, klik di sini .
	 * ‘Surat dari Kanada’, klik di sini .
	 * ‘Suramadu ide BJ Habibie’, klik di sini .
	 * ‘Habibie dan Land Reform’, klik di sini .
	 * ‘Prof BJ Habibie dan Century’, klik di
sini .
	 * ‘Balada Habibie-Amien-JK-Hatta’, klik di
sini .
	 * ‘Habibie dan SBY Presiden Legendaris ?’,
klik di sini .
	 * ‘Sri Mulyani algojo bagi Golkar ?’, klik
di sini .
	 * ‘Bali berlanjut ke Century’, klik di sini
.
	 * ‘Sri Mulyani Wapres 2014-2019’, klik di
sini .
	 * ‘Menggagas Safrie & Sri Mulyani’,
klik di sini .
*

Gatotkaca Indonesia, Hopo kurang Hebat ?
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/08/gatotkaca-indonesia-hopo-kurang-hebat/
*




[Non-text portions of this message have been removed]

#14116 From: OK Taufik <ok.taufik@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 5:40 am
Subject: Re: [Sabili] Taktik gaya Kepiting ala Sri Mulyani.....
okatao2000
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Mudah2an kebenaran akan menang dari kemunafikan, Negara ini penuh dipimpin
oleh orang2 yg tak memiliki hati nurani dan tak beramanah... orang2 begini
tak ada gunanya untuk pembangunan bangsa dan manusia walaupun di bungkus
oleh panjangnya gelar yg dimiliki.

2010/2/8 rifky pradana <rifkyprdn@...>

>
>
> Jika bicara masalah IPTN, saya teringat bahwa, yang paling getol
> mengeritik kebijakan pak Habibi waktu itu adalah ibu Sri Mulyani
>
> Dan, jika kita
> menyimak siaran TV nasional mewancarai ibu Sri Mulyani yang dipandu oleh
> Rossi
> semalam terkuak bahwa ada kesan di th 2008, ibundanya Sri Mulyani dipanggil
> oleh yang Maha Kuasa, dan pada waktu itu katanya negara dalam krisis,
> sehingga
> ibu Sri Mulyani lebih mementingkan menyelesaikan masalah - masalah
> kenegaraan
> dari pada bersedih - sedih terus, tetapi apa yang terlihat sekarang ini,
> dimana
> Ibu Sri Mulyanai di
> hujat oleh sebagian besar rakyat atas kebijakan yang menyangkut bank
> century,
> rasanya tidak adil yaaa,
>
> Begitulah yang saya tangkap pesannya
> semalam
>
> Oleh karenanya saya berpikir, apakah masalah ini tidak mirip dengan
> masalahnya pak Habibi dan pak Harto yang telah membangun Industri kapal
> terbang demi kejayaan bangsa di masa depan, dihancurkan oleh IMF, dan yang
> paling menyedihkan ada bantuan dari oknum - oknum yang sering dianggap
> orang
> pintar di negeri ini, semoga rakyat menyadari hal ini.
>
> penulis selalu berdoa agar bangsa
> Indonesia jangan sampai memiliki mental kepitingnya orang - orang asia,
> karena
> menurut penelitian bangsa bemental kepiting itu adalah bangsa asia,
>
> sebagai
> contoh jika kepiting dimasukkan
> kedalam baskom, maka
> yang terjadi adalah setiap kepiting yang akan keluar dari baskom tsb, tidak
> akan sukses karena kepiting yang lain menariknya masuk kembali, jadi apa
> yang
> kita lihat saat ini dimana para petinggi negara ,orang - orang yang
> dianggap
> orang pintar di negeri ini, saling berargumentasi untuk saling menjatuhkan,
> mau
> sampai kemana bangsa dan negara Indonesia, jika hal ini tidak di cegah
> sedini
> mungkin ., dan
>
> bagi oknum - oknum yang
> dianggap orang pintar ini segeralah menyadari bahwa Allah tidak tidur, dan
> azabnya sangat pedih, bertaubatlah, jangan bohongi rakyat indonesia,
>
> apakah kepemimpinan yang baik dan
> efektif sudah sirna di negeri ini ?, apakah kita sebagai bangsa sedang
> menantikannya ?, ataukah kita sendiri sebagai masing - masing individu
> perlu
> mengikhtiarkan kedatangannya ?,
>
> semoga ada manfaatnya, salam
>
> *
> Sri Mulyani, IPTN, & Mental
> Kepiting Orang Asia
>
>
http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/08/sri-mulyani-iptn-mental-kepiting-orang-\
asia/
> *
>
>
> Menonton layar televisi, dimana Wimar Witoelar bersanding kembali di sisi
> Sri Mulyani, seakan kembali membangkitkan nostalgia yang telah berlalu
> sepuluh tahunan yang telah silam.
>
> Saat itu, kasus Bank Bali lagi panas-panasnya diperdebatkan di tayangan
> layar televisi, hampir setiap hari.
>
> Dua pendekar, Sri Mulyani dan Wimar Witoelar, yang seringkali ditemani
> oleh Prajoto, pun tak luput, hampir setiap hari rajin menghiasi layar
> televisi. Mereka dengan vulgar dan lugas tanpa tedeng aling-aling, mengupas
> tuntas segala teori dan prasangka serta kemungkinan yang terkait dengan
> kasus Bank Bali ini.
>
> Pendekar-pendekar itu sangat lantang menyuarakan aspirasi rakyat agar
> pemerintah membongkar tuntas kasus Bank Bali, yang saat itu diprasangkai
> oleh berbagai pihak, telah dimanfaatkan oleh rezim Presiden BJ Habibie untuk
> memenuhi kebutuhan dana kampanye politik dirinya.
>
> Tak luput pula Golkar turut dihujat, karena juga ikut diprasangkai oleh
> beberapa pihak, telah keclepretan rezeki uang dari kasus Bank Bali.
>
> Hasilnya, kita ketahui, reputasi Presiden BJ Habibie tercoreng moreng
> karena kasus Bank Bali ini.
>
> Tak luput pula, Golkar beserta ketua umumnya, Akbar Tanjung, yang juga
> mantan ketua umum HMI, telah berhasil sukses diseret sebagai pesakitan ke
> depan pengadilan.
>
> Sepuluh tahunan kemudian, pasca kasus Bank Bali. pendekar-pendekar itu,
> Wimar Witoelar dan Sri Mulyani serta Prajoto, bersanding kembali, dalam
> posisi yang berbeda.
>
> Adakah kasus Bank Century ini, pada hakikatnya hanyalah perulangan kembali
> kasus Bank Bali, dengan pelakon sejarah yang berkebalikannya ?.
>
> Wallahulambishshawab.
>
> *
> Bali berlanjut ke Century
> http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/20/bali-berlanjut-ke-century/
> *
>
>
> Ada yang masih ingat dengan pesawat udara tipe N-250, lansirannya IPTN ?.
>
> Konon, pesawat bermesin turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 28.00 M
> dan panjang badan 26.30 M serta tinggi 8.37 M ini mempunyai kapasitas 50-68
> penumpang. Kecepatan jelajah maksimalnya 610 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah
> normalnya sejauh 1.480 km, dan jika ditambahi tangki cadangan dapat mencapai
> sekitar 2.040 Km.
>
>
> Mungkin juga ada diantara rakyat Indonesia yang masih ingat, bagaimana saat
> penerbangan perdana prototipenya yang bertepatan dengan peringatan Hari
> Pahlawan di tahun 1994 yang lalu.
>
> Saya bilang, bahwa sembilan puluh persen penciptaan pesawat ini didasarkan
> atas Al-Quran, kata Bj Habibie saat mempromosikan hasil karya dan kerja
> anak-anak bangsa Indonesia itu.
>
>
> Dr. Ing. Haji Bacharuddin Jusuf Habibie ini di dunia industri pesawat
> terbang, terkenal dengan sebutan Mister Crack, lantaran penemuan rumusnya
> tentang kelelahan dan retakan serta rekahan sampai ke atom-atomnya di
> titik-titik rawan kelelahan.
>
> Rumusan yang biasa disebut dengan nama Faktor dan Metode Habibie. Suatu
> rumus yang membuat dunia industri pesawat terbang menjadi efisien di biaya
> pembuatannya. Serta dapat diciptakan pesawat dengan bobot yang jauh
> berkurang, sementara kinerja pesawat bisa ditingkatkan lantaran daya angkut
> pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh.
>
> Sebelum adanya rumus Habibie ini, para perancang pesawat terbang biasanya
> meninggikan faktor keselamatannya (SF) dengan meningkatkan kekuatan bahan
> konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya, untuk mengantispasi
> kemungkinan muncul keretakan konstruksi.
>
> Sehingga bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar (operating
> empty weight) dapat disusutkan hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan
> setelah Habibie menyusupkan material komposit ke rangka tubuh pesawat, angka
> penurunan bisa mencapai 25% dari bobot sebelumnya.
>
>
> Kembali ke soal N-250, bersamaan dengan penerbangan perdana prototipenya
> itu, juga ditetapkan adanya Hari Kebangkitan Teknologi. Seraya dicanangkan
> dimulainya proyek pesawat tipe N-2130, pesawat jet berpenumpang 100 orang.
>
> Saat itu, muncul harapan yang membuncah bahwa Indonesia akan mulai dapat
> sedikit demi sedikit memenuhi sendiri dari sebagian kebutuhannya akan
> pesawat udara sebagai jembatan udara dari wilayahnya yang terdiri atas
> ribuan pulau.
>
> Pesawat karya anak bangsa itu diharapakan akan dapat mengisi kebutuhan akan
> pesawat penumpang dengan rute-rute domestik yang relatif pendek. Maupun
> kebutuhan angkutan militer bagi TNI AU, termasuk juga pesawat patroli
> maritim bagi TNI AL.
>
>
> Harapan yang tidak berlebihan, mengingat di dasawarsa sebelumnya, IPTN
> berkoalisi dengan Casa Spanyol sudah sukses merancang dan memproduksi
> pesawat CN-235 bermesin turboprop.
> Produksi pertama CN-235 sudah dimulai semenjak Desember 1986. Sebelumnya,
> IPTN bekerjasama dengan Casa juga telah cukup lama merancang dan memproduksi
> CN-212.
>
> Konon, CN-235 bermesin turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 25.81 M
> dan panjang badan 21.40 M serta tinggi 8.18 M ini mempunyai kapasitas 30-45
> penumpang. Kecepatan jelajah maksimalnya 509 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah
> normalnya sejauh 796 Km.
>
> Pesawat CN-235 lansiran IPTN ini telah berkali-kali mengikuti berbagai
> pameran di event tingkat internasional. Termasuk di ikut tampil di Singapore
> Air Show tahun 2008, walau lokasi stand nyempil di pojok saja.
>
>
> Konon menurut kabar, ada beberapa gelintir negara diluar Indonesia dan
> Spanyol yang mempergunakan CN-235 ini.
>
> Diantaranya adalah Tentara Udara Diraja Malaysia, Angkatan Udara Kerajaan
> Thailand, Tentara Udara Diraja Brunei Darussalam, Angkatan Udara dan
> Angkatan Laut Turki, Angkatan Udara Pakistan, Angkatan UdaraAfrika Selatan,
> Penjaga Pantai Amerika Serikat.
>
>
> Sesungguhnya di lingkungan TNI AL, pesawat CN-235 varian MPA yang
> dilengkapi dengan seach radar, tactical navigation, day light TV, data
> handling/ recording, video dan data link, digital communication system, anti
> jamming VHF/ UHF, serta sarana lain pendukung pelaksanaan tugas patroli
> maritim, dapat diproyeksikan sebagai pengganti peran pesawat Nomad P-837
> yang buatan Australia.
>
> Sampai dengan saat ini, TNI AL mempunyai sebanyak 42 buah pesawat jenis
> Nomad P-837, termasuk yang untuk keperluan intai maritim.
>
>
> Kini, IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) sudah beralih nama menjadi
> PTDI (PT. DirgantaraIndonesia) atau Indonesia Aerospace
>
> Pesawat yang diberi nama Gatotkaca ini, menjadi mangkrak akibat kekurangan
> dana pengembangan.
>
>
> Perjalanan PTDI sendiri juga kembang kempis, layaknya hidup segan tak mati
> pun tak mau. Dari IPTN yang semula mempunyai sekitar 1.300 sarjana lulusan
> luar negeri (dari program beasiswa) kini hanya tinggal 80-an yang masih
> bertahan hingga kini.
>
>
> Sungguh ironis, negara dinyatakan tak mampu menyediakan anggaran untuk
> mengembangkan program swadaya di bidang teknologi dirgantara.
>
> Namun kebalikannya, ternyata negara selalu mampu menomboki dan memblanket
> guarantee bank-bank yang merugi dan terancam kolaps, seperti yangn terjadi
> di kasus BLBI dan kasus Century.
>
> Sementara itu, ekor dan buntut dari kebijakan penombokan dan blanket
> guarantee itu setiap tahunnya terus menerus membebani keuangan negara, yang
> entah sampai kapan lunasnya.
>
>
> Ini, sesungguhnya soal ketidak-mampuan ?. Atau, soal ketidak-mauan dan
> keberpihakan serta kecenderungan hati saja ?.
>
>
> Walalahualambishshwab.
>
> *
> Referensi bacaan terkait :
> * Opo Ora Hebat ?, klik di sini .
> * Surat dari Kanada, klik di sini .
> * Suramadu ide BJ Habibie, klik di sini .
> * Habibie dan Land Reform, klik di sini .
> * Prof BJ Habibie dan Century, klik di sini .
> * Balada Habibie-Amien-JK-Hatta, klik di sini .
> * Habibie dan SBY Presiden Legendaris ?, klik di sini .
> * Sri Mulyani algojo bagi Golkar ?, klik di sini .
> * Bali berlanjut ke Century, klik di sini .
> * Sri Mulyani Wapres 2014-2019, klik di sini .
> * Menggagas Safrie & Sri Mulyani, klik di sini .
> *
> Gatotkaca Indonesia, Hopo kurang Hebat ?
>
>
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/08/gatotkaca-indonesia-hopo-kurang-hebat/
> *
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

