Search the web
Sign In
New User? Sign Up
ekonomi-nasional

Group Information

  • Members: 1124
  • Category: Indonesia
  • Founded: May 2, 2003
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

  Messages Help
Advanced
Fwd: dari milis tetangg [SMA1Bgr-83:4974] ketua-kpk-ngamuk-meja-kur   Message List  
Reply Message #16730 of 16762 |
Info ini apa benar ya?

Syahganda Nainggolan
Sent from my iPad

Begin forwarded message:

> From: Ahmad Samantho <ay_samantho@...>
> Date: 27 Januari 2012 09:52:17 WIB
> To: Milist Icas <icas-jkt@yahoogroups.com>, Paramadina Kajian Islam
<kajianparamadina@yahoogroups.com>, Psik Paramadina <psik.paramadina@...>,
demokrasi al-Hikmah <demokrasi_wilayah_al_hikmah@yahoogroups.com>, Suara SUARA
<suaraSUARA@yahoogroups.com>, Suara Hati <SuaraHati@yahoogroups.com>,
"islamprogresif@yahoogroups.com" <islamprogresif@yahoogroups.com>,
islam_alternatif Moderator <islam_alternatif-owner@yahoogroups.com>, Isyraq
<isyraq@yahoogroups.com>, smansa <sma1bgr-83@googlegroups.com>, kisunda
<kisunda@yahoogroups.com>, Api Sejarah <apisejarah@yahoogroups.com>, Islam
muhammadi <islam_muhammadi@yahoogroups.com>, Ijabi
<muktamar2008@yahoogroups.com>, Ijabi Slamet <slametkusianto@...>, Ijabi
Tambun Selatan <ijabitambunselatan@...>, Ijabi Sulawesi Selatan
<ijabi.sulsel@...>, Ijabi Tulung Agung <faisal_malik1999@...>
> Cc: lovers Ahlul Bayt <Lovers-of-Ahlul-Bayt@yahoogroups.com>
> Subject: [SMA1Bgr-83:4974] ketua-kpk-ngamuk-meja-kursi-hancur-berantakan
> Reply-To: sma1bgr-83@googlegroups.com
>

>
> ----- Forwarded Message -----
> From: ajieb jiejieb mustajieb <jieb197502@...>
> To: "KKS_Qom_Sulsel@yahoogroups.com" <KKS_Qom_Sulsel@yahoogroups.com>;
"Lovers-of-Ahlul-Bayt@yahoogroups.com" <Lovers-of-Ahlul-Bayt@yahoogroups.com>
> Sent: Friday, January 27, 2012 9:35 AM
> Subject: [Lovers-of-Ahlul-Bayt] ketua-kpk-ngamuk-meja-kursi-hancur-berantakan
>
>
http://kabarnet.wordpress.com/2012/01/27/ketua-kpk-ngamuk-meja-kursi-hancur-bera\
ntakan/

