Assalamu'alaikum wr wb,
Mungkin akibat krisis moneter yang melanda, Indonesia
bahkan sampai mengimpor pakaian bekas. Tapi apa ini
bermanfaat.
Saya pernah mendengar lagu yang syairnya sebagai
berikut:
"The blankets they give the indians, only make them
die..."
Dulu orang kulit putih di AS memberi selimut bekas
kepada orang-orang Indian, ternyata selimut tersebut
mengandung virus penyakit cacar air yang tidak
berbahaya bagi orang kulit putih, tapi mematikan bagi
orang Indian.
Nah, sekarang di Indonesia kejadian serupa hampir
terjadi. Jika ada pakaian bekas yang mengandung
penyakit berbahaya, apa jadinya nasib bangsa
Indonesia?
Impor pakaian bekas selain bisa menularkan wabah
penyakit juga semakin merendahkan martabat bangsa
Indonesia, dan mematikan industri tekstil di
Indonesia.
Bagaimana pun murahnya pakaian yang kita buat, tentu
jauh lebih murah pakaian bekas.
Wassalam
Karyawan Pabrik Tekstil di Bandung Tolak Impor Pakaian
Bekas
Reporter : M. Munab Islah Ahyani
detikcom - Bandung, Ratusan karyawan pabrik tekstil
dari berbagai industri di kota Bandung, Senin
(5/5/2003) menggelar aksi demo di halaman DPRD I
Jabar, Jl Diponegoro 10. Para karyawan ini meminta
pemerintah bertindak tegas terhadap praktek impor
pakaian bekas yang membuat industri tekstil dalam
negeri sulit berkembang.
Massa yang mengaku datang dari Himpunan Pengusaha
Kecil & Koperasi TPT dan Forum Solidaritas Konfederasi
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Komite Pengusaha
Kecil dan Pengrajin ini menilai, praktek perdagangan
pakaian bekas di dalam negeri membuat produk-produk
mereka menjadi tidak kompetitif.
Akibat lainnya adalah, banyak industri tekstil di
dalam negeri yang mati dan munculnya pengangguran baru
akibat banyak PHK. Selain itu, impor pakaian bekas
menurut mereka juga hanya akan mendatangkan penyakit
ke Indonesia. "Martabat bangsa juga jatuh karena impor
pakaian bekas," kata Wawan Dermawan, koordinator aksi
massa
ini.
Untuk itu, pemerintah diminta bersikap tegas dan
menolak semua praktek perdagangan dan penyelundupan
pakaian bekas dari luar negeri.
Massa memasang spanduk di pagar halaman DPRD berisikan
penolakan mereka terhadap impor pakaian bekas.
Sementara, aparat keamanan terlihat hanya berjaga-jaga
dari kejauhan. Aksi itu sendiri secara keseluruhan
berlangsung dengan aman dan tertib.
Begitu waktu salat Dzuhur tiba, massa pun membubarkan
dirinya.
(nrl)
http://www.detik.com/peristiwa/2003/05/05/20030505-124723.shtml
__________________________________
Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.
http://search.yahoo.com