GABUNG DISINI:
www.geocities.com/ditawarkan/trik.html
SETELAH ANDA MEMPUNYAI ALAMAT URL YANG SUDAH
DIAKTIFKAN SAAT MENDAFTAR DAFTARKAN DI:
www.mesinhit.com/daftar/?id=634
DIJAMIN PASTI
SALAM
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Spot the hottest trends in music, movies, and more.
http://buzz.yahoo.com/
FYI
Have a great summer holidays,
Yaty Yasir
-------------------------------------
Sriwiyaty Kelarina Yasir
MES-Faculty of Environmental Studies
York University, Toronto
---------- Forwarded message ----------
Date: Sun, 20 May 2001 12:25:11 -0400
From: Mark Dickinson <mark_dickinson@...>
To: FES_MES@...
Subject: Jobs in Indonesia: Nature Conservation
*************************************************************************
Dear Colleagues,
Please note the following announcement for a new position in the Indonesian
Coral Reef Foundation - TERANGI
Yayasan TERANGI, the Indonesian Coral Reef Foundation, is a non-profit
institution, aiming to support conservation and sustainable management of
Indonesian coral reef resources. TERANGI requires a competent and highly
motivated individual to fill the following position:
Junior Program Officer for Coral Reef Clearing House Development (Code:
CRCHD)
QUALIFICATIONS
S1 in marine biology
POSITION REQUIREMENTS
Good public speaking abilities
Fluency in English and good writing skills
Ability to clearly translate scientific, technical issues to the lay public
and the media
Good reading habit
ASSIGNMENT COMPONENTS
Collection of information on marine conservation, policy, resource
management and education
Interest in library establishment and the sharing or information
Work on database development
Networking capability with national and international institutions
TERANGI is an equal opportunity institution and welcomes all applications
regardless of gender, ethnic origin or religious persuasion. Interested
candidates should send their application with current curriculum vitae and
the names of three (3) professional referees (including telephone, fax, and
e-mail address, if available) before June 15st 2001 to:
Yayasan TERANGI
Jl. Blimbing 14, Kemang Timur
Jakarta Selatan 12510
BACK
--------------------------------------------------------------------------------
CCLI - GIS Specialists
Immediately required: two GIS specialists. If you have 2 years experience in
GIS and remote sensing work, please send your application and CV to:
CCLI
Jl. Moh Kahfi GG. Macan No.5
Jagakarsa - Jakarta Selatan
Email: lplppr@...
Please assign your subject with "GIS Position" and send it not later than 2
weeks after this advertisement.
BACK
--------------------------------------------------------------------------------
IMA - Project Manager
An international marine conservation NGO, seeks for the right candidate for
a Project Manager with the following qualifications:
managing field activities of rapid assessment and continous monitoring of
live reef fish trade in three major hubs;
managing the institution's work in collaborating data and information
required for its report;
assessing and exploring the possibility of Cyanide Detection Test (CDT)
laboratories and Monitoring, Inspection and Sampling (MIS) protocol
development;
coordinating the implementation of Destructive Fishing Reform Initiative
(DFRI) with NGO Network and other foreign offices;
developing project concept/proposal in marine biodiversity research,
community organizing and development.
We require someone who
has at least 5 years experience in managing marine and coastal conservation
projects, preferably in planning and managing coastal and small island
community organizing and development, sustainable fisheries of reef,
demersal and pelagic fishes, and the development and management of
small-scale enterprise;
holds a degree related to marine and coastal management, prefererably in
marine and coastal ecology;
holds a master SCUBA diving level and knowledgable in sea navigation;
has ability and willingness to be stationed in remote, less-developed
regions for a certain period of time.
Please send your CV and supporting documents not later than May 25, 2001 to:
IMA (International Maritime Alliance)
Jl. Beo No. 14
Bogor 16161
Tel. (0251) 333812, 353210
Fax. (0251) 339987
Attn. Country Coordinator
Email: arief@...
_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
SENTRA PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN PENGOBATAN TRADISIONAL SUL-SEL
BEKERJA SAMA DENGAN
YAYASAN LEMBAGA SENI PERNAFASAN SATRIA NUSANTARA SUL-SEL
AKAN MENGADAKAN SEMINAR SEHARI DENGAN TOPIK
PENGOBATAN TRADISIONAL DAN SENI PERNAFASAN
DI PANAKUKANG MAS COUNTRY CLUB (PMCC) MAKASSAR
MINGGU 20 MEI 2001
PEMBICARA
Prof. Dr. M. Hembing Wijayakusuma (ahli pengobatan tradisional)
(Menjaga Keharmonisan Keluarga Pasca Umur 40 Tahun Dengan Pengobatan
Tradisional)
Dr. H.M. Maryanto (Pendiri/Guru Satria Nusantara)
(Sembuh, Sehat melalui Seni Pernafasan)
Prof. Dr. Ir. A. Mappatoba Sila, MSc (Ahli Perlebahan Unhas)
(Pengobatan Tradisional Dengan Menggunakan Sengatan Lebah)
Berminat ???? hubungi :
Sdr(i) Ima
SP3T
d/a Pusat Pangan Gizi dan Kesehatan Unhas
Gedung PKP Unhas Lt II
Telp. 585705
Fax. 584386
Sdr. Wagimin
Sekretariat Satria Nusantara
Jl. Sultan Alauddin 65, Blok B-3 Makassar
Tep. 868318
0811441861
Fax. 319044
Hello,
This email message is a notification to let you know that
a file has been uploaded to the Files area of the alumniunhas
group.
File : /reserengcours.pdf
Uploaded by : jktihrdc@...
Description : Fundamentals of Reservoir Engineering Practices Course offered
by IHRDC - Joint with this Course !!
You can access this file at the URL
http://groups.yahoo.com/group/alumniunhas/files/reserengcours.pdf
To learn more about file sharing for your group, please visit
http://help.yahoo.com/help/us/groups/files
Regards,
jktihrdc@...
From: CATATAN KAKI UNIVERSITAS HASANUDDIN <caka_unhas@...>
MAHASISWA AKUNTANSI INDONESIA KECEWA TERHADAP DR. MARWAH DAUD IBRAHIM DAN
DR.
ALFIAN MALLARANGENG
Reporter : Muhith Nur
Mahasiswa Akuntansi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia
dan peserta Accounting Extravaganza pada sesi dialog Nasional “ Peningkatan
Akuntabilitas keuangan Publik Dalam Sistem Federasi”, yang dilaksanakan
Mahasiswa
Akuntansi Unhas, bertempat di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar,
Jumat
(13/4/2001).
dalam acara tersebut hanya dihadiri Prof. Dr. Achmad Ali, selaku pakar hukum
dan syarifuddin, M.soc, Sc.,SE.,Akt. selaku dosen Fak. Ekonomi yang
bertindak
sebagai pemateri dan merasa sangat kecewa dengan ketidak hadiran Dr.Marwah
Daud
dan Dr. Alfian Mallarangeng yang akan menjadi pemateri dalam dialog
tersebut.
“ketidak hadiran kedua orang tersebut sangat mengecewakan peserta, khususnya
yang berasal dari luar Makassar (UNHAS), karena salah satu hal yang
mendorong
mereka untuk menghadiri acara ini setelah melihat pembicara-pembicara yang
akan
tampil memiliki kapasitas dalam membahas tema dialog nasional tersebut”.
Ujar
Jamaluddin, Mahasiswa asal Universitas Haluhuleo
“Marwah Daud dan Alfian Mallarangeng sebagai wakil Pemerintah dan praktisi,
minimal lebih mengetahui dan dapat memberikan gambaran tentang keadaan di
“pusat”.
Tambah Jamaluddin.
Hal ini juga diungkapkan A. Irfan Asis, Ketua Panitia,” sangat kecewa berat
dengan Marwah Daud dan Alfian Mallarangeng yang tidak sempat hadir, padahal
sudah dikonfirmasikan 2 bulan sebelum acara berlangsung dan sudah ada
persetujuan
dari keduanya”.
Irfan menambahkan, alasan dari Marwa Daud yang tidak sempat hadir karena ada
kegiatan yang lebih mendesak dan alasan A.Alfian Mallarangeng yangmengantar
anaknya berlibur keBali, itu sangat tidak rasional.
Irfan mengakhiri peryataannya, mengatakan, bagaimanapun kesibukan mereka,
seharusnya
lebih bisa bersifat professional dan mengharapkan kalau bisa mereka itu
harus
punya schedule tepat.
BAHARUDDIN LOPA MENEGAKKAN HUKUM DI KAPAL KARAM
Reporter : Muh. Sirul Haq
“ Baharuddin lopa itu ibaratkan menegakkan hukum pada kapal karam yang
sebentar
lagi akan tenggelam” Ungkap Prof. Dr. Achmad Ali SH, MH. Dekan Fakultas
Hukum
Unhas, pada acara Accounting Extravaganza sesi Dialog Nasional “ Peningkatan
Akuntabilitas Keuangan Publik Dalam Sistem Federasi”, di Universitas
Hasanuddin
(Unhas) Makassar. Jumat (13/4/2001).
Pada acara yang dilaksanakan Ikatan Mahasiswa Akuntansi Unhas, Achmad Ali
menambahkan,
sangat pesimis dengan keinginan Baharuddin Lopa untuk menegakkan supremasi
hukum walaupun hanya sehari saja di Indonesia, padahal keinginan itu akan
sulit
terwujud bila sosok-sosok “ sapu kotor” belum disingkirkan.
Tambahnya lagi, bila Pemerintahan Indonesia masih berwujud Transplecment
atau
gabungan orang baru dengan orang lama, maka akan sulit keinginan Baharuddin
untuk menegakkan suoremasi hukum di Indonesia.
_____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.kompas.com
_____________________________________________________
Ramai niyyeeeee......
gue aja yang ikutan ....biasa aja ..
ASYIK AJA CHING ....hhehehhehe
--- TRIYATNI <triyatni@...> wrote:
> Saya pernah tertodong ikut acara Kuis TV Berpacu
> Dalam melodi. Saya menang,
> tapi tak merasa bahwa saya lebih dari peserta lain,
> karena 3 dari 4 peserta
> justru para jagoan dari berbagai daerah di Jawa.
> Kuis TV itu enaknya
> dinikmati sekedar "hiburan" , dan
> bukan kalah menang. Selain itu sepertinya kita tidak
> terbiasa dengan budaya
> "berani kalah", sehingga yang kalah mendapat cap
> "memalukan". Karenanya
> semua orang diberbagai lapisan masyarakat Indonesia
> berusaha berebut
> kemenangan dengan berbagai cara. Padahal berani
> kalah secara fair itu lebih
> terhormat dari menang karena curang. Selain itu
> berani kalah ikut membentuk
> karakter kita sebagai manusia yang berani mengakui
> kelebihan orang lain dan
> kekurangan kita, dan tidak menjadi manusia penghalal
> cara.
>
> Wass,
> Triyatni
>
> ----- Original Message -----
> From: Tasrief Surungan <tsa@...>
> To: Syamsul <syam.sul@...>
> Cc: <alumniunhas@yahoogroups.com>
> Sent: Tuesday, April 10, 2001 9:32 PM
> Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani??
>
>
> > Meskipun tidak sempat nonton, mengikuti beberapa
> posting di mail group ini
> > saya berkesimpulan bahwa ada beberapa di antara
> kita yang agak kecewa dan
> > berkesan tak mau menerima penampilan peserta yg
> kebetulan berasal dari
> Mandar.
> >
> > Bagaimana pun, Mandar adalah bagian dari
> Masyarakat Sul-Sel, sama dengan
> > Makassar, Tator dan Bugis. Terlepas dari faktor
> gugup, kurang persiapan
> > dll, patut dimengerti bahwa di masing2 etnik ada
> orang cerdas dan kurang
> > cerdasnya. Juga ada orang baik dan tidak baiknya.
> >
> > Sama juga di pentas Nasional, orang2 Sulsel yang
> dikenal orang adalah
> > misalnnya Baddu Amang, A. M. Ghalib dan
> Tanriabeng. Trus Baharuddin Lopa,
> > Basri Hasanuddin, A. M Fatwa, dlll. Semua Beliau
> ini memberi gambaran pada
> > publik di tanah air bagaimana orang Sulsel. Ada
> yang konsisten dan ada yg
> > kurang konsisten.
> >
> > salam
> > Tasrief Surungan
> > Department of Physics
> > Tokyo Metropolitan University
> > Hachioji Tokyo 192-0397
> > JAPAN
> > Tel. 81-426-77-1111 ext.3383 (w)
> > 81-426-78-2457 (h)
> > http://www.phys.unsw.edu.au/~tsa/
>
>
>
=====
http://profiles.yahoo.com/anchiels
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
Kuiz "Siapa Berani" muncul saban hari. Sepanjang itu, peserta yang menang
dan yang kalah datang dan pergi, silih berganti. Saya tidak terlalu percaya,
ada yang masih menyimpan dalam memorinya, bahwa salah satu yang pernah kalah
adalah peserta dari Mandar - kecuali (sebagian) orang Mandar/Sulsel sendiri.