#14115 From: rifky pradana <rifkyprdn@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 5:29 am
Subject: Taktik gaya Kepiting ala Sri Mulyani.....
rifkyprdn
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Jika bicara masalah IPTN, saya teringat bahwa, yang paling getol
mengeritik kebijakan pak Habibi waktu itu adalah ibu Sri Mulyani

Dan, jika kita
menyimak siaran TV nasional mewancarai ibu Sri Mulyani yang dipandu oleh Rossi
semalam terkuak bahwa ada kesan di th 2008, ibundanya Sri Mulyani dipanggil
oleh yang Maha Kuasa, dan pada waktu itu katanya negara dalam krisis, sehingga
ibu Sri Mulyani lebih mementingkan menyelesaikan masalah - masalah kenegaraan
dari pada bersedih - sedih terus, tetapi apa yang terlihat sekarang ini, dimana
Ibu Sri Mulyanai  di
hujat oleh sebagian besar rakyat atas kebijakan yang menyangkut bank century,
rasanya tidak adil yaaa…,

Begitulah yang saya tangkap pesannya
semalam

Oleh karenanya saya berpikir, apakah masalah ini tidak mirip dengan masalahnya
pak Habibi dan pak Harto yang telah membangun Industri kapal
terbang demi kejayaan bangsa di masa depan, dihancurkan oleh IMF, dan yang
paling menyedihkan ada bantuan dari oknum - oknum yang sering dianggap orang
pintar di negeri ini, semoga rakyat menyadari hal ini.

