Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

PPDi · Persatuan Pembebasan Dari indon

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 1216
  • Category: World Politics
  • Founded: Dec 4, 2000
  • Language: Other
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 5761 - 5790 of 28824   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#5761 From: "napoleon bonaparte" <geurupoh@...>
Date: Sun Nov 2, 2003 2:12 pm
Subject: Srikandi Referendum
geurupoh@...
Send Email Send Email
 

http://medlem.spray.se/acheh/profile-cut-nur-asikin.htm

Cut Asikin di "pengadilan" RI.--------photo by ist

“Semakin lama saya ditahan, semakin cepat penyelesaian Aceh,” teriaknya sambil menuju kendaraan tahahan kejaksaan.

Tjut Nur Asyikin


MSN 8 helps ELIMINATE E-MAIL VIRUSES. Get 2 months FREE*.

#5762 From: Alue meriam <alue_meriam@...>
Date: Sun Nov 2, 2003 9:15 pm
Subject: Re:Srikandi Referendum Aceh
alue_meriam@...
Send Email Send Email
 
napoleon bonaparte <geurupoh@...> wrote:

http://medlem.spray.se/acheh/profile-cut-nur-asikin.htm


Cut Asikin di "pengadilan" RI.--------photo by ist

“Semakin lama saya ditahan, semakin cepat penyelesaian Aceh,” teriaknya sambil menuju kendaraan tahahan kejaksaan.

Tjut Nur Asyikin


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5763 From: Alue meriam <alue_meriam@...>
Date: Mon Nov 3, 2003 1:48 pm
Subject: Re: Srikandi Referendum Aceh
alue_meriam@...
Send Email Send Email
 
napoleon bonaparte <geurupoh@...> wrote:

http://medlem.spray.se/acheh/profile-cut-nur-asikin.htm
 
“Semakin lama saya ditahan, semakin cepat penyelesaian Aceh,” teriaknya sambil menuju kendaraan tahahan kejaksaan.

Tjut Nur Asyikin
 
 
 

 

 




Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5764 From: Basri Adamy <basriadamy@...>
Date: Mon Nov 3, 2003 1:39 pm
Subject: Re:Srikandi Referendum Aceh
basriadamy@...
Send Email Send Email
 
napoleon bonaparte <geurupoh@...> wrote:

http://medlem.spray.se/acheh/profile-cut-nur-asikin.htm
 
“Semakin lama saya ditahan, semakin cepat penyelesaian Aceh,” teriaknya sambil menuju kendaraan tahahan kejaksaan.

Tjut Nur Asyikin

 
 

 


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5765 From: Marcopolo <siwah_blang@...>
Date: Sun Nov 2, 2003 8:39 pm
Subject: Bangsa Acheh yang gagah dan setia,
siwah_blang
Send Email Send Email
 
Pernyataan kembali kemerdekaan Acheh, Sumatra

Oleh DR. Tengku Hasan diTiro
Wali Negara Acheh, Sumatra/gam


Bangsa Acheh yang gagah dan setia,

Janganlah kita hendaknya menyimpang dari kenyataan, bahwa untuk
menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung antara Acheh dan
Indonesia, kita mesti kembali menyusuri akar konflik, yaitu
pemindahan kedaulatan oleh Belanda secara curang kepada negara boneka
rekaannya, Republik Indonesia, pada tahun 1949.

Melalui persekongkolan dan permainan tulisan, Belanda dengan didukung
oleh beberapa negara pemenang Perang Dunia ke II, telah memindahkan
secara tidak sah kedaulatan Acheh yang memang tidak pernah
dimilikinya, kepada Indonesia, tanpa plebiscite dan tanpa konsultasi
apapun dengan rakyat Acheh.

Sesungguhnya, sebagai sebuah kuasa kolonial, Belanda beserta negara-
negara yang mendukungnya telah bertindak tanpa tanggungjawab dan
belum pernah dibuat orang sebelumnya. Kecurangan yang telah
berlangsung selama 53 tahun itu telah mengakibatkan kerugian yang
sangat hebat di Acheh baik dengan hilangnya begitu banyak nyawa
manusia maupun dengan perampasan sumber alam dari tanah Acheh oleh
negara neo-kolonialis Indonesia.

Sebagaimana diketahui semua, sesudah jatuhnya rezim Suharto,
penanggungjawab utama pelanggaran hak-hak asasi manusia di Acheh
selama pemberlakuan DOM antara tahun 1989-1998, rezim penerusnya di
bawah Habibie, kemudian Abdulrahman Wahid, dan sekarang Megawati,
semuanya meneruskan dasar politik repressive terhadap rakyat Acheh.


Ingatlah, bahwa kita adalah bangsa yang tidak pernah dihalangi atau
bertekuk lutut pada ancaman para penjajah.


Walaupun GAM telah melibatkan diri dalam dialog dengan RI semenjak
dua tahun terakhir ini yang difasilitasi oleh HDC, namun telah
terbukti bahwa usaha yang mulia itu telah berbenturan dengan bermacam
kesulitan dan menghasilkan ketidak-puasan bagi semua pihak. Semua ini
disebabkan oleh sikap RI yang tidak bisa dipercaya, yang selalu
berupaya mensabotase setiap usaha yang dibuat supaya tidak membawa
hasil.


Dari saat itu sampai sekarang hasilnya hanyalah pihak RI yang terus
menerus meningkatkan taraf kebrutalan militernya terhadap masyarakat
Acheh sebagaimana terlihat dari pengepungan yang sedang berlangsung
di dua markas GAM di Cot Trieng, Pasèe, Acheh Utara, dan di wilayah
Tapak Tuan, Acheh Selatan.

Sekarang ini, sekurang-kurangnya 10 orang penduduk sipil Acheh
dibunuh oleh serdadu Indonesia setiap hari. Tahun ini saja,
dilaporkan lebih dari 2000 anggota masyarakat Acheh yang tidak
berdosa telah dibunuh oleh perampok TNI/Polri yang berkeliaran di
seluruh penjuru tanah Acheh. Hal itu adalah akibat dari
diberlakukannya Inpres No. 4-2001, VII-2001 dan I-2002, dan juga
akibat dari pembentukan kembali Komando Daerah Militer (KODAM)
Iskandar Muda di Acheh.

Sejak bulan lalu, didasari atas pertemuan Jenewa tanggal 29-31
Oktober antara GAM dan enam anggota masyarakat sipil Acheh, para
menteri, jenderal dan juga ketua MPR RI, menuntut agar GAM menerima
otonomi dan berkali-kali berusaha mendikte tanggal
penandatanganan "Perjanjian Damai", dengan ancaman bahwa GAM akan
dihancurkan apabila tidak memenuhi tuntutan tersebut. Mereka
kelihatannya telah kehilangan akal; bagaimana mungkin kami akan
menandatangani sesuatu perjanjian sedangkan pokok persoalannya masih
dirundingkan. GAM hanya akan menandatangani sesuatu perjanjian dengan
syarat bahwa isu-isu yang dipertikaikan telah diselesaikan dengan
baik dan memuaskan.

Berkenaan dengan tuntutan-tuntutan dan ancaman-ancaman Indonesia itu,
kami menyerukan kepada seluruh bangsa Acheh untuk tidak
mengindahkannya samasekali. Ingatlah, bahwa kita adalah bangsa yang
tidak pernah dihalangi atau bertekuk lutut pada ancaman para penjajah
yang datang menceroboh tanahair kita, apa lagi ancaman itu datangnya
hanya dari penjajah Indonesia. Jawaban kita sederhana saja: kita
telah berjuang dalam perang ini sejak 26 tahun yang lalu hingga
sekarang. Kalau perlu, kita akan terus berperang hingga cita-cita
mulia kita tercapai.


UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA TENTANG PUBLIKASI INI, SILAKAN HUBUNGI
LANSUNG ACHEH/SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT; P.O.BOX 130, S-145
01 NORSBORG, SWEDEN; TEL/FAX: +46 8 531 91275

ATAU KUNJUNGI WEBSITE:

WWW.ASNLF.COM


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5766 From: Basri Adamy <basriadamy@...>
Date: Sat Nov 1, 2003 4:27 pm
Subject: Re: Hikajat: Rindu-Akan-Tjut-Adoë
basriadamy@...
Send Email Send Email
 


Alue meriam <alue_meriam@...> wrote:
njang teugaséh sjèdara mandum,
leubèh2 njang na keuneubah di gampông dan katréb hana meugisa, mungkén hikajat dimijub njoe djeuët keu "peunawa", "ubat haté", di watèë seung'uë. so please enjoy & selamat berpuasa. semoga mandum amai ibadah geutanjoe diterima Allah SWT.
saleuëm
 


Do you Yahoo!?
Exclusive Video Premiere - Britney Spears

----------------------------------------------------------------------
                       TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
----------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...

**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
                          http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5767 From: "iman garot" <garot7@...>
Date: Sat Nov 1, 2003 5:15 pm
Subject: Srikandi REFERENDUM Aceh
garot7@...
Send Email Send Email
 

http://medlem.spray.se/acheh/profile-cut-nur-asikin.htm
Cut Asikin di "pengadilan" RI.--------photo by ist

“Semakin lama saya ditahan, semakin cepat penyelesaian Aceh,” teriaknya sambil menuju kendaraan tahahan kejaksaan.

Tjut Nur Asyikin

 



Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*.

#5768 From: Marcopolo <siwah_blang@...>
Date: Sat Nov 1, 2003 9:01 pm
Subject: NASIB ACHEH ADA DI TANGAN BANGSA ACHEH SENDIRI
siwah_blang
Send Email Send Email
 

NASIB ACHEH ADA DI TANGAN BANGSA ACHEH SENDIRI

TNA mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang berkaitan dengan dialog antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Acheh (PNA) yang diambil oleh Pimpinan Pemerintahan Sipil Negara Acheh. TNA dan segenap jajarannya siap mengamankan dan melaksanakan apapun keputusan politik yang diambil oleh diplomat PNA. Tentara Neugara Acheh menegaskan bahwa semua perundingan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Negara Acheh dengan Pemerintah RI tidak boleh diwarnai dengan ultimatum. Perundingan harus dilakukan dengan mengusung spirit damai dan prikemanusiaan. Berdasarkan norma ini, maka ultimatum-ultimatum dan ancaman kekerasan yang dilontarkan oleh pihak RI kami anggap sebagai bagian dari metode politik primitif yang sudah harus ditinggalkan.

PNA adalah pemerintah yang sah dan legal dalam pandangan Rakyat Acheh. Perjuangan TNA dan Rakyat Acheh untuk memperoleh kembali kemerdekaan penuh dari tangan kaum kolonialis yang telah bercokol semenjak sebelum Perang Dunia I sampai sekarang. Negara Acheh dahulu adalah negara yang berdaulat. Negara Acheh berhak tetap tegak sebagaimana kembali tegaknya negara-negara lain selepas Perang Dunia II. Adalah hak segala bangsa untuk memperoleh kemerdekaannya, terlebih jika kemerdekaan itu dulunya dimiliki tetapi sekarang dirampas oleh bangsa lain. Prinsip awal PNA adalah Tanah Acheh harus dimerdekakan kembali ke status sebelum Belanda masuk ke Acheh dan sebelum dianeksasi oleh negara baru yang bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS, pada tahun 1949 memasukkan teritori Kesultanan Acheh tanpa melakukan plebisit sebagaimana yang diharuskan oleh Piagam PBB mengenai Dekolonisasi. Prinsip tersebut telah kita ubah untuk mengakomodir keinginan RI dan untuk menghindari pertumpahan darah. PNA telah banyak mengalah, dan setuju untuk menyerahkan keputusan mengenai masa depan Negara Acheh ke dalam tangan Rakyat Acheh sendiri untuk memutuskan merdeka atau tidak merdeka. Pemerintah RI seharusnya menghargai pengorbanan yang sangat prinsipil ini dan tidak meminta terlalu banyak yang bukan haknya.

Sejarah telah membuktikan dimana pun di dunia ini bahwa perjuangan kemerdekaan sesuatu bangsa tidak pernah dapat dihentikan dengan cara-cara tidak demokrasi. Hanya demokrasi yang mampu menghambat keinginan itu. Propinsi Quebec di Kanada adalah salah satu contoh. Kolonialis Indonesia seharusnya dapat mengikuti langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kanada, bukan justru mengancam untuk menumpahkan darah Bangsa Acheh yang cinta damai dan egaliter.

RI tidak perlu coba-coba mengancam Bangsa Acheh dengan berbagai rupa operasi militer. Telah semenjak tahun 1976 RI menjalankan operasi militer namun TNA justru semakin disayang rakyat. Disamping itu, TNA juga menjadi semakin besar dan berpengalaman.

TNA berharap agar RI, terutama elemen militernya dapat kembali kepada aturan main yang telah digariskan di dalam CoHA. Selama berlangsungnya CoHA, sebelum stagnasi seperti sekarang, PNA telah memperlihatkan komitmennya yang begitu besar. Namun RI merespons CoHA dengan rekayasa demi rekayasa untuk menggagalkan CoHA. Pelanggaran-pelanggaran telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Namun pihak yang paling banyak melakukannya, terutama pelanggaran serius dan sangat serius, adalah pihak RI. Sebelum penarikan JSC dari daerah, jumlah anggota TNA yang tewas di tangan TNI/Polri adalah 43 orang, yang hilang diculik ada belasan orang. Korban masyarakat sipil baik yang tewas maupun diculik oleh aparat RI juga kurang lebih sama jumlahnya (data rinci akan dikeluarkan kemudian). Perkosaan terhadap perempuan Acheh juga ada beberapa kali terjadi semenjak penandatanganan CoHA.

Kasus perkosaan terkini adalah yang terjadi di Juli, Bireuen, tanggal 28 April 2003 oleh TNI Batalyon 144 asal Palembang. Korban yang tercatat sebagai siswi SMP kini masih menjalani perawatan di Rumahsakit Umum Bireuen. Sementara kasus penyerangan terhadap posisi TNA semakin intensif semenjak pengumuman wacana operasi militer oleh Megawati. Di Kecamatan Peusangan, Bireuen, yaitu salah satu Zona Damai, TNI menambah pasukan dan membuat banyak pos baru. Hal ini sangat bertentangan dengan CoHA. Pagi tadi, di Pidie, TNI menyerang posisi-posisi TNA dengan menggunakan artileri, sedangkan TNA hanya melepaskan tembakan defensif yang ternyata berhasil membunuh atau melumpuhkan beberapa personil agresor.

TNA mengutuk keras eskalasi kekerasan yang semakin banyak menelan korban rakyat sipil. RI adalah satu-satunya pihak yang bertanggungjawab terhadap keadaan ini, karena RI yang merekayasa kelumpuhan JSC, RI pula yang mundur dari jadwal rapat JC dengan berbagai dalih, serta RI yang mengirim tambahan belasan ribu pasukan tempurnya ke Acheh. TNA menghimbau agar PBB mengirim Special Rapporteur-nya ke Acheh.

Comando Militer Pusat,

Jurubicara TNA,
ttd

Tgk. Sofyan Dawod

TNA mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang berkaitan dengan dialog antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Acheh (PNA) yang diambil oleh Pimpinan Pemerintahan Sipil Negara Acheh. TNA dan segenap jajarannya siap mengamankan dan melaksanakan apapun keputusan politik yang diambil oleh diplomat PNA. Tentara Neugara Acheh menegaskan bahwa semua perundingan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Negara Acheh dengan Pemerintah RI tidak boleh diwarnai dengan ultimatum. Perundingan harus dilakukan dengan mengusung spirit damai dan prikemanusiaan. Berdasarkan norma ini, maka ultimatum-ultimatum dan ancaman kekerasan yang dilontarkan oleh pihak RI kami anggap sebagai bagian dari metode politik primitif yang sudah harus ditinggalkan.