Tapi, di sini, kita masih membahasnya panjang lebar.
Saya setuju dengan 2 email terakhir. Ini sekadar permainan. Dan nggak akan
jadi permainan kalau semuanya menang, atau semuanya kalah. Ribet bener sih
mikirnya? Santai aja ...
Ana, Jakarta.
-----Original Message-----
From: Baso Amir [SMTP:basoamir@...]
Sent: 11 April 2001 8:21
To: alumniunhas@yahoogroups.com
Subject: RE: [ika-unhas] Siapa Berani?? Berani kalah, ah !!
Setuju sekali dengan Triyatni. Masalah besar yang kita hadapi
sekarang,
sebagai bangsa, karena tidak ada yang mau mengalah sekalipun sudah
babak
belur. Saya yakin saudara-saudara kita dari Mandar sudah
mempersiapkan diri
sebaik-baiknya sebelum masuk gelanggang, bahwa setelah bertanding
kalah, ya
kita harus menerima itu. Dan kita tidak berhak mengatakan bahwa
mereka kalah
karena mereka lebih bodoh dari peserta lainnya yang menang. Kita
bisa saja
menggurutu bahwa pertanyaan yang diajukan adalah hal-hal umum yang
seharusnya semua orang tahu, tetapi kan kita tidak berhak meminta
kepada
semua orang untuk tahu apa yang menurut kita tahu. Bersikaplah
seperti
Prince Nassem Hamed yang dikalahkan Barrera dalam pertandingan tinju
minggu
lalu. Dia, setelah kalah, dengan lapang dada mengatakan, "Barrera
memang
bertinju lebih baik dari saya." Pengakuan itu toh tidak membuat
Nassem
sebagai petinju kelas teri kan?
salam,
Baso Amir
-----Original Message-----
From: TRIYATNI [mailto:triyatni@...]
Sent: Thursday, April 12, 2001 7:39 AM
To: alumniunhas@yahoogroups.com
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani?? Berani kalah, ah !!
Saya pernah tertodong ikut acara Kuis TV Berpacu Dalam melodi. Saya
menang,
tapi tak merasa bahwa saya lebih dari peserta lain, karena 3 dari 4
peserta
justru para jagoan dari berbagai daerah di Jawa. Kuis TV itu enaknya
dinikmati sekedar "hiburan" , dan
bukan kalah menang. Selain itu sepertinya kita tidak terbiasa dengan
budaya
"berani kalah", sehingga yang kalah mendapat cap "memalukan".
Karenanya
semua orang diberbagai lapisan masyarakat Indonesia berusaha
berebut
kemenangan dengan berbagai cara. Padahal berani kalah secara fair
itu lebih
terhormat dari menang karena curang. Selain itu berani kalah ikut
membentuk
karakter kita sebagai manusia yang berani mengakui kelebihan orang
lain dan
kekurangan kita, dan tidak menjadi manusia penghalal cara.
Wass,
Triyatni
----- Original Message -----
From: Tasrief Surungan <tsa@...>
To: Syamsul <syam.sul@...>
Cc: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, April 10, 2001 9:32 PM
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani??
> Meskipun tidak sempat nonton, mengikuti beberapa posting di mail
group ini
> saya berkesimpulan bahwa ada beberapa di antara kita yang agak
kecewa dan
> berkesan tak mau menerima penampilan peserta yg kebetulan berasal
dari
Mandar.
>
> Bagaimana pun, Mandar adalah bagian dari Masyarakat Sul-Sel, sama
dengan
> Makassar, Tator dan Bugis. Terlepas dari faktor gugup, kurang
persiapan
> dll, patut dimengerti bahwa di masing2 etnik ada orang cerdas dan
kurang
> cerdasnya. Juga ada orang baik dan tidak baiknya.
>
> Sama juga di pentas Nasional, orang2 Sulsel yang dikenal orang
adalah
> misalnnya Baddu Amang, A. M. Ghalib dan Tanriabeng. Trus
Baharuddin Lopa,
> Basri Hasanuddin, A. M Fatwa, dlll. Semua Beliau ini memberi
gambaran pada
> publik di tanah air bagaimana orang Sulsel. Ada yang konsisten dan
ada yg
> kurang konsisten.
>
> salam
> Tasrief Surungan
> Department of Physics
> Tokyo Metropolitan University
> Hachioji Tokyo 192-0397
> JAPAN
> Tel. 81-426-77-1111 ext.3383 (w)
> 81-426-78-2457 (h)
> http://www.phys.unsw.edu.au/~tsa/
Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas
Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni
UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik
di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk
mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
Your use of Yahoo! Groups is subject to
http://docs.yahoo.com/info/terms/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas
Hasanuddin (IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni
UNHAS di seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik
di masa depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk
mendaftarkan diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
Your use of Yahoo! Groups is subject to
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Setuju sekali dengan Triyatni. Masalah besar yang kita hadapi sekarang,
sebagai bangsa, karena tidak ada yang mau mengalah sekalipun sudah babak
belur. Saya yakin saudara-saudara kita dari Mandar sudah mempersiapkan diri
sebaik-baiknya sebelum masuk gelanggang, bahwa setelah bertanding kalah, ya
kita harus menerima itu. Dan kita tidak berhak mengatakan bahwa mereka kalah
karena mereka lebih bodoh dari peserta lainnya yang menang. Kita bisa saja
menggurutu bahwa pertanyaan yang diajukan adalah hal-hal umum yang
seharusnya semua orang tahu, tetapi kan kita tidak berhak meminta kepada
semua orang untuk tahu apa yang menurut kita tahu. Bersikaplah seperti
Prince Nassem Hamed yang dikalahkan Barrera dalam pertandingan tinju minggu
lalu. Dia, setelah kalah, dengan lapang dada mengatakan, "Barrera memang
bertinju lebih baik dari saya." Pengakuan itu toh tidak membuat Nassem
sebagai petinju kelas teri kan?
salam,
Baso Amir
-----Original Message-----
From: TRIYATNI [mailto:triyatni@...]
Sent: Thursday, April 12, 2001 7:39 AM
To: alumniunhas@yahoogroups.com
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani?? Berani kalah, ah !!
Saya pernah tertodong ikut acara Kuis TV Berpacu Dalam melodi. Saya menang,
tapi tak merasa bahwa saya lebih dari peserta lain, karena 3 dari 4 peserta
justru para jagoan dari berbagai daerah di Jawa. Kuis TV itu enaknya
dinikmati sekedar "hiburan" , dan
bukan kalah menang. Selain itu sepertinya kita tidak terbiasa dengan budaya
"berani kalah", sehingga yang kalah mendapat cap "memalukan". Karenanya
semua orang diberbagai lapisan masyarakat Indonesia berusaha berebut
kemenangan dengan berbagai cara. Padahal berani kalah secara fair itu lebih
terhormat dari menang karena curang. Selain itu berani kalah ikut membentuk
karakter kita sebagai manusia yang berani mengakui kelebihan orang lain dan
kekurangan kita, dan tidak menjadi manusia penghalal cara.
Wass,
Triyatni
----- Original Message -----
From: Tasrief Surungan <tsa@...>
To: Syamsul <syam.sul@...>
Cc: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, April 10, 2001 9:32 PM
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani??
> Meskipun tidak sempat nonton, mengikuti beberapa posting di mail group ini
> saya berkesimpulan bahwa ada beberapa di antara kita yang agak kecewa dan
> berkesan tak mau menerima penampilan peserta yg kebetulan berasal dari
Mandar.
>
> Bagaimana pun, Mandar adalah bagian dari Masyarakat Sul-Sel, sama dengan
> Makassar, Tator dan Bugis. Terlepas dari faktor gugup, kurang persiapan
> dll, patut dimengerti bahwa di masing2 etnik ada orang cerdas dan kurang
> cerdasnya. Juga ada orang baik dan tidak baiknya.
>
> Sama juga di pentas Nasional, orang2 Sulsel yang dikenal orang adalah
> misalnnya Baddu Amang, A. M. Ghalib dan Tanriabeng. Trus Baharuddin Lopa,
> Basri Hasanuddin, A. M Fatwa, dlll. Semua Beliau ini memberi gambaran pada
> publik di tanah air bagaimana orang Sulsel. Ada yang konsisten dan ada yg
> kurang konsisten.
>
> salam
> Tasrief Surungan
> Department of Physics
> Tokyo Metropolitan University
> Hachioji Tokyo 192-0397
> JAPAN
> Tel. 81-426-77-1111 ext.3383 (w)
> 81-426-78-2457 (h)
> http://www.phys.unsw.edu.au/~tsa/
Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Saya pernah tertodong ikut acara Kuis TV Berpacu Dalam melodi. Saya menang,
tapi tak merasa bahwa saya lebih dari peserta lain, karena 3 dari 4 peserta
justru para jagoan dari berbagai daerah di Jawa. Kuis TV itu enaknya
dinikmati sekedar "hiburan" , dan
bukan kalah menang. Selain itu sepertinya kita tidak terbiasa dengan budaya
"berani kalah", sehingga yang kalah mendapat cap "memalukan". Karenanya
semua orang diberbagai lapisan masyarakat Indonesia berusaha berebut
kemenangan dengan berbagai cara. Padahal berani kalah secara fair itu lebih
terhormat dari menang karena curang. Selain itu berani kalah ikut membentuk
karakter kita sebagai manusia yang berani mengakui kelebihan orang lain dan
kekurangan kita, dan tidak menjadi manusia penghalal cara.
Wass,
Triyatni
----- Original Message -----
From: Tasrief Surungan <tsa@...>
To: Syamsul <syam.sul@...>
Cc: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, April 10, 2001 9:32 PM
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani??
> Meskipun tidak sempat nonton, mengikuti beberapa posting di mail group ini
> saya berkesimpulan bahwa ada beberapa di antara kita yang agak kecewa dan
> berkesan tak mau menerima penampilan peserta yg kebetulan berasal dari
Mandar.
>
> Bagaimana pun, Mandar adalah bagian dari Masyarakat Sul-Sel, sama dengan
> Makassar, Tator dan Bugis. Terlepas dari faktor gugup, kurang persiapan
> dll, patut dimengerti bahwa di masing2 etnik ada orang cerdas dan kurang
> cerdasnya. Juga ada orang baik dan tidak baiknya.
>
> Sama juga di pentas Nasional, orang2 Sulsel yang dikenal orang adalah
> misalnnya Baddu Amang, A. M. Ghalib dan Tanriabeng. Trus Baharuddin Lopa,
> Basri Hasanuddin, A. M Fatwa, dlll. Semua Beliau ini memberi gambaran pada
> publik di tanah air bagaimana orang Sulsel. Ada yang konsisten dan ada yg
> kurang konsisten.
>
> salam
> Tasrief Surungan
> Department of Physics
> Tokyo Metropolitan University
> Hachioji Tokyo 192-0397
> JAPAN
> Tel. 81-426-77-1111 ext.3383 (w)
> 81-426-78-2457 (h)
> http://www.phys.unsw.edu.au/~tsa/
Pada Tue, 10 Apr 2001, Syamsul menulis:
> Kalau gitu bagaimana kalau bung Sofyan membentuk suatu kelompok yang
> berjumlah 20 orang untuk diajukan mengikuti kuis "Siapa Berani" ??? dengan
> persiapan yang matang, sehingga bisa tampil lebih baik dari saudara kita
> dari Mandar....
> Sehingga bisa mengangkat nama Sulawesi Selatan...
>
>
he he he..
sekarang ini saya lagi provokasi di kampus saya sini (STMIK KHARISMA
Makassar, ..jangan kuatir saya tetap alumni UNHAS) supaya mahasiswa/i atau
staf-nya pada 'Berani'..
tapi saya nda' tau mau provokasi ke siapa untuk jadi sponsor ?, minimal
tiket pulang pergi makassar-jakarta untuk 20 orang (plus cadangan 1-2
orang)
ada yang mau jadi sponsor..???
(belum apa-apa saya sudah dipelototi yayasan he he he..:))
-Sofyan Thayf-
Meskipun tidak sempat nonton, mengikuti beberapa posting di mail group ini
saya berkesimpulan bahwa ada beberapa di antara kita yang agak kecewa dan
berkesan tak mau menerima penampilan peserta yg kebetulan berasal dari Mandar.
Bagaimana pun, Mandar adalah bagian dari Masyarakat Sul-Sel, sama dengan
Makassar, Tator dan Bugis. Terlepas dari faktor gugup, kurang persiapan
dll, patut dimengerti bahwa di masing2 etnik ada orang cerdas dan kurang
cerdasnya. Juga ada orang baik dan tidak baiknya.
