Telaga Warna
Telaga warna terletak di daerah Cipanas. Awal kejadiannya menurut penduduk sekitarnya sebagai berikut.... Di wilayah itu, dahulu ada sebuah kerajaan yang cukup terkenal. Sang Raja memerintah kerajaan itu dengan bijaksana. Raja mempunyai seorang putri tunggal yang cantik jelita.
Raja dan Permaisuri sangat menyayangi putri mereka. Namun sayangnya putri itu belum merasa puas dengan segala kemewahan dan kecantikan yang telah dimilikinya. Semua perhatian dan kasih sayang serta segala perhiasan pemberian orang tuanya tidak membuatnya bahagia. Dia belum puas dengan kecantikan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.
Tiba-tiba dia menemukan akal. Setiap ujung rambutnya yang lebat terurai itu harus digantungi intan permata. Tujuannya agar dia menajdi putri tercantik dan termewah di dunia. Dia yakin ayah ibunya pasti mengabulkan permintaan itu.
Putri itu segera menghadap ayah dan ibunya. Dia menceritakan keinginan tersebut. Baginda sangat terkejut mendengar permintaan putrinya. Baginda berusaha menasehati putrinya. "Kecantikan seorang putri sebenarnya bukan terletak pada kemewahan pakaian atau perhiasan yang dikenakan tetapi dari budi pekertinya yang luhur."
"Bukan kami tak sayang padamu, Nak. Coba nanda pikirkan, pernahkah kami menolak permintaanmu selama ini ? Permintaanmu kali ini sungguh tak masuk akal. Tak pantas putri mahkota berkeinginan seperti itu", Baginda menambahkan.
Mendengar jawaban ayahnya seperti itu, putri sangat kecewa. Sama sekali ia tak mengira ayah ibunya akan menolak permintaannya kali ini. Putri itu segera bangkit meninggalkan ayah ibunya. Dia terus berlari ke keputren. Diambilnya kotak perhiasannya dan dibawanya ke hadapan ayah ibunya sambil berteriak.
"Ayah ibu sungguh kikir! Kukembalikan semua pemberianmu!" Lalu kotak itu dilemparkan ke hadapan ayah ibunya, sehingga berserakan di lantai. Melihat kelakuan putrinya itu baginda ra ja menjadi murka. Sang Raja tak dapat menahan kemarahannya lagi. "Sungguh kau anak yang terkutuk!".
Selesai raja berkata seperti itu tiba-tiba terjadi sesuatu keanehan. Lantai balairung istana terbelah dan keluarlah air deras sekali. Semakin lama air semakin membanjir, menimbulkan suara gemuruh. Semua penghuni istana berteriak-teriak ketakutan. Sementara itu air terus saja keluar dan menghanyutkan semua yang ada.
Tak lama kemudian seluruh kerajaan tergenang air yang semakin dalam. Permukaan air semakin tinggi mencapai bukit-bukit sekelilingnya dan akhirnya membentuk sebuah danau.
Danau itu tampak tenang, jernih. Air danau memantulkan cahaya berwarna-warni ke lembah sekelilingnya. Konon aneka warna itu berasal dari pantulan perhiasan putri yang berserakan.
Danau itu sampai sekarang disebut Telaga Warna, karena airnya yang berwarna-warni. Tempat itu sekarang menjadi tempat rekreasi
Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger