Search the web
Sign In
New User? Sign Up
METAMORPHE · METAMORPHE
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 3271 - 3300 of 9544   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date ^  
#3271 From: Roger E Doriot <ro...
Date: Thu May 1, 2003 2:21 am
Subject: Terima kasih!
rogerdoriot
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Terima kasih banyak bagi orang yang mengurus ini, atas
pelayanan untuk Tuhan melalui METAMORPHE ini! Dan kami
sangat menghargai semua yang berpartisipati karena
beban untuk orang yang belum menerima Injil.

Doakan kami di Papua, di mana kami kerja dengan
suku-suku terisolir. Kerja Tuhan cukup hebat - banyak
orang Kristen sekarang. Kami khususnya bekerja
sekarang menolong orang nasional siapkan diri untuk
menterjemahkan Alkitab dalam bahasa ibu mereka!

Hormat kami,

Roger dan Suzanne Doriot
http://www.rogerdoriot.com  Lihat foto2 dan lain2.

#3272 From: "Movita Matulessy" <mo...
Date: Thu May 1, 2003 5:51 am
Subject: HELP: No Telepon GBI Mawar Saron Kelapa Gading
"Movita Matulessy" <mo...
Send Email Send Email
 
 
Shalom!
 
Saya perlu bantuan, apakah ada yang mengetahui no telepon
GBI Mawar Saron yang terletak di Kelapa Gading? 
 
Kalau ada yang tau, tolong informasinya dikirim ke japri.
 
Terima kasih sebelumnya.  Tuhan Yesus memberkati!
 
 
Vita
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

#3273 From: "pt-twr" <pt-...
Date: Thu May 1, 2003 6:13 am
Subject: Break Through Mission
"pt-twr" <pt-...
Send Email Send Email
 

Anda pernah dengar Break Through Mission? Break Through Mission adalah tempat rehabilitasi bagi para pecandu Narkoba dan obat-obatan psikotropika.
Break Through Mission didirikan tahun 1993, berpusat di Singapura, mottonya adalah If the Son therefore shall make you free, Ye shall be free indeed (John 8:36 ). Kemampuan Break Through memullihkan mereka-mereka yang
kecanduan tidak diragukan lagi. Dalam menyembuhkan, mereka sama sekali tidak menggunakan obat-obatan. Break Through Mission dalam menjalankan "tugasnya" sepenuhnya hanya bersandarkan pada Tuhan. Sudah banyak dari para pecandu yang telah bebas dari kebiasaannya. Ada yang telah menikah dan mempunyai anak, ada yang menjadi hamba Tuhan dan ada sebagian dari mereka yang telah dikirim oleh Break Through Mission ke negara-negara yang tingkat
kecanduannya tinggi untuk bisa bersaksi tentang kelepasan mereka. Dengan begitu diharapkan semakin banyak orang-orang yang dapat diselamatkan.
Kemarin di kebaktian gereja saya, saya sangat bersyukur boleh mendengar kesaksian mereka. Berikut ini adalah kesaksian yang paling menonjol. Adalah Xing-Xing yang sejak usia muda telah mengenal ganja. Orang tuanya telah
meninggal. Semuanya itu bermula dari coba-coba. Sekali coba, akibatnya sampai 20 tahun lamanya. Karena konsumsi ganja yang sudah kelewat batas membuat Xing-Xing terjun bebas dari lantai 15 suatu apartement dan menimpa
sebuah mobil (foto mobil yang penyok berat di bagian atasnya diperlihatkan). Ada 7 bagian tubuh yang tulangnya sudah hancur. Selama 2 bulan ia koma dan ada di rumah sakit selama 10 bulan. Selama 10 bulan itu ada seorang
dokter yang dengan setia membacakan Alkitab dan setiap hari berdoa untuk dia. Dan akhirnya ia menerima Tuhan. Sepulang dari RS ia diantar dokter tadi ke Break Through Mission. Di sana dengan mujizat Tuhan yang luar biasa ia
disembuhkan, walaupun ia harus merelakan kedua kakinya lumpuh. Yang menggembirakan, Break Through sekarang ada di Indonesia dengan nama Break Through Indonesia yang semua tenaga ahlinya didatangkan langsung dari Singapura. Tuhan telah menggerakkan hati seorang James Riady ( anak dari Mochtar Riady, Chairman Lippo Group Bank ) untuk menyumbangkan sebidang tanah di Bukit Sentul, Jakarta seharga $2.000.000 Singapura dengan kapasitas 100 orang. Break Through Mission membentuk vokal grup beranggotakan 7 orang dengan nama B7 dan saat ini sedang mempersiapkan album mereka yang ke 3 dan 4. Perlu diketahui kesemua lagu-lagu tersebut dari album 1-4 diciptakan sendiri oleh para personelnya.
Hari Senin ini ( tgl 24 Maret ) jam 14.30 mereka berangkat ke Bogor untuk rekaman album ke 3 dan 4 dan harus selesai sebelum tanggal 29 karena tanggal itu merupakan batas terakhir mereka di Indonesia setelah 1.5 bulan. Dan seluruh perjualan kaset dan CD-nya, mereka
akan sumbangkan ke Break Trough Indonesia.
Saya mempunyai brosur ( dalam terjemahan Indonesia )dan CD tentang kesaksian mereka + sebagian dari lagu-lagunya ( dalam bahasa Mandarin ). Bila ada diantara teman-teman yang ingin membantu teman Anda yang kebetulan pecandu
Narkoba dan ingin tahu lebih lanjut, saya siap meminjamkan nya. Perlu diketahui Break Through Mission tidak memungut biaya se-sen-pun. Semoga info ini dapat sedikit membantu mengurangi saudara-saudara kita yang kecanduan.
Mari kita dukung dalam doa untuk Break Through Mission dan Break Through Indonesia. Mari kita jadikan negeri ini bebas dari Narkoba. Puji Tuhan dan seluruh kemuliaan hanya bagi Dia. Amen.

"The LORD bless you and keep you;
the LORD make his face shine upon you
and be gracious to you;
the LORD turn his face toward you
and give you peace."

#3274 From: "pt-twr" <pt-...
Date: Wed Apr 30, 2003 6:54 am
Subject: When No One Is Looking
"pt-twr" <pt-...
Send Email Send Email
 
From: Rusli Kurniawan

"Talents and charisma can take you to the top, but only character can keep you there..."

When No One Is Looking
By Sidney Mohede

On my desk di kantor, aku menulis sebuah quote (kutipan) di secarik kertas yang berbunyi begini, "Talents and charisma can take you to the top, but only character can keep you there..." (Bakat dan kharisma dapat membawamu ke
puncak kesuksesan, namun hanya karakter yang dapat mempertahankan kesuksesanmu). Aku ingat banget pertama kali aku baca kutipan tersebut di sebuah buku dan it really spoke to me in a powerful way.
Seringkali kita berpikir bahwa di dunia ini, hanya orang-orang yang berbakat atau mempunyai 'kharisma' yang khusus yang dapat meraih kesuksesan. Ini berlaku untuk anak-anak muda juga. Kita sering kan merasa cemburu dengan bakat teman-teman kita yang kayaknya kok 'serba bisa' dan populer dengan semua orang-orang!
Orang-orang ini kayaknya seperti sebuah 'magnet' keberhasilan, dan apapun yang mereka sentuh pasti berhasil.
Ehm, coba lihat aja, aku yakin banyak dari kita yang pernah terlintas pemikiran seperti ini, "Andaikan aku punya bakat bernyanyi seperti dia, pasti aku sudah buat album yang terjual berjuta-juta copy!" atau, "Wah, coba aku secantik dia, pasti aku sudah menjadi juara covergirl dan menjadi model internasional!".
Ehm, mungkin yang lebih rohani, "Kalo aku mempunyai urapan yang sedahsyat dia, pasti aku akan dipakai Tuhan secara dahsyat dalam pelayananku!" Hmmmm...

Let's look at the meaning of these words. Talents (bakat) di dalam kamus
arti seperti ini: sesuatu kemampuan alami dalam melakukan sesuatu dengan
baik. Jadi seseorang yang bisa bermain musik dari kecil (secara alami) akan dibilang anak yang 'berbakat'. Atau seseorang yang mempunyai 'bakat' memasak adalah seseorang yang memang secara alami mempunyai kemampuan untuk memasak. (Dan makanannya memang terbukti enak!
Kalo nggak enak yach, berarti nggak berbakat dong! Haha...). Now the word
charisma (kharisma) mempunyai arti: kualitas atau kemampuan seseorang untuk menarik perhatian, mempengaruhi atau menginspirasikan orang lain. Kharisma adalah 'magnet' yang membuat banyak orang menjadi tertarik dengan diri kita atau dengan apa yang kita lakukan. Nah, setelah berkeliling-keliling ke
berbagai negara dan kota, aku menemukan banyak sekali orang-orang yang
mempunyai dua kualitas ini dalam pelayanan. Coba liat aja di gereja kita
masing-masing, pasti kita akan banyak menemukan anak-anak muda yang berbakat dan penuh dengan kharisma! Mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini adalah salah satu orang-orang demikian, right? Ehm, memang sich, kalo dari segi apa yang di pandang atau di lihat, talenta dan kharisma adalah sesuatu yang bisa membawa kita ke 'puncak kesuksesan'. (Siapa yang nggak mau punya suara seperti Celine Dion, bisa bermain gitar seperti Steve Vai, bermain basket seperti Michael Jordan, atau mempunyai kharisma seperti Bung Karno?).
Yes, talents and charisma can definitely take you to the top! Banyak orang
menjadi sukses, makmur dan populer berkat bakat dan kharisma mereka. And
yet, we always have to remember an important factor. Tanpa karakter dan
'integritas', kesuksesan kita dalam kehidupan akan menjadi semu dan kosong.

Let's stop a minute and think about this for a second. Don't get me wrong
lho, bukan berarti aku tidak percaya bahwa Tuhan bisa melakukan mukjizat
yang membuat seseorang di penuhi oleh kuasa dan meraih kemenangan/ keberhasilan dalam kehidupan kita. Aku sangat yakin dan percaya bahwa Tuhan kita dapat melakukan 'apa saja' kepada 'siapa saja' menurut kehendak
Nya. Talenta yang Tuhan tanamkan dalam kehidupan kita adalah sekedar
'alat' untuk menunjukkan dan mengembangkan potensi kita kepada panggilan
Ilahi kita, iya kan? Tetapi alat kan hanya dipakai untuk mencapai sesuatu
tujuan, bukan? Jadi bukan talenta/ bakatnya yang kita kejar, namun tujuan
akhirnya bukan? Yach, aku sering banget ketemu orang-orang yang mempunyai talenta yang hebat, namun kalo dilihat dari kelakuan dan 'karakter-nya', ternyata orang ini tidak se-'hebat' yang kuduga.

Nah, kalo begitu, apa sich 'karakter' itu? Ehm, aku sering menyebut karakter
seseorang sebagai 'integritas' orang itu. Nah, integritas adalah 'who you
are when NO ONE is looking'. (Siapa diri kita pada saat tidak ada orang yang
melihat diri kita). Jelas kan? Pada saat kita lagi rame-rame, ngumpul
bareng-bareng teman-teman, atau mungkin lagi kebaktian atau KKR, kita bisa
aja bertingkah laku seperti 'normal' (menurut pandangan orang-orang lho).
Namun, integritas dan karakter kita seringkali di uji pada saat nggak orang
di sekeliling kita! Pada saat kita sedang sendirian dirumah, atau di kamar,
dan kita 'tergoda' untuk melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati
Tuhan (hmm, you know what I'm talking about!). Nah, pada saat itulah integritas
kita di uji. Kita sering lupa, bahwa meskipun tidak ada orang di sekeliling
kita, namun Tuhan kita tetap bisa melihat segala perbuatan kita! Iya kan?
Integritas dari karakter kita terbentuk pada saat ini kita konsisten dengan
perbuatan (action) kita dan nurani kita (inner conviction). Kita semua tidak dilahirkan dengan integritas yang berkualitas seperti itu. Integritas dan karakter hanya bisa didapati melalui pengalaman-pengalaman dan keputusan-keputusan yang tepat, yang tidak terpengaruh dengan orang-orang yang 'melihat' perbuatan kita.
These decisions are our OWN decisions. Kalau kita memahami ini, dan kita belajar untuk menjadi orang-orang yang berkarakter dan mempunyai integritas yang tinggi, kita akan lebih bisa mempertahankan 'kesuksesan' kita, apapun
'sukses' kita itu. Baik itu dalam pelayanan, menjalin hubungan,  bersekolah,
berteman, dan bekerja. Buatlah 'keputusan-keputusan' dan 'tindakan-tindakan'
yang menyenangkan hati Tuhan, terutama pada saat-saat tidak ada orang yang
melihat kita. Itulah saat-saat karakter kita di bangun dan dibentuk.

Sebab itu, meskipun kita nggak mempunyai bakat yang hebat atau karisma yang memukau, jangan berkecil hati. Mari kita fokuskan kehidupan kita untuk
membangun karakter dan integritas kita, di hadapan Allah Bapa, dihadapan
generasi kita, dan di hadapan diri kita sendiri! Sebelum kita bisa menjadi contoh bagi generasi muda disekeliling kita, kita harus bisa menjadi 'contoh' bagi diri kita sendiri! Aku jamin, kita akan lebih bisa mempertahankan kesuksesan kita!

"Don't let anyone look down on you because you are young, but set an example
for the believers in speech, in life, in love, in faith and in purity" (1 Tim 4:12)


"The LORD bless you and keep you;
the LORD make his face shine upon you and be gracious to you;
the LORD turn his face toward you and give you peace."

#3275 From: "pt-twr" <pt-...
Date: Wed Apr 30, 2003 11:48 am
Subject: e-JEMMi - Edisi 06-17#2003 -- Pelayanan Luis Palau
"pt-twr" <pt-...
Send Email Send Email
 
From: e-JEMMi SABDA@...>

~~ EDITORIAL ~~

   Salam dalam kasih Kristus.

   Minggu ini kita akan menyajikan sebuah kesaksian pelayanan
   penginjilan yang sangat menarik yang dilakukan oleh Luis Palau.
   Kerinduan Luis Palau yang kuat untuk menjangkau Amerika Latin agar
   orang-orang di sana dapat mendengar berita Injil telah mengantarnya
   menjadi salah satu penginjil yang sangat efektif di dunia saat ini.
   Bagaimana Allah mengubah kehidupan di masa remajanya? dan bagaimana
   ia memulai pelayanan penginjilannya? Jawaban dari pertanyaan- pertanyaan tersebut dapat Anda simak dalam sajian Tokoh Misi dalam edisi ini.

   Untuk melengkapi sajian minggu ini, kami juga mengulas tentang situs
   yang dikelola oleh tim Luis Palau yaitu "Luis Palau Evangelistic
   Association" (LPEA) dan milis renungan "Healthy Habits". Harapan
   kami pembaca e-JEMMi akan semakin mengenal penginjil yang banyak
   mempengaruhi kemajuan pelayanan penginjilan bagi masyarakat Amerika
   Latin ini. Kiranya sajian minggu ini juga dapat mendorong kita untuk
   melihat kondisi di sekitar kita masing-masing dan mempunyai
   kerinduan untuk menjadi "penuai-penuai jiwa" di wilayah kita.

   Selamat menjadi penuai-penuai jiwa!
   Redaksi e-JEMMi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ TOKOH MISI ~~

                               LUIS PALAU
                               ==========

   Luis Palau termasuk salah satu penginjil efektif di dunia saat ini.
   Pria berkebangsaan Argentina ini diperkirakan telah menginjili tiga
   juta orang lebih di 40 negara. Palau juga dianggap sebagai "Billy
   Graham of Latin America" -- karena sama seperti Billy Graham, Palau
   melakukan pelayanannya melalui radio dan televisi. Pengaruhnya di
   Amerika Latin sungguh luar biasa. Tujuannya adalah ketiga Republik
   di Amerika Latin bisa mendengar berita Injil semasa hidupnya.

   Luis Palau dilahirkan di Argentina pada tahun 1934. Dia dibesarkan
   dalam keluarga Kristen. Sejak kecil, ibunya selalu membacakan
   cerita-cerita misionari dan hal itu telah menarik perhatian Palau
   tentang pentingnya penginjilan dunia. Namun saat menginjak dunia
   remaja, Palau jarang ke gereja dan menyukai "kehidupan duniawi".
   Pada saat diadakan Carnival Week di tahun 1951, Palau mengadakan
   "pembersihan hidup" dan mendedikasikan hidupnya untuk melayani
   Allah. Sejak saat itu, dia berhenti merokok, meninggalkan
   keanggotaannya dalam University Club, tidak berlangganan lagi
   majalah sepakbola, dsb. Palau memulai hidupnya untuk mempelajari
   Alkitab dan berdoa selama berjam-jam. Dia mengikuti "gospel
   preaching night" setiap Kamis malam di gereja Brethren. Pemimpin
   persekutuan ini memberikan tugas dan melatih setiap anggota
   kelompoknya untuk menyampaikan renungan setiap kali pertemuan.
   Lalu pemimpin itu memberikan kritik dan masukan. Hal ini merupakan
   latihan yang bagus bagi Palau.