Sama juga di pentas Nasional, orang2 Sulsel yang dikenal orang adalah
misalnnya Baddu Amang, A. M. Ghalib dan Tanriabeng. Trus Baharuddin Lopa,
Basri Hasanuddin, A. M Fatwa, dlll. Semua Beliau ini memberi gambaran pada
publik di tanah air bagaimana orang Sulsel. Ada yang konsisten dan ada yg
kurang konsisten.
salam
Tasrief Surungan
Department of Physics
Tokyo Metropolitan University
Hachioji Tokyo 192-0397
JAPAN
Tel. 81-426-77-1111 ext.3383 (w)
81-426-78-2457 (h)
http://www.phys.unsw.edu.au/~tsa/
Kalau gitu bagaimana kalau bung Sofyan membentuk suatu kelompok yang
berjumlah 20 orang untuk diajukan mengikuti kuis "Siapa Berani" ??? dengan
persiapan yang matang, sehingga bisa tampil lebih baik dari saudara kita
dari Mandar....
Sehingga bisa mengangkat nama Sulawesi Selatan...
Ayo... Siapa Berani....
----- Original Message -----
From: Sofyan Thayf <sofyanthayf@...>
To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Monday, April 09, 2001 4:23 PM
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani..!!!
>
> Maaf..
> Menanggapi sedikit.., bukan untuk memperpanjang..
>
> Pada Mon, 09 Apr 2001, Syamsul menulis:
> > Buat saya pribadi hal seperti ini tidak perlu diambil pusing...Orang
pasti
> > akan tahu dengan sendirinya bahwa itu tidak mewakili masyarakat Sul Sel
pada
> > umumnya. Lagi pula mereka-mereka itu dengan tegas menamakan diri mereka
> > keluarga Mandar dari Sul Sel. Jadi bukan wakil Sul Sel.
> >
>
> Mau diambil pusing atau tidak, memang tergantung pribadi dan pemikiran
> masing-masing orang.
> Maksud saya mengangkat hal ini, semata-mata hanya untuk menjadi bahan
> renungan dan introspeksi diri, sebagai orang yang berasal dari masyarakat
> yang sama
>
> > Yang kedua....
> > Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dalam kuis Siapa Berani itu
menurut
> > saya tidak bisa menggambarkan tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan
apatah
> > lagi kualitas seseorang.
>
> Maaf.., saya kurang sependapat..
> menurut saya materi pertanyaan itu benar-benar sangat umum dan sebenarnya
> perlu diketahui oleh semua orang..
> Memang tidak dapat mengukur tingkat pendidikan atau penguasaan ilmu,
tetapi
> cukup dapat menggambarkan wawasan yang dimiliki, dan dibandingkan dengan
> kelompok lainnya.. (mohon maaf.., sama sekali tidak ada maksud menyinggung
> atau merendahkan siapapun.., hanya untuk bahan introspkesi..)
>
> > Lagi pula keluarga Mandar itu sudah berani untuk tampil dalam acara itu.
> > Kita tidak perlu mengrkitiknya habis-habisan.
> > ...
> > Sekedar informasi:
> > Saya bukan orang Mandar dan tidak punya anggota keluarga berasal dari
> > Mandar.
> >
>
> Sebelum salah arah, perlu saya tegaskan.., saya sama sekali tidak
bermaksud
> mengkritik, merendahkan apalagi mendiskreditkan pihak manapun, dan tidak
> ada hubungannya dengan etnis manapun (tolong untuk tidak mengarahkan
> ke hal-hal yang berbau SARA)
> Saya merenungkan tentang diri saya sendiri dan masyarakat di lingkungan
> saya, masyarakat Sulawesi Selatan.
>
> -Sofyan Thayf-
>
>
>
> Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
Maaf..
Menanggapi sedikit.., bukan untuk memperpanjang..
Pada Mon, 09 Apr 2001, Syamsul menulis:
> Buat saya pribadi hal seperti ini tidak perlu diambil pusing...Orang pasti
> akan tahu dengan sendirinya bahwa itu tidak mewakili masyarakat Sul Sel pada
> umumnya. Lagi pula mereka-mereka itu dengan tegas menamakan diri mereka
> keluarga Mandar dari Sul Sel. Jadi bukan wakil Sul Sel.
>
Mau diambil pusing atau tidak, memang tergantung pribadi dan pemikiran
masing-masing orang.
Maksud saya mengangkat hal ini, semata-mata hanya untuk menjadi bahan
renungan dan introspeksi diri, sebagai orang yang berasal dari masyarakat
yang sama
> Yang kedua....
> Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dalam kuis Siapa Berani itu menurut
> saya tidak bisa menggambarkan tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan apatah
> lagi kualitas seseorang.
Maaf.., saya kurang sependapat..
menurut saya materi pertanyaan itu benar-benar sangat umum dan sebenarnya
perlu diketahui oleh semua orang..
Memang tidak dapat mengukur tingkat pendidikan atau penguasaan ilmu, tetapi
cukup dapat menggambarkan wawasan yang dimiliki, dan dibandingkan dengan
kelompok lainnya.. (mohon maaf.., sama sekali tidak ada maksud menyinggung
atau merendahkan siapapun.., hanya untuk bahan introspkesi..)
> Lagi pula keluarga Mandar itu sudah berani untuk tampil dalam acara itu.
> Kita tidak perlu mengrkitiknya habis-habisan.
> ...
> Sekedar informasi:
> Saya bukan orang Mandar dan tidak punya anggota keluarga berasal dari
> Mandar.
>
Sebelum salah arah, perlu saya tegaskan.., saya sama sekali tidak bermaksud
mengkritik, merendahkan apalagi mendiskreditkan pihak manapun, dan tidak
ada hubungannya dengan etnis manapun (tolong untuk tidak mengarahkan
ke hal-hal yang berbau SARA)
Saya merenungkan tentang diri saya sendiri dan masyarakat di lingkungan
saya, masyarakat Sulawesi Selatan.
-Sofyan Thayf-
Setuju Bung Syamsul, paling tidak mereka sudah berani mengibarkan
panji-panji Sulsel. Soal kalah dan memang kan seharusnya dianggap hal biasa
saja, apalagi itu cuma kuis yang tujuannya sebenarnya adalah menghibur.
Repotkan kalau semua mau menang, seperti yang terjadi di kalangan elit kita
sekarang.
salam,
Baso Amir
-----Original Message-----
From: Syamsul [mailto:syam.sul@...]
Sent: Monday, April 09, 2001 2:48 PM
To: alumniunhas@yahoogroups.com
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani..!!!
Buat saya pribadi hal seperti ini tidak perlu diambil pusing...Orang pasti
akan tahu dengan sendirinya bahwa itu tidak mewakili masyarakat Sul Sel pada
umumnya. Lagi pula mereka-mereka itu dengan tegas menamakan diri mereka
keluarga Mandar dari Sul Sel. Jadi bukan wakil Sul Sel.
Yang kedua....
Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dalam kuis Siapa Berani itu menurut
saya tidak bisa menggambarkan tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan apatah
lagi kualitas seseorang.
Soa-soal yang tilontarkan pada saat itu mungkin saja hanya secara kebetulan
kelompok lain lebih mengetahuinya dibandingkan dengan kelompok Mandar ini.
Lagi pula keluarga Mandar itu sudah berani untuk tampil dalam acara itu.
Kita tidak perlu mengrkitiknya habis-habisan.
Kalau memang kita semua berani coba kita mendaftar juga untuk mengikuti kuiz
tersebut.
Jangan hanya berani menkritik... Mari kita buktikan siapa yang berani dan
bisa membawa nama Sul-Sel
Sekedar informasi:
Saya bukan orang Mandar dan tidak punya anggota keluarga berasal dari
Mandar.
----- Original Message -----
From: hurriah ali hasan <hurriah@...>
To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, April 05, 2001 4:05 PM
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani..!!!
> kritiknya bagus.
> sekarang bagaimana agar hal itu tidak terjadi lagi, dan masyarakat Sulsel
tak hanya bagus dalam yel-yel..
> kita mulai dari diri kita sendiri, dengan belajar dari pengalaman orang
lain.
>
> ==
> --
>
> On Wed, 4 Apr 2001 19:01:13
> Sofyan Thayf wrote:
> >
> >Maaf.. sekedar uneg-uneg
> >(sekalian sebagai otokritik)
> >
> >Ada yang nonton kuis Siapa Berani kemarin (3/4) dan hari ini (4/4)
nda'..???
> >Kemarin ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas nama Keluarga
> >Mandar
> >Hari ini/pagi tadi ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas
> >nama Mahasiswa Tugas Belajar Pemda SulSel (yell-nya sih.. bolehlah..)
> >
> >Maaf kalau yang kebetulan jadi peserta ada disini..
> >(kata mewakili di atas saya beri tanda petik karena tidak ada pernyataan
> >resmi untuk mewakili, tapi identitas daerah seperti bahasa dan lagu,
serta
> >penggunaan nama, seolah mewakili masyarakat SulSel, mohon maaf kalau ada
> >yang berkeberatan)
> >
> >Saya sengaja menunda ke kantor demi menyaksikan saudara se-daerah yang
> >berani dan berinisiatif untuk tampil, saya acung jempol untuk itu..
> >
> >Tapi betapa kecewanya setelah menyaksikan keseluruhan lomba, rasanya
> >mereka koq terlalu berani tampil tanpa mempersiapkan diri (lebih konsen
ke
> >yell barangkali)
> >
> >dari semua pertanyaan (untuk kedua tayangan), rata-rata mendapatkan
> >dibawah score rata-rata jika dibandingkan dengan score peserta lain
(meski
> >tetap bangga, bisa dapat strika sampai VCD)
> >Tampil di babak final pun, menurut saya sangat memalukan, yang satu
> >bisa dibilang tidak ada jawaban sama sekali, yang satu jawabnya asal
jawab.
> >belum lagi waktu mempertaruhkan nilai yang 'besar pasak dari pada tiang',
> >koq sepertinya terlalu menampilkan kebodohan diri sendiri :(
> >
> >Kalah atau menang memang bukan persoalan dalam permainan tersebut, tapi
> >yang jadi bahan renungan saya..
> >Apakah penampilan seperti itu memang mewakili kemampuan dan integritas
> >kita, masyarakat Sulawesi Selatan secara umum ???
> >Apakah memang rata-rata kemampuan kognitif kita berada dibawah jika
> >dibandingkan dengan masyarakat daerah lain..???
> >
> >Saya hanya berharap, mudah-mudahan keadaan yang sebenarnya mereka mampu
> >lebih dari itu, tapi karena faktor kurang persiapan atau mungkin demam
> >panggung saja sehingga prestasinya hanya bisa seperti itu.
> >
> >Kalaupun tidak, setidaknya telah memberi pelajaran untuk diri saya
> >pribadi, bahwa masyarakat kita masih perlu lebih banyak belajar, untuk
> >mengejar ketinggalan dari daerah yang lain.
> >
> >Demikian, sekedar mengurangi rasa kecewa
> >
> >-Sofyan Thayf-
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
> >
> >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
> >
> >
> >
>
>
> Get 250 color business cards for FREE! at Lycos Mail
> http://mail.lycos.com/freemail/vistaprint_index.html
>
>
> Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Buat saya pribadi hal seperti ini tidak perlu diambil pusing...Orang pasti
akan tahu dengan sendirinya bahwa itu tidak mewakili masyarakat Sul Sel pada
umumnya. Lagi pula mereka-mereka itu dengan tegas menamakan diri mereka
keluarga Mandar dari Sul Sel. Jadi bukan wakil Sul Sel.
Yang kedua....
Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan dalam kuis Siapa Berani itu menurut
saya tidak bisa menggambarkan tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan apatah
lagi kualitas seseorang.
Soa-soal yang tilontarkan pada saat itu mungkin saja hanya secara kebetulan
kelompok lain lebih mengetahuinya dibandingkan dengan kelompok Mandar ini.
Lagi pula keluarga Mandar itu sudah berani untuk tampil dalam acara itu.
Kita tidak perlu mengrkitiknya habis-habisan.
Kalau memang kita semua berani coba kita mendaftar juga untuk mengikuti kuiz
tersebut.
Jangan hanya berani menkritik... Mari kita buktikan siapa yang berani dan
bisa membawa nama Sul-Sel
Sekedar informasi:
Saya bukan orang Mandar dan tidak punya anggota keluarga berasal dari
Mandar.
----- Original Message -----
From: hurriah ali hasan <hurriah@...>
To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, April 05, 2001 4:05 PM
Subject: Re: [ika-unhas] Siapa Berani..!!!
> kritiknya bagus.
> sekarang bagaimana agar hal itu tidak terjadi lagi, dan masyarakat Sulsel
tak hanya bagus dalam yel-yel..
> kita mulai dari diri kita sendiri, dengan belajar dari pengalaman orang
lain.
