Inilah Surat Gesang kepada Para Capres SENIN, 6 JULI 2009 | 17:03 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Di balik balutan tubuh yang renta, maestro keroncong asal Solo, Gesang, masih menyempatkan diri menulis surat kepada para calon presiden (capres) dan calon
wakil presiden (cawapres) yang berisi ajakan moral mengembalikan kejayaan Indonesia. Seperti pada salah satu lirik lagu "Bengawan Solo" yang diciptakannya, Gesang menulis, "Saya menaruh harapan besar kepada ibu/bapak capres dan cawapres, baik yang terpilih maupun belum terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, ikhlas mengumandangkan ’Tembang Gesang’ - Tembang Kehidupan yang mengalirkan kedamaian dan kemakmuran Indonesia sampai jauh..." Selanjutnya ia menulis, "Ibu/bapak yang setia menjadi sahabat lingkungan, ibu/bapak yang menciptakan sejahtera merata, ibu/bapak yang memprioritaskan pendudukan sebagai sumber daya terbesar, ibu/bapak yang meyakini kebhinekaan adalah anugerah Allah SWT, saya percaya jika ibu/bapak bersama-sama terus berjuang dalam berbagai upaya dan keteladanan maka kian
merekah berjuta senyum Indonesiaku" Pada surat tertanggal 3 Juli 2009 itu, Gesang yang lahir 1 Oktober 1917 menutup suratnya dengan kata, "Sebelum aku mati, sudikah ibu/bapak berjanji?" Sayangnya, menurut Direktur Kreatif PT Kraftiq Advertising Paul Bernadi, yang membacakan surat tersebut pada jumpa pers mengenai rencana kegiatan "Tembang Gesang, Tembang Kehidupan," di Jakarta, Senin (6/7), surat yang dikirim pada akhir pekan lalu (3/7) melalui pos itu, belum mendapat tanggapan dari para capres dan cawapres. Tembang kehidupan Acara "Tembang Gesang, Tembang Kehidupan" itu sendiri, kata Paul, ditujukan untuk mengangkat nama Gesang. Pada acara itu,
sang maestro juga meminta penyanyi terkemuka Iwan Fals bersedia membuatkan lagu "Tembang Gesang," yang membangkitkan kesadaran semua komponen bangsa untuk bersama-sama menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera. Kerabat yang menjadi pengurus Yayasan Gesang, Didit Bagus P, mengharapkan, kegiatan "Tembang Gesang" yang rencananya akan diselenggarakan pada awal Oktober 2009 itu juga menggalang dukungan membangkitkan kembali musik keroncong yang selama ini menjadi aliran lagu-lagu ciptaan Gesang. "Saat ini tidak ada stasiun televisi, kecuali TVRI, yang menyisihkan waktunya untuk keroncong karena musik keroncong tidak bisa menjual, tidak ada sponsornya," ujar dia. Sekjen Yayasan Karya Cipta Indonesia Henry
Soelistyo yang mendukung kegiatan tersebut mengharapkan ada kegiatan yang lebih kongkrit untuk memberi penghargaan kepada Gesang sebagai seniman musik Indonesia yang karyanya telah mendunia. Sebab, sejumlah lagunya digemari masyarakat Jepang, China, Vietnam, Amerika, Belanda, dan sejumlah negara lainnya di Eropa. Selain "Bengawan Solo", lagu lain ciptaan Gesang yang juga populer adalah "Jembatan Merah", "Saputangan", "Si Piatu", "Roda Dunia", "Dunia Berdamai", "Tirtonadi", "Pemuda Dewasa", "Luntur", "Bumi Emas Tanah Airku", "Dongengan", "Sebelum Aku Mati", "Seto Osashi", "Tembok Besar", dan "Borobudur". MSH Sumber : Ant DICOPYPASTE dari : nasional.kompas.com/read/x ml/2009/07/06/17030559/Inilah.Surat.Gesang.kepada.Para.Capres |
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!