   Keterlibatan Luis Palau yang pertama kali dalam penginjilan pribadi
   ketika dia diberi kepercayaan untuk memimpin sebuah kelompok
   persekutuan anak laki-laki berusia 12 tahun. Dia merasakan bagaimana
   rasanya memenangkan jiwa ketika dua anak dalam kelompoknya menerima
   Kristus. Hal ini memantapkan dia untuk semakin terlibat dalam
   pelayanan penginjilan seumur hidupnya.

   Namun karena kematian ayahnya, Palau harus memenuhi kebutuhan ibu
   dan kelima saudara perempuannya. Dia menjadi pegawai bank yang
   banyak menyita waktunya. Meskipun demikian, di tengah-tengah waktu
   luang yang dimilikinya, Palau masih terlibat dalam pelayanan
   penginjilan. Dia bersama dengan dua orang pemuda memulai program
   radio harian dan membeli sebuah tenda sebagai tempat persekutuan.
   Dalam persekutuan ini, Palau bertindak sebagai pengajar Alkitab dan
   teman-temannya menjadi penginjil. Kunci utama dari pelayanan
   penginjilan yang mereka lakukan adalah doa. Palau dan rekan
   sekerjanya mengadakan kontak doa setiap hari pada pukul 05.00 pagi
   dan pada setiap Jumat malam. Namun di tengah-tengah kehidupan
   rohaninya itu, ada saat-saat dimana dia merasakan "kekosongan" dalam
   hatinya. Di saat hendak menyerah, dia berusaha supaya keinginannya
   sendiri tidak menghalangi pemberitaan tentang kasih Allah dan
   keselamatan kepada orang-orang yang membutuhkan.

   Palau sangat dipengaruhi oleh pelayanan Billy Graham dan kehidupan
   Wesley, Whitefield, Finney, Moody, dan Sunday. "Mimpi saya setelah
   banyak mendalami Alkitab dan berdoa adalah supaya orang-orang
   Amerika Latin bisa dijangkau dan mengenal Kristus."

   Palau meninggalkan pekerjaannya di bank saat dia bertemu dengan
   misionaris perwakilan dari Overseas Crusades (OC) yang memintanya
   untuk melayani bersama OC. Tahun 1960, dia diundang Ray Stedman ke
   Amerika Serikat untuk mengikuti pelatihan Alkitab di "Multnomah
   School of the Bible" di Portland, Oregon. Di tempat ini dia juga
   bertemu dengan istrinya, Pat Scofield. Setelah menyelesaikan
   pelatihan di "Multnomah", Palau bersama dengan Pat pergi ke Detroit
   untuk mengikuti pelatihan misionaris sebagai persiapan bagi
   pelayanan mereka dengan OC di Kolombia. Mereka juga berkesempatan
   untuk terlibat dalam pelayanan Billy Graham di Fresno, California,
   dimana Palau menjadi interpreter dalam bahasa Spanyol bagi khotbah-
   khotbah Billy Graham. Kemudian mereka pergi ke Costa Rica dimana Pat
   mengikuti sekolah bahasa. Tahun 1964 keduanya berangkat ke Kolombia
   sebagai misionaris.

   Meskipun menyadari bahwa dia "diharapkan untuk menjadi misionaris
   reguler, melatih penduduk dalam pelayanan penginjilan dan perintisan
   gereja", Palau melihat pelayanannya sebagai batu loncatan dan ajang
   pelatihan bagi pelayanan penginjilan di masa depan. Pelayanannya
   melibatkan gereja lokal, orang-orang awam yang dilatih untuk
   melakukan penginjilan dan perintisan gereja dimana mereka diharapkan
   bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan gereja. Untuk mendukung
   penginjilan kaum awam, Palau bersama dengan para misionaris OC
   mengadakan penginjilan di jalan-jalan -- pelayanan yang seringkali
   ditentang oleh pegawai pemerintah dan penganut Katolik Roma. Tahun
   1965, untuk pertama kalinya Palau mengadakan penginjilan sekota di
   sebuah gereja Presbiterian. Setelah penginjilan tersebut, Palau
   merintis pelayanan konseling melalui televisi bekerja sama dengan
   HCJB di Quito, Ekuador.

   Pelayanan televisi dan juga pelayanan penginjilan yang dilakukan
   Palau di Kolombia semakin memperkuat keinginannya untuk menjadi
   penginjil full-time yang menjangkau Amerika Latin. Tahun 1966, saat
   Palau memikirkan untuk melepaskan diri dari pelayanan OC dan menjadi
   penginjil independen, dia diminta oleh Dick Hillis, pendiri dan
   direktur OC, untuk pergi ke wilayah Meksiko. Palau diminta untuk
   melayani sebagai direktur lapangan dan mengembangkan tim penginjilan
   bagi pelaksanaan KKR di masa depan. Sebelum pergi ke Meksiko, Palau
   menggunakan kesempatan untuk mengadakan KKR besar pertamanya di
   Bogota, Kolombia. Ada sekitar 20.000 orang menghadiri KKR tersebut
   dan berratus-ratus pengunjung membuat keputusan untuk menjadi
   pengikut Kristus.

   Menjelang tahun 1968 Palau tiba di Meksiko. Bersama dengan dua
   misionaris OC, Palau mengadakan 14 KKR di Meksiko. KKR terbesar
   dihadiri oleh sekitar 30.000 orang dan sekitar 2.000 orang
   memutuskan untuk menjadi murid Yesus. Dari Meksiko, Palau dan timnya
   pergi ke El Salvador, Honduras, Paraguay, Peru, Venezuela, dan
   negara-negara lain di Amerika Latin, untuk mengadakan KKR yang
   menarik kehadiran 100.000 orang. Perintisan gereja tetap menjadi
   tujuan utama. Sebagai hasilnya, gereja-gereja Injili pun berdiri
   kemana pun mereka pergi.

   Sepanjang tahun 1970, pelayanan KKR Luis Palau terus berkembang.
   Palau meneruskan pelayanannya bersama OC dan pada tahun 1976 - 1978,
   dia menjadi Presiden OC. Menjadi presiden bagi sebuah pelayanan misi
   yang bermarkas di Amerika Utara bukanlah tugas yang mudah.
   Akhirnya pada tahun 1978, Palau mengundurkan diri dari OC dan mendirikan
   organisasinya sendiri: Luis Palau Evangelistic Team. Pelayanannya
   ini membawanya ke berbagai tempat seperti di Glasgow, Scotland, dan
   Madison, Wisconsin. Meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan di
   Amerika Latin, Palau tidak dapat lagi membatasi pelayanannya di satu
   wilayah. Sekarang semua negara di dunia telah menjadi ladang misi baginya.

   Diterjemahkan dan diringkas dari salah satu artikel di:
   Judul Buku: From Jerusalem to Irian Jaya
                  -- A Biographical History of Christian Missions
   Penulis   : Ruth A. Tucker
   Halaman   : 449 - 452

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

 LUIS PALAU EVANGELISTIC ASSOCIATION
==>    
http://www.gospelcom.net/lpea/
==>     http://www.palau.org/
   Jumlah orang yang hadir dalam pelayanan penginjilan Luis Palau telah
   memecahkan rekor di Amerika Serikat, Amerika Latin, dan di beberapa
   bagian lain di dunia. Festival-festival "Great music, Good News"
   yang ditujukan bagi kaum muda telah menarik puluhan ribu pemuda dan
   keluarganya untuk mendengar Injil.

   Memasuki dekade keempat dalam pelayanan KKR penginjilannya, Luis
   Palau telah berkhotbah di hadapan ratusan juta orang di 104 negara
   melalui siaran-siaran televisi dan radio. Mereka juga mengadakan
   penginjilan pribadi kepada 15 juta orang di 69 negara.

   Dalam situs LPEA, Anda bisa menemukan banyak informasi seputar
   pelayanan penginjilan yang dilakukan Luis Palau bersama timnya.
   Beberapa bagian yang ada dalam situs ini antara lain:

   Evangelistic Association Real Audio Messages
   ==>  
http://www.gospelcom.net/lpea/ra/international.shtml

   Resources   ==>   http://www.gospelcom.net/lpea/resources.shtml

   Festival Training   ==>   http://www.gospelcom.net/lpea/vmk/training.shtml

   Testimonies   ==>   http://www.gospelcom.net/lpea/testimonies.shtml

   Publishing   ==>   http://www.gospelcom.net/lpea/subpublishing.shtml

   Television   ==>   http://www.gospelcom.net/lpea/subtelevision.shtml

   Radio   ==>   http://www.gospelcom.net/lpea/subrealaudio.shtml

   Articles   ==>  http://www.palau.org/articles

 HEALTHY HABITS dari LPEA
==>    
http://www.palau.org/subscription.shtml  [subscribe online]
        
habits-subscribe@...>   [subscribe via email]
   "Healthy Habits" merupakan bagian dari serial renungan dan buku
   "Healthy Habits for Spiritual Growth" yang ditulis oleh Luis Palau.
   Renungan elektronik mingguan yang dikirimkan secara gratis ini, juga
   bisa diakses secara online di alamat URL di atas. Renungan tersebut
   menjelaskan tentang prinsip-prinsip Alkitab yang dapat Anda terapkan
   sehingga dapat mengubah kehidupan pribadi orang-orang yang membacanya. Setiap renungan "Healthy Habits" yang terkirim selalu disertai bagian 'untuk Direnungkan' dan 'untuk Diterapkan' yang bisa Anda lakukan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~

 A M E R I K A   S E R I K A T
   Luis Palau Evangelistic Association (LPEA) melaporkan tentang acara
   "BeachFest" di Fort Lauderdale, Florida, pada tanggal 22 - 23 Maret.
   Perwakilan dari LPEA, Kevin Palau, mengatakan,
      "Kami telah menyaksikan 300.000 orang menghadiri peristiwa
      tersebut. Karena itu, festival ini merupakan festival terbesar
      di Amerika Serikat yang pernah dilakukan oleh LPEA. Sungguh
      mengherankan. Kami melihat sekumpulan besar orang dari berbagai
      etnis. Ribuan orang memberikan respon terhadap Injil."
   Palau percaya bahwa perang di Irak telah menjadi kunci dari
   kesuksesan tersebut.
      "Respon-respon yang diterima disebabkan karena sebagian besar
      orang mulai memikirkan tentang masalah-masalah kekekalan."
   Sumber: Mission Network News, March 25th, 2003
   * Berdoa agar pelayanan "BeachFest" dari LPEA bisa dilanjutkan ke
     wilayah-wilayah lain untuk mengundang lebih banyak orang mendengar
     berita Injil.
   * Doakan follow-up yang akan dilakukan LPEA dan doakan juga untuk
     para konselor yang akan melayani ribuan petobat baru.

 A F G H A N I S T A N
   Sementara perhatian dunia terfokus pada kondisi di Irak, ada seorang
   penginjil yang berkunjung ke Afghanistan. Dia adalah Sammy Tippit
   yang baru saja menyelesaikan pelayanan doa syafaat di negara ini.
   Ia mengatakan bahwa negara ini membutuhkan uluran tangan saudara-
   saudara seiman.
      "Negara ini kekurangan pangan. Negara ini perlu restorasi dan
      rekonstruksi untuk semua infrastruktur yang ada. Kami
      memperhatikan bahwa Taliban telah secara terang-terangan
      menghancurkan sekolah, rumah sakit, dan wilayah-wilayah yang
      membutuhkan banyak bantuan."
   Tippit mengatakan bahwa dia bersukacita saat menjumpai suatu
   jaringan Kristen di Afghanistan meskipun mereka harus mengadakan
   persekutuan di bawah tanah. Tippit merencanakan untuk menolong mereka.
      "Kami berharap akan dapat mengembangkan siaran radio di negara
      ini untuk menayangkan khotbah-khotbahnya. Juga, kami ingin dapat
      mensharingkan tentang sukacita Injil kepada orang-orang Kristen
      di Afghanistan dan memuridkan mereka. Selain itu, kami
      merencanakan untuk menyediakan bahan-bahan penginjilan dan
      pelatihan kepemimpinan."
   [Pelayanan di Afganistan ini merupakan follow-up dari pelayanan
   Sammy Tippit Ministries di Asia Tengah yang diulas dalam edisi minggu lalu.]
   Sumber: Mission Network News, April 22nd, 2003
   * Bersyukur atas jaringan komunitas Kristen yang telah ada di
     Afghanistan. Doakan agar mereka dapat terus bertumbuh di tengah-
     tengah lingkungan yang kurang menguntungkan mereka ini.
   * Berdoa juga untuk pelayanan tim Sammy Tippit dalam melakukan
     pelayanan penginjilan di Afghanistan. Doakan agar harapan mereka
     untuk menyediakan bahan penginjilan dan pelatihan kepemimpinan
     bisa segera terlaksana dan dapat dipakai untuk memajukan
     kekristenan di Afghanistan.

 C I N A
   * Berdoa bagi jajaran kepemimpinan baru pemerintah RRC yang diangkat
     bulan Maret yang lalu, agar dapat lebih terbuka bagi kekristenan.
     Doakan agar mereka bisa melihat bahwa kekristenan tidak anti
     pemerintahan, tetapi justru bisa membawa berkat bagi negara ini.

   * Doakan keselamatan dalam mengantarkan Alkitab dan literatur ke
     berbagai lokasi yang berbeda, mengingat bahwa kebanyakan propinsi
     di Cina makin memperketat pengawasan dan melakukan
     pemeriksaan di tempat-tempat tertentu.

   * Doakan misi penjangkauan keluar yang diprakarsai oleh gereja-
     gereja setempat. Salah satu jaringan (gereja rumah) mengirimkan
     tiga pasang suami-istri dalam setahun untuk menjadi misionaris.
     Doakan keselamatan para misionaris ini. Berdoa agar pelayanan
     mereka bisa berbuah untuk merintis gereja baru dan menghasilkan
     pemimpin yang matang.

   Sumber: Buletin Doa "Pintu-pintu Terbuka", Edisi April - Mei 2003,
            Vol.6, No.2

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~

 Puncak Doa Puasa Fokus 40/400 dan "National Prayer Conference"
   --------------------------------------------------------------

   Beberapa hari lagi Doa Puasa Fokus 40/400 akan mencapai puncaknya.
   Doa Puasa Fokus 40/400 ini (2 April - 11 Mei 2003) merupakan doa
   puasa selama 40 hari untuk menuju transformasi di 400 kota di
   Indonesia dan juga sebagai persiapan menjelang diadakannya "National
   Prayer Conference" (12 - 15 Mei 2003). Bagi pembaca e-JEMMi yang
   rindu untuk terlibat dalam doa puasa atau 'conference' ini, masih
   ada kesempatan. Oleh karena itu, berikut ini kami sajikan sebagian
   dari pokok-pokok Doa Puasa Fokus 40/400. Bagi Anda yang menginginkan
   versi lengkapnya, silakan menghubungi:
endah@...>

     DOA PUASA 40 HARI MENUJU TRANSFORMASI DI 400 KOTA DI INDONESIA
     ======================================
(2 April - 11 Mei 2003) dan PERSIAPAN NATIONAL PRAYER CONFERENCE == (12 - 15 Mei 2003)

1. Pokok Doa Hari ke: 1, 11, 21, 31 -- Para Pemimpin Gereja
    * Doakan agar para pemimpin gereja/para gembala sidang mau memulai
      membangun hubungan satu dengan yang lain dalam kerendahan hati
      untuk dapat saling menghargai, mendengarkan, dengan menanggalkan
      kebanggaan denominasi dan bergerak dalam kesatuan doa bersama.
    * Terjadi rekonsiliasi dan restitusi diantara para pemimpin gereja.

2. Pokok Doa Hari ke: 2, 12, 22, 32 -- Kesatuan Tubuh Kristus
    * Doakan agar gereja-gereja di seluruh Indonesia mempunyai rasa
      saling membutuhkan satu dengan yang lain, berjejaring, dan gereja
      yang satu menganggap gereja yang lain lebih utama (kerendahan
      hati) dan mulai saling memberkati dengan saling mendoakan,
      fellowship, rekonsiliasi, dsb.
    * Masing-masing gereja menjalankan fungsinya dalam tubuh Kristus
      dan tetap menghargai perbedaan non esensial diantara anggota
      tubuh Kristus dan melihatnya sebagai kekayaan bukan ancaman.

3. Pokok Doa Hari ke: 3, 13, 23, 33 -- Situasi Bangsa dan Pemerintahan
    * Presiden Ibu Megawati, Wakil Presiden Bapak Hamzah Haz agar dapat
      memimpin bangsa dengan hikmat dan takut akan Tuhan dan berani
      menyatakan keadilan.
    * Doakanlah perkembangan demokrasi di tengah-tengah bangsa ini,
      agar hak-hak sipil dan keadilan benar-benar ditegakkan dan
      dirasakan oleh seluruh masyarakat.