penulis selalu berdoa agar bangsa
Indonesia jangan sampai memiliki mental kepitingnya orang - orang asia, karena
menurut penelitian bangsa bemental kepiting itu adalah bangsa asia…,

sebagai
contoh jika kepiting dimasukkan
kedalam baskom, maka
yang terjadi adalah setiap kepiting yang akan keluar dari baskom tsb, tidak
akan sukses karena kepiting yang lain menariknya masuk kembali, jadi apa yang
kita lihat saat ini dimana para petinggi negara ,orang - orang yang dianggap
orang pintar di negeri ini, saling berargumentasi untuk saling menjatuhkan, mau
sampai kemana bangsa dan negara Indonesia, jika hal ini tidak di cegah sedini
mungkin …., dan

bagi oknum - oknum yang
dianggap orang pintar ini segeralah menyadari bahwa Allah tidak tidur, dan
azabnya sangat pedih, bertaubatlah, jangan bohongi rakyat indonesia,

apakah kepemimpinan yang baik dan
efektif sudah sirna di negeri ini ?, apakah kita sebagai bangsa sedang
menantikannya ?, ataukah kita sendiri sebagai masing - masing individu perlu
mengikhtiarkan kedatangannya ?,

semoga ada manfaatnya, salam…

*
Sri Mulyani, IPTN, & Mental
Kepiting Orang Asia
http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/08/sri-mulyani-iptn-mental-kepiting-orang-\
asia/
*


Menonton layar televisi, dimana Wimar Witoelar bersanding kembali di sisi Sri
Mulyani, seakan kembali membangkitkan nostalgia yang telah berlalu sepuluh
tahunan yang telah silam.

Saat itu, kasus Bank Bali lagi panas-panasnya diperdebatkan di tayangan layar
televisi, hampir setiap hari.

Dua ‘pendekar’, Sri Mulyani dan Wimar Witoelar, yang seringkali ditemani
oleh Prajoto, pun tak luput, hampir setiap hari rajin menghiasi layar televisi.
Mereka dengan vulgar dan lugas tanpa tedeng aling-aling, mengupas tuntas segala
teori dan prasangka serta kemungkinan yang terkait dengan kasus Bank Bali ini.

Pendekar-pendekar itu sangat lantang menyuarakan aspirasi rakyat agar pemerintah
membongkar tuntas kasus Bank Bali, yang saat itu diprasangkai oleh berbagai
pihak, telah dimanfaatkan oleh rezim Presiden BJ Habibie untuk memenuhi
kebutuhan dana kampanye politik dirinya.

Tak luput pula Golkar turut dihujat, karena juga ikut diprasangkai oleh beberapa
pihak, telah keclepretan rezeki uang dari kasus Bank Bali.

Hasilnya, kita ketahui, reputasi Presiden BJ Habibie tercoreng moreng karena
kasus Bank Bali ini.

Tak luput pula, Golkar beserta ketua umumnya, Akbar Tanjung, yang juga mantan
ketua umum HMI, telah berhasil sukses diseret sebagai pesakitan ke depan
pengadilan.

Sepuluh tahunan kemudian, pasca kasus Bank Bali. pendekar-pendekar itu, Wimar
Witoelar dan Sri Mulyani serta Prajoto, bersanding kembali, dalam posisi yang
berbeda.

Adakah kasus Bank Century ini, pada hakikatnya hanyalah perulangan kembali kasus
Bank Bali, dengan pelakon sejarah yang berkebalikannya ?.

Wallahulambishshawab.

*
Bali berlanjut ke Century
http://polhukam.kompasiana.com/2009/12/20/bali-berlanjut-ke-century/
*


Ada yang masih ingat dengan pesawat udara tipe N-250, lansirannya IPTN ?.

Konon, pesawat bermesin turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 28.00 M dan
panjang badan 26.30 M serta tinggi 8.37 M ini mempunyai kapasitas 50-68
penumpang. Kecepatan jelajah maksimalnya 610 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah
normalnya sejauh 1.480 km, dan jika ditambahi tangki cadangan dapat mencapai
sekitar 2.040 Km.


Mungkin juga ada diantara rakyat Indonesia yang masih ingat, bagaimana saat
penerbangan perdana prototipenya yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan
di tahun 1994 yang lalu.

  “Saya bilang, bahwa sembilan puluh persen penciptaan pesawat ini didasarkan
atas Al-Quran”, kata Bj Habibie saat mempromosikan hasil karya dan kerja
anak-anak bangsa Indonesia itu.


Dr. Ing. Haji Bacharuddin Jusuf Habibie ini di dunia industri pesawat terbang,
terkenal dengan sebutan Mister Crack, lantaran penemuan rumusnya tentang
kelelahan dan retakan serta rekahan sampai ke atom-atomnya di titik-titik rawan
kelelahan.

Rumusan yang biasa disebut dengan nama Faktor dan Metode Habibie. Suatu rumus
yang membuat dunia industri pesawat terbang menjadi efisien di biaya
pembuatannya. Serta dapat diciptakan pesawat dengan bobot yang jauh berkurang,
sementara kinerja pesawat bisa ditingkatkan lantaran daya angkut pesawat
meningkat dan daya jelajahnya makin jauh.

Sebelum adanya rumus Habibie ini, para perancang pesawat terbang biasanya
meninggikan faktor keselamatannya (SF) dengan meningkatkan kekuatan bahan
konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya, untuk  mengantispasi
kemungkinan muncul keretakan konstruksi.

Sehingga bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar (operating empty
weight) dapat disusutkan hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan setelah
Habibie menyusupkan material komposit ke rangka tubuh pesawat, angka penurunan
bisa mencapai 25% dari bobot sebelumnya.


Kembali ke soal N-250, bersamaan dengan penerbangan perdana prototipenya itu,
juga ditetapkan adanya Hari Kebangkitan Teknologi. Seraya dicanangkan dimulainya
proyek pesawat tipe N-2130, pesawat jet berpenumpang 100 orang.

Saat itu, muncul harapan yang membuncah bahwa Indonesia akan mulai dapat sedikit
demi sedikit memenuhi sendiri dari sebagian kebutuhannya akan pesawat udara
sebagai jembatan udara dari wilayahnya yang terdiri atas ribuan pulau.

Pesawat karya anak bangsa itu diharapakan akan dapat mengisi kebutuhan akan
pesawat penumpang dengan rute-rute domestik yang relatif pendek. Maupun
kebutuhan angkutan militer bagi TNI AU, termasuk juga pesawat patroli maritim
bagi TNI AL.


Harapan yang tidak berlebihan, mengingat di dasawarsa sebelumnya, IPTN
berkoalisi dengan Casa Spanyol sudah sukses merancang dan memproduksi pesawat
CN-235 bermesin turboprop.
Produksi pertama CN-235 sudah dimulai semenjak Desember 1986. Sebelumnya, IPTN
bekerjasama dengan Casa juga telah cukup lama merancang dan memproduksi CN-212.

Konon, CN-235 bermesin turboprop ini mempunyai dimensi lebar sayap 25.81 M dan
panjang badan 21.40 M serta tinggi 8.18 M ini mempunyai kapasitas 30-45
penumpang. Kecepatan jelajah maksimalnya 509 Km/Jam. Jarak jangkauan jelajah
normalnya sejauh 796 Km.

Pesawat CN-235 lansiran IPTN ini telah berkali-kali mengikuti berbagai pameran
di event tingkat internasional. Termasuk di ikut tampil di Singapore Air Show
tahun 2008, walau lokasi stand nyempil di pojok saja.


Konon menurut kabar, ada beberapa gelintir negara diluar Indonesia dan Spanyol
yang mempergunakan CN-235 ini.

Diantaranya adalah Tentara Udara Diraja Malaysia, Angkatan Udara Kerajaan
Thailand, Tentara Udara Diraja Brunei Darussalam, Angkatan Udara dan Angkatan
Laut Turki, Angkatan Udara Pakistan, Angkatan UdaraAfrika Selatan, Penjaga
Pantai Amerika Serikat.