>
> ==
> --
>
> On Wed, 4 Apr 2001 19:01:13
> Sofyan Thayf wrote:
> >
> >Maaf.. sekedar uneg-uneg
> >(sekalian sebagai otokritik)
> >
> >Ada yang nonton kuis Siapa Berani kemarin (3/4) dan hari ini (4/4)
nda'..???
> >Kemarin ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas nama Keluarga
> >Mandar
> >Hari ini/pagi tadi ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas
> >nama Mahasiswa Tugas Belajar Pemda SulSel (yell-nya sih.. bolehlah..)
> >
> >Maaf kalau yang kebetulan jadi peserta ada disini..
> >(kata mewakili di atas saya beri tanda petik karena tidak ada pernyataan
> >resmi untuk mewakili, tapi identitas daerah seperti bahasa dan lagu,
serta
> >penggunaan nama, seolah mewakili masyarakat SulSel, mohon maaf kalau ada
> >yang berkeberatan)
> >
> >Saya sengaja menunda ke kantor demi menyaksikan saudara se-daerah yang
> >berani dan berinisiatif untuk tampil, saya acung jempol untuk itu..
> >
> >Tapi betapa kecewanya setelah menyaksikan keseluruhan lomba, rasanya
> >mereka koq terlalu berani tampil tanpa mempersiapkan diri (lebih konsen
ke
> >yell barangkali)
> >
> >dari semua pertanyaan (untuk kedua tayangan), rata-rata mendapatkan
> >dibawah score rata-rata jika dibandingkan dengan score peserta lain
(meski
> >tetap bangga, bisa dapat strika sampai VCD)
> >Tampil di babak final pun, menurut saya sangat memalukan, yang satu
> >bisa dibilang tidak ada jawaban sama sekali, yang satu jawabnya asal
jawab.
> >belum lagi waktu mempertaruhkan nilai yang 'besar pasak dari pada tiang',
> >koq sepertinya terlalu menampilkan kebodohan diri sendiri :(
> >
> >Kalah atau menang memang bukan persoalan dalam permainan tersebut, tapi
> >yang jadi bahan renungan saya..
> >Apakah penampilan seperti itu memang mewakili kemampuan dan integritas
> >kita, masyarakat Sulawesi Selatan secara umum ???
> >Apakah memang rata-rata kemampuan kognitif kita berada dibawah jika
> >dibandingkan dengan masyarakat daerah lain..???
> >
> >Saya hanya berharap, mudah-mudahan keadaan yang sebenarnya mereka mampu
> >lebih dari itu, tapi karena faktor kurang persiapan atau mungkin demam
> >panggung saja sehingga prestasinya hanya bisa seperti itu.
> >
> >Kalaupun tidak, setidaknya telah memberi pelajaran untuk diri saya
> >pribadi, bahwa masyarakat kita masih perlu lebih banyak belajar, untuk
> >mengejar ketinggalan dari daerah yang lain.
> >
> >Demikian, sekedar mengurangi rasa kecewa
> >
> >-Sofyan Thayf-
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
> >
> >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
> >
> >
> >
>
>
> Get 250 color business cards for FREE! at Lycos Mail
> http://mail.lycos.com/freemail/vistaprint_index.html
>
>
> Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
Assalamu alaikum WWB.
Wah jadi penasaran...mau lihat kuist itu.
salam
Tasrief Surungan
Department of Physics
Tokyo Metropolitan University
Hachioji Tokyo 192-0397
JAPAN
Tel. 81-426-77-1111 ext.3383 (w)
81-426-78-2457 (h)
http://www.phys.unsw.edu.au/~tsa/
Selamat atas pelantikan Bapak Prof. A. Mappadjantji sebagai PR V. Semoga
PIP UNHAS yang boleh dikatakan masih tidur sejak dideklarasikannya lebih
dari 2 dekade yang lalu segera bangun dan segera menampakkan bentuk dan
tentunya semoga UNHAS lebih berjaya.
wassalam, metu
----- Original Message -----
From: Metusalach <m22mm@...>
To: <unhas-ml@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, April 08, 2001 12:38 PM
Subject: [unhas-ml] Selamat
MAHASISWA , MASYARAKAT DAN SOPIR PETE-PETE DEMO KEBIJAKAN POLTABES MAKASSAR
Diwarnai pemukulan Polisi kepada sopir Pete-pete
Reporter : Topan Arifuddin
Massa yang terdiri atas Mahasiswa dari STIKOM, AKBA, UNHAS,
masyarakat
sekitar Jl. Abd. Dg Sirua dan Sopir Pete-pete jurusan 07 Unhas, mengadakan
demo
di DPRD TK. II Makassar . menuntut dibatalkannya kebijakan Poltabes Makassar
mengenai pemberlakuan jalur satu arah pada jalan Abd. Dg. Sirua, Sabtu
(7/4/2001).
Jalan yang terletak di barat makassar itu, yang sebelumnya sebagai jalur
Pete-pete
07 jurusan Unhas- UNM dijadikan jalur satu arah yang secara otomatis
membuat
Mahasiswa yang mempunyai kampus dijalur tersebut, dan Masyarakat yang
mermukim
diarea itu akan mengalami kerugian karena harus mengeluarkan uang lebih
untuk
membayar Pete-pete .
“dipindahkannya jalur mobil 07 ke Batua Raya jelas sangat merugikan
masyarakat
Dg, Sirua dan sopir pete-pete sebab penumpang tidak ada dan lahan operasi
tukang
becak pun diambil. Dan kalau tidak ada penumpang maka apa yang saya dapat
makan
padahal anak saya 16”. Ujar john, supir Pete-pete pada Catatan Kaki di
sela-sela
demo.
tambahnya lagi, dipindahkannya jalur pete-pete 07 oleh KAPOLTABES tanpa
koordinasi
dengan dinas Perhubungan dan sosialisasi awal dengan masyarakat dan sopir
pete-pete
disebabkan Pompa Bensin yang ada di Toddopuli tidak laku , sedang pompa
bensin
itu adalah milik sanak famili kepala poltabes, dan diharapkan mobil
pete-pete
yang melalui jalur itu yang akan membelinya.
Umar, seorang Masyarakat sekitar jalan itu mengatakan bahwa pengalihan jalur
itu mengharuskan kami berjalan kaki sekitar 200 Meter untuk mendapatkan
Pete-pete
dan mengharuskan kami menambah pengeluaran lagi.
Lain halnya dengan Maryam, Mahasiswi Unhas mengatakan, pemberlakuan satu
arah
itu menjadikan kami harus menambah uang sewa Pete-pete dan menyusahkan kami
bila pulang yang mengharuskan mengganti jalur jalan yang lain.
Aksi pemukulan oleh Polisi
Di sela-sela negoisasi yang dilakukan oleh tim advokasi supir pete-pete ,
seorang
supir 07 yang bernama Mansur berorasi dengan bahasa Makassar di hadapan
ratusan
massa . Dalam orasionya dia mengatakan bahwa “ saya telah dipukul oleh
aparat
polisi yang bernama Matrik soni tanpa alasan yang dibenarkan oleh
hukum.Selanjutnya
dia mengatakan pada hari selasa (3/4/2001) mobil saya yang kemudi oleh
teman,
ditahan oleh Polantas lalu tanpa pelanggaran dimintai uang sebanyak Rp
30.000.
Saya betul-betul kesal sama polantas itu.
Ida, seorang Mahasiswi, mengatakan bahwa aparat tidak boleh semena-mena
terhadap
rakyat kecil seperti supir pete-pete sebab mereka juga ingin dihargai.
Akhirnya, sekitar pukul 01.20 Wita, melalui negoisasi antara wakil-wakil
supir
pete-pete dengan anggota dewan yang berlangsung alot, akhirnya ditemukan
tiga
kesepakatan yaitu pencabutan tanda larangan bagi supir pete-pete 07 ,
mengutuk
aparat polisi yang arogan dan mengintimidasi supir pete-pete, dan
kesepakatan
ini harus terealisasi hari ini.
SARJANA STRATA I PERLU KEMAMPUAN TAMBAHAN GUNA MENEMBUS DUNIA KERJA
Reporter : Muh. Sirul Haq
Sarjana strata 1 ternyata tidak cukup hanya mengandalakan Ijazanya saja ,
tetapi
juga harus mempunyai tambahan lebih guna bisa bersaing di dunia kerja.
Seperti
yang diungkapkan Sri Nurrohmani, S.Psi. Psikolog Briton English Education.
Pada
acara Seminar Dunia Kerja yang bertemakan “ Persiapan Mental Dan Skill Dalam
Memenagkan Persaingan Dunia kerja”.yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa
Perkapalan
(HMP) dan Briton English Education. Di Gedung Pusat Kegiatan dan Penelitian
(PKP). Sabtu (7/4/2001).
Sri mengatakan, jika hanya mengandalkan Ijazah Strata I itu tidak cukup ,
tetapi
harus menambahnya dengan kemampuan tambahan misalnya Bahasa Inggris,
Keterampilan
Komputer, Akuntansi, dan Perpajakan “.
Sri menambahkan, dunia kerja juga tidak hanya butuh cerdas tapi juga
terampil
memiliki sikap kerja yang baik, berkepribadian matang, karena dunia kerja
dalam
hal penerimaan pekerja ada seleksi Administrasi, Tertulis, Psikotes, dan
Wawancara.
“mempunyai kemampuan bahasa inggris, sikap kerja yang tinggi, kemampuan
logika,
kecerdasan intelektual sangat perlu guna mendapat kerja dan diperlukan juga
pengetahuan tentang perusahaan yang ingin dilamari, mengetahui pengetahuan
umum,
bersikap tenang dan simpatik” tambahnya lagi.
Sri mengakhiri pernyataannya mengatakan, dunia kerja pada saat perdagangan
bebas
nanti, tenaga kerja tidak hanya dari Indonesia sendiri tapi juga pekerja
dari
luar negeri, sehingga dibutuhkan kesiapan yang matang sebelum masuk dalam
dunia
kerja.
_____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.kompas.com
_____________________________________________________
----- Original Message -----
From: CATATAN KAKI UNIVERSITAS HASANUDDIN <caka_unhas@...>
To: <unhas-ml@yahoogroups.com>
Cc: <rhiza@...>
Sent: Saturday, April 07, 2001 10:13 PM
Subject: [unhas-ml] kiriman berita caka unhas
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
kritiknya bagus.
sekarang bagaimana agar hal itu tidak terjadi lagi, dan masyarakat Sulsel tak
hanya bagus dalam yel-yel..
kita mulai dari diri kita sendiri, dengan belajar dari pengalaman orang lain.
==
--
On Wed, 4 Apr 2001 19:01:13
Sofyan Thayf wrote:
>
>Maaf.. sekedar uneg-uneg
>(sekalian sebagai otokritik)
>
>Ada yang nonton kuis Siapa Berani kemarin (3/4) dan hari ini (4/4) nda'..???
>Kemarin ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas nama Keluarga
>Mandar
>Hari ini/pagi tadi ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas
>nama Mahasiswa Tugas Belajar Pemda SulSel (yell-nya sih.. bolehlah..)
>
>Maaf kalau yang kebetulan jadi peserta ada disini..
>(kata mewakili di atas saya beri tanda petik karena tidak ada pernyataan
>resmi untuk mewakili, tapi identitas daerah seperti bahasa dan lagu, serta
>penggunaan nama, seolah mewakili masyarakat SulSel, mohon maaf kalau ada
>yang berkeberatan)
>
>Saya sengaja menunda ke kantor demi menyaksikan saudara se-daerah yang
>berani dan berinisiatif untuk tampil, saya acung jempol untuk itu..
>
>Tapi betapa kecewanya setelah menyaksikan keseluruhan lomba, rasanya
>mereka koq terlalu berani tampil tanpa mempersiapkan diri (lebih konsen ke
>yell barangkali)
>
>dari semua pertanyaan (untuk kedua tayangan), rata-rata mendapatkan
>dibawah score rata-rata jika dibandingkan dengan score peserta lain (meski
>tetap bangga, bisa dapat strika sampai VCD)
>Tampil di babak final pun, menurut saya sangat memalukan, yang satu
>bisa dibilang tidak ada jawaban sama sekali, yang satu jawabnya asal jawab.
>belum lagi waktu mempertaruhkan nilai yang 'besar pasak dari pada tiang',
>koq sepertinya terlalu menampilkan kebodohan diri sendiri :(
>
>Kalah atau menang memang bukan persoalan dalam permainan tersebut, tapi
>yang jadi bahan renungan saya..
>Apakah penampilan seperti itu memang mewakili kemampuan dan integritas
>kita, masyarakat Sulawesi Selatan secara umum ???
>Apakah memang rata-rata kemampuan kognitif kita berada dibawah jika
>dibandingkan dengan masyarakat daerah lain..???
>
>Saya hanya berharap, mudah-mudahan keadaan yang sebenarnya mereka mampu
>lebih dari itu, tapi karena faktor kurang persiapan atau mungkin demam
>panggung saja sehingga prestasinya hanya bisa seperti itu.
