PENDEKAR2 KOMIK TIONGHOA ( II )
Era 1930 – 1960
SEPERTI fakta yang kutulis dalam naskah pertama, hakekatnya sebagian terbesar seniman-seniman komik
Aku sepakat saja kalau kemudian R.A. Kosasih dari
Namun jauh sebelum beliau mengirimkan naskah komiknya ke penerbit Melody,
Nama-nama legendaris pelukis komik yang berkiprah dalam kurun waktu 1930 sampai dengan 1960-an selain Kho adalah Siauw Tik Kwie, Lie Ay Poen, Kwik Ing Hoo, John Lo dan Kong Ong.
Inilah sekilas mengenai para locianpwee, sesepuh pendekar komik jadul itu:
KHO WANG GIE
Beliau mengawali dunia komik
Menurut beliau, “Put On sebenarnya bukan nama
Di usia tua, Oom Kho ganti nama jadi Sopoiku, kadang juga Soponyono. Terus membuat komik strip si Pengky di halaman belakang majalah Ria Film selama belasan tahun. Juga menerbitkan komik-komik lucu yang menjadi spesialisasinya seperti Nona A Go Go, Jali Tokcer, Si Lemot dan Agen Rahasia Bolong Jilu (013).
Beruntung aku sempat berkenalan dengan komikus veteran yang kukagumi sejak anak-anak ini. Beliau meninggal dalam usia tua di rumahnya yang asri di kawasan Kebun Jeruk, Mangga Besar, Jakarta Kota.
SIAUW TIK KWIE
Komikus besar dengan coretan berdasarkan wayang potehi. Dwilogi karyanya yang monumental, Sie Djin Koei Tjeng Tan (Sie Jin Kui Menyerbu ke Timur) dan Sie Djin Koei Tjeng See (Sie Jin Kui Menyerbu ke Barat), semula dimuat seminggu sekali di majalah Star Weekly.
Oom Siauw memang bekerja sebagai illustrator cerpen, cersil, dan cerdek, di majalah tersebut. Selain itu juga melukis sampul buku-buku cersil yang diterjemahkan oleh OKT seperti Kim Tjoa Kiam, Tjie Hong Piauw, Giok Lo Sat dan Pek Hoat Mo Lie. Ciri khas lukisannya, tokoh pendekar prianya gagah keren, pendekar wanitanya cantik galak.
Belakangan Oom Siauw memakai nama Otto Swastika dan menjadi pelukis kanvas sampai meninggal.
LIE AY POEN
Kalau Oom Siauw melukis untuk Star Weekly maka di majalah Pantja Warna ada Oom Lie dengan komik serial silatnya, Poei Sie Giok Pukul Loeitay.
Cerita silat terkenal itu kelak berulang kali difilmkan dengan bintang-bintang terkemuka. Antara lain yang pernah memeraninya adalah Meng Fei, Alexander Fu Shen, sampai ke Jet Li, sebagai Fang Si Yu atau bacanya Fang Se Ie (lafal Kuo Yu untuk Pui Sie Giok dalam dialek Hokkian).
Lanjutannya, Runtuhnya Kuil Siauw Liem Sie, terpaksa dihentikan di tengah jalan karena Pantja Warna pun distop penerbitannya oleh pemerintah!
KWIK ING HOO
Komiknya yang melegenda, Wiro Anak Rimba Indonesia, merupakan versi Tarzan asli
Kemudian dengan inisial KIH, beliau melukis sampul-sampul dan illustrasi dalam novel dan cersil terbitan Analisa,
JOHN LO
Dari Bandung, segenerasi dengan R.A. Kosasih, tampil komikus Tionghoa ini. Boleh dibilang sebagai yang pertama memperkenalkan pahlawan super asli
Oom John pernah pula bikin komik wayang, Raden Palasara, serta komik silat
KONG ONG
Tak banyak yang kuketahui mengenai komikus asal Sumatera Utara ini. Komiknya, keluaran penerbit Casso,
Sebenarnya ada lagi komik serial Kapten Djoni (era 1950-an) yang coretannya sangat western style, tak kalah dibanding Hogart (pelukis komik serial Tarzan asli), namun aku tak tahu siapa namanya karena tak dicantumkan!
Sementara dari barisan komikus etnis Sunda setelah Kosasih patut dicatat nama-nama S. Ardisoma dan Oerip. Sedangkan dari Jogja ada nama Abdulsalam (Djaka Tingkir) dan
Kebesaran dan karya-karya besar mereka bagai telah dilupakan masyarakat
Salam,
Yan.
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 1GB free storage!