Skip to search.
budaya_tionghua · Forum Diskusi Budaya & Sejarah Tionghua

Group Information

  • Members: 2772
  • Category: Indonesian
  • Founded: Oct 29, 2003
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

  Messages Help
Advanced
SERIAL SEJARAH : Dinasti Han (206 SM ¡V 221M)   Message List  
Reply Message #15413 of 61955 |
Dinasti Han (206 SM ¡V 221M) dan masa perpecahan.

Liu Bang kemudian berhasil naik tahta dan mendirikan dinasti
baru yang bernama Han (206 SM ¡V 221 M). Ia bergelar Han Gaozu (206-
195 SM). Para ahli membagi Dinasti Han ini menjadi dua, yakni Han
Barat, yang beribu kota di Chang an dan Han Timur yang beribu kota
di Luoyang. Dinasti Han ini sempat terputus sejenak oleh kudeta dari
Wang Mang, dimana ia mendirikan Dinasti Xin (9 ¡V 25) yang berumur
singkat. Tetapi kemudian Kaisar Han Guangwu (25 ¡V 57) yang juga
terkenal dengan sebutan Guang Wudi berhasil merestorasi kembali
Dinasti Han. Oleh karena itu Dinasti Han sebelum pemberontakan Wang
Mang disebut dengan Dinasti Han Barat dan Dinasti Han sesudahnya
disebut dengan Han Timur.
Dinasti Han ini cukup terkenal dalam sejarah Tiongkok karena
beberapa penemuan pentingnya. Kertas sebagai contoh ditemukan pada
tahun 105 M oleh seorang sarjana yang bernama Cai Lun saat
pemerintahan Kaisar Han Hedi (88 ¡V 106). Penemuan kertas yang
berasal dari bambu ini benar-benar merombak secara total penulisan
buku-buku serta mendorong kemajuan dalam dunia tulis-menulis. Sulit
dibayangkan apabila di jaman modern ini kita belum mengenal kertas.
Sebelum ditemukannya kertas, buku ditulis di atas lempengan bambu
yang dikaitkan satu sama lain dengan tali. Jika kita masih
menggunakan buku semacam itu, dapat dibayangkan betapa beratnya
sejilid kamus misalnya. Penemuan kertas ini pada gilirannya
mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dunia.

Pada masa pemerintahan Kaisar Han Wudi (141 ¡V 87 SM)
terjadilah hubungan antara Barat dan Timur yang dikenal dengan nama
jalur sutera. Hubungan ini berawal mula dari ekspedisi yang dipimpin
Zhang Qian, utusan Han Wudi, guna menjalin hubungan persekutuan
dengan negara-negara lainnya untuk bersama-sama menghadapi serangan
bangsa barbar (Xiongnu). Meskipun Zhang Qian gagal dalam tugas
utamanya, ia telah mengadakan perjalanan selama 12 tahun hingga
mencapai Baktria dan Ferghana (Turkestan modern), dan ia kembali
dengan berbagai informasi berharga mengenai negeri-negeri di Asia
Tengah serta sedikit informasi mengenai Kerajaan Romawi. Pada tahun
104, 102, dan 42 SM, tentara Tiongkok melintasi Pegunungan Pamir,
mencapai Ferghana serta bekas Kerajaan Yunani Sogdiana, di mana
mereka mengalahkan pasukan Xiongnu serta Romawi. Setelah melintasi
gurun pasir serta beberapa gunung-gunung tertinggi dunia, pasukan
Wudi telah mencapai tempat-tempat sejauh 3000 km dari ibu kota
mereka. Prestasi ini melampaui jarak maksimal yang telah ditempuh
oleh pasukan Romawi. Ekspansi ini telah membukan jalur perdagangan
antara Barat dan Timur. Jalan raya sepanjang Jalur Sutera menjadi
ramai dan ibu kota Dinasti Han dipenuhi oleh para pedagang Barat
beserta barang-barang mewah yang berasal dari sana. Penemuan penting
dalam bidang teknologi lainnya adalah seismograf oleh Zhang Heng
(78 ¡V 139 M) yang dapat menghitung kekuatan gempa beserta arah
asalnya.
Peristiwa penting lainnya pada masa Dinasti Han adalah masuknya
Agama Buddha ke Tiongkok. Berdasarkan catatan sejarah "San Guo Zhi ,
Wei Shu ,dan Dong Yi Zhuan." Ini terjadi pada masa kekuasaan kaisar
dinasti Han Barat yaitu Aidi (1 SM ¡V 6 M) atau tepatnya tepatnya
tahun 2 M. Pada saat itu pejabat Jing Lu menerima duta dari suku Da
Yue yang menyerahkan kitab Fu Tu (Fu Tu adalah sebutan untuk Buddha
pada jaman dahulu , sekarang yang disebut Fo Tuo). Suku Da Yue ini
sebenarnya mendiami daerah Dun Huang , pegunungan Ji Lian Shan. Kira-
kira abad ke-2 SM , suku ini dikalahkan oleh suku Xiong Nu. Dan
pindah ke daerah barat. Dan pada abad ke-1 SM mendirikan kerajaan
bernama Gui Xuang. Daerah tempat mereka tinggal itu merupakan daerah
dimana Buddhisme bertumbuh subur. Para bhiksu pertama adalah
Gobharana (Ni Mopeng) dan Kasyappa Matanga (Zhu Falan) yang diundang
oleh kaisar Han Mingdi (57 ¡V 75) melalui utusan kerajaan Han yaitu
Qin Jing dan Cai Yin, yang bertemu dengan mereka di daerah suku Da
Yue. Pada tahun 68 M, mereka tiba di Luo Yang dan tinggal di vihara
Baimasi (Vihara Kuda Putih) serta menterjemahkan Sutra Empat Puluh
Dua Bagian. Sutra ini adalah kitab pertama yang diterjemahkan ke
dalam Bahasa Mandarin.