PNA adalah pemerintah yang sah dan legal dalam pandangan Rakyat Acheh. Perjuangan TNA dan Rakyat Acheh untuk memperoleh kembali kemerdekaan penuh dari tangan kaum kolonialis yang telah bercokol semenjak sebelum Perang Dunia I sampai sekarang. Negara Acheh dahulu adalah negara yang berdaulat. Negara Acheh berhak tetap tegak sebagaimana kembali tegaknya negara-negara lain selepas Perang Dunia II. Adalah hak segala bangsa untuk memperoleh kemerdekaannya, terlebih jika kemerdekaan itu dulunya dimiliki tetapi sekarang dirampas oleh bangsa lain. Prinsip awal PNA adalah Tanah Acheh harus dimerdekakan kembali ke status sebelum Belanda masuk ke Acheh dan sebelum dianeksasi oleh negara baru yang bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS, pada tahun 1949 memasukkan teritori Kesultanan Acheh tanpa melakukan plebisit sebagaimana yang diharuskan oleh Piagam PBB mengenai Dekolonisasi. Prinsip tersebut telah kita ubah untuk mengakomodir keinginan RI dan untuk menghindari pertumpahan darah. PNA telah banyak mengalah, dan setuju untuk menyerahkan keputusan mengenai masa depan Negara Acheh ke dalam tangan Rakyat Acheh sendiri untuk memutuskan merdeka atau tidak merdeka. Pemerintah RI seharusnya menghargai pengorbanan yang sangat prinsipil ini dan tidak meminta terlalu banyak yang bukan haknya.

Sejarah telah membuktikan dimana pun di dunia ini bahwa perjuangan kemerdekaan sesuatu bangsa tidak pernah dapat dihentikan dengan cara-cara tidak demokrasi. Hanya demokrasi yang mampu menghambat keinginan itu. Propinsi Quebec di Kanada adalah salah satu contoh. Kolonialis Indonesia seharusnya dapat mengikuti langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kanada, bukan justru mengancam untuk menumpahkan darah Bangsa Acheh yang cinta damai dan egaliter.

RI tidak perlu coba-coba mengancam Bangsa Acheh dengan berbagai rupa operasi militer. Telah semenjak tahun 1976 RI menjalankan operasi militer namun TNA justru semakin disayang rakyat. Disamping itu, TNA juga menjadi semakin besar dan berpengalaman.

TNA berharap agar RI, terutama elemen militernya dapat kembali kepada aturan main yang telah digariskan di dalam CoHA. Selama berlangsungnya CoHA, sebelum stagnasi seperti sekarang, PNA telah memperlihatkan komitmennya yang begitu besar. Namun RI merespons CoHA dengan rekayasa demi rekayasa untuk menggagalkan CoHA. Pelanggaran-pelanggaran telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Namun pihak yang paling banyak melakukannya, terutama pelanggaran serius dan sangat serius, adalah pihak RI. Sebelum penarikan JSC dari daerah, jumlah anggota TNA yang tewas di tangan TNI/Polri adalah 43 orang, yang hilang diculik ada belasan orang. Korban masyarakat sipil baik yang tewas maupun diculik oleh aparat RI juga kurang lebih sama jumlahnya (data rinci akan dikeluarkan kemudian). Perkosaan terhadap perempuan Acheh juga ada beberapa kali terjadi semenjak penandatanganan CoHA.

Kasus perkosaan terkini adalah yang terjadi di Juli, Bireuen, tanggal 28 April 2003 oleh TNI Batalyon 144 asal Palembang. Korban yang tercatat sebagai siswi SMP kini masih menjalani perawatan di Rumahsakit Umum Bireuen. Sementara kasus penyerangan terhadap posisi TNA semakin intensif semenjak pengumuman wacana operasi militer oleh Megawati. Di Kecamatan Peusangan, Bireuen, yaitu salah satu Zona Damai, TNI menambah pasukan dan membuat banyak pos baru. Hal ini sangat bertentangan dengan CoHA. Pagi tadi, di Pidie, TNI menyerang posisi-posisi TNA dengan menggunakan artileri, sedangkan TNA hanya melepaskan tembakan defensif yang ternyata berhasil membunuh atau melumpuhkan beberapa personil agresor.

TNA mengutuk keras eskalasi kekerasan yang semakin banyak menelan korban rakyat sipil. RI adalah satu-satunya pihak yang bertanggungjawab terhadap keadaan ini, karena RI yang merekayasa kelumpuhan JSC, RI pula yang mundur dari jadwal rapat JC dengan berbagai dalih, serta RI yang mengirim tambahan belasan ribu pasukan tempurnya ke Acheh. TNA menghimbau agar PBB mengirim Special Rapporteur-nya ke Acheh.

Comando Militer Pusat,

Jurubicara TNA,
ttd

Tgk. Sofyan Dawod


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5769 From: mohd abdul jalil <acheh@...>
Date: Sat Nov 1, 2003 7:38 am
Subject: Tuduhan terhadap Hasan Tiro perlu di pertajam.
atjeh_m
Send Email Send Email
 

Tuduhan terhadap Hasan Tiro Perlu Dipertajam

JAKARTA - Departemen Luar Negeri (Deplu) menyatakan pemerintah Indonesia perlu melakukan penajaman format tuduhan terhadap tokoh-tokoh Gerakan Separatis Aceh (GSA) di Swedia, menyusul tudingan sulitnya membawa Hassan Tiro cs ke muka pengadilan di negara tersebut.

Menurut juru bicara Deplu Marty Natalegawa, di Jakarta, Jumat (31/10), Indonesia mesti mengolah ulang tuduhannya agar sesuai dengan prosedur kejaksaan setempat. "Kalau bukti-bukti sudah kita berikan semua hanya kita perlu menerjemahkannya lagi dari bahasa Inggris ke bahasa Swedia," kata Marty.

Ia juga menolak kalau Deplu dikatakan mengalami kesulitan dalam menyeret Hassan Tiro cs ke pegadilan Swedia. Yang dialami saat ini hanyalah kendala legal teknis semata.

Pemerintah RI menyodorkan bukti-bukti yang berupa keterlibatan Hassan Tiro cs dengan kelompok GSA yang berada di Aceh, terutama menyangkut garis komando di antara kedua kubu. Hassan Tiro sendiri berkewarganegaraan Swedia.

Yang penting, ujar Marty, sekarang Indonesia sudah melihat hasil yang cukup bagus akibat desakan RI terhadap pemerintah Swedia, yakni tidak terdengar lagi komentar para tokoh GSA tersebut mengenai Aceh.

"Kita sudah lihat manfaatnya. Hassan Tiro tidak banyak bunyi lagi," ujar Marty.

Sebelumnya, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono minta pemerintah Swedia meneruskan proses hukum terhadap pemimpin GSA Hassan Tiro dan pimpinan lainnya yang tinggal di negara itu. Permintaan itu disampaikan Yudhoyono saat menerima Dubes Swedia untuk RI, Herald Shanberg, di kantornya di Jakarta, Kamis (30/10).

Sehari sebelumnya, Shanberg diterima oleh Presiden Megawati Soekarnoputri di kediaman Jalan Teuku Umar 27 Jakpus untuk membahas permasalahan yang sama dan Shanberg saat itu mengatakan bahwa Hassan Tiro telah diperiksa Kejaksaan Swedia di Stockholm.(ant)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Serambi Indonesia Redaksi Jln. Laksamana Malahayati, Km 6 Desa Baet, Aceh Besar/Banda Aceh Tel (0651) 51800 Fax (0651) 51756

 

#5770 From: Marcopolo <siwah_blang@...>
Date: Sun Nov 2, 2003 10:33 pm
Subject: Killings and Ethnic Cleansing Increase in Indonesia's Aceh
siwah_blang
Send Email Send Email
 
#5771 From: "Pulo Weh" <sabang_71@...>
Date: Tue Nov 4, 2003 2:51 am
Subject: Re: «PPDi» Syahid Dr. Muchtar Hasbi Geudông
sabang_71@...
Send Email Send Email
 
hana pue pue bah that dikirem laju ngon email nyan sabab nyang baca na rhoeh
   PM ngon Mentroe Lua dll.  mangat tjituri buet anuek buah jieh lam buluen
puasa.

allaa hai teuku apa.... ureung tuleh sejarah kon ureung pejuang jiet,
peubangket semangat juang.

hana meujan kenoeng tjawiek takeu ngon tungkat WN.



____________________________________________
Hai...teuku apa......! leubeh got bek nepetubiet dilee siat ateueh nan
e-mail dimijupnjoe...sabab njoe buleuen puasa. beu neturi droeneh batjut!

LEUPAH GURA
___________________________________________

>From: jakpap maa

>Reply-To: PPDI@yahoogroups.com To: PPDI@yahoogroups.com Subject: Re: «PPDi»
>Syahid Dr. Muchtar Hasbi Geudông Date: Tue, 28 Oct 2003 23:10:40 +0000
>(GMT)
>
>
>sejarah merupakan lambang suatu negara, djika kita ingat akan sejarah kita.
>tentu kita tidak akan berdiam diri lagi, tentu kita akan berpikir untuk apa
>kita mardeka, apa yang harus ku korban kan untuk perjuangan ini, apa yang
>akan ku katakan kepada teman yang lebih awal meninggalkan aku, untuk apa
>aku hidup dengan uang yang banyak, sedang teman, saudaara, orang tua,
>tanah, langit tempat saya dilahirkan pada saat ini masih di injak- injak
>oleh kolonial..................... kemana kubawa muka ini jika aku tidak
>berjuang aku hanya pandai berbicara, mengingat sejarah , aku sudah tua tak
>mampu lagi berlariiiiiiiiiiiiiiiiiiii jadi bagaimana akuuuuu ===
>

_________________________________________________________________
Help STOP SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE*
http://join.msn.com/?page=features/junkmail


Hai...teuku apa......! leubeh got bek nepetubiet dilee siat ateueh nan e-mail dimijupnjoe...sabab njoe buleuen puasa. beu neturi droeneh batjut!

LEUPAH GURA
___________________________________________

>From: jakpap maa

>Reply-To: PPDI@yahoogroups.com
>To: PPDI@yahoogroups.com
>Subject: Re: «PPDi» Syahid Dr. Muchtar Hasbi Geudông
>Date: Tue, 28 Oct 2003 23:10:40 +0000 (GMT)
>
>
>sejarah merupakan lambang suatu negara, djika kita ingat akan sejarah kita. tentu kita tidak akan berdiam diri lagi, tentu kita akan berpikir untuk apa kita mardeka, apa yang harus ku korban kan untuk perjuangan ini, apa yang akan ku katakan kepada teman yang lebih awal meninggalkan aku,
>untuk apa aku hidup dengan uang yang banyak, sedang teman, saudaara, orang tua, tanah, langit tempat saya dilahirkan pada saat ini masih di injak- injak oleh kolonial.....................
>kemana kubawa muka ini jika aku tidak berjuang
>aku hanya pandai berbicara, mengingat sejarah , aku sudah tua
>tak mampu lagi berlariiiiiiiiiiiiiiiiiiii
>jadi bagaimana akuuuuu
>===
>
>
>---------------------------------
>Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo!Messenger


Find love online with MSN Personals

----------------------------------------------------------------------
                       TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
----------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...

**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
                          http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

#5772 From: "napoleon bonaparte" <geurupoh@...>
Date: Tue Nov 4, 2003 5:49 pm
Subject: Srikandi Aceh
geurupoh@...
Send Email Send Email
 
 
 
From: Marcopolo
Date: Sat, 1 Nov 2003 21:01:22 +0000 (GMT)
 
 NASIB ACHEH ADA DI TANGAN BANGSA ACHEH SENDIRI

TNA mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang berkaitan dengan dialog antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Acheh (PNA) yang diambil oleh Pimpinan Pemerintahan Sipil Negara Acheh. TNA dan segenap jajarannya siap mengamankan dan melaksanakan apapun keputusan politik yang diambil oleh diplomat PNA. Tentara Neugara Acheh menegaskan bahwa semua perundingan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Negara Acheh dengan Pemerintah RI tidak boleh diwarnai dengan ultimatum. Perundingan harus dilakukan dengan mengusung spirit damai dan prikemanusiaan. Berdasarkan norma ini, maka ultimatum-ultimatum dan ancaman kekerasan yang dilontarkan oleh pihak RI kami anggap sebagai bagian dari metode politik primitif yang sudah harus ditinggalkan.

PNA adalah pemerintah yang sah dan legal dalam pandangan Rakyat Acheh. Perjuangan TNA dan Rakyat Acheh untuk memperoleh kembali kemerdekaan penuh dari tangan kaum kolonialis yang telah bercokol semenjak sebelum Perang Dunia I sampai sekarang. Negara Acheh dahulu adalah negara yang berdaulat. Negara Acheh berhak tetap tegak sebagaimana kembali tegaknya negara-negara lain selepas Perang Dunia II. Adalah hak segala bangsa untuk memperoleh kemerdekaannya, terlebih jika kemerdekaan itu dulunya dimiliki tetapi sekarang dirampas oleh bangsa lain. Prinsip awal PNA adalah Tanah Acheh harus dimerdekakan kembali ke status sebelum Belanda masuk ke Acheh dan sebelum dianeksasi oleh negara baru yang bernama Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS, pada tahun 1949 memasukkan teritori Kesultanan Acheh tanpa melakukan plebisit sebagaimana yang diharuskan oleh Piagam PBB mengenai Dekolonisasi. Prinsip tersebut telah kita ubah untuk mengakomodir keinginan RI dan untuk menghindari pertumpahan darah. PNA telah banyak mengalah, dan setuju untuk menyerahkan keputusan mengenai masa depan Negara Acheh ke dalam tangan Rakyat Acheh sendiri untuk memutuskan merdeka atau tidak merdeka. Pemerintah RI seharusnya menghargai pengorbanan yang sangat prinsipil ini dan tidak meminta terlalu banyak yang bukan haknya.

Sejarah telah membuktikan dimana pun di dunia ini bahwa perjuangan kemerdekaan sesuatu bangsa tidak pernah dapat dihentikan dengan cara-cara tidak demokrasi. Hanya demokrasi yang mampu menghambat keinginan itu. Propinsi Quebec di Kanada adalah salah satu contoh. Kolonialis Indonesia seharusnya dapat mengikuti langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kanada, bukan justru mengancam untuk menumpahkan darah Bangsa Acheh yang cinta damai dan egaliter.

RI tidak perlu coba-coba mengancam Bangsa Acheh dengan berbagai rupa operasi militer. Telah semenjak tahun 1976 RI menjalankan operasi militer namun TNA justru semakin disayang rakyat. Disamping itu, TNA juga menjadi semakin besar dan berpengalaman.

TNA berharap agar RI, terutama elemen militernya dapat kembali kepada aturan main yang telah digariskan di dalam CoHA. Selama berlangsungnya CoHA, sebelum stagnasi seperti sekarang, PNA telah memperlihatkan komitmennya yang begitu besar. Namun RI merespons CoHA dengan rekayasa demi rekayasa untuk menggagalkan CoHA. Pelanggaran-pelanggaran telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Namun pihak yang paling banyak melakukannya, terutama pelanggaran serius dan sangat serius, adalah pihak RI. Sebelum penarikan JSC dari daerah, jumlah anggota TNA yang tewas di tangan TNI/Polri adalah 43 orang, yang hilang diculik ada belasan orang. Korban masyarakat sipil baik yang tewas maupun diculik oleh aparat RI juga kurang lebih sama jumlahnya (data rinci akan dikeluarkan kemudian). Perkosaan terhadap perempuan Acheh juga ada beberapa kali terjadi semenjak penandatanganan CoHA.