> Jakarta – KabarNet: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham
Samad, naik pitam sampai membanting meja kursi di ruangan kantornya hingga
hancur berantakan. Pasalnya, langkah Abraham Samad yang akan mengeluarkan surat
perintah penangkapan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng, terkait kasus suap Wisma
Atlet, dicegah pimpinan KPK yang lain. Pencegahan inilah yang membuat Abraham
berang, naik darah dan melampiaskan kemarahannya. Inilah informasi yang dirilis
oleh Anggota DPR-RI, Ahmad Yani (PPP), dan Akbar Faisal (Hanura).
> Terungkapnya berita ini bermula dari pesan singkat (SMS/BBM) yang beredar di
kalangan tertentu, terkait langkah Ketua KPK Abraham Samad yang akan
mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ketum Partai Demokrat Anas
Urbaningrum dan Menpora Andi Alfian Malarangeng. Peristiwa itu berawal ketika
Ketua KPK Abraham Samad sudah siap hendak menandatangani surat perintah
penangkapan terhadap Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menpora Andi
Malarangeng. Namun langkah ini dicegah oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan
Bambang Widjojanto, yang menyarankan agar menunda dulu rencana penangkapan
tersebut. Pencegahan inilah yang membuat Abraham naik pitam. Kontan saja suara
hiruk pikuk dari ruang kantor Abraham yang sedang membanting-banting meja kursi
itu terdengar oleh banyak petugas KPK yang lain, dan tanpa diketahui siapa yang
memulai tahu-tahu berita ini sudah beredar dan menjadi perbincangan anggota
dewan.
>
> Anggota Komisi III DPR-RI, Ahmad Yani, sangat menyesalkan terjadinya
ketegangan antar Pimpinan KPK dalam proses investigasi dan penindakan atas kasus
dugaan korupsi Wisma Atlet. Ahmad Yani mengaku dirinya mendapat informasi ini
dari rekannya di Komisi III, Akbar Faisal. “Saya baru mendapatkan informasi
ini dari rekan Akbar Faisal, dan Akbar Faisal mendapat informasi yang menurutnya
kualifikasi A1. Kualifikasi A1 ini tentunya bukan perorangan, bukan anggota
penyidik, tapi pasti dari Pimpinan KPK,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung
DPR, Kamis (26/1/2012).
> Lebih lanjut Ahmad Yani berpendapat, untuk menetapkan siapa tersangka kasus
suap Wisma Atlet berikutnya tidak dibutuhkan kecerdasan khusus. Dengan melihat
fakta-fakta yang yang terungkap di persidangan dan berdasarkan proses hukum
acara, dari situ saja sudah cukup bisa diketahui siapa saja yang terlibat.
“Dan orang yang akan ditetapkan tersangka itu adalah orang yang berkali-kali
dipanggil KPK dan berkali-kali datang ke KPK,” tandasnya.
> Ahmad Yani menyayangkan kejadian dicegahnya Ketua KPK yang akan menangkap
tersangka pelaku tindak pidana korupsi. Ia khawatir KPK tidak bisa diharapkan
lagi untuk membongkar kasus-kasus lain yang melibatkan orang-orang tertentu yang
memiliki akses ke kekuasaan dan finansial. Menurutnya, intergritas dan moralitas
KPK saat inbi betul-betul sedang dipertaruhkan. “Kalau KPK sudah dijadikan
instrumen politik untuk melindungi partai politik tertentu dengan maksud tujuan
tertentu, ini menjadi tidak adil buat partai lain dan orang lain. Yang tidak
memiliki akses kekuasaan bisa digulung habis,” pungkasnya.
> Sementara itu, Anggota Komisi III DPR-RI Akbar Faisal, meyakini kebenaran
informasi tetang adanya perpecahan di tubuh pimpinan KPK. Akbar mengaku bahwa
dirinya mendapatkan informasi tentang perpecahan di unsur pimpinan KPK langsung
dari sumber di dalam lembaga tersebut. Diungkapkannya bahwa Ia mengenal dekat
Ketua KPK Abraham Samad karena sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan,
disamping juga karena pekerjaan Akbar yang sebelumnya pernah berprofesi sebagai
wartawan.
>
> Akbar berpendapat bahwa sangat masuk akal jika Abraham Samad sampai naik
pitam sehingga membanting meja kursi di ruang kantornya lantaran ada pimpinan
KPK lain yang berusaha menghalangi keputusan KPK untuk menangkap Anas
Urbaningrum dan Andi Malarangeng. ”Saya mengenal Abraham sebagai orang paling
keras kepala yang saya kenal,” ungkap Akbar kepada para wartawan usai menjadi
pembicara dalam acara Forum Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, di Jakarta, pada
hari Kamis (26/1/2012).
> Saat ditanya siapa nama sumber informasi tentang berita persengketaan antar
pimpinan KPK ini, Akbar menolak menyebutkan nama. Akan tetapi, lanjutnya,
sebagai seorang yang pernah berprofesi sebagai wartawan, dirinya meyakini
kebenaran informasi yang diperolehnya. Sebagai misal, Akbar mencontohkan bahwa
dirinya juga pernah mendapat informasi tentang perpecahan di kalangan pimpinan
KPK terkait kasus skandal mega korupsi Bank Century. ”Waktu itu ada pimpinan
KPK yang bilang kepada Abraham agar jangan mengikuti kemauan politikus DPR dalam
kasus Century, karena menganggap DPR punya agenda,” pungkasnya.
> Analisa Redaktur KabarNet:
> Dari hal-hal yang diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR, Akbar Faisal
tersebut di atas, dapat ditarik suatu benang merah bahwa informasi tersebut
diperoleh Akbar dari Ketua KPK Abraham Samad sendiri. Mengingat kedekatan
hubungan pribadi antara Abraham dan Akbar, disamping kaitan posisi Akbar di
Komisi III DPR yang salah satu tugasnya mengontrol kinerja KPK, maka menjadi
sangat logis dan manusiawi kalau Abraham mengeluhkan kendala-kendala yang
dihadapinya kepada Akbar temannya. Secara sederhana, ada dua hal yang bisa
disimpulkan dari analisa ini:
> 1] Kemungkinan kebenarannya sangat besar soal berita tentang terjadi
perpecahan diantara pesonil unsur pimpinan KPK terkait langkah-langkah
penindakan terhadap tersangka kasus suap Wisma Atlet.
> 2] Kemungkinan kebenarannya sangat besar, bahwa seandainya Ketua KPK Abraham
Samad tidak dicegah oleh dua pimpinan yang lain, maka surat perintah penangkapan
terhadap Anas dan Andi tersebut tentunya sudah ditanda-tangani. Atau dengan kata
lain, andaikan langkah Abarham Samad tidak dihalangi, seharusnya Ketum Partai
Demokrat, Anas Urbaningrum, dan Menpora Andi Malarangeng saat ini sudah
meringkuk di dalam penjara. [KbrNet/adl]
> ........
> "pengetahuanmu belum tentu membuat kau pintar, kepintaranmu belum tentu
membuat kau bijak dan kebijakanmu belum tentu membuat kau benar"(jieb 2010)
> jieb
>
>
>
> --
> Mun dibere ulah nolak, kapan maneh geus asup Google Groups SMA 1 Bogor.
> Hayang ngilu urun rembug sok atuh kirim e-mail ka sma1Bgr-83@googlegroups.com
> Bosen, jeung teu kuat heureuy, kaluar we atuh e-mail ka
sma1bgr-83unsubscribe@googlegroups.com tapi rugi deuleu.
> Pilihan nu lian ieu group aya di http://groups.google.com/group/SMA1Bgr-83


[Non-text portions of this message have been removed]




Fri Jan 27, 2012 4:56 am

igandul@...
Send Email Send Email

Message #16730 of 16762 |
Expand Messages Author Sort by Date

Info ini apa benar ya? Syahganda Nainggolan Sent from my iPad ... [Non-text portions of this message have been removed]...
Syahganda Nainggolan
igandul@... Send Email
Jan 27, 2012
4:52 am

Coba ditanya ke Pak SBY... Barangkali beliau tahu? 2012/1/27 Syahganda Nainggolan <igandul@...> ... [Non-text portions of this message have been removed]...
Harlizon MBAu
harlizon Offline Send Email
Jan 27, 2012
9:30 am
Advanced

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help