>
>Kalaupun tidak, setidaknya telah memberi pelajaran untuk diri saya
>pribadi, bahwa masyarakat kita masih perlu lebih banyak belajar, untuk
>mengejar ketinggalan dari daerah yang lain.
>
>Demikian, sekedar mengurangi rasa kecewa
>
>-Sofyan Thayf-
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA
UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di seluruh
dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa depan.
Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan diri pada
site http://welcome.to/ika-unhas
>
>Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>
Get 250 color business cards for FREE! at Lycos Mail
http://mail.lycos.com/freemail/vistaprint_index.html
Assalamu alaikum,
Apa kabar Makassar ?
Terima kasih nih pak sofyan atas kritikannya , tapi
mungkin saya ingin mengklarifikasi sedikit mengenai
kuis siapa berani .... yg anda katakan "mewakili"
masyarakat sulsel .(waktu itu mandar)..maaf aku kasih
tanda petik pada kata mewakili.
Sebelumnya perkenalkan dulu,
Saya alumni poltek unhas 96, asli putra gowa yang
sekarang bekerja di salah satu perusahaan
telekomunikasi di Jakarta.
Kebetulan pada waktu kuis peserta dari mandar ... aku
ikut dipanggil malam sebelum jadwal kuisnya (untuk
melengkapi kekurangan peserta (no.18)... karena
kebetulan aku pernah kost di tempat orang mandar yang
juga ikut serta dalam kuis tsb.
Sebenar pak sofyan ... mungkin ngga mengikuti dari
awal ...karena kami mendaftarkan diri bukan atas nama
mewakili masyarakat sul-sel ... namun atas nama
keluarga besar A.Gani (veteran) yang kebetulan berasal
dari BARUGA MANDAR oleh karena itu sebenarnya mereka
"MEWAKILI KELUARGA A.GANI".... namun karena berasal
dari mandar/baruga (sul-sel) mereka inisiatif memakai
pakaian adat, lagu mandar / sul-sel untuk
memperkenalkan sedikit pakaian adat dan lagu mandar /
sul-sel (yang mungkin sebentar lagi akan jadi sulawesi
barat )
dari segi kemampuan semua orang indonesia itu hampir
sama artinya tingkat Intelegensi..nya itu tak jauh
beda... hanya kita dari wilayah timur "Lambat dalam
menerima Informasi apalagi di bidang IPTEK" ...
- kembali pada kuis .... banyak faktor yang bisa
membuat orang jadi culung bila berada didepan kamera,
grogi-deman panggung - termasuk kurang gaul kali yah
:)
- Hal lain adalah kurang persatuan/kordinasinya warga
sulsel di perantauan ....
Terus terang saya sendiri sudah hampir lima tahun
bekerja+kuliah di jakarta tapi belum pernah tau dimana
seketariat kerukunan keluarga sulawesi selatan ...atau
memang ngga ada yah ?
-Sebenarnya yang patut diambil hikmah dari kuis ini
bahwa rakyat di Indonesia tahu bahwa dinegeri ini ada
daerah bernama MANDAR-BARUGA (etnis Mandar) bukan
cuman tau Ujung Pandang / Makassar saja - (etnis
Bugis/Makassar).( kalo ngga percaya survey aja deh di
jakarta yakin etnis ToRaja aja pasti banyak yang tidak
tau ...yang katanya sudah terkenal sbg daerah
pariwisata....)
-Satu lagi saya pikir terlalu ekstrim kalo kita
mengatakan kuis siapa berani adalah suatu
lomba/pertandingan.... Ketika anda berada menjadi
peserta mungkin anda sependapat dengan saya bahwa kuis
ini tak lebih adalah sebuah permainan .. play & fun
...
-Pak sofyan jangan terlalu pesimis deh dengan
kemampuan putra-putri dari sul-sel ..."KITA BISA DAN
MAMPU BERSAING DENGAN MEREKA ....."
--Yang terpenting para Alumni Unhas Yang udah berhasil
di Jakarta atau dimana saja ...tolong bantu adik-adik
kita dari sul-sel khususnya unhas yang punya potensi
dan akan terjun kedunia kerja untuk memberi peluang
dan kesempatan ......Karena selama ini banyak
putra-putri daerah sulsel yang berpotensi .... tak
mendapatkan kesempatan.... entah di jegal dimana ....
anda bisa ... pikirkan sendiri....
(Maaf saya membandingkan dengan alumni perguruan
tinggi di jawa .... yang selalu memikirkan adik-adik
mereka ..... lalu kita bagaimana ...???..)
Maaf kalo ada yang tidak berkenan .....
wassalam
ANCHIELS DG. RANGKA
VIVA UNHAS
--- Sofyan Thayf <sofyanthayf@...> wrote:
>
> Maaf.. sekedar uneg-uneg
> (sekalian sebagai otokritik)
>
> Ada yang nonton kuis Siapa Berani kemarin (3/4) dan
> hari ini (4/4) nda'..???
> Kemarin ada peserta yang 'mewakili' masyarakat
> SulSel atas nama Keluarga
> Mandar
> Hari ini/pagi tadi ada peserta yang 'mewakili'
> masyarakat SulSel atas
> nama Mahasiswa Tugas Belajar Pemda SulSel (yell-nya
> sih.. bolehlah..)
>
> Maaf kalau yang kebetulan jadi peserta ada disini..
> (kata mewakili di atas saya beri tanda petik karena
> tidak ada pernyataan
> resmi untuk mewakili, tapi identitas daerah seperti
> bahasa dan lagu, serta
> penggunaan nama, seolah mewakili masyarakat SulSel,
> mohon maaf kalau ada
> yang berkeberatan)
>
> Saya sengaja menunda ke kantor demi menyaksikan
> saudara se-daerah yang
> berani dan berinisiatif untuk tampil, saya acung
> jempol untuk itu..
>
> Tapi betapa kecewanya setelah menyaksikan
> keseluruhan lomba, rasanya
> mereka koq terlalu berani tampil tanpa mempersiapkan
> diri (lebih konsen ke
> yell barangkali)
>
> dari semua pertanyaan (untuk kedua tayangan),
> rata-rata mendapatkan
> dibawah score rata-rata jika dibandingkan dengan
> score peserta lain (meski
> tetap bangga, bisa dapat strika sampai VCD)
> Tampil di babak final pun, menurut saya sangat
> memalukan, yang satu
> bisa dibilang tidak ada jawaban sama sekali, yang
> satu jawabnya asal jawab.
> belum lagi waktu mempertaruhkan nilai yang 'besar
> pasak dari pada tiang',
> koq sepertinya terlalu menampilkan kebodohan diri
> sendiri :(
>
> Kalah atau menang memang bukan persoalan dalam
> permainan tersebut, tapi
> yang jadi bahan renungan saya..
> Apakah penampilan seperti itu memang mewakili
> kemampuan dan integritas
> kita, masyarakat Sulawesi Selatan secara umum ???
> Apakah memang rata-rata kemampuan kognitif kita
> berada dibawah jika
> dibandingkan dengan masyarakat daerah lain..???
>
> Saya hanya berharap, mudah-mudahan keadaan yang
> sebenarnya mereka mampu
> lebih dari itu, tapi karena faktor kurang persiapan
> atau mungkin demam
> panggung saja sehingga prestasinya hanya bisa
> seperti itu.
>
> Kalaupun tidak, setidaknya telah memberi pelajaran
> untuk diri saya
> pribadi, bahwa masyarakat kita masih perlu lebih
> banyak belajar, untuk
> mengejar ketinggalan dari daerah yang lain.
>
> Demikian, sekedar mengurangi rasa kecewa
>
> -Sofyan Thayf-
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
=====
http://profiles.yahoo.com/anchiels
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
Maaf.. sekedar uneg-uneg
(sekalian sebagai otokritik)
Ada yang nonton kuis Siapa Berani kemarin (3/4) dan hari ini (4/4) nda'..???
Kemarin ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas nama Keluarga
Mandar
Hari ini/pagi tadi ada peserta yang 'mewakili' masyarakat SulSel atas
nama Mahasiswa Tugas Belajar Pemda SulSel (yell-nya sih.. bolehlah..)
Maaf kalau yang kebetulan jadi peserta ada disini..
(kata mewakili di atas saya beri tanda petik karena tidak ada pernyataan
resmi untuk mewakili, tapi identitas daerah seperti bahasa dan lagu, serta
penggunaan nama, seolah mewakili masyarakat SulSel, mohon maaf kalau ada
yang berkeberatan)
Saya sengaja menunda ke kantor demi menyaksikan saudara se-daerah yang
berani dan berinisiatif untuk tampil, saya acung jempol untuk itu..
Tapi betapa kecewanya setelah menyaksikan keseluruhan lomba, rasanya
mereka koq terlalu berani tampil tanpa mempersiapkan diri (lebih konsen ke
yell barangkali)
dari semua pertanyaan (untuk kedua tayangan), rata-rata mendapatkan
dibawah score rata-rata jika dibandingkan dengan score peserta lain (meski
tetap bangga, bisa dapat strika sampai VCD)
Tampil di babak final pun, menurut saya sangat memalukan, yang satu
bisa dibilang tidak ada jawaban sama sekali, yang satu jawabnya asal jawab.
belum lagi waktu mempertaruhkan nilai yang 'besar pasak dari pada tiang',
koq sepertinya terlalu menampilkan kebodohan diri sendiri :(
Kalah atau menang memang bukan persoalan dalam permainan tersebut, tapi
yang jadi bahan renungan saya..
Apakah penampilan seperti itu memang mewakili kemampuan dan integritas
kita, masyarakat Sulawesi Selatan secara umum ???
Apakah memang rata-rata kemampuan kognitif kita berada dibawah jika
dibandingkan dengan masyarakat daerah lain..???
Saya hanya berharap, mudah-mudahan keadaan yang sebenarnya mereka mampu
lebih dari itu, tapi karena faktor kurang persiapan atau mungkin demam
panggung saja sehingga prestasinya hanya bisa seperti itu.
Kalaupun tidak, setidaknya telah memberi pelajaran untuk diri saya
pribadi, bahwa masyarakat kita masih perlu lebih banyak belajar, untuk
mengejar ketinggalan dari daerah yang lain.
Demikian, sekedar mengurangi rasa kecewa
-Sofyan Thayf-
Berikut saya forwardkan email dari seorang teman di kampus. Menarik (dan lucu) untuk disimak... terutama kaitannya dengan "kesatuan" ala uni eropa dan superioritas satu nation.
Gimana dengan federasi di Indonesia... he he he... setuju!
Salam,
Yaty Yasir
**************************** Sriwiyaty Kelarina Yasir MES-Faculty of Environmental Studies
I have the newest information regarding the official language in the European Union. Please read carefully and start implementing the changes in accordance to the given plan.
The European Commission has just announced an agreement whereby English will be the official language of the EU rather than German which was the other possibility. As part of the negotiations, Her Majesty's Government conceded that English spelling had some room for improvement and has accepted a 5 year phase-in plan that would be known as "Euro-English".
In the first year, "s" will replace the soft "c". Sertainly, this will make the sivil servants jump with joy. The hard "c" will be dropped in favour of the"k". This should klear up konfusion and keyboards kan have 1 less letter.
There will be growing publik enthusiasm in the sekond year, when the troublesome "ph" will be replaced with "f". This will make words like "fotograf" 20% shorter. In the 3rd year, publik akseptanse of the new spelling kan be ekspekted to reach the stage where more komplikated changes are possible. Governments will enkorage the removal of double letters, which have always ben a deterent to akurate speling.
Also, al wil agre that the horible mes of the silent "e"s in the language is disgraseful, and they should go away.
By the fourth year, peopl wil be reseptiv to steps such as replasing "th" with "z" and "w" with "v". During ze fifz year, ze unesesary "o" kan be dropd from vords kontaining "ou" and similar changes vud of kors be aplid to ozer leters.
After zis fifz yer, ve vil hav a reli sensibl riten styl. Zer vil be no mor trubl or difikultis and evrivun vil find it ezi to understand ech ozer. Ze drem vil finali kum tru! And zen ve vil tak over ze vorld!
__________________________________________________________ Get your FREE personalized e-mail at http://www.canada.com
Pak Akbar Yth,
Makasih atas saran-sarannya ...
>Sebagai fasilitator, IKA UNHAS Community On the Web, kami usulkan agar Sang
>Webmaster :
Kami luruskan, Unhas alumninet bukan bagian dari IKA Unhas sebagai
organisasi Ikatan Alumni, tetapi suatu wadah yang independen dan merupakan
jaringan yang menghubungkan antara alumni, almamater, dan civitas akademika,
jadi lingkupnya lebih luas.
