Search the web
Sign In
New User? Sign Up
Dharmajala
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Messages 15230 - 15259 of 15259   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Messages: Show Message Summaries   (Group by Topic) Sort by Date v  
#15259 From: Gunawan Muliawan <gunnar_one@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 1:33 pm
Subject: Kulit Pisang
gunnar_one
Offline Offline
Send Email Send Email
 

 

Kulit Pisang

 

 

 

 

Epoch Times

 

    Sebuah ceramah akan dimulai di dalam kelas di Universitas kami. Pembawa ceramah itu adalah seorang profesor yang sudah tersohor baik di dalam maupun luar negeri. Poster sudah ditempelkan di luar gedung dua hari sebelum ceramah, reaksinya luar biasa, para mahasiswa dan mahasiswi berbondong-bondong datang ke lokasi ceramah, ingin melihat sikap wibawa professor itu.

 

    Sepuluh menit sebelum ceramah dimulai, para mahasiswa satu demi satu memasuki ruang ceramah. Tidak jauh dari ruang ceramah, pada jalan masuk menuju ke ruang ceramah, terlihat di atas lantai sebuah kulit pisang. Setiap orang yang hendak melangkah masuk ke dalam kelas, dengan spontan harus mengangkat kaki untuk menghindari kulit pisang itu, sambil tidak lupa menggerutu, bermacam-macam yang diomelkan, "Siapa yang begitu kurang ajar?" "Sama sekali tidak mempunyai kesadaran umum!" "Panitia-panitia penyelenggara acara ini bagaimana?" "Kualitas macam apa orang zaman sekarang?"

    Semua orang mengomel sambil melangkahi kulit pisang itu, dan duduk di tempat masing-masing, kemudian dengan tenang menunggu kehadiran sang profesor.

 

    Beberapa menit kemudian, sang professor yang dinanti-nantikan setiap orang itu tiba pada waktu yang tepat.

    Dia juga menemukan kulit pisang yang tergeletak di lantai itu, dengan tangannya, profesor itu membenahi kaca matanya sambil maju ke depan mengamati kulit pisang itu dengan saksama.

 

    Suasana di dalam kelas segera menjadi hening, semua orang menjulurkan leher, melihat gerak-gerik dari sang profesor.

    Setelah sang profesor mengetahui dengan jelas benda yang berada di bawah kakinya itu adalah sebuah kulit pisang, dia segera naik pitam, menunjuk kulit pisang itu dan berkata dengan suara yang sangat keras, "Mana boleh kamu (kulit pisang) tinggal di tempat ini? Seharusnya kamu tidur di dalam tempat sampah! Bagaimana dirimu bisa tidak memiliki kesadaran umum, tidak mempunyai pengertian tentang lingkungan hidup, bagaimana jika ada orang yang menginjakmu lalu terjatuh dan terluka? Dirimu sungguh sangat tidak pantas berada di sini!"

 

    Hawa amarah membuat kaca mata yang berada di pangkal hidung sang profesor melompat-lompat, membuat orang teringat akan karakter Woody Woodpecker yang amarahnya dibangkitkan oleh hal-hal yang sepele, dari tempat duduk segera terdengar suara tawa dari para hadirin.

    Sang profesor tidak mempedulikan, dia tetap melanjutkan amarahnya, terhadap kulit pisang.

 

    Dari tempat duduk para pendengar, ada mahasiswa yang sudah tidak sabar lagi, dengan suara keras dia berkata, "Sudahlah! Bapak profesor, jangan memboroskan tenaga, Anda tidak bisa mengharapkan kulit pisang itu masuk ke dalam tong sampah hanya dengan cara dimaki!"

    Mendengarkan perkataan ini, sang professor lalu memalingkan kepalanya, dia tertawa dengan wajah penuh sinar kemerahan, sambil menjulurkan tangan memungut kulit pisang yang berada di atas lantai, memasukkan kulit pisang itu ke dalam tong sampah yang berada di pinggir podium, menggunakan tisu untuk membersihkan tangannya sambil berkata, "Tadi mahasiswa itu berkata apa? Bisakah diulang kembali?"

 

    Segera suasana kelas menjadi hening, tidak ada orang yang mengeluarkan suara.

    Sang professor berkata lagi, "Saya sudah mendengar, "Anda tidak bisa mengharapkan kulit pisang itu masuk ke dalam tong sampah hanya dengan cara dimaki!", ini adalah judul dari ceramah saya pada malam hari ini!"

 

    Saat itu, layar besar yang berada di tembok mulai menayangkan adegan para mahasiswa ketika sedang memasuki ruangan, beraneka macam ragam sikap mereka ketika melangkahi kulit pisang dan berbagai suara omelan yang berbeda terdengar sangat jelas sekali. Pada awalnya para mahasiswa itu tertawa-tawa, namun suasana berangsur berubah menjadi hening sekali.

    Profesor itu lalu berkata, "Ini merupakan satu mata rantai yang khusus saya rencanakan, saya ingin membicarakan suatu prinsip kepada Anda sekalian, sebenarnya prinsip tersebut juga telah Anda teriakkan dengan jelas. Tetapi bagi Anda sekalian, mengerti prinsip adalah satu hal, sedangkan menggunakan prinsip ini untuk membimbing sikap Anda sendiri adalah hal yang sama sekali lain! Saya yakin, Anda sekalian yang hadir di sini, tidak ada satu orang pun yang tidak mengerti kulit pisang itu tidak akan bisa masuk ke dalam tong sampah hanya dengan dimaki, akan tetapi Anda sekalian tidak mempunyai tindakan yang konkret, tidak melakukan suatu hal yang sepele seperti mengangkat tangan untuk mengubah keadaan saat itu."

 

    "Hal tersebut persis seperti kebanyakan orang yang merasa sifat masyarakat yang acuh, padahal dirinya sendiri pelit untuk memberikan sebuah senyum di wajah kepada masyarakat ini; yang mengomel tentang polusi lingkungan, tetapi dia sendiri tidak rela untuk memungut sampah yang berserakan; yang memaki pemerintah bobrok dan korup, tetapi saat dia sendiri menemui masalah, secara naluri lalu ingin mencari kenalan dan menyelesaikan masalahnya dengan melalui jalan belakang; yang mengeluhkan taraf moral yang menurun, tetapi diri sendiri tidak punya keinginan untuk mengerjakan dan melakukan dengan giat hal kebaikan apapun..."

    Hampir semua orang menggerutu dan memaki, tetapi hampir semua dari orang-orang itu juga, tidak ada yang ingin mengerjakan dan melakukan dengan giat pekerjaan itu.

 

    Tanggung jawab selalu dilempar ke pundak orang lain, sedangkan diri sendiri selalu dianggap sebagai korban! Semua praktek dan suasana hati ini, akan memperbesar sisi negatif manusia secara tak terbatas, sehingga yang diperlihatkan semua adalah keputus asaan.

    Faktanya bukanlah seperti yang kalian pikirkan, setiap jengkal kemajuan yang dicapai oleh masyarakat, membutuhkan tindakan konkret kalian untuk membangun. Jika saya tidak membuang sampah di sembarang tempat, di dunia ini akan berkurang satu sumber yang mengeluarkan polusi; jika saya lanjutkan dengan membersihkan sampah-sampah yang berada di sekitar diri saya, maka dunia ini akan lebih bersih sedikit; jika tindakan atau kelakuan saya ini bisa mengubah dan menggerakkan satu orang, maka dunia ini akan memiliki sebab untuk menjadi lebih bersih lagi. Penduduk bumi ini hanya sebanyak 60 milyar, bukan sebuah angka yang tidak bisa dihitung, maka kita seharusnya memulai tindakan konkret dari diri kita dahulu walaupun itu hanya seperenam-puluh milyar.

   

    "Ingat! Sampah tidak bisa masuk ke dalam tong sampah hanya dengan dimaki, Anda harus bertindak! Mulailah dari sekarang!"

    Selesai sudah ceramah dari professor, di dalam ruang ceramah terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah dengan perasaan hati yang ruwet.  (Cen Ying/The Epoch Times/lin)

 




#15258 From: Dana Kemanusiaan Dharmajala <dkd_2005@...>
Date: Wed Nov 25, 2009 3:15 am
Subject: Bantuan ke Laurencia, umur 3bulan, menderita kebocoran jantung
dkd_2005@...
Send Email Send Email
 
Dear All,

Per 24 Nov'09 pagi, kami mendapat sms dan email dari sis Lily mengenai kondisi Laurencia.

Tgl 24Nov'09 siang,  DKD telah menghubungi mamanya Laurencia, Fonny, warga Solo.
Usia Laurencia 3 bulan, berat 4 kg, menderita kebocoran jantung dimana ada 3 lubang di daerah
ASD : UK 0.5 CM, PDA : UK 0.5 CM, VSD : UK 0.7 CM yang terdeteksi sekitar 1 bulan yang lalu. Keluarga Laurencia saat ini bertempat tinggal di Bogor, rumah saudaranya.
Orang tua Laurencia telah mengurus SKTM. Operasi dijadwalkan akan diadakan dalam satu minggu ini di Rs. RSCM oleh tim dokter spesialis jantung anak..
Hari ini Laurencia akan dibawa ke Rs RSCM.

Saudari Lily dkk telah mengumpulkan dana sebesar Rp 21jutaan, dan masih kekurangan biaya sekitar 10jutaan. Karena kondisi Laurencia bersifat darurat perlu dilakukan operasi segera dan membutuhkan dana urgent, jadi DKD memutuskan untuk membantu Laurencia dari kotak dana Callysta yang masih tersisa sebesar Rp 13.311.501,- (Atas kesediaan & ikhlas tulus dari mamanya Callysta untuk membantu Laurencia yang membutuhkan)

Callysta yang telah dioperasi sejak bulan May'09 sudah membaik kondisinya, benjolan tumor di sekitar kepala dan telinga sudah diangkat, sel-sel hidup telah berkembang dan rambut sudah tumbuh di daerah tersebut. Callysta sekarang sudah berumur 1.5 tahun dan sudah lagi belajar jalan sekarang.

Bagi teman-teman yang ingin menjadi donatur tetap DKD bisa mengisi formulir kami dengan klik di http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/message/15219.
Sebagai donatur tidak tetap, dana tetap bisa disalurkan ke :
6970091112
BCA Cabang Kartini, Jakarta
A/n Ridawaty

Dukungan dan partisasi teman-teman sangat membantu bagi saudara-saudari kita yang membutuhkan. Terima kasih kepada segenap donatur DKD yang senantiasa memberikan dukungan kepada DKD sehingga bisa tetap berdedikasi.

"Tetasan air yang terkumpul bisa menjadi sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan meremehkan potensi diri sendiri, tetap lakukanlah kebajikan walau berupa kebajikan kecil."

 

with maitri,
DKD


============================== ==============================

2009/11/24 Lily Ongah <piklo@...>

Dear DKD,

 

Saat ini Laurencia sudah mendapatkan SKTM dan perkiraan biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp. 30jtan (dapat keringanan biaya 50% dari Rp. 60jtan, karena ada SKTM)

Dana yang terkumpul setelah dipotong biaya pengurusan document tersisa sekitar Rp. 21jtan. Masih butuh dana sekitar Rp. 10-15jtan. DKD bisa bantuin?

 

Salam,
LO


Data singkat keluarga Laurencia :


Ibu

:

Fonny       [ 31 thn ]

Ayah

:

Harijanto  [ 37 thn ]

Status rumah

:

Tinggal bersama orang tua

Anak 1

:

Albertus   [ 3 thn , 9 bln ]

Anak 2

:

Laurencia  [ 2 bln ]

Alamat

:

Sambeng , Jl .Cocak 6 No. 1 Solo

HP

:

0812.258.22663

Pekerjaan

:

Orang tua Laurencia  baru di PHK karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami crisis ekonomi, sekarang ini orang tua Laurencia berdagang Mie Ayam



Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com..

1 of 1 Photo(s)


#15257 From: <dharmajala@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 8:29 am
Subject: Penutupan pendaftaran peserta RPD 25
dharmajala
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Dear Sangha terkasih,

 

Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha

 

Berhubung jumlah peserta yang mendaftar untuk Retret Pemula Dharmajala Angkatan 25 sudah melewati batasan yang ditetapkan, maka melalui email ini kami informasikan bahwa pendaftaran untuk RPD 25 resmi ditutup.

 

Buat peserta yang telah mendaftar, sampai jumpa di RPD 25.

 

Buat Bro/Sis lainnya yang belum mengikuti RPD, kami tunggu keikutsertaannya di RPD 26 tahun 2010 nanti (informasi menyusul)

 

Hormat kami,

Tim Panitia

 

 


#15256 From: Victor Jaya <vic_jaya@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 3:27 am
Subject: 2012, Beneran Kiamat Nga Sih????????
vic_jaya
Offline Offline
Send Email Send Email
 


Namo Buddhaya,

Teman2 yang berbahagia,  Anggrek Dhamma Saraniya saya mengundang teman2 untuk menghadiri Dhamma Talk yang akan kita adakan pada :
  • Rabu 25 November2009
Topik          : 2012, Beneran Kiamat Nga Sih????????