Sesungguhnya di lingkungan TNI AL, pesawat CN-235 varian MPA yang dilengkapi
dengan seach radar, tactical navigation, day light TV, data handling/ recording,
video dan data link, digital communication system, anti jamming VHF/ UHF, serta
sarana lain pendukung pelaksanaan tugas patroli maritim, dapat diproyeksikan
sebagai pengganti peran pesawat Nomad P-837 yang buatan Australia.

Sampai dengan saat ini, TNI AL mempunyai sebanyak 42 buah pesawat jenis Nomad
P-837, termasuk yang untuk keperluan intai maritim.


Kini, IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) sudah beralih nama menjadi PTDI
(PT. DirgantaraIndonesia) atau Indonesia Aerospace

Pesawat yang diberi nama Gatotkaca ini, menjadi mangkrak akibat kekurangan dana
pengembangan.


Perjalanan PTDI sendiri juga kembang kempis, layaknya hidup segan tak mati pun
tak mau. Dari IPTN yang semula mempunyai sekitar 1.300 sarjana lulusan luar
negeri (dari program beasiswa) kini hanya tinggal 80-an yang masih bertahan
hingga kini.


Sungguh ironis, negara dinyatakan tak mampu menyediakan anggaran untuk
mengembangkan program swadaya di bidang teknologi dirgantara.

Namun kebalikannya, ternyata negara selalu mampu menomboki dan memblanket
guarantee bank-bank yang merugi dan terancam kolaps, seperti yangn terjadi di
kasus BLBI dan kasus Century.

Sementara itu, ekor dan buntut dari kebijakan penombokan dan blanket guarantee
itu setiap tahunnya terus menerus membebani keuangan negara, yang entah sampai
kapan lunasnya.


Ini, sesungguhnya soal ketidak-mampuan ?. Atau, soal ketidak-mauan dan
keberpihakan serta kecenderungan hati saja ?.


Walalahualambishshwab.

*
Referensi bacaan terkait :
	 * ‘Opo Ora Hebat ?’, klik di sini .
	 * ‘Surat dari Kanada’, klik di sini .
	 * ‘Suramadu ide BJ Habibie’, klik di sini .
	 * ‘Habibie dan Land Reform’, klik di sini .
	 * ‘Prof BJ Habibie dan Century’, klik di sini .
	 * ‘Balada Habibie-Amien-JK-Hatta’, klik di sini .
	 * ‘Habibie dan SBY Presiden Legendaris ?’, klik di sini .
	 * ‘Sri Mulyani algojo bagi Golkar ?’, klik di sini .
	 * ‘Bali berlanjut ke Century’, klik di sini .
	 * ‘Sri Mulyani Wapres 2014-2019’, klik di sini .
	 * ‘Menggagas Safrie & Sri Mulyani’, klik di sini .
*
Gatotkaca Indonesia, Hopo kurang Hebat ?
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/08/gatotkaca-indonesia-hopo-kurang-hebat/
*




[Non-text portions of this message have been removed]

#14114 From: igandul@...
Date: Mon Feb 8, 2010 4:06 am
Subject: Re: Re: HEBATKAH MENKEU SRI MULYANI? "Gaji Depsos"
igandul@...
Send Email Send Email
 
Seandainya saya jadi menteri keuangan, gaji yang duluan saya naiKkan gaji
pegawai depsos, karena gaji mrk kecil, pas2an, senin kemis, saya takut mereka
korupsi bantuan utk org cacat, bantuan korban bencana, bantuan anak terlantar,
bantuan org jompo dll. Saya harus adil, saya bukan menteri dept keuangan atau
menteri pns di depkeu yg pake gelang M itu saja, tapi saya menteri keuangan utk
semua pegawai negeri. Toh selama ini gaji pns depkeu sdh jauh lebih besar dari
yang lain. Setelah depsos, pns depnaker dan depag akan saya prioritaskan. Saya
takut pns naker memunguti pungli org2 miskin yg cari kerja, tki, korban phk yg
minta intermediaSi dll. Saya akan naikkan gaji pns depag, krn saya takut mereka
pungli orang2 yang mau beribadah haji atau sunat bantuan mesjid. Setelah itu
akan saya susulkan naikkan gaji pns diknas, agar guru2 tidak terlantar, saya
taku2 guru2 mengkorupsi kapur dan papan tulis, juga dagang  buku2 sekolah. Tentu
saya selfish atau tidak sensitif jika yang saya pikirkan hanya menaikkan gaji
pns depkeu, yg sdh pekai gelang M itu,  dengan alasan mereka pegawai pns yg
paling penting atau paling berjasa kepada pemerintah republik ini, krn mrk
ngurus uang negara. Begitulah saya, kalau jadi Menkeu yg benar, salam, syahganda
Sent from my BlackBerry smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "andryansyah" <andryansyah@...>
Date: Mon, 08 Feb 2010 03:19:58
To: <ekonomi-nasional@yahoogroups.com>
Subject: [ekonomi-nasional] Re: HEBATKAH MENKEU SRI MULYANI?

Kalau hebat itu, buat kebanyakan orang makmur dulu dan baru pikirkan dirinya.
Lha kalau ngomong gaji di kementrian yang dipimpinnya harus dinaikkan dulu
karena kinerjanya tinggi dan di tempat lain tidak bisa naik dulu karena
kinerjanya rendah (menurut penilaian orang keuangan negara) padahal sama-sama
pns, bukankah itu cuma bikin masalah.

Belum lagi ngomong kalau mobil sangat mahal sebagai sesuatu yang wajar karena
jabatannya. Itu mah model preman juga, "gua bisa malakin banyak orang dan dapat
banyak duit, maka wajar gus pakai mobil mewah". Kalau dilihat kenyataannya,
bukankah dengan setingkat karimun saja sudah cukup untuk menteri, karena
kekayaan negeri ini seharusnya dibagi rata, nyatanya sangat banyak yang untuk
makan saja sulitnya setegah mati.

Kalau soal minta gaji naik untuk pejabat dalam hal ini presiden, menteri dan
anggota DPR dianggap wajar, sementara mereka tidak mampu menaikkan UMR dan gaji
pns di atas prosentase kenaikan gaji mereka, maka dapat disimpulkan bahwa benar
negara ini diurus orang yang serakah, bukan orang yang hebat.



--- In ekonomi-nasional@yahoogroups.com, A Nizami <nizaminz@...> wrote:
>
> Sementarauang rakyat dihabiskan untuk beli 150 mobil mewah para pejabat,
> renovasi rumah rp 700 juta, pesawat presiden rp 700 milyar, ratusan
> ribu anak masih berkeliaran di jalan. Mereka lapar dan rawan dari
> perkosaan dan pembunuhan. Di Singapura dan Malaysia ini tak terjadi.
> Hebatkah Menkeu Sri Mulyani dalam mengatur keuangan?
>
>
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/22/pemerintah-tidak-punya-uang-untuk-anak\
-jalanan/
>
>
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/28/100-hari-rezim-sby-boedi-%E2%80%93-rak\
yat-lebih-makmur-atau-menderita
>
>
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/06/mobil-mewah-pejabat-rp-13-milyar-dan-j\
utaan-rakyat-yang-kelaparan/
>  ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
>
>
>       Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>





[Non-text portions of this message have been removed]

#14113 From: "andryansyah" <andryansyah@...>
Date: Mon Feb 8, 2010 3:19 am
Subject: Re: HEBATKAH MENKEU SRI MULYANI?
andryansyah
Online Now Online Now
Send Email Send Email
 
Kalau hebat itu, buat kebanyakan orang makmur dulu dan baru pikirkan dirinya.
Lha kalau ngomong gaji di kementrian yang dipimpinnya harus dinaikkan dulu
karena kinerjanya tinggi dan di tempat lain tidak bisa naik dulu karena
kinerjanya rendah (menurut penilaian orang keuangan negara) padahal sama-sama
pns, bukankah itu cuma bikin masalah.

Belum lagi ngomong kalau mobil sangat mahal sebagai sesuatu yang wajar karena
jabatannya. Itu mah model preman juga, "gua bisa malakin banyak orang dan dapat
banyak duit, maka wajar gus pakai mobil mewah". Kalau dilihat kenyataannya,
bukankah dengan setingkat karimun saja sudah cukup untuk menteri, karena
kekayaan negeri ini seharusnya dibagi rata, nyatanya sangat banyak yang untuk
makan saja sulitnya setegah mati.

