saya melihat apakah pendidikan kita akan masuk ke dunia informal, jadi gelar gak penting, nilai ujian gak penting
terus standard nilai nasional kita apa yah
ujian dari lembaga non formal ....
Pak. Frans memang susah menjelaskan jalan pikiran kita keorang yang merasa dirinyalah yang paling benar. Kita maunya UN dijadikan target agar motivasi anak untuk belajar lebih giat bisa muncul. Asumsinya semakin giat anak belajar semakin pandai dia. Tetapi malah dikatakan nggak ada hubungannya. Yang PICIK siapa ya?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Frans Thamura <frans@...>Date: Sat, 28 Nov 2009 08:35:28 +0700Subject: Re: Bls: [Dirgahayu Milis Dikmenjur] UN dihapuskan ? UN Momok yang sangat menakutkan!ada gak yang mau ngirim anaknya dari indonesia timur buat masuk camp penyiksaan meruvian
dimana kita terbukti selama 5 tahun terakhir menghasilkan anak2 yang top, malah buat tercengang industri
pengen tahu anak indonesia timur yang jelek itu sekolahnya atau anaknya
saya percaya semua anak kalau dididik bagus sama kualitasnya, itu dari hasil riset saya di General electric sekitar 1992
ekosistem yang kurang mendukun gmembuat telur emas jadi telur busuk
F
2009/11/28 Satria D <satriadharma2002@...>Bung Fadly, kalau hanya untuk melihat kualitas pendidikan seperti itu tidak perlu jauh-jauh Pak. Di negara kita saja banyak kondisi seperti itu. Berjalan saja ke Indonesia bagian Timur. Semakin ke timur semakin parah kualitas pendidikan kita. Apakah UN akan meningkatkan kualitas pendidikan? Kalau begitu ya terapkan saja UN untuk semua daerah dan kita tinggal petik hasilnya. :-) Sekali lagi, kualitas pendidikan TIDAK ADA HUBUNGANNNYA dengan UN. Mau yang nasional atau lokal tujuan ujian hanyalah untuk melihat HASIL pendidikan dan bukan PROSES pendidikan itu sendiri.
Kalau mau memperbaiki KUALITAS pendidikan ya perbaiki kualitas gurunya, perbaiki fasilitas pendidikannya, manajemennya, kurikulumnya, suasana belajarnya, kesadaran masyarakatnya, dll. Kalau itu semua sudah diperbaiki maka kualitas akan otomatis meningkat meski tanpa ada ujian sekali pun. Ujian itu hanya untuk mengetahui OUTPUT pendidikan saja dan itu pun tidak perlu dinasionalkan karena FAKTANYA adalah masukan dan proses pendidikan kita tidak standar secara nasional. Jadi kenapa justru standar outputnya yang mau dinasionalkan? Mbok ya kualitas guru, fasilitas, manajemen, dll yang bersifat INPUT dan PROSES lebih dahulu yang dinasionalkan.
Salam
Satria
--- In dikmenjur@yahoogroups.com, fadli eka yandra <fadli_e_y@...> wrote:
Dear All,Menurut saya UN sangatlah penting, masalah kecurangan dan hal lainnya tergantung sikap para pengelola pendidikan setempat.
Saya baru saja pulang dari Kamboja, kondisi pendidikan disana tanpa standar dan tidak ada yg namanya UN, akibatnya kualitas lulusan sangat beragam dan sangat tidak memenuhi standar, bahkan fasilitas sekolahpun sangat tidak memenuhi standar.Melihat kondisi di Kamboja saat ini, kita perlu sangat bersyukur, bahwa pendidikan di Indonesia, negeri yg sangat kita cintai bersama ini, sangatlah maju, sehingga standar pendidikan yang ada bisa memenuhi standar Internasional, sekolah-2 tidak ada yang sangat jelek.Saya memasang perangkat sea-edunet di salah satu SMA ternama dan sangat besar di pusat Kota Phnom Penh (Ibukota Kamboja), sekolah ini memiliki gedung berlantai 3, yang dibangun sekitar tahun 60-an, tapi sampai saat ini baru satu kali direhab dan itupun bantuan dari kedutaan Inggris, kalau anda mau melihat kedalam sekolahnya, saya rasa anda semua para pendidik akan terenyuh dan baru merasa bahwa Indonesia jauh lebih baik, kalau mau melihat fotonya ada di
www.fadli-jambi. blogspot. comNah sekarang silahkan pilih, mau tetap meributkan masalah UN atau memperbaiki kualitas UN, atau mau pendidikan lebih parah lagi, silahkan anda tentukan sendiri, saya pikir, kita perlu melihat Indonesia dari luar Indonesia, supaya kita bisa tahu betul, bagaimana Indonesia yang sebenarnya, khususnya Pendidikan.Ayo bersama membangun dan menjaga nama Besar negeri tercinta ini, kalau kita masih ingin melihat anak cucu kita atau generasi selanjutnya menjadi lebih baik, atau tidak sama sekali, silahkan meributkan hal-2 yang membuat kita menjadi terbelakang. Wassalam, Fadli Eka YandraPemerhati Pendidikan