istilah sebutan supreme being dah ada di kalangan Tionghoa dari jaman dulu, dari mulai sebutan Tai Yi, Tian Huang dsbnya.
Konsepsinya yg mesti dimengerti adalah bagaimana melihat yg disebut supreme being itu seperti apa, jgn selalu meliat dari kacamata samawi selalu.
Sebutan Gui atau hantu yg seolah2 selalu jahat huehehehe atau jg sebutan shen atau dewa yg seolah2 selalu baik.
Kosmologi dewa dan hantu itu seolah ada diluar tubuh kita, tapi berkaitan dgn kondisi kesehatan, psikologi, kejiwaan dsbnya.
di kitab Daxue or Zhongyong ya owe lupa, itu jg membahas GUISHEN sebagai satu kesatuan huehehehehehehe.
Dan diartiin dalam bahasa indonesia adalah Tuhan Maha Roh.
Nah gimana tuh ?
--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "kwaihiap@.. ." <kwaihiap@.. .> wrote:
>
> Bung David,
> Thni itu mbacanya piye?(pronunciation )
> apakah pin yin? Soewandi? Ophuishen?
> Juga budaya asli Tionghoa bukan kah tidak kenal TUHAN, yg dikenal hanya HANTU dan DEWA.(kalangan manusia, kalangan dewa, kalangan hantu.
> Paling2 menurut almarhum Buya Hamka, suhunya Yusuf Hamka(adiknya Agie Cece) Allah SWT itulah DAO.
> Sojah Wushu,
> Koay Hiap.
> --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "David Kwa" <david_kwa2003@ > wrote:
> >
> > RRS,
> >
> > Rupanya itulah sebabnya, menurut literatur yang owe baca, ritus sembahyang pernikahan Tionghoa disebut Sembahyang Sam Kai 三界 ya? Sam Kai Kong 三界公 (artinya ‘Paduka Tiga Alam’) adalah gelar lain dari Sam Koan Tayte 三官大帝 (artinya ‘Penguasa Tiga Alam’). Sebutan itu menunjukkan bahwa dalam prosesi pernikahan tradisional Tionghoa sepasang mempelai hanya perlu bersembahyang kepada Sam Koan Tayte 三官大帝 (Sam Kai Kong 三界公), bukan kepada Thni Kong 天公 ya? Kedua mempelai tidak perlu bersembahyang kepada Thni Kong 天公, sebab sudah ada Sam Koan Tayte 三官大帝 (Sam Kai Kong 三界公) yang merupakan representasi Tuhan, benarkah begitu? Lagipula, urusan pernikahan kan bukan urusan Thni Kong? Benarkah begitu?
> >
> > Bagi yang belum mengetahui, Sembahyang Sam Kai dilakukan dengan sebuah meja altar temporer berukuran tinggi yang diletakkan di sebelah dalam pintu utama, menghadap ke luar.
> >
> > Dan itulah pula sebabnya di kelenteng-kelenteng tua sejatinya hanya ada altar kepada Sam Koan Tayte 三官大帝 (Sam Kai Kong 三界公)? Seingat saya, di kelenteng Ban Tek Ie 萬德院, Banten, dan Kim Tek Ie �`德院, Jakarta, asalnya pun hanya ada altar Sam Koan Tayte 三官大帝 (Sam Kai Kong 三界公), sebelum kemudian ditambah-tambah oleh pengurus kelenteng, karena ketidakpahaman pengurus. Kerancuan mana kemudian menular ke mana-mana, termasuk ke kelenteng-kelenteng yang dibangun kemudian. Benarkah sebuah kelenteng “kurang lengkap” bilamana tidak ada altar Thni Kong, hanya ada altar Sam Koan Tayte 三官大帝 (Sam Kai Kong 三界公)? Mohon pencerahan.
