--- In beasiswa@y..., Mohamad Torik <torik.mohamad@t...> wrote:
[ deleted ]
> 1. sebetulnya apa sih yg bikin seseorang itu dpt beasiswa,
> apakah IP, asal sekolah, pengalaman kerja, keunikan skill,
> motivasi atau .... doa dan takdir ?
> 2. jika score dasar udah kurang, misalnya IP relatif rendah,
> dan kampus/sekolah di golongan "C", apakah bisa didongkrak
> dgn faktor lain... ?
> 3. mungkin nggak sih orang2 yg punya score rata-rata punya
> kesempatan ke LN, misalnya aja saya, sma di smu negeri
> dgn nem 6, kuliah s1 di kampus terdaptar dgn ip 2,5,
> kuliah mm di kampus 10jutaan, dan kerja bertahun-tahun
> sebagai staff, tapi punya hayalan pengen sekali ngerasain
> hidup seperti orang lain, ngerasain sekolah dan kerja,
> sekalian numpang idup di luar negeri...
> 4. andai ai ai ai ai ..... lagunya opi
Bung Torik,
Perlu diketahui bahwa univ2 pada umumnya berusaha memberikan
beasiswa kepada calon2 yang dirasa mempunyai kemungkinan besar
sukses dalam studi. Banyak sekali faktor2 yang mempengaruhi
kesuksesan si calon. Sayang sekali bahwa faktor-faktor kualitatif
(seperti kerajinan, karakter, dll) itu tidak bisa diukur dan/atau
pengukurannya masih kurang reliabel. Sehingga, sering kali ukuran
yang dipakai adalah faktor kuantitatif seperti IPK, nilai GRE,
TOEFL, dlsb. Tentunya, yang "diasumsikan" memiliki kategori
sukses tinggi adalah yang IPK, dan lain2 yang nilainya tinggi.
Ini sangat terasa di bidang teknik di US, dimana para prof
biasanya melihat nilai IPK dan GRE.
Yang perlu dilihat di sini adalah: Untuk pendidikan lanjut (S-2
/ S-3), biasanya univ2 pada minta IPK minimum 3.0. Itu hanya untuk
syarat masuk saja. Tentunya kalau mau beasiswa yah... lebih tinggi
dari itu.
Untuk IPK di bawah itu, sepertinya agak sulit untuk ditutupi dengan
yang lain-lain. Kalau IPK di "ambang batas" (3.1x-3.4x) itu masih
mungkin ditutupi dengan pengalaman kerja di bidang yang _sesuai_
dengan jurusan yang dilamar, surat rekomendasi yang bagus, resume
yang mantap, dan nilai GRE yang tinggi.
Kalau untuk bidang bisnis, biasanya IPK tidak dilihat karena
manajer yang bagus biasanya tidak perlu punya IPK bagus2, tapi
cukup memiliki leadership yang handal dan pengalaman kerja yang
mantap. Baca posting2 saya sebelumnya:
http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/1625
http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/1823
http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/1824
http://groups.yahoo.com/group/beasiswa/message/1836
Tapi di MBA (i.e. jurusan bisnis), biasanya yang namanya beasiswa
itu bukan beasiswa, tapi loan alias utang (biasanya CitiAssist
dari CitiBank) yang nanti musti dicicil berikut bunganya.
Semoga ini membantu
-- R