Pembicara  : Bapak Handani Widjaya

tempat kebaktian di Ex Healthclub lantai 7 Apartment Taman Anggrek*
Pukul 18.45-21.00
INFO 0815-8183-853
Acara ini Tanpa undangan/Tanpa Tiket dan terbuka untuk umum

*dari mall Taman Anggrek masuk ke Fitness first naik 3 lantai.


Bagi Teman2 yang ingin membantu kami dalam Kepengurusan ADS, atau ingin menyumbang Ide, Saran, dan Kritik yang Membangun dapat di Email ke vic_jaya@... atau ke 0815-8183-853




Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!


Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

#15255 From: Lius <thoe_yulius@...>
Date: Tue Nov 24, 2009 2:43 am
Subject: Mind Trainning by Tza tza Rinpoche (Lama Phurbu Tashi) of Annapolis, USA
thoe_yulius@...
Send Email Send Email
 

Om Mani Padme Hum

 

 

Please do not miss the change for dharma class “Mind Training” with a well mix of explanation and application,

 

By Tza tza Rinpoche (Lama Phurbu Tashi) of Annapolis, USA, Composer of the vegetarian guidebook “ The Lamp of Enlightenment

 

For further info about rinpoche can be viewed at www.gampopacenter.com.

 

Rinpoche used to be a retreat master in Bokar Monastery, Mirik, India.

 

Class Starts 23 November 2009 Monday 7.30 PM every Monday, Thursday, and Friday (Language of Instruction : English, with Indonesian Interpreter),

 

Location : At the New Karmapa Centre at Pluit raya 132 A, Jakarta Utara, sebelah Fotball Salon, dari Rumah duka Atmajaya belok kiri, ada disebelah kanan, tepat di sebelah Badminton Hall, seberang Futsal.

 

Berhubung Center masih dalam Renovasi Minor, belum ada papan nama, tanda tandanya adalah : 2 Ruko menjadi satu warna putih, didepan ada batu alam,

 

Langsung ke Dharmasala lantai 2.

 

Untuk lebih jelasnya bisa hub. 0815-880-9960

 

Mohon diseberluaskan (Anumodanna)

 

Terima kasih,

 

Om Mani Padmi Hum



#15254 From: Dharmajala
Date: Mon Nov 23, 2009 8:10 am
Subject: Dharma Mingguan Dharmajala 22 11 09 28 11 09 " To Realize Inherent Wisdom Part II " by Master Sheng Yen
Dharmajala
Send Email Send Email
 
 
 

 

To Realize Inherent Wisdom

 

 

by Master Sheng-yen 

 

A talk Delivered on May 7, 1997, during a Ch'an retreat in Poland, and edited by Earnie Heau. 

 

                                                           

                All you have to do &        

 

all you must do,

 

is practice with

 

effort and

 

consistency .

 

 

 

 

 

If you have ideas of gaining or getting rid of something, you will just generate more vexations. Yes, the ultimate purpose of Ch'an is to realize enlightenment, and yes, Ch'an even talks about sudden enlightenment.

 

 

But real progress is always gradual and involves stages. 

 

 

First, learn how to concentrate the mind.

 

 

Through concentrated mind, you can further unify the mind. Then you can dissolve and melt away your unified mind to attain no-mind, or enlightenment. So these three stages-concentrated mind, unified mind, and no-mind-come through gradual and focused practice. 

 

 

I guide individuals according to their experience and situation. I may have someone begin with counting the breath. I may tell another person to begin straightaway with gong an or hua to practice. Very simply put, a gong an, or koan in Zen, is an anecdote of someone's enlightenment experience. For example, my grandmaster, Xu Yun (Empty Cloud), was holding a cup into which hot tea was being poured. Some of the tea spilled on his hand, and he dropped the cup. On hearing the cup shatter on the floor, Xu Yun experienced enlightenment. This story is a gong an. Meditating on or "investigating" a gong an, you focus all your energies on penetrating the meaning of the gong an. If you turn the story into a question such as "Who was enlightened when the cup broke?" and use that as a practice method, that is a hua to. 

 

 

However, no matter what method you use, you go from scattered mind to concentrated mind and from there to unified mind.

Then one can shatter this unified mind and experience no-mind, or enlightenment. Be assured, it is impossible to have a scattered mind and experience realization. On the other hand, please don't mistake the unified mind, the state of oneness, to be enlightenment. They are not the same. 

 

 

So let's look more closely at unified mind. There are three stages of unified mind. The first is unity of body and mind. This is when the body sensation falls away, leaving only the experience of the practice itself. If you are doing breath-counting and you reach this state, you become the breath counting. 

 

 

The second stage is when the practice itself disappears. For example, you are breath-counting, and as you become more concentrated, the numbers fall away; there is no more counting. There is only the awareness of breathing and clarity of mind, yet there is no thought of "I am only aware of my mind being clear." Moment to moment is the same, just this awareness. This second stage of unified mind is also when the words of the gong an fall away leaving only the awareness of working on the gong an, each moment like the other, without self-consciousnes. 

 

 

The third kind of unified mind comes from raising what is called the "doubt sensation" or "doubt mass." For example, by energetically and persistently practicing a gong an, you may reach a point at which in your mind there are no more words, and even the gong an itself has fallen away; there is just this growing mass of energy. This energy is accompanied by a sense of wonder, of surrender to unknowing, but at the same time of intensely wanting to know. This doubt mass can become so great that one's mental absorption is complete. At some point, discriminating mind falls away. 

 

 

Two things may happen. First, the doubt mass can be shattered, perhaps by some action or words heard or spoken, and one may experience enlightenment as in the case of Xu Yun. The second is that the doubt mass may dissipate, leaving the practitioner with a deep sense of peace and oneness. The practitioner may experience detachment from anything internal or external, even sensing no environment. Some may think this is an enlightenment experience, but this is still a unified state because this very sense of no inside, no outside, comes from a sense of self. At this stage, the sense of self may be extremely subtle, but it is there nevertheless. 

 

 

To experience no-mind is the true Ch'an. It takes a master of deep enlightenment to ascertain if someone else has reached just a oneness state or a genuine no-self state. Teachers who themselves only reached this deeper oneness state cannot truly judge whether a student has really experienced enlightenment. If they believe themselves to be enlightened, they may mistakenly certify students who have only reached this unified mind state. If these teachers, believing in their own enlightenment, stop practicing, they will never know the state of no-self, and that is unfortunate. 

 

 

Ch'an history is full of stories about disciples whose experiences were not confirmed by a master. Sometimes they left believing that the masters were incompetent because of this. But there are also cases where disciples later became enlightened masters themselves and were truly grateful to some earlier teacher for not validating their premature experiences. This allowed them to persist and continue their practice and, in time, achieve true realization. 

 

 

I hope you will all put forth your best efforts in your practice. Do not concern yourself with enlightenment. I say this even though I just spent some time telling you what enlightenment is. But you need to begin with correct views, and that is what I have tried to give you.

 

 

 To practice Ch'an, one needs dedication and effort. Whatever you experience in practice, whether it be concentrated mind or even a deep unified state, if there is seeking, there is no enlightenment.

 

 

 My purpose is to guide you from a scattered to a concentrated mind, from a concentrated mind to a unified mind, from a unified mind to no-mind. 

To cultivate the mind is most important and achievable. But even if you cannot reach no-mind, just to have periods of concentrated mind is good and contributes to progress.

 

 

To reach no-mind, to reach enlightenment, may sound extremely difficult.

Certainly, without correct concepts and correct methods and without a good guide, it is very difficul

 

.

However, if one has correct views and a correct method and the knowledge to use it, it is possible to realize your inherent wisdom.

I believe that regarding concept and views on practice, you have heard clearly and you have understood.

 

 

Wisdom is not knowledge,

Nor experience, nor dialectical excellence,

But a selfless attitude

 

 

To dissolve vexation within the heart

Is wisdom, to share interests with

Others is compassion

 

 

________________________________________________________________

 

 

 

 

Kami undang Anda untuk datang, lihat, belajar dan praktek bersama dalam kegiatan:

 

Malam Latihan Bersama Chan

 

Sitting Meditation

Meditasi DBD

Chanting

Yoga

 

Setiap Rabu malam, pk 19.30-22.00

Jl. Mangga 3 No 12 B Tanjung Duren

      Jakarta Barat

 


#15253 From: Eric Hermanto <eric_lim_80@...>
Date: Thu Nov 19, 2009 7:39 am
Subject: Donor Darah di Teluk Gong, Minggu, 29 November 2009
eric_lim_80
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Teman-teman, silahkan datang, kami mengundang anda datang ke acara donor darah.

Acara ini juga terbuka untuk umum.                              

 

Sumbangan darah anda mungkin menyelamatkan jiwa orang lain!!!

 

Acara                   :   Donor Darah

Hari/Tanggal         :   Minggu, 29 November  2009

Pukul                    :   10.00 – 12.00

Tempat                 :   Vihara Satrya Dharma

                                Jalan Teluk Gong Raya No. 1

                                ( Sebelah Apartemen Teluk Intan atau di bawah jalan layang tol )

Tips agar siap waktu donor darah yaitu :

  1. Tidur yang cukup 1-2 hari sebelum hari donor
  2. Seminggu sebelum donor usahakan tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti obat batuk, flu, pusing, sakit kepala

 

Informasi lebih lanjut : Eric Hermanto

                                      08161174478

                                      92728962

Salam hangat,

 

Eric Hermanto



#15252 From: Vera <velisha_lim0502@...>
Date: Wed Nov 18, 2009 8:22 am
Subject: Pencetakan kembali buku kitab Dhammapada
velisha_lim0502
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Dhammapada

dhammapada


Dhammapada adalah salah satu bagian kitab dari Sutta Pitaka.

Banyak yang telah merasakan bahwa kitab Dhammapada ini sangat bermanfaat dalam praktek dharma kehidupan sehari-hari, mungkin Anda adalah salah satu orang yang menikmati manfaat tadi.


Belakangan ini, kitab Dhammapada agak sulit ditemukan oleh umat Buddha karena keterbatasan dalam jumlah. Keluarga Buddhayana Indonesia berkeinginan mencetak kembali kitab yang sangat bermanfaat ini.


Bagi Anda yang mempunyai keinginan untuk berbagi kebahagiaan dan manfaat untuk para Umat Buddha, kami ajak untuk berpartisipasi dengan mengirimkan dana melalui :


BCA 3353.099.899 a.n. Perk. Majelis Buddhayana Indonesia


Kitab Dhammapada ini akan dibagikan dan dikirimkan kepada yang membutuhkan.


Biaya Cetak Rp. 17.500,- per buku

Ongkos kirim gratis (Jabodetabek) bagi penyumbang di atas 10 buku.


Kirimkan Nama, alamat dan dana anda melalui :

Email : manggala@...

SMS : 0817.0273368

Tuliskan berapa buku yang ingin anda inginkan dan sisanya akan kami distribusikan kepada yang membutuhkan.


Untuk informasi lebih lanjut dan rekapan dana dapat di akses di www.medkom.buddhayana.or.id


 
Regards,
V e r a

Be Mindful, Be Good, Be Happy

Indonesian Buddhayana Council
2nd Fl.
Prasadha Jinarakkhita
Jl. Kembangan Raya Blok JJ,
Puri Indah, Jakarta Barat - 11610
T.
021-58359127 T&F. 021-58359125, 021-58359126




#15251 From: Jani Tandi <asokacitta@...>
Date: Sun Nov 15, 2009 12:41 pm
Subject: Fwd: [supporter-wwf] Bersih Sampah ANgke 22 Nov 2009 [1 Attachment]
asokacitta
Offline Offline
Send Email Send Email
 


---------- Forwarded message ----------
From: raneechan kudo <raneechan_kudo@...>
Date: 2009/11/11
Subject: [supporter-wwf] Bersih Sampah ANgke 22 Nov 2009 [1 Attachment]
To: supporter wwf <supporter-wwf@yahoogroups.com>, marine buddies <marinebuddies@googlegroups.com>


[Attachment(s) from raneechan kudo included below]

Permisi Om/ tante momod

Dear temans semuanya

Dalam rangka menyambut Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, pada bulan November ini Jakarta Green Monster kembali mengadakan acara Bersih Sampah Angke

mari-mari gulung lengan bajumu untuk membersihkan sampah bersama Jakarta Green Monster dan masyarakat lainnya,,,

Minggu, 22 November 2009


Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA)

pukul 08.00 12.00 WIB.


(terlampir poster kegiatan)


Mengapa bersih sampah?


sampah-sampah yang mengalir masuk ke SMMA bisa menutupi akar mangroove dan menyebabkan pohon2 tersebut mati,,,

SMMA merupakan rumah bagi 7 spesies mangroove, 91 spesies burung seperti Bangau Bluwok, Kareo Padi, Pecuk Ular Asia, dsb, serta monyet ekor panjang, dan lain sebagainya.


