Dari: fakir_abdillah <fakir_abdillah@ yahoo.com. my> Topik: Re: TERMINAL BLOK M
Bapak bapak saya peserta baru dari Malaysia, fakir Abdillah Algemasi Saya mohon bertanya pada bapak i.e terminal atau dlm tasauf makam mcm mcm nama diberikan Imam Ghazali guna istilah beliau Syeikh Aljailani pula menyebut tentang balutan balutan yang membalut sirr yang dirujuknya sbg tiflul maani. Bapak pula menggunakan istilah muslim mukmin dsb
.. Adakah bapak merujuk kepada perkembangan / peningkatan iman sesaorg atau bpk merujuk kpd peringkat memerangi hawa nafsu atau bpk akan merujuk kepadaa jalan datang dan jalan
kembali yg dikatakan sbd /jiwa/ruh nyawa itu dlm konteks bagaimana ia dtg melalui alam alamnya maka jika kembali ikut alam itu jugalah ... ie alam ajsam /alam misal seterusnya
kealam asalnya ... ahdah wahdah dsb
Allah swt pula menegaskan bahawa yang dinamakan insan itu merupakan makhluk paling sempurna yang dijadikannya . Yg perlu didefinasikan dan difahami dgn sempurna barangkali ialah pengertian INSAN kerana jika insan itu diertikan sbg manusia ... amat jelas akan KETIDAKSEMPURNAAN manusia itu sendiri dlm menjalani hidup' Didalam satu manuskrip yg tidak dicetak Dr Bagindo Muchtar ( barangkali Dr Muchtar Lintang / silat NASRUL HAQ ) berpendapat cara manusia itu memahami erti kehidupan atau manusia itu tidak mempunyai jalan hidupnya sendiri senantiasa menumpang jalan bukan miliknya eg jalan raya milik mobil jalan keretapi milik keretapi dsb....
Jadi adakah manusia itu bukan insan atau insan itu sebahagian drpd manusia ... atau manusia itu insan yg tercemar atau apa.... mhn pdgn bapak ... yg ini tentu ada kaitan dgn hadith yg dikatakan hadith qudsi ( saya tidak pasti ) yakni kenyataan Allah bahawa INSAN itu
adalah rahsiaNya dan Allah sendirilah Rahsia itu .. dirujuk sbg sirr..
Sampai ketemu lagi bpk mhn ... pdgn & tunjuk ajar..salam takzim,
AlFakir Abdillah Abdullah Al-Gemasi Negeri Sembilan Malaysia
> > > Dari: iwan fahri cahyadi <iwan7575@...> > Topik: > Kepada: patrapmania@ ... > Tanggal: Rab, 01 Julai, 2009, 11:37 AM > > "TERMINAL BLOK M" > > Assalamu'alaikum Wr. Wb.> > Para sahabat dan sidang pembaca yang dirahmati, dimuliakan, dan dicintai Allah SWT. > > > Hidup > manusia tidak pernah berakhir, hanya mengalami perpindahan alam, mulai > alam kandungan, alam dunia, alam barzah dan alam akhirat (untuk masalah > ini Insya Allah akan saya bahas dalam artikel tersendiri). Ibarat > seorang musyafir yang bepergian jauh maka sebelum mencapai tujuan akhir > diharuskan
melewati beberapa terminal untuk beristirahat barang sejenak > kemudian melanjutkan perjalanan lagi. > Â > Demikian > pula kita sebagai umat Islam yang hidup di dunia, berusaha sekuat > mungkin untuk mencapai derajat Maqaman Mahmudah (derajat tertinggi di > sisi Allah SWT). Namun itu tidaklah mudah, karena sang hamba harus > melewati beberapa terminal untuk mencapai derajat tersebut. > Â > Mengapa dalam artikel ini saya memberi judul Terminal Blok "M"? Karena dapat saya analog-kan bahwa Terminal disini > mempunyai arti tempat pemberhentian sementara untuk melanjutkan > perjalanan selanjutnya ke tempat pemberhentian berikutnya dan > seterusnya. Sedangkan Blok saya artikan sebagai tahap, maqam, atau derajat. Sementara "M" adalah > yang menunjukkan perjalanan kita sampai saat ini berada pada maqam yang > mana, apakah kita termasuk Muslim, Mukmin,
Muttaqin atau Mukhlisin. Dan > sampai saat dan detik ini maqam kita jalan di tempat atau sudah > bergeser ke arah yang lebih baik dan sempurna. Mari kita urai satu per > satu. > Â > Muslim > > > Pada maqam ini seseorang masih dalam tahap mempelajari ber-Islam. > Semua diukur berdasarkan pahala dan dosa. Pada intinya, maqam ini > menggambarkan seorang hamba pada tahap membangun ketaatan, patuh kepada > perintah, jika melanggar maka akan dihukum dengan neraka dan jika patuh > diberi pahala surga. Seumpama kita saat menyuruh kepada anak kita yang > tingkat pendidikannya masih Sekolah Dasar (SD) untuk berbuat sesuatu, > mereka akan dijanjikan atau diiming-imingi dengan yang menyenangkan > hatinya (misal di kasih permen), sehingga dia akan menjalankan dengan > suka cita dan riang gembira. > Â > Mukmin >
