Search the web
Sign In
New User? Sign Up
ekonomi-nasional

Group Information

  • Members: 1122
  • Category: Indonesia
  • Founded: May 2, 2003
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

  Messages Help
Advanced
[Editorial] Pelajaran Dari Perjuangan Rakyat Bima   Message List  
Reply Message #16732 of 16764 |
Pelajaran Dari Perjuangan Rakyat Bima

Jumat, 27 Januari 2012 | Editorial Berdikari Online

"Hantamkanlah kita punya palu godam di atas singgasana kaum
kapitalis." Kata-kata pemimpin sosialis Belanda itu sering dikutip
Bung Karno untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat.

Di Bima, Nusa Tenggara Barat, rakyat berhadapan dengan sebuah kekuasaan
yang sudah buta dan tuli. Berkali-kali rakyat menggelar aksi massa,
bahkan sudah terjadi korban jiwa, tapi pemerintah tetap tidak mau
mendengar. Rakyat pun menghantamkan palu godam pada kekuasaan yang
anti-rakyat itu: rakyat membakar kantor Bupati, simbol angkuh dari
kekuasaan yang menindas itu.

Namun, di mata sebagian orang, aksi pembakaran kantor Bupati itu
terkadang disepadamkan dengan aksi vandalisme. Bagi mereka, ada banyak
jalan untuk menyelesaikan persoalan itu. Maklum, orang-orang yang
berpandangan semacam ini terkadang tidak memahami persoalan secara utuh
dan ahistoris.

Rakyat Bima, khususnya di Lambu dan Sape, sangat memeluk tradisi. Dulu,
sebelum rakyat mengetahui adanya SK tersebut, Bupati dianggap `anak
tuhan'. Kalau bupati datang ke desa, maka rakyat akan
berbondong-bondong menyambutnya. Bahkan, kata warga Lambu, air cuci kaki
bupati pernah diminum oleh rakyat.

Kebijakan bupati yang anti-rakyat lah yang mengubah keadaan. Patok-patok
konsensi pertambangan menindih lahan pertanian dan pemukiman rakyat.
Sejak itu, rakyat pun baru sadar akan watak sejati pemimpinnya. Realitas
politik itu mengubah cara berfikir masyarakat tentang kekuasaan. Rakyat
juga makin kritis terhadap keadaan.

Ada beberapa hal yang patut dijadikan pelajaran dari perjuangan rakyat
Bima:

Pertama, soal konsistensi dan daya tahan perlawanan. Perjuangan rakyat
Bima banyak diwarnai dengan represi. Pada bulan Februari 2011, misalnya,
ketika rakyat menggelar aksi massa di kantor camat Lambu, polisi
membubarkan aksi dengan tembakan. Akibatnya, 2 orang terkena tembakan
dan 60-an orang ditangkap.

Tapi perjuangan rakyat tidak surut karena kejadian itu. Aksi-aksi massa
terus berlangsung tanpa henti. Hingga, pada Desember 2011 lalu, rakyat
memutuskan untuk memblokade pelabuhan Sape. Aksi blokade itu berakhir
dengan represi: 3 orang tewas, puluhan terluka, dan puluhan ditangkap.

Semangat perlawanan tidak surut. Mobilisasi-mobilisasi dengan dukungan
massa yang cukup besar terus terjadi. Pada 13 januari 2012, misalnya,
rakyat Lambu dan Sape menggelar rapat akbar dengan memobilisasi
sedikitnya 20-an ribu massa. Aksi-aksi dalam jumlah massa yang besar
terus terjadi sesudahnya.

Kedua, rakyat Bima menggunakan metode radikal: blokade dan aksi
pendudukan. Rakyat Bima sangat faham betul, bahwa penguasa yang berhati
batu hanya bisa ditaklukkan dengan metode yang radikal pula.

Metode aksi yang radikal ini cukup efektif. Maklum, dengan watak
penguasa yang tuli dan buta seperti di Bima, hanya bentuk aksi
radikal-lah yang membuat penguasa bisa mendengar aksi-aksi rakyat.

Ketiga, perjuangan rakyat Bima tidak mudah dimoderasi dan disogok oleh
politik kompromi. Begitu aksi-aksi radikal rakyat Bima menarik perhatian
publik, pemerintah setempat mencoba menawarkan jalan kompromi:
operasional PT. SMN ditunda sementara. Tetapi berbagai tawaran kompromis
itu ditolak oleh rakyat.

Juga, ketika Komisi III DPR hendak bertemu dengan warga. Karena tidak
membawa jawaban konkret terkait tuntutan rakyat, maka warga pun memasang
blokade di seluruh jalanan desa untuk menghalau kedatangan anggota DPR
tersebut.

Keempat, konsisten dalam mengusung tuntutan pokok: pencabutan SK Bupati
Bima nomor 188/2010. Ketika aksi blokade pelabuhan sape direpresi, yang
mengakibatkan sejumlah korban tewas dan terluka, sejumlah kelompok
berusaha menggeser isunya menjadi soal kekerasan saja. Tetapi, seperti
kita ketahui, rakyat Bima tetap berpegang pada isu pokoknya.

Perjuangan rakyat Bima memang belum mencapai kemenangan puncak. Akan
tetapi, gerakan rakyat di Bima telah memberi sumbangsih dalam memperkaya
strategi perjuangan di era neoliberal ini.

Anda dapat menanggapi Editorial kami di: redaksiberdikari@...

http://www.berdikarionline.com/editorial/20120127/pelajaran-dari-perjuan\
gan-rakyat-bima.html

<http://www.berdikarionline.com/editorial/20120127/pelajaran-dari-perjua\
ngan-rakyat-bima.html
>



[Non-text portions of this message have been removed]




Fri Jan 27, 2012 10:58 am

ulfha_raz
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #16732 of 16764 |
Expand Messages Author Sort by Date

Pelajaran Dari Perjuangan Rakyat Bima Jumat, 27 Januari 2012 | Editorial Berdikari Online "Hantamkanlah kita punya palu godam di atas singgasana kaum ...
ulfha
ulfha_raz Offline Send Email
Jan 27, 2012
11:10 am
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help