Skip to search.
budaya_tionghua · Forum Diskusi Budaya & Sejarah Tionghua

Group Information

  • Members: 2772
  • Category: Indonesian
  • Founded: Oct 29, 2003
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

  Messages Help
Advanced
SERIAL SEJARAH : Dinasti Tang (618 ¡V 906)   Message List  
Reply Message #16128 of 61955 |
Dinasti Tang (618 ¡V 906)

Setelah Dinasti Tang berdiri keadaan tidaklah langsung aman.
Selama kurang lebih enam tahun kekacauan yang diakibatkan oleh
pertikaian antar berbagai fraksipun berkecamuk. Li Yuan dengan
dibantu puteranya Li Shimin berjuang keras untuk memulihkan
perdamaian. Usaha ini akhirnya berhasil dan meletakkan dasar bagi
kestabilan politik di sepanjang sejarah Dinasti Tang. Li Yuan adalah
seorang yang berbelas kasih, ia menjamin kelangsungan hidup para
keluarga raja Dinasti Sui. Pada tahun 626 ia turun tahta dan
digantikan oleh puteranya, Li Shimin, yang bergelar Kaisar Tang
Taizong (626 ¡V 649). Di bawah pemerintahan Taizong, Tiongkok menjadi
negara adikuasa. Dengan kecerdasannya dalam bidang politik yang
mengkombinasikan kekuatan militer dan diplomasi, serta memecah belah
suku-suku di sekitarnya, ia menjadikan Tiongkok sebagai negara
terkuat di Asia Utara. Ia menghancurkan sepenuhnya kekuatan suku-
suku Turki Timur dan berhasil menguasai Daerah Ordos serta Mongolia
Dalam.
Pada masa kekuasaan Taizong hubungan antara timur dan barat
makin terbuka dan Chang¡¦an, ibu kota Dinasti Tang menjadi kota
terbesar dan termegah pada jamannya. Salah satu prestasi terkenal
pada masa kini adalah perjalanan Bhikshu Xuanzang (kembali ke Chang¡¦
an pada tahun 645) untuk mengambil kitab suci Tripitaka di India,
dimana perjalanan ini mengandung semangat penjelajahan yang baru
menghinggapi bangsa barat sekitar 600 tahun kemudian. Rute
perjalanannya mirip dengan rute Marcopolo, sehingga Xuanzang
terkadang disebut sebagai Marcopolonya Tiongkok.
Pengganti Taizong adalah kaisar-kaisar lemah. Berturut-turut
Tiongkok diperintah oleh Gaozong (649 ¡V 683), Zhongzong (684; 705 ¡V
710), dan Ruizong (684 ¡V 690; 710 ¡V 712). Kaisar Gaozong adalah
seorang yang lemah secara fisik, sehingga akhirnya sedikit demi
sedikit kekuasaan jatuh pada selir kesayanganya yang ambisius,
bernama Wu Zetian (690 ¡V 705). Ketika Gaozong terkena stroke pada
tahun 660 dan mengalami kebutaan serta kelumpuhan, Wu mulai
bertindak atas nama suaminya di dalam memegang kekuasaan kenegaraan.
Setelah kematian suaminya, Wu mengangkat berturut-turut dua orang
kaisar, yakni Zhongzong dan Ruizong sebagai kaisar boneka, sebelum
akhirnya pada tahun 690 ia mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar
dan menyebut Dinastinya dengan nama Zhou. Namun sayang sekali Wu
lupa diri dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan moralitas
di istananya. Penyuapan dan korupsi marak di mana-mana, sehingga
sang kaisar wanitapun kehilangan simpati rakyat. Pada tahun 705
setelah gagal menyelamatkan kekasih-kekasihnya dari pembunuhan oleh
pengawal istana yang marah, Ratu Wu turun tahta. Kaisar Zhongzong
dan Ruizong naik tahta kembali, sehingga dengan demikian Dinasti
Tang bangkit kembali.
Kebudayaan dan kesenian dinasti Tang makin berkibar pada
masa kaisar berikutnya yang bergelar Xuanzong (712 ¡V 756), dimana ia
juga merupakan seorang seniman. Salah satu prestasi besarnya adalah
pembuatan patung lembu yang terbuat dari besi tuang, dimana patung
tersebut ditemukan kembali pada tahun 1989 sejumlah empat buah.
Hasil karya tersebut menunjukkan betapa majunya Tiongkok di dalam
seni pengolahan dan pengecoran logam.
Ilmuwan terkenal pada masa Xuanzong adalah Yixing (683 ¡V
727), yang sekaligus merupakan seorang Bhikshu Buddha. Ia adalah
orang pertama yang menghitung panjangnya garis bujur bumi dan penemu
sebuah alat yang khusus dipergunakan untuk mengukur panjang
lingkaran garis bujur. Yixing juga merupakan penterjemah beberapa
kitab-kitab suci Buddhis dari Bahasa Sansekerta ke Bahasa Mandarin
(antara lain Kitab Mahavairocana Sutra) sehingga memperkaya
kesusasteraan Tiongkok.
Kaisar-kaisar Dinasti Tang setelah Xuanzong merupakan kaisar-
kaisar yang lemah dan masa akhir Dinasti Tang ditandai dengan
kekacauan dan pemberontakan. Salah satu pemberontakan terbesar yang
menggoyahkan Dinasti Tang adalah pemberontakan An Lushan yang
berlangsung hingga tahun 763 selama pemerintahan dua kaisar, yakni
Suzong (756 ¡V 762) dan Daizong (762 ¡V 779). Pemberontakan ini
menyita kekayaan dan kekuatan Dinasti Tang. Kelemahan Dinasti Tang
ini tidak disia-siakan oleh Bangsa Tibet yang berulang kali
menyerang Tiongkok hingga tahun 777. Hingga menjelang akhir
hayatnya, para kaisar terakhir Dinasti Tang gagal untuk
mempertahankan kekuasaannya atas para gubernur setempat. Bahkan
jarang dari para kaisar tersebut yang memerintah lebih dari 15 tahun.
Salah seorang dari para gubernur yang makin kuat tersebut,
Zhu Wen, membunuh Kaisar Zhaozong (888 ¡V 904), serta mengangkat
putera kesembilannya, Aidi (904 ¡V 907) sebagai kaisar boneka. Namun
pada akhirnya ia sendiri mengangkat dirinya sebagai kaisar serta
memproklamasikan berdirinya Dinasti Liang Akhir, sehingga
berakhirlah Dinasti Tang.
Selama periode berikutnya, Tiongkok kembali mengalami
perpecahan dan kekacauan. Lima dinasti secara berturut-turut
berkuasa di utara (Liang Akhir, Tang Akhir, Jin Akhir, Han Akhir,
dan Zhou Akhir), sementara itu di selatan terdapat sepuluh kerajaan.
Oleh karenanya periode sejarah ini dinamakan Wu Dai Shi Guo (Lima
Dinasti dan Sepuluh Kerajaan).







Sun Jan 1, 2006 8:20 pm

perfect_harm...
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #16128 of 61955 |
Expand Messages Author Sort by Date

Dinasti Tang (618 ¡V 906) Setelah Dinasti Tang berdiri keadaan tidaklah langsung aman. Selama kurang lebih enam tahun kekacauan yang diakibatkan oleh ...
perfect_harmony2000
perfect_harm... Offline Send Email
Jan 1, 2006
8:21 pm
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help