 > Pada tahap ini seorang hamba baru memasuki proses menjalani Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Nur Karim : >  > "Mereka > merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan ke-islam-an mereka. > Katakanlah : 'Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku > dengan ke-islam-anmu, sebenarnya Allah, Dia-lah yang melimpahkan nikmat > kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah > orang-orang yang benar". (QS. Al-Hujurat 49 : 17). >  > Muttaqin >  > Pada tahap ini seorang hamba Allah SWT mengalami ber-Islam, dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :" > dan adalah mereka berhak dengan kalimat taqwa itu (dengan tandai dengan > asma-Nya dalam hati) dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha > Mengetahui segala sesuatu". (QS. Al-Fath 48 : 26). >  >
Mukhlisin > > > Pada tahap ini seorang hamba memasuki tahap memahami (menerima pengajaran dari Allah SWT). Pada > tahap ini seorang hamba menyerahkan segala-galanya kepada Allah, > sehingga dinamakan hamba yang mukhlisin. Dan pada derajat ini, syaitan > laknatullah tidak mampu menggoda dan mempengaruhinya (menyesatkan) > karena sang hamba dijaga langsung oleh Allah SWT. Subhanallah! . Dan > yang menarik disini, meskipun syaitan telah dikutuk, tetap mengakui > bahwa Tuhannya adalah Allah SWT.  Coba kita simak dialog antara syaitan dengan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr 15 ayat 39-41 dibawah ini > : >  > Iblis berkata : Ya Tuhanku, oleh > sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan > mereka memandang baik (perbuatan maksiat) dimuka bumi dan pasti aku > akan menyesatkan mereka semuanya;
kecuali hamba-hamba Engkau yang > mukhlis diantara mereka. Allah berfirman :" Ini adalah jalan yang > lurus, kewajiban Aku-lah (menjaga-Nya) ". > Â > Di ayat lain perihal derajat seorang hamba yang mukhlasin langsung mendapat bimbingan dan pengajaran dari Allah SWT. > Â > "(Dia-lah) > yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, yang mengutus > Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya > diantara hamba-hamba- Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang > hari pertemuan (hari kiamat)". (QS. Al-Mu'min 40 : 15). > Â > *** > Orang yang baru tahap mempelajari tidak mungkin mereka itu bisa mengenal Allah SWT yang sebenar-benarnya. > Â > "Mereka > tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah > benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (QS. Al-Hajj
22
: 74). > Â > Dicontohkan > dalam Al-Qur'an imannya orang Arab Badui, walaupun mereka hidup semasa > Rosululloh SAW tetapi Allah mengatakan mereka belum beriman (QS. Al-Hujurat 49 : 14), hatinya kosong belum diberi tanda apapun oleh Allah SWT (QS. Al-Fath 48 : 26). > Sesungguhnya syaitan menghalangi mereka dari jalan (agama), sedang > mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. Coba perhatikan ayat > berikut ini, "Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar > menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa > mereka mendapat petunjuk". (QS. Az-Zukhruf 43 : 37). > Â > Apa > jadinya jika kebenaran agama (jalan Allah SWT) berdasar dengan dugaan, > apalagi memahami Allah SWT? Sesungguhnya dugaan tidak cukup untuk > mendapat kebenaran sedikitpun. > Â > "Dan > kebanyakan mereka tidak mengikuti
kecuali persangkaan saja. > Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai > kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka > kerjakan". (QS. Yunus 10 : 36). > Â > Demikian > sedikit uraian yang dapat saya persembahkan kepada para sahabat dan > sidang pembaca. Semoga bermanfaat dan menjadikan bahan perenungan serta > instropeksi bersama, sampai dimanakah kira-kira "maqam" kita saat ini? > Hanya sahabat dan Allah SWT yang tahu. Mohonlah selalu kepada-Nya untuk > senantiasa dituntun dan dibimbing untuk memperoleh posisi puncak yaitu > Maqaman Mahmudah (tempat terpuji dan derajat tertinggi > disisi-Nya) .... lalu bagaimana dengan surga atau neraka? ... nggak usah > dipikirlah ... lha wong keduanya itu juga makhluk ciptaan Allah SWT. > Kalau anda dekat dengan Allah SWT (disisi-Nya) secara otomatis dan > pasti Surga anda
raih. > Â > Wassalamu'alaikum Wr. Wb. > > H. Soetadji-Tafakur Artikel > Fahri-Penulis > SC-HSS > www.akubersujud. blogspot. com >
|