Kawasan ini juga menjadi tempat perlindungan bagi burung Bubut Jawa (Centropus nigroforus) yang merupakan burung endemik Pulau Jawa. Saat ini bubut Jawa berjumlah tidak lebih dari 10 ekor.


Jakarta yang merupakan hutan beton ternyata masih memiliki lahan basah yang dihuni oleh berbagai jenis burung,,,tanpa lahan basah ini Jakarta bisa lebih kebanjiran dan tenggelam air pasang


kosongkan jadwal mari-mari selamatkan lahan basah tersisa di Jakarta dari tumpukan sampah


Bagaimana Menuju Suaka Margasatwa Muara Angke?

Menggunakan Kendaraan Umum

1. Busway
Naik busway Harmoni - Kalideres, turun di Halte Jelambar (samping Citraland). Cari angkot berwarna merah nomer B 01 jurusan Grogol - Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk. tepat di ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Jalan kaki masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Ikuti jalan setapak di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.

2. Bus dari Terminal Grogol
Naik kendaraan apa saja yang berhenti di Terminal Grogol. Cari angkot berwarna merah nomer B 01 jurusan Grogol - Angke. Turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk. tepat di ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Jalan kaki masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Ikuti jalan setapak di seberang kompleks ruko Meditarania Niaga, pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.

3. Bus dari Terminal Blok M
Naik bus Steady Safe Non AC No 37 Jurusan BLOK M - Muara Angke, ongkosnya cukup Rp. 2000. Bus ini umumnya gak sampai Muara Angke (sesuai info dari keneknya), tapi cuman sampai Megamall Pluit.
Dari Megamall Pluit dilanjutkan naik angkot dua kali, nomornya 11 warna merah, dengan ongkos Rp. 2000 turun di Jl Mandara. Dari situ naik lagi angkot warna merah yang melewati kawasan Pantai Indah Kapuk dengan ongkos Rp. 1000 turun di depan ruko Mediterania yang langsung berseberangan dengan pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Menggunakan Kendaraan Pribadi Roda Empat atau Lebih

1. Melalui Tol Dalam Kota
Ambil pintu keluar Pluit. Ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

2. Melalui Tol Bandara
Ambil pintu keluar Pantai Indah Kapuk. Masuk dalam kompleks Pantai Indah Kapuk. Ikuti jalan yang menuju Mediterania. Anda bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Menggunakan Motor atau Sepeda
Dari arah Grogol, masuk ke Jl. Jembatan Tiga, ikuti hingga Jl. Jembatan Lima. Ikuti terus jalan utama sampai melewati Mega Mall Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di sebelah kanan Anda adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. Anda bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Catatan:
Warga sekitar Suaka Margasatwa Muara Angke mengenalnya dengan nama Cagar Alam. Jadi, jika Anda hendak bertanya, tanyakan di mana lokasi cagar alam.


terima kasih banyak

-yuLia-
http://rumahijau. multiply. com




New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!



#15250 From: Aku Vegan dan Hijau <love.vegetarian@...>
Date: Sun Nov 15, 2009 2:57 am
Subject: Kompas: Peternakan Hasilkan 51 Persen Gas Rumah kaca
love.vegetarian
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Peternakan Hasilkan 51 Persen Gas Rumah kaca

Oktavianus Tipnone melepas ternak dari kandang di areal peternakan yang dikelola biara Karmel di Kampung Maronggela, Desa Wolomeze, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (19/9).
Kamis, 5 November 2009 | 08:12 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - World Watch Institute, dalam laporan yang dirintis Watch Magazine Edisi November/Desember 2009 menyebut bahwa peternakan bertanggung jawab atas sedikitnya 51 persen penyebab gas rumah kaca global. Ini bukan lagi lampu kuning melainkan sudah lampu merah.

World Watch Institute adalah organisasi riset independen di Washington Amerika Serikat yang berdiri sejak 1974. Organisasi ini dikenal kritis terhadap isu global dan lingkungan. Penulis artikel itu Dr Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf riset Bank Dunia Jeff Anhang. Keduanya membuat laporan ini berdasar Bayangan Panjang Peternakan , laporan yang diterbitkan tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Majalah itu terbit dalam 36 bahasa dan data penelitiannya digunakan oleh banyak NGO (lembaga swadaya masyarakat) di seluruh dunia, dan juga badan-badan di bawah PBB. NGO yang memakai data-datanya antara lain Greenpeace Southeast Asia, dan Yayasan Obor Indonesia.

Dua peneliti itu juga menghitung siklus hidup emisi produksi ikan yang diternakkan, CO2 dari pernapasan hewan, dan koreksi perhitungan yang sebenarnya dari jumlah hewan ternak yang dilaporkan di muka bumi. Gas metana yang dikeluarkan oleh hewan ternak mengikat panas 72 kali lebih kuat daripada CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih akurat dari perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali. Meskipun demikian, peneliti itu memberitahu bahwa perkiraan mereka tentang 51 persen itu masih angka minimal.

"Masyarakat Indonesia, bahkan pihak-pihak yang mestinya memerhatikan isu-isu lingkungan, harus tahu informasi-informasi mengenai dampak industri peternakan dan bahaya daging. Apa yang hendak pemerintah Indonesia lakukan sekarang ini? Data-data sudah terhampar. Pemerintah, jika masih saja tidak percaya tentang bahaya daging, tolong buka internet dan mencari tahu," ujar pemerhati lingkungan yang juga dosen arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta Agustinus Madyana Putra.


Sumber:

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/05/08121712/Peternakan.Hasilkan.51.Persen.Gas.Rumah.kaca


 
 
 
 
 
 

Jadilah Vegetarian - Bertindaklah Hijau - Selamatkan Bumi
 



#15249 From: Erny Hamsah <sukhayung@...>
Date: Mon Nov 16, 2009 2:42 am
Subject: Fw: Seminar Human Values 2 Dec 2009
sukhayung
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Seminar                        : Human Values (Educare to Education)

Hari/ Tgl                        : Rabu, 2 December 2009

Tempat                         : Gedung CNI

                                      Blok O2 No. 1 – 3

                                      Jakarta Barat

Waktu                          : 07.30 – 12.00

Pembicara                    : Dr. Art-Ong Jumsai ( Thailand )

Bahasa Pengantar         : Bahasa Inggris

 

Sedikit mengenai siapa Dr. Art-Ong Jumsai dan apa saja yang akan disampaikan bisa dilihat di flyer yang saya titip via kurir kami atau file saya attached sbb:

 

          

 

Bila ada yang berminat, mohon agar membeli tiket kepada kami dan langsung menghubungi Ibu Novi atau Indah di Central School @ 021- 580 6699

 


Jl. Kembangan Raya Blok JJ

Puri Indah, Kembangan Selatan

Jakarta Barat 11610

Telp. 021-5806699

Fax. 021-5828690

Sevilla School

Jl. Pulo Mas Jaya, Pacuan Kuda

Jakarta Timur 13210

Telp. 021-47882288

Fax. 021-47882411


Mettacittena,

Erny

Sekretariat YAJ

Sekretariat PP Siddhi

Jl. kembangan Raya Blok JJ

Puri Indah, Jkt Brt 11610

Telp ( 021) 58359124



Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

#15248 From: Juwita Guan <kosong_jw@...>
Date: Sat Nov 14, 2009 1:17 am
Subject: Re: [KPD] sharing retret GYFS'09
kosong_jw
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Terima kasih Sharing dari Abang Charli.

Karena Sharing aku anggap bermanfaat aku kirim ke milis DJ biar saudara saudari lain juga dapat manfaatnya serta tentu saja kita punya rasa syukur,bermudita / rejoice, berterima kasih dan balas budi Ke Guru Dharma, Triratna, semua mahluk dan alam.

--- On Fri, 11/13/09, charly ho <cha2ly@...> wrote:

From: charly ho <cha2ly@...>
Subject: [KPD] sharing retret GYFS'09
To: "KPD" <Komunitas_praktik_dharmajala@yahoogroups.com>
Date: Friday, November 13, 2009, 2:33 PM

 

Namo Sakyamuni Buddhaya,
Sekuntum Teratai untuk Anda semua seorang calon Buddha...
 
Ijinkan saya juga ikut berbagi mengenai retret  Shifu Guo Yuan...
 
Saya sangat bersyukur sekali dapat mengikuti retret Shifu ada banyak sekali manfaat yang bisa saya rasakan terutama sekali dari teaching dan penjelasan mengenai metode. Jika dipikir2, dalam hati ini saya benar2 bersyukur karena saya dapat mempelajari Ch'an dan bertemu dengan banyak guru2 Ch'an semuanya ini tidak terlepas dari banyak sekali sebab dan kondisi...
 
Setelah selesai mengikuti retret ini saya banyak sekali merenung jika saja saya tidak bertemu dengan ko Agus dan Chang Tuo Shi, saya tidak akan pernah bertemu dan bergabung dengan Dharmajala.. .dan disini saya belajar mengenai banyak hal yang merupakan Dharma yang hidup. Dari Dharmajala saya dapat mempelajari Ch'an secara intesif..benar2 tidak terpikirkan dalam benak saya bisa berjumpa dengan Shifu Guo Jun dan Shifu Guo Yuan disini, dulu saya sangat tertarik untuk mempelajari tradisi Ch'an tetapi  kurang beruntung untuk dapat mempelajarinya jadi saya harus menunggu untuk beberapa waktu untuk menemukannya  tetapi sekarang boleh dikatakan hampir seluruh harapan saya terpenuhi. Dalam hati ini saya berterimakasih sekali kepada ko Agus, Chang Tuo Fashi, ko Jim dan saudara2 di Dharmajala.
 
Di awal retret inipun aku sudah mendapat pelajaran..yaitu ketika salah seorang dari peserta yaitu Hanley tidak mengetahui bahwa dia sebenarnya lolos sebagai peserta retret. Pada saat itu sudah malam dan kita adalah rombongan terakhir yang menunggu untuk berangkat..dan saya mengatakan yah sudahlah...ini sudah terjadi ya kita lebih baik berangkat saja tetapi pada saat itu Acong berinisiatif untuk menjemputnya langsung ditempat. Mendengar perkataan Acong aku langsung seolah2 tersadar dan menyadari inilah welas asih dari Acong so thanks a lot Acong Phusa
 
Terus terang saya sangat tertarik untuk melihat seperti apa Shifu Guo Yuan dan dalam retret ini saya sangat terkesan dengan ke 'simple'an beliau, sikap rendah hati, ramah, terbuka dan hangatnya pendekatan beliau amat terasa. Yang selalu menjadi perhatian saya adalah ketika Shifu selalu bergabung dan berbaur dengan para peserta terutama ketika sedang makan dan meditasi jalan...ketika kita sedang berkumpul Shifu selalu memilih untuk duduk di tempat yang terbuka dan alami...ini meninggalkan kesan yang mendalam. Seakan Dharma yang dipraktekkan Shifu begitu nyata walaupun andai beliau tidak berceramah sekalipun  
 
Di akhir retret Shifu dengan sabar mendengar semua pertanyaan yang diajukan oleh saya...walaupun beliau tidak mengerti bahasa yang saya gunakan hehehe...tapi untunglah disana ada ko Agus dan Chang Tuo Fashi yang membantu untuk menerjemahkan (Thanks a lot ko Agus, Chang Tuo Fashi). Saya merasa pertanyaan2 itu konyol untuk ditanyakan tapi secara spontan pertanyaan itu keluar karena saya berfikir kapan lagi bisa bertemu dengan beliau, satu per satu pertanyaan saya dijawab oleh Shifu dengan sabar, sistematis dan sederhana. Sebetulnya saya merasa waktu terasa begitu singkat, masih begitu banyak pertanyaan yang masih ingin aku tanyakan tapi waktu memang datang tanpa bicara..kita harus menyelesaikan Sesi pada saat itu juga.
 
Teaching yang benar2 aku ingat sampai sekarang bahwa Shifu menjelaskan bahwa yang terpenting dalam latihan adalah rileks dan menyadari secara jernih..kedua hal ini saya rasa penting dan tidak terpisahkan dalam latihan kita baik itu formal ataupun informal...rileks adalah sikap batin yang melepas...pada saat yang bersamaan kita menyadari secara jernih menandakan menyadari secara jernih segala sesuatu sebagaimana apa adanya. Lebih lanjut Shifu menjelaskan bahwa batin yang rileks adalah sikap 'menerima' saya rasa ini adalah suatu poin ultimate saya ! poin ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi saya. Kata2 yang begitu sederhana tapi sangat mengena. Satu hal lagi yang merupakan nasihat Shifu yang tetap saya ingat yaitu dalam berpraktik.. metode yang digunakan harus 'alami'. Nasihat ini sangat membantu pemahaman saya mengenai latihan.
 
