Selain gue... CAC yang bilang secara tersirat, dengan istilah "konsesi" dan "imbalan" yang digunakan, weks! Huehehehe.
Kalau enggak, kenapa dia pake istilah-istilah itu coba? Dan kenapa Sindhunata yang disalahkan setiap mendiskusikan perubahan istilah dari tionghoa ke Cina?
Tyus ya, elu kok berani mengasosiasikan ini tenglang normal yang itu tidak normal itu atas dasar apa?
Tyus lagi :
1. Isi artikel di majalah Sinar itu apa? coba bawa kesini.
Yang gue tahu mah dia bilang Suharto masih baik karena tidak melarang total tapi masih membolehkan perayaan imlek di rumah masing-masing.
2. Jadi Asimilasinya sendiri nggak ada masalah ya? Urusan paksa memaksanya doank yang tidak disukai?
Pantesan selama ini argumen yang alergi asimilasi itu banyakan kedodoran enggak konsisten.
Rupanya paksaannya yang jadi masalah, konsepnya sendiri nggak kenapa-kenapa.
Tapi orang enggan terang-terangan ngomong masalahnya apa. Enggak to the point, jadinya muter-muter enggak jelas.
3. Yang waktu itu gencar dengan kritikan terhadap agama tionghoa (tridharma) itu kan Liem Hok Liong? Kok Sindhunata yang dituding itu kenapa? Apa lantaran dia lebih beken bin ngetrend? Atau karena dia pimpinan maka dianggap bertanggungjawab atas pendapat yang disampaikan anggotanya?
Dan bukankah kritikan ini ditentang keras oleh sesama anggota LPKB sendiri Oen Tjhing Tiaw?
Jadi peranan Sindhunata disitu apa? Kambing hitam?
Tyus Gue mau tanya, bener nggak pada jaman itu (taon 60an) kalau orang nggak dipaksa untuk belajar bahasa Indonesia, akan lebih suka pake bahasa daerah sendiri yang bisa menghambat untuk persatuan dan kesatuan bangsa? sehingga sampai keluar himbauan tionghoa yang WNI gak boleh masuk sekolah tionghoa yang pengantarnya berbahasa mandarin?
4. (KingHian, udah tiga kok tiga lagi sih, hihihihi)
Soal jurus "Good chinese and Ugly Chinamen". Ini menarik untuk dibahas, sebab semenjak pertama kali LPKB dibentuk, inilah jurus utamanya LPKB menandingi BAPERKI. Strateginya adalah, "kami mungkin sama-sama tionghoa tapi kami BEDA" dan sepanjang sepak terjangnya inilah terusan di usung. Maka dua makalah menyoal tionghoa di seminar AD utamanya adalah untuk membedakan "tionghoa WNI dengan tionghoa WNA."
Nah, kalau menurut King Hian, adakah jurus lain yang bisa dilakukan di saat gonjang ganjing seperti itu?
Ini gue tanya, sebab ada asuk-asuk yang bilang, stereotyping dan prejudice, hanya bisa ditangkis dengan satu jurus itu, yaitu dengan ekstrim menjunjukkan bahwa orang tionghoa itu beda-beda cara pikirnya. DIbilang eksklusif, maka ditunjukkan yang tidak eksklusif -> pesan yang mau disampaikan: tidak semua seperti itu.
dan, ENGKONG, ini gue bukan ngomong masa lalu lhoh, gue ngomong untuk strategi masa depan!
Hehehe, mahaff teman-temin, gue selipin pesan buat engkong, sebab kemaren engkong ngomelin gue, sebagai anak muda bukannya mikir masa depan malah utik utik masa lalu melulu, huehehehe,bukannya apa, seiring dengan roda berputar, cina lagi diatas sekarang, gue pengen pelajari masalalu, buat antisipasi kalau rodanya muter lagi, getoh. Paranoid, mungkin. Tapi sejarah dipelajari supaya tidak diulangi bukan?
-----Original Message-----
From: budaya_tionghua@yahoogroups.com [mailto:budaya_tionghua@yahoogroups.com] On Behalf Of King Hian
Sent: Saturday, October 11, 2008 10:51 AM
To: budaya_tionghua@yahoogroups.com
Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: buku baru (3) - ayat ayat cina
Uly:Ogah ah jadi trader. Serem! liat aja Sindunata, sekali jadi trader
seumur hidup sampai ke liang kubur namanya masih disebut dengan tidak
hormat. Sorry yeh, gue sih kaga minat jadi martir kek gitu.