Pada masa akhir hayatnya, Dinasti Han diperintah oleh kaisar-
kaisar lemah yang hanya memerintah secara singkat. Kekuasaan jatuh
ke dalam kekuasaan klan-klan tertentu dan para kasim. Pemberontakan
di daerah-daerah pun pecah, antara lain yang terbesar adalah
Pemberontakan Topi Kuning (Huang Qin), yang dipimpin oleh tiga
bersaudara Zhang. Dinasti Han benar-benar dilemahkan oleh
pemberontakan ini. Pada akhirnya klan Cao berhasil merebut kekuasaan
dari tangan Dinasti Han dan mendirikan Kerajaan Wei (220-264),
dimana Cao Pi mengkudeta kaisar Han terakhir yang bernama Han Xiandi
(189-220). Tindakan kudeta ini membuat Liu Bei, salah seorang
keturunan Dinasti Han, merasa perlu untuk meneruskan keberlangsungan
Dinasti Han dan ia juga mengangkat dirinya sebagai kaisar di negeri
Shu (Sichuan sekarang) dengan gelar Han Congwang (221-223). Xuande
adalah nama lainnya, maka dia juga disebut Liu Xuande. Kerajaannya
tetap bernama Shu (221-263), Shu-Han adalah nama yang disebut oleh
para ahli sejarah untuk membedakan masa Liu Bei sebelum menjadi raja
dan sesudahnya. Sun Quan, seorang jenderal juga mengangkat dirinya
sebagai kaisar dan bergelar Wudi (232-252). Kerajaannya dinamakan Wu
(222-280). Karena terpecahnya Dinasti Han menjadi tiga negara ini,
maka jaman ini dinamakan Jaman Tiga Negara (San Guo), yang dipenuhi
oleh peperangan untuk memperebutkan kekuasaan tertinggi.

Tetapi sayangnya tidak satupun dari ketiga negara ini yang
berhasil mempersatukan Tiongkok kembali, malahan pada tahun 264 M,
Kerajaan Wei terjatuh ke tangan salah seorang menterinya yang
bernama Sima Yan. Ia merebut kekuasaan dari Kaisar Wei terakhir yang
bergelar Yuandi (260-264), mendirikan Dinasti Jin serta mengangkat
dirinya sebagai kaisar dengan gelar Wudi (265-289). Pada gilirannya
Sima Yan juga menaklukkan kedua kerajaan lainnya dan mempersatukan
Tiongkok kembali. Kaisar Jin Wudi merupakan seorang pecinta ilmu
pengetahuan. Ia membangun sebuah perpustakaan di Luoyang yang
berisikan lebih dari 30.000 jilid buku. Penemuan penting pada masa
ini adalah diciptakan peta yang menggunakan sistim pembagian
berdasarkan garis lintang dan bujur oleh Pei Xiu, dimana pada
petanya itu dipergunakan skala perbandingan 1 inchi untuk 125 mil.
Peta semacam ini merupakan yang pertama kalinya di dunia, jauh
sebelum Bangsa Barat menerapkan metode yang sama dalam peta-peta
mereka.

Setelah Dinasti Jin runtuh selama beberapa ratus tahun,
Tiongkok terpecah kembali menjadi banyak negara, dimana masa ini
merupakan periode yang kacau. Para sejarawan menyebut jaman ini
dengan istilah Dinasti Utara-Selatan. Sebelum runtuh, Dinasti Jin
pada tahun 317 sempat dipaksa melarikan diri ke selatan karena
serangan suku bangsa barbar di utara dan kerajaan mereka di selatan
untuk selanjutnya disebut dengan Jin Timur. Tiongkok utara dikuasai
oleh banyak kerajaan kecil-kecil yang didirikan oleh suku-suku
barbar. Sebagian besar dari mereka hanya berumur pendek karena
saling berperang satu sama lainnya. Diantara kerajaan-kerajaan di
utara tersebut yang paling sanggup bertahan lama dan terkuat adalah
Wei Utara (386-534). Karena terbagi menjadi dua ini, yakni kerajaan-
kerajaan Tiongkok Utara dan Selatan, maka inilah yang menyebabkan
jaman ini disebut jaman Dinasti Utara-Selatan oleh para sejarawan.
Ilmuwan terkenal pada masa ini adalah Zu Chongzhi (429-500). Ia
berasal dari Dinasti Selatan dan berhasil menghitung dengan cukup
akurat nilai bilangan Ĉ, yakni di antara 3,1415926 dan 3,1415927.
Penentuan nilai bilangan Ĉ ini adalah sesuatu yang luar biasa,
mengingat Bangsa Barat baru menemukannya ratusan tahun kemudian
Prestasi lain yang dilakukannya adalah membuat penanggalan serta
meramalkan akan terjadinya gerhana bulan pada tanggal 15 September
459.







Mon Nov 14, 2005 6:17 am

perfect_harm...
Offline Offline
Send Email Send Email

Message #15413 of 61955 |
Expand Messages Author Sort by Date

Dinasti Han (206 SM ¡V 221M) dan masa perpecahan. Liu Bang kemudian berhasil naik tahta dan mendirikan dinasti baru yang bernama Han (206 SM ¡V 221 M). Ia...
perfect_harmony2000
perfect_harm... Offline Send Email
Nov 14, 2005
6:17 am
Advanced

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help