4. Pokok Doa Hari ke: 4, 14, 24, 34 -- National Prayer Conference
                                        (tanggal 12 - 15 Mei 2003)
    * Kesatuan dan kesehatian panitia yang berasal dari berbagai
      organisasi gereja maupun dari kalangan pengusaha serta kesiapan
      panitia dalam acara ini.
    * Para pembicara baik dari dalam Negeri dan Luar Negeri agar diberi
      pewahyuan dari Allah untuk menyatakan isi hati Tuhan.
    * Para peserta dari dalam negeri (daerah-daerah/luar kota), dan
      luar negeri. Jumlah seluruhnya diharapkan 15.000 peserta.
    * Doakan pada tanggal 16 Mei 2003 akan diselenggarakan doa serentak
      di 400 kota pada pukul 18.00 - 21.00 WIB.

5. Pokok Doa Hari ke: 5, 15, 25, 35 -- Fasilitator Jaringan Doa Sekota
    * Mobilisasi doa melalui pangkalan Doa dapat terus meluas dan
      mencapai sebanyak mungkin umat terlibat di dalamnya.
    * Agar fasilitator Jaringan Doa Sekota (JDS) tetap berpegang pada
      visi dan bisa mengimpartasikan ke seluruh anggota JDS-nya.

6. Pokok Doa Hari ke: 6, 16, 26, 36 -- Pelayanan Pekabaran Injil
    * Doakan pekabaran Injil di suku-suku yang tertutup bagi Injil.
      Doakan para pekabar Injil, pendoa misi, dan lembaga-lembaga yang
      menopang pelayanan misi tsb. agar terus berpegang pada visi yang
      telah diberikan oleh Tuhan dan tetap tegar dalam menghadapi
      segala tantangan, rela membayar harga.
    * Doakan pekabaran Injil di perkotaan dengan cara penjangkauan anak
      jalanan, gelandangan. Doakan program-program yang telah dilakukan
      seperti pendidikan, moral, spiritual dan kesehatan. Doakan agar
      para pelayannya melayani mereka dengan kasih.

7. Pokok Doa Hari ke: 7, 17, 27, 37 -- Komitmen Umat Tuhan bagi
                                        Transformasi Bangsa
    * Setiap pribadi siap ditransformasi oleh Tuhan -- siap dibentuk,
      diubahkan, dan dimurnikan.
    * Doakan agar gereja Tuhan dapat menjadi terang bagi bangsa yang
      membawa dampak bagi lingkungan/kelompok, kota bahkan bangsa.

8. Pokok Doa Hari ke: 8, 18, 28, 38 -- Orang-orang yang Ada di
                                        Market Place [Dunia Sekuler]
    * Bangkitnya pemimpin masa depan di berbagai bidang.
    * Pemulihan di berbagai bidang keluarga, gereja, pemerintahan, dll.

9. Pokok Doa Hari ke: 9, 19, 29, 39 -- Lumbung Tuaian
    * Gereja supaya keluar dari tembok gereja untuk pergi ke masyarakat
      luar: menjadi berkat bagi kota.
    * Seluruh umat Tuhan baik hamba Tuhan, pengerja, maupun jemaat
      memiliki hati penuh belas kasihan terhadap masyarakat
      prasejahtera dan yang tidak pernah dipandang oleh masyarakat.

10. Pokok Doa Hari ke: 10, 20, 30, 40 -- Follow Up dari Pelaksanaan
                                          National Prayer Conference
     * Semakin kuatnya jaringan-jaringan doa di 400 kota di Indonesia,
       bahkan lebih.
     * Bangkitnya kegerakan doa di seluruh Indonesia yang tidak
       terbatas dengan adanya Menara Doa dan Konser Doa.

   Sumber:
   Judul Buku: Fokus 40/400 -- Doa Puasa 40 Hari Menuju Transformasi
                               di 400 Kota di Indonesia
   Penerbit   : National Prayer Conference
   Sekretariat:
npc2003@...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

#3276 From: "Marcia Sitompul" <marc_sit@...>
Date: Wed Apr 30, 2003 12:25 am
Subject: National Prayer Conference 2003
marc_sit
Offline Offline
Send Email Send Email
 

FYI.....

Marcia Sitompul

NATIONAL PRAYER CONFERENCE

FOKUS 40/400
DOA PUASA 40 HARI MENUJU TRANSFORMASI DI 400 KOTA DI INDONESIA ; 2 APRIL - 11 MEI 2003

NATIONAL PRAYER CONFERENCE - NPC                

KONFERENSI DOA NASIONAL MENUJU TRANSFORMASI INDONESIA 2005 ; 12-15 MEI 2003 (Istora Senayan), 16 Mei 2003 (Stadion Bung Karno)

INDONESIAKU ; KESATUAN UMAT MENUJU TRANSFORMASI BANGSA

Kata Pengantar

National Prayer Conference (NPC) tanggal 12 - 16 Mei 2003 di Jakarta merupakan suatu terobosan rohani yang terbesar, karya Allah melalui umat-Nya menuju Transformasi Bangsa.

Doa puasa selama 40 hari dari tanggal 2 April - 11 Mei 2003 akan dilakukan serentak di 400 kota merupakan peperangan rohani tingkat strategis serta tindakan konkrit umat Tuhan dalam kesatuan untuk menyatakan pertobatan sejati, sehingga Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya atas bangsa Indonesia.

"Berkatalah aku kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: "Pekerjaan ini besar dan luas, dan kita terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain. Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita !" (Nehemia 4:19-20)

Buku ini disusun sebagai pedoman umat Tuhan di rumah, kelompok doa ataupun ibadah Jemaat dan dapat dimodifikasi/disesuaikan dengan situasi/ kondisi di daerah masing-masing.

Target yang diharapkan:

1. Para fasilitator kota mengadakan doa bersama setiap hari selama 40 hari yang melibatkan seluruh gereja/umat Tuhan sekota (II Taw 7:14)

2. Konser Doa bersama berkumpul di suatu tempat pada tanggal 16 Mei 2003, dengan pokok doa yang sama di seluruh Indonesia.

Panitia NPC informasi: (021) 573-1652, 573-1870

========================================

1.Hari ke: 1, 11, 21, 31

"Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. " (Wahyu 5:8)

Doakan Para Pemimpin Gereja

  • Doakan agar para pemimpin gereja / para gembala sidang mau memulai hubungan satu dengan yang lain dalam kerendahan hati untuk dapat saling menghargai, mendengarkan, dengan menanggalkan kebanggaan denominasi dan bergerak dalam kesatuan doa bersama.
  • Terjadi rekonsiliasi dan restitusi di antara para pemimpin gereja.
  • Terjadi kesatuan di antara hamba-hamba Tuhan dari berbagai denominasi dan mereka bergandengan tangan dengan komitmen dalam kasih sejati, sehingga berkat Allah tercurah (Mazmur 133) dan pusat-pusat kekuatan iblis dihancurkan (Lukas 11:14-23).
  • Kemenangan terjadi karena ada persatuan !
  • Munculnya suara kenabian di antara para pemimpin gereja.

========================================

2.Hari ke: 2, 12, 22, 32

Doakan Kesatuan Tubuh Kristus

  • Doakan agar gereja-gereja di seluruh Indonesia mempunyai rasa saling membutuhkan satu dengan yang lain, berjejaring, dan gereja yang satu menganggap gereja lain lebih utama (kerendahan hati) dan mulai saling memberkati dengan saling mendoakan, fellowship, rekonsiliasi, dsb.
  • Tiap-tiap gereja tidak meninggikan organisasinya masing-masing tetapi membangun Kerajaan Allah.
  • Masing-masing gereja menjalankan fungsinya dalam tubuh Kristus dan tetap menghargai perbedaan non esensial di antara anggota tubuh Kristus dan melihatnya sebagai kekayaan bukan ancaman.

Data Jumlah Organisasi Gereja di Indonesia:

  • Anggota PGI = 79 denominasi
  • Anggota PII = 81 denominasi dan 117 Yayasan

"... supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku..." (Yohanes 17:22-23)

========================================

3.Hari ke: 3, 13, 23, 33

Doakan Situasi Bangsa dan Pemerintahan

  • Presiden Ibu Megawati, Wakil Presiden Bapak Hamzah Haz agar dapat memimpin bangsa dengan hikmat dan takut akan Tuhan dan berani menyatakan keadilan.
  • Konflik sosial antar suku, ras agama diberbagai tempat dan hancurkan roh kekerasan.
  • Doakan anggota parlemen (DPR) agar berani menyuarakan hati rakyat.
  • Doakanlah perkembangan demokrasi ditengah-tengah bangsa ini, agar hak-hak sipil dan keadilan benar-benar ditegakkan dan dirasakan oleh seluruh masyarakat.
  • Doakan TNI/POLRI agar kembali ke fungsi semula yaitu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjadi tulang punggung pertahanan dan keamanan.
  • Doakan calon-calon anggota DPR/MPR dalam pemilu yang akan datang.
  • Doakan masa-masa kampanye dan Pemilu supaya tertib dan berlangsung dengan aman.
  • Doakan Pemilu 2004 agar terpilih presiden yang takut akan Tuhan.

"... dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. " (II Taw 7:14)

========================================

4.Hari ke: 4, 14, 24, 34

Doakan National Prayer Conference

  • Kesatuan dan kesehatian panitia yang berasal dari berbagai organisasi gereja maupun dari kalangan pengusaha serta kesiapan panitia dalam acara ini.
  • Para pembicara baik dari dalam negeri dan luar negeri agar diberi pewahyuan dari Allah untuk menyatakan isi hati Tuhan.
  • Para peserta dari dalam negeri (daerah-daerah / luar kota), dan luar negeri. Jumlah seluruhnya diharapkan 15.000 peserta.
  • Publikasi lewat media radio, televisi, koran, dll agar dipakai Tuhan menjadi alat untuk memotivasi umat Tuhan untuk ambil bagian dalam NPC.
  • Doakan pada tanggal 16 Mei 2003 akan diselenggarakan doa serentak di 400 kota pada pukul 18.00 - 21.00 WIB.
  • Akomodasi, transportasi untuk peserta luar kota dan luar negeri.
  • Keamanan kota Jakarta dan negara Indonesia, dan cuaca yang cerah selama berlangsungnya acara tersebut.
  • Tempat berlangsungnya NPC dan Konser Doa, yaitu Istora Senayan dan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, tercipta atmosfir kehadiran Allah, dan alat-alat yang digunakan.
  • Pengurusan izin (acara, pembicara, media) dan pendaftaran peserta agar dapat berjalan dengan baik.

" Berkatalah aku kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: "Pekerjaan ini besar dan luas, dan kita terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain. Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita!" (Nehemia 4:19-20)

INDONESIAKU ; Kesatuan Umat menuju Transformasi Bangsa

========================================

5.Hari ke: 5, 15, 25, 35

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (I Kor.15:58)

Doakan Para Fasilitator Jaringan Doa Sekota

  • Mobilisasi doa melalui pangkalan Doa dapat terus menerus dan mencapai sebanyak mungkin umat terlibat di dalamnya.
  • Agar para fasilitator Jaringan Doa Sekota (JDS) tetap berpegang pada visi dan bisa mengimpartasikan ke seluruh anggota JDS-nya.
  • Doakan agar para fasilitator JDS bersatu dan berjejaring dengan fasilitator JDS lainnya dalam doa sehingga kesatuan tetap terjadi karena kesatuan mengalahkan serangan iblis.
  • Rekruitmen fasilitator jaringan doa yang dewasa rohani, memberi teladan yang baik lewat sikap, perkataan dan perbuatan serta mengerti visi kesatuan dan memiliki hati untuk bangsa.
  • Para fasilitator JDS menjadi pemersatu gereja-gereja yang ada di komunitas dan kotanya.

========================================

6.Hari ke: 6, 16, 26, 36

Doakan Pelayanan Pekabaran Injil

  • Doakan pekabaran Injil di suku-suku terabaikan yaitu suku-suku yang tertutup bagi Injil. Doakan para pekabar Injil, pendoa misi, dan lembaga-lembaga yang menopang pelayanan misi tersebut agar terus berpegang pada visi yang telah diberikan oleh Tuhan dan tetap tegar dalam menghadapi segala tantangan, rela membayar harga.
  • Doakan pekabaran Injil di perkotaan dengan cara penjangkauan anak jalanan, gelandangan. Doakan program-program yang telah dilakukan seperti pendidikan, moral, spiritual dan kesehatan. Doakan agar para pelayannya melayani mereka dengan kasih.
  • Doakan agar umat Tuhan memiliki hati untuk mendukung pekerjaan misi melalui doa, daya dan dana.
  • Doakan follow up dari jiwa-jiwa baru hasil pekabaran Injil, agar mereka bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
  • Doakan setiap misi penginjilan yang dilakukan oleh gereja atau lembaga pelayanan lainnya membawa dampak bagi umat Tuhan, yaitu membawa pertobatan yang sungguh-sungguh, pertumbuhan rohani, penyegaran / menguatkan yang lemah, dan semakin meneguhkan/menguatkan yang telah dewasa rohani.
  • Doakan agar mulai diterbitkannya Alkitab dalam bahasa daerah / suku terabaikan sehingga mereka dapat mempelajari dan mengenal Tuhan melalui pembacaan firman Tuhan setiap hari.
  • Doakan agar gereja-gereja mulai menjangkau dan menjawab kebutuhan suku-suku terabaikan ini dengan kasih dan perbuatan. 23 rumpun – 127 suku bangsa yang belum terjangkau di seluruh Indonesia.

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Matius 9:37-38)

========================================

7.Hari ke: 7, 17, 27, 37

" Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan Kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. " (Yesaya 60:1-2)

Doakan Komitmen Umat Tuhan Bagi Transformasi Bangsa

  • Setiap pribadi siap ditransformasikan oleh Tuhan. Dibentuk, diubahkan dan dimurnikan.
  • Gereja siap bayar harga bahkan tidak takut mengalami aniaya / penderitaan karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
  • Gereja / umat Tuhan peka akan gejala jaman dan terus hidup bergaul dengan Tuhan agar bisa mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan atas bangsa.
  • Agar gereja / umat Tuhan siap bayar harga demi terjadinya transformasi baik dana, daya, doa. Dan mempunyai hati yang berbelaskasihan bagi jiwa-jiwa di kota dan bangsa.
  • Doakan agar gereja Tuhan dapat menjadi terang bagi bangsa yang membawa dampak bagi lingkungan / kelompok, kota bahkan bangsa.

========================================

8.Hari ke: 8, 18, 28, 38

Doakan Orang-orang yang ada di Market Place [Dunia Sekuler]

Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" (Yoel 3:9-10)

  • Umat Tuhan diberi mandat untuk menguasai 7 wilayah supaya ditransformasi.
  • Bangkitnya 5 jawatan (rasul, nabi, penginjil, guru dan gembala) di berbagai bidang kemasyarakatan dan membapai kotanya.
  • Bangkitnya pemimpin masa depan di berbagai bidang.
  • Pemulihan di berbagai bidang keluarga, gereja, pemerintahan dll.
Wilayah Yang Dapat Kita Duduki Dalam Doa:
  • Politik
  • Perdagangan / Iptek
  • Olahraga, kesenian, hiburan, pemerintahan
  • Media
  • Gereja
  • Keluarga
  • Pendidikan

========================================

9.Hari ke: 9,19, 29, 39

" ... Supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! " (Yes 58:7)

Doakan Lumbung Tuaian

  • Gereja supaya keluar dari tembok gereja untuk pergi ke masyarakat luar: menjadi berkat bagi kota.
  • Seluruh umat Tuhan baik hamba Tuhan, pengerja, maupun jemaat memiliki hati penuh belas kasihan terhadap masyarakat prasejahtera dan yang tidak pernah dipandang oleh masyarakat.
  • Gereja meninggalkan daerah kenyamanannya dan tembok denominasi yang membatasi, mulai bergerak bersama tubuh Kristus lainnya menjadi garam dan terang melalui pelayanan "Fathering Generation" lewat sikap dan teladan hidup.
  • Doakan kesiapan gereja menerima kelimpahan tuaian dari berbagai golongan masyarakat.

========================================

10.Hari ke: 10, 20, 30, 40

" Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. " (Yesaya 62:6-7)

Doakan Follow Up dari NPC

  • Semakin kuatnya jaringan-jaringan doa di 400 kota di Indonesia, bahkan lebih.
  • Bangkitnya umat Tuhan menjadi garam dan terang bagi kota dan bangsa.
  • Bangkitnya kegerakan doa di seluruh Indonesia yang tidak terbatas dengan adanya Menara Doa dan Konser Doa.
  • Bangkitnya umat Tuhan yang peduli terhadap kehidupan masyarakatnya.
  • Makin meluasnya kesatuan tubuh Kristus di antara pemimpin dan umatnya.
  • Kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang makin baik disertai nilai-nilai Kerajaan Allah di dalamnya.
  • Meluasnya masyarakat yang taat dan sadar hukum di segala bidang.
Target-target Yang Ingin Dicapai:
  • Berdirinya Menara Doa Kota di 400 kota di Indonesia
  • Lahirnya Jaringan Doa Sekota baru.
  • Konser Doa di 400 kota di Indonesia.
  • Dibukanya Sekolah Doa di 400 kota di Indonesia.
  • Pemimpin gereja mengutus pekerjanya sebagai penjaga dan pendoa di Menara Doa kota.