>a. bisa menjadi Dinamisator , dengan misalnya mengangkat tema-tema
>sentral diseputar problema kita sebagai warga IKA UNHAS, atau sebagai
warga /eks warga Celebes
>(Sulawesi) atau sebagai warga dari bangsa yang besar ini (sekaligus
sebagai wahana belajar
>berdemokrasi),
Mengenal berita-berita / kabar dari alumni sangat kami harapkan
keikutsertaan alumni untuk itu. Silakan menghubungi
berita@...
Contoh ; DEMO UNHAS ; MINTA HUBUNGAN TELEKOMUIKASI DIPUTUS (komentar anda
?),
Makasih, usulannya .... untuk sementara posting comment seperti itu masih
dalam pengembangan, sebab news management nya belum kami databasekan. Untuk
sementara masih html murni.
>b. Bagamana dengan Marketingnya, sudah berapa besar community-nya, kok
>sepi-sepi azza.
Saat ini website unhasalumninet.com belum di launching sehingga marketingnya
belum maksimal, tapi kami usahakan dalam waktu dekat ini.
>
>Sudami dulu cappo / saribattang
>Selamat dan Sukses
>
>akbar
>
>
>----- Original Message -----
>From: Webmaster Unhas Alumninet <webmaster@...>
>To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
>Sent: Saturday, February 17, 2001 1:08 AM
>Subject: Re: [ika-unhas] Welcome to Unhas Alumninet
>
>
>> Thaks boss......
>>
>>
>> Selamat Datang di www.unhasalumninet.com
>> Jaringan Informasi Global Alumni dan Almamater Universitas Hasanuddin
>>
>> Webmaster
>> (webmaster@...)
>> ----- Original Message -----
>> From: "Syamsul Qamar" <ipen@...>
>> To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
>> Sent: Friday, February 16, 2001 10:29 AM
>> Subject: Re: [ika-unhas] Welcome to Unhas Alumninet
>>
>>
>> > Webmaster Unhas Alumninet wrote:
>> > -cut-
>> >
>> > Syafruddin Bahru
>> > (webmaster@...)
>> >
>> > Ok Congratulations and Success!
>> >
>> > ==
>> > unhasalumninet.com internet address = 202.137.3.30
>> > unhasalumninet.com nameserver = openserver.neoscape.net
>> > unhasalumninet.com nameserver = shell.karet.org
>> > unhasalumninet.com preference = 10, mail exchanger =
>> > openserver.neoscape.net
>> > unhasalumninet.com
>> > origin = openserver.neoscape.net
>> > mail addr = akbar.neoscape.net
>> > serial = 1
>> > refresh = 43200 (12H)
>> > retry = 10800 (3H)
>> > expire = 1209600 (2W)
>> > minimum ttl = 172800 (2D)
>> > unhasalumninet.com nameserver = openserver.neoscape.net
>> > unhasalumninet.com nameserver = shell.karet.org
>> > openserver.neoscape.net internet address = 202.137.3.30
>> > shell.karet.org internet address = 202.150.229.131
>> >
>> > --
>> > Regards - ipen
>> >
>> > -=SaFeByLinuX=-
>> >
>> >
>> > Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas
Hasanuddin
>> (IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
>> seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di
>masa
>> depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk
mendaftarkan
>> diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>> >
>> >
>>
>>
>>
>> Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
>(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
>seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
>depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
>diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>>
>>
>
>
>
>Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>
>Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>
YTH WebMaster :
Sebagai fasilitator, IKA UNHAS Community On the Web, kami usulkan agar Sang
Webmaster :
a. bisa menjadi Dinamisator , dengan misalnya mengangkat tema-tema
sentral diseputar problema
kita sebagai warga IKA UNHAS, atau sebagai warga /eks warga Celebes
(Sulawesi) atau sebagai
warga dari bangsa yang besar ini (sekaligus sebagai wahana belajar
berdemokrasi), Contoh ; DEMO
UNHAS ; MINTA HUBUNGAN TELEKOMUIKASI DIPUTUS (komentar anda ?),
b. Bagamana dengan Marketingnya, sudah berapa besar community-nya, kok
sepi-sepi azza.
Sudami dulu cappo / saribattang
Selamat dan Sukses
akbar
----- Original Message -----
From: Webmaster Unhas Alumninet <webmaster@...>
To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, February 17, 2001 1:08 AM
Subject: Re: [ika-unhas] Welcome to Unhas Alumninet
> Thaks boss......
>
>
> Selamat Datang di www.unhasalumninet.com
> Jaringan Informasi Global Alumni dan Almamater Universitas Hasanuddin
>
> Webmaster
> (webmaster@...)
> ----- Original Message -----
> From: "Syamsul Qamar" <ipen@...>
> To: <alumniunhas@yahoogroups.com>
> Sent: Friday, February 16, 2001 10:29 AM
> Subject: Re: [ika-unhas] Welcome to Unhas Alumninet
>
>
> > Webmaster Unhas Alumninet wrote:
> > -cut-
> >
> > Syafruddin Bahru
> > (webmaster@...)
> >
> > Ok Congratulations and Success!
> >
> > ==
> > unhasalumninet.com internet address = 202.137.3.30
> > unhasalumninet.com nameserver = openserver.neoscape.net
> > unhasalumninet.com nameserver = shell.karet.org
> > unhasalumninet.com preference = 10, mail exchanger =
> > openserver.neoscape.net
> > unhasalumninet.com
> > origin = openserver.neoscape.net
> > mail addr = akbar.neoscape.net
> > serial = 1
> > refresh = 43200 (12H)
> > retry = 10800 (3H)
> > expire = 1209600 (2W)
> > minimum ttl = 172800 (2D)
> > unhasalumninet.com nameserver = openserver.neoscape.net
> > unhasalumninet.com nameserver = shell.karet.org
> > openserver.neoscape.net internet address = 202.137.3.30
> > shell.karet.org internet address = 202.150.229.131
> >
> > --
> > Regards - ipen
> >
> > -=SaFeByLinuX=-
> >
> >
> > Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
> (IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
> seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di
masa
> depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
> diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
> >
> >
>
>
>
> Milis AlumniUnhas difasilitasi oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin
(IKA UNHAS)dalam upaya untuk membangun jaringan komunitas alumni UNHAS di
seluruh dunia dalam upaya membangun citra almamater yang lebih baik di masa
depan. Dimohon bantuannya untuk mengajak alumni lainnya untuk mendaftarkan
diri pada site http://welcome.to/ika-unhas
>
>
UNHAS GELAR SEMINAR INTERNASIONAL MASALAH MANAJEMEN KAYU EBONI
Reporter : Muhith Nur
Selasa (20/3/2001). Universitas Hasanuddin menggelar seminar Internasional
dan Lokakarya mengenai Manajemen Eboni (Diospyros Celebica Bokh) dalam
mendukung
keunggulan industri menuju Otonomisasi dan Era Pasar Bebas.
Acara tersebut bekerjasama dengan UNESCO, PT. Tokai Material Indonesia dan
Departemen Kehutanan, dan dilaksanakan digedung Pusat Kegiatan dan
Penelitian
(PKP) serta dihadiri oleh kalangan praktisi, akademisi dan mahasiswa
khususnya
yang berminat pada masalah tanaman Eboni.
Lokakarya yang berlangsung selama dua hari ini, di buka oleh ketua LIPI
Prof.Dr.Taufik
Abdullah, dalam sambutannya Taufik Abdullah mengatakan “menjadi begitu
penting
karena tanaman eboni merupakan spesies asli Sulawesi khususnya Sul-Sel dan
Sul-Teng
dimana eboni tersebar secara alami di pulai Sulawesi dan dapat tumbuh di
ketinggian
0 – 700 m diatas permukaan laut. Akibat tingginya permintaan terhadap kayu
Eboni
mengakibatkan kelangkaan dari kayu eboni sendiri”.
Dikesempatan lain Dr. Untung Iskandar, Kepala biro Litbang Dep. Kehutanan.
Ketika menjadi keynote spiker mengatakan “ Hal inilah yang menjadi pendorong
untuk penanaman kembali hutan kayu Eboni dalam rangka menuruti selera pasar
demi peningkatan devisa negara tanpa melupakan aspek perlindungan lingkungan
hidup”.
LEMA UNHAS MENOLAK KONFLIK POLITIK DI PUSAT
Reporter : Hasan Amin Difinubun dan Maryam
Mahasiswa Unhas kembali menggelar aksi damai. Aksi yang dimotori oleh
LEMA-UH
tersebut. sekitar pukul 10.30 Wita mahasiswa melakukan aksi dari kampus
Unhas
menuju kantor TELKOM Cabang Makassar (Divisi Network) Jl. A. Pettarani No.
4.
aksi tersebut sempat menimbulkan sedikit kemacetan terutama pada Jl. Urip
Sumoharjo.
Namun kondisi lalu lintas kembali normal akibat kerjasama dan pengertian
yang
baik antara para mahasiswa dan petugas lalu-lintas setempat.
Sesampainya disasaran lokasi tersebut para mahasiswa secara bergantian
mengadakan
orasi dengan Yel-Yel “Satu Komando Satu Perlawanan”.
Haryanto, Presiden Lema Unhas mengatakan “Aksi ini merupakan protes atas
percaturan
elit politik pusat yang mengakibatkan dampak negatif terhadap masyarakat
bawah,
penghancuran sisa laten orde baru yang menghambat proses demokrasi dan
penguatan
kawasan menuju otonomi daerah atau jika tidak maka harus menuju negara
federasi”.
Para mahasiswa juga memohon kepada pihak Telkom tersebut untuk sementara
waktu
memutuskan jalur hubungan pesawat telpon antara pemerintah pusat dan
masyarakat
kota Makassar. Selang + 30 menit. utusan mahasiswa Unhas yang ditunjuk
untuk
melakukan negosiasi dengan pihak Telkom , berhasil mencapai kesepakatan dan
permintaan mahasiswa tersebut diterima. Setelah itu rombongan mahasiswa
tersebut
kembali ke kampus Unhas dengan aman dan tertib untuk selanjutnya
melaksanakan
aktifitas kampus seperti biasa.
AKSI LAIN MAHASISWA UNHAS
Dilain pihak mahasiswa Unhas dari BEM Fakultas Sastra dan SEMA Fakultas
Teknik
menggabungkan diri dalam aksi Revolusi Kampus di Rektorat Unhas. Menuntut
trasparansi
anggaran dana kemahasiswaan yang digunakan Lema-Unhas, Parlemen Mahasiswa
Unhas,
Majelis Tinggi Mahasiswa dalam segala aktivitasnya.
Aksi Revolusi Kampus itu juga menuntut penolakan peraturan akademik dan
ketertiban
kampus yang dikeluarkan Rektor, otonomi kampus, trasparansi seluruh dana di
Unhas, pembubaran PR IV dan PR V yang dianggap tidak efisien dan pemborosan
anggaran, serta pembatasan wewenang Rektor dan Dekan.
UNHAS DAN PLN KERJASAMA DIBIDANG KELISTRIKAN
Reporter : Dewi Sinta Rahayu dan Yunita Nur Hasmini
Selasa (20/03/2001).PLN wilayah VIII cabang Makassar mengadakan kunjungan ke
Unhas guna kerjasama dibidang kelistrikan dengan Universitas
Hasanuddin.kunjungan
yang berlangsung sekitar pukul 14.00 wita bertempat di gedung Rektorat Unhas
Lantai 4.
“kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu mahasiswa tehnik elektro
Unhas
dalam melakukan studinya dalam praktek elektrika dan guna mempererat
hubungan
kerjasama serta koneksitas diantara kedua belah pihak”. Ungkap Prof. Dr. Ir.
Radi A Gani, MS, selaku Rektor Unhas, ketika ditemui Catatan Kaki seusai
pertemuan.
Lebih lanjut Radi A. Gani mengatakan kerjasama yang juga dihadiri Ketua
Jurusan
Teknik Elektro Unhas bertujuan menanmbah mutu keluaran mahasiswa Unhas
khususnya
mahasiswa jurusan Elektro dan memperbaiki sistem perkuliahan di Unhas.
_____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.kompas.com
_____________________________________________________
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
Buat yang suka pake HP, entah bener apa nggak, atau cuman kebetulan.
Haris
-----Original Message-----
From: Arwi Tait [mailto:Arwi.Tait@...]
Sent: Tuesday, March 20, 2001 3:34 PM
Subject: FW: Hati hati ya...
> pengalaman temen nyokap gue, benar2 terjadi.
> becareful!
> ----------------------
>
>
> JANGAN PAKAI HP DEKAT DENGAN API
> Temen mama abis bezuk sesama dokter yang terbakar kepalanya dan
> cairan mengalir terus dari telinga ...... kronologisnya...........
si
> dokter
> sedang pakai handphone, dipanggil pembantunya yang sedang memasak
didapur
> dengan api kompor yang menyala....sambil tetap menggunakan hp-nya
sang
> dokter menghampiri si pembantu...... tiba-2 api memancar dari hp
dan
> membakar seluruh kepalanya........