> >
> > Banyak kelenteng baru―bahkan kelenteng lama yang dipugar―di wilayah Jabodetabek yang sengaja menambahkan altar Thni Kong 天公―bahkan sengaja membuatkan bangunan tambahan (pai teng 拜亭) khusus di bagian depan―yang sejatinya tidak ada, karena dulu “kurang pede” sewaktu orba, “takut dikatakan ateis”, dlsb, yang terus menurun hingga kini. Padahal konsepsi Ketuhanan Tionghoa berbeda dari apa yang diinginkan pemerintah. Akibatnya, sampai sekarang kerancuan tersebut masih berlangsung: di bagian depan kelenteng―utamanya kelenteng baru―selalu saja ada pai teng 拜亭, tempat meletakkan altar Thni Kong 天公. Rancunya lagi, entah siapa yang memulai, altar Thni Kong 天公 tersebut salah kaprah disebut altar Thian Thni Kong 天天公. Padahal, istilah Thian 天 kan sama saja dengan Thni Kong 天公 tokh, cuma yang satu adalah wenyan 文言 (bun-gan = literary), sementara yang lainnya baihua 白話 (peq-oa = colloquial)? Bukankah
Sembahyang Thian = Sembahyang Thni Kong?
> >
> > Kiongchiu,
> > DK
> >
> > --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "ardian_c" <ardian_c@:
> >
> > Banyak permasalahan yg menimpa dan menjadi hal2 yg rancu terutama mengkaitkan masalah Tuhan org Tionghoa.
> >
> > 1 permasalahan yg umum adalah beranggapan bahwa Yuhuang Shangdi 玉皇上帝 adalah Tuhan, yg mana sebenarnya Yuhuang adalah hanya salah satu dari 4 yu 四禦 yg antara lain adalah:
> > 1. Gouchen 勾陳
> > 2. Houtu 后土
> > 3. Ziwei 紫微
> > 4. Yuhuang 玉皇
> >
> > Dalam kepercayaan umum, bahwa Sanguan atau 3 penguasa sudah ada sejak pra dinasti Han dan diadopsi oleh Taoisme.
> >
> > Dalam perkembangan di masyarakat, terutama didaerah2, sudah biasa dan lazim sembahyang Samkai/sanjie /sanguan 三界 /三官 sebagai representasi Tuhan.
> >
> > Dan Tuhan dalam pandangan org Tionghoa tentunya berbeda dengan pandangan org barat.
> >
> > Selain konsep Sanguan yg lahir belakangan, sekitar pada masa akhir dinasti Zhou timur, org Tionghoa jg beranggapan bahwa Langit Bumi 天地 Yinyang 陰陽 guishen 鬼神 merupakan manifestasi alam/Tuhan dan tiga keselarasan/ anasir atau sancai 三才 adalah hal yg ada dan mengisi seluruh alam semesta ini. Secara umum diartikan Tian Di Ren 天地人 langit bumi manusia, dan dalam hal ini San Guan melambangkan 天地水 langit bumi dan air.
> >
> > Mayoritas di Singkawang, Bangka, Medan banyak altar2 yg utk Tuhan bertuliskan Tianguan Cifu 天官賜福 (Penguasa Langit pemberi rejeki ) yg mana merupakan bagian dari Sanguan lainnya Diguan 地官赦罪 (Penguasa Bumi penghapus Dosa) dan Shuiguan 水官 解厄 (Penguasa Air Penolak Bencana).
> >
> > Kepercayaan penghapusan dosa ini nantinya akan berkaitan dengan upacara ulambana/sembahyang rebutan utk roh2 gentayangan.
> >
> > 3 guan ini berasal dari energi langit dan bumi yg menghasilkan 3 energi yaitu Logam, Tanah dan Air. Versi lainnya adalah anak dari Yuanshi Tianzun yaitu 3 raja purba yaitu Yao Shun dan Yu 堯舜禹.
> >
> > So tambah mumet gak ngeliat konsep KETUHANAN tionghoa ? huiehehehehehe.
> >
>