========================================

INDONESIAKU, KESATUAN UMAT MENUJU TRANSFORMASI BANGSA, TANGGAL 16 MEI 2003

PEDOMAN KONSER DOA

Bentuk Acara:

1. Doa, Pujian dan Penyembahan.
2. Tayangan video klip.
3. Pesan Profetis.
4. Gerak lagu.
5. Interaktif dengan melibatkan semua peserta.

6. Ekspresi dialog.

Tujuan:

1. Bersyafaat bagi kota dan bangsa agar transformasi terjadi.

2. Mengusir roh teritorial atas kota dan bangsa.

3. Mengingatkan Tuhan atas janjiNya bagi setiap kota dan bangsa.

4. Memberkati kota dan bangsa dengan deklarasi iman.

DEKLARASI / IKRAR GEREJA TUHAN DI INDONESIA

Deklarasi / ikrar gereja Tuhan di Indonesia:
1. Kami gereja Tuhan di Indonesia berjanji untuk meninggikan Tuhan Yesus
Kristus di Indonesia.
2. Kami gereja Tuhan di Indonesia berjanji untuk bersatu mengusir berhala,
kuasa kegelapan, ketidakadilan dan kekerasan dari Indonesia.
3. Kami gereja Tuhan di Indonesia berjanji untuk bersama terlibat di dalam
proses transformasi di Indonesia, menjadi garam dan terang bagi Bangsa.
4. Kami gereja Tuhan di Indonesia menyerahkan seluruh negeri Indonesia ke dalam ketuhanan Yesus.

Susunan Acara:

  • Opening (Celebration, Praise and Worship): 17.00-18.00(WIB) ; 18.00-19.00(WITA) ; 19.00-20.00(WIT)
  • Ekspresi dan doa kesatuan tubuh Kristus, agar ada pertobatan dan rekonsiliasi: 18.00-18.40(WIB) ; 19.00-19.45(WITA) ; 20.00-20.45 (WIT)
  • Ekspresi gerakan moral: menolak narkoba, pornografi, prostitusi, perjudian kekerasan.
  • "Deklarasi / Ikrar Gereja Tuhan di Indonesia": 19.30-20.00(WIB) ; 20.30-21.00(WITA) ; 21.30-22.00(WIT).
  • Praise dan pengucapan syukur: 20.00-20.30(WIB) ; 21.00-21.30(WITA) ; 22.00-22.30(WIT).
  • Penutup

POKOK-POKOK DOA

I. PENGAKUAN DOSA BERSAMA

Penyesalan dan pertobatan bersama-sama (secara korporatif) atas:
  • Dosa yang telah dilakukan nenek moyang para pemimpin bangsa dari jaman dahulu - sekarang (Neh. 9 - 10)
  • Dosa yang telah dilakukan para hamba-hamba Tuhan dan para pemimpin gereja, serta umat Tuhan.
  • Dosa penyembahan berhala, okultisme, dan perdukunan.
  • Dosa kepercayaan atau agama palsu buatan manusia.
  • Dosa perzinahan, percabulan dan pelacuran.
  • Dosa ketidakadilan yang mengakibatkan kemiskinan dan bencana alam.
  • Dosa kesombongan, kekerasan, pembunuhan, dosa mengadu domba sehingga terjadi perang antar suku dan agama.

II. PENGUCAPAN SYUKUR ATAS KASIH SETIA TUHAN TERHADAP GEREJA DAN BANGSA

III. PEPERANGAN ROHANI TINGKAT STRATEGIS

· Hancurkan roh-roh territorial yang menguasai kota dan negeri Indonesia.
· Hancurkan roh-roh kekerasan, perpecahan dan korupsi.
· Hancurkan roh percabulan / perzinahan, perjudian dan narkoba.

IV. PERMOHONAN

· Dibangkitkan para pemimpin bangsa yang takut akan Tuhan dan memerintah dengan pimpinan Tuhan. KAMPANYE 2003 dan PEMILU 2004.
· Para hamba-hamba Tuhan dan para pemimpin gereja serta umat Tuhan bangkit dan bersatu.
· Kekayaan alam Indonesia dikembalikan sebagai warisan Allah bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

NATIONAL PRAYER CONFERENCE


#3277 From: Suzianty Herawati <imut2x@...>
Date: Fri May 2, 2003 12:41 am
Subject: Fwd: Iman atau Tingkah Laku Agama?
imut2x
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Iman atau Tingkah Laku Agama?
Yakub B. Susabda

Penulis adalah lulusan BIOLA University dengan gelar Doctor of Education. 
Saat ini menjadi Dekan Akademis STT Reformed Injili Indonesia

Kemajuan gereja seringkali membutakan orang terhadap realita yang sesungguhnya. Sejak abad-abad Pencerahan / Enlightenment (abad 17-18) manusia sudah menjadi begitu skeptik terhadap pernyataan gereja sebagai satu-satunya institusi yang bisa menjelaskan tentang kebenaran Allah. Wahyu Allah sebagai dasar otoritas Alkitab juga dipertanyakan. Bahkan eksistensi Allah sendiri diragu-ragukan.

Tidak semua orang berani mengekspresikan pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam hati mereka. Meskipun mereka masih berbakti di gedung-gedung gereja, jiwa mereka gelisah oleh karena tingkah laku agama yang mereka lakukan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tidak heran jikalau banyak di antara mereka yang menyadari bahwa Allah sebenarnya hanyalah simbol dari kebutuhan spiritual manusia. Kehadiran dan campur tangan Allah hanyalah "teologi" (logi atau ilmu tentang Allah) dan bukanlah suatu realita. Dalam pengalaman praktis kehidupan sehari-hari manusia itu sendirilah yang menentukan segala-galanya. Kegagalan oleh karena kesalahannya sendiri, atau keberhasilan oleh karena jerih payahnya sendiri. F. Nietzsche (1844-1900) mengatakan, "kalaupun Allah ada, Ia tidak dapat mengubah apa-apa.". Seabad sebelumnya Thomas Paine menulis, "I do not believe in the creed professed by the Jewish Church, by the Roman Church, by the Greek Church, by the Turkish Church, by the Protestant Church, nor by any church that I know of my own mind is my own church." (Saya tidak percaya pada kredo yang dibuat gereja apapun juga. Pikiran saya adalah standar satu-satunya).

Bagaimana dengan kita? Apa yang sebenarnya sedang gereja lakukan saat ini? Apa artinya jikalau kita mengatakan bahwa yang sedang kita perjuangkan adalah untuk 'menghidupkan kembali iman Kristiani?' Apakah kita sedang membela Allah? Apakah kita sedang membela status Allah di mata manusia? Ataukah kita sedang membela 'pengetahuan kita tentang Dia?' (formulasi doktrin yang kita buat). Atau...kita sedang membela diri kita sendiri (harta rohani, organisasi gereja, tradisi symbols, dsb).
Sebagai umat Kristiani yang 'Injili,' kita berusaha keras untuk membuktikan kemurnian iman kita. Sadarkah kita akan apa yang sebenarnya sedang kita perbuat?

Pembela-pembela Kehampaan

Sejarah Gereja mencatat skandal yang menyedihkan di mana usaha pembelaan iman justru menjadi bumerang yang melukai diri sendiri. Tahun 1799 Friedrich Schleiermacher menulis sebuah buku yang berjudul "On Religion: Speeches Addressed to Its Cultural Despisers". Tujuannya jelas untuk membela iman Kristen, tetapi isinya justru merupakan benih-benih racun yang menghancurkan kekristenan itu sendiri. Bagi Schleiermacher, tidak ada perbedaan dasariah antara orang Kristen dan non-Kristen. Setiap individu mempunyai 'sesuatu' yang memungkinkan dia mengenal dan bersekutu dengan Allah. 'Sesuatu' itu ia sebut sebagai 'feeling of absolute dependency.' Yaitu kesadaran 'intuitive' dari setiap manusia akan 'ketergantungannya' pada 'something beyond himself', yang disebut Allah. Manusia yang sejati adalah manusia yang menghargai naturnya sebagai "homo religiosus" tersebut. Dengan ide dari Schleiermacher ini, Nietzche coba membuktikan bahwa 'Allah sudah mati.' Kalau Allah hanyalah refleksi dari jiwa manusia, Allah yang selama ini disembah sudah mati. Makin lama manusia semakin menyadari bahwa 'refleksi' semacam itu tidak diperlukan lagi. L. Feurbach menyimpulkan bahwa agama tak lain daripada psychological phenomenon: karena ide tentang Allah tak lain daripada proyeksi dari self-consciousness manusia saja. Ia mengatakan,
"The divine being is nothing else than the human being, or, rather the human nature purified, freed from the limits of the individual man, made objective" (Allah tak lain daripada manusia itu sendiri, atau refleksi jiwa manusia yang dibebaskan dari belenggu keterbatasannya naturnya).

Sejak tahun 1859 iman Kristen sudah menghadapi gempuran yang berat. Terbitnya "The Origin of Species" dari Charles Darwin telah mengubah konsep dan sikap manusia terhadap agama dan hal-hal yang metaphysical. Evolusi bukan hanya dimengerti dalam hubungan dengan kontinuitas antara manusia dengan makhluk-makhluk lain. Evolusi bahkan menjadi pusat dari proses perkembangan kebudayaan manusia. Dari manusia yang immature, yang hidupnya beroritentasi pada agama, kepada manusia yang dewasa dengan orientasi lain (science) dan ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, agama tidak lagi merupakan kebutuhan manusia zaman sain dan teknologi ini. Mulai sejak itu umat Kristen kehilangan keberanian untuk membela agama mereka. Umat Kristen dipaksa untuk membela iman (bukan agama) dengan penjelasan-penjelasan yang ilmiah. Akibatnya unsur metaphysical disingkirkan dari iman Kristen dan lahirlah iman Kristen tanpa Allah yang supranatural.

Keadaan ini sangat tidak menyenangkan. Karl Barth melihat bahwa kematian agama Kristen sudah di ambang pintu. Sebagai pendeta Reformed ia sangat peka dengan apa yang sedang terjadi. Tahun 1918 ia menerbitkan "The Epistle to the Romans," suatu usaha untuk membela iman Kristen di tengah dunia yang sinis terhadap hal-hal yang metaphysical dan transendental. Ia menekankan bahwa agama tidak sama dengan iman. Agama (termasuk agama Kristen) adalah manifestasi dari natur manusia "homo religiousus." Dalam agama tak ada ruang untuk Allah yang hidup atau sesuatu yang supranatural dan transendental. Agama hanyalah usaha manusia untuk membenarkan dirinya sendiri. Lain halnya dengan iman Kristen yang sejati. Iman adalah pengalaman "encountering" dengan Allah yang tak mungkin dapat diterangkan dengan bahasa apapun juga. Sesuatu yang hanya dapat diimani dan diamini.

Suatu penjelasan yang seolah-olah benar. Tetapi tanpa sadar natur iman Kristen sudah bergeser. Allah yang sudah menyatakan diri di dalam Anak-Nya Yesus Kristus sekarang kembali menjadi Allah yang "tidak dikenal." Alkitab sebagai wahyu Allah kehilangan otoritasnya sebagai kebenaran Allah yang objective. Apa yang tertulis tidak begitu saja dapat dipercaya sebagai kebenaran firman Allah. Alkitab "hanya" menjadi firman Allah kalau, pada saat membaca, manusia mengalami "encountering" dengan Roh Allah. Umat Kristen tidak lagi menyebut Alkitab sebagai firman Allah. Alkitab hanyalah buku yang "berisi firman Allah." Lalu siapakah yang mempunyai otoritas menentukan bahwa pengalaman tertentu adalah pengalaman encountering dengan Allah?

Usaha dari Barth untuk membela iman Kristen pada akhirnya justru memasukkan iman Kristen dalam jerat "pengalaman existencial" tiap pribadi. Judgement dari tiap individulah yang pada akhirnya menjadi otoritas tertinggi. Pembelaan-pembelaan "kehampaan" ini juga dilakukan oleh Tillich, Brunner, Moltmann, Pannenberg, Niebuhr, dsb. Bagaimana dengan kaum Injili? Apakah yang sedang kita lakukan? Membela Allah? Membela tradisi? Membela doktrin, atau membela diri sendiri? Apa yang sedang kita lakukan? Barangkali pertanyaan serupa ini terlalu sulit dimengerti dan dirasakan sangat tidak relevan bagi umat Kristen di Indonesia. Kehidupan dan kegiatan Gereja mencerminkan suatu sikap "ignorant dan indifferent" (tidak acuh karena kurang memahami persoalannya) terhadap natur dari persoalan yang sedang kita bicarakan. Umat Kristen pada umumnya berasumsi bahwa mereka sudah mengenal Allah dan apa yang mereka lakukan (melalui kegiatan-kegiatan gereja) adalah pertanggungjawaban iman kepada Allah. Dengan kata lain mereka percaya bahwa hidup Kristen memang berkisar pada kegiatan-kegiatan gereja / rohani seperti yang sekarang ini dilakukan. Cuma...motivasi dan tujuan manusia di belakang kegiatan-kegiatan inilah yang perlu dimurnikan.

Jadi "nothing wrong / tidak ada yang salah" dengan apa yang sekarang ini menjadi identitas gereja / kekristenan. Sikap ini telah membuat gereja selama berabad-abad lumpuh dan kehilangan power untuk bersaksi di tengah dunia. Apa yang gereja lakukan hanyalah suatu kesaksian 'semu' dari orang buta yang mencoba menuntun orang buta. Suatu "tradisi" yang di'budayakan'. Kegiatan yang ditularkan dari satu kepada yang lainnya. Mengapa demikian? Sekali lagi kita kembali pada persoalan semula. Kita bersaksi padahal kita sendiri belum mengenal siapa yang kita saksikan. Allah adalah "the Greatest Unknown" dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu hanya belas kasihan Tuhanlah yang selama ini membuat kesaksian seperti ini "ada hasilnya". Bagaimana kita dapat membuktikan bahwa apa yang kita "alami" adalah pengalaman dengan Allah? Untuk menjawab ini, ada beberapa hal yang perlu di-clear-kan.

I. Pengalaman Dengan Allah Yang Sejati Tidak Sama Dengan Pengalaman Dengan Penghayatan Makna "Tradisi" Agama

Manusia adalah makhluk rohani (mempunyai roh). Tingkah laku agamawi selalu menjadi bagian integral dari kehidupan manusia, entah ia atheist ataupun ia penganut suatu agama. Setiap individu selalu terlibat dengan usaha untuk mencari dan menemukan bentuk dan pola-pola tingkah laku agamawi yang cocok / sesuai dengan kebutuhan pribadinya. Semakin cocok dengan kebutuhan peribadinya, semakin tinggi level kepuasan yang diperolehnya.
Agama Kristen tidak identik dengan "iman" Kristen. Yang satu bisa semata-mata manifestasi dari diri sendiri, sedangkan yang lain hanya terjadi jikalau ada pengenalan dan hubungan pribadi dengan Allah yang hidup. Agama Kristen (dengan ritus dan tradisi-tradisinya) bisa merupakan manifestasi dari perkembangan kebudayaan dan kebutuhan "agamawi" manusia. Oleh sebab itu kepuasan yang dihasilkan melalui keterlibatan dan penghayatan dengan "agama" Kristen, tidak selalu menjadi pertanda dari "iman Kristen" yang hidup. Dengan kata lain seorang individu Kristen bisa aktif terlibat dengan kegiatan-kegiatan gerejani / kristiani dan mendapat "kepuasan batiniah" bahkan...kegiatan dan pelayanan tersebut membuahkan buah-buah yang baik tanpa ia sendiri mempunyai pengenalan pribadi dengan Allah yang hidup.

Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan dengan tepat, "it is possible for a Christian to lead a big and a growing church but he himself doesn't know the Lord. It is possible for a Christian to write a good Theological book that deepen thousands other believers, but he himself doesn't know the Lord. Even, it is possible for a Christian like me, who is writing and talking about this danger of 'apostacy' and I myself do not know the Lord." (Tidak mustahil ada orang-orang Kristen yang melayani dengan sukses besar, menjadi berkat bagi ribuan orang, bahkan dapat mengingatkan orang akan bahaya 'mempermainkan Allah,' tanpa ia sendiri mengenal Allah.

Jiwa manusia begitu korup, sampai seringkali tanpa sadar seorang Kristen bisa terlibat dengan penipuan terhadap Allah, sesama, dan diri sendiri. Agama Kristen dalam segala "keindahannya" bisa merupakan manifestasi permainan "religiositas" jiwa manusia semata-mata.