> hp juga dilarang digunakan jika sedang berada di pompa bensin
>
> HARAP DIPERHATIKAN YA....... DAN SEBAR BERITA INI KE
TEMAN-2...MESKIPUN
> KITA
> TAK TAHU BAGAIMANA MEKANISMENYA SAMPAI BISA TERJADI HAL
> ITU.........ATI-ATI....
> mama......
>
>
Note: forwarded message attached.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
Makassar, 19 Maret 2001
To. Sapri
Assalamu Alaikum Wr Wb
Tolong beritahu saya emailnya onje
Terima kasih
dari Nurlita
____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
Surat ini ditulis oleh seorang penduduk asli
Kalimantan Tengah.
Surat ini sungguh suatu tangisan diam-diam,
yang mengungkapkan dengan sebenarnya perasaan
sesungguhnya penduduk asli dayak yg sebagian besar muslim juga sama seperti
orang-orang madura.
Isi surat ini mengingatkan saya pada
studi antropologis Ann Tsing
"In The Realm of The Diamond Queen"
yang melukiskan bagaimana orang-orang Dayak Meratus yang terdesak, terhina,
dan dipinggirkan.
Tangisan mereka tidak pernah dipedulikan,
jeritan mereka dibalas dengan hinaan,
teriakan mereka diancam dengan pembunuhan.
Mungkin untuk lebih adilnya, kita pahami
bagaimana sesungguhnya penderitaan menjadi "Dayak":
dicemooh oleh media, dianggap biadah, primitif,
sehingga patut dimasukkan sebagai "Suku Terasing".
Inilah rekaman dari surat yang saya terima.
Semoga kita mau adil,
seperti kata tokoh dlam novel Pramoedya,
"adil dari sejak dalam pikiran."
Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Kerusuhan Etnis
di Palangka Raya.
Sehubungan dengan peristiwa kerusuhan etnis
di kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur,
pada hari Minggu tanggal 18 Februari 2001,
pemerintah dan masyarakat kota Palangka Raya
langsung mengadakan pertemuan untuk mencari
pemecahan permasalahan peristiwa tersebut,
dengan pertemuan unsur Muspida Propinsi dan
Kota Palangka Raya.
Tindakan pihak keamanan terhadap beberapa orang yang
dianggap sebagai provokator, maupun yang secara
langsung melakukan tindakan- tindakan kerusuhan
di Kota Sampit dengan diamankannya sejumlah 38
(tiga puluh delapan) orang yang kesemuanya dianggap
sebagai suku Dayak yang diamankan oleh Kapolda
Propinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
Akibat kejadian tersebut timbul spontanitas masyarakat
Palangka Raya memprotes / unjuk rasa dengan
berkumpulnya massa mendatangi DPRD Propinsi
Kalimantan Tengah,
yang mana pada waktu itu disambut oleh Ketua,
Wakil Ketua dan Para Ketua Fraksi DPRD
Propinsi Kalimantan Tengah yang juga pada waktu itu
Wakil Gubernur, Wakapolda dan para pejabat dalam
jajaran Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah
termasuk Walikota Palangka Raya juga hadir.
Massa masyararakat pengunjuk rasa pada saat itu
menuntut keadilan bahwa pihak keamanan bertindak
kurang adil dengan hanya menuduh peristiwa tersebut
terjadi hanya dilakukan oleh pihak masyarakat asli
Kalimantan Tengah.
Padahal yang melakukan tindakan yang brutal dan
anarkis yaitu dengan cara membakar beberapa rumah
beserta dengan orang/keluarga yang ada di dalam rumah termasuk pembunuhan
terhadap warga Kalimantan Tengah di kota Sampit dilakukan oleh etnis Madura.
Bahkan pada saat itu warga etnis Madura mengadakan
perayaan dengan menari-nari sambil mengeluarkan
kata-kata bahwa kota Sampit adalah kota Sampang
ke dua dan mereka mencari jago-jago orang Dayak,
disamping itu mereka mengarak spanduk dengan tulisan besar bahwa kota Sampit
adalah Kota Sampang ke dua.
Memang orang Dayak hanya punya satu tempat,
yaitu bumi Kalimantan Tengah yang mengasihi mereka
dengan sumberdaya alam yang cukup banyak.
Kami tidak mungkin pergi ke tempat lain
seperti pergi ke kota Sampang.
Kami tahu tidak ada orang Dayak di kota Sampang
dan kota Sampang kami tahu juga sedang bergolak
para pimpinannya berebut kursi empuk.
Kami telah lama hidup begini,
dengan hinaan dan nistaan bahwa kami suku
bebal, dungu, perusak lingkungan,tidak tahu diri
oleh orang-orang Madura yang telah kami
terima menetap sangat lama di Kalteng.
Kami telah dan terus terpojok di tubir jurang,
kami membela diri untuk kelanjutan hidup
dengan harapan masa depan yang lebih adil.
Kami tak punya tempat lain untuk pergi,
sebagaimana suku Madura mengungsi pulang
ke rumahnya di pulau Madura.
Tidak ada pulau Dayak bagi kami, kecuali pulau Borneo.
Selama dua hari menguasai kota Sampit etnis Madura
terus melakukan tarian merayakan kemenangan mereka
dan mengatakan "Mana jago-jago Dayak", "Orang Dayak
Pengecut", "Mana Panglima Burung"
(Panglima Burung adalah Panglima Perang
peristiwa Sambas).
Pada saat mereka menari dengan teriakan-teriakan dan yel-yel tantangan
beserta seluruh senjata clurit dan beberapa bom molotov yang dilempar
membakar rumah penduduk warga Dayak.
Pembakaran yang dilakukan mereka berjalan dengan
sangat teratur dan terencana, terbukti bahwa mereka
dengan baik mengenali rumah-rumah penduduk asli
Kalimantan Tengah.
Bahkan juga mereka menyerbu kompleks perumahan
Bank Pembangunan Daerah.
Selama peristiwa itu terjadi,
tidak ada tindakan penangkapan terhadap etnis Madura
oleh aparat keamanan,
bahkan sampai saat ini pun tidak ada penangkapan
terhadap etnis Madura yang telah melakukan penghacuran etnis Dayak maupun
mereka yang membawa perlengkapan berbagai macam senjata pemicu peristiwa
tersebut.
Dari kondisi yang demikian,
maka masyarakat Palangka Raya merasa bahwa
masyarakat non Madura di Kalteng selalu dipojokan,
dijadikan kambing hitam apabila terjadi sesuatu
di kampung-kampung halamannya sendiri
oleh ulah yang tidak patut dari pihak lain,
secara spontan melakukan unjuk rasa terhadap Kapolda
Propinsi Kalimantan Tengah
menuntut keadilan perlakuan sepihak dari pihak
kepolisian yang hanya menangkap dan menahan
warga Dayak tersebut di atas.
Atas tuntutan massa unjuk rasa tersebut akhirnya Kapolda Kalteng
mengeluarkan 38 orang warga Kalteng tersebut dengan alasan penangguhan
penahanan.
Namun dari pihak Madura yang melakukan tindakan
penghancuran warga Dayak di kota Sampit tidak ada
yang di tangkap.
Pemerintah di Palangka Raya melanjutkan kegiatan pertemuan dengan seluruh
tokoh masyarakat dari seluruh golongan yang ada di Palangka Raya.
Namun pada saat yang sama eskalasi kerusuhan
di kota Sampit semakin meluas, dan tidak terkendali
karena warga Kalimantan Tengah selain etnis Madura
melakukan pembelaan diri dan perlawanan terhadap
penguasaan kota Sampit oleh warga Madura.
Karena kerusuhan semakin menjalar mendekati
kota Palangka Raya,
kemudian saksi hidup dan warga Kalteng non Madura
yang banyak mengungsi ke Palangka Raya,
menimbulkan opini masyarakat bahwa kerusuhan pasti
akan terjadi juga di kota Palangka Raya.
Secara spontan warga masyarakat Palangka Raya
menyarankan kepada warga Madura yang di Palangka Raya
yang dianggap sering melakukan keonaran dan
tidak mau berbaur dengan masyarakat untuk sebaiknya
mengungsi ke luar Palangka Raya mengingat semakin
dekatnya kerusuhan yang terus menjalar ke arah
Palangka Raya. Sebagaimana diketahui, bahwa warga
Palangka Raya merupakan warga dari berbagai macam
etnis karena kota Palangka Raya di bangun dari hutan
belantara tahun 1957 menjadi kota baru.
Pada tanggal 24 Februari 2001 memang akhirnya
percikan kerusuhan mulai terjadi di kota Palangka
Raya,
dengan diketemukannya 14 (empat belas buah bom) oleh warga bersama aparat
kepolisian di rumah warga Madura.
(Catatan: Sampai hari Kamis tanggal 1 Maret 2001
ditemukan lagi 9 (sembilan) buah bom di Jl. Dr.
Murjani
yang merupakan wilayah IKAMA di Palangka Raya.)
Mengetahui hal tersebut secara spontan
emosi masyarakat non Madura di Palangka Raya semakin
meningkat, sehingga pada sore hari sampai malam
terjadi akumulasi massa yang mulai memeriksa dan
membongkar rumah-rumah warga Madura yang ada di
Palangka Raya seraya menyuruh mereka meninggalkan
Palangka Raya. Memang kenyataanya pada saat itu
tidak ada korban warga Madura.
Merasa bahwa ancaman terhadap warga non Madura
di Palangka Raya berdasarkan temuan bom tersebut,
pada Hari Minggu tanggal 25 Feb. 2001
warga mengaktipkan SISKAMLING dan mulai terjadi meluas pembongkaran dan
pembakaran beberapa rumah warga Madura berakhir pada hari Senin tanggal 26
Feb.
2001. Pada saat itu juga masih diketemukan beberapa
bom pada rumah-rumah yang dirusak tersebut.
Kadang-kadang pada saat rumah terbakar terjadi
letusan-letusan yang amat kuat dan hal ini
menyebabkan warga non Madura menganggap ledakan itu adalah dari bom-bom yang
di simpan di rumah-rumah terbakar tersebut.
Pada tanggal 27 Feb. 2001 semua pengrusakan berakhir,
namun warga non Madura tetap khawatir akan isu-isu
akan adanya serangan balik dari warga Madura,
sehingga SISKAMLING tetap dilakukan secara spontan
oleh warga non Madura dengan tanpa menggunakan
senjata-senjata jenis apa pun juga.
Pikiran masyarakat non Madura dengan SISKAMLING ini adalah satu-satunya cara
terbaik untuk membela diri dari kemungkinan terjadinya kerusuhan lebih
lanjut.
SISKAMLING ini dilakukan sesuai dengan maklumat dari Walikota Palangka Raya
Nomor 028/74/Bag/Um tanggal 22 Feb. 2001 hari Kamis.
Kalau melihat dari rangkaian kejadian tersebut akan
terdapat banyak korban dari pihak etnis Madura di
Palangka Raya, namun karena masyarakat non Madura
telah memberikan saran dan pendapat agar warga
Madura meninggalkan Palangka Raya, maka korban yang
terjadi sangat minim di kota Palangka Raya yaitu 1
(satu) warga Dayak dan 6 (enam) orang diperkirakan
dari warga Madura.
Kami mencintai orang Madura,
karena mereka tidak tahu saat dilahirkan
adalah suku Madura, seperti diri kami sendiri.
Kami telah menyuruh kecintaan kami itu pergi sesaat,
belajar mengenal kehidupan,
belajar tentang nilai sebuah kehidupan nyawa,
nilai suatu bentuk hidup kemasyarakatan,
untuk menghindari hidup yang kejam ini.
Kembalilah kepada kami Saudara-saudara tercinta,
pada saat kalian telah membawa damai-cinta-kasih
dalam hati dari perjalanan sesaat itu
kepada semua orang.
Perjalanan balik mungkin akan menyadarkan diri kita
akan kodrat manusiawi hidup manusia,
sehingga apabila kita menindas orang lain
maka kita menindas diri sendiri.
Warga Madura masih mempunyai kampung halaman
untuk pergi mengungsi,
warga Dayak tidak mempunyai pilihan lain,
selain untuk membela menjaga dan memelihara harkat, martabat dan peri
kehidupan yang terpojok di kampung halamannya sendiri.
Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu
rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi oleh etnis
Madura yang sejak berdirinya Kalimantan Tengah telah
melakukan lebih dari 13 kali kerusuhan besar dan
banyak sekali kerusuhan kecil yang banyak mengorbankan warga non Madura.
Warga non Madura selama itu selalu mengalah,
sehingga warga Madura telah menjadi begitu bangga
dengan perbuatan mengerikan tersebut, dan
menggunakannya untuk menteror warga non Madura
untuk menguasai sendi-sendi perekonomian,
sosial-budaya dan kemasyarakatan
Daerah Kalimantan Tengah.