Mengenai praktek meditasi yang berkesan bagi saya adalah meditasi jalan...meditasi jalan ini membangkitkan perhatian yang murni yang timbul secara alami karena kita semua melepaskan semua atribut kaki...jadi kita langsung menyentuh alam..saya sangat menikmati latihan ini. Mungkin tantangan terberat saya adalah sitting meditation.. entah mengapa selama retret ini saya begitu lelahnya sampai hampir tertidur terus, untungnya Shifu mengajarkan untuk membuka mata ketika duduk bermeditasi (walau terkadang masih nda mempan hehe..). Di dalam retret ini Shifu sendiri turun tangan dalam memperbaiki postur duduk kita...sehingga kita dapat tahu apakah cara duduk kita sudah benar atau tidak.
 
Pada hari kedua, kami diajarkan bagaimana untuk mindfull yaitu dengan cara memegang mangkok yang berisi air (hampir penuh). Bagi saya ini adalah praktek langsung ibarat belajar naik sepeda...setelah berceramah dan memberi kami petunjuk praktek..saya merasa terjun langsung mempraktekkannya. ..bagaimana mengatur keseimbangan, perhatian, rileks, kesabaran. Yang pada akhirnya saya harus mempraktekkannya sendiri...seperti keseimbangan dalam bersepeda... hanya kita yang tahu bagaimana hal itu dilakukan. Saya begitu gugup takut air itu tumpah...ditambah ko Jim dibelakang saya..menanyakan orang2 di belakang saya apa airnya mao ditambah ??? terus terang saya lega karena ko Jim untung nda nanya ke saya hahaha...
 
Akhir kata, retret ini begitu singkat tapi banyak sekali manfaat yang saya peroleh disini walaupun tidak dapat saya sharingkan seluruhnya.. bagi saya bertemu dengan Shifu Guo Yuan dan Shifu Guo Jun adalah keberuntungan bagi saya. Mohon maaf jika sharing dari saya kurang berbobot atau ada kata2 yang tidak betul karena saya jarang sharing. Saya hanya berharap di lain kesempatan Shifu Guo Yuan dan Shifu Guo Jun bisa terus membimbing kami...don't forget us !!!!
 
Deep Bow
charly



#15247 From: Ho Charly <ho_charly@...>
Date: Fri Nov 13, 2009 2:38 pm
Subject: sharing retret Ch'an GYFS'09
ho_charly
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Namo Sakyamuni Buddhaya,
Sekuntum Teratai untuk Anda semua seorang calon Buddha...
 
Ijinkan saya juga ikut berbagi mengenai retret  Shifu Guo Yuan...
 
Saya sangat bersyukur sekali dapat mengikuti retret Shifu ada banyak sekali manfaat yang bisa saya rasakan terutama sekali dari teaching dan penjelasan mengenai metode. Jika dipikir2, dalam hati ini saya benar2 bersyukur karena saya dapat mempelajari Ch'an dan bertemu dengan banyak guru2 Ch'an semuanya ini tidak terlepas dari banyak sekali sebab dan kondisi...
 
Setelah selesai mengikuti retret ini saya banyak sekali merenung jika saja saya tidak bertemu dengan ko Agus dan Chang Tuo Shi, saya tidak akan pernah bertemu dan bergabung dengan Dharmajala...dan disini saya belajar mengenai banyak hal yang merupakan Dharma yang hidup. Dari Dharmajala saya dapat mempelajari Ch'an secara intesif..benar2 tidak terpikirkan dalam benak saya bisa berjumpa dengan Shifu Guo Jun dan Shifu Guo Yuan disini, dulu saya sangat tertarik untuk mempelajari tradisi Ch'an tetapi  kurang beruntung untuk dapat mempelajarinya jadi saya harus menunggu untuk beberapa waktu untuk menemukannya  tetapi sekarang boleh dikatakan hampir seluruh harapan saya terpenuhi. Dalam hati ini saya berterimakasih sekali kepada ko Agus, Chang Tuo Fashi, ko Jim dan saudara2 di Dharmajala.
 
Di awal retret inipun aku sudah mendapat pelajaran..yaitu ketika salah seorang dari peserta yaitu Hanley tidak mengetahui bahwa dia sebenarnya lolos sebagai peserta retret. Pada saat itu sudah malam dan kita adalah rombongan terakhir yang menunggu untuk berangkat..dan saya mengatakan yah sudahlah...ini sudah terjadi ya kita lebih baik berangkat saja tetapi pada saat itu Acong berinisiatif untuk menjemputnya langsung ditempat. Mendengar perkataan Acong aku langsung seolah2 tersadar dan menyadari inilah welas asih dari Acong so thanks a lot Acong Phusa
 
Terus terang saya sangat tertarik untuk melihat seperti apa Shifu Guo Yuan dan dalam retret ini saya sangat terkesan dengan ke 'simple'an beliau, sikap rendah hati, ramah, terbuka dan hangatnya pendekatan beliau amat terasa. Yang selalu menjadi perhatian saya adalah ketika Shifu selalu bergabung dan berbaur dengan para peserta terutama ketika sedang makan dan meditasi jalan...ketika kita sedang berkumpul Shifu selalu memilih untuk duduk di tempat yang terbuka dan alami...ini meninggalkan kesan yang mendalam. Seakan Dharma yang dipraktekkan Shifu begitu nyata walaupun andai beliau tidak berceramah sekalipun  
 
Di akhir retret Shifu dengan sabar mendengar semua pertanyaan yang diajukan oleh saya...walaupun beliau tidak mengerti bahasa yang saya gunakan hehehe...tapi untunglah disana ada ko Agus dan Chang Tuo Fashi yang membantu untuk menerjemahkan (Thanks a lot ko Agus, Chang Tuo Fashi). Saya merasa pertanyaan2 itu konyol untuk ditanyakan tapi secara spontan pertanyaan itu keluar karena saya berfikir kapan lagi bisa bertemu dengan beliau, satu per satu pertanyaan saya dijawab oleh Shifu dengan sabar, sistematis dan sederhana. Sebetulnya saya merasa waktu terasa begitu singkat, masih begitu banyak pertanyaan yang masih ingin aku tanyakan tapi waktu memang datang tanpa bicara..kita harus menyelesaikan Sesi pada saat itu juga.
 
Teaching yang benar2 aku ingat sampai sekarang bahwa Shifu menjelaskan bahwa yang terpenting dalam latihan adalah rileks dan menyadari secara jernih..kedua hal ini saya rasa penting dan tidak terpisahkan dalam latihan kita baik itu formal ataupun informal...rileks adalah sikap batin yang melepas...pada saat yang bersamaan kita menyadari secara jernih menandakan menyadari secara jernih segala sesuatu sebagaimana apa adanya. Lebih lanjut Shifu menjelaskan bahwa batin yang rileks adalah sikap 'menerima' saya rasa ini adalah suatu poin ultimate saya ! poin ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi saya. Kata2 yang begitu sederhana tapi sangat mengena. Satu hal lagi yang merupakan nasihat Shifu yang tetap saya ingat yaitu dalam berpraktik..metode yang digunakan harus 'alami'. Nasihat ini sangat membantu pemahaman saya mengenai latihan.
 
Mengenai praktek meditasi yang berkesan bagi saya adalah meditasi jalan...meditasi jalan ini membangkitkan perhatian yang murni yang timbul secara alami karena kita semua melepaskan semua atribut kaki...jadi kita langsung menyentuh alam..saya sangat menikmati latihan ini. Mungkin tantangan terberat saya adalah sitting meditation..entah mengapa selama retret ini saya begitu lelahnya sampai hampir tertidur terus, untungnya Shifu mengajarkan untuk membuka mata ketika duduk bermeditasi (walau terkadang masih nda mempan hehe..). Di dalam retret ini Shifu sendiri turun tangan dalam memperbaiki postur duduk kita...sehingga kita dapat tahu apakah cara duduk kita sudah benar atau tidak.
 
Pada hari kedua, kami diajarkan bagaimana untuk mindfull yaitu dengan cara memegang mangkok yang berisi air (hampir penuh). Bagi saya ini adalah praktek langsung ibarat belajar naik sepeda...setelah berceramah dan memberi kami petunjuk praktek..saya merasa terjun langsung mempraktekkannya...bagaimana mengatur keseimbangan, perhatian, rileks, kesabaran. Yang pada akhirnya saya harus mempraktekkannya sendiri...seperti keseimbangan dalam bersepeda...hanya kita yang tahu bagaimana hal itu dilakukan. Saya begitu gugup takut air itu tumpah...ditambah ko Jim dibelakang saya..menanyakan orang2 di belakang saya apa airnya mao ditambah ??? terus terang saya lega karena ko Jim untung nda nanya ke saya hahaha...
 
Akhir kata, retret ini begitu singkat tapi banyak sekali manfaat yang saya peroleh disini walaupun tidak dapat saya sharingkan seluruhnya..bagi saya bertemu dengan Shifu Guo Yuan dan Shifu Guo Jun adalah keberuntungan bagi saya. Mohon maaf jika sharing dari saya kurang berbobot atau ada kata2 yang tidak betul karena saya jarang sharing. Saya hanya berharap di lain kesempatan Shifu Guo Yuan dan Shifu Guo Jun bisa terus membimbing kami...don't forget us !!!!
 
Deep Bow
charly


#15246 From: Juwita Guan <kosong_jw@...>
Date: Sat Nov 14, 2009 2:17 am
Subject: Re: [KPD] Sharing retret GYFS 31Oct-1Nov'09
kosong_jw
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Terima kasih.

Ya, aku juga suka meditasi bawa air di mangkok menyenangkan. Aku bersyukur mendapat sebab dan kondisi yang sangat mendukung terus ikut Triyana serta DJ sehingga juga bisa bertemu Guru Dharma.


Di DJ aku bisa dapat banyak kesempatan bertemu dan berteman dengan orang peduli, welas asih, bijaksana, suka share, dan supel tentu saja disertai dengan pengetahuan buddhis dan umum, ketrampilan serta pengalaman. Aku banyak belajar dari mereka, menyenangkan dan suatu berkah kehidupan.


Di DJ ini sendirian aku yang hanya lulusan SMEA yang lain kebayakan lulusan Sarjana. Tapi aku PD karena ingin bisa terus memberikan kontribusi dalam hidup ini. Wah tidak ada sedikitpun mengurangi PD aku karena orang lain lulusan Sarjana, bagi aku kita semua sama. Disini di perlakukan sama tidak melihat dari mana lulusannya, status, dan lain-lain. Aku senang sekali, inilah Sangha yang seperti Buddha ajarkan.


Kalau melihat GYFS, beliau Guru Dharma yang menyatu dengan Sangha.


--- On Thu, 11/12/09, rohana huang <rohana.huang@...> wrote:

From: rohana huang <rohana.huang@...>
Subject: [KPD] Sharing retret GYFS 31Oct-1Nov'09
To: komunitas_Praktik_dharmajala@yahoogroups.com
Date: Thursday, November 12, 2009, 7:43 AM

 

Sekuntum teratai untuk anda, seorang calon Buddha

Ini adalah pertama kali mengikut retret yang dibimbing oleh Guo Yuan Fa Shi (GYFS). Ketika menyambut dan melihat beliau sampai di villa retret "Amitayus", serta merta muncul suatu kesan mendalam dari pancaran wajah beliau akan suatu sifat welas asih yang begitu kuat.

Banyak manfaat yang diperoleh meski waktu retret hanya kurang lebih dua hari. Kita melakukan senam yoga pagi, meditasi duduk, kebaktian pagi, mendengar ceramah, meditasi kerja, meditasi relaksasi, kebaktian malam, namaskara, kontemplasi langsung, meditasi jalan cepat dll.


Salah satunya juga adalah meditasi jalan di lapangan rumput hijau dengan kaki telanjang, meditasi jalan seperti ini membuat kita lebih santai, bersentuhan langsung dengan alam, merasakan tiupan semiliar angin yang sejuk, langit biru yang terbentang luas, pepohonan, variasi tanaman, dinginnya tanah yang rada basah yang kadang juga panas di bawah telapak kaki, setapak demi setapak berjalan bersama dalam keharmonisan sangha sambil menikmati nafas dan lingkungan sekitar.


Begitu juga dengan meditasi jalan setapak demi setapak, jalan biasa, kemudian bertambah cepat, semakin cepat dan cepat cepat dan cepat, kemudian tiba-tiba terdengar aba-aba berhenti, disertai dengan panduan "siapa yang sedang berdiri di sini?" Bagi yang sudah pernah mengikuti sudah pasti bisa merasakan masing-masing.

Lalu dilanjutkan dengan latihan kontemplasi langsung, melihat hanya sekedar melihat, mendengar hanya sekedar mendengar tanpa disertai bumbu-bumbu.


Dan yang paling berkesan bagi saya pribadi dari retret kali ini adalah praktik membawa semangkuk air yang kira-kira 90 persen penuh.

