Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, lebih dari 80 % luas wilayah Indonesia adalah laut. Karena itu laut seharusnya dijadikan sebagai pemersatu bangsa dalam konteks masyarakat yang multikultur.
Laut dengan segala potensi geografis dan historis, hendaknya ditempatkan sebagai faktor integratif dalam proses menjadi Indonesia. Konsep ini mengacu kepada suatu kenyataan bahwa Indonesia sebagai negara bahari tidak hanya memiliki satu laut utama (Hertsea). Tetapi paling tidak ada tiga laut utama yang membentuk Indonesia sebagai Sea system. Yaitu Laut Jawa, Laut Flores, dan Laut Banda.
Kegiatan Arung Sejarah Bahari memiliki makna yang sangat penting. “Arung” berarti Menjelajah Samudra Luas, sedangkan “Sejarah” disini diberi makna sebagai Kehidupan Manusia di Masa Lampau. Jadi kegiatan ini dapat berarti mengarungi lautan sejarah atau dengan kata lain mengarungi sejarah kehidupan manusia dalam suatu lingkup dan tingkat-tingkat peradaban yang telah dicapainnya. Sejarah yang dimaksud disini adalah suatu pengalaman yang dapat dipetik dari masa lampau agar kehidupan masa kini menjadi pelajaran yang lebih baik dan bekal bagi masa depan yang gemilang.