Khusus orang Dayak,
kalau mereka di tepi sungai diganggu,
maka mereka mengalah pergi darat,
kalau di darat di ganggu,
mereka pergi ke bukit,
kalau di bukit mereka di ganggu,
mereka pergi ke gunung,
kalau di gunung mereka di ganggu,
mereka pergi ke tubir jurang.
Pada saat di tepi jurang
mereka tak mampu pergi ke mana,
maka mereka membela diri.
Orang Dayak telah dihimpit ke tepi jurang
oleh ketidakadilan baik dari
kurangnya perhatian akan pembangunan Daerah maupun
dijadikan Kambing hitam perusakan hutan dan
lingkungan,
di cap sebagai suku yang tertinggal dan
berbagai gelar menyedihkan yang menjadi cap keseharian kehidupan komunitas
masyarakat Dayak.
Orang Dayak telah memberikan hutan, tanah dan airnya untuk kehidupan orang
lain, tambang, kayu, rotan, dan hasil alamnya menjadikan banyak orang-orang
kaya di Jawa, termasuk di Jawa Timur Madura.
Orang Dayak yang selalu mengalah dianggap bodoh,
bebal dan dungu, telah dengan mudah di beri cap
sebagai anak bangsa tak berarti, yang menjadi lahan
menampung seluruh penderitaan suku bangsa lain agar orang lain puas dan
bahagia.
Orang lain telah beranak pinak dan berkembang biak di
Kalteng, sementara orang Dayak ikut Keluarga Berencana
mendukung kebijakan pemerintah, sehingga populasinya
sedikit tumbuhnya. Orang Madura melahirkan anak
sebanyak mungkin dan memastikan sumberdaya alam
Kalteng akan tersedia bagi mereka asal berani dan
keras hati.
Tidak cukupkah penderitaan orang Dayak yang di cap
merusak hutan paru-paru dunia,
padahal yang mengangkut kayu ke pulau Jawa adalah
perahu-perahu pelaut ulung Madura yang perkasa,
yang ber Tuhan, dan yang bangga dengan kekerabatanya, bangga dengan
kemampuanya melanglang buana menebar cerita mencari kepuasan diri sendiri.
Salahkah kami menjadi orang Dayak,
salahkah kami lahir menjadi orang Dayak,
salahkah mereka orang Madura.
Manusia adalah otonom pada dirinya dan
menjadi mahluk Tuhan sejati dirinya sendiri.
Baik Madura mau pun Dayak, tapi mengapa
orang Madura begitu kejam kepada kami selama ini?
Kami telah berlari menghindar dari kota Sampit,
pergi kepedalaman, dan
kota Sampit menjadi dunia Madura
kota Sampang ke dua kata orang Madura.
Mereka merasa telah membangun kota Sampit dengan
bangga tanpa memikirkan hati yang terluka orang Dayak yang meminggirkan diri
dari keramaian duniawi.
Orang Madura di Sampit dengan bangga mengundang
tokoh-tokoh Madura untuk datang ke kota Sampit dan
mereka menyatakan dengan bangga bahwa mereka telah menaklukkan kota Sampit
menjadi kota Sampang ke dua.
Sedikit derita yang muncul pada pihak Madura
di kota Sampit telah membuat orang Madura se Indonesia
murka dan ingin mengganyang habis warga Dayak yang
pasrah menanti Hatala Ranying Langit
(Tuhan Maha Kuasa) menolong kami pada
tanah-bumi-air-langit yang telah melahirkan suku
Dayak.
Lihatlah yang terjadi di Sampit,
dari Perserikatan Bangsa Bangsa,
Lembaga Kemanusiaan Internasional, LSM di Jawa
semua mengurus suku Madura dan
mengupayakan pengungsian yang enak bagi suku Madura,
seluruh aparat dikerahkan untuk memberikan servis
terbaik bagi suku Madura, untuk mengamankan mereka dan
mencintai mereka. Kapal-kapal besar dan hebat dari
sipil sampai militer, semua dikerahkan untuk
mengurus suku Madura karena mereka punya Bapak
M. Mahfudz, punya Kiai Alawi Muhammad,
punya Raden Hartono, punya budayawan, punya profesor, Doktor, punya banyak
lagi.
Bahkan di kota Sampit, aparat keamanan Brimob dan TNI
rela mati demi mengungsikan orang Madura dengan servis
terbaik. Dipihak lain mereka menangkap semua orang
Dayak (84 orang) di hotel Rama, Sampit yang hanya di
bela oleh orang Dayak, lambang pembelaan diri dari
angkara murka telah dihancurkan.
Orang Dayak berangkat mengayuh para pengungsi Dayak dengan jukung dan
bermimpi naik naik Kapal-Kapal besar yang indah di pelabuhan Sampit.
Orang Dayak diam seribu bahasa,
ketika membela diri
semua orang lain segera memberikan merek kepada Dayak,
di cap oleh Televisi, radio, media massa
sebagai orang biadab,
mereka mengurus diri sendiri dalam diam,
mengungsikan sanak saudara
tanpa tahu ada PBB, ada LSM, ada profesor, ada M.
Mahfudz, ada Bapak Gus Dur.
Hidup ini memang kejam.
Tiada tempat mengadu.
Mengadu kepada Bapak Polisi ditangkap,
mengadu kepada bapak tentara ditahan,
mengadu kepada Bapak Mahfudz
kita takut dia orang Madura,
mengadu kepada Bapak Asmawi Agani dan Nahson Taway,
mereka tidak punya banyak perangkat pendukung yang
cukup untuk menolong suku Dayak,
mengadu kepada Tuhan.
Alawi Muhamad mengatakan
orang Dayak biadab tidak ber Tuhan.
Kami membawa diri kami sendiri
di tanah air Indonesia tercinta,
hidup terlunta-lunta diperas dan
dihina-dibunuh-dilecehkan di kampung sendiri.
Ya Allah, tolonglah orang-orang muda kami yang ingin menghilangkan cap
bodoh-bebal orang Dayak dengan menggali ilmu pengetahuan di Jawa/Jawa Timur
yang katanya sumber orang-orang arif bijaksana saat ini.
Selebaran perang telah menyatakan ancaman pembasmian orang Dayak dari agama
apa pun dimanapun berada.
Ya Allah, lindungilah mereka,
mereka hanya secuil kebanggaan orang Dayak
yang tersisa.
Mereka tidak datang membawa derita ke pulau Jawa,
mereka menghabiskan sumberdaya yang ada
pada keluarganya demi menuntut ilmu pengetahuan
membebaskan diri dari derita di kampung sendiri.
Mereka menghabiskan uang dan segalanya
hanya sesaat di Pulau Jawa,
mereka akan kembali untuk memperbaiki nasibnya sendiri dan mudah-mudahan
juga nasib suku Dayak.
Secara umum, hampir seluruh warga non Madura
di Kalimantan Tengah mempunyai pengalaman buruk
tentang perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan
oleh warga Madura. Akumulasi ketakutan terhadap warga
Madura, melahirkan upaya pembelaan diri oleh warga
non Madura di Kalteng. Ketakutan tersebut terjadi
secara mengakar, yaitu bahwa setiap kali berurusan
dengan warga Madura selalu mengarah kepada hilangnya nyawa orang yang
berurusan.
Selama ini karena takutnya warga non Madura Kalteng,
maka mereka menganggap dengan mengangkat warga Madura
pada posisi pimpinan terbaik di daerah Kalimantan
Tengah dapat meredam kelakuan tidak senonoh dan
ancaman pembunuhan dari warga Madura terhadap warga
non Madura. Beberapa Contoh posisi terhormat dan amat
penting tersebut adalah Ketua DPRD / anggota DPRD
Propinsi / Kabupaten / Kota, Eks. Bupati Kabupaten
Kapuas (M. Adenan dan Badrus Safari), Kepala Denpom Palangka Raya, Kepala
Dinas Peternakan, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Wahyudi K. Anwar
berbagai posisi pimpinan tingkat menengah pada unit kerja / instansi
Kalimantan Tengah.
Sementara dapat dihitung orang Dayak yang jadi
pemimpin di kampungnya sendiri.
Hampir semua kegiatan usaha didominasi oleh
kelompok Madura dengan ancaman clurit dan
kebanggaan budaya carok yang mengerikan mereka
membangun dan menguasai jalan usaha mereka di segala bidang.
Tidak ada etnis lain yang seganas etnis Madura
bagi masyarakat non Madura Kalteng
(mungkin juga bagi masyarakat Kalbar).
Selama itu, tidak pernah ada tindakan hukum dan
perlawanan yang berarti dari pihak non Madura di
Kalimantan Tengah.
Terdapat opini bagi warga non Madura Kalteng,
bahwa apabila berurusan soal-soal yang ringan saja
dengan warga Madura berarti berurusan dengan resiko
kematian dan mereka kebal hukum formal.
Hampir seluruh tindakan kriminal warga Madura di
Kalteng tidak pernah terungkap,
para pelakunya selama ini lalu-lalang di depan
mata orang Dayak yang semakin ketakutan dan terjepit.
Karena mereka orang Madura mengusai sendi-sendi
kehidupan di Kalteng, maka orang non Madura Kalteng
terpaksa membeli barang dan jasa dari mereka dengan harga yang diaturnya
sendiri (Kalteng, khususnya Palangka Raya terkenal dengan hidup biaya
tinggi).
Contoh:
* Penguasaan tanah, walaupun ada sertifikat tanahnya, tanah warga non
Madura dirampas oleh warga Madura
dengan kekerasan ancaman kalungan clurit di leher
bahkan berkali-kali warga non Madura selalu menjadi
korban / tewas.
* Warga Madura yang baru beberapa tahun di Kalteng
banyak menguasai tanah yang luas dan menjualnya
kepada pihak lain sebagai tuan tanah, contohnya
pembangunan komplek Maduratna, Ikama, Harum Manis, Muda
Karya dan lain-lainya di Kalimantan Tengah.
* Membangun kelompok kerja yang kompak untuk melakukan tindakan tidak
terpuji terhadap orang lain.
Apabila melakukan pembunuhan, maka yang melakukan raib tidak
pernah ditemukan.
* Penumpang kendaraan air apabila merapat dipelabuhan,
maka barang-barang bawaan milik mereka langsung
diangkut tanpa kompromi oleh kuli-kuli Madura dan
meminta bayaran sesuka hati mereka kepada para
penumpang.
* Retribusi pasar dipungut dan dikuasai pengaturannya
oleh warga Madura juga pajak pemotongan hewan.
* Warga Madura dengan mudah membacok warga lain,
bahkan disebabkan hanya oleh uang Rp. 100
(seratus rupiah).
* Tukang Becak Madura selalu membohongi penumpang becak warga non
Madura dengan meminta bayaran berbeda dengan kesepakatan pada saat tawar
menawar.
* Pedagang Madura selalu mengusir pedagang lain di
pasar dengan kekerasan dan ancaman clurit sehingga mereka
menguasai perdagangan di pasar-pasar. Kalau pedagang lain menjual lebih
murah, langsung di obrak abrik.
* Warga Madura sering mengambil hasil kebun orang
lain.
Kalau membeli hasil tersebut dibayar dengan
semaunya,
kalau ditolak diancam kalungan clurit.
* Warga Madura selalu berpalsafah "lebih baik
berputih tulang (mati) daripada berputih mata
(tersinggung)" terhadap seluruh persoalan
kemasyarakatan.
* Membuat kios/ rumah pada tanah orang lain, apabila
ditanya selalu dikatakan pinjam, lama-kelamaan
dibangun permanen, kalau di bawa kasusnya ke polisi
selalu diancam bunuh.
* Menyerang orang yang tidak disukai secara
berkelompok dari belakang dan memotong kemaluan
orang yang tidak disukai dan dimasukan ke mulut
korban.
* Apabila mereka terpaksa membeli rumah, mereka
membeli rumah dilingkungan yang padat, dan mulai
membuat keonaran agar masyarakat lingkunganya takut
dan kemudian mereka mulai membawa keluarga mereka
lain yang berduit membeli rumah sekeliling dengan
melalui intimidasi penghuninya yang ketakutan.
Kiat ini lama- kelamaan dipahami oleh orang Dayak,
karena sudah ketahuan, mereka membuka seluruh
peluang secara terbuka untuk memperoleh keuntungan
sebagaimana uraian di atas.
* Karena saat ini orang Dayak makin pintar, maka tipu
daya gaya Madura semakin dipahami mereka, hal ini mengurangi
kemampuan mereka Madura memperluas koloninya. Namun ini membuat Madura
berang, karena pendapatan mereka menurun. Timbul banyak kerusuhan
kecil-kecil yang terus akhirnya meluas mengorbankan warga Dayak.
Nah...teman-teman itu tadi tulisan menarik,
terutama sebagai pelajaran bagi kita di Riau,
mungkin juga sebagai kajian menarik dari segi
sosiologi atau anthropologi.....
Salaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam.
====
===========================
Sakti H
Res Agropolis, Apt.183
98 rue Jean-Francois Breton
34090 Montpellier
FRANCE
===========================