Kalau soal minta gaji naik untuk pejabat dalam hal ini presiden, menteri dan
anggota DPR dianggap wajar, sementara mereka tidak mampu menaikkan UMR dan gaji
pns di atas prosentase kenaikan gaji mereka, maka dapat disimpulkan bahwa benar
negara ini diurus orang yang serakah, bukan orang yang hebat.



--- In ekonomi-nasional@yahoogroups.com, A Nizami <nizaminz@...> wrote:
>
> Sementarauang rakyat dihabiskan untuk beli 150 mobil mewah para pejabat,
> renovasi rumah rp 700 juta, pesawat presiden rp 700 milyar, ratusan
> ribu anak masih berkeliaran di jalan. Mereka lapar dan rawan dari
> perkosaan dan pembunuhan. Di Singapura dan Malaysia ini tak terjadi.
> Hebatkah Menkeu Sri Mulyani dalam mengatur keuangan?
>
>
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/22/pemerintah-tidak-punya-uang-untuk-anak\
-jalanan/
>
>
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/28/100-hari-rezim-sby-boedi-%E2%80%93-rak\
yat-lebih-makmur-atau-menderita
>
>
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/06/mobil-mewah-pejabat-rp-13-milyar-dan-j\
utaan-rakyat-yang-kelaparan/
>  ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
>
>
>
>       Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>

#14112 From: "ali" <ali.hozi@...>
Date: Wed Feb 3, 2010 8:27 am
Subject: Konsep Stabilitas Pengembalian Pada Pembiayaan Bank Syariah
ali.hozi
Offline Offline
Send Email Send Email
 
By : Alihozi

Pada buku-buku perencanaan keuangan kita akan menjumpai tentang konsep
stabilitas pengembalian merupakan suatu hal yang amat vital dalam pembayaran
utang. Pengembalian yang relatif stabil mempermudah perencanaan keuangan baik
untuk perusahaan maupun keluarga. Selain itu, pengembalian yang stabil membuat
pasti berapa tepatnya cicilan utang yang dapat disetor tiap bulan/tahunnya.
Selain berperan pada pengembalian, kestabilan juga mencakup bagaimana merancang
rencana keuangan yang lebih tahan dari guncangan dan bagaimana menangani
kejadian yang tak terduga.

Firman Allah,SWT "Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa
yang akan diusahakannya besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi
mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal"
(Qs:31:34) Kalau dilihat dari ayat tsb jelaslah manusia hanya bisa merencanakan,
Allah,SWT yang menentukan.

Tiada manusia yang sempurna, sehebat apapun perencanaan keuangan kita termasuk
dengan dibantu ekonom ternamapun, pasti ada saja variable-variabel yang
benar-benar tak terduga yang mempengaruhi perencanaan keuangan . Contohnya
variabel tidak terduga adalah krisis ekonomi yang berpengaruh pada fluktuasi
tingkat suku bunga seperti krisis ekonomi tahun 1997-1998 dan krisis ekonomi
global tahun 2008-2009.

Sesuatu yang stabil tentunya tak banyak bergoyang, maksudnya bergoyang dalam
dunia ekonomi berarti selisih pembayaran angsuran hutang tiap bulannya/tahunnya
adalah kecil , tidak besar. Kestabilan amat dibutuhkan apabila kita mengharapkan
kepastian terutama kita berniat mengambil utang baik untuk perusahaan atau untuk
keperluan konsumtif. Tentunya kita tidak mau dicap gagal bayar dan masuk dalam
catatan buruk di perbankan bukan? Dalam kondisi semacam itu, kita akan memilih
jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak .

Jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak tentu saja utang yang
tidak terpengaruh dengan fluktuasi system bunga yaitu jenis utang yang memakai
konsep pembiayaan bank syariah. Dengan konsep pembiayaan bank syariah stabilitas
pengembalian utang akan lebih terjaga karena dengan konsep pembiayaan bank
syariah , suatu bank syariah tidak diperkenankan merubah pricing yang sudah
disepakati pada saat akad pembiayaan s/d akad tsb selesai walaupun fluktuasi
tingkat suku bunga sedang tinggi saat berlangsungnya akad pembiayaan tsb.

Sekarang tinggal pada pilihan anda, apakah mau beralih kepada pembiayaan dengan
konsep bank syariah atau tetap pada konsep bunga ?

Salam

http://alihozi77.blogspot.com Bagi Anda yang ingin lebih mengetahui pembiayaan
untuk perusahaan atau keluarga dengan konsep bank syariah bisa menghubungi
alihozi hp: 0813-882-364-05 atau email ali.hozi@...

#14111 From: KP-PRP <prppusat@...>
Date: Fri Feb 5, 2010 9:14 am
Subject: Pernyataan Sikap PRP Menolak "Indonesia Solution"
prppusat
Offline Offline
Send Email Send Email
 
PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA
Nomor:
189/PS/KP-PRP/e/II/10









Stop
Kriminalisasi Aktifis!

Tolak
“Indonesia Solution”!

Bebaskan
Para Pengungsi!

Tolak
Penjara Bagi Para Pencari Suaka di Indonesia dan Australia!

Rezim
SBY-Budiono Boneka Australia!




Salam
rakyat pekerja,

Lima
tahun seratus hari Rezim Neoliberal yang saat ini dipimpin oleh SBY
bukan hanya gagal dalam mensejahterakan rakyatnya sendiri, namun juga
gagal dalam menangani masalah para pengungsi Tamil. Bahkan kegagalan
dalam menangani pengungsi Tamil ini menunjukkan, bahwa Rezim SBY
sangat tunduk pada Neoliberalisme.

Sudah
lebih dari 100 hari para pengungsi Tamil berada di Merak, Banten,
tanpa kejelasan mengenai statusnya. Mereka lari dari negaranya untuk
menghindari persecution dan perang sipil karena para pengungsi
itu adalah bagian dari etnis minoritas Tamil. Mereka khawatir jika
mereka kembali ke Sri Lanka, maka akan dipenjarakan atau bahkan
dibunuh. Hal ini sudah terbukti ketika satu orang pengungsi dengan
suka rela kembali ke Sri Lanka, karena mendengar Ibunya sakit keras.
Pengungsi tersebut hingga sekarang justru dipenjarakan di Penjara
Boosa, Sri Lanka. Para pengungsi tersebut yang berjumlah sekitar 240
orang hingga kini hidup di kapal kayu yang diperuntukan untuk 50
orang. Mereka tidak ingin keluar dari kapal karena takut akan
dideportasi kembali ke Sri Lanka atau akan mendiami tempat tahanan di
Indonesia selama bertahun-tahun tanpa masa depan jelas.


Perhimpunan
Rakyat Pekerja telah memberikan solidaritas kepada para pengungsi
sejak awal mereka dipaksa berlabuh di Merak pada bulan Oktober 2009
hingga kini. Pada awalnya kami dapat bertemu dengan para pengungsi
untuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan. Namun sejak tanggal 15
Nopember 2009 daerah pelabuhan tempat para pengungsi berada
dinyatakan sebagai daerah terlarang dan untuk memasukinya harus
mendapatkan ijin dari Departemen Luar Negeri Indonesia. Upaya-upaya
untuk mendapatkan akses juga telah kami lakukan namun selalu ditolak
oleh Departemen Luar Negeri dengan berbagai alasan.


Upaya
penghambatan dengan mempersulit pemberian ijin kepada Perhimpunan
Rakyat Pekerja (PRP) dari pemerintah, tentunya menunjukkan bahwa
Rezim Neoliberal di Indonesia tidak memiliki rasa kemanusiaan
terhadap para pengungsi. Jelas, para pengungsi sangat membutuhkan
bantuan-bantuan kemanusiaan agar mereka dapat bertahan hidup lokasi
pengungsian. Namun demi citra yang baik dan mematuhi kesepakatan
antara Indonesia dan Australia, Rezim Neoliberal di Indonesia
meminggirkan perspektif kemanusiaan. Hal ini terbukti dengan
meninggalnya salah satu pengungsi yang bernama Jacob pada tanggal 23
Desember 2009, karena sakit dan tidak mendapatkan layanan kesehatan
yang layak dari Rezim Neoliberal.

Selain
mempersulit para pengungsi untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan,
Rezim Neoliberal, yang dipimpin oleh SBY, berusaha keras agar masalah
pengungsi ini tidak mendapatkan solidaritas dari berbagai elemen
masyarakat, baik dari Indonesia maupun di dunia internasional. Upaya
“penutupan” masalah pengungsi Tamil ini ditanggapi oleh Rezim
Neoliberal dengan upaya penangkapan terhadap beberapa aktifis yang
ingin memberikan solidaritasnya.

Upaya
penangkapan terhadap salah seorang aktifis dari Refugee Action
Coalition (RAC) pernah dicoba dilakukan oleh rezim Neoliberal SBY.
Aktifis RAC tersebut ketika itu sedang terlibat aksi bersama-sama
dengan Perhimpunan Rakyat Pekerja (Indonesia), Konfederasi KASBI
(Indonesia), dan Refugee Action Coalition (Australia) di depan
Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada tanggal 4 Desember 2009.
Namun upaya penangkapan terhadap seorang aktifis Refugee Action
Coalition (RAC) tersebut dapat digagalkan oleh persatuan gerakan
rakyat yang dibangun ketika itu.

Kemudian
upaya penangkapan terhadap aktifis berlanjut pada tanggal 26 Januari
2010. Tiga orang aktifis dari Kanada dan Australia yang berkunjung ke
Merak ditangkap, diinterogasi, dan barang-barang mereka-termasuk
passport disita. Ketiga aktifis tersebut adalah Saradha Nathan,
Pamela Curr dan Jessica Devi. Penangkapan tersebut sama sekali tidak
dilandasi oleh alasan jelas selain tuduhan-tuduhan, bahwa para
aktifis tersebut terlibat dalam penyelundupan manusia ataupun para
aktifis tersebut memasuki daerah terlarang. Passport mereka akhirnya
dikembalikan dengan syarat mereka tidak boleh berbicara pada media
dan mereka bertiga akhirnya dideportasi dari Indonesia pada tanggal
29 Januari 2010 dan dilarang kembali ke Indonesia dalam jangka waktu
6 bulan. Pelarangan terhadap ketiga aktifis tersebut untuk berbicara
kepada media, tentunya merupakan upaya untuk menaikkan citra rezim
Neoliberal di dunia internasional. Inilah memang pola politik
pencitraan yang dibangun oleh Rezim Neoliberal di Indonesia.

Tuduhan
bahwa mereka terlibat dalam penyelundupan manusia jelas
mengada-ngada. Formulir visa kemanusiaan Australia yang diberikan
oleh para aktifis tersebut kepada para pengungsi dikatakan sebagai
metode penyelundupan manusia. Yang tidak diketahui oleh para aparat
Indonesia adalah bahwa pemberian visa tersebut adalah atas saran dari
DFAT (Departemen Perdagangan dan Urusan Luar Negeri) Australia.
Menyadari bahwa dengan menggunakan tuduhan tersebut para aparat akan
berhadapan dengan Australia maka mereka menggantinya dengan tuduhan
bahwa para aktifis tersebut memasuki daerah terlarang. Tuduhan
memasuki daerah terlarang juga sepenuhnya mengada-ngada. Posisi
mereka ketika ditangkap adalah di ruang publik, diluar pelabuhan
Indah Kiat tempat para pengungsi berada. Di ruang publik tersebut
terdapat restoran dan tempat cuci mobil yang biasa dikunjungi oleh
masyarakat sekitar. Namun dengan alasan apapun rezim Neoliberal akan
berupaya agar solidaritas internasional yang terbangun pada saat itu
dapat dihancurkan.

Pemerintah
sendiri memang tidak memiliki perspektif kemanusiaan dalam
menyelesaikan persoalan pengungsi ini. Yang dilakukan oleh Rezim
SBY-Budiono adalah membangun pencitraan diluar negeri, bahwa mereka
akan menyelesaikan persoalan pengungsi ini secara kemanusiaan. Namun
praktek dan penanganan para pengungsi tersebut diluar batas
kemanusiaan. Rezim SBY-Budiono tidak pernah menganggap mereka sebagai
pengungsi yang lari dari persecution ataupun perang sipil.
Para pengungsi tersebut dianggap sebagai imigran gelap tanpa dokumen
yang bisa diperlakukan sesuai keinginan Pemerintah Indonesia. Rezim
Neoliberal SBY-Budiono bahkan berkolaborasi dengan Rezim Neoliberal
di Srilangka, dengan mengijinkan tiga orang Angkatan Laut Sri Lanka
dari Kedutaan Besar Sri Lanka untuk menginterogasi para pengungsi
yang berada ditahanan Imigrasi, Jakarta, pada tanggal 8 Januari 2010.



Apa
yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan mendeportasi para aktifis
tersebut adalah bentuk kriminalisasi terhadap aktifis. Kriminalisasi
yang sudah sering kita lihat dilakukan oleh Rezim SBY-Budiono
terhadap aktifis buruh, mahasiswa, petani dan aktifis rakyat secara
keseluruhan. Taktik tersebut selalu diambil justru untuk membenarkan
tindakan-tindakan kriminal dari Rezim SBY-Budiono. Seperti yang apa
mereka lakukan sekarang dengan menahan pengungsi yang ingin ke
Australia.


Kriminalisasi
dan penanganan pengungsi yang melanggar batas-batas kemanusiaan tidak
terlepas dari kepentingan Indonesia didalam “Solusi Indonesia”.
Dimana Australia menyediakan $18 juta setiap tahun kepada Indonesia
untuk memperbaiki “manajemen migrasi dan keamanan perbatasan”.
Diluar itu masih terdapat dana-dana lain seperti $24 juta yang
diberikan kepada Polisi Federal Australia serta bagian Imigrasi dan
Perlindungan Perbatasan untuk menempatkan orang-orang mereka
diberbagai Negara termasuk juga Indonesia. Sementara Australia
sebagai pemerintah yang seharusnya bertanggungjawab karena telah
meratifikasi Konvensi PBB tentang Pengungsi justru lepas tangan.
Dengan “Solusi Indonesia” Pemerintah Australia akan membebankan
semua tanggungjawab ke Indonesia. Dengan kebijakan yang seperti itu
dan tetap bertahannya para pengungsi didalam kapal bukan tidak
mungkin kedepannya para pengungsi akan dipaksa untuk keluar dari
kapal.. Untuk kemudian ditempatkan ditempat-tempat tahanan yang tidak
manusiawi dan harus menunggu proses resettlement yang bisa memakan
waktu tahunan.


Perlakuan
rezim Neoliberal terhadap para pengungsi membuktikan bahwa
Neoliberalisme memang tidak memiliki perspektif kemanusiaan. Rezim
Neoliberalisme hanya akan mementingkan kepentingan para pemilik modal
dan penguasa. Keuntungan dari pemilik modal dan penguasa yang pro
terhadap Neoliberalisme sudah barang tentu didapat dari penindasan
terhadap rakyat. Untuk itu, dibutuhkan persatuan gerakan rakyat untuk
melawan Neoliberalisme.

Oleh
karena itu kami Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:
Menolak
	 segala bentuk kriminalisasi terhadap aktifis kemanusiaan.
	 Menolak
	 “Solusi Indonesia” (Indonesia Solution).
	 Menuntut
	 pembebasan para Pengungsi Tamil.

	 Menolak
	 segala bentuk pemenjaraan terhadap para Pengungsi Tamil baik di
	 Indonesia maupun Australia.
	 Rezim
	 SBY-Budiono adalah boneka dari Australia karena mematuhi “Solusi
	 Indonesia” yang diinginkan Australia
	 Rezim
	 SBY-Budiono telah menggunakan para pengungsi Tamil untuk kepentingan
	 rezimnya.

	 Rezim
	 SBY-Budiono telah gagal dalam penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia


	 Menyerukan
	 kepada seluruh elemen gerakan rakyat harus bersatu dan membangun
	 front oposisi rakyat untuk melawan Neoliberalisme.













				 Jakarta,
				 5 Pebruari 2010
				 Komite
				 Pusat
				 Perhimpunan
				 Rakyat Pekerja
				 (KP-PRP)




				 Ketua
				 Nasional


				 Sekretaris
				 Jenderal







				 ttd.
				 (Anwar
				 Ma'ruf)





				 ttd.
				 (Rendro
				 Prayogo)










filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme Jalan
Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Kramat Sawah IV No. 26 RT04/RW 07, Paseban, Jakarta Pusat
Phone/Fax: (021) 391-7317
Email: komite.pusat@... / prppusat@... / prppusat@...
Website: www.prp-indonesia.org




       Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

#14110 From: igandul@...
Date: Sat Feb 6, 2010 9:55 am
Subject: Re: deklarasi asosiasi ekonomi-politik indonesia
igandul@...
Send Email Send Email
 
Mungkin maksudnya Asosiasi Pengkaji, Ahli atau Peneliti, atau lainnya yang
mencerminkan perkumpulan manusia. Salam, syahganda
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Sat, 6 Feb 2010 01:38:07
To: <ekonomi-nasional@yahoogroups.com>; <lingkungan@yahoogroups.com>;
<fkkm@yahoogroups.com>
Subject: [ekonomi-nasional] deklarasi asosiasi ekonomi-politik indonesia

Nomor            : 03/KPAEPI/II/2010
Lamp              : -
Hal                  : Undangan peserta
 
Kepada Yth,
Bapak/Ibu/Saudara
Di Tempat
 
Dengan hormat,
KOMITE PEMBENTUKAN ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA (AEPI) mengharap dengan
hormat kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri acara “DEKLARASI ASOSIASI
EKONOMI POLITIK INDONESIA” yang akan diselenggarakan pada:
 
Hari/Tanggal : Selasa, 09 Februari 2010
Waktu             : Pukul 12.00 WIB – 16.00 (dimulai dengan makan
siang)
Tempat           : Gedung Auditorium Perpustakaan Nasional
                          Jl. Salemba Raya No. 28A
Jakarta Pusat
 
Atas kesediannya, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, 1 Februari 2010
 

 
                                        \
                                        \
              
 
Drs. Revrisond Baswir,
MBA                                 Syamsul
Hadi, PhD
Ketua Steering
Committee                                   \
    Ketua Organizing Committee
 
Konfirmasi kehadiran:
Telp. (021) 7991890, 0812 967 1744 (Dani)
Email: danisetia@...
 
SUSUNAN ACARA
DEKLARASI ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA (AEPI)
 
 
 
 
12.00 – 13.00  : Makan Siang
 
13.00 – 13.10  : Pembukaan
  Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
 
13.10 – 13.20  : Sambutan Selamat Datang
                          Revrisond Baswir, Ketua
Steering Committee
 
13.20 – 14.20  : Sambutan wakil-wakil deklarator
                        1. Syamsul Hadi, PhD (Universitas
Indonesia)
                        2. Hendri Saparini, PhD (ECONIT)
                        3. Prof. Dr. Muhammad Yunus
(Universitas Hasanuddin)
                        4. Drs. Deliarnov, MSc
(Universitas Riau)
                        5. Drs. M. Ridwan Rangkuty, MA
(Universitas Sumatera Utara)
                        6. Henry Saragih (Serikat Petani
Indonesia)
                        7. Dr. Ignatius Wibowo
(Universitas Indonesia)
                        8. Ichsanuddin Noorsy (Pustek
UGM)
                        9. Dr. Fahmy Radhi, MBA
(Universitas Gajah Mada)
                       
14.20 – 14.30  : Pembacaan Deklarasi Pembentukan Asosiasi Ekonomi Politik
 Indonesia (AEPI)
                                        \
         
 14.30 – 15.30 : Penanggap
                        1. Kwik Kian Gie
                        2. Prof. Dr. Sri Edi Swasono
                        3. Prof. Dr. Mochtar Mas’oed
                        4. Prof. Dr. Muhamad Mustafa
                        5. Prof. Dr. Sediono MP
Tjondronegoro
                        5. Dr. Siti Fadilah Supari
 
15.30 – 15.45  : Musik
 
15.45 – 16.00  : Pembacaan Doa
 
16.00               : Penutup
 




[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

#14109 From: andre andreas <mataharikusatu@...>
Date: Sat Feb 6, 2010 9:38 am
Subject: deklarasi asosiasi ekonomi-politik indonesia
mataharikusatu
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Nomor            : 03/KPAEPI/II/2010
Lamp              : -
Hal                  : Undangan peserta
 
Kepada Yth,
Bapak/Ibu/Saudara
Di Tempat
 
Dengan hormat,
KOMITE PEMBENTUKAN ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA (AEPI) mengharap dengan
hormat kesediaan Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri acara “DEKLARASI ASOSIASI
EKONOMI POLITIK INDONESIA” yang akan diselenggarakan pada:
 
Hari/Tanggal : Selasa, 09 Februari 2010
Waktu             : Pukul 12.00 WIB – 16.00 (dimulai dengan makan
siang)
Tempat           : Gedung Auditorium Perpustakaan Nasional
                          Jl. Salemba Raya No. 28A
Jakarta Pusat
 
Atas kesediannya, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, 1 Februari 2010
 

 
                                        \
                                        \
              
 
Drs. Revrisond Baswir,
MBA                                 Syamsul
Hadi, PhD
Ketua Steering
Committee                                   \
    Ketua Organizing Committee
 
Konfirmasi kehadiran:
Telp. (021) 7991890, 0812 967 1744 (Dani)
Email: danisetia@...
 
SUSUNAN ACARA
DEKLARASI ASOSIASI EKONOMI POLITIK INDONESIA (AEPI)
 
 
 
 
12.00 – 13.00  : Makan Siang
 
13.00 – 13.10  : Pembukaan
  Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
 
13.10 – 13.20  : Sambutan Selamat Datang
                          Revrisond Baswir, Ketua
Steering Committee
 
13.20 – 14.20  : Sambutan wakil-wakil deklarator
                        1. Syamsul Hadi, PhD (Universitas
Indonesia)
                        2. Hendri Saparini, PhD (ECONIT)
                        3. Prof. Dr. Muhammad Yunus
(Universitas Hasanuddin)
                        4. Drs. Deliarnov, MSc
(Universitas Riau)
                        5. Drs. M. Ridwan Rangkuty, MA
(Universitas Sumatera Utara)
                        6. Henry Saragih (Serikat Petani
Indonesia)
                        7. Dr. Ignatius Wibowo
(Universitas Indonesia)
                        8. Ichsanuddin Noorsy (Pustek
UGM)
                        9. Dr. Fahmy Radhi, MBA
(Universitas Gajah Mada)
                       
14.20 – 14.30  : Pembacaan Deklarasi Pembentukan Asosiasi Ekonomi Politik
 Indonesia (AEPI)
                                        \
         
 14.30 – 15.30 : Penanggap
                        1. Kwik Kian Gie
                        2. Prof. Dr. Sri Edi Swasono
                        3. Prof. Dr. Mochtar Mas’oed
                        4. Prof. Dr. Muhamad Mustafa
                        5. Prof. Dr. Sediono MP
Tjondronegoro
                        5. Dr. Siti Fadilah Supari
 
15.30 – 15.45  : Musik
 
15.45 – 16.00  : Pembacaan Doa
 
16.00               : Penutup
 




[Non-text portions of this message have been removed]

#14108 From: OK Taufik <ok.taufik@...>
Date: Fri Feb 5, 2010 11:38 am
Subject: Fwd: [IA-ITB] Anda Mau Jadi Pemilik Bank dengan cara MOKONDO ?
okatao2000
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Subject: [IA-ITB] Anda Mau Jadi Pemilik Bank dengan cara MOKONDO ?