Kasus perkosaan terkini adalah yang terjadi di Juli, Bireuen, tanggal 28 April 2003 oleh TNI Batalyon 144 asal Palembang. Korban yang tercatat sebagai siswi SMP kini masih menjalani perawatan di Rumahsakit Umum Bireuen. Sementara kasus penyerangan terhadap posisi TNA semakin intensif semenjak pengumuman wacana operasi militer oleh Megawati. Di Kecamatan Peusangan, Bireuen, yaitu salah satu Zona Damai, TNI menambah pasukan dan membuat banyak pos baru. Hal ini sangat bertentangan dengan CoHA. Pagi tadi, di Pidie, TNI menyerang posisi-posisi TNA dengan menggunakan artileri, sedangkan TNA hanya melepaskan tembakan defensif yang ternyata berhasil membunuh atau melumpuhkan beberapa personil agresor.

TNA mengutuk keras eskalasi kekerasan yang semakin banyak menelan korban rakyat sipil. RI adalah satu-satunya pihak yang bertanggungjawab terhadap keadaan ini, karena RI yang merekayasa kelumpuhan JSC, RI pula yang mundur dari jadwal rapat JC dengan berbagai dalih, serta RI yang mengirim tambahan belasan ribu pasukan tempurnya ke Acheh. TNA menghimbau agar PBB mengirim Special Rapporteur-nya ke Acheh.

Comando Militer Pusat,

Jurubicara TNA,
ttd

Tgk. Sofyan Dawod

ATAU KUNJUNGI WEBSITE:

http://medlem.spray.se/acheh/Dokumen-Negara.htm

Saleuem,

NAPOLEON



Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*.

#5773 From: "boh labu" <boh_labu@...>
Date: Tue Nov 4, 2003 9:18 pm
Subject: Re: «PPDi» Re: [ACSA] bee teuga that teumenak
boh_labu@...
Send Email Send Email
 

hai tungku njoë beuleuën puasa bek teuga that teumeunak piyoh di lee siat

oh lheuh uroe raya neu teumeunak lom oh noe mantong dari lon

 

boh labu

>From: new generation
>Reply-To: PPDI@yahoogroups.com
>To: PPDI@yahoogroups.com
>Subject: Re: «PPDi» Re: [ACSA] bee teuga that teumenak
>Date: Tue, 14 Oct 2003 17:37:45 -0700 (PDT)
>
>KADANG KADANG UREUNG KA HEK BAK KRITIK DUM..TAPI YG SAKET UREUNG YG JIE TUJU NYAN HANA MALE MALE,LEH KA TEUBAI LEH HOM,PREH MATE JIEH MANTONG ATAWA ABEH
>
>abu abu wrote:
>Hai beu sopan bacut beek teumeunak bak publik lagee nyoe rupa,biet hana malee.Beda pendapat hana masalah,peuglah dengoen ilmee.Beek gadoeh teumenak dan peugah salah goeb sabee ok.Nyoe na saran ,kritik keu rakan-rakan
>cie kritik beujroeh..
>
>
>darwis jeunib wrote:
>---------------------------------
>You cannot reply to this message via email because you have chosen not to disclose your email address to the group. Please use this page to reply.
>
>---------------------------------
>
>Nyan neu kaleon hai bangsa Aceh, sifeut awak gam meunyeu na ureung kritik han ji teurimeong kiban na demokrasi bak awak nyan.yang caroeng ji seumuseup.geu tanyou ka payah blou mesin ya saboh sapo, peu nyang ji pugah lee awak nyan payah ta peunyeu mandum.
>
>made in YUSDA wrote:
>
>
>
>
>Got that ka pap ma keuh hai MP harameujadah, pakon meu aneuk bajeung that ka awak kah?????
>
>Peue ka hana utak ngon ka seumike e atawa ka godoh warah keuh?????
>
>Memang bit2 ikreh penjajah chit kah hai beulaga paleh.
>
>
>
>Hahahahahahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>Assalamualikôm kawôm di nanggroe
>
>Neudeungo djinoe haba dilua
>
>Mungkén le kalheueh neubatja baroe
>
>Kirém u nanggroe dari Eropa
>
>
>
>Via internet haba peusampoe
>
>Beutrôk bak djaroe bandum TNA
>
>Peu-ék seumangat tantra geutanjoe
>
>Mangat ék adoe bak lawan Djawa
>
>
>
>Bak sa oktober keudjadian njoe
>
>Peudana meuntroe na di Belgia
>
>Dua droe keu ngon geuba tjit keunoe
>
>Bakhtiar adoe ngon meuntroe luwa
>
>
>
>Haba tadeungo tjukôp meukatoe
>
>Eropa nanggroe sidang geubuka
>
>Geu-undang Atjeh-Papua keunoe
>
>Djak peugah hai droe bak Parlemen Eropa
>
>
>
>Dilua sidang laén lom bagoe
>
>Na tjit hai adoe demo geupuga
>
>Atjeh Papua sinan ka sampoe
>
>Spanduk bak djaroe bandera ka na
>
>
>
>Meunurôt haba tadeungo keudroe
>
>Keunan hana toe Djawa Beulaga
>
>Didjih han djitém djak peusabé droe
>
>Ngon peudana meuntroe Atjèh Merdeka
>
>
>
>Keu peudana meuntroe wadjéb tapudjoe
>
>Sabab got asoe teks njang geubatja
>
>Njang peugah haba sinan na lhee droe
>
>Watee hai adoe siplôh minet na
>
>
>
>Phôn John Rumbiak Papua nanggroe
>
>Gobnjan djitusoe ban saboh dônja
>
>Keu peukara HAM got that geupakoe
>
>Sabé geugoe-goe dalam media
>
>
>
>Njang lumbôi dua nan pih ka meusoe
>
>Aguswandi adoe aktif mahasiswa
>
>Djinoe ka tinggai diluwa nanggroe
>
>Hana pré uroe ingat keu bansa
>
>
>
>Peugot seminar meubagoe-bagoe
>
>Rata djeub sagoe geuhantam Djawa
>
>Asoe pidato nibak rakannjoe
>
>Peureulee tanjoe bandum tabatja
>
>
>
>Ureueng njang keulhee PM geutanjoe
>
>Ladju geu eungkhoe djawa beulaga
>
>PM that tjarong bak geubila droe
>
>Atjeh mupaloe bandum buet Djawa
>
>
>
>Gagai di Tokyo peutrang le meuntroe
>
>Bandum hai adoe tjit salah Djawa
>
>Djilakee Atjeh meunjeurah djinoe
>
>Bak TNA kamoe jue serah seundjata
>
>
>
>Atjara mulai paih poh lhee uroe
>
>Geutôp samlakoe poh lhee peut dua
>
>Hana trok sidjeuem keu atjara njoe
>
>Lheueh njan hai adoe bandum geubungka
>
>
>
>Wahé e Teungku bandum di nanggroe
>
>Neudeungo djinoe ulôn tjalitra
>
>Bèk salah neupham peue lôn peugahnjoe
>
>Sabab habanjoe kon propaganda
>
>
>
>Rapat di Brusels lôn peutrang djinoe
>
>Kon njan Teungku droe sidang Eropa
>
>Deungo pendapat meunan rapatnjoe
>
>Meukon hai adoe ban sigom dônja
>
>
>
>Saboh NGO keuridja disinan
>
>Urusan pembangunan ngon hak manusia
>
>Geu undang Atjeh Papua keunan
>
>Sabab NGOnjan tjinta keu manusia
>
>
>
>Padum droe ureueng njang hadé keunan
>
>Han deuh disinan didalam gamba
>
>Njang deuh takalon dalam web laman
>
>Lhee droe awaknjan njang ka biasa
>
>
>
>Meunurôt haba dalam lapôran
>
>Dua ratusan djamee geuteuka
>
>Bandum deplomat hadir disinan
>
>Deungo habaran Meuntroe Negara
>
>
>
>Tapi lam gamba tan deuh meusikhan
>
>Bandum hai tolan njan propaganda
>
>Pakon tapeungeut bansa teuh tolan
>
>Pakon han peutrang peugah lageena
>
>
>
>Pakon tadjungkat sabé u manjang
>
>Pakon peumumang bansa teungoh djra
>
>Pakon han ikôt tjara djundjôngan
>
>Pakon hai rakan tamita deesja
>
>
>
>Han peu neu takot hana sumbangan
>
>Bandum ata nyan lee that neu cok ka
>
>Bek raya neuhah abah u manyang
>
>Loen takot leungoeng keunan ji tuka
>
>
>
>Ci pugah butrang ban kejadian
>
>Bek le u dalam bri propa ganda
>
>bangsa tiep urou mate meu kubang
>
>Sebab hai rakan wap propaganda
>
>
>
>Beuna neu sayang bangsa di dalam
>
>Nanggrou tingoeh prang sep haru hara
>
>Han sama ngoen drou neuh yang duek sinan
>
>Meu seunang seunang duek di Eropa
>
>
>
>Dum ureung gampoeng cok langkah panyang
>
>Peu lom hai rakan awak tna
>
>Hana meu si drou lee yang deuh ruman
>
>Ban dum awak nyan ka plueng lam rimba
>
>
>
>Nyeu barousa koen eek honda kijang
>
>Ngoen baho manyang ngoen teubuen muka
>
>Tapi lawet nyou lumpah that sayang
>
>Meu keumakanan kadang syit hana
>
>
>
>Hana lee ureung tem bri makanan
>
>Sebab hai rakan cukop lee tentra
>
>Lom pih salah drou yoh tanyou seunang
>
>Ureung ta kuran ta cok beulanja
>
>
>
>Bandum ta ubah jinou ata nyan
>
>Nyan pengalaman masa yang lama
>
>Supaya rakyat keu tanyou seunang
>
>Pu buet hai rakan ban kheun agama
>
>
>
>Cuma nyou mantoeng dari loen tuan
>
>Urou pih katrang suboh ka teuka
>
>Loen lakei muah ngoen jarou manyang
>
>Kadang syit tuman loen samboeng tuma.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>insiders ignoramus wrote: Assalamualaikum,
>
>Galak teuh bak tabatja pidato Meuntroe Malek di
>geudông Parlemen Eropa sa oktober baroesa: Bahasa
>djroh, asoedjih got dan timang bak teumpat - bak
>geudông Parlemen Eropa. Pidato atau peurnjataan2 lagèë
>njoe keuh njang mungkén akan keumah peu-ubah opini
>masjarakat internasional. Njoe patôt ulôn pudjoe.
>
>Lheueh ulôn pudjoe, djinoe pajah neuteurimong ulôn
>kritik batjut - kritik membangun - supaja ukeue beu
>leubèh djroh lom bak bri lapôran.
>
>Kritiknjoe ulôn tudju khususdjih keu ureueng njang
>peugot/lay out lapôran, njang ka meusipreuek bak
>internet. Ulôn kira le that njang hana peureulee njang
>ka tapeugot keu kronologi dalam lapôrannjan, lagee
>djak djéb kupi bak cafetaria (keudè kupi), djak padjôh
>keubab bak warông Turki dll, njan hana peureulee rhôh
>dalam lapôran2 peunténg lageenjan. Meunantjit na
>padum2 droe ureueng peunténg/ureueng bule njang
>tameurumpok dalam madjeulihnjan, bèk tadjak gantung
>gamba/adres/riwajat hudép awaknjan bak internet, ka
>lagee tapuduek ureuengnjan dalam wanted list.
>Hubungan/Kontak2 peunténg lagèënjan peureulee
>tapeulahra untôk kepenténgan ukeue lom - kon tadjak
>sipreuek bak internet.
>
>Ulôn kira le hai2 laén njang leubèh peunténg njang
>hana meuseubôt dalam lapôrannjan, njang mungkén
>peureulee geuteupeue lé ureueng Atjeh njang hana djak
>keunan. Miseue djih, su-eue djaweueb antara hadirin
>deungon anggota panel njang khusus djibri siteungoh
>djeuem. Njan peunténg ta teupeue peue2 njang
>djitanjong, dan peue geudjaweueb lé John Rumbiak,
>Meuntroe Malek dan Aguswandi. Njoe peureulee keu
>ativist2 Atjeh laén dilua nanggroe supaja geutu'oh
>djaweueb watee na gob teumanjong ukeue.
>
>Meunantjit gamba2 dalam foto-gallery. OK, gamba trio -
>dr Zaini, Bakhtiar dan Meuntroe Malek - dan gamba
>ureueng duek dalam panel, njan peureulee geuteupeue lé
>ureueng di nanggroe njang bahwa delegasi GAM kalheueh
>tamong dalam geudông Parlemen Eropa dalam atjara
>"deungo peundapat". Tapi na leubèh djroh lom meunjo na
>tabôh dalam internet gamba2 200 droe hadirin njang
>hadé bak atjara deungo peundapatnjan. Kadang2 ureueng
>deungonjan leubèh peunténg nibak ureueng njang pidato.
>Bajangkan, sidroe beukaih aktivis mahasiswa Atjeh
>djipidato dikeue mueurutôh diplomat aséng!
>
>Njang keuneulheueh nakeuh peukara demo dilua geudông.
>Biasadjih geutanjoe tapeugot demo watee na peumimpin2
>Djawa djiteuka uluwa nanggroe dan peugah haba dalam
>saboh geudông. Tapi kali njoe gandjé that. Meuntroe
>Malek ngon Aguswandi peugah haba dalam geudông,
>ureueng Atjeh pula njang demo diluwa??? Mungkén sdr
>Fadlôn atau Iqbal djeuet peutrang batjut?
>
>Peureulee teutamah batjut. Disampéng peue njang ulôn
>kritik diateuehnjan, kehadiran delegasi GAM bak
>geudông Parlemen Eropa njan nakeuh saboh kemadjuan,
>dan langkah2 perdjuangan diplomasi ka mulai geurintis
>keulai, Alhamdulillah.
>
>Insiders
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>The New Yahoo! Shopping - with improved product search
>
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------
>Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger
>
>To subscribe to this group, send an email to:
>ACSA-subscribe@yahoogroups.com
>Achehnese Students Association (ACSA)
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>We have zero tolerance policy toward inappropriate manner and attitude, we are a professional group, please be polite.
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
>LINK to us : http://masa.cjb.net
>=============================================
>BEST EMAIL OF THE MONTH:
>ON WATCH:
>RECENT BANNING:
>=============================================
>Intoducing the NEW!! ACSA`s Forum, Register for your own special nick http://a.1asphost.com/acsa
>-------------------------------------------
>
>
>Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>The New Yahoo! Shopping - with improved product search
>Yahoo! Groups Sponsor
>----------------------------------------------------------------------
> TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
>----------------------------------------------------------------------
>Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.
>
>-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...
>
>**************************************************************
>-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
>**************************************************************
>FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
> http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages
>
>Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>The New Yahoo! Shopping - with improved product search


Skaffa mer plats för dina mail och bilagor i Hotmail Klicka här

#5774 From: ahmad_sudirman@...
Date: Tue Nov 4, 2003 11:03 pm
Subject: Hacks of Baghdad
hakim54se
Send Email Send Email
 
BAGHDAD, IRAQ — If you want to feel the pulse of a city — or so the saying goes
— talk to local cabbies. Personally, I've found this advice rather ill-advised
in New York, where taxi drivers are more likely to offer some alarming
conspiracy theory than rough-hewn wisdom from the street. In Baghdad, though,
the chestnut is true: Cabbies are good meters of public opinion. Ranging from
working-class guys to teachers and other professionals forced by economic
hardship to drive for a living, these men are generally honest and observant.
Best of all, they're mostly pro-American.