Permainan jiwa ini seringkali berbentuk "defence mechanism" (mekanisme pertahanan jiwa) yang disebut "Sublimasi". Banyak orang Kristen yang sadar sesadar-sadarnya bahwa pengenalan mereka pada Allah merupakan pengenalan "semu". Mereka tak punya pengalaman apa-apa dengan Allah. Jiwa mereka diam-diam gelisah. Mereka membutuhkan keyakinan bahwa "mereka betul-betul sudah mengenal Allah." Tetapi mereka tidak mampu membuktikan pada dirinya sendiri kebenaran kesaksian tersebut. Jiwa manusia melakukan "mekanisme pertahanan" yang disebut "Sublimasi". Maksudnya, kebutuhan agama yang tidak terpenuhi melalui sumber yang satu sekarang dapat terpenuhi melalui sumber / sarana yang lain. Manusia bisa mengajar kepada jiwanya sendiri bahkan membuat jiwanya sendiri memiliki keyakinan bahwa ia benar-benar sudah mengenal Allah. Caranya? Tak usah dipikir. Yang terpenting adalah melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan rohani (pelayanan; penginjilan; mengajar orang-orang lain tentang firman Allah). Dengan demikian ia sudah masuk dalam suatu proses yang akan dengan sendirinya, menghasilkan "perasaan yakin" bahwa ia betul-betul sudah mengenal Allah. Inilah yang terjadi dan yang sudah menjadi pengalaman banyak orang Kristen. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang sedang terjadi dalam hidupnya belum tentu merupakan suatu pergaulan dengan Allah yang hidup.

Thomas Erskine mengatakan bahwa "mungkin apa yang mereka lakukan semata-mata adalah tingkah laku agamawi." Oleh sebab itu ia mengingatkan, "those who make religion their god will not have God for their religion" (Siapa yang mengilahkan agama takkan menemukan Allah dalam agama yang dianutnya).

Kita ingin membuktikan keotentikan Allah yang kita sembah. Kita menyadari bahwa pengalaman, penghayatan bahkan kepuasan dengan "tradisi" agama Kristen hanya dapat menghasilkan pembuktian yang "semu". Kesalehan dan ketekunan dalam hidup beragama bisa diperoleh melalui tradisi agama apapun juga di dunia ini. Agama Kristen pada dirinya sendiri (terlepas dari iman Kristen yang sejati) tidak unik.

II. Pengalaman Dengan Allah Yang Sejati Tidak Sama Dengan Pengalaman Yang Mengesankan Dengan "hal-hal yang Supranatural"

Kesalahan kedua dari umat Kristen dalam usaha membuktikan keotentikan pengalaman mereka dengan Allah adalah keterlibatannya dengan pengalaman-pengalaman supranatural (miracles, keajaiban-keajaiban). Memang Alkitab mencatat tentang peristiwa-peristiwa keajaiban yang dilakukan baik oleh nabi-nabi, rasul-rasul bahkan Tuhan Yesus sendiri. Oleh sebab itu hal benar tidaknya "keajaiban dapat terjadi dalam hidup manusia" tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang perlu dipertanyakan adalah "apa maksud Allah dan sampai di mana kepentingan dari pengalaman tersebut" dalam konteks keselamatan? Untuk ini Alkitab memberikan beberapa tuntunan:

a. Keajaiban hanyalah sarana yang dipakai Allah untuk "menuntun" manusia kepada "iman".
Pengalaman dengan keajaiban-keajaiban ilahi tidak sama dengan "pengalaman iman". Keajaiban-keajaiban ilahi hanyalah "alat iluminasi / sarana untuk menerangi hati manusia," dan iluminasi tidak sama dengan regenerasi (kelahiran baru). Iluminasi bisa membawa orang ke dalam gereja, tetapi iluminasi tidak memberikan jaminan keselamatan. Tidak heran jikalau penulis surat Ibrani mengatakan, "Mereka yang pernah diterangi hatinya (illuminated), yang pernah mengecap karunia surgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus dan yang pernah mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang namun yang murtad lagi..." (Ibr. 6:4-6).
"Being illuminated / diterangi hatinya" tidak sama dengan "being regenerated / dilahirkan baru." Yang pertama masih bisa murtad (melakukan apostacy/penghujatan) sedangkan yang kedua hanya bisa jatuh dalam kesalahan yang tidak disengaja (adokismos / backslidding). Setiap orang Kristen harus memahami bahwa "keajaiban-keajaiban" (kalaupun benar-benar dari Allah) hanyalah sarana / alat yang dipakai Allah untuk memberi illuminasi. Keajaiban-keajaiban itu pada dirinya sendiri tidak memberikan pengenalan pribadi pada Allah.

b. Iman yang sejati tak pernah dapat dibangun di atas landasan "pengalaman dengan keajaiban-keajaiban ilahi"
Umat Israel selama 40 tahun (baca: empat puluh tahun) siang malam terus-menerus melihat dan mengalami keajaiban-keajaiban ilahi. Sepuluh tulah bagi bangsa Mesir, laut Teberau yang terbelah, manna yang turun dari langit setiap pagi, tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari, dsb. dan ternyata umat Israel tidak pernah menjadi umat yang beriman oleh karena pengalaman-pengalaman tersebut. Tuhan Yesus melakukan seribu satu macam miracle, dan murid-murid-Nya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, dan toh tidak ada satupun dari mereka yang membela Dia pada saat Dia ditangkap, dianiaya dan disalibkan. Paulus sangat menyadari betapa "sekundernya" keajaiban-keajaiban" ilahi dalam konteks iman. Oleh sebab itu meskipun sebagai rasul ia juga mendapat anugerah-anugerah untuk mendemonstrasikan "keajaiban ilahi" (Lukas mencatatnya dalam Kisah Para Rasul) ia tidak pernah sekalipun juga bicara tentang peristiwa-peristiwa tersebut dalam surat-suratnya. 

c. Iman yang sejati hanya dapat dibangun di atas landasan firman Tuhan (Alkitab)
Tuhan Yesus pernah menceritakan perumpamaan tentang Lazarus dan orang kaya (Lukas 16:19-31). Dalam bagian terakhir dari perumpamaan tersebut si orang kaya mengatakan, "
Kalau ada orang yang bangkit dari kematian, pastilah saudara-saudaraku akan bertobat." Untuk pernyataan tersebut Abraham menjawab, "Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi (firman yang tertulis) mereka tidak juga akan mau diyakinkan sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." 
Iman hanya dapat dibangun di atas landasan firman Allah yang tertulis. Kalau manusia tidak dapat mempercayai firman yang tertulis mereka sudah pasti tidak akan percaya meskipun melihat orang mati bangkit dari kematian. Ini betul-betul merupakan salah satu keunikan iman Kristen. Banyak orang yang berpikir bahwa mereka akan percaya kalau mereka melihat "bukti-bukti dan keajaiban-keajaiban". Dan memang ada ribuan orang yang menjadi "Kristen" (datang ke gereja dan melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatannya) setelah melihat dan mengalami sendiri keajaiban-keajaiban tersebut. Tetapi Alkitab mengingatkan dengan tegas sekali bahwa illuminasi tidak sama dengan regenerasi. Hal datang ke gereja dan terlibat dengan "agama Kristen" tidak sama dengan hal "percaya dan diselamatkan".
Oleh sebab itu kepada Tomas yang menuntut bukti, Tuhan Yesus berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat bukti-bukti dan keajaiban-keajaiban, namun percaya" (Yohanes 20:28). Bahkan secara demonstratif Alkitab juga menyaksikan bahwa "setiap pahlawan iman" (baca: Ibr. 11) "tidak memperoleh" apa yang dijanjikan meskipun iman mereka telah memberikan kesaksian yang kuat (ayat 39). Mereka yang sakit tidak disembuhkan, yang dipenjara tidak dibebaskan, yang dianiaya tidak ditolong. Mereka tidak mengalami "keajaiban-keajaiban ilahi" seperti apa yang mereka inginkan dan toh mereka tidak kehilangan iman mereka. Iman yang sejati hanya dapat dibangun di atas landasan firman Tuhan. 

III. Pengalaman Dengan Allah Yang Sejati Adalah Pengalaman Dengan Kuasa Pembebasan dari Dosa 
Tak seorangpun yang dapat membuktikan bahwa pengalaman mereka adalah pengalaman "yang otentik" dengan Allah yang sejati, kecuali mereka mengalami tanda-tanda dari "kuasa pembebasan dari dosa".
Banyak orang Kristen yang secara rasionil "sudah mengenal" kebenaran-kebenaran firman Tuhan. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah dapat mengembangkan konsep pemikiran teologi yang betul-betul dilandaskan atas kebenaran-kebenaran firman Allah (Alkitab). Tetapi tanpa mereka mengalami "tanda-tanda" kuasa pembebasan dari jerat dosa, mereka belum dapat membuktikan "keotentikan" pengenalan mereka dengan Allah. Keyakinan iman hanya menjadi salah satu tanda yang relatif. Masalah "kesenjangan" antara "keyakinan dan pengalaman" ini merupakan salah satu masalah yang terbesar dalam kehidupan iman.
Banyak orang Kristen yang berusaha menutup atau memperkecil gap ini dengan upaya mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Tetapi sekuat-kuatnya upaya manusia tetaplah suatu upaya yang terbatas. Kebaikan yang dihasilkan adalah kebaikan yang "inconsistent / tidak konsisten", yang tergantung keadaan, tergantung konteksnya, bahkan tergantung seleranya sendiri. Suatu kebaikan yang "unpredictable / yang tak dapat diduga dan yang tak terjamin." Kebaikan yang tidak berasal dari sumber yang memang pada dirinya sendiri "sudah baik atau berada dalam proses diperbaiki."
Dalam 1Kor. 13 Paulus mengingatkan tentang adanya orang-orang yang "seolah-olah" sudah begitu baik (ayat 3). Tetapi kebaikan-kebaikan manusiawi ini (yang berasal dari bakat maupun hasil suatu latihan) tidak bernilai apa-apa dihadapan Allah. Seperti gong yang berbunyi atau canang yang bergemerincing, yang cuma menarik perhatian sementara dari manusia. Kebaikan, yang Paulus sebut sebagai kebaikan yang tidak berasal dari Allah. Kebaikan yang tidak lahir dari kasih Agape. Kebaikan yang bukan buah Roh Kudus (Gal. 5:22). Kebaikan yang tidak dihasilkan oleh pengalaman pribadi dengan Allah.
Jadi, bagaimana seorang tahu bahwa ia betul-betul sudah mengenal Allah? Untuk pertanyaan ini Alkitab memberikan beberapa petunjuk antara lain:

a. Orang Kristen yang mengenal Allah adalah orang Kristen yang mengalami kebenaran firman yang membebaskan
Tuhan Yesus berkata, "Jikalau kamu tetap di dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yoh 8:31-32).
Dalam konteks ini Tuhan berbicara tentang dua hal. Yang pertama ialah tentang "hubungan antara Dia dan murid-murid-Nya." Dan yang kedua tentang "tanda dari hubungan tsb". Yang pertama ditandai dengan "pengenalan dan kepatuhan" pada firman-Nya, dan yang kedua ditandai dengan "kebebasan" dari jerat dosa (ayat 34). Keduanya tidak terpisahkan. Pengalaman dengan Allah yang sejati adalah pengalaman dengan kebenaran firman yang membebaskan. Tidak ada tanda atau bukti "keotentikan" pengenalan dengan Allah yang lebih baik daripada realita ini. Orang Kristen yang belum mengalami "tanda-tanda pembebasan"dari jerat dosa adalah orang Kristen yang belum mengenal Allah.

b. Orang Kristen yang mengenal Allah adalah orang Kristen yang mengenal dan bergaul dengan Allah Alkitab
Allah Alkitab adalah Alkitab yang menyingkapkan diri-Nya melalui Alkitab. Ia adalah Allah yang hidup, yang tidak dikenal dunia (1Kor. 2:9). Allah yang unik yang mengutus anak-Nya ke dalam dunia untuk mati demi pembebasan manusia dari jerat dosa. Banyak orang Kristen yang tidak menyadari bahwa Alkitab merupakan penyingkapan diri Allah sendiri. Mereka berpikir bahwa Alkitab hanyalah kitab yang menyingkapkan "kehendak-kehendak Allah" dalam kehidupan praktis saja. Tidak heran jikalau 90% dari eksistensi Allah tidak pernah benar-benar dikenal oleh manusia. Kalaupun umat Kristen tahu bahwa Allah adalah Allah Tritunggal, Allah yang menjadi manusia, Allah yang mengosongkan diri-Nya, mereka tidak memahami apa hubungan antara eksistensi Allah tersebut dengan realita kehidupan iman sehari-hari. Pergaulan dengan Allah bagi banyak orang Kristen hanyalah pergaulan dengan "kehendak-kehendak Allah dalam hal-hal praktis" saja. Akibatnya pergaulan dan perkenalan yang sesungguhnya tidak pernah terjadi
Dengan kata lain, banyak orang Kristen yang "merasa" sudah mengenal Allah, padahal (barangkali) mereka belum betul-betul mengenal Dia. Di tengah arus globalisasi dengan semangat anti doktrin yang ada pada zaman ini pengenalan akan eksistensi Allah seperti yang disaksikan Alkitab semakin sulit. Iman Kristen dipaksa untuk menjadi "agama Kristen" di mana pengenalan akan keunikan Allah seperti yang disaksikan Alkitab tidak mendapat tempatnya lagi. Yang penting adalah "kesatuan dan persatuan" dan untuk itu umat Kristen harus menanggalkan "keunikan-keunikan iman" yang bisa menjadi tembok-tembok pemisah. Keunikan pergaulan dengan Allah Alkitab yang bisa menghasilkan eksklusifitas dan intoleransi tidak perlu dipertahankan lagi. Akibatnya umat Kristen semakin tidak mengenal Allah yang mereka sembah. Di tengah kondisi yang seperti inikah umat Kristen hidup, dan mereka harus menyaksikan "keotentikan" iman mereka. Apakah Allah yang mereka sembah benar-benar adalah Allah yang hidup? Umat Kristen menghadapi suatu dilemma. Satu pihak mereka menyadari betapa di tengah arus globalisasi, kesatuan dan persatuan harus diperjuangkan, tetapi pihak lain mereka juga terpanggil untuk menyaksikan "keunikan" iman mereka pada Allah yang unik. Ini adalah dilemma yang tidak pernah akan terselesaikan kecuali dalam iman yang sejati kepada Dia yang membebaskan. Untuk itu umat Kristen membutuhkan "keberanian" yaitu keberanian untuk mengutamakan pengenalan akan Allah yang unik tersebut lebih dari segala-galanya. Mereka harus menyadari bahwa pengenalan yang sejatilah yang akan memberikan kekuatan pembebasan dari segala macam dilemma. Pengalaman dengan Allah yang sejati tak dapat dibuat-buat. Kita sendiri tahu apakah kita sebagai umat Kristen benar-benar sudah mengenal Allah yang sejati. Kita tahu apakah kita sudah memiliki "tanda-tanda" pengenalan tersebut.
Sumber: Majalah Momentum No. 18 - Maret 1993



Children of Light - Serving with LOVE through FAITH Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kol 3:23 Karena bagiku hidup adalah Kristus & mati adalah keuntungan Fil 1:21


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3278 From: "pt-twr" <pt-...>
Date: Thu May 1, 2003 6:45 am
Subject: YUDAS, orang yang tidak pernah tahu
"pt-twr" <pt-...>
Send Email Send Email
 
YUDAS, ORANG YANG TIDAK PERNAH TAHU
by Max Lucado
 
    Kadang-kadang saya bertanya-tanya orang seperti apa Yudas itu. Mukanya, cara bertindaknya, siapa teman-temannya.
    Saya rasa saya sudah menggambarkan dia sebagai tipe standar. Saya selalu melukiskan dia sebagai orang yang kurus tapi kuat, matanya bulat kecil seperti manik-manik, orang yang licik dan tidak dapat dipercaya sama sekali lengkap sampai janggut kambingnya. Saya gambarkan dia sebagai orang yang sudah terasing dari rasul-rasul lain. Tidak punya teman. Jauh dari orang. Jelaslah bahwa dia seorang penghianat. Mungkin hasil dari keluarga yang pecah. Anak berandal di masa mudanya.
    Tetapi saya bertanya-tanya apakah itu benar. Kita tidak punya bukti (kecuali sikap diam Yudas sendiri) yang mengisyaratkan bahwa ia menyendiri. Pada Perjamuan Terakhir, ketika Yesus mengatakan bahwa pengkhianat-Nya duduk semeja dengan Dia, kita tidak mendapati para rasul langsung berbalik memandang Yudas sebagai orang yang jelas berwatak pengkhianat.
    Saya kira kita sudah salah menilai Yudas. Mungkin dia justru berlawanan dari gambaran kita. Dia bukan licik dan kurus kering, tetapi mungkin kokoh, baik hati dan gembira. Daripada orang yang pendiam dan introvert, dapat saja dia berwatak ramah dan bermaksud baik. Saya tidak tahu.
    Tetapi di samping semua yang tidak kita tahu tentang Yudas, ada satu hal yang kita tahu pasti: ia tidak ada hubungan dengan sang Guru. Ia sudah melihat Yesus, tetapi ia tidak mengenal Dia. Ia sudah mendengar Yesus, tetapi ia tidak mengerti Dia. Ia punya agama tetapi tidak punya hubungan.
    Ketika iblis mencari jalan mengelilingi meja makan di ruang atas itu, ia membutuhkan seseorang yang khusus untuk mengkhianati Tuhan kita. Ia memerlukan orang yang sudah melihat Yesus tetapi tidak mengenal-Nya. Ia memerlukan orang yang mengenal tindakan-tindakan Yesus tetapi lupt dari pengenalanya akan misi Yesus. Yudaslah orangnya. Ia mengenal kekaisarannya tetapi tidak pernah mengenal Pemiliknya.
    Kita mendapat pelajaran ini dari si pengkhianat. Sarana penghancuran iblis yang terbaik tidak terdapat di luar gereja tetapi di dalamnya. Sebuah gereja tidak akan mati karena kelanggengannya di Hollywood atau karena kourpsi di Washington. Ia mati karena kerusakan internal -- dari mereka yang memakai nama Yesus tetapi tidak pernah bertemu dengan Dia dan dari mereka yang mempunyai agama tetapi tidak punya hubungan (dengan Yesus).
    Yudas memakai mantel agama tetapi tidak pernah mengenal hati Kristus. Mrailah kita jadikan sasaran kita untuk mengenal Dia .... secara mendalam. 
 
