Enam Jam satu buku," semboyan ini populer di kalangan anak-anak muda Mesir pada zaman Presiden Gamal Abdul Nasser. Gairah intelektual terpacu. Para penerbit berlomba-lomba menerjemahkan dan menerbitkan buku-buku penting dari mana pun asalnya.
Meminjam gairah ini, Yayasan akubaca berniat terlibat sebisa-bisanya dalam upaya meningkatkan budaya dan minat baca masyarakat.
Melalui penerjemahan karya-karya penting, yang selama ini nyaris tidak pernah ditengok oleh para penerbit besar, yayasan akubaca ingin menjadi jembatan bagi masyarakat untuk berkenalan dan sekaligus terlibat dalam berbagai pemikiran tokoh-tokoh besar.
Disamping itu, yayasan akubaca sangat terbuka sebagai ajang dialog ttg sastra & kebudayaan.