When asked about their opinion of the U.S., drivers will smile, brush their
palms together in a "good riddance" gesture and crow, "Saddam gone! America
good!" Others will flash the thumbs-up gesture and exclaim, "America, thank
you!" One cabbie became so worked up over the liberation of his country, he
exclaimed, "We love U.S.A., do you believe me? They bring us freedom! We need
U.S.A!" Worried, perhaps, that I was not American (I try to avoid revealing my
nationality unless directly questioned), he added, "We also need Britain, Spain,
Poland — even Turkey!"

Some cabbies, however, take a more temperate view of the U.S. "America not good,
not bad," one driver mused. "Right now good, because they want what we want. But
in the future — ?" Another told me, "Bush finish Saddam — good. Now America go
home" — a sentiment echoed by many of his colleagues. Others express qualified
support for the occupation, but complain about the slow restoration of law and
order: "Iraq people very tired. When will America bring peace?"

Occasionally, you meet cabbies who are straightforwardly anti-U.S. "America no
good," one maintained. "We thought when American people come we sleep safe in
our homes. But no, Iraqi people very afraid. When I drive, my mother prays I
have no troubles with thieves, fedayeen, the U.S. Army." The more critical the
hack, I've found, the greater the chances he is a Sunni Muslim: Long favored by
Saddam, Sunnis stand the most to lose in a democratic Iraq, where power will
almost certainly shift to the more numerous Shias. This, in part, explains one
Sunni's diatribe: "America good only for America, not Iraqi people. Where are
their promises of security, jobs, peace? Where is freedom?" When I asked what
"freedom" meant he replied, "Good government respectful of Islam — not freedom
to drink alcohol on the streets or believe what you want or have women do what
they want." I had the feeling this last possibility was the real scenario he
feared.

Still, even the most anti-American drivers treat me with respect. Which is good,
considering that cabs are my main means of transport (unlike many NGOs and
high-profile journalists, I can't afford to thunder around town in a
dreadnought-like SUV). They are ubiquitous, these groaning, rattling,
overheating Volkswagen Passants, Chevy Malibus, and Nissan Sunny Super Saloons,
each car a marvel of mechanical persistence in the face of ten years of
crippling sanctions. Windows fail to open, upholstery is torn or nonexistent,
shocks are gone, while exhaust fumes frequently seep into the vehicle's
interior, adding another nuance to Baghdad's palette of aromas. The windshields
of many cabs are spider webbed with cracks and bullet holes from the war: In one
cab, you could actually trace the trajectory of projectiles as they pierced the
front window and burrowed into the upholstery of the backseat. By the same
token, even though newer cabs increasingly appear on Baghdad streets, many
drivers — and their fares, as well — prefer these broken-down jalopies,
believing they make less-attractive targets for carjackers and thieves.

Cabbies work 12-hour shifts, making around $7.50 working days, and $8.00 working
nights — a "good:" amount, one driver told me. Fares are incredibly cheap: to
travel four miles from my hotel to Coalition headquarters I offer $2.00 — an
amount some Iraqi hacks have actually refused, claiming it's too much.
(Fortunately for these drivers, gas is also inexpensive, around 15 cents a
gallon.) In a small, but telling, detail of Iraqi life, a single passenger rides
in the front seat — to sit in the back, New York-style, implies that you are
somehow subservient to the driver, a gaffe abhorrent to the Arab sense of
egalitarianism.

Not everyone agrees with my informal cab poll. An Iraqi woman critical of both
the U.S. and her own people argues that "Iraqis always curry favor from
whoever's in power. If Saddam ever came back, the taxi drivers would sing `Oh,
Father Saddam, we love you." Perhaps (although I doubt it). Still, how would she
explain this cabbie, perhaps my most memorable in Baghdad to date? A big, burly,
genial fellow, he picked me up on al-Rasheed Street, his Super Saloon festooned
with strips of artificial flowers and the familiar 1970's rock-star-like images
of the Shia icons Hussein and Ali. When I asked for his opinion on the
occupation, he bellowed, "U.S. good! U.S. fantastic!" After I revealed that I
was American, he cried, "God bless President Bush!" Calling Karl Rove, I
thought.

Over the tape-recorded sermons of a Shia cleric, my driver related how last
spring he took his two children on a pilgrimage to the holy cities of Karbala
and Najaf, something he couldn't do under Saddam. "I was so happy, my family
happy!" His comments began tumbling out one after another. First he criticized
"Arab media — Al-Jazeera and Arabia TV. They only say bad things about U.S.,
only talk about bombs and killing Americans. Never about how things are growing
in Iraq, getting better." Then he turned to the entire Arab world. "They fear
Iraq will become a democracy, then every country will want to become democratic
and the rulers will be in trouble-they only want people with one thought, one
mind." As for Iraq's future, he had great optimism, provided that the new
constitution included religious freedom for everyone — "Muslims, Christians,
Jews, because Mohammad said 'Let there be no forcing of religion.' Mohammad said
we are all brothers and to kill a man is to kill your brother."

By the time I reached my hotel, I had a Koran-sized lump in my throat. I peeled
off a wad of dinars, but the cabbie refused to take the money. After I implored
him to accept payment, he finally took the bills, slipped them in his shirt
pocket, then took them out and handed them back to me. "You give me the money,
now I give it back to you — a gift to my friend from America." Then, turning up
the volume on the imam's sermon, he gave me a big missing-toothed smile and
drove off in a cloud of exhaust. Watching him disappear into traffic, I had
tears in my eyes, and they weren't from the Baghdad smog.

#5775 From: ahmad_sudirman@...
Date: Wed Nov 5, 2003 3:31 am
Subject: Re: [ppdi] Spreading Hate
hakim54se
Send Email Send Email
 
This September, as the U.K. outlawed Hamas, the Hamas publication Filisteen
Almuslima (Muslim Palestine) continued to be published in and distributed from
London to the Middle East, Europe, and the U.S. In fact, the cover of the
September issue carries the horrifying picture of the bloody casualties and the
dissevered No. 2 bus in Jerusalem, as well as the glorified image of the
homicide bomber who murdered 23 innocent civilians, many of them babies, and
wounded 136. Inside, the magazine praises and justifies the terrorist attack
against Israelis and glorifies the terrorist, Raid Misk, as a heroic role model
for potential homicide bombers against oppressors of Islam everywhere. It quotes
the Koranic verse, which according to Hamas, givesIslamic religious
justification for homicide bombings:

Among the believers, there are men who have been true to their covenant with
Allah: some of them [have already fulfilled their vows and] found their death
[in battle]; and some still wait [their turn]. However, they have not in any way
broken [their vows]. [Surah 33 (al-Ahzab), verse 23]
And Filisteen Almuslima is not the only Islamist magazine published in and
distributed from England — inciting hate, spreading anti-Western, anti-American,
anti-Semitic messages, with pro-jihad, pro-terrorist propaganda and calls for
homicide bombings. Risalat al-Ikhwan (Message of the Brotherhood) is also a
London publication with Muslim subscribers worldwide. This magazine serves as
center stage for spreading radical Islamist ideology in the best tradition of
the Muslim Brotherhood. This Egyptian terrorist organization was outlawed by
Gamal Abd al-Nasser in the 1950s, and despite its influence on Hamas and other
internationally outlawed terrorist organizations, it is still out in the open in
Western countries.

On August 20, 2003, Risalat al-Ikhwan carried a letter by the Muslim
Brotherhood's head, Muhammad Mamoun al-Hudeibi, stating:

the Americans, armed with weapons of mass destruction, intend to destroy and
devastate Iraq as well as... eliminate and force out millions of Iraqis, in
order to put their hands on the Iraqi oil and redefine the map of the region in
a way which will reflect its division and rift.
Al-Hudeibi ends his letter by calling on all Arab Muslims to "raise the banner
of jihad."

In another statement yet, al-Hudeibi wrote:

...we need to remember that this nefarious attack [on Iraq] by the forces of
evil and heresy against our nation is not a matter of recent years alone...
[But] victory has always belonged to truth and to those fighting for it, those
who have demonstrated patience and strength of will, fought a holy war...Oh,
youth of Islam, oh, ye clerics, oh, my brothers... there can be no victory
without sacrifice, no domination without jihad.
The U.K. has become a global hub for Islamist propaganda. These and similar
publications and their affiliated websites also raise funds for jihad. Yet,
bringing these to the attention of the British authorities has resulted, thus
far, in the statement: "We're looking into it." They had better be; waiting for
another 9/11 (or Bali, or...) is no strategy for fighting terrorism.

#5776 From: ahmad_sudirman@...
Date: Wed Nov 5, 2003 3:17 am
Subject: ppdi
hakim54se
Send Email Send Email
 
The prime minister of Malaysia, Mahathir Mohamad, informed the world this month,
among other things, that "Jews rule this world by proxy. They get others to
fight and die for them." Condoleezza Rice, the U.S. national security adviser,
described Mahathir's comments as "hateful, they are outrageous."
But she then added, "I don't think they are emblematic of the Muslim world." If
only she were right about that.
In fact, Mahathir's views are precisely emblematic of current Muslim discourse
about Jews - symbolized by the standing ovation his speech received from an
all-Muslim audience of leaders representing 57 states. Then, a Saudi newspaper
reports, when Western leaders criticized Mahathir, "Muslim leaders closed ranks"
around him with words of praise ("very correct," "a very, very wise
assessment").
Although anti-Jewish sentiments among Muslims go back centuries, today's
hostility results from two main developments: Jewish success in modern times and
the establishment of Israel. Until about 1970, however, Muslim resentment
remained relatively quiet.
But in the 1970s, political radicalization combined with an oil boom gave states
like Iran, Iraq, Saudi Arabia and Libya the will and the means to sponsor
anti-Jewish ideas worldwide. With barely a Muslim voice to counter
ever-more-outlandish theories, these multiplied and deepened. For the first
time, the Muslim world became the main locus of anti-Jewish theories.
By now, notes Morton Klein of the Zionist Organization of America, "Hatred of
Jews is widespread throughout the Muslim world. It is taught in the schools and
preached in the mosques. Cartoons in Muslim newspapers routinely portray Jews in
blatantly anti-Semitic terms."
Indeed, Mahathir is hardly the only Muslim ruler to make anti-Jewish statements.
President Bashar al-Assad of Syria said in 2001 that Israelis try "to kill the
principles of all religions with the same mentality in which they betrayed Jesus
Christ." The Iranian ayatollahs and Saudi princes have a rich history of
anti-Jewish venom, as of course do Egyptian television and Palestinian
textbooks.
Of the myriad examples, one stands out for me: a June 2002 interview on Saudi TV
with a 3-year-old girl named Basmallah, made available by the Middle East Media
and Research Institute:
Anchor: Basmallah, are you familiar with the Jews?
Basmallah: Yes.
Anchor: Do you like them?
Basmallah: No.
Anchor: Why don't you like them?
Basmallah: Because . . .
Anchor: Because they are what?
Basmallah: They're apes and pigs.
Anchor: Because they are apes and pigs. Who said they are so?
Basmallah: Our God.
Anchor: Where did he say this?
Basmallah: In the Koran.
The little girl is wrong about the Koran, but her words show that, contrary to
Rice's analysis, Muslim anti-Semitism extends even to the youngest children.
That Mahathir himself is no Islamist but (in the words of New York Times
columnist Paul Krugman) "about as forward-looking a Muslim leader as we're
likely to find" also points to the pervasiveness of anti-Jewish bias.
In its attitudes toward Jews, the Muslim world today resembles Germany of the
1930s - a time when state-sponsored insults, caricatures, conspiracy theories
and sporadic violence prepared Germans for the mass murder that followed.
The same might be happening today. Wild accusatory comments like Mahathir's have
become banal. Against Israelis, violence has already reached a rate approaching
one death per day over the past three years. Outside Israel, violence against
Jews is also persistent: a Jewish building blown up in Argentina, Daniel Pearl's
murder in Pakistan, stabbings in France, the Brooklyn Bridge and LAX killings in
the United States.
These episodes, plus calling Jews "apes and pigs," could serve as the
psychological preparation that one day leads to assaulting Israel with weapons
of mass destruction. Armaments chemical, biological and nuclear would be the
successors of Auschwitz, Buchenwald and Dachau. Millions of Jews would perish in
another Holocaust.
As in the 1930s, the world at large - including the U.S. government - again
seems not to note the deadliness of processes now underway. Anti-Jewish rhetoric
and violence are decried, to be sure, but with little sense of urgency and even
less of their cumulative impact.
Condoleezza Rice and other top-ranking officials need to recognize the power and
reach of the anti-Jewish ideology inculcated among Muslims, then develop active
ways to fight it. This evil has already taken innocent lives; unless combated it
could take many more.

#5777 From: mohd abdul jalil <acheh@...>
Date: Thu Nov 6, 2003 8:13 am
Subject: Fw: [ACSA] Ca,e meusambong.
atjeh_m
Send Email Send Email
 
Assalamu,alaikom,wr,wb.
 
Lon peugah jinoe keu Zubir Mahmud.
Lon cukeh bacut Pahlawan Bangsa.
Wilayah Peureulak lon sambong bacut.
Adak pih bacut lon calitra.
 
Zubir Mahmud meuntroe sosial.
Kon lon meuhayal tapih nyoe nyata.
Ramee nyang peugah cukop sosial.
Seugala hal that bijak sana.
 
Ureueng tari cantek rupawan.
Puelom di gobnyan carong Agama.
Watee geumarit peunoh yakinan.
Hadis,firman kana lam dada.
 
Watee geupeugah bak rakan-rakan.
Ngon Ayat Qur,an geu apet haba.
Atjeh Merdeka gobnyan geupeutrang.
Ramee teuceungang hana lee haba.
 
Mandum geupeugah ngon cukop that trang.
Ngon sep alasan oh geupeugah haba.
Saboh masa alah watee geupeutrang.
Seungab dum rakan hana lee haba.
 
Ileumee politek deungon Agama.
Man dua na bak gob nyan taulan.
Geutuntut Ileumee sep seumpurna.
Ileumee Atjeh Merdeka cit ka makanan.
 
Geujak ceuramah rata jeuet gampong.
U-dama tutong toe balee buya.
Atjeh Merdeka geupeutrang langsong.
Dum ureueng gampong jak deungo haba.
 
Haba geupeugah cukop meukeunong.
Dum ureueng inong keunan geuteuka.
Agam ngon Inong nyang na lam gampong.
Geulakee tulong jak bela Bangsa.
 
Doktor Zubir ramee nyang turi.
Di gampong jeungki markas leumboi sa.
Geutron rot baroh u seuneubok pidie.
Na Abdul jali nyang brie beulanja.
 
Zubir hanjeuet geutron sideh di jeungki.
Na apa Sabi ureueng tapeucaya.
Breueh geukirem na ladom ruti.
Meunyo capli di jeungki meukeuba.
 
Meusambong.
 
Wassalam.
 
 
Date: Fri, 31 Oct 2003 01:30:59 -0700
Assalamu,alaikom,wr,wb.
 