------------------
re-written : Bengs
------------------

#3279 From: "pt-twr" <pt-...
Date: Wed Apr 30, 2003 6:18 am
Subject: Karunia Berpikir
"pt-twr" <pt-...
Send Email Send Email
 
From:

Karunia Berpikir
Author: --unknown--

Dalam beberapa hal manusia tidak lebih unggul daripada binatang. Saya telah menyaksikan pria-pria yang luar biasa kuatnya, tapi belum pernah ada manusia yang "sekuat lembu jantan". Manusia mampu berlari 100 meter dalam waktu kurang dari 10 detik, tapi itu tidak ada artinya dibandingkan kecepatan lari seekor cheetah. Ada orang-orang yang sangat pandai untuk menentukan arah, meskipun begitu mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana burung layang-layang yang bermigrasi selalu dapat kembali ke tempat yang sama setiap tahunnya.

Memang beberapa jenis binatang benar-benar pandai. Namun, tak satu pun dari mereka dapat berpikir seperti kita. Tak satu binatang pun dapat mengembangkan masyarakat yang menakjubkan, dengan segenap kemajuan di bidang medis dan teknologi.

Kemampuan unik manusia untuk berpikir memungkinkan mereka untuk berpikir tentang Allah dan kekekalan. Seorang penyair Amerika terkenal, Walt Whitman, merasa terganggu dengan hal itu. Ia mengaku sering kali merasa iri pada ternak yang merumput sepuasnya di padang rumput, sebab mereka tak pernah khawatir dan memikirkan hal-hal yang menyusahkan.

Sebagai orang kristiani, kita tahu bahwa kemampuan berpikir merupakan karunia Allah. Namun sayang, kita dapat menyalahgunakannya dengan cara mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang cabul, kotor, dan buruk.
Itu sebabnya Paulus meminta kita untuk merenungkan semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, bijak, patut dipuji, dan sedap didengar (Filipi 4:8).


KARAKTER YANG SALEH DIBENTUK OLEH PIKIRAN YANG KUDUS

#3280 From: Suzianty Herawati <suzianty@...>
Date: Wed May 7, 2003 12:21 pm
Subject: "The conies are but a feeble folk, yet make they their houses in
suzianty
Offline Offline
Send Email Send Email
 

"The conies are but a feeble folk, yet make they their houses in
the rocks."
                                                --Proverbs 30:26

   Conscious of their own natural defenselessness, the conies
resort to burrows in the rocks, and are secure from their
enemies. My heart, be willing to gather a lesson from these
feeble folk. Thou art as weak and as exposed to peril as the
timid cony, be as wise to seek a shelter. My best security is
within the munitions of an immutable Jehovah, where His
unalterable promises stand like giant walls of rock. It will be
well with thee, my heart, if thou canst always hide thyself in
the bulwarks of His glorious attributes, all of which are
guarantees of safety for those who put their trust in Him.
Blessed be the name of the Lord, I have so done, and have found
myself like David in Adullam, safe from the cruelty of my enemy;
I have not now to find out the blessedness of the man who puts
his trust in the Lord, for long ago, when Satan and my sins
pursued me, I fled to the cleft of the rock Christ Jesus, and in
His riven side I found a delightful resting-place. My heart,
run to Him anew to-night, whatever thy present grief may be;
Jesus feels for thee; Jesus consoles thee; Jesus will help thee.
No monarch in his impregnable fortress is more secure than the
cony in his rocky burrow. The master of ten thousand chariots is
not one whit better protected than the little dweller in the
mountain's cleft. In Jesus the weak are strong, and the
defenceless safe; they could not be more strong if they were
giants, or more safe if they were in heaven. Faith gives to men
on earth the protection of the God of heaven. More they cannot
need, and need not wish. The conies cannot build a castle, but
they avail themselves of what is there already: I cannot make
myself a refuge, but Jesus has provided it, His Father has given
it, His Spirit has revealed it, and lo, again to-night I enter
it, and am safe from every foe.

by CH Spurgeon


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3281 From: Suzianty Herawati <suzianty@...>
Date: Wed May 7, 2003 12:23 pm
Subject: "Lazarus was one of them that sat at the table with Him."
suzianty
Offline Offline
Send Email Send Email
 
 

"Lazarus was one of them that sat at the table with Him."
                                                     --John 12:2

   _He is to be envied_. It was well to be Martha and serve, but
better to be Lazarus and commune. There are times for each
purpose, and each is comely in its season, but none of the trees
of the garden yield such clusters as the vine of fellowship. To
sit with Jesus, to hear His words, to mark His acts, and receive
His smiles, was such a favour as must have made Lazarus as happy
as the angels. When it has been our happy lot to feast with our
Beloved in His banqueting-hall, we would not have given half a
sigh for all the kingdoms of the world, if so much breath could
have bought them.

   _He is to be imitated_. It would have been a strange thing if
Lazarus had not been at the table where Jesus was, for he had
been dead, and Jesus had raised him. For the risen one to be
absent when the Lord who gave him life was at his house, would
have been ungrateful indeed. We too were once dead, yea, and
like Lazarus stinking in the grave of sin; Jesus raised us, and
by His life we live--can we be content to live at a distance
from Him? Do we omit to remember Him at His table, where He
deigns to feast with His brethren? Oh, this is cruel! It behoves
us to repent, and do as _He_ has bidden us, for His least wish
should be law to us. To have lived without constant intercourse
with one of whom the Jews said, "Behold how He loved him," would
have been disgraceful to Lazarus, is it excusable in us whom
Jesus has loved with an everlasting love? To have been cold to
Him who wept over his lifeless corpse, would have argued great
brutishness in Lazarus. What does it argue in us over whom the
Saviour has not only wept, but bled? Come, brethren, who read
this portion, let us return unto our heavenly Bridegroom, and
ask for His Spirit that we may be on terms of closer intimacy
with Him, and henceforth sit at the table with Him.

by CH Spurgeon


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3282 From: Suzianty Herawati <imut2x@...>
Date: Wed May 7, 2003 12:35 pm
Subject: Youth For Christ -- L.I.F.E at GII Azusa
imut2x
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Hallo temen2....
 
Hari sabtu ini di Gereja Injilli Indonesia (GII) - Azusa ada acara yang namanya Youth For Christ (YFC), tiap tahun kita ngadain acara YFC ini dan tahun ini adalah YFC yang ke 8.
 
YFC ke-8 ini di adakan tepatnya pada hari Sabtu tanggal 10 bulan May tahun 2003.
 
Tempatnya di GII-Azusa alamatnya 539N Sunset Ave, di city Azusa dan zip codenya CA 91702.
 
Direction dari arah WEST: ambil 210E- Exit: Vernon belok LEFT, stop sign belok LEFT lagi, sixth st belok RIGHT all the way and the church ada di sebelah kanan.
 
Direction dari arah EAST: ambil 210W-Exit: Vernon belok RIGHT, sixth st belok RIGHT lagi all the way and the chruch ada di sebelah kanan.
 
Tema dari YFC ke-8 ini adalah: L.I.F.E (Life Is For Eternity)
 
Pembicaranya adalah: Rev. Stephen Hosea from GII-San Fransisco
 
Acaranya:
1. Praise and Worship
2. Fellowship
3. Kesaksian
4. Solo
5. Firman TUHAN
6. Slide Show
7. "FREE" Indonesian Style Dinner
 
Acaranya mulai jam 6PM (dinner dulu)
 
So jangan telat yaaaa.... bawa temen2 dari seluruh penjuru dunia.. baik temen college, temen univ, temen kerja dan semua saudara2 kita.
 
Bagi yang tidak fasi dalah bahasa Indonesia, kita bakal siapin English Translator.
 
For more information Please contact:
Angel Kusumah @ (714) 470-1512
Silas Hosea @ (626) 367-5545
Wilson Suwanto @ (626) 893-0747
 
By the way... acaranya FREE ADMISSION lhooo........
 
So please FWD this email to all your friends...
 
SAMPAI JUMPA DI GII-AZUSA OK!!!................


Children of Light - Serving with LOVE through FAITH Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kol 3:23 Karena bagiku hidup adalah Kristus & mati adalah keuntungan Fil 1:21


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3283 From: lastri arisandi nababan <last....
Date: Tue May 6, 2003 1:29 am
Subject: Hi...
lastriarisandi
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Hi. Namaku Lastri Nababan. Aku lagi sekolah di
Melbourne, Australia. Aku hanya mau sharing. Aku
banyak bergumul menghadapi masalah disini. Anyway, aku
udah ikut mailing list ini sejak tahun lalu.
Seringkali ketika down (selain doa dan baca Bible) aku
baca artikel2 dari e-mail ini. It's so inspiring me a
lot! I'm blessing by that. Thanks a lot guys. God is
Good! God bless all of you.

Cheers,

Las3

#3284 From: "visi misi" <vis....
Date: Mon May 5, 2003 3:53 pm
Subject: INI BUKANLAH APA-APA
"visi misi" <vis....
Send Email Send Email
 


 

PAKISTAN

JUDUL: INI BUKANLAH APA-APA
Kesaksian Gulnaz

Orang Kristen di Pakistan hanya 2% dari seluruh jumlah penduduk.
Mereka diperlakukan seperti "sampah yang berada di bumi". Jika ada orang yang berdukacita seperti yang dikatakan Alkitab, itu adalah umat Kristiani di Pakistan.

Dua orang dewan pengurus SuaraMartir, staf dan saya (Tom White) berada di rumah Gulnaz Bibi, 17thn,  seorang gadis Kristen muda yang disiram asam keras di tempat kerjanya karena menolak pelecehan seksual. Ia telah mengalami diskriminasi dan bahkan dikatai, "Gadis cantik seperti dirimu tidak seharusnya menjadi orang Kristen."
Rumahnya yang kecil terletak di daerah kumuh. Kami menyaksikan mukjizat yang membuat kami menangis.

Ketika kami bertemu dengan Gulnaz, yang mengalami luka parut yang parah dari kepala sampai pinggang dan buta satu mata, kami juga mengatur supaya ia bertemu dengan Safeena untuk menguatkan imannya.
Safeena diperkosa secara brutal oleh pemeluk `agama lain'. Pada saat kami duduk di ruangan kecil dan panas, Gulnaz mengambil tangan Safeena. Safeena menghapus air matanya, ia merasa terenyuh, Gulnaz berkata: "Ini bukan lah apa-apa. Yesus dipaku di kayu salib. Ialah yang memberikan keberanian kepada kita. Kami belajar dari-Nya."
Ruangan itu penuh dengan air mata. Kami tidak dapat berkata apa-apa, kami hanya menyaksikan kemuliaan Tuhan: Kristus yang hidup dan melindungi kita dari luka yang terburuk, luka kebencian; dan Kristus yang hidup di mana penghiburan yang melimpah dimanifestasikan dalam
kehidupan kedua wanita ini.

Kami membayar sejumlah tagihan pengobatan Gulnaz dan kami juga membantu keluarganya. Ia akan menjalani lagi operasi beberapa kali.
Dr. Bert, ahli bedah SuaraMartir juga terlibat dalam hal ini. Kami dapat melakukan semua ini karena para pembaca menyediakan dana yang memampukan kami untuk menyediakan penghiburan spiritual dan jasmani kepada saudara-saudari yang berdukacita.

Perjalanan ke rumah Gulnaz mengajarkan kepada kita sesuatu hal. Tidak peduli betapa jeleknya penampilan luar (luka) kita, itu hanyalah jaringan tubuh kita. Luka yang sesungguhnya, yang membelenggu kita adalah luka hati. Terima kasih kepada Yesus, yang memiliki kuasa untuk membebaskan roh kita yang terluka.

Kami masih memberikan support kepada sekolah kursus menjahit yang menampung wanita Kristen yang mengalami siksaan, membebaskan mereka dari majikan `beragama lain' yang kejam. Kami memberikan mesin jahit kepada mereka setelah mereka menyelesaikan kursus tersebut. Kami
sudah menyediakan ribuan Alkitab dan buku literatur Kristen bagi umat Kristiani di Pakistan. Mereka yang mengalami penganiayaan juga telah menguatkan iman kita. Mereka telah mendemonstrasikan cinta kasih Kristus.

Berdoalah untuk umat Kristiani di Pakistan supaya mereka dapat tetap bersandar kepada Kristus di tengah-tengah penderitaan mereka. (end)

 


 
Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan

#3285 From: "visi misi" <visi....
Date: Mon May 5, 2003 4:04 pm
Subject: Senyum, Harta Termahal
"visi misi" <visi....
Send Email Send Email
 


 

Senyum, Harta Termahal

                      Oleh: Tidak Diketahui

                  

   Ia tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.

 

                      Senyum itu tampaknya membuat perasaannya lebih baik.

 

                      Lelaki itu teringat kebaikan seorang temannya dulu dan menyuratinya untuk berterima kasih.

 

                      Temannya sangat senang menerima surat itu sehingga ia meninggalkan tip besar saat makan siang.

 

                      Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu, mempertaruhkan semuanya mengikuti firasatnya.

 

                      Besoknya ia mengambil uang yang dimenangkannya, dan memberikan sebagian pada lelaki di jalan.

 

                      Lelaki di jalan itu merasa bersyukur; karena sudah dua hari ia tak makan.

 

                      Setelah ia selesai makan, ia pulang ke kamarnya yang sempit dan kumuh. (Ia tak tahu pada waktu itu bahwa ia mungkin akan menemui ajal).

 

                      Dalam perjalanan ia memungut anak anjing yang kedinginan dan membawanya ke rumah supaya hangat.

 

                      Anak anjing itu sangat bersyukur tak lagi di luar didera badai.

 

                      Malamnya rumah itu terbakar.

 

                      Anak anjing itu menggonggong memberi peringatan.

 

                      Ia menggonggong hingga seluruh isi rumah terbangun dan menyelamatkan semua orang dari bahaya.

 

                      Salah satu anak yang diselamatkannya tumbuh dewasa menjadi Presiden.

 

                      Semua ini karena sebuah senyum yang tak membutuhkan uang satu sen pun.

 

                      Prosa di atas ditulis oleh seorang ABG dan dimuat dalam sebuah buku apik. Prosa ini menggambarkan bagaimana sebuah senyum dapat menyelamatkan hidup banyak orang

                      dan menumbuhkan rasa percaya diri yang menyenangkan.

 

                      Pernahkah Anda melihat wajah orang yang tidak pernah tersenyum? Bagaimana perasaan Anda? Yang pasti, apa pun perasaan kita, pada dasarnya, memandang wajah orang

                      yang tidak mau tersenyum amatlah menjengkelkan. Ini tidak berarti kita harus terus senyum-senyum sendiri di mana-mana. Namun, alangkah berbedanya bila sudut bibir

                      kita tertarik ke atas dan bukannya turun ke bawah.

 

                      Bila sudut bibir kita tertarik ke atas, wajah kita akan lebih nampak cerah dan membuat orang-orang di sekeliling kita merasa aman. Sebaliknya, bila sudut bibir kita turun ke

                      bawah, maka seluruh rona muka kita akan tampak kusut dan membuat orang-orang di sekeliling kita enggan mendekat. Bisa saja orang beranggapan, "Orang itu judes. Orang

                      itu jahat. Orang itu galak. Orang itu menyeramkan."

 

                      Senyum menunjukkan keramahan yang terpancar dari dalam. Selain itu, senyum juga melegakan hati diri sendiri. Dengan tersenyum, kita akan merasa lebih santai dan jauh

                      dari perasaan tegang. Kita memerlukan senyum, bukan hanya untuk membahagiakan orang lain, melainkan juga untuk menenangkan hati kita sendiri. Senyum selalu memiliki

                      arti keindahan, ketenangan, kedamaian dan kasih sayang. Apa pun yang sedang kita alami saat ini -susah atau senang, santai atau tegang-berusahalah untuk tetap

                      tersenyum. Tersenyumlah memandang semua hari-hari kita dan rasakan keramahan itu tidak hanya kita dapatkan dari luar pribadi kita, melainkan dari dalam diri kita sendiri.