Saya mencoba sepenuh hati memposisikan saya sebagai narapidana terhukum mati yang hanya bisa bebas dari kematian dengan berhasil membawa semangkuk air tanpa tertumpah.
Dalam proses latihan membawa air memutari satu lingkaran lapangan hijau, sempat muncul perasaan tiada keyakinan diri mampu membawanya kembali ke tempat semula tanpa setetes pun air yang tertumpah. Karena itu saat-saat awal melangkah sempat sangat fokus pada mangkuk air dan setiap langkah yang dilakukan menjadi sangat pelan. Namun selama beberapa langkah merasa ada sesuatu yang tidak tepat karena terjadi ketegangan di sana sini meski berjalan pelan dan sangat fokus tapi kemudian saya menyadari ada sesuatu yang lain yakni menjadikan latihan itu sebagai beban, itulah yang menjadikan saya tidak bisa rileks.


Setelah itu mencoba untuk merilekskan seluruh tubuh dan pikiran, ternyata cukup membantu, membawa semangkuk air itu menjadi sedikit lebih alami dan ketegangan pun berkurang. Energi kebiasaan tergesa-gesa muncul, dari langkah pelan kemudian semakin lama semakin cepat sehingga air dalam mangkuk pun bergoyang, saat melihat itu saya pun berhenti melangkah sejenak untuk menenangkan air tersebut lalu lanjut jalan lagi dengan lebih awas.


Kemudian muncul pemikiran menggembara lain yakni merasa tertinggal di belakang oleh yang lain diikuti dengan pikiran untuk cepat sampai tujuan, langkah menjadi terburu-buru, kehilangan keseimbangan, akibatnya airnya pun bergoyang lumayan kencang hampir tertumpah keluar, saat itu saya kembali untuk berhenti melangkah sejenak. Saya terus mengingatkan diri untuk perhatian penuh, rileks dan kembali menyadari nafas. Karena walau hanya setetes air yang tumpah keluar berarti hilang satu nyawa. Kalau air tumpah di mana-mana, seberapa banyak nyawa yang disediakan untuk dipertaruhkan pun tak akan cukup.


Ternyata untuk membawa semangkuk air ini perlu memakai cara yakni memegang mangkuk dengan posisi yang pas dan nyaman di tangan, selain itu perlu melihat kondisi terdekat di sekeliling kita seperti teman yang berjalan di samping agar tidak tabrakan, kondisi tanah rata atau berlubang serta undakan-undakan yang harus dilewati agar bisa seimbang jalannya dengan berlandaskan perhatian penuh.


Meski saya berusaha memposisikan diri saya sebagai narapidana itu, sebenarnya tidaklah bisa sama. Dalam sepanjang perjalanan membawa mangkuk air saya tidak mengalami hambatan dari luar yang di hadapi oleh narapidana terhukum mati seperti hambatan melewati dua sekutu musuh yang saling berperang, tidak ada binatang buas di sekeliling dan tidak ada godaan mengiurkan lainnya, Namun justru saya lebih banyak mengalami hambatan dari dalam diri sendiri daripada yang di luar.


Merefleksikan kembali pengalaman latihan membawa semangkuk air, saya merasa latihan ini berkaitan erat dengan aktivitas dan praktik kehidupan sehari-hari.


Ketika mengerjakan sesuatu seperti makan, cuci piring, menyapu dsb namun pikiran digerakkan oleh energi kebiasaan, terseret oleh berbagai pikiran menggembara ibarat air tumpah keluar, saya mati seketika. Sama halnya ketika saya tidak berada di momen mengerjakan sesuatu, di momen ini, saya sebenarnya tidak benar-benar hidup.

Dalam hal berpraktik, idealnya juga tidak bersaing dengan siapapun, tidak membandingkan latihan saya dengan latihan orang lain dengan pikiran berkompetisi karena sama sekali tidak membawa manfaat bagi praktik itu sendiri. Cukup hanya sekedar berlatih, kapan bisa sampai tujuan tidak menjadi masalah. Keyakinan diri juga sangat penting, demikian juga keyakinan terhadap cara/ metode yang dipakai dan kembali ke metode supaya tidak terseret oleh pikiran mengembara.


Melalui latihan ini, saya memperoleh beberapa manfaat meski latihan ini awalnya terlihat sederhana namun sebenarnya apa yang terbesit di dalamnya bisa menjadi sangat mendalam jika dilakukan dengan sepenuh hati. GYFS sangat terampil dalam menggunakan metode upayakausalya yang membuat kita mengamati sendiri dan berpraktik langsung.

Dalam dharma talk, beliau juga memberikan ceramah mengenai posisi meditasi, pentingnya sikap menerima vs sikap menolak, pikiran jernih dsb dengan indah.


Sungguh bersyukur bisa ikut retret Chan kali ini dan berbahagia karena berbagai kondisi yang mendukung.


rasa hormat & syukur mendalam,

rohana












#15245 From: "kasi_org" <kasi_org@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 5:53 am
Subject: DOA PELIMPAHAN JASA & KESELAMATAN PADANG
kasi_org
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Namo Sakyamuni Buddhaya,

Gempa Padang september lalu membuat kita semua berduka, dan banyak korban yang
terkena gempa, setelah 49 hari, tentunya perlu dirasa adanya doa pelimpahan jasa
kepada para korban gempa Sumbar

Maka Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI), akan mengadakan DOA PELIMPAHAN
JASA  DAN KESELAMATAN pada :

Hari/Tanggal : Selasa,17 November 2009

Pukul        : 09.00 - 15.00 WIB
Tempat       : Klenteng See Hin Kiong (padang)
                Jl. Klenteng NO. 321 Kota Padang, Sumatera Barat
Acara        : Doa pembacaan sutra/mantra/paritta
               (anggota sangha KASI dari Sangha Agung Indonesia,
                Sangha Theravada Indonesia,Sangha Mahayana Indonesia)
                berjumlah 35 anggota sangha, beserta umat padang

Untuk itu kami mengundang umat Buddha Padang untuk turut ikut dalam doa
pelimpahan jasa ini, serta juga mengajak para umat Buddha semua di nusantara
untuk turut mendukung acara ini

Atas dukungan dan partisipasinya serta doa umat buddha semua, semoga kedepannya
indonesia dalam keadaan damai, aman dan jauh dari bencana

Tadyatha om gate gate paragate parasamgate bodhi svaha
Sabbe satta Bhanvantu Sukkhitahta

sekretariat KASI

#15244 From: albert yap <albetoncu@...>
Date: Fri Nov 13, 2009 8:34 am
Subject: Sharing TRIYANA, sabtu 15 November 2009
albetoncu
Offline Offline
Send Email Send Email
 
==
==
==
==
==
================================================================================

Agama Buddha seperti apakah yang sudah kita Tahu?

Di dalam Agama Buddha ada ajaran – ajaran apa saja ?

Seberapa luas dan dalamkah kita mengenal Ajaran Buddha?

Apakah kita benar2 mengetahui intisari dari Ajaran Buddha?

Apakah ajaran Agama Buddha hanya menekankan Meditasi saja, atau Sila atau Kebijaksanaan (Panna) saja?

Apakah Ajaran Agama Buddha hanyalah mencapai hasil akhir yaitu  Anatta (Tanpa diri) saja?

Bagaimana caranya menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari2?

Apa tujuan dari kita menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari2?

Apa dampaknya jika kita menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari2?

Temukan jawabannya di :
Sharing Triyana

Hari / Tgl.       : Sabtu, 14 November 2009
Tempat           : RUSA (Rumah Hidup Berkesadaran )              
                        Jl.Mangga 3 No.12 B, Tanjung Duren
Waktu             : 14.30 s/d selesai 



Info Hubungi : 999 26487 / 948 14281

Regard,

Rudy Susanto


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

#15243 From: Eric Hermanto <eric_lim_80@...>
Date: Thu Nov 12, 2009 7:29 am
Subject: Donor Darah di Teluk Gong, Minggu, 29 November
eric_lim_80
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Teman-teman, silahkan datang, kami mengundang anda datang ke acara donor darah.

Acara ini juga terbuka untuk umum.                              

 

Sumbangan darah anda mungkin menyelamatkan jiwa orang lain!!!

 

Acara                   :   Donor Darah

Hari/Tanggal         :   Minggu, 29 November 2009

Pukul                    :   10.00 – 12.00

Tempat                 :   Vihara Satrya Dharma

                                Jalan Teluk Gong Raya No. 1

                                ( Sebelah Apartemen Teluk Intan atau di bawah jalan layang tol )

Tips agar siap waktu donor darah yaitu :

  1. Tidur yang cukup 1-2 hari sebelum hari donor
  2. Seminggu sebelum donor usahakan tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti obat batuk, flu, pusing, sakit kepala

 

Informasi lebih lanjut : Eric Hermanto

                                      08161174478

                                      92728962

Salam hangat,

 

Eric Hermanto



#15242 From: <dharmajala@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 8:33 am
Subject: Perubahan Jadwal Retret Pemula Dharmajala Angkatan 25 (27-29 November 20009)
dharmajala
Offline Offline
Send Email Send Email
 

 
Dear Peserta & calon Peserta RPD 25,
 
Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha
 
Berhubung sebagian besar peserta tidak bisa mengambil cuti pada hari Kamis, tgl 26 November - maka retret kali ini dimundurkan satu hari dan dimulai pada tanggal 27 November 2009.
 
Para peserta RPD 25 diharapkan berkumpul di Vihara Ekayana Graha pada tanggal 26 November pukul 19.00
 
Demikian informasi ini kami sampaikan
 
Hormat kami,
Tim Panitia
 
 
 

Inilah yang ditunggu-tunggu.....
 
Dear Sangha Terkasih,
 
Sekuntum teratai untuk Anda semua, para calon Buddha

Hidup sedemikian berharga, namun berapa banyak dari kita yang bisa benar-benar menghargainya?
Dharma begitu Indah, namun apakah kita benar-benar telah merasakan Keindahan dari Dharma?
Sudah pernahkan anda merasakan bahwa Dharma telah menjadi Penyelamat Hidup anda, sehingga anda benar-benar menghargai Kehidupan anda?

Berikan kesempatan pada diri anda untuk mengikuti RETRET PEMULA DHARMAJALA angkatan 25 yang akan diadakan pada:

Tanggal            : 27 s/d 29 November 2009.
Tempat            :  Villa Victory, Puncak

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Humas Dharmajala (0813-189-90997)
Email: dharmajala@yahoo.com

Acara ini terselenggara atas kerjasama dari:
= Dharmajala
= Pusdiklat Agama Buddha Indonesia


#15241 From: <dharmajala@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 8:26 am
Subject: Hadir Kembali: Bengkel Dharma yang Membebaskan - Hari Minggu, 15 November 2009
dharmajala
Offline Offline
Send Email Send Email
 
#15240 From: dewi cici <dewicici@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 4:36 am
Subject: Fw: Undangan Istimewa
dewicici@...
Send Email Send Email
 


--- Pada Sel, 10/11/09, mardianus.dwinanto@... <mardianus.dwinanto@...> menulis:

Dari: mardianus.dwinanto@... <mardianus.dwinanto@...>
Judul: Fw: Undangan Istimewa
Kepada: rahayu@..., dewicici@..., yolanda@...
Tanggal: Selasa, 10 November, 2009, 9:55 AM


FYI


Mardianus Dwinanto
PT Indoofood Sukses Makmur
IT-SAP Dept. Logistic Supply Chain Management
Sudirman Plaza, Indofood Tower 27th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78, Jakarta Selatan 12910
Telp. 62-21 - 5795 8822 - Ext. 1516
Fax : 62-21 - 5793 7377

----- Forwarded by Mardianus Dwinanto/JKT/INDOFOOD on 11/10/2009 09:55 AM -----
Heryanah/JKT/INDOFOOD

11/10/2009 09:52 AM

To
Mardianus Dwinanto/JKT/INDOFOOD@INDOFOOD
cc

Subject
Fw: Undangan Istimewa








Thanks & Best regards,
Heryanah

----- Forwarded by Heryanah/JKT/INDOFOOD on 10/11/2009 09:52 -----
Santi Widjaya/JKT/INDOFOOD

10/11/2009 09:29

To

cc

Subject
Fwd: Undangan Istimewa






Rekan-rekan seDhamma,

It's a Blessing Day,

Sungguh suatu penghormatan dan berkah utama yang besar sekali karena para Bhikkhu senior dari Thailand berkenan hadir ditempat kebaktian kita. Agar kita mendapatkan berkah dan kesempatan berbuatan baik sebesar-besarnya, Bpk. Karim telah mengatur agar Ajahn Bancha, LP Aroon, Achan Virachon, dan Meici (silacarini/bhikkhuni) Padma berkenan hadir di tempat kita untuk beramah tamah dan memberikan kita kesempatan untuk berdana* dan memblessing kita semua.  Datanglah dan jangan sia-siakan kesempatan baik ini  pada :
 
                Hari/Tgl           : Jum'at, 13 November 2009

                Pukul                   : 12:00-13:00 Siang

               Tempat             : Ruang kosong di tempat parkir lt. P1 (sebelah jendela belakang)
                 (Datang: Dari lift parkir - letaknya sebelah lobby ATM, naik ke P2, keluar lift, turun ke P1 melalui jalan mobil turun, belok ke sisi belakang. Atau bisa juga langsung dari naik ke P1 lewat jalur mobil dari samping belakang Solaria, atau naik lewat tangga darurat dilorong dekat Star Mart)
                        Pulang: Di samping tembok bagian depan ada tangga darurat yang bisa keluar di lobby dekat Star Mart -> datang dari sini juga bisa. Atau turun dari jalur mobil belakang solaria.
                                     Gedung Indofood Tower (Sudirman Plaza)
                                     Jln. Jend. Sudirman Kav. 76 - 78
                                    (Sebelah gedung Indocement / Bumi Putera)
                                               Jak-Sel


* FYI, tidak ada acara dana makanan, bagi yang akan berdana uang sebagai pengganti 4 kebutuhan Bhikkhu dapat memasukkannya di amplop masing-masing / yang tersedia di tempat ci Nelly. Dana tersebut dapat diserahkan langsung oleh donatur ke para Bhikkhu (Dana satu amplop saja untuk ketiga Bhante yang ada juga boleh, kalau mau masing-masing bhante juga boleh, sama saja). Apabila ada yang ingin berdana ke Meici Padma harus terpisah dari dana untuk para Bhikkhu.