Wali beurang kat u lua Nanggroe.
Geuteungoh sampoe-u-Singapure.
Peuneuroih Bangsa kana lam Nanggroe.
Na salah sidroe Teungku Ilias leubee.
 
Muktar Hasbi di tipee ka uleh adoe.
Ohlheuh nyan dudoe di jok keu sipa i.
Di yue meunyeurah nibak uroe nyoe.
Geujaweueb meunoe le Muktar Hasbi.
 
Gobnyan geujaweueb ngon basa meulayu.
Peupatah meulayu jaweueb le Teungku.
Aku tidak mau Bangsa lain menari-nari di atas pundak aku.
Aku mau Bangsa aku menari-nari di atas darah aku.
 
Ci teungku-teungku peuphom narit nyan.
Di ulon tuan hana si kula.
Peu makna peupatah nyan ??.
Seubeueb lon tuan bangai lon raya.
 
Muktar Hasbi meunan geumarit.
Gob nyan syahid di timbak le jawa.
Peupatah meulayu akhe geumarit.
Laju ka syahid Pahlan Bangsa.
 
Muktar Hasbi syahid lam Nanggroe.
Geugantoe dudoe Teungku Ilias Leubee.
Teungku Ilias Leubee peurdana meuntroe.
Nyang mat keumudoe Atjeh Merdeka.
 
Geukirem surat-u-dalam Nanggroe.
Wali keudroe peurintah sigra.
Wali geu angkat peurdana meuntroe.
Teungku Ilias nyoe peuneuroih Bangsa.
 
Wali geu angkat Teungku Ilias leubee.
Gob nyan pih di thee sampoe u lua.
Gob nyan tinggai rata lungkiek glee.
Di seutot sabee hana pree masa.
 
Teungku Ilias Leubee di seutot uleh sipa i.
Sampoe-u-jeungki gob nyan na teuka.
Meuban di teupue gob nyan na di jeungki.
Laju si pa i keunan di teuka.
 
Si pa i tanyong bak ureueng jeungki.
Sigo ngon gaki di ek bak dada.
Ureueng di sipak meujungkat gaki.
Ka di tiek lam ie di trom bak muka.
 
Meusambong.........
 
Wassalam.
 
acheh@...>
Date: Mon, 27 Oct 2003 12:42:23 -0700
Assalamu,alalaikom,wr,wb.
 
Teungku Hasan Muhammad di tiro.
Geuwoe-u-Nanggroe geusambong wali.
Dawoot beureu,eh di peungeuet le Soekarno.
Geutanyoe jinoe taprang si pa,i.
 
Wali kana di dalam Nanggroe.
Geu angkat keudroe Peurdana meuntri.
Muktar hasbi peurdana meuntroe.
Di dalam nanggroe mandum dituri.
 
Gobnyan lahee di geudong pasee.
Cukop di thee carong di turi.
Indon jawa laju kasaket ulee.
Masanyan di thee uleh si pa,i.
 
Teuntra di kirem keunoe-u-Atjeh.
Ditanyong saheeh Muktar Hasbi.
Di sipreuek foto mansaboh Atjeh.
Bak binteh di peh ngon foto wali.
 
Ureueng nyan dua cukop na di thee.
Mansaboh Atjeh nan ka di turi.
Foto di tipek rata simpang lhee.
Di tanyong teuntee  nyoe na katuri.
 
Nacit nyang ladom bakpinto keude.
Di tipek teuntee toe ngon boh gunci.
Oh singoh uroe geubuka keude.
Ka geungieng teuntee nyan gamba wali.
 
Meuleumpah nayo uleh si pa,i.
Ka geuwoe wali jak bela Bangsa.
Atjeh di jajah uleh si pa,i.
Ka geupeuturi bak aneuh Bangsa.
 
Beulanda talo deungon di muprang.
Jinoe di pulang keu Indon jawa.
Meunyoe ngon Atjeh han ek tameuprang.
Tapeunguet teuman tabalek cara.
 
Indonesia Beulanda boh nan.
Nibak masanyan di jok keujawa.
Indon jawa wali kheun meunan.
Dua awaknyan tungkang poh Bangsa.
 
Wali geuteubiet u lua Nanggroe.
Geutinggai meuntroe Muktar Hasbi.
Geutinggai amanah laju bak meuntroe.
Ngon boet uroe nyoe beurangkat wali.
 
Meusanbong...................
 
Wassalam.


Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: Lantak-subscribe@yahoogroups.com

Salam perjuangan.
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada lantak-nomail@yahoogroups.com

*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: Lantak-owner@yahoogroups.com


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


To subscribe to this group, send an email to:
ACSA-subscribe@yahoogroups.com
Achehnese Students Association (ACSA)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
We are in ACSA wishing you a Happy RAMADHAN - Be Safe and Stay Educated
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LINK to us : http://masa.cjb.net
=============================================
BEST EMAIL OF THE MONTH:
ON WATCH:
RECENT BANNING:
=============================================
Intoducing the NEW!! ACSA`s Forum, Register for your own special nick  http://a.1asphost.com/acsa
-------------------------------------------


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

#5778 From: "imah nor" <imahnor@...>
Date: Thu Nov 6, 2003 8:42 pm
Subject: anarki megawati
imahnor@...
Send Email Send Email
 
                                           MEGAWATI DENGAN ANARKINYA
 
Jika kita simak dari mula pemilihan Mega menjadi presiden Indoensia , seakan akan Mega akan membawa rahmat pada  bangsa yang bernaung di Nusantara , begitu juga setelah peresmian demi peresmian di lalui , Mega mulai mengeluarkan kata kata  resah dan sibuk dalam mengurusi negara , seolah olah dulu mereka tidak pernah memikirkan kebaikannya , begitulah senggolan mega untuk di ketahui oleh rakyat di Nusantara , Mega pada masa itu sungguh giat mengahdapi bermacam diskusi serta deplomasi luar atau dalam demi melobi nama Indoensia dimata dunia serta memperkuat pemerintahan NKRI , tidak akan terjadi  sebagaimana lepasnya Timor Timor , ini salah satu tema yang dianut oleh mega semasa mega mengunjungi negara luar  ,  Mega sangat mengharapa bantuan atau imbalan yang akan di tayangkan oleh negara luar untuk  mempertahankan Tahta Pemerintah penajajahan NKRI .
 
Jika kita lihat sepintas kata kata yang keluar dari mulut Mega  memang baik dan merasa lega untuk di dengar , namun sebaliknya akan menjadi bohong dan penipu pada dasarnya , sebagaimana kenyataan yang pernah Mega sebutkan dalam satu pernyataan bahwa : Jika Mega naik di kursi presiden , dia tidak ingin melihat tetesan darah bangsa Acheh mengalir , tetapi apa yang di kasih oleh Mega untuk bangsa Acheh sekarang ini hanyalah KAPRESNYA yang berbunyi : Darurat Militer Harus Di terapkan di Acheh , Karena Acheh dalam keadaan Bahaya, apa sebenarnya arti dari kenyataan ini ????
 
Tidak lain hanyalah pembunuhan dan penyiksaan yang akan di lakukan oleh TNI terhadap bangsa Acheh dengan adanya kapres Mega ,  dalam hal ini Mega lebih buas dan kejam dari dulunya dalam menghadapi kasus Acheh , karena Mega secara resmi menyatakan bahaya untuk bangsa Acheh , artinya Mega sudah siap dengan pasukan TNInya untuk menhapuskan bangsa Acheh , maupun  yang tidak mengenal dengan apa yang dinamakan kesalahan ( Masyarakat sipil) ini yang menjadi sasaran utama pengorbanan di Acheh atas perintah Mega ,  dimana letak etika Mega dalam hal ini dan dimana datangnya air mata Mega pada pidatonya tentang penyelesaiana konflik Acheh  dan dimana akan kita katakan baik jika ini terus berlaku !! tentukya sesuai dengan apa yang telah kita rasakan bahwa kehidupan di dalam NKRI seperti kodok di bawah tempurung yang tidak ada artinya  sama sekali , bahkan rakyat selalu menderita dan siksaan serta pembunuhan yang sering menimpanya akibat dari pada ulah politik NKRI melalui TNI.
 
keputusan mega dalam mencetuskan Darurat Militer dalam masa 6 bulan , kini sudah bersambung lagi enam bulan kehadapan dengan sistim yang sama walaupun ada tambahan cara penyampaiannya , pada hakikatnya Mega tidak akan puas dengan kejadian yang telah menimpa terhadap bangsa Acheh yang sudah sekian banyak jatuh korban dipihak masyarakat sipil , sungguh kejam dan buas politik Mega dalam mengahdapi konflik Acheh yang sudah memakan korban ribuan orang dan memakan waktu yang begitu panjang , Mega salah satu manusia yang lupa kebenaran serta mega lupa dengan pernyataaannya .
 
Apa semestinya  dinamakan manusia yang berindentitas seperti Mega ??? inilah dasar manuisa yang tidak bermoral dan tidak ada ahklak mulia yang mendasar kebenaran , dan manusia begini adalah manusia yang tidak ada harga diri sama sekali , manuisa begini akan lebih cepat memperhambakan diri pada tuannya jika keadaan bahaya , dan manusia begini akan lebih mudah untuk menyelamatkan diri daripada menyelamatkan orang lain , apa lagi Rakyat sudah tentu tidak ada harga sedikitpun dimata pembesar atau algojo algojonya  yang telah menjabat sebagai gerombolan pencetus peraturan dalam bangsa di Nusantara , mereka akan memegang kekuasaan penuh untuk mengatur kemauan rakyat di dalam nusantara melalui jalan kekerasan (TNI) atau dengan kata lain Indonesia akan melakukan fungsi ABRI yang sangat kuat sebagai garis depan dalam mengahdapi permasalahan yang timbul , disinilah punca keberhasilan mereka NKRI dalam menghadapi kenyataan dan kemauan rakyat banyak dalam melaungkan  demokrasi dan reformasi selama hidup di bawah Bhinneka Tunggal Ika.
 
Dalam hal yang sama Mega masih juga tidak mengerti dan merasa  malu atas pernyataan palsunya yang begitu terang dan nyata di ketahui oleh dunia International dalam menghadapai situasi sekarang ini di Acheh khususnya , tentang limit berakhirnya Darurat Militer Di Acheh , Mega telah membuat satu kesalahan besar dalam pernyataan masa berlakunya DM di Acheh , namun masih bisa juga  mengakatakan untuk di perpanjangkan lagi dengan alasan masyarakat dan anggota DPR itu semua bohong belaka , memang  dasar penipu dan tidak berprikemanusiaan  serta  pandai dan berani membelit belit fakta sebenar demi kemenangan dan kemewahan diri saja.
 
Kembali pada dasar kebenaran politik dan demokrasi buat sekarang ini , jangan jadi kan bangsa Acheh sebagai umpan peluru TNI karena bangsa Acheh adalah manusia yang mempunyai hak hidup di dalam dunia sebagaimana bangsa lain yang menginginkan kebebasan di luar jangkauan penajajahan , cukup sudah penderitaan dan pembunuhan berlaku di Acheh , kenapa mesti di perpanjang lagi agenda pembunuhan untuk rakyat sipil yang tidak berdosa , berpaling pada kebenaran dan penyelesaian secara demokrasi dan hukum yang sesuai menurut kadar masyarakat Internastional di Acheh .
 
Kenapa mesti jalan keras dan pembunuhan yang ada di dalam pemikiran gerombolan Mega untuk Acheh , sedangkan jalan masih hampa dan terang sekali mengabil langkah sewajarnya dan sesuai dengan keinginan rakyat sipil dalam menentukan masa depannya , saya kira jalan yang telah diterapkan untuk mengembalikan keamanan di Acheh melalui DM tidak akan tercapai walau kapan pun selagi bangsa Acheh masih ada di bumi Acheh .
 
Maka kesimpulan dari semua tragedi dan kondisi Indonesia serta regime  NKRI , hanyalah untuk menjalankan sistim sistim penjajahan yang cukup halus dalam bangsa yang ada di dalam gengaman burung garuda , supaya  dapat mereka rebut kegemilagan  dan kebahagiaaannya dimata dunia luar , demi kepentingan  pribadinya  , inilah hakikatnya dari hasil jerih payah mereka , tidak ada kebaikan untuk rakyat jika Indonesia dan NKRI masih bisa berjalan ,  sampai kapanpun ,   mereka mereka yang telah disusun untuk duduk di dalam pemerintahan NKRI mempunyai persaudaraan dan demokrasi yang kuat dalam memberikan pandangan untuk menghantui rakyatnya yang berjuta juta jiwa.
 
Dan mereka mereka yang telah mencalonkan diri dalam gerombolan regime penjajahan Indonesia sudah sepakat dalam mengeluarkan solusinya , walupun lari dari garis hukum sekalipun , namun mereka mereka ini harus menjalankannya demi keuntungan politik pertahanan penajajahan di dalam masyarakat Nusantara , apalagi di Acheh sekarang ini yang menjadi permasalahan utama bagi algojo algojo Mega dalam mengurusi sistim yang akan di jalankan demi keberhasilannya , biarpun korban bertambah dikalangan bangsa Acheh (rakyat sipil).
 
Begitulah penerapan sistim penjaajahan di dalam bangsa yang menuntut kebenaran sebagaimana dengan kenyataannya dalam kasus Darurat Militer di Acheh , terus di keluarkan   supaya rakyat tidak berani menentang , sebagaimana  kemauan Mega atau parlement penjajahan  NKRI , dan mereka mereka ini sudah siap dengan perlengkapan mutakhir TNI (ABRI) yang telah mereka jadikan ABRI sebagai robot  mereka  biaya  yang sangat rendah di kendalikan , sehingga kerusuhana dan pembunuhan akan berjalan dengan lancar sekali sebagaimana  keadaan di Acheh sekarang ini  antara  KPARES MEGAWATI DENGAN ANARKINYA.
 
MERDEKA.


MSN Messenger 6.0 MSN Messenger gratis - Den raskeste veien mellom deg og dine venner

#5779 From: "leupah gura" <boh_luna@...>
Date: Thu Nov 6, 2003 9:21 pm
Subject: Bahasa Atjèh Primitif???
boh_luna@...
Send Email Send Email
 

Assalamu'alaikum sjèdara mandum!
Ismail Husein dengon hana 'èleumèë ka geudjak peugah njang basa geutanjoë atjèh - primitif. kon  ‘ôh ka ”primitif” mantong, teutapi leubèh ”primitif” lom nibak basa2 sukèë2 bansa Afrika. Djadi geutanjoë Atjèh ka djidjak peubandéng deungon sukéë2 bansa Afrika dan lheuëhnjan djipeuduëk lom dimijuëb awak njang mantong siteungoh hana meu adabnjan. sila batja alasan peuë njang geubri lé Ismail Husein njang djeuët keu geukheuën - primitif bak alamat njoë:
http://medlem.spray.se/acheh/bahasa-atjeh-primitifff.htm 

Teurimong geunaséh,

LEUPAH GURA



MSN 8 helps ELIMINATE E-MAIL VIRUSES. Get 2 months FREE*.

#5780 From: imah <imahnor@...>
Date: Fri Nov 7, 2003 12:33 pm
Subject: imah mengirim berita dari Liputan6.com
imahnor@...
Send Email Send Email
 
imah mengirim berita dari Liputan6.com untuk anda !:


Pesan dari imah:
---------------------------------------
Berita menarik dari Liputan6.com..

