Coba ditanya ke Pak SBY...
Barangkali beliau tahu?
2012/1/27 Syahganda Nainggolan <igandul@...>
> **
>
>
> Info ini apa benar ya?
>
> Syahganda Nainggolan
> Sent from my iPad
>
> Begin forwarded message:
>
> > From: Ahmad Samantho <ay_samantho@...>
> > Date: 27 Januari 2012 09:52:17 WIB
> > To: Milist Icas <icas-jkt@yahoogroups.com>, Paramadina Kajian Islam <
> kajianparamadina@yahoogroups.com>, Psik Paramadina <
> psik.paramadina@...>, demokrasi al-Hikmah <
> demokrasi_wilayah_al_hikmah@yahoogroups.com>, Suara SUARA <
> suaraSUARA@yahoogroups.com>, Suara Hati <SuaraHati@yahoogroups.com>, "
> islamprogresif@yahoogroups.com" <islamprogresif@yahoogroups.com>,
> islam_alternatif Moderator <islam_alternatif-owner@yahoogroups.com>,
> Isyraq <isyraq@yahoogroups.com>, smansa <sma1bgr-83@googlegroups.com>,
> kisunda <kisunda@yahoogroups.com>, Api Sejarah <apisejarah@yahoogroups.com>,
> Islam muhammadi <islam_muhammadi@yahoogroups.com>, Ijabi <
> muktamar2008@yahoogroups.com>, Ijabi Slamet <slametkusianto@...>,
> Ijabi Tambun Selatan <ijabitambunselatan@...>, Ijabi Sulawesi
> Selatan <ijabi.sulsel@...>, Ijabi Tulung Agung <
> faisal_malik1999@...>
> > Cc: lovers Ahlul Bayt <Lovers-of-Ahlul-Bayt@yahoogroups.com>
> > Subject: [SMA1Bgr-83:4974] ketua-kpk-ngamuk-meja-kursi-hancur-berantakan
> > Reply-To: sma1bgr-83@googlegroups.com
> >
>
> >
> > ----- Forwarded Message -----
> > From: ajieb jiejieb mustajieb <jieb197502@...>
> > To: "KKS_Qom_Sulsel@yahoogroups.com" <KKS_Qom_Sulsel@yahoogroups.com>; "
> Lovers-of-Ahlul-Bayt@yahoogroups.com" <
> Lovers-of-Ahlul-Bayt@yahoogroups.com>
> > Sent: Friday, January 27, 2012 9:35 AM
> > Subject: [Lovers-of-Ahlul-Bayt]
> ketua-kpk-ngamuk-meja-kursi-hancur-berantakan
> >
> >
>
http://kabarnet.wordpress.com/2012/01/27/ketua-kpk-ngamuk-meja-kursi-hancur-bera\
ntakan/
> > Jakarta – KabarNet: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham
> Samad, naik pitam sampai membanting meja kursi di ruangan kantornya hingga
> hancur berantakan. Pasalnya, langkah Abraham Samad yang akan mengeluarkan
> surat perintah penangkapan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Anas
> Urbaningrum, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng,
> terkait kasus suap Wisma Atlet, dicegah pimpinan KPK yang lain. Pencegahan
> inilah yang membuat Abraham berang, naik darah dan melampiaskan
> kemarahannya. Inilah informasi yang dirilis oleh Anggota DPR-RI, Ahmad Yani
> (PPP), dan Akbar Faisal (Hanura).
> > Terungkapnya berita ini bermula dari pesan singkat (SMS/BBM) yang
> beredar di kalangan tertentu, terkait langkah Ketua KPK Abraham Samad yang
> akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ketum Partai Demokrat
> Anas Urbaningrum dan Menpora Andi Alfian Malarangeng. Peristiwa itu berawal
> ketika Ketua KPK Abraham Samad sudah siap hendak menandatangani surat
> perintah penangkapan terhadap Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan
> Menpora Andi Malarangeng. Namun langkah ini dicegah oleh Wakil Ketua KPK
> Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto, yang menyarankan agar menunda dulu
> rencana penangkapan tersebut. Pencegahan inilah yang membuat Abraham naik
> pitam. Kontan saja suara hiruk pikuk dari ruang kantor Abraham yang sedang
> membanting-banting meja kursi itu terdengar oleh banyak petugas KPK yang
> lain, dan tanpa diketahui siapa yang memulai tahu-tahu berita ini sudah
> beredar dan menjadi perbincangan anggota dewan.
> >
> > Anggota Komisi III DPR-RI, Ahmad Yani, sangat menyesalkan terjadinya
> ketegangan antar Pimpinan KPK dalam proses investigasi dan penindakan atas
> kasus dugaan korupsi Wisma Atlet. Ahmad Yani mengaku dirinya mendapat
> informasi ini dari rekannya di Komisi III, Akbar Faisal. “Saya baru
> mendapatkan informasi ini dari rekan Akbar Faisal, dan Akbar Faisal
> mendapat informasi yang menurutnya kualifikasi A1. Kualifikasi A1 ini
> tentunya bukan perorangan, bukan anggota penyidik, tapi pasti dari Pimpinan
> KPK,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (26/1/2012).
> > Lebih lanjut Ahmad Yani berpendapat, untuk menetapkan siapa tersangka
> kasus suap Wisma Atlet berikutnya tidak dibutuhkan kecerdasan khusus.