 

                      Cukup banyak kejahatan, kekerasan dan angkara murka yang terjadi di sekeliling kita. Semua itu disebabkan karena banyak orang yang enggan untuk mengakui kekurangan

                      dan kelemahan dirinya. Semua orang enggan untuk bersikap ramah terhadap diri sendiri (merasa selalu benar), dan akibatnya, manusia enggan pula bersikap ramah pada

                      sesamanya. Tak ada lagi senyum yang tersungging di bibir. Apakah kita juga ingin menyemarakkan suasana penuh kekerasan dan tanpa keramahan ini?

 

                      Dengan situasi yang makin memburuk sekarang ini, nampaknya senyum telah menjadi harta yang mahal harganya. Senyum makin langka dan makin sulit dicari. Kekristenan

                      selalu mengajarkan kasih. Dalam kasih selalu ada senyum keramahan. Dalam senyum keramahan, tak ada kekerasan dan angkara murka. Adakah kita mau tersenyum dan

mengembalikan kedamaian dunia melalui kasih Allah dalam hidup kita?
 
Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan

#3286 From: "visi misi" <vis...
Date: Wed May 7, 2003 7:14 am
Subject: Siapakah aku ini ?
"visi misi" <vis...
Send Email Send Email
 

Siapakah aku ini ?

Waktu aku sedang menangis, Engkau ada
Waktu aku sedang gembira, Engaku ada
Kau tatap aku dengan penuh kasih
Kau belai aku dengan penuh cinta
Sungguh betapa bahagianya aku ini
Dicintai dan di kasih olehMu

Betapa tulusNya kasihMu
Tiada suatu manusiapun yang bisa mengasihi
Dan mencintai sepertiMu

Namun kami ini adalah manusia-manusia
Yang tidak tahu berterima kasih
Kami selalu menyakitimu
Dengan melakukan hal-hal yang tidak berkenan buatMu
Baik dosa ringin maupun dosa yang sangat berat
Kami selalu mencambukMu
Seakan-akan kami belum puas dengan penderitaanMu

Sungguh betapa kejamnya kami ini
Hai manusia belum cukupkah cambukan buat Tuhanmu itu
Belum puaskan kalian melihat Yesus di salibkan
Dan dihina bahkan di caci maki

Lihatlah DIA telah mati dan berkorban bagi kita manusia
Berartikah semuanya itu buat kita manusia
Sadarkah kita akan arti semua itu
Bisakah kita menghargai dan merenungkan arti pergorbanan
Yang Tuhan telah berikan buat kita manusia

Jangan hanya merasa tersentuh saat mengetahui dan melihat
Namun cobalah renungkan dalam hatimu
Lihatlah begitu banyak kekotoran duniawi yang mencemari kita semua
Seks bebas, pelecehan seksual, penipuan, iri hati
Egoisme, dsbnya....
Apa jadinya dunia ini
Beginikah balasan kita manusia atas pengorbanan Tuhan kepada kita
Atau kita mau memulai menyadarinya semuanya
Belum ada kata terlambat buat kita untuk kembali kejalan Tuhan
Mari kita tunjukkan bahwa bukan Tuhan saja mengasihi kita
Melainkan kita manusia juga bisa mengasihi Tuhan
Dengan berjalan kejalan Tuhan dengan begitu
Kita akan mengurangi penderitaan yang Tuhan rasakan

***lOVe****


 
Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan

#3287 From: "Nita Novita" <ni...
Date: Thu May 8, 2003 3:02 am
Subject: Re: Hi...
"Nita Novita" <ni...
Send Email Send Email
 
selamat belajar dan semoga hari-harimu dipenuhi berkat....jangan lupa untuk
mengingatkan teman-temanmu yang juga belajar disana untuk selalu hidup
kudus. Tuhan Berkati

----- Original Message -----
From: "lastri arisandi nababan" ==cut===

#3288 From: "jane" <ja....
Date: Wed May 7, 2003 2:45 am
Subject: Re: Hi...
"jane" <ja....
Send Email Send Email
 
Hi, Namaku Jane,

Kemarin ada teman dari gereja bilang, dia pada mulanya sebal karena saya
sering forward email email dari mailing list ini. (kalau aku lihat ada yang
sangat membangun karena aku sendiri juga sering mendapat berkat dari email2
ini, aku kepengen orang lain juga dapat berkat yang aku dapat). Temanku
bahkan sudah ancar2 mau buat bloking untuk emailku, tapi pada waktu dia lagi
hapus email2 dari aku, sambil hapus sambil dia baca, dia dapat banyak berkat
dari sana,  dia tidak jadi blok emailku.

Aku rasa banyak email dari mailing list yang sangat berguna, bukan saja pada
saat kita lagi down, tapi banyak bahan2 pembinaan rohani yang membuat kita
sebagai anak Tuhan bisa bertumbuh. Semoga Tuhan terus memakai hambaNya untuk
terus menulis lewat media ini agar semakin banyak orang yang percaya Tuhan.

GBU.
Jane
----- Original Message -----
From: <lastri
To: ==cut===

#3289 From: "visi misi" <vis....
Date: Fri May 9, 2003 2:39 pm
Subject: > PARABEL ESOK HARI
"visi misi" <vis....
Send Email Send Email
 

> PARABEL ESOK HARI
>
> Aku memandang ke gunung,
> "terlalu sulit, Tuhan," kataku: "Aku tak dapat memanjat."
> "Pegang tangan-Ku," bisik-Nya, "Aku menjadi kekuatanmu,"
>
> Aku melihat jalan,
> "Terlalu jauh, Tuhan,"kataku,"berbatu-batu dan jauh."
> "Ambil kasih-Ku,"jawab-Nya,"Aku akan menjaga langkahmu."
>
> Aku melihat ke langit.
> "Matahari telah pergi," kataku, "hari telah gelap."
> "Pegang pelita Firman-Ku," bisik-Nya, "cukup terang bagimu."
>
> Kami mendaki, Jalan sangat sempit dan terjal, tetapi ada cahaya 
terang.
Dan
> ketika duri-duri menghalangi, tangan-Nya melindungi, sebelum 
duri-duri itu
> menyentuh kakiku. Dan ketika perjalanan menjadi sangat sulit, Aku 
tahu
bahwa
> kasih-Nya telah menjagaku agar tidak tersandung. Kemudian aku menjadi
sangat
> lelah, "Aku tak dapat lagi melanjutkan perjalanan ini, Tuhan, 
"kataku.
> "Malam telah berlalu. Lihatlah, anak-Ku."
>
> Aku melayangkan pandangan, dini hari menjelang. Lembah yang hijau
terhampar
> di
> hadapan.
> "Aku dapat berjalan sendiri sekarang," kataku. Kemudian aku melihat
goresan
> di
> tubuh-Nya,
> "Tuhan, Engkau terluka, tangan-Mu berdarah, kaki-Mu biru lebam.  
Apakah
itu
> bagiku?"
> Ia berbisik, "Aku lakukan semuanya dengan senang hati."
>
> Kemudian aku tertunduk di kaki-Nya, "Tuhan, pimpinlah aku," tangisku. 
"Tak
> ada
> jalan terlalu jauh, tak ada lembah terlalu dalam, jika Engkau 
bersamaku."
> Kemudian kami berjalan bersama, sekarang dan selamanya!
>
> (Ruth Gibbs Zwall)
> diambil dari buku "Kota Doa"
>
>


 
Te Deum laudamus, te Dominum confitemur
Kami memujiMu Allah, kami memuliakanMu Tuhan

#3290 From: "J.M.Zhong" <phi....
Date: Fri May 9, 2003 2:04 am
Subject: MUSICAL GRACE NOTES: THE KEY TO GREATNESS: GOSPEL GRACE
"J.M.Zhong" <phi....
Send Email Send Email
 
MUSICAL GRACE NOTES: THE KEY TO GREATNESS


GOSPEL GRACE


Antonin Dvorák (1841-1904)



The first thing Andrew did was to find his brother Simon and tell him, "We
have found the Messiah," (that is, the Christ). Then he brought Simon to
Jesus.



  - John 1:41-42



Johannes Brahms adalah salah satu teman terdekat dan pendukung terbaik
Antonin Dvorák. Brahms meyakinkan penerbitnya untuk mempublikasikan karya
Dvorák, dan ia mengajak musisi di seluruh Eropa agar memainkan hasil karya
komposer muda itu. Brahms yang bujangan bahkan menolong keluarga Dvorák yang
bermasalah dalam finansial.



Dvorák sangat berterima kasih atas dukungan Brahms, tetapi ia juga sedih
akan kebimbangan rohani dan kehilangan iman gurunya. Brahms banyak membaca
spekulasi para filsuf non-Kristen, kehidupan rohaninya kadang ditandai masa
keraguan dan kekurangan rasa aman. Brahms bukan seorang agnostik , tetapi
ketika keduanya mendiskusikan
masalah agama Dvorák sering pulang dengan mencemaskan apa yang telah ia
dengar.



Sejarah mencatat komentar seseorang yang telah mendengar keduanya berdebat
panjang mengenai agama: "Saat kembali ke hotel, Dvorák lebih pendiam dari
biasanya. Akhirnya setelah beberapa waktu ia berseru dengan emosi, 'Orang
itu, jiwa itu - dan ia tidak percaya pada apapun; ia tidak percaya apapun!'"



Ada rasa cemas dalam perkataan Dvorák, cemas akan jiwa temannya. Dvorák,
yang dikenal sebagai pendoa, tentu berdoa sungguh-sungguh untuk Brahms dan
hubungannya dengan Tuhan.



Bagaimana dengan teman, rekan, dan keluarga anda? Apakah anda menyempatkan
waktu untuk membagi iman anda kepada mereka? Apakah anda mendukung mereka
secara spiritual? Berdoa untuk mereka? Pernahkah mereka mendengar penjelasan
yang benar tentang berita Injil Atau anda mengkhawatirkan apa yang mereka
pikir tentang anda?



Daripada berusaha menyelamatkan seluruh dunia, mengapa tidak memilih satu
orang yang anda tahu memerlukan Tuhan. Mintalah kepada Allah untuk menaruh
beban doa untuk orang itu. Buat komitmen untuk berdoa tiap hari untuk
keselamatannya. Mintalah kepada Allah untuk membuka kesempatan membagikan
kasih dan pesan Allah padanya. Mintalah kepadaNya untuk memenuhi perkataan
Paulus dalam hidup dan kesaksian anda: "Hiduplah dengan penuh hikmat
terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah
kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu,
bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang" (Kol 4:5-6).



Father, I pray for (name). I pray for his salvation, that he will see his
need for a Savior. Lord, help him to know the love and forgiveness You have
to offer. Please help me to be a steadfast witness for You. Give me
opportunities to share, give me Your words to speak, give me boldness and
sensitivity to be Your ambassador to those around me.

#3291 From: inrapura wijaya <inr...>
Date: Tue May 13, 2003 4:23 am
Subject: Bejana Yang Retak
inrapw
Online Now Online Now
Send Email Send Email
 

Bejana Yang Retak; Sebuah Kisah Tentang Keunikan

 

Seorang pembawa air di India memiliki 2 buah bejana besar yang setiap hari menggantung di ujung-ujung pikulan yang dibawanya diatas bahunya. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan satunya lagi sempurna selalu berhasil membawa penuh air sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah tuan si pembawa air.

 

Selama 2 tahun hal itu terus terjadi, si pembawa air setiap hari selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air. Tentu saja bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya; sesuai sempurna sebagaimana selayaknya ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ke-tidak sempurna-an yang ada pada dirinya merasa sedih karena ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah seharusnya ia diciptakan.

 

Setelah waktu 2 tahun berlalu dengan merasakan pahitnya kegagalan, suatu hari di tepi sungai si bejana retak berkata kepada si pembawa air.

“Aku malu terhadap diriku aku ingin minta maaf kepadamu.”

“Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?” tanya si pembawa air.

“Selama 2 tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya aku bisa bawa. Semua ini karena retakan di tubuhku yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalananmu kembali dari sungai ke rumah tuanmu. Karena cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan.” kata si bejana retak.

Si pembawa air merasa iba kepada si bejana tua yang retak itu dengan penuh kasih ia berkata, “Saat nanti kita berjalan kembali menuju ke rumah tuanku, aku mau kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang.”

 

Memang, ketika mereka mulai menaiki bukit, si bejana tua melihat sinar mentari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Hal itu membuat dia sedikit terhibur. Di akhir perjalanan, ia masih merasa bersalah karena setengah dari bawaannya telah mengucur keluar, ia kembali minta maaf. Si pembawa air berkata kepada bejana itu, “Apakah kamu menyadari bahwa bunga-bunga di sepanjang jalan setapak itu hanya ada pada sisi dimana engkau ada tapi tidak ada di sisi bejana satu lagi? Itu karena aku selalu tahu mengenai cacatmu aku ‘mengambil keuntungan’ darinya. Aku menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan dimana kamu ada setiap hari ketika kita kembali dari sungai, kamu menyirami mereka. Selama 2 tahun aku bisa memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Kalau kamu tidak menjadi sebagaimana kamu ada, tuanku tidak akan pernah menikmati keindahan bunga-bunga itu yang turut menyemarakkan rumahnya.”

 

Setiap dari kita memiliki ‘kecacatan yang unik’. Kita semua adalah bejana yang retak. Tapi bila kita mengijinkan hal itu ada pada diri kita, Tuhan kita akan menggunakan ke-cacat-an itu untuk menyemarakkan ‘meja-Nya’. Dalam prinsip ekonomi Allah yang luar biasa, tidak ada yang terbuang percuma. Maka ketika kita mencari cara untuk melayani bersama dengan saudara seiman lainnya ketika Allah menunjukmu untuk mengerjakan bagian yang diberikan kepadamu, jangan takut dengan ke-cacat-an yang ada pada dirimu. Akui itu biarkan Allah mengambil keuntungan darinya. Maka kamupun bisa menjadi penyebab keindahan yang ada di sepanjang jalan yang Ia buat. Jalanilah dengan berani, karena kita tahu bahwa dalam kelemahan kita, kita akan menemukan kekuatan-Nya.

 

Author Unknown


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3292 From: "Albert" <joh...>
Date: Wed May 14, 2003 5:07 am
Subject: Jalan serta Yesus (Walking with Jesus).
yohanessantosa
Offline Offline
Send Email Send Email
 
 

Jalan sertaYesus /walking with Jesus
(autoplay)
 
Jalan serta Yesus .
Jalan sertaNya se-ti-ap hari
Jalan serta Yesus
Serta Yesus slama nya.
 
Jalan dalam suka Jalan dalam duka.
Jalan serta Nya setiap hari
Jalan serta Yesus .
serta Yesus slamaNya.
 
Walking with Jesus , walking every day
walking with Jesus alone.
walking in the sunshine
Walking in the shadow
Walking evry day walking all the way
Walking with Jesus
Walking with Jesus alone
 

Tuhan melindungi semua.
salam hangat  :
       Albert

#3293 From: Billy Kristanto <...>
Date: Sat May 17, 2003 4:47 am
Subject: Mengenal Allah
bkrstn
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Mengenal Allah

Manusia adalah makhluk yang diciptakan untuk memiliki pengetahuan. Keinginan untuk tahu adalah pemberian Tuhan yang sudah ada dalam diri manusia, karena manusia tidak dapat melepaskan diri dari kebenaran. Entah hubungan itu berupa penolakan akan kebenaran, ataupun penerimaan kebenaran. Pengetahuan, atau lebih tepat pengenalan akan kebenaran itulah yang membawa manusia kepada hidup yang seutuhnya. 

Di dalam iman kristen, kebenaran itu adalah kebenaran yang bersifat personal (bukan sekedar rumusan atau proposisi2 tertentu). Sehingga pengetahuan kebenaran itupun bersifat relasional (dari pribadi ke Pribadi). Maka sekali lagi, lebih tepat kita mengatakan pengenalan, dan bukan sekedar pengetahuan. Apa beda antara keduanya? Pengetahuan dapat bersifat memperobyek, menjadikan apa yang kita ketahui sebagai obyek. Saya, sebagai subyek yang mengetahui, kemudian Allah menjadi obyek yang kita ketahui. Pengetahuan dalam pengertian seperti ini dapat membahayakan, karena dapat mengakibatkan kita tidak mengenal posisi kita yang sesungguhnya (sebagai subyek yang seolah lebih tinggi daripada obyek). Maka Allah, sebagai kebenaran personal yang mahahidup, tidak hanya diketahui secara obyektif, melainkan menyatakan diriNya sebagai subyek, yang menuntut perendahan diri serta cinta kasih setiap orang yang menyatakan diri mengenal Dia. Pengenalan akan Allah selalu bersifat relasional.  