Tolong saudara saudara lihat , apa yang sedang terjadi ke atas rakyat INDONESIA
,merebut rebut fitrah sampai ada yang mati ,ini semua akibat daripada
pemerintahan penjajah , sehingga rakyatnya lapar dan miskin , rakyat di
indonesia hampir berubah wujud ,tetapai banyak yang tidak sadar dalam hl ini,
karena  masih banyak juga rakyat yang setia melihat saudara merebut rebut
makanan seperti ayam dan menyokong pemerintahan penjajahan indonesia.


Judul Berita:
---------------------------------------


Ringkasan Berita:
---------------------------------------


Untuk berita lengkapnya dapat dilihat disini:
http://www.liputan6.com/v.php?ID=66027

http://www.liputan6.com/ - Aktual, Tajam dan Terpercaya
http://www.sctv.co.id
________________________________________________________________________

#5781 From: mohd abdul jalil <acheh@...>
Date: Fri Nov 7, 2003 8:16 am
Subject: Pemerintah dan GAM Sebaik nya berunding Kembali.
atjeh_m
Send Email Send Email
 

Anggota MPR: Pemerintah dan GAM Sebaiknya Berunding Kembali

Jakarta, (Analisa)

Anggota MPR dari Aceh Ghazali Abbas Adan menyarankan pemerintah dan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebaiknya berunding kembali menyelesaikan masalah di Bumi Serambi Mekkah itu secara damai, bukannya dengan cara kekerasan atau operasi militer dengan memberlakukan status darurat militer.

"Saya tidak setuju perpanjangan darurat militer, itu hanya akan membawa korban jiwa dari TNI, GAM, dan masyarakat sipil yang lebih banyak lagi dan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Indonesia bukan hanya Aceh, masih banyak daerah lain yang perlu perhatian," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis, tentang perpanjangan operasi militer di NAD.

Sidang kabinet paripurna hari Kamis (6/11) akan membahas jangka waktu perpanjangan status darurat militer di NAD dan dalam rapat kabinet terbatas hari Senin (3/11) lalu memutuskan bahwa pemerintah memperpanjangan pemberlakuan status darurat militer di Aceh.

Di provinsi NAD sejak 19 Mei 2003 diberlakukan sebagai daerahdarurat militer hingga 19 November 2003 berdasarkan Keppres Nomor 28 Tahun 2003.

Ghazali menegaskan, pemerintah seharusnya mengevaluasi dahulu terhadap pelaksanaan darurat militer yang telah berjalan itu, apalagi Komnas HAM Ad Hoc Aceh memiliki penilaian bahwa darurat militer cenderung menyengsarakan rakyat.

Ghazali mempertanyakan, siapa yang harus bertanggungjawab terhadap korban jiwa dari masyarakat sipil yang cukup banyak mencapai angka ratusan orang, belum lagi soal pengeluaran dana yang sangat besar yang semestinya tidak perlu di tengah bangsa Indonesia yang masih mengalami krisis ekonomi.

Sedangkan dari pihak TNI pun, katanya, cukup banyak prajurit yang menjadi korban, begitu pula dari pihak GAM. "Mereka semua manusia yang semestinya harus dimuliakan keberadaannya, tetapi mereka telah menjadi korban kekerasan," katanya.

Oleh karena itu, Ghazali menyarankan Presiden Megawati dan pimpinan GAM Hassan Tiro yang ada di Swedia kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi damai.

"Saya minta kepada Presiden Megawati dan Hassan Tiro tolong pakai hati yang sebenarnya, berundinglah, itu yang paling tepat, jangan berpegang pada gengsi masing-masing," katanya.

Pemerintah, katanya, harus bisa "menembak" hati seluruh orang Aceh agar tetap berada dalam satu bangsa, bukan hanya memerangi mereka yang justru akan menimbulkan dendam berkepanjangan.

Diakuinya berkaca pada pengalaman perundingan yang telah dijalankan telah menemui jalan buntu, tetapi hal itu bukan alasan untuk tidak berunding kembali.

Ia mencontohkan sikap pemerintah Inggris yang selalu berunding dengan pihak pemberontak Irlandia Utara.

"GAM juga jangan keras kepala, memaksakan kehendak untuk merdeka," katanya. (Ant)

Topik Lain
Panglima TNI:
Tidak ada Penambahan Pasukan di Aceh


Kedubes Jerman belum Pastikan Korban Bahorok WN Jerman

Korban Banjir Bukit Lawang Bertambah Jadi 112 Orang

Chen Memimpin dalam Jajak Pendapat Kandidat Presiden Taiwan

Antisipasi Paket Bom, PT Pos Siapkan Detektor

Kapoldasu Bentuk Tim Investigasi Bencana Alam Bahorok

Empat Ruko di Stabat Musnah Terbakar

Pemerintah Siapkan Penampungan untuk Korban Bahorok

Dukun Palsu Indonesia Terjebak di Singapura

Megawati Diundang Hadiri Natal Bersama

Kisah Tragis Sepasang Turis Belanda di Bukit Lawang

 


Copyright © 1998-2003
Harian Analisa Online
All rights reserved.

#5782 From: raja rimba <singa_tuha@...>
Date: Fri Nov 7, 2003 6:10 am
Subject: Re: «PPDi» Bahasa Atjèh Primitif???
singa_tuha@...
Send Email Send Email
 
leupah gura <boh_luna@...> wrote:

Assalamu'alaikum sjèdara mandum!
Ismail Husein dengon hana 'èleumèë ka geudjak peugah njang basa geutanjoë atjèh - primitif. kon  ‘ôh ka ”primitif” mantong, teutapi leubèh ”primitif” lom nibak basa2 sukèë2 bansa Afrika. Djadi geutanjoë Atjèh ka djidjak peubandéng deungon sukéë2 bansa Afrika dan lheuëhnjan djipeuduëk lom dimijuëb awak njang mantong siteungoh hana meu adabnjan. sila batja alasan peuë njang geubri lé Ismail Husein njang djeuët keu geukheuën - primitif bak alamat njoë:
http://medlem.spray.se/acheh/bahasa-atjeh-primitifff.htm 

Teurimong geunaséh,

LEUPAH GURA



MSN 8 helps ELIMINATE E-MAIL VIRUSES. Get 2 months FREE*.

----------------------------------------------------------------------
                       TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
----------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...

**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
                          http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.



Yahoo! Personals
- New people, new possibilities. FREE for a limited time!

#5783 From: "Otonomi Kon" <nad_njo_2002@...>
Date: Fri Nov 7, 2003 7:57 pm
Subject: Re: [Lantak] Re: Hikajat: Rindu-Akan-Tjut-Adoë
nad_njo_2002@...
Send Email Send Email
 




>From: Basri Adamy
>Reply-To: Lantak@yahoogroups.com
>To: PPDI@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com, padhang-mbulan@egroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, kammi-malang@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, keadilan4all@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com, editor@..., habearifin@..., mr_dharminta@..., sadanas@..., pdmdnad@..., serambi_indonesia@..., forkit@yahoogroups.com, dityaaceh_2003@..., zaki@..., nur-abdurrahman@..., raiyabilly@..., aldiy@..., kmjp47@..., a_kjasmine@..., quality@..., serambi@..., nizarwin@...
>CC: ppdi@yahoogroups.com
>Subject: [Lantak] Re: Hikajat: Rindu-Akan-Tjut-Adoë
>Date: Sat, 1 Nov 2003 16:27:05 +0000 (GMT)
>
>
>
>Alue meriam wrote:njang teugaséh sjèdara mandum,
>leubèh2 njang na keuneubah di gampông dan katréb hana meugisa, mungkén hikajat dimijub njoe djeuët keu "peunawa", "ubat haté", di watèë seung'uë. so please enjoy & selamat berpuasa. semoga mandum amai ibadah geutanjoe diterima Allah SWT.
>http://medlem.spray.se/acheh/rindu-akan-tjut-adoe.htm
>
>
>
>
>saleuëm
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>Exclusive Video Premiere - Britney Spears
>Yahoo! Groups Sponsor
>----------------------------------------------------------------------
> TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
>----------------------------------------------------------------------
>Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.
>
>-untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...
>
>**************************************************************
>-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
>**************************************************************
>FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
> http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages
>
>Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>---------------------------------
>Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo!Messenger


STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE*

#5784 From: amanah <amanahguru@...>
Date: Mon Nov 10, 2003 10:32 am
Subject: (Bertaubat) siri (25) Menyelesaikan Hak-hak Allah SWT.
amanahguru@...
Send Email Send Email
 
                                                       In the Name of Allaah, All Compassionate, All Merciful 

At Taubat Ila Allah (Bertaubat) siri (25)

Assalaamu'alaikum 

Menyelesaikan Hak-hak Allah SWT.

Syarat keabsahan taubat yang berkaitan dengan masa lalu adalah: agar ia melayangkan padangannya kembali ke masa lalunya, pada hari pertama ia mencapai usia baligh, kemudian ia meneliti masa-masa lalu dari usianya itu tahun pertahun, bulan perbulan, hari perhari dan setiap tarikan nafas yang telah ia lakukan. Kemudain ia melihat ketaatan yang menjadi kewajibannya: apa yang tidak ia kerjakan? Kemudian kepada kemaksiatan: apa yang telah ia lakukan dari kemaksiatan itu?

Jika ia pernah meninggalkan shalat atau tidak melengkapi suatu syarat keabsahan shalat itu, hendaklah ia mengqadha shalatnya itu. Dan jika ia ragu bilangan shalat yang telah ia tinggalkan, maka ia dapat menghitung dari masa balighnya, kemudian menghitung yang yang telah ia tunaikan, dan mengqadha sisa shalat yang pernah ia tinggalkan. Dalam hal ini hendaknya ia mengambil prasangka kuatnya. Dan itu dapat dicapai dengan betul-betul meneliti dengan serius.

Sedangkan puasa, jika ia telah meninggalkan puasa itu dalam perjalanan atau saat ia sakit. Atau jika perempuan, ia membatalkan puasanya karena mengalami haidh (atau nifas) dan belum ia tunaikan, maka hendaknya ia menghitung jumlah yang telah ia tinggalkan itu dengan betul-betul, kemudian mengqadhanya. Tentang zakat, hendaknya ia menghitung seluruh hartanya dan bilangan tahun dia mulai memiliki harta itu -- tidak dari masa balighnya, karena zakat itu telah wajib semenjak dimilikinya harta itu, meskipun orang itu adalah seorang bayi [Ini adalah pendapat jumhur imam-imam dan ini pula yang aku rajihkan dalam kitabku: Fiqhu Zakat.] -- kemudian ia menunaikan apa yang ia yakini sebagai kewajibannya.

Sedangkan masalah hajji, jika ia pernah memiliki kemampuan untuk menunaikan hajji itu dalam beberapa tahun yang lalu, namun saat itu ia tidak mengerjakannya, sedangkan saat ini ia tidak memiliki harta yang cukup, maka ia tetap harus mengerjakannya. Jika ia tidak mampu karena hartanya memang sudah habis, maka harus mengusahakannya dengan usaha yang halal sekadar biaya hajji itu. Jika ia tidak memiliki pekerjaan, juga harta, maka ia hendaknya meminta kepada manusia agar memberikan jatah dari zakat atau shadaqah sehingga ia dapat menunaikan hajji. Dan jika ia mati sebelum melaksanakan hajji maka ia mati dalam keadaan maksiat. Karena ketidak mampuan yang datang setelah adanya kemampuan untuk hajji itu, tidak menghapus kewajiban hajji baginya. Inilah cara ia meneliti kewajiban yang menjadi tugasnya serta bagaimana menebusnya.

Tentang kemaksiatan, ia harus meneliti dari awal balighnya: kemaksiatan apa yang dilakukan oleh pendengarannya, matanya, lidahnya, perutnya, tangannya, kakinya, kemaluannya, dan seluruh anggota badannya. Kemudian ia teliti seluruh jam dan waktu-waktu yang telah ia lewati, kemudian ia menguraikan secara terperinci kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Baik yang kecil maupun yang besar.

Kemudian di antara kemaksiatan yang dia lakukan itu, ia menelitinya kembali; jika kemaksiatan yang ia lakukan itu adalah antara dia dan Allah SWT saja serta tidak berkaitan dengan kezaliman kepada manusia, seperti melihat wanita bukan mahram, duduk di masjid dalam keadaan junub, menyentuh mushaf tidak dengan wudhu, beri'tiqad dengan i'tiqad bid'ah, meminum khamar, mendengarkan perkataan yang buruk dan lainnya yang tidak berkaitan dengan kezhaliman kepada manusia;

Taubat untuk kemaksiatan ini adalah dengan menyesal dan merasa rugi atas perbuatannya itu, dan dengan mengukur kadar kebesaran dan masa yang telah ia lakukan, kemudian ia melakukan bagi setiap kemaksiatan itu suatu kebaikan yang setarap dengannya. Dan ia melakukan kebaikan itu sesuai dengan jumlah kemaksiatan yang telah ia lakukan. Berdasarkan sabda Rasulullah Saw :

"Bertaqwalah kepada Allah SWT di manapun engkau berada, dan ikutilah perbuatan buruk (dosa) dengan perbuatan yang baik niscaya ia akan menghapusnya" [Hadits diriwaytkan oleh Tirmizi dari Abi Dzar dan ia mensahihkannya dan sebelumnya hadits ini telah disebut.]

Juga firman Allah SWT :

"Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa)perbuatan-perbuatan yang buruk"[QS. Huud: 114.].

Dosa mendengar sesuatu yang haram, dapat dihapuskan dengan mendengarkan al Qur'an dan majlis dzikir. Dosa duduk di mesjid dalam keadaan junub dihapuskan dengan beri'tikaf di dalamnya sambil beribadah. Dosa menyentuh mushaf dengn tanpa wudhu ditebus dengan memuliakan mushaf dan banyak membacanya. Juga dengan menulis mushaf dan memberikan wakaf mushaf. Dosa meminum khamar ditebus dengan bersadaqah dengan minuman yang halal yang lebih baik dan lebih ia sukai.

Menyebutkan seluruh kemaksiatan adalah tidak mungkin di sini. Namun yang dimaksud adalah mengerjakan kebaikan yang sebaliknya dengan dosa itu. Karena suatu sakit diobati dengan lawannya. Dan suatu kegelapan yang bercokol dalam hati karena kemaksiatan yang ia kerjakan tidak dapat dihapus kecuali oleh cahaya yang naik ke hati itu dengan kebaikan yang sebaliknya. Dan yang sebaliknya itu adalah lawan yang sejajar keburukan itu. Oleh karena itu, setiap keburukan harus dihapuskan dengan kebaikan yang sejenisnya, namun yang sebaliknya.

Karena sesuatu yang putih dihilangkan dengan warna hitam, bukan dengan dingin atau panas. Cara seperti ini, jika dilaksanakan dengan tekun untuk menghapus dosa, maka akan mempunyai kesempatan besar untuk berhasil. Dibandingkan hanya menekuni satu macam bentuk ibadah tertentu, meskipun itu juga dapat turut menghapus dosamya. Ini adalah hukum antara dia dengan Allah SWT. Sebagai dalil bahwa sesuatu dihapuskan dengan lawannya adalah: cinta dunia adalah pangkal seluruh kesalahan. Dan pengaruh cinta dunia dalam hati adalah: menyenangi dunia itu serta merindukannya. Maka tidak aneh jika suatu kesulitan yang membebani seorang muslim sehingga hatinya membenci dunia, menjadi kaffarat (penghapus) cinta dunia itu. Karena dengan kesulitan dan kesusahan itu hatinya akan menjauh dari dunia.

