LEO KRISTI (LEO IMAM SUKARNO)
Di masa kecilnya, hampir tiap pagi menjelang subuh Leo terbiasa dibuai irama musik. Ayahnya, Raden Ngabei Iman Soebiantoro, pensiunan pegawai negeri, kebetulan pemain musik. Di pagi yang dingin itu, dari kamar ayah dan ibunya, selalu terdengar musik lembut. ''Rasanya, indah sekali dan menimbulkan goresan mendalam di sanubari saya,'' Leo mengenang.
Anak kedua dari empat bersaudara ini sejak di SD aktif dalam kegiatan menyanyi di gereja, bagian dari kegiatan sekolahnya yang Kristen -- padahal ia sendiri Islam. Ia pernah mengatakan, ''Saya menerima musik sebagai sahabat, menyambut nyanyian sebagai kecintaan.'' Di SMP pula ia mendapat sebuah gitar dari ayahnya. Lalu, ia masuk kursus Tony Kerdijk, Direktur Sekolah Musik Rakyat di Surabaya. Untuk menyanyi ia belajar pada Nuri Hidayat dan John Topan. ''Itulah sekolah formal saya di bidang musik,'' tuturnya.Di SMA I Surabaya, ia tidak lepas dari kewajiban berbaris dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan di bawah Tugu Pahlawan -- atas ketentuan kepala sekolah yang patriotismenya menggebu-gebu. ''Tiap minggu bisa tiga sampai empat kali,'' tutur Leo.
Musik Leo, yang lahir atas nama grup Konser Rakyat Leo Kristi -- semula bersama Naniel, Mung, dan penyanyi Tatiek dan Yayuk, lantas mengubah barisan dengan anggota Ote, Komang, Cok Bagus, dan penyanyi kakak beradik Yana dan Nana van Derkley, selain Mung yang masih tetap -- menyenandungkan balada, semangat cinta bangsa, dan kisah- kisah rakyat. Lebih banyak dalam irama folk, country, dan didukung dengan lirik-lirik yang puitis. ''Ibulah sumber magnet, yang menggebrak saya dalam kesungguhan. Suatu hari beliau berkata, jadilah musikus yang patriotik,'' kata Leo.
-------------------------
Mailing list LeoKristi@yahoogroups.com ini diperuntukan bagi sarana komunikasi dan pertukaran informasi diantara para pecinta lagu-lagunya Konser Rakyat LEO KRISTI.
Ayo !. Jabat tangan erat-erat, Saudaraku.....
Salam,
Amir Husin Daulay
0817-4954996
|