Logikanya mungkin gini: yang dibutuhkan oleh recruiter / universitas
sebenarnya adalah 'track record' seseorang - karena track record ini
sedikit banyaknya mencerminkan attitude seseorang terhadap pekerjaan
yg sedang digelutinya. Track record ini bisa berupa GPA/IPK atau
working experience. Mengenai masalah track record seperti apa yang
menjadi pertimbangan recruiter/uni, itu tergantung policy mereka -
apakah lebih mengutamakan IPK, working experience, atau (barangkali)
kedua-duanya dengan pertimbangan bahwa IPK masih bisa bisa dipoles
dengan bantuan working experience.
Ada argumentasi yang mengatakan bahwa kualitas seseorang tidak bisa
dilihat dari IPK saja. Saya juga 'setuju' dengan alasan bahwa kualitas
seseorang ini sifatnya sangat subjektif dan melibatkan banyak faktor.
Sayangnya, sangat sulit bagi kita untuk mengukur faktor kualitas
subjektif ini. Karenanya, diambil pendekatan objektif yang lebih
terukur dan memiliki metrik yang jelas. IPK adalah salah satu
pendekatan objektif yang diambil sebagai estimasi seberapa besar
'kualitas' seseorang. Metrik IPK ini --mungkin-- bukan metrik yang
paling ampuh dalam menilai seseorang, akan tetapi IPK menawarkan
kepraktisan dalam penilaian seseorang.
Jadi, buat rekan2 yg masih kuliah S1 (atau S2) dan berminat mencari
beasiswa ke jenjang yg lebih tinggi (S2/S3), nggak ada salahnya
apabila rekan2 berusaha untuk mendapatkan IPK setinggi-tingginya -
tentu dengan cara yang 'jujur', belajar yg rajin & tidak hanya
berorientasi kepada pencapaian nilai yg tinggi (kedengarannya klise).
Pengalaman saya ketika kuliah dulu, banyak orang menganggap 'remeh'
pencapaian IPK selama S1 ini, dengan anggapan bahwa setelah bekerja
ilmu yg didapatkan di bangku kuliah kurang terpakai. Namun, ketika
hendak men-cari2 kesempatan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yg
lebih tinggi, barulah disadari bahwa elemen ini cukup esensial. Jika
ini yang terjadi, mungkin kita harus mencari nilai tambah dengan
kredibilitas yang diperoleh di tempat kerja (apabila sudah bekerja),
training untuk mendapatkan sertifikasi profesional, dan sebagainya.
-irwan-
--- In beasiswa@y..., "Mahnansa" <mahnansa@d...> wrote:
> Terus gimana dong belum apa-apa aplikasi beasiswa kita sudah ditolak
> duluan kalau tidak memenuhi salah satu kriteria seperti IPK?
> karena menurut saya IPK itu belum tentu mencerminkan prestasi
> seseorang. Ada orang IPK rendah bahkan paspasan namun ditereima
> di universitas terkenal di LN, karena universitas tersebut
> mempertimbangkan faktor experience dan karir
> orang tersebut selama bekerja.
>