> Dengan melihat fakta-fakta yang yang terungkap di persidangan dan
> berdasarkan proses hukum acara, dari situ saja sudah cukup bisa diketahui
> siapa saja yang terlibat. “Dan orang yang akan ditetapkan tersangka itu
> adalah orang yang berkali-kali dipanggil KPK dan berkali-kali datang ke
> KPK,” tandasnya.
> > Ahmad Yani menyayangkan kejadian dicegahnya Ketua KPK yang akan
> menangkap tersangka pelaku tindak pidana korupsi. Ia khawatir KPK tidak
> bisa diharapkan lagi untuk membongkar kasus-kasus lain yang melibatkan
> orang-orang tertentu yang memiliki akses ke kekuasaan dan finansial.
> Menurutnya, intergritas dan moralitas KPK saat inbi betul-betul sedang
> dipertaruhkan. “Kalau KPK sudah dijadikan instrumen politik untuk
> melindungi partai politik tertentu dengan maksud tujuan tertentu, ini
> menjadi tidak adil buat partai lain dan orang lain. Yang tidak memiliki
> akses kekuasaan bisa digulung habis,” pungkasnya.
> > Sementara itu, Anggota Komisi III DPR-RI Akbar Faisal, meyakini
> kebenaran informasi tetang adanya perpecahan di tubuh pimpinan KPK. Akbar
> mengaku bahwa dirinya mendapatkan informasi tentang perpecahan di unsur
> pimpinan KPK langsung dari sumber di dalam lembaga tersebut. Diungkapkannya
> bahwa Ia mengenal dekat Ketua KPK Abraham Samad karena sama-sama berasal
> dari Sulawesi Selatan, disamping juga karena pekerjaan Akbar yang
> sebelumnya pernah berprofesi sebagai wartawan.
> >
> > Akbar berpendapat bahwa sangat masuk akal jika Abraham Samad sampai naik
> pitam sehingga membanting meja kursi di ruang kantornya lantaran ada
> pimpinan KPK lain yang berusaha menghalangi keputusan KPK untuk menangkap
> Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng. ”Saya mengenal Abraham sebagai orang
> paling keras kepala yang saya kenal,” ungkap Akbar kepada para wartawan
> usai menjadi pembicara dalam acara Forum Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah,
> di Jakarta, pada hari Kamis (26/1/2012).
> > Saat ditanya siapa nama sumber informasi tentang berita persengketaan
> antar pimpinan KPK ini, Akbar menolak menyebutkan nama. Akan tetapi,
> lanjutnya, sebagai seorang yang pernah berprofesi sebagai wartawan, dirinya
> meyakini kebenaran informasi yang diperolehnya. Sebagai misal, Akbar
> mencontohkan bahwa dirinya juga pernah mendapat informasi tentang
> perpecahan di kalangan pimpinan KPK terkait kasus skandal mega korupsi Bank
> Century. ”Waktu itu ada pimpinan KPK yang bilang kepada Abraham agar jangan
> mengikuti kemauan politikus DPR dalam kasus Century, karena menganggap DPR
> punya agenda,” pungkasnya.
> > Analisa Redaktur KabarNet:
> > Dari hal-hal yang diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR, Akbar Faisal
> tersebut di atas, dapat ditarik suatu benang merah bahwa informasi tersebut
> diperoleh Akbar dari Ketua KPK Abraham Samad sendiri. Mengingat kedekatan
> hubungan pribadi antara Abraham dan Akbar, disamping kaitan posisi Akbar di
> Komisi III DPR yang salah satu tugasnya mengontrol kinerja KPK, maka
> menjadi sangat logis dan manusiawi kalau Abraham mengeluhkan
> kendala-kendala yang dihadapinya kepada Akbar temannya. Secara sederhana,
> ada dua hal yang bisa disimpulkan dari analisa ini:
> > 1] Kemungkinan kebenarannya sangat besar soal berita tentang terjadi
> perpecahan diantara pesonil unsur pimpinan KPK terkait langkah-langkah
> penindakan terhadap tersangka kasus suap Wisma Atlet.
> > 2] Kemungkinan kebenarannya sangat besar, bahwa seandainya Ketua KPK
> Abraham Samad tidak dicegah oleh dua pimpinan yang lain, maka surat
> perintah penangkapan terhadap Anas dan Andi tersebut tentunya sudah
> ditanda-tangani. Atau dengan kata lain, andaikan langkah Abarham Samad
> tidak dihalangi, seharusnya Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan
> Menpora Andi Malarangeng saat ini sudah meringkuk di dalam penjara.
> [KbrNet/adl]
> > ........
> > "pengetahuanmu belum tentu membuat kau pintar, kepintaranmu belum tentu
> membuat kau bijak dan kebijakanmu belum tentu membuat kau benar"(jieb 2010)
> > jieb
> >
> >
> >
> > --
> > Mun dibere ulah nolak, kapan maneh geus asup Google Groups SMA 1 Bogor.
> > Hayang ngilu urun rembug sok atuh kirim e-mail ka
> sma1Bgr-83@googlegroups.com
> > Bosen, jeung teu kuat heureuy, kaluar we atuh e-mail ka
> sma1bgr-83unsubscribe@googlegroups.com tapi rugi deuleu.
> > Pilihan nu lian ieu group aya di
> http://groups.google.com/group/SMA1Bgr-83
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]