Berhubung kita akan duduk ditikar, mohon untuk yang wanita dapat mengantisipasinya. Semoga dengan keterbatasan ruang tidak menyurutkan semangat kita dalam meningkatkan kualitas batin kita.

Kami sangat menunggu kehadiran teman-teman. Kehadiran teman-teman akan membuat kita tetap exist dan bisa mengadakan kebaktian rutin ini. JANGAN LUPA, DITUNGGU.

Salam Metta,
Persaudaraan Buddhis Indofood

* apabila ada perubahan ruangan akan diberitahukan lebih lanjut.


Undangan ini dapat disebarluaskan ke teman lain yang berminat datang



EHIPASSIKO : Datang dan buktikan sendiri


Janganlah menerima sesuatu berdasarkan desas desus,
Janganlah menerima sesuatu atas dasar tradisi,
Janganlah menerima sesuatu atas dasar kabar angin,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena sesuatu itu tertera dalam kitab sucimu,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena anggapan / perkiraan belaka,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena kesimpulan belaka,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena pertimbangan penampilan belaka,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena sesuatu itu sesuai dengan pemahamanmu dari awal,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena sesuatu itu dianggap bisa diterima,
Janganlah menerima sesuatu hanya karena sesuatu itu diucapkan oleh orang yang kita hormati,
Akan tetapi, setelah analisa dan penyelidikan yang cermat,
kalian menemukan sesuatu yang sejalan dengan, dan mengakibatkan kebaikan
 serta baik untuk kepentingan satu dan semua,
maka terimalah ajaran tersebut dan
hiduplah sesuai ajaran tersebut.

(Kalama Sutta)


Sungguh mudah untuk melakukan hal-hal yang buruk dan tak bermanfaat,
tetapi sungguh sulit untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri.

(Atta Vagga 163)

Janganlah meremehkan kebajikan walaupun kecil, dengan berkata:
"Perbuatan bajik tidak akan membawa akibat."
Bagaikan sebuah tempayan akan terisi penuh oleh air yang dijatuhkan setetes demi setetes,
demikian pula orang bijaksana sedikit demi sedikit memenuhi dirinya dengan kebajikan.

(Papa Vagga 122)



" Mendengarkan dan Membahas Dhamma pada saat yang sesuai, merupakan Berkah Utama" (Manggala Sutta)
 
Lima Keuntungan mendengarkan Dhamma :
1. Seseorang dapat mendengarkan hal-hal yang belum pernah didengar sebelumnya
2. Menambah pengertian tentang hal-hal yang sudah pernah didengar sebelumnya
3. Menghilangkan keragu-raguan
4. Meluruskan pandangan
5. Batinnya menjadi tenang
 
(Anguttara Nikaya III 247)














 
______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited.

 
______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited.
______________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited.


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

#15239 From: Irma Gunawan <GUNAWAN_IRMA@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 3:32 am
Subject: "KEYS TO SUCCESS BECOME BUSSINESS OWNER"(Ajang berbagi pengalaman bersama 2 orang pengusaha Sukses)
gunawan_irma
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Jenuh dengan status sebagai pekerja profesional terus menerus???
Apakah anda ingin berbisnis??
Ingin berbisnis tapi modal tidak mencukupi??
Punya modal tapi tidak berani memulai suatu bisnis??
Pendidikkan tidak tinggi, Apakah mungkin punya perusahaan yg besar???
Apakah Motivasi bisnis anda lesu??
Banyak teori tapi bingung mempraktekkannya??

Temukan Jawabannya dalam Talkshow :

"KEYS TO SUCCESS BECOME BUSSINESS OWNER"
(Ajang berbagi pengalaman bersama 2 orang pengusaha Sukses)
Pembicara : 1. Bpk. Hendra B Sjarifudin (President Director PT Kenari Djaja)
                   2. Drs. Piandi (Managing Director PT NOP)


Profill Pembicara :

Hendra B Sjarifudin.
Memulai usaha sejak berusia 15 thn setelah berhenti sekolah pada saat duduk di
kelas 3 SMP. Membangun usaha dengan membuka kios kecil sebagai pedagang bahan
bangunan di pasar Kenari salema pada tahun 1965. Bekerja keras,disiplin,pantang
menyerah & ulet. 
Lebih dari 42 tahun berkiprah sebagai pengusaha yg handal dan telah memiliki
lebih dari 7 anak perusahaan di beberap daerah. Selain sangat menekuni usahanya,
beliau juga menjadi motivator bagi keluarga besarnya, karyawan dan kerabat
dekatnya.
Bakat mengajar dan memotivasi ini terbentuk  dari sikap mental yg didapatnya
pada saat beliau mulai merintis dan membangun usahanya.

Drs. Piandi
1988 – 1993 As a Branch Manager of one private bank.
1993 – Now As Managing Director & shareholder of PT. Nusantara Oriental Permai
(NOP),
           Supplier energy water, water treatment, health, product,
lingerie from Japan &
           Taiwan, etc.
1998 – Now As an actor (movie, serial film on television, advertisement)
June 2007 – March 2008 As master franchise of one company in China/ Hongkong
called
Winalite International, selling “Anion Sanitary Napkin”.
April 2008 – Now As Managing Director and shareholder of PT. Winalite
Indonesia, selling
selling “Anion Sanitary Napkin” and other upcoming product.

Acara ini diselenggarakan pada:
Hari / tgl : Jum'at / 20 Nov 2009
Jam       : 18.00 - 21.00 WIB
Lokasi   : Komplek Kota Grogol Permai Blok H 8-10
               Jln Prof Dr. Latumenten, Jakarta 11460.

Investasi hanya Rp. 50.000 / peserta (Gratis Makan Malam)

Pendaftaran & konfirmasi pembayaran Hub:
Liesye  0812 95 660 89
Ivan      0857 10 380 100
Informasi ini berlaku s/d tgl 18 November 2009

Organized By SIDDHI
www.Siddhi.or.id

#15238 From: Victor Jaya <vic_jaya@...>
Date: Tue Nov 10, 2009 1:24 am
Subject: Menghadapi Masalah, Tanpa Masalah. By. Pak Wowor; 11 Nov
vic_jaya
Offline Offline
Send Email Send Email
 

Namo Buddhaya,

Teman2 yang berbahagia,  Anggrek Dhamma Saraniya saya mengundang teman2 untuk menghadiri Dhamma Talk yang akan kita adakan pada :
  • Rabu 11 November2009
Topik          : Menghadapi Masalah, Tanpa Masalah

Pembicara  : Bapak Cornelis Wowor

tempat kebaktian di Ex Healthclub lantai 7 Apartment Taman Anggrek*
Pukul 18.45-21.00
INFO 0815-8183-853
Acara ini Tanpa undangan/Tanpa Tiket dan terbuka untuk umum

*dari mall Taman Anggrek masuk ke Fitness first naik 3 lantai.

Perayaan Kathina dan Jhana Retreat Di Bulan November tidak kami adakan

Bagi Teman2 yang ingin membantu kami dalam Kepengurusan ADS, atau ingin menyumbang Ide, Saran, dan Kritik yang Membangun dapat di Email ke vic_jaya@... atau ke 0815-8183-853




Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!


Lebih aman saat online..
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

#15237 From: <dharmajala@...>
Date: Mon Nov 9, 2009 8:16 am
Subject: Dharma Mingguan Dharmajala 09 11 09 15 11 09 "The Practice of Loving Kindness & Compassion Part II " by Khenpo karthar Rinpoche
dharmajala
Offline Offline
Send Email Send Email
 
 Practice of Loving Kindness

& Compassion ( Part II )

 

By Khenpo Karthar Rinpoche

It should be very clear that the experience of relative and ultimate happiness within this lifetime, as well as in future lifetimes, is dependent upon our practice and integration of loving-kindness and compassion now. A total dedication to the benefit of others is essential.

This precious human birth is not obtained by chance, nor will it be obtained by chance in the future. Right now we are in the fortunate situation of being able to live happily in this life and to accumulate the seeds of future happiness. Now is the time when loving-kindness and compassion can be developed, progressively leading to more and more benefit to more and more beings.

Such a possibility depends on our practice right now, within this particular lifetime. If we have no practice of loving-kindness and compassion, then even if we had the opportunity to teach a gathering of people, we might feel tremendous aggression toward that group. Such feelings of opposition or unfriendliness would lead to the desire to control others, to have power over them, which is the cause of harm and destruction. We can clearly see around us these days how such attitudes bring tremendous harm to us and to others and bring about many hopeless situations. Only the sincere development of loving-kindness and compassion can prevent or transform such situations. It enables others to live respectable and dignified lives, bringing them, as well as us, both relative and ultimate happiness.

In thinking about these qualities, we also need to take into consideration the factor of karmic conditioning. When we are at the edge of a cliff, it is possible to be very careful and avoid falling off. But if we have not developed the ability to be careful and mindful, when we fall off the edge it is useless to start wishing for wings.

 In the same fashion, what we will experience in the future definitely depends on how we live our lives. If we practice loving-kindness and compassion sincerely and fully for the benefit of others, then in the future not even a very powerful being can prevent us from experiencing further happiness and well-being. Even if we have the notion that we really do not want to experience such happiness, it would still come about.

 

On the other hand, if all we have done is accumulate the causes of further suffering, then at the moment when we are on the verge of experiencing such suffering and confusion, there is no chance to be wise, no chance to think twice about our past behavior.

 

It is truly pathetic to see beings who sincerely want to experience happiness and well-being acting at the same time in ways that will bring them every imaginable kind of suffering, pain, and destruction (both physical and mental), not only in this lifetime but in lifetimes to come. This is the epitome of confusion and bewilderment.

It is heartbreaking to see beings who desire happiness and well-being, who even desire the experience of liberation and enlightenment, doing the very things that totally prevent the possibility of such an experience. Such people are totally bewildered and confused. This is not to say that they are so ignorant they would not know how to eat, that they would use a hat for their feet or put their shoes on their head, but karmically it is a similar situation.



As practitioners of the Dharma, we cannot ignore the state of confusion and bewilderment beings are going through. It is so obvious that we cannot ignore it. We also cannot afford to continue committing such actions of confusion and bewilderment ourselves, because the nature of the situation is so clearly obvious. It is not a myth or a legend, not a situation taking place only in far away countries like Vietnam or Cambodia. It is occurring right here and now.

Everyone, in one way or another, and to a greater or lesser degree, wants to experience happiness and well-being. Instead, there is considerable bewilderment and confusion as a result of neurotic patterns.

For example, we may try to obtain happiness and well-being by depriving others of their wealth, their power, their freedom, even their lives. Thus, in our confusion, we bring immense suffering both to ourselves and to others, yet everyone involved still hopes to experience happiness and well-being. What an unfortunate situation beings are in! For those in such a state of total confusion, the chance of achieving ultimate enlightenment or ultimate happiness is very slim.

Therefore, as practitioners of the Dharma, we must realize the preciousness of our practice.

 

We need to see what really causes the confusion of beings: doing the very opposite of what they should do. We should recognize that, since we ourselves are not going through such intense confusion and bewilderment, we have the opportunity to develop enlightened abilities and to relieve the confusion and bewilderment of others.

 

There is no reason whatever not to seize this opportunity and practice with greater and greater exertion.

With this commitment, the most important aspect of the practice consists of seeing the limitations beings suffer from and sincerely wishing to benefit all beings by removing these limitations and relieving their suffering.

 

This practice involves helping beings attain complete liberation from confusion and suffering, not only from the ongoing experience of confusion and suffering, but even from the very roots of such experiences.

 

We develop the aspiration time and time again to uproot the confusion and suffering of all beings with a sincere, honest, and genuine concern.