   *Proyek Mokondo Membeli Bank Sekarat : Anda juga Bisa*
*
*
Berikut adalah suatu skenario  bagaimana anda bisa membeli Bank Sekarat
dengan Modal *Kon-song* Doang (Mokondo).  Kalau anda beruntung, anda jadi
billioner Banker kalau gagal ya kita kabur saja ( he he he he).


    1. Cari Bank Sekarat ( BS) dari teman-teman di Central Bank (CB) atau
    siapa saja yang mau jual Bank.  BS biasanya ditandai oleh Ekuitas yang
    sudah negatif, karena sebagian aset loan-nya sudah tidak produktif lagi
    menghasilkan pendapatan bunga.  Sehingga Cost of Money (yaitu biaya bunga
    yang harus dibayar kepada Deposan) + biaya operasional Bank sudah lebih
    besar dari Pendapatan Bunga dari Asset Loannya. Akumulasi negatif ini akan
    menggerus kapital BS sehingga menjadi negatif.



    1. CB biasanya sudah tahu masalah ini dan mengencourage restructuring
    dan recapitalisasi BS.  Mereka akan welcome kalau kita datang bawa duit
    dan membantu CB merescue BS.  Anda akan disambut sebagai pahlawan (white
    knight).



    1. Katakan bahwa anda bawa duit tunai dari luar negeri hasil Pinjaman
    Sementara $ 200 juta. Dan Neraca BS awal saat itu adalah sebagai berikut:


   *Aktiva*
  *Passiva*
   Cash              0
  Deposito yang Diterima       $ 800 juta
   Loan             $ 700 juta
  Ekuitas                             Minus $ 100 juta
      Total          $ 700 juta
         Total                              $ 700 juta






            Setelah anda suntik duit $ 200 juta.  Maka Neraca BS menjadi sbb;
* *
   *Aktiva*
  *Passiva*
   Cash             $ 200 juta
  Deposito yang Diterima       $ 800 juta
   Loan             $ 700 juta
  Ekuitas Awal                   Minus $ 100 juta

  Suntikan Ekuitas Baru         *$  200 juta*

  Total Ekuitas Baru               $ 100 juta
       Total         $ 900 juta
         Total                              $ 900 juta
   * *
* *
* *
* *
* *
* *
* *
            CB akan happy karena BS sekarang seolah-olah sehat.
* *
4      Setelah anda menguasai BS sekarang anda bisa berbuat apa saja kan ?,
Yang pertama anda lakukan adalah bayar kembali pinjaman anda di luar negeri
sebesar US$ 200 juta itu, caranya yaitu dengan membeli Surat Berharga (CP,
Commercial Paper) dari Perusahaan Antar Barantah milik kita sendiri.  Nah
duit keluar dari BS sekarang sehingga pos Cash tunai di Neraca menjadi CP.

5      Neraca BS sekarang menjadi sbb;

   *Aktiva*
  *Passiva*
   Com.Paper    $ 200 juta
  Deposito yang Diterima       $ 800 juta
   Loan             $ 700 juta
  Ekuitas Awal                   Minus $ 100 juta

  Suntikan Ekuitas Baru         *$  200 juta*

  Total Ekuitas Baru               $ 100 juta
       Total         $ 900 juta
         Total                              $ 900 juta







      Anda menjadi pemilik BS dengan cara Mokondo kan ?


    1. Sekarang waktunya anda kerja keras siapa tahu anda bisa membuat Asset
    Loan BS bisa produktif kembali.  Berbagai cara kita usahakan tentunya,
    dengan tujuan agar Kredit-Kredit Macet jalan kembali sehingga Interest
    Margin kita, yaitu selisih Pendapatan Bunga  Biaya Bunga menjadi positif
    dan masih bisa membayar biaya operasi BS.



    1. Karena CP kita sebenarnya CP bodong, maka CP kita tidak memberikan
    pendapatan bunga, nah disini pasti nanti CB akan ribut kenapa kita beli  CP
    kok jelek mutunya.  Kita berkelit-kelit saja, dan janji-janji bahwa nanti
    CPnya kita usahakan jual dan menjadikan dana tunai lagi.



    1. Singkat kata, misalnya anda pintar sekali sehingga BS pelan-pelan
    menjadi sehat kembali.  Anda jadi pemilik Bank Sehat dan billioner
    sukses.  Ini salah satu skenarionya.  Kalau kita tidak beruntung, apa
    yang terjadi ?.  BS bukannya makin sehat tetapi tetap saja sakit sehingga
    makin jebol.  Akhirnya CB harus rescue  karena terpaksa.  Kita mem fait
    accompli CB supaya menyuntikan dana tunai sekarang dari LPS.



    1. Apa yang kita lakukan ? Kalau anda dianggap kriminal, anda lari keluar
    negeri. Sebelum mabur anda tarik duit lagi tunai dari BS untuk bekal hidup
    nanti. Sekarang baru kita benar-benar mencuri, sebelumnya kan engga ya ??.


Jangan-jangan ini yang terjadi dengan Bank Century.  Prinsip yang sama bisa
kita lakukan dalam mengambil alih asset-asset loan dari Perusahaan yang
macet di Bank sehingga kita bisa jadi Konglomerat MOKONDO. Kerennya yang
anda lakukan itu namanya LBO (leverage buy-out).  Siapa bilang jadi
Konglomerat susah atau perlu modal ?  Ha ha ha ha.

Salam.




[Non-text portions of this message have been removed]

#14107 From: A Nizami <nizaminz@...>
Date: Fri Feb 5, 2010 9:34 am
Subject: HEBATKAH MENKEU SRI MULYANI?
nizaminz
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Sementarauang rakyat dihabiskan untuk beli 150 mobil mewah para pejabat,
renovasi rumah rp 700 juta, pesawat presiden rp 700 milyar, ratusan
ribu anak masih berkeliaran di jalan. Mereka lapar dan rawan dari
perkosaan dan pembunuhan. Di Singapura dan Malaysia ini tak terjadi.
Hebatkah Menkeu Sri Mulyani dalam mengatur keuangan?

http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/22/pemerintah-tidak-punya-uang-untuk-anak\
-jalanan/

http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/28/100-hari-rezim-sby-boedi-%E2%80%93-rak\
yat-lebih-makmur-atau-menderita

http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/06/mobil-mewah-pejabat-rp-13-milyar-dan-j\
utaan-rakyat-yang-kelaparan/
  ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id



       Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

#14106 From: mundo <mundo@...>
Date: Fri Feb 5, 2010 9:20 am
Subject: Union Busting, Memberangus Masa Depan Buruh
redmundo99
Offline Offline
Send Email Send Email
 
*Buletin Elektronik*  *www.Prakarsa-Rakyat.org*

*SADAR *

*Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi*
* Edisi: 271 Tahun VI - 2010
Sumber: www.prakarsa-rakyat.org*

------------------------------------------------------------------------

*/UNION BUSTING/, MEMBERANGUS MASA DEPAN BURUH*



*Oleh Abdul Rojak **


*Proklamasi*

(Kaum buruh Indonesia Melawan Pemberangusan Hak berserikat)

Kami kaum buruh Indonesia
dengan ini menyatakan perlawanan
terhadap pemberangusan hak berserikat.

Hal-hal mengenai penghapusan
intimidasi, phk, kriminalisasi dan lain-lain
harus segera dilakukan dengan cara terstruktur
dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Jakarta, 18 Agustus 2009

Atas Nama Buruh Indonesia
Komite Solidaritas Nasional

Selengkapnya:
http://www.prakarsa-rakyat.org/download/Buletin%20SADAR/SADAR%20271%20tahun%20VI\
%202010.html



*webmaster@... <http://www.prakarsa-rakyat.org>   *



[Non-text portions of this message have been removed]

Messages 14106 - 14135 of 14135   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help