Dh,
Bagaimana yah prosedur dan tips untuk penerima beasiswa perempuan (program
master ke luar negeri terutama negara Eropa), apabila ybs sudah bersuami
(sudah atau belum punya anak) ?
- Apakah suami dan anak diperbolehkan ikut ke negara tempat ia belajar ?
- Bila boleh, apa yang harus dipenuhi dalam prosedur pengurusan beasiswa
dan keberangkatan ke negara tsb, apabila suami dan anak ikut dengannya ?
- Bagaimana dengan kemungkinan lapangan kerja utk suami di sana, supaya
tetap bisa mencari nafkah ?
- Apakah mutlak adanya uang jaminan utk kebutuhan hidup min. utk. 1 tahun
(spt. di Jerman) untuk suami dan anaknya ?
- Bagaimana trik untuk mencukupi kebutuhan hidup sekeluarga, bila bekal
keuangan utk suami dan anak tidak besar jumlahnya ?
- Yang lebih penting lagi.... bagaimana kalau keluarga penerima beasiswa
tsb sebenarnya kurang mampu untuk mengusahakan keuangan agar keluarganya ke
luar negeri ?
Mudah-mudahan rekan2 yang sudah berpengalaman belajar ke luar negeri
(dengan beasiswa), dan menjalani hidup berumah tangga disana, bisa membantu
saya.
Terimakasih.
Lusie