 

 Repeatedly, we train ourselves to be continually mindful so we will not cause harm or confusion to others, to be continually mindful of the need for a compassionate attitude toward all beings, not only when we are making a specific effort to do so, but at all times.

 

If we do the necessary practices to develop compassion and loving-kindness on a daily basis, then we will surely be able to carry these qualities out of the practice situation and into our daily lives and to maintain a continual attitude of openness toward the limitations of various beings.

 

However, if we are not engaged in such regular practices, a surface understanding of these teachings will not help at all. This is because even a slight negative reaction from someone would bring about a negative response from us, since we have not developed compassion and loving-kindness as an integral part of our being.



With this in mind, it is important to maintain the attitude of loving-kindness and compassion, as well as the desire to benefit all beings, in whatever practice we may be doing--the visualization of deities, the recitation of mantra, prostrations, or any other form of practice. Even if it is only one prostration or one mantra, you can dedicate it totally for the benefit of all beings; you can give yourself totally toward that end.

 

Eventually, such an attitude and aspiration will begin to come about effortlessly and spontaneously. As a result, loving-kindness, gentleness, and compassion will be present all the time, like an undercurrent to whatever practice you do. When that situation occurs and that experience becomes part of practice, the practice is fruitful: it becomes a worthy practice according to the path of the enlightened ones.

 

 On the other hand, you may do all sorts of different practices, but if there is no flavor of compassion or loving-kindness in them, they will not be beneficial either to you or to others.

 

The great Indian mahapandita Chandrakirti said that all scholars, according to tradition, first do their prostrations to a particular deity before they write about the teachings. In his case, however, he made his supplication to loving-kindness and compassion. He explained it in this way: the Buddhas and bodhisattvas are the fruition, but without compassion, which is the cause, there can not be Buddhas or bodhisattvas.

 

Thus, he did his prostrations to loving-kindness and compassion, because the possibility of attaining Buddhahood depends on the integration of these qualities; the practice of compassion gives birth to Buddhas and bodhisattvas.


to be continue

________________________________________

Each of us in our own way can try to spread compassion into peoples hearts   Western civilizations these days place great importance on filling the human brain with knowledge, but no one seems to care about filling the human heart with compassion. This is what the real role of religion is."

" Love and compassion are necessities, not luxuries. Without them humanity cannot survive."

" Our prime purpose in this life is to help others. And if you can't help them, at least don't hurt them."

" I believe all suffering is caused by ignorance. People inflict pain on others in the selfish pursuit of their happiness or satisfaction. Yet true happiness comes from a sense of peace and contentment, which in turn must be achieved through the cultivation of altruism, of love and compassion, and elimination of ignorance, selfishness, and greed."

By His Hollines Dalai Lama

_________________________________________________

 

 

 _________________________________________________

Kami undang anda untuk datang, lihat, belajar dan praktek bersama dalam kegiatan:

Malam Studi Vajrayana

 

The Jewel Ornament of Liberation

Setiap Selasa malam, 19.30-22.00

Jl. Mangga 3 No  12 B Tanjung Duren Jakarta Barat

 

Malam Praktik & Diskusi Vajrayana

 

Sitting Meditation & Meditasi DBD

Setiap Rabu malam, 19.30-22.00

Ekayana Graha Lt 1

Depan Rupang Buddha putih (Samping baktisala utama)

Jl. Mangga 2 No  8 Tanjung Duren Jakarta Barat

 
 


#15236 From: Karaniya Penerbit <p_karaniya@...>
Date: Mon Nov 9, 2009 2:28 am
Subject: KARANIYA PINDAH ALAMAT
p_karaniya
Offline Offline
Send Email Send Email
 
PEMBERITAHUAN
MULAI 10 NOVEMBER 2009
KARANIYA PINDAH ALAMAT
DARI :

KARANIYA

Jl. Mangga II No. 8 K
Tanjung Duren Barat
Jakarta Barat 11510


ke tempat kantor kami yang baru:
KARANIYA
JL. MANGGA I NO. 2 O
DURI KEPA
JAKARTA BARAT 11510
TEL ( 021) 5687957
Email : karaniya@...

Semoga dengan perpindahan kantor kami, kami bisa meningkatkan kwalitas pelayanan kami.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan.
 



#15235 From: rudy su <rudtmed@...>
Date: Sun Nov 8, 2009 2:02 pm
Subject: dear Pren, Sharing Triyana tgl 14 November 2009!!!!
rudtmed
Offline Offline
Send Email Send Email
 

 

Throughout the day, put the teachings into practice.
In the evening examine what you have done, said, and thought during the day.
Whatever was positive, dedicate the merit to all beings and vow to improve on it the next day.
Whatever was negative, confess and promise to repair it.
In this way, the best practitioners progress from day to day, the middling practitioners from month to month, and the least capable from year to year.\



from The Hundred Verses of Advice. Tibetan Buddhist Teachings on What Matters Most, translated by the Padmakara Translation Group, Shambhala Publications, Boston & London, 2005.



Sharing Triyana

 

Hari / Tgl.            : Sabtu, 14 November 2009

Tempat                : RUSA (Rumah Hidup Berkesadaran )

                   Jl.Mangga 3 No.12 B, Tanjung Duren

 Waktu                : 14.30 s/d selesai  

 

Info : 999 26487 / 948 14281




               


#15234 From: Dana Kemanusiaan Dharmajala <dkd_2005@...>
Date: Mon Nov 9, 2009 4:16 am
Subject: [DKD] Bantuan untuk Linda Oktaria
dkd_2005@...
Send Email Send Email
 
Pembaca milis terkasih,
 
Sekuntum teratai untuk anda, seorang Calon Buddha
 
Di Bulan Oktober DKD telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 22.121.355 yakni 17.121.355 untuk gempa di Padang & sekitarnya serta Rp 4.700.000,- untuk saudara kita Joko Edy. 
 
Per tgl 8 Nopember 2009, DKD juga telah menyalurkan bantuan Rp 5 juta kepada Linda Oktaria, anak Romo Slamet Dharmanto. Linda mengalami penyempitan pembuluh darah dan telah di lakukan operasi. Setelah kondisinya memungkinkan akan dilakukan lagi operasi lanjutan karena ada kebocoran jantung.
 
Saat ini Linda Di rawat di Rs Jantung Harapan Kita Slipi, Semoga linda segera sembuh.
 
Semoga dengan segala ketulusan dari dana parami ini dapat melimpah kepada semua makhluk hidup,
Semoga yang sakit dapat bebas dari penderitaannya dan segera sembuh, berkesempatan mengenal Triratna dan mempraktikkannya serta merealisasi ke-Buddha-an demi manfaat semua makhluk.
 
 
anjali, deep bow
DKD


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

#15233 From: Dana Kemanusiaan Dharmajala <dkd_2005@...>
Date: Mon Nov 9, 2009 3:22 am
Subject: [DKD] Laporan Oktober 2009
dkd_2005@...
Send Email Send Email
 
Dear all,
 
Sekuntum teratai untuk anda seorang Calon Buddha,
 
Berikut kami kirimkan laporan DKD Periode Oktober 2009 :
 

Dana Kemanusiaan Dharmajala

Laporan Keuangan

Per 31 Oktober 2009

           
KETERANGAN          
           
Saldo Awal Per 1 Oktober'09 49,589,079
Kas DKD **Kas Internal DKD Rp 36,277,578  
Kotak Dana **Callysta  Rp 13,311,501  
   
Pemasukan   
Kas DKD **Donatur Tetap  Rp 4,520,878  
  **Donatur Tidak Tetap Rp 389,050  
  **Pendapatan Bunga Bank Rp 102,960  
   
Kotak Dana **Gempa Padang Rp 12,121,355  
                                      Rp 17,134,243
  Total  Rp 66,723,322
   
Pengeluaran :  
Kas DKD **Biaya Administrasi Bank Rp 10,000  
  **Biaya Pajak Bank Rp 20,592  
  **Joko Edy Rp 4,700,000  
  **Gempa Padang Rp 5,000,000  
   
Kotak Dana **Gempa Padang Rp 12,121,355  
   
                                   Rp 21,851,947
   
Saldo Akhir  Per 31 Oktober'09     RP  44,871,375
Kas DKD **Kas Internal DKD Rp 31,559,874  
Kotak Dana **Callysta  Rp 13,311,501  
           
  Jakarta, 6 Nopember 2009
           
Berikut Rincian Penerimaan dari tgl 1 s/d 31 Oktober 2009    
   
----Penerimaan----        
** Donatur Tetap        
2-Oct-09 Setoran Rp 50,050  
2-Oct-09 Setoran Rp 100,053  
2-Oct-09 Setoran Rp 200,013  
2-Oct-09 Setoran Rp 100,037  
2-Oct-09 Setoran Rp 120,034  
2-Oct-09 Setoran Rp 100,065  
5-Oct-09 Setoran Rp 100,067  
5-Oct-09 Setoran Rp 200,032  
5-Oct-09 Setoran Rp 50,012  
5-Oct-09 Setoran Rp 250,002  
8-Oct-09 Setoran Rp 100,168  
9-Oct-09 Setoran Rp 2,000,059  
12-Oct-09 Setoran Rp 300,047  
16-Oct-09 Setoran Rp 100,048  
23-Oct-09 Setoran Rp 100,007  
23-Oct-09 Setoran Rp 200,033  
25-Oct-09 Setoran Rp 50,050  
27-Oct-09 Setoran Rp 50,060  
30-Oct-09 Setoran Rp 250,019  
30-Oct-09 Setoran Rp 100,022  
   
  Total  Rp 4,520,878
   
** Donatur Tidak Tetap  
13-Oct-09 EKA SERI NUR AYNY Rp 100,000  
26-Oct-09 PUTU DIANA Rp 50,088  
26-Oct-09 NN Rp 238,962  
   
  Total  Rp 389,050
   
Total Penerimaan Bulan Oktober 2009 Rp 4,909,928
           
 
Anumodana atas segala dukungan dan partisipasinya
 
With Maitri,
DKD


New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

#15232 From: Iskandar Wanagiri <Iskandar_wanagiri@...>
Date: Fri Nov 6, 2009 12:04 pm
Subject: Re: Makanan utk mencegah kanker Payudara
iskandar_wan...
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Saya hanya memberi informasi hasil pengamatan yang sederhana.
Saya mempunyai banyak sekali teman orang India. Mereka yang beragama Hindu mayoritas sebagai vegetarian sejak lahir. Melihat postur tubuh mereka, umumnya mereka berbadan besar dan sehat. Sementara mereka adalah vegetarian sejak lahir dan mereka tidak bingung dengan masalah protein, terbukti dari pertumbuhan tubuh mereka. Oleh karena itu anda jangan bingung dengan sumber protein untuk vegetarian.
Sumber protein mereka adalah biji2an yang macamnya banyak sekali. Bahkan banyak macamnya yang tidak pernah saya temui di Indonesia. Mungkin anda bisa browsing mengenai bahan makanan di India.
Sedikit menyimpang dari hal ini, menyinggung keraguan sebagian umat Buddha bahwa dengan vegetarian akan sulit mempunyai anak perempuan, hal ini juga hanyalah keraguan yang tidak ada dasarnya. Mereka teman2 saya tersebut juga punya anak perempuan sebagai mana normalnya orang yang non-vegetarian meskipun mereka suami istri adalah vegetarian sejak lahir.
Demikian yang bisa saya sampaikan sebagai hasil pengamatan sederhana saya.
 
Salam Metta,
Iskandar Wanagiri


From: Wendry Yang <w3ndry1978@...>
To: Dharmajala@yahoogroups.com
Sent: Fri, October 30, 2009 8:01:51 AM
Subject: RE: [Dharmajala] Makanan utk mencegah kanker Payudara

 

Hi Chandra,

 

Bisa baca buku The Miracle of Enzym (Karangan Prof. Dr Hiromi Shinya). Di sini mengupas informasi makan makanan yang sehat termasuk informasi nabati dan bagaimana mendapatkan protein hewani dari tumbuh2an serta lebih dari itu adalah gaya hidup yang sehat. Buku yang sangat saya rekomendasikan dan mengubah pandangan saya tentang makanan, bahwa tidak semua makanan adalah makanan yang baik. Melalui makanan yang baik dan alami, maka fungsi alami tubuh untuk menyeimbangkan (homeostasis) akan berjalan lancar yang berujung pada self healing dan kesehatan yang optimal. Karena setahu saya sel tumor belum bisa diperangi dengan obat2an maka kita benar2 bergantung pada mekanisme alami tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. Dan bahan bakar tubuh untuk melakukan ini bersumber dari gaya hidup dan makanan yang kita makan.

Semoga membantu J.

 

Best Regards,

Wendry

 

From: Dharmajala@yahoogro ups.com [mailto:Dharmajala@ yahoogroups. com] On Behalf Of chandra s
Sent: 29 Oktober 2009 18:43
To: Dharmajala@yahoogro ups.com
Subject: Re: [Dharmajala] Makanan utk mencegah kanker Payudara

 

 

Dear all,

Mumpung sedang membahas masalah makanan untuk pencegahan kanker, mungkin rekan2 ada yang bisa membantu saya.