Alkitab bahkan menggunakan istilah mengetahui dalam pengertian yang sangat dalam. Kata ginoskein, yang merupakan kata Yunani untuk “pengetahuan” dapat diterjemahkan menjadi “mengenal” atau “mengetahui”. Dalam Injil Yohanes ini sering dipakai dalam hubungannya dengan pengenalan akan Allah. Ini selalu menyangkut suatu hasil perjumpaan dan relasi pribadi berjalan bersama dengan Allah. Seperti misalnya yang tertulis dalam Yoh 6:69.

Seperti dikatakan oleh J.I. Packer dalam bukunya “Knowing God”, kita mengatakan pengenalan akan Allah dan bukannya pengetahuan tentang Allah. Yang pertama adalah pengetahuan yang sesungguhnya, sedang yang kedua dapat menjadi pengetahuan abstrak yang diperoleh melalui studi kata orang tentang Allah. Pada yang pertama selalu ada penghayatan dalam hidup sehari-hari, sementara pada yang kedua mungkin hanya merupakan konsumsi intelektual belaka. Pengenalan akan Allah yang sejati selalu melibatkan kerinduan, gairah, entusias untuk mengenal Dia lebih dalam lagi. Bagaikan seorang ilmuwan yang terpesona oleh hasil penemuannya dan terus terdorong untuk menyelidiki lebih jauh, demikianlah seseorang yang memiliki pengenalan akan Allah.  

Pengenalan akan Allah juga adalah dasar semua pengetahuan yang lain. Van Til bahkan dengan ketat mengatakan bahwa semua pengetahuan yang dimiliki oleh manusia harus dikaitkan dengan pengetahuan/pengenalan akan Allah. Seberapa pentingkah hal ini? Apakah ada beda antara seorang kristen yang mengetahui bahwa 2+2 = 4 dengan orang yang bukan kristen? Atau seorang ilmuwan kristen yang mendapatkan hasil penemuan dari penyelidikannya dengan seorang ateis misalnya? Persoalan ini sebenarnya merupakan persoalan worldview. Karena boleh saja seorang ateis menemukan kebenaran yang sama benarnya dengan orang kristen (katakanlah dalam penyelidikan ilmiah), akan tetapi dia tidak sanggup untuk menempatkan kebenaran ilmiah yang dia dapatkan tersebut dalam tatanan kebenaran yang seutuhnya. Kebenaran yang dia temukan dalam alam ciptaan tersebut mungkin malah membawa dia ke dalam pengetahuan diri yang salah (misalnya menjadi congkak dan sombong), atau pengetahuan alam yang keliru (misalnya berpendapat bahwa alam pasti mempunyai jiwa atau kekuatan dari dirinya sendiri). Kebenaran selalu bersifat utuh (integrated), inilah yang tidak mungkin dimiliki oleh orang yang tidak percaya.  

Maka bagi orang kristen pengenalan akan Allah membawa kepada pengetahuan diri yang benar, pengetahuan akan siapakah manusia, siapakah sesamaku dan juga pengetahuan akan ciptaan yang lebih rendah. Barangsiapa yang mengenal Allah adalah Allah yang Mahakudus, akan dibawa kepada pengenalan bahwa saya membutuhkan Juruselamat, yang berbelas-kasihan serta mau mengampuni dosa-dosa saya. Jalan itu sudah diberikan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Pengenalan akan Allah dan akan diri yang benar juga akan membawa kita kepada pengetahuan akan manusia, sebagai ciptaan yang tertinggi, bahkan diciptakan menurut gambar-rupa Allah (Kej 1:27). Dengan demikian kita harus mengasihi sesama manusia, karena setiap orang memiliki gambar-rupa Allah. Mengasihi sesama manusia demi Allah, dan bukan demi manusia itu sendiri, manusia sudah jatuh ke dalam dosa, sehingga ketika kita mengasihi manusia dan berusaha menyenangkan dia demi dirinya sendiri, maka kita akan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa keinginan manusia (yang di dalam keberdosaannya merupakan kekacauan). Inilah yang disebut humanisme sekuler. Sebaliknya ketika kita mengasihi manusia demi Allah, di situ kita mengembalikan kemuliaan manusia sebagai mahkota ciptaanNya, dengan tujuan dan rencana asli untuk hidup memuliakan serta menikmati Allah. Yang terakhir, pengenalan akan Allah, diri sendiri dan sesama, akhirnya membawa kita kepada pengetahuan akan alam yang benar. Alam diciptakan untuk melayani manusia, bukan manusia yang melayani alam. Alam diletakkan di bawah penguasaan manusia, dan manusia di bawah penguasaan Allah. Penguasaan alam tanpa Allah, akan menjadikan manusia brutal, menghancurkan alam demi kenikmatan dirinya sendiri. Sebaliknya ketika seseorang mengenal Allah, dia dituntut dalam pertanggungan-jawab untuk mengelola serta mengusahakan bumi beserta segala isinya (Kej 2:15). Manusia didorong untuk mengerjakan kekayaan serta keindahan alam untuk dinikmati sehingga membawa ucapan syukur serta kehidupan yang semakin menyembah dan memuliakan Penciptanya. Hanya di dalam pengenalan akan Allah yang benar, yang disertai hati yang takut akan Allah, yang sanggup membawa manusia untuk menikmati alam secara benar. Demikian pula penyelidikan ilmiah akan alam akan membawa manusia semakin mengagumi kuasa serta kebesaran Allah dalam dunia ciptaanNya.  

Kiranya Tuhan sendiri yang mengaruniakan kita pengenalan akan Allah yang sejati, yang sanggup memimpin kita untuk masuk ke dalam kekayaan pengenalan kebenaran yang seutuhnya. Soli Deo Gloria!

 



Ev. Billy Kristanto
Gereja Reformed Injili Indonesia - Singapore   Info (65) 6334-6725
Sunday Serv.: 09.00 AM North Bridge Centre #05-05 5.00 PM True Way Presbyterian Church
= www.grii-singapore.org =
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Fil 1:21-22


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3294 From: Febby <fe...
Date: Tue May 20, 2003 3:25 am
Subject: Invitation
Febby <fe...
Send Email Send Email
 
Manusia, dilahirkan dengan berbagai latar belakang yang berbeda2, walau demikian kita semua berharga di mataNya.
 
Mau tahu lebih banyak...., kami mengundang teman-teman semua, di Komisi Pemuda, GKJMB Rayon I, Jalan Mangga Besar I No. 74, hari Sabtu, 24 Mei 2003, jam 17.30.
Kebaktian Pemupukan Rohani oleh Pendeta Rap Rap, di ruang Basement.
 
Ditunggu kehadirannya.
Mari kita sebarkan kabar gembira ini juga buat teman-teman lain yang membutuhkan.
 
Tuhan memberkati.
Febby

#3295 From: pttwr <ptt....
Date: Wed May 14, 2003 4:09 am
Subject: Surat Cinta untuk Tuhan
christloveyou
Offline Offline
Send Email Send Email
 
From: Parn*-^
 
Aku adalah manusia lemah
Penuh lumpur-lumpur dosa
Namun Engkau penuh kasih dan cinta
Mengikisnya
 
Aku adalah manusia lemah
Penuh dengan belenggu dimana-mana
Namun Engkau dengan tangan berlumuran darah
Melepaskannya
 
Aku adalah manusia lemah
Sering jatuh dan tersungkur dalam dosa
Namun Engkau melindungiku dari semua
Tanpa menghiraukan Tubuh-Mu penuh luka
 
Akhirnya diriku
Menyadari begitu besar kasih-Mu
Bagi diriku yang hina dan tiada apa-apanya
Kau berkorban nyawa
 
Tuhan Ampunilah aku
Ajarilah aku untuk selalu mengasihi-Mu
Seperti Engkau mengasihiku
Sampai akhir waktuku
 
Bentuklah aku
Seturut rencana-Mu
Sehingga diriku bisa seperti-Mu
Yang selalu mencintai tanpa pamrih
 
Bentuklah aku
Sesuai keinginan-Mu
Sehingga diriku bisa seperti-Mu
Yang selalu melindungi meskipun berkorban nyawa
 
Pujian dan sembah hanya bagi-Mu
Atas semua bimbingan dan berkah yang melimpah bagiku.
Pujian dan sembah hanya bagi-Mu
Atas segala tuntunan bagi setiap langkah hidupku
 
Syukur atas segala Kasih-Mu
Yang berlimpah bagi hidupku
Syukur hanya bagi-Mu
Yang Maha Kudus dan Maha Tinggi
 
By. Mikey 13th May 2003
sebagai Tanda Pujian Syukur bagi Tuhan atas segala Berkah
dan Cinta-Nya yang berlimpah.

#3296 From: Suzianty Herawati <suzianty@...>
Date: Tue May 20, 2003 11:06 am
Subject: "O that I knew where I might find Him!"
suzianty
Offline Offline
Send Email Send Email
 

"O that I knew where I might find Him!"
                                                      --Job 23:3

   In Job's uttermost extremity he cried after the Lord. The
longing desire of an afflicted child of God is once more to see
his Father's face. His first prayer is not "O that I might be
healed of the disease which now festers in every part of my
body!" nor even "O that I might see my children restored from
the jaws of the grave, and my property once more brought from
the hand of the spoiler!" but the first and uppermost cry is, "O
that I knew where I might find HIM, who is my God! that I might
come even to His seat!" God's children run home when the storm
comes on. It is the heaven-born instinct of a gracious soul to
seek shelter from all ills beneath the wings of Jehovah. "He
that hath made his refuge God," might serve as the title of a
true believer. A hypocrite, when afflicted by God, resents the
infliction, and, like a slave, would run from the Master who has
scourged him; but not so the true heir of heaven, he kisses the
hand which smote him, and seeks shelter from the rod in the
bosom of the God who frowned upon him. Job's desire to commune
with God was intensified by the failure of all other sources of
consolation. The patriarch turned away from his sorry friends,
and looked up to the celestial throne, just as a traveller turns
from his empty skin bottle, and betakes himself with all speed
to the well. He bids farewell to earth-born hopes, and cries, "O
that I knew where I might find my God!" Nothing teaches us so
much the preciousness of the Creator, as when we learn the
emptiness of all besides. Turning away with bitter scorn from
earth's hives, where we find no honey, but many sharp stings, we
rejoice in Him whose faithful word is sweeter than honey or the
honeycomb. In every trouble we should first seek to realize
God's presence with us. Only let us enjoy His smile, and we can
bear our daily cross with a willing heart for His dear sake.

by CH Spurgeon


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3297 From: Suzianty Herawati <suzianty@...>
Date: Tue May 20, 2003 11:19 am
Subject: "Hitherto hath the Lord helped us."
suzianty
Offline Offline
Send Email Send Email
 

"Hitherto hath the Lord helped us."
                                                 --1 Samuel 7:12

   The word "hitherto" seems like a hand pointing in the
direction of the _past_. Twenty years or seventy, and yet,
"hitherto the Lord hath helped!" Through poverty, through
wealth, through sickness, through health, at home, abroad, on
the land, on the sea, in honour, in dishonour, in perplexity, in
joy, in trial, in triumph, in prayer, in temptation, "hitherto
hath the Lord helped us!" We delight to look down a long avenue
of trees. It is delightful to gaze from end to end of the long
vista, a sort of verdant temple, with its branching pillars and
its arches of leaves; even so look down the long aisles of your
years, at the green boughs of mercy overhead, and the strong
pillars of lovingkindness and faithfulness which bear up your
joys. Are there no birds in yonder branches singing? Surely
there must be many, and they all sing of mercy received
"hitherto."

   But the word also points _forward_. For when a man gets up to
a certain mark and writes "hitherto," he is not yet at the end,
there is still a distance to be traversed. More trials, more
joys; more temptations, more triumphs; more prayers, more
answers; more toils, more strength; more fights, more victories;
and then come sickness, old age, disease, death. Is it over now?
No! there is more yet-awakening in Jesu's likeness, thrones,
harps, songs, psalms, white raiment, the face of Jesus, the
society of saints, the glory of God, the fulness of eternity,
the infinity of bliss. O be of good courage, believer, and with
grateful confidence raise thy "Ebenezer," for--

            He who hath helped thee hitherto
            Will help thee all thy journey through.

When read in heaven's light how glorious and marvellous a
prospect will thy "hitherto" unfold to thy grateful eye!

by CH Spurgeon


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3298 From: Suzianty Herawati <suzianty@...>
Date: Tue May 20, 2003 11:14 am
Subject: "Spices for anointing oil."
suzianty
Offline Offline
Send Email Send Email
 

"Spices for anointing oil."
                                                   --Exodus 35:8

   Much use was made of this anointing oil under the law, and
that which it represents is of primary importance under the
gospel. The Holy Spirit, who anoints us for all holy service, is
indispensable to us if we would serve the Lord acceptably.
Without His aid our religious services are but a vain oblation,
and our inward experience is a dead thing. Whenever our ministry
is without unction, what miserable stuff it becomes! nor are the
prayers, praises, meditations, and efforts of private Christians
one jot superior. A holy anointing is the soul and life of
piety, its absence the most grievous of all calamities. To go
before the Lord without anointing is as though some common
Levite had thrust himself into the priest's office--his
ministrations would rather have been sins than services. May we
never venture upon hallowed exercises without sacred anointings.
They drop upon us from our glorious Head; from His anointing we
who are as the skirts of His garments partake of a plenteous
unction. Choice spices were compounded with rarest art of the
apothecary to form the anointing oil, to show forth to us how
rich are all the influences of the Holy Spirit. All good things
are found in the divine Comforter. Matchless consolation,
infallible instruction, immortal quickening, spiritual energy,
and divine sanctification all lie compounded with other
excellencies in that sacred eye-slave, the heavenly anointing
oil of the Holy Spirit. It imparts a delightful fragrance to the
character and person of the man upon whom it is poured. Nothing
like it can be found in all the treasuries of the rich, or the
secrets of the wise. It is not to be imitated. It comes alone
from God, and it is freely given, through Jesus Christ, to every
waiting soul. Let us seek it, for we may have it, may have it
this very evening. O Lord, anoint Thy servants.

by CH Spurgeon


Do you Yahoo!?
The New Yahoo! Search - Faster. Easier. Bingo.

#3299 From: pttwr <pt...
Date: Tue May 20, 2003 7:38 am
Subject: The Beggar King
christloveyou
Offline Offline
Send Email Send Email
 
From: "ss"

Once there was a time, according to legend, when Ireland was ruled by a king
who had no son. The king sent out his couriers to post notices in all the
towns of his realm. The notices advised that every qualified young man
should apply for an interview with the king as a possible successor to the
throne. However, all such candidates must have these two qualifications:
They must (1) love God and (2) love their fellow human beings.
The Young man about whom this legend centers saw a notice and reflected that
he loved God and, also, his neighbors. One thing stopped him, he was so poor
that he had no clothes that would be presentable in the sight of the king.
Nor did he have the funds to buy provisions for the long journey to the
castle. So the young man begged here, and borrowed there, finally managing
to scrounge enough money for the appropriate clothes and the necessary
supplies.
Properly attired and well-suited, the young man set out on his quest, and
had almost completed the journey when he came upon a poor beggar by the side
of the road. The beggar sat trembling, clad only in tattered rags.
His extended arms pleaded for help.
His weak voice croaked, "I'm hungry and cold. Please help me... please?"

The young man was so moved by this beggar's need that he immediately
stripped off his new clothes and put on the tattered threads of the beggar.
Without a second thought he gave the beggar all his provision as well. Then,
somewhat hesitantly, he continued his journey to the castle dressed in the
rags of the beggar, lacking provisions for his return trek home. Upon his
arrival at the castle, a king's attendant showed him in to the great hall.
After a brief respite to clean off the journey's grime, he was finally
admitted to the throne room of the king.
The young man bowed low before his majesty. When he raised his eyes, he
gaped in astonishment. "You... it's you! You're the beggar by the side of
the road."
"Yes," the king replied with a twinkle, "I was that beggar."
"But...bu...bu... you are not really a beggar. You are the king for real.
Well, then, why did you do this to me?" the young man stammered after
gaining more of his composure.
"Because I had to find out if you genuinely love God and your fellow human
beings," said the king. "I knew that if I came to you as king, you would
have been impressed by my gem-encrusted golden crown and my royal robes. You
would have done anything I asked of you because of my regal character. But
that way I would never have known what is truly in your heart. So I used a
ruse. I came to you as a beggar with no claims on you except for the love in
your hear. And I discovered that you sincerely do love God and your fellow
human beings. You will be my successor," promised the king. "You will
inherit my kingdom."
(Author Unknown, The Sower's Seeds)

#3300 From: pttwr <pttwr@...>
Date: Thu May 15, 2003 8:08 am
Subject: Hari Ini
christloveyou
Offline Offline
Send Email Send Email
 
From:
 
Hari Ini Hari Ini.

Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.

Yang pertama; hari kemarin.
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.

Yang kedua: hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja.

Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup;
pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.

Kata Bijak :
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.

By Rudy

Messages 3271 - 3300 of 9544   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help