Wassalaamu'alaikum

Tengku Mohd Riji . Tengku Abdullah.
================================================================
Norway Terbitan: 10 November 2003.



Yahoo! Personals
- New people, new possibilities. FREE for a limited time!

#5785 From: kerajaan pasai <kerajaan_pasai@...>
Date: Mon Nov 10, 2003 11:16 am
Subject: Jakarta angry at Aceh 'meddling'
kerajaan_pasai
Send Email Send Email
 
Skip to main content
BBCi   NEWS   SPORT   WEATHER   WORLD SERVICE   A-Z INDEX    SEARCH 

WATCH/LISTEN TO BBC NEWS
RELATED SITES
Sport
Weather
On This Day
LANGUAGES
Chinese
Vietnamese
Indonesian
Burmese
Thai
More
Last Updated: Friday, 7 November, 2003, 07:05 GMT
Jakarta angry at Aceh 'meddling'
Villagers in Aceh carry the body of a dead Gam fighter
Hundreds of combatants and civilians have been killed already
The Indonesian Government has hit back at criticism of its extension of martial law in troubled Aceh province.

A foreign ministry spokesman said a statement of concern issued by the United States, Japan and European Union was "leading to meddling".

The joint statement came after Jakarta extended martial law for six months, in a bid to suppress separatist rebels from the Free Aceh Movement (Gam).

Hundreds of fighters and civilians have died since a crackdown began in May.

The decision to authorise an extension was made during a meeting between President Megawati Sukarnoputri and ministers and generals in Jakarta on Thursday.

Security Minister Susilo Bambang Yudhoyono said the situation would now be slightly more flexible, with the operation evaluated monthly so that it could either be "extended or shortened".

The government seems determined to press ahead with its plan to crush the rebel movement
Rachel Harvey
BBC, Jakarta

Rebels who voluntarily surrender will be given amnesty, and a special economic recovery package for the province is planned, but no details have been given.

Hours later, a joint statement from the US, Japan and EU said they hoped "the state of military emergency is ended as soon as possible".

Human rights

Our correspondent in Jakarta, Rachel Harvey, said that these additional measures may be in part a response to critics who say that the government has failed to deliver on promised humanitarian assistance.

Human rights groups have called on the Indonesian Government to end the offensive and resume talks with the rebels who want independence.

They have been fighting for a separate state since 1976.

In a joint statement, local and international organisations said: "Continued fighting will only result in increased civilian and military casualties, internal displacement, and widespread destruction of livelihoods and property."

But our correspondent says the government seems determined to press ahead and crush the rebel movement, even if it takes longer than military leaders predicted.

The campaign began on 19 May, after a five-month truce collapsed.

It is thought that the government has 45,000 troops and police, against an estimated 5,000 rebels.

The military claims it has killed or captured nearly 2,000 Gam rebels, and that around 60 police and military personnel have died since the offensive began.

But with restricted media access in the province, independent information is difficult to obtain.

The military and human rights groups say 300 civilians have also been killed.



LINKS TO MORE ASIA-PACIFIC STORIES


 

RELATED BBCi LINKS:

RELATED INTERNET LINKS:
The BBC is not responsible for the content of external internet sites

TOP ASIA-PACIFIC STORIES NOW

E-mail services | Desktop ticker | News on mobiles/PDAs


Back to top ^^

bannerwatch listenbbc sportAmericasAfricaEuropeMiddle EastSouth AsiaAsia Pacific

Ny versjon av Yahoo! Messenger
Nye ikoner og bakgrunner, webkamera med superkvalitet og dobbelt så morsom


#5786 From: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@...>
Date: Mon Nov 10, 2003 10:57 am
Subject: MEGAWATI DAN YUDHOYONO TUTUPI KEBENARAN DI ACEH
hakim54se
Send Email Send Email
 
http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@...

Stockholm, 10 November 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MEGAWATI DAN YUDHOYONO TUTUPI KEBENARAN DI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MEMANG JELAS TERLIHAT MEGAWATI DAN YUDHOYONO TIDAK BERBUAT JUJUR DI NEGERI
ACEH

"Yaa seperti yang diutarakan bung Ahmad ini, ia masih beranggapan bahwa
kelompok GAM nya masih kuat dan TNI/POLRI telah gagal. Padahal mana mungkin
ia tahu situasi lapangan khususnya Aceh, sedang ia sendiri berada di Swedia.
   Hanya dengan mengandalkan info yang dikirim/ditulis oleh LSM-LSM yang
sudah jelas pro akan separatis GAM sudah barang tentu tulisan-tulisan
/laporan-laporannya selalu memutar balikan fakta, dan selalu memojokan
Pemerintah maupun aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas untuk
memulihkan keamanan di daerah konflik khususnya di Aceh. Ia bung Ahmad sudah
berani mengklaim bahwa Megawati dan TNI/POLRI telah gagal, dan kelompok GAM
masih kuat. Dan perlu diketahui bahwa perpanjangan Operasi Militer bukan
dikarenakan suatu kegagalan, tetapi untuk memberikan rasa lebih aman
terhadap warga setempat. dan memang itu yang diminta oleh warga Aceh pada
Pemerinta agar memperpanjang waktu Operasi Militer di Aceh.karena dengan
begitu mereka merasa lebih aman apabila berdekatan dengan aparat keamanan
TNI/POLRI."
(MT Dharminta, mr_dharminta@... , Sun, 9 Nov 2003 21:51:08 -0800
(PST))

"Mr. Sudirman, Insya Allah pandangan anda sangat keliru dan terjadi pemutar
balikan fakta, kalau anda melihat siaran Metro TV Sabtu kemarin yang
membahas mengenai perpanjangan penerapan darurat militer di NAD, tentu anda
akan berfikir lagi, begitu banyak telepon masuk dari warga NAD yang
bersyukur atas perpanjangan waktu tersebut. Ataukah anda pernah tinggal di
daerah konflik tsb.?  Insya Allah saya sangat paham dengan situasi di NAD
tsb, karena saya sendiri pernah tinggal disana sejak sebelum DOM hingga masa
DOM, juga saat ini kawan-2 sayapun sedang membanting tulang dan memeras
keringat membangun salah satu pabrik yang menjadi kebanggaan warga NAD
umumnya dan Lhokseumawe khususnya...Saya yakin operasi militer saat ini
tidak gagal, justru dapat dikatakan berhasil, karena memang begitulah cara
perang gerilya yang dilakukan GAM tidak bisa serta merta dilumpuhkan,
mengingat medan pertempuran yang begitu luas dan berhutan. Insya Allah hal
ini tinggal menunggu waktu..meskipun perlu waktu bertahun-tahun...Dan untuk
mr. Sudirman, kami rakyat NKRI sepenuhnya dengan sadar mendukung penegakan
hukum dan kedaulatan di seluruh wilayah NKRI. Saya pribadi mohon maaf di
bulan Ramadhan yang penuh Rahmat dan barokah ini kepada anda mr. Sudirman,
semoga kita warga muslim seluruh dunia senantiasa di dalam lindunganNYA."
(Bambang Hutomo W, bambang_hw@... , Mon, 10 Nov 2003 08:12:45
+0700)

Terimakasih untuk saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya,
Indonesia, dan juga untuk saudara Bambang Hutomo di Jakarta, Indonesia atas
tanggapan dan pemikirannya terhadap tulisan saya.

Memang seperti biasanya saudara Matius Dharminta ini dalam hal memberikan
tanggapannya terhadap tulisan-tulisan saya terus saja berusaha untuk
menutupi kebenaran sebagaimana yang telah dan selalu dilakukan oleh pihak
Presiden Megawati, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI
Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan
Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang
Suwarya.

Begitu juga tanggapan dari saudara Bambang Hutomo, terlihat sekali bahwa
akar masalah yang sebenarnya mengapa rakyat Aceh di bawah pimpinan Teungku
Hasan Muhammad di Tiro menuntut kembali negeri Aceh yang dicaplok dan
diduduki Soekarno tidak diungkapkan kepermukaan.

Itu yang namanya berita tentang rakyat dan negeri Aceh yang disiarkan
melalui TV dan media surat-kabar di Indonesia, tidak lebih dan tidak kurang
hanyalah berita yang sepihak yang sudah disensor secara ketat baik oleh
pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI
Endang Suwarya maupun oleh pihak Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs,
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard
Ryacudu berdasarkan dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku
Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan
kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta
pada tanggal 16 Juni 2003.

Nah, kalau mau berbuat adil dan jujur dalam soal pemberitaan tentang rakyat
dan negeri Aceh ini, maka itu yang namanya dasar hukum Keppres No. 43 tahun
2003 tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya
Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi NAD harus dicabut. Kemudian semua pihak
baik dari pihak GAM maupun pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden
Megawati dan pihak pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh
Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya diberikan kebebasan dalam hal
pengungkapan semua fakta dan keadaan yang sebenarnya yang menyangkut
kehidupan rakyat di negeri Aceh yang sebenarnya.

Sedangkan dalam saat sekarang ini seluruh rakyat di Indonesia hanyalah
disuapi dan disuguhi berita-berita tentang Aceh dari sebelah pihak saja.
Karena itu wajar kalau saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta dan juga
saudara Bambang Hutomo dalam tanggapannya berisikan isi-isi hasil berita
sensor pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak
Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang
Suwarya yang gersang dari berita yang sebenarnya dari pihak GAM dan rakyat
Aceh.

Coba saja perhatikan dalam siaran-siaran berita di TV dan surat-surat kabar,
apakah ada dari pihak GAM yang secara terang-terangan menghendaki dan
menuntut kembali tanah negeri Aceh yang telah dirampas dan diduduki oleh
Soekarno yang diteruskan oleh pihak Presiden Megawati sampai detik ini
disiarkan kehadapan rakyat di Indonesia?

Jelas, jawabannya, berita yang demikian mustahil terjadi di TV dan
surat-surat kabar Indonesia, karena dianggap melanggar dasar hukum Keppres
No. 43 tahun 2003 tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga
Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi NAD.

Jadi, kalau pihak Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam
Mayjen TNI Endang Suwarya melalui HomePage PDMD-NAD-nya menyatakan bahwa
kegiatan Bantuan Kemanusiaan dan Rehabilitasi Sosial pada masa CoHA, yang
dibiayai oleh anggaran belanja sejumlah Rp. 207 milyard yang sampai dengan
tanggal 9 Nopember telah terrealisasi sebesar Rp. 110 milyard lebih, dimana
masih bersisa dana sebesar Rp. 97 milyard. Sedangkan masalah tahanan sampai
hari ke 176 tahanan GAM telah mencapai jumlah 1.285 orang yang terdiri dari
Front bersenjata 869 orang dan Front Politik/pendukung 416 orang. Dimana
dari tahanan tersebut 920 orang diserahkan ke Kejaksaan dan yang telah
divonis pengadilan sebanyak 515 orang. (
http://pdmd-nad.info/index.php?fuseaction=news.view&newsID=10112003151594&chanID\
=4&Lang=ID
)

Nah sekarang, kalau berita yang dimuat oleh PDMD-NAD-info diatas itu ditelan
begitu saja, maka jelas, tergambar bahwa pihak GAM dan rakyat Aceh telah
lumpuh.

Tetapi kenyataannya, itu yang namanya Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun
2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat
militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikeluarkan pada tanggal
18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei 2003 selama 6 bulan
ternyata pada tanggal 6 November 2003 dalam sidang Kabinet telah diputuskan
untuk diperpanjang.

Mengapa Keppres No.28/2003 di perpanjang ?, karena apa yang diberitakan dan
disiarkan oleh TV dan surat-surat kabar di Indonesia semuanya tidak
berdasarkan fakta dan keadaan yang sebenarnya di Aceh. Semuanya penuh
kebohongan dan ketidak jujuran.

Adapun alasan untuk memburu tokoh GAM yang belum tertangkap dan untuk
mengantisipasi keamanan Pemilu 2004 sebagaimana dilambungkan oleh Panglima
TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Penguasa Darurat Militer Daerah
Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya, jelas itu hanya alasan
yang dibuat-buat.

Memang rakyat di Indonesia terus dibodohi dengan berita-berita hasil sensor
pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dan pihak Penguasa
Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam Mayjen TNI Endang Suwarya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@...
----------

From: matius dharminta <mr_dharminta@...>
To: Ahmad Sudirman ahmad@...
Cc: PPDI@yahoogroups.com
Subject: Re: DUET MEGAWATI & YUDHOYONO GAGAL, GAM DI ACEH BERHASIL
Date: Sun, 9 Nov 2003 21:51:08 -0800 (PST)

Serupa tapi tak sama:

Haaiik, haaiiik, saya tidak mabuk, saya masih kuat....
Begitulah biasanya orang kalau lagi mabuk, entah itu mabuk miras atau mabuk
yang lain mereka pasti tidak akan mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi
atas diri atau kelompoknya. Walau keadaan sudah compang-camping,
sempoyongan,  ia pasti masih akan mengatakan bahwa dirinya atau kelompoknya
masih kuat.

Yaa seperti yang diutarakan bung Ahmad ini, ia masih beranggapan bahwa
kelompok GAM nya masih kuat dan TNI/POLRI telah gagal. Padahal mana mungkin
ia tahu situasi lapangan khususnya Aceh, sedang ia sendiri berada di Swedia.
   Hanya dengan mengandalkan info yang dikirim/ditulis oleh LSM-LSM yang
sudah jelas pro akan separatis GAM sudah barang tentu tulisan-tulisan
/laporan-laporannya selalu memutar balikan fakta, dan selalu memojokan
Pemerintah maupun aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas untuk
memulihkan keamanan di daerah konflik khususnya di Aceh. Ia bung Ahmad sudah
berani mengklaim bahwa Megawati dan TNI/POLRI telah gagal, dan kelompok GAM
masih kuat.

Dan perlu diketahui bahwa perpanjangan Operasi Militer bukan dikarenakan
suatu kegagalan, tetapi untuk memberikan rasa lebih aman terhadap warga
setempat. dan memang itu yang diminta oleh warga Aceh pada Pemerinta agar
memperpanjang waktu Operasi Militer di Aceh.karena dengan begitu mereka
merasa lebih aman apabila berdekatan dengan aparat keamanan TNI/POLRI.

Jadi apa yang seperti ditulis bung Ahmad itu sama sekali tidak berdasar, dan
pernyataan seperti itu hanya cocok diucapkan oleh si Otong yang sedang mabuk
walau sudah teler ia bilang:  haaiik haaiiik saya tidak mabuk saya masih
kuat huuuek... saya masih kuat huueek.
Jadi...! udahlah tak usah ikutan jurus mabuknya si Otong, tambah ruwet.....