Saya di-diagnosa tumor baru-baru ini dan kemungkinan besar akan menjalani chemotherapy untuk pengobatannya.
Masalahnya adalah, berat badan saya termasuk underweight (baca: kurus sekali) sehingga mungkin tidak bisa menahan side effect dari chemotherapy.
Sedangkan dari dokter saya yang lain (ahli herbal, 2 dokter) menyarankan saya untuk menjadi vegan untuk melawan tumor ini. Apabila saya memutuskan menjadi vegan saat ini, saya bingung, dari mana asupan protein yang saat ini dibutuhkan sekali oleh badan saya.

Pertanyaan saya, apakah ada bahan makanan non-hewani yang dapat mengganti bahan makanan hewani (daging) untuk mengganti asupan protein hewani?

Mungkin dari rekan2 ada yang bisa membantu.

sebelumnya sayu ucapkan banyak terimakasih.

salam,
chandra


2009/10/28 merry yap <merry_yap79@ yahoo.com>



#15231 From: Dian Amalia <imel_nonabesar@...>
Date: Fri Nov 6, 2009 1:46 pm
Subject: Re: Together in Harmony with DJ's Spiritual Family - special November 2009
imel_nonabesar
Offline Offline
Send Email Send Email
 
Sekuntum teratai untuk anda semua para calon Buddha,

Ada keterangan yang keliru soal jadwal latihan rutin mingguan Ch'an karena sekarang Ch'an diadakan tiap malam Rabu, pkl: 19:30-22:00. 

Sering-sering mampir ya

Metta,

Kumudasundari


New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

#15230 From: <dharmajala@...>
Date: Fri Nov 6, 2009 8:26 am
Subject: Together in Harmony with DJ's Spiritual Family - special November 2009
dharmajala
Offline Offline
Send Email Send Email
 
 
 
 

Together in Harmony  with

DJs  Spiritual Family

Special November 2009

                                        
 
 

In harmony with self and so with others

Both in mind & in speech

One is full of joy & happiness

 

In harmony with the inner and

So with the outher , with causes in

Harmony with conditions, in peace

And well being one is truly free

 

 

Whats Special in November ???

 

Let come  &  Join with us

 

6-8 November  & 20 -22 November

 Latihan Dwi Mingguan KPD

 

Sabtu,    14 November   

Sharing Triyana Daring Step Toward fearlessness

 

Minggu, 15 November

Latihan Bersama Chan &

 Bengkel Dharma Four Noble Truth

 

26 29  November

 Retret Pemula Dharmajala angkatan 25

_____________________________

 

 

6 8 November  &  20 -22 November

Latihan Dwi Mingguan KPD

 

Mari kita bersama sama melakukan 3BHB ( Belajar, Berlatih & Berbagi Hidup berkesadaran ) dalam suasana keharmonisan Sangha.

Silahkan anda pilih waktu yang sesuai :

 

 

Tanggal

06 & 20 Nov

07 & 21 Nov

08 & 22 Nov

08 & 22 Nov

HARI

Jumat Malam

Sabtu Siang

Minggu Pagi

Minggu Siang

Waktu

19.00-22.00

15.00-18.00

08.00-11.00

13.00-14.00

Koor/ wakoor

Hadi

Aphin Wu

Eike

Meri

Benardi Chen

Albert Yap

Lusy Lau

Richard

 

Latihan KPD Dwi Mingguan adalah latihan kesadaran bersama dua minggu sekali selama 3 jam  terdiri dari meditasi jalan, meditasi duduk, meditasi DBD ( dengar, baca dan diskusi ) . Intisari dari latihan dwi mingguan KPD adalah latihan kesadaran dan bagaimana mengaplikasikan perhatian murni kita dalam berinteraksi dengan orang lain dalam menjalani kehidupan sehari hari.

 

Melalui latihan ini peserta yang konsisten akan belajar kesabaran, toleransi , mendengarkan orang lain secara mendalam, mampu berbeda pendapat, latihana bicara di depan umum secara tidak langsung, menumbuhkan bodhicitta, belajar berbicara dengan penuh cinta kasih, latihan konsentarasi, berlatih untuk tetap dalam keadaan sadar, berbagi pengalaman baik dari kehidupan sehari hari maupun pengalaman bathin, membiasakan diri duduk bersila di lantai sehingga dapat lebih tahan dalam meditasi duduk, belajar mendahulukan orang lain ketimbang dirinya ..

 

Latihan dwi mingguan KPD merupakan jembatan untuk menghantarkan pemula ke latihan pribadi yang lebih solid. Bagi peserta yang baru bersentuhan dengan praktik Dharma, latihan ini merupakan sarana untuk mengakarkan diri pada latiah pribadi harian . Bagi prakitis yang sudah cukup solid latihan pribadinya,  KPD ini merupakan sarana untuk belajar, berlatih dan berbagi dengan orang lain dalam arti yang seluas luasnya dan sedalam dalamnya .

 

 

 

Sabtu 14 November   Sharing Triyana

14.30 sampai selesai

 

Pembimbing : Koncok Tashi

Info / Pendaftaran :  021 926 83 877 / 08788 123 1688

 

Based on book Daring Step toward Fearlessness about

Three Vehicles of Buddhism by Ringu Tulku Rinpoche

 

An intellectual understanding is not enough. The real and actual practice of Dharma does not take place in the brain. Practice means just working on ourselves. I am often asked whether it is possible to practice different aspects simultaneously, such as combining Zen and Mahamudra practices or the sadhana of Avalokiteshvara and calm abiding. I respond with another question: What is practice? It is not Avalokiteshvara and so forth. It is yourself. You are your practice, so you must use whatever is helpful. If the practice of Zen helps to improve yourself, use this method. We should use anything that contributes to our improvement. If we take ourselves as the practice and work on ourselves, nothing is contradictory. There is no conflict between anything. If we can build an understanding in this way, it will be well grounded. Often our understanding is very fragmented, and for this reason we are not on solid ground ..

 

 

Minggu 15 November 

 

Latihan Bersama Chan

Dalam keharmonisan Sangha berlatih bersama,

Berlatih yoga, meditasi, chanting, DBD ..

 

 Bengkel DHARMA yang Membebaskan

The Four Noble Truth

 

Bertempat di  Rumah Hidup berkesadaran

Jalan Mangga 3 No. 12 B

 

Fasilitator : Koncok Tashi

 

Bengkel Dharma hadir memperkenalkan landasan pemahaman Dharma otentik yang membebaskan dengan menganalisa secara lebih kritis & sistematis , sehingga pemahaman ini tidak secara intelektual saja, tapi dapat melandasi praktek Dharma yang sesuai dengan konteks kehidupan  saat ini ..

 

Sumber bahan materinya beragam tidak hanya dari scholar saja, tapi juga praktisi, aktivitis maupun bauran dari ketiganya, sehingga kita bisa melihat  pemahaman yang lebih beragam dan lebih luas dan mendalam, tidak terkungkung oleh pandangan kita sendiri bahkan tidak terkungkung oleh Dharma itu sendiri .

 

 

Cuplikan sharing dari Aphin Wu salah satu peserta yang konsisten mengikuti acara Bengkel Dharma

 

Secara keseluruhan kegiatan Bengkel Dharma untuk saya sendiri, banyak hal yang saya peroleh. Tentunya hal yang diperoleh tersebut adalah manfaat. Manfaat secara spiritual ataupun manfaat sebagai knowledge. Manfaat spiritual dan knowledge tersebut seperti pengenalan kepada ajaran Buddha (dharma-dhamma) yang otentik serta yang membebaskan melalui study dari Dharma-dhamma yang tekstual, realisasi dan instruksi. Dharma-dhamma tersebut berasal dari tiga tradisi yang ada seperti tipittaka-tripitaka , commentary-subcomme ntary, sutra dan lain sebagainya serta history zaman sebelum kehidupan Buddha, zaman kehidupan Buddha, zaman setelah wafatnya Buddha, dan zaman yang akan datang. Study tersebut dicombine melalui pemahaman, dan penguatan mengenai study Buddhism serta teknik yang bersifat meditatif ataupun non-meditatif. Study yang dilakukan melalui pengenalan, pemahaman, dan penguatan tersebut akan ditambah dengan perluasan dengan pengetahuan lainnya baik secara spiritual ataupun kontekstual (kontemporer) . Study yang menghantarkan kita untuk menjadi lebih kritis dan analisis terhadap Buddhism sendiri dan kehidupan secara umum

 

Kritis bukan berarti skeptis ataupun menjadi kaku dalam mempelajari dan mempraktikan Budddhism serta menjalani kehidupan kita. Kritis yang memiliki pemahaman bahwa kita akan menjadi orang yang tidak terpaku pada apa yang sudah ada dan yang diturunkan, yang telah menjadi tradisi ataupun bahkan dikatakan oleh guru dan Buddha sendiri, kritis dalam belajar, berlatih, dan berbagi hidup berkesadaran yang berlandasan pandangan yang buddhistik dengan melakukan study analisis yang mendalam.

 

Proses study yang dilakukan dikegiatan Bengkel Dharma ini dilakukan melalui pendekatan deskiriptif analisis dengan proses pengenalan, pemahaman, penguatan, dan perluasan. Proses tersebut bisa menjadi tahap pengenalan maupun tahap pemahaman bahkan menjadi tahap penguatan hingga tahap perluasan tergantung pada saat itu kita yang mengikuti masih berada ditahapan mana, dari beberapa kali Bengkel Dharma diadakan setiap kali itu pula saya mendapat hal yang baru.

 

 

 

26 -29  November   Retret Pemula Dharmajala Angkatan 25

Bertempat di  Villa Victory

 

Info & Pendaftaran:

Humas Dharmajala: 0813-18990997

email: dharmajala@yahoo. com

 

"Marilah memulai lembaran baru bersama kami dengan belajar, berlatih, dan berbagi hidup berkesadaran

 

Retret Pemula Dharmajala bertujuan untuk memperkenalkan kepada peserta esensi ajaran Buddha yaitu Jalan Pembebasan yang membawa pada penyembuhan luka batin, pengembangan karakter, dan pembebasan dari ketidakpahaman akan hakikat segala sesuatu yang menjadi dasar dari segala jenis derita kita.

 

Selama retret berlangsung, peserta diajak untuk belajar, berlatih, dan berbagi hidup berkesadaran dalam kehidupan sehari-hari melalui beragam aktivitas dengan menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi saat ini di dalam maupun di luar dirinya dan mengamati fenomena fisik ataupun fenomena batin yang dominan muncul saat ini di dalam dirinya.

 

Melalui aktivitas-aktivitas tersebut, peserta memperoleh landasan pandangan dan praktik yang Buddhistik, lebih mengenal diri sendiri dan orang lain, mengalami kesembuhan luka batin, menyadari dan lebih memahami kondisi dunia saat ini, dan tentu saja, cara untuk merealisasi pembebasan.   

 

Banyak alumni retret yang telah mengalami transformasi dan penyembuhan.

 

Singkatnya, bagi banyak alumninya, Retret Pemula Dharmajala adalah salah satu pengalaman yang paling bermanfaat dalam kehidupan mereka.

 

Sebuah awal untuk memulai lembaran baru.

 

Sebuah rangkaian pengalaman yang menjadi salah satu kenangan terindah dalam kehidupan mereka.

 

Rangkaian pengalaman ini juga dapat Anda alami asalkan Anda mengijinkan diri Anda untuk mengikutinya.

 

____________________________________

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, terdapat kegiatan rutin lainnya yang merupakan kegiatan Program Akar-nya Dharmajala yaitu:

 

Malam Latihan Bersama Chan Dharmajala

Setiap Senin malam

Pukul 19.30 s/d 22.00

Kegiatan:

- Evening service

- Sitting meditation

- Yoga

- Meditasi DBD

 

Malam Studi Vajrayana Dharmajala

Setiap Selasa malam

Pukul 19.30 s/d 22.00

Kegiatan:

- Studi 'Jewel Ornament of Liberation'

 

Malam Praktik & Diskusi Vajrayana Dharmajala

Setiap Rabu malam

Pukul 19.30 s/d 22.00

Kegiatan:

- Meditasi Samantha tanpa objek dan berobjek

- Sharing & Diskusi

 

Malam Studi Tradisi Selatan (Theravada) Dharmajala

Setiap Kamis malam

Pukul 19.30 s/d 22.00

Kegiatan:

Sitting & Walking Meditation

Meditasi DBD: Buddha Dharma untuk Abad Berikutnya oleh Phra Paisan Visalo

 

Kami tunggu kehadiran Bro/ Sis sekalian

 

Rgds and bow

Lembaga Pelayanan Dharmajala 

 

 

 

 

 

Messages 15230 - 15259 of 15259   Newest  |  < Newer  |  Older >  |  Oldest
Advanced
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help