KH:Yang bilang dia jadi trader kan cuma lu. Emang siapa lagi yang juga bilang dia jadi trader?Gua kasi tau lu ya, yang membuat K Sindhunata tidak disukai Tnglang (yang NORMAL) adalah:1. dia ada di belakang orba untuk menekan budaya Tionghoa (dalam wawancara dengan majalah Sinar, dia mengaku bahwa dia yang mengusulkan pelarangan perayaan tahun baru imlek kepada presiden Soeharto)2. dia embahnya LPKB yang menganjurkan (baca: memaksakan) konsep asimilasi. Bukan asimilasinya yang bermasalah, tapi asimilasi yang dipaksakan yang kaga bener3. dia menuduh orang yang "masih" melakukan budaya/tradisi (dan agama) Tionghoa akan berorientasi ke negeri leluhur, bukan ke Indonesia3. dia pake jurus: "we're the good chinese n they're the ugly chinamen". Untuk memperlihatkan kebaikan kelompoknya, dia tega menjelekkan kelompok (terutama yang berbeda budayanya) terhadap pihak lain.KH
--- On Sat, 10/11/08, ulysee_me2 <ulysee_me2@yahoo.com.sg> wrote:From: ulysee_me2 <ulysee_me2@yahoo.com.sg>
Subject: [budaya_tionghua] Re: buku baru (3) - ayat ayat cina
To: budaya_tionghua@yahoogroups. com
Date: Saturday, October 11, 2008, 8:52 AM
Iiihhh Agoeng, siapa elo kok berani berani nodong gue? Pangkat
militer kaga punya, anggota Triad juga bukan.
Mbok ya kalau nodong itu di acara seminar AD, biar gue kaga bisa
kabur. Krrrkkkekekeke.
Ogah ah jadi trader. Serem! liat aja Sindunata, sekali jadi trader
seumur hidup sampai ke liang kubur namanya masih disebut dengan tidak
hormat. Sorry yeh, gue sih kaga minat jadi martir kek gitu.
Omm Nano.... ide bagus tuh. Bole juga bikin bikin parodi, Ayat Ayat
CINA... krrrrrkkkekekeke. .... tentang cina dan tionghoa yang kisahnya
kayak sampek engtay. Krrrrkkkekekekeke
--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "danarhadi2000"
<danarhadi2000@ ...> wrote:
>
> Ci Ul lebih suka kata "Cina", soale lebih pendek.
>
> "Ada Apa Dengan 'CINA'?" Mungkin ci Ul mau menyutradarai filem "
> Ayat Ayat Cina". Tapi minta izin copyright dulu dari CSIS ha ha ha
>
>
> Salam
>
> danardono
>
>
>
> --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, agoeng_set@ wrote:
> >
> > Ya udah generasi muda sepakat dah pake istilah tionghoa beres
kan.
> ( lg nodong ully suruh langsung setuju, biar dia jadi tradernya)
> >
> > Kaburrrrrrrrrrrrrrr rr hehehehee
> >
> > Lo sediain konsumsi donk. oB g juga dah lama ga dapet objekan tuh
> suka nanya kok ga pernah disuruh bersih2 lg, hehehehe
> > Sent from my BlackBerry?
> > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "ulysee_me2" <ulysee_me2@ >
> >
> > Date: Fri, 10 Oct 2008 01:04:01
> > To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com>
> > Subject: [budaya_tionghua] Re: buku baru (3)
> >
> >
> > Barangkali harus dibikin buku tanggapan, APA KATA HATI ORANG CINA
> dan
> > APA KATA HATI ORANG TIONGHOA?
> >
> > Atau bukunya tanggapannya nanti dikasih judul "Ada Apa
> Dengan 'CINA'?"
> > AADC versi baru, hahahahaha
> >
> > Back to topik, kita mestinya malu nih, sampai ada yang spekulasi
> soal
> > sebutan cina dan tionghoa, padahal menurut mereka yang disebut
itu
> ya
> > satu warna, satu jenis, apa bedanya? Berarti keruwetan yang sampai
> > dibukukan ini sudah waktunya di urai.
> >
> > Nggak cuman di urai, kudunya dibikin kesepakatan, ke depan
harusnya
> > gimana? Kesepakatan di tangan generasi muda ajah, generasi engkong
> > dan babeh harus pasrah, sebab yang menanggungnya nanti adalah yang
> > muda-muda, generasi kini dan yad. Maka dasar sebutan harus bisa
> > dipertanggungjawabk an dan di copy sampai seabad kemudian.
> >
> > Huehehehe, gimana, mau bikin acara bedah buku di Pangjay?
huehehehe.
> > Gue sih cari kesempatan kopi darat neh, udah lama kaga kumpul2.
> > Kuatir itu pangjay keburu jamuran euy.
> >
> >
> > --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "hartantodedy"
> > <hartantodedy@ > wrote:
> > >
> > > Dear All,
> > >
> > > Maafkan saya (bukan ngajak perang), kalau melihat tulisan macam
> ini
> > > jadi teringat masalah yang sudah dianggap tidak ada
> (selesai)"Totok
> > > dan Babah".
> > > Menurut saya pribadi kalau dibuat APA KATA HATI ORANG BABAH,
pasti
> > > ada beberapa point sama dengan APA KATA HATI ORANG PRIBUMI.
> > >
> > > Salam,
> > > Dedy
> > >
> >
>
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.7.6 - Release Date: 10/5/2008 12:00 AM
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.7.6 - Release Date: 10/5/2008 12:00 AM