MT Dharminta

Surabaya, Indonesia
mr_dharminta@...
----------

From: "Bambang Hutomo W." <bambang_hw@...>
To: <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>,
<PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>,
<mimbarbebas@egroups.com>, <kammi-malang@yahoogroups.com>,
<fundamentalis@eGroups.com>, <keadilan4all@yahoogroups.com>,
<kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, <acsa@yahoogroups.com>,
<editor@...>, <habearifin@...>, <Lantak@yahoogroups.com>,
<mr_dharminta@...>, <sadanas@...>, <pdmdnad@...>,
<serambi_indonesia@...>, <forkit@yahoogroups.com>,
<dityaaceh_2003@...>, <zaki@...>,
<nur-abdurrahman@...>, <raiyabilly@...>, <aldiy@...>,
<kmjp47@...>, <a_kjasmine@...>,
<quality@...>, <serambi@...>, <nizarwin@...>
Subject: [OPOSISI] RE: [politikmahasiswa] DUET MEGAWATI & YUDHOYONO GAGAL,
GAM DI ACEH BERHASIL
Date: Mon, 10 Nov 2003 08:12:45 +0700

Mr. Sudirman,

Insya Allah pandangan anda sangat keliru dan terjadi pemutar balikan fakta,
kalau anda melihat siaran Metro TV Sabtu kemarin yang membahas mengenai
perpanjangan penerapan darurat militer di NAD, tentu anda akan berfikir
lagi, begitu banyak telepon masuk dari warga NAD yang bersyukur atas
perpanjangan waktu tersebut. Ataukah anda pernah tinggal di daerah konflik
tsb.?  Insya Allah saya sangat paham dengan situasi di NAD tsb, karena saya
sendiri pernah tinggal disana sejak sebelum DOM hingga masa DOM, juga saat
ini kawan-2 sayapun sedang membanting tulang dan memeras keringat membangun
salah satu pabrik yang menjadi kebanggaan warga NAD umumnya dan Lhokseumawe
khususnya.

Mereka menyadari kondisi tersebut karena masih belum tertangkapnya
'pentolan' GAM yang bisa bikin onar dan melakukan intimidasi, pemerasan,
perampasan harta milik, penculikan dan semena-mena melakukan pencegatan
dijalan-2 serta menahan warga sipil yang bukan suku Aceh, seperti saat
selesainya masa DOM hingga sebelum pelaksanaan darurat militer,  mereka
bersyukur saat ini bisa beraktivitas kembali secara normal baik yang bekerja
di pasar, kantor, sekolah, kebun ataupun yang melakukan perjalanan antar
kota.

Saya yakin operasi militer saat ini tidak gagal, justru dapat dikatakan
berhasil, karena memang begitulah cara perang gerilya yang dilakukan GAM
tidak bisa serta merta dilumpuhkan, mengingat medan pertempuran yang begitu
luas dan berhutan. Insya Allah hal ini tinggal menunggu waktu..
meskipun perlu waktu bertahun-tahun.

Yang penting himbauan kami sebagai orang awam dan masyrakat yang cinta NKRI,
penegakan hukum, Syariat Islam yang berlaku di NAD, pelayanan kebutuhan
masyarakat, diusahakan berjalan sebagaimana mestinya dan diusahakan
meminimalisasi intimidasi, penculikan, pemerasan dan
pembunuhan oleh GAM.

Dan untuk mr. Sudirman, kami rakyat NKRI sepenuhnya dengan sadar mendukung
penegakan hukum dan kedaulatan di seluruh wilayah NKRI. Saya pribadi mohon
maaf di bulan Ramadhan yang penuh Rahmat dan barokah ini kepada anda mr.
Sudirman, semoga kita warga muslim seluruh dunia senantiasa di dalam
lindunganNYA.

Amiin.

TK

bambang_hw@...
Jakarta, Indonesia
----------

_________________________________________________________________
Lättare att hitta drömresan med MSN Resor http://www.msn.se/resor/

#5787 From: pahlawan prang <gajah_puteh2001@...>
Date: Sun Nov 9, 2003 1:32 pm
Subject: Re: [politikmahasiswa] Srikandi REFERENDUM Aceh
gajah_puteh2001@...
Send Email Send Email
 




Basri Adamy <basriadamy@...> wrote:

http://medlem.spray.se/acheh/profile-cut-nur-asikin.htm

“Semakin lama saya ditahan, semakin cepat penyelesaian Aceh,” teriaknya sambil menuju kendaraan tahahan kejaksaan.

Tjut Nur Asyikin

 


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

To unsubscribe from this group, send an email to:
politikmahasiswa-unsubscribe@yahoogroups.com



Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger

#5788 From: mohd abdul jalil <acheh@...>
Date: Sat Nov 8, 2003 8:07 am
Subject: Megawati dakwa AS,Jepun,EU campuri urusan Indonesia,ACHEH.
atjeh_m
Send Email Send Email
 

Megawati dakwa AS, Jepun, EU campuri urusan Indonesia

JAKARTA 7 Nov. - Indonesia hari ini menuduh Amerika Syarikat (AS), Jepun dan Kesatuan Eropah (EU) campur tangan dalam urusan dalamannya selepas negara-negara tersebut melahirkan kebimbangan berhubung lanjutan operasi ketenteraan di Acheh.

AS, Jepun dan EU semalam mengeluarkan satu kenyataan untuk mendesak Jakarta mencari satu penyelesaian politik bagi menangani masalah di Acheh.

Mereka juga berharap supaya tindakan ketenteraan di wilayah itu akan segera ditamatkan.

``Kenyataan yang dikeluarkan itu sangat dikesali kerana ia tidak kena pada tempatnya dan dianggap sebagai satu campur tangan,'' kata jurucakap Kementerian Luar, Marty Natalegawa.

Timbalan Presiden, Hamzah Haz juga kesal dengan kenyataan tersebut.

``Kenapa kami perlu pertimbangkan apa yang dikatakan oleh mereka? Adakah kami meminta sebarang campur tangan luar,'' katanya.

AS, EU dan Jepun menaja rundingan antara Gerakan Acheh Merdeka (GAM) dan Jakarta sehingga membawa kepada satu gencatan senjata pada awal tahun ini.

Jakarta menarik diri daripada perjanjian itu pada Mei lalu dengan mengenakan undang-undang darurat di wilayah tersebut dan melancarkan satu tindakan ketenteraan bagi membanteras pemberontakan.

Jakarta semalam mengumumkan bahawa operasi ketenteraan selama enam bulan di Acheh akan dilanjutkan.

Natalegawa turut menolak tawaran bantuan daripada ketiga-tiga negara tersebut bagi mencari penyelesaian terhadap konflik itu.

``Masalah kemanusiaan di Acheh tidak dapat diselesaikan dengan hanya bantuan luar,'' katanya.

``Kerajaan Indonesia mempunyai sumber-sumber dan keyakinan untuk mengatasi masalah itu.'' - AP



#5789 From: "Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@...>
Date: Fri Nov 7, 2003 8:40 pm
Subject: DUET MEGAWATI & YUDHOYONO GAGAL, GAM DI ACEH BERHASIL
hakim54se
Send Email Send Email
 
http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@...

Stockholm, 7 November 2003

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DUET MEGAWATI & YUDHOYONO GAGAL, GAM  DI ACEH BERHASIL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


AKHIRNYA MEGAWATI DAN YUDHOYONO HARUS MENGAKUI GAM MASIH KUAT DAN RAKYAT
ACEH TIDAK BISA DITINDAS DENGAN KEPPRES NO 28/2003 DAN KEPPRES NO 43/2003

Presiden Megawati yang didukung oleh TNI dibawah komando Menko Polkam Susilo
Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan KASAD
Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu adalah orang-orang yang paling bertanggung
jawab atas tragedi pembunuhan rakyat Aceh dan kehancuran negeri Aceh.

Tanggal 19 November 2003 merupakan hari terakhir berlakunya Keputusan
Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan
tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang
dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2003 dan diberlakukan pada tanggal 19 Mei
2003 selama 6 bulan.

Ternyata kemarin hari Kamis, tanggal 6 November 2003 Presiden Megawati dalam
Rapat Kabinet telah memutuskan untuk memperpanjang status Darurat Militer
(DM) di Aceh selama 6 bulan lagi.

Nah ini menunjukkan bahwa memang benar Presiden Megawati yang didukung oleh
Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono Cs, Panglima TNI Jenderal Endriartono
Sutarto, dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu telah gagal dan tidak
mampu menyelesaikan kemelut Aceh dan memang menurut saya sampai kapanpun
masalah Aceh tidak akan selesai.

Mengapa ?

Karena sebagaimana yang telah saya kemukakan dalam tulisan-tulisan sebelum
ini bahwa memang Benar Soekarno mencaplok Aceh dipertahankan sekarang oleh
Megawati  ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030713.htm ) dan memang Benar
Soekarno mencaplok negara-negara diluar bekas negara bagian RIS (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030701a.htm ) dan sekali lagi memang Benar
Megawati penerus Soekarno menduduki negeri Aceh  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030805.htm ) karena Satu hari sebelum RIS
lebur kedalam RI-Jawa-Yogya Soekarno caplok Aceh (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030814.htm )

Tidak hanya sampai disitu saja melainkan juga Megawati, Yudhoyono, Sutarto
terus mengelabui rakyat Aceh ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030726.htm ).

Nah sekarang Sebagian besar fakta, sejarah dan hukum tentang Aceh telah
dibukakan  ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030802.htm )

Kegagalan operasi militer di negeri Aceh  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030801a.htm ) karena memang  Operasi terpadu
pelaksanaan Keppres No.28/2003 merupakan kamuflase  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030806.htm )

Namanya pendudukan negeri Aceh sampai kapanpun tidak bisa menjadi positif  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030801.htm )

Sebab Akar masalah Aceh Soekarno Cs duduki negeri Aceh  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030819.htm ) dan Itu dasar hukum Soekarno
tanpa kerelaan rakyat Aceh  ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030831.htm )

Jadi Biarkan rakyat Aceh menentukan sikap ya atau tidak menjadi bagian
propinsi RI-Jawa-Yogya
( http://www.dataphone.se/~ahmad/030816.htm ) karena  Masalah Aceh hak
seluruh rakyat Aceh diseluruh dunia  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030819b.htm ) dan Megawati Cs mengetahui
masalah Aceh telah jadi masalah internasional  (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030820b.htm )

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad@...

_________________________________________________________________
Lättare att hitta drömresan med MSN Resor http://www.msn.se/resor/

#5790 From: raja rimba <singa_tuha@...>
Date: Sun Nov 9, 2003 1:19 pm
Subject: Re: [ACSA] Uleebelang atawa uleebalang?
singa_tuha@...
Send Email Send Email
 


nyan got that jeunaweb dari biro asnlf norwegia...menyo ureng hana trok su kheun ulee balang jeut ke ulee belang. antara laen saboh cuntoh Razali paya bujok langsa...bandum ureng hantrok su sabab bandum hoi Li paya, jadi hana pajah tatanyong le pakiban hi ureng duk lam paya.... cukop tari.......banglades punya keturunan...hihi....! Jangan berulang kali untuk menjawab soalan orang seperti jawaban kepala biro penerangan Norwegia...tunjukkan kewibawaan anda Li paya.....okey! Tak heran sekarang bangsa Aceh pergi keluar negeri seperti ke Norwegia dan kenegara lain....baru duduk dekat Norwegia sudah tak malu menulis nama   diri "I am Lee Kayara" nama anda ramai orang kenal.. kalau dkampung dipanggil Bang li paya dan di Malaysia dipanggil Bang li kayu arang alias duta banglades untuk aceh..sebab kemana dia pergi selalu ada bag hitam ditangan yang berisi dokumen negara dan sebuah stempel dengan tulisan "pengkhianat" mudah saja....amboy.....asnlf!

wassalam dari,

Raja Rimba

-----------------------------------------------------------------------------------------

--- "ASNLF. Norway"
wrote:

---------------------------------

Njan saban tjit keu tjinto kruëng deungôn krung atawa
kruwéng atawa kroëng, meunurut kheun lidah ureung
njang kureung dan kuréng "akai" lidah djih bak djih
tuléh pakriban bak djipeumeusu su maghröt su(ara) djih
njang hanjöt!

Teutapi atanjan akan trang, pakriban akan
seudjarahnjan teumuleh: Ulèe Balang, meunjoë geutanjoë
ta tém batja buku The Road of Achèh Sumatra State
atawa The Achéh Struggling for Achèh Sumatra State,
lagèe seudjarah njang ka "neutuleh" lé Tengku Kuta
Kruëng.

Meunjöë kon meunan akan hana deuh atawa gadoh ulèe
balang njan lagèe Teungku Lah Kruëng njang ka gadoh
dan hana lé deuh di teungoh ateung blang!

I am Lee Kayara!




>From: I'm The "Kruëng"
>Reply-To: ACSA@yahoogroups.com
>To: acsa@yahoogroups.com
>Subject: [ACSA] Uleebelang atawa uleebalang?
>Date: Fri, 7 Nov 2003 12:32:00 -0800 (PST)
>
>Assalamu'alaikuwarahmatullah
>
>Ateueh rahmat Po teuh Allah mudah-mudahan droeneuh
mandum beuna dalam lindongan sabe bak beleuen Ramdhan
njoe.
>
>Go njoe lon tuleh email kareuna na batjut musykil
njang lon peureulee tanjong bak droeneuh mandum BANSA
ACHEH njang na bansigom donya, chaih djih ureueng
tjhik2 kamoe njang na pat mantong.
>
>Djinoe teungoh lon batja saboh buku njang nan djih
"THE ROPE OF GOD" keunarang James T. Siegel, ISBN
0-472-08682-0.
>
>Le that peukara njang mungken djeuet keu sueue bagi
lon, salah saboh djih dalam buku njoe teu tuleh
"uleebelang" Peuekeuh memang lagee njan uroe djeh
geukheun atawa memang na nan laen lagee "uleebalang."
>
>Memang njoe peukara batjut sagai, tapi le lom peukara
laen njang watee lon batja mantong meusimpang nibak
peue njang rakyat Acheh rasa. Na meukeusud bak ulon
untok lon kirem email keu njang po keunarang njoe;
teuma meunjo na njang djeuet ta peubeui lagee istilah
djih maka djeuet ta kirem meusigo. Sabab njan soe
njang tupeue neutulong bri thee siat - Syukran.
>
>
>Sampoe 'ohnoe dilee
>
>wassalam
>
>Krueng
>
>http://krueng.org
>
>
>
>
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard



---------------------------------
Hotmail på norsk Hotmail snakker ditt språk! - Få
Hotmail på norsk i dag
Yahoo! Groups Sponsor ADVERTISEMENT

To subscribe to this group, send an email to:
ACSA-subscribe@yahoogroups.com
Achehnese Students Association (ACSA)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
We are in ACSA wishing you a Happy RAMADHAN - Be Safe
and Stay Educated
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
LINK to us : http://masa.cjb.net
=============================================
Intoducing the NEW!! ACSA`s Forum, Register for your
own special nick http://a.1asphost.com/acsa
-----------------------GIVE US A CLICK IF
POSSIBLE-------------------
http://asnlf.com | http://serambi.cjb.net |
http://acheh-eye.org | http://acheh.just.nu |
http://acehkita.com | http://www.achehtimes.com |
http://krueng.org
_________________GIVE US A CLICK IF
POSSIBLE__________________

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
Terms of Service.


=====





__________________________________
Do you Yahoo!?
Protect your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
http://antispam.yahoo.com/whatsnewfree

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/igXolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

To subscribe to this group, send an email to:
ACSA-subscribe@yahoogroups.com
Achehnese Students Association (ACSA)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
We are in ACSA wishing you a Happy RAMADHAN - Be Safe and Stay Educated
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
LINK to us : http://masa.cjb.net
=============================================
Intoducing the NEW!! ACSA`s Forum, Register for your own special nick http://a.1asphost.com/acsa
-----------------------GIVE US A CLICK IF POSSIBLE-------------------
http://asnlf.com | http://serambi.cjb.net | http://acheh-eye.org | http://acheh.just.nu | http://acehkita.com | http://www.achehtimes.com | http://krueng.org
_________________GIVE US A CLICK IF POSSIBLE__________________

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/



Yahoo! Personals
- New people, new possibilities. FREE for a limited time!

Messages